
Keesokan harinya suasana di sekolah yang akan menyiapkan acara perpisahan sekolah.
Lucas lebih menjadi pendiam dia tidak banyak bicara dengan acara tersebut. Lucas seperti menyadari jika dirinya sekarang tidak seperti dulu.
" Bagaimana jika kita melakukan acara perpisahan sekolah itu di sekolah saja, tidak usah di luar sekolah. Karena kita pasti sangat merindukan sekolah ini kan, jadi acara di sekolah saja."
Pendapatan Beryl pun di setujui oleh banyak teman-teman nya, mereka pun membuat acara seperti pentas seni dan lain-lain nya.
Karena merasa setuju anak-anak pun ingin membuat panggung untuk acara tersebut.
Setelah mendengar keputusan acara perpisahan akan di adakan di sekolah, Lucas pun memilih untuk pulang.
Beryl berlari menghampiri Lucas.
" Lucas apakah kamu setuju dengan acara perpisahan di sekolah,? atau kamu merasa keberatan dengan pendapat ku ini."
Lucas merasa pertanyaan dari Beryl yang tidak penting untuk dirinya.
" Aku hanya murid biasa, yang tidak berpengaruh terhadap acara ini. Tapi aku sebelum nya sangat berterima kasih kepada kamu yang mengusulkan untuk di sekolah, aku tidak mengeluarkan banyak biaya jika harus menyewa tempat di luar."
Lucas pun langsung pergi dan Amira menghampiri Beryl.
" Apakah kamu yakin akan mengatakan perasaan hati mu kepada Lucas besok,? lihat saja dia sangat dingin seperti itu. Apa yang akan terjadi dengan nya, jika kamu sampai mengatakan hal tersebut."
Beryl akan tetap pada pendiriannya, dia hanya ingin Lucas tahu jika dirinya mempunyai perasaan terhadap Lucas dari sejak masuk ke sekolah ini.
__ADS_1
Beryl harus memendam perasaan cinta nya selama 3 tahun lamanya.
Amira dan Beryl kembali sibuk dengan susunan-susunan acara dan pementasan yang akan di tampilkan nanti nya.
Ketika teman-teman yang sedang sibuk dengan acara perpisahan, Lucas sibuk menghubungi Tiara.
Lucas tidak keluar dari sekolah, dia masih berada di area sekolah.
* Hallo Tiara*
* Hallo Lucas, kamu baik-baik saja kan. Aku turut prihatin yaa semoga kamu selalu menjadi lelaki yang kuat yaa, dan semoga kamu bisa terbiasa dengan kehidupan kamu yang baru ini yaa*
* Terimakasih atas perhatiannya, hmmm Tiara aku akan langsung mencari pekerjaan setelah lulus sekolah. Sekarang aku akan lebih fokus mencari uang, setelah satu tahun aku berkerja barulah aku mulai kuliah*
* Lebih baik kamu fokus mencari uang saja Lucas, tidak usah kamu kuliah jika penghasilan mu besar di pekerjaan*
* Jangan bicarakan tentang itu, yang aku inginkan sekarang adalah ketika kamu ingin berkerja. Berkerja dengan keras, jangan pernah mendengar perkataan orang lain tentang pekerjaan mu yaa.*
* Baiklah Tiara*
* Yasudah aku tidur dulu yaa, aku capek baru pulang kerja*
Tiara mengakhiri panggilan telephone nya dan dia pun tersenyum.
" Andaikan kamu jika aku yang terlahir dari keluarga sederhana, dan apakah kamu akan berkata miskin kepada ku. Lucas perjuangan hidup ini keras bagi kamu yang terlahir dari keluarga berkecukupan."
__ADS_1
Tiara benar-benar merasa sangat capek sekali dia membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Tapi ketika Tiara mau memejamkan mata nya, tiba-tiba saja dia mendengar suara teriakan dari kamar Ayah nya.
Seketika Tiara langsung membuka mata nya dan berlari menuju ke kamar Ibu nya.
Tiara membuka pintu kamar dia melihat ibu yang sedang menangis, Tiara pun langsung menghubungi Meneger nya untuk mengirimkan mobil untuk nya karena dia yang akan membawa Papa nya ke Rumah Sakit.
Tiara mencoba untuk tegar di hadapan ibu nya yang sedang menagis, dia pun sebenarnya ingin ikut menangis tapi jika seperti itu tidak ada yang untuk menenangkan.
Akhirnya mobil pun datang Meneger Tiara yang ikut membantu, mereka pun langsung membawa ke Rumah Sakit besar.
Meneger Tiara mencoba untuk menenangkan perasaan ibu nya Tiara.
" Ibu harus sabar yaa, semuanya pasti baik-baik saja."
Tiara memiliki untuk pergi ke toilet dia menagis histeris di dalam toilet, Tiara pun merasa jika dia mencari uang memang benar-benar untuk kesembuhan Ayah nya.
" Sudah cukup, aku ingin Ayah sembuh seperti dulu. Aku ingin mencari uang untuk kebahagiaan orang tua ku, aku ingin membelikan rumah dan mobil untuk mereka."
Tiara sebelum nya mengobrol dengan Dokter nya, jika ingin sembuh total harus pergi ke Rumah Sakit di Singapura.
Tiara pun seketika langsung terdiam ketika mendengar perkataan dari Dokter, dia tidak sanggup membiayai jika sampai harus pergi ke luar negeri.
" Apa yang harus aku lakukan sekarang, pekerjaan ku pun sekarang sudah sampai seperti ini. Dan beruntung nya di saat aku mempunyai uang dari hasil pekerjaan ku ini, dan apakah aku harus mengambilnya yang lebih terbuka lagi agar uang ku lebih banyak."
__ADS_1
Tiara seperti sudah kehilangan arah dan tujuan nya.