
Jam pulang pun tiba Bianca dengan rencana Lucas dia pun bersiap-siap untuk pergi ke rumah Lucas menikmati makanan malam keluarga.
" Keluarga Lucas memang tidak sedang baik-baik saja, makanya aku datang membuat keluarga semakin tidak nyaman terutama Daniel. Ah aku sangat benci sekali dia, aku berpikir dia adalah lelaki yang baik-baik tapi kenyataannya tidak."
Lucas masuk ke dalam ruangan Bianca.
" Ayo kita pergi sekarang juga kita buat kejutan manis di malam ini."
Lucas memegang tangan Bianca, dan mereka berdua pun pergi bersama.
" Bianca terimakasih banyak yaa, kamu mau mengikuti keinginan ku."
Bianca hanya menganggukkan kepalanya sambil terus manis kepada Lucas.
" Bagaimana jika kamu pakai mobil ku saja, agar bisa mengantarkan kamu pulang dan bertemu dengan nya."
Bianca mengerti apa yang di maksud oleh Lucas.
" Benarkah kamu ingin bertemu dengan nya,? itu tandanya kamu yang masih mempunyai perasaan terhadap nya ?."
Tatapan mata Bianca yang begitu sangat sinis sekali kepada Lucas.
" Tidak, aku sudah tidak mempunyai perasaan terhadap nya tapi ingin balas dendam terhadap nya. Dan mungkin ini yang dia inginkan, supaya aku lebih cepat untuk melupakan nya tapi ternyata ini sangat tidak benar sekali."
Bianca mengeluarkan handphone nya dia ingin menelephone supir pribadi nya.
* Hallo Pak Andreas, tolong bawa mobil saya yang ada di kantor dan simpan di tempat Apartemen saya yaa karena saya ingin pergi dulu yaa*
* Baiklah Nona Bianca*
Bianca memasuki kembali handphone nya, dan dia pun kembali berjalan menuju ke mobil Lucas.
Untuk pertama kalinya Bianca masuk ke dalam mobil Lucas, dulu dia yang begitu sangat menginginkan nya tapi sekarang dia merasa biasa saja karena perasaan cinta yang menghilang sedikit demi sedikit.
Lucas memakaikannya sabuk pengaman untuk Bianca, Bianca merasa jika Lucas yang begitu sangat perhatian sekali.
" Sudah siapin ayo kita berangkat."
Lucu menyalakan mesin mobil nya dia pun sambil memandangi wajah Bianca yang kelihatan sangat lelah sekali.
" Kamu mengantuk yaa, lebih baik kamu tidur saja Bianca karena perjalanan yang lumayan masih panjang".
__ADS_1
Bianca yang memang tidak bisa menahan rasa ngantuk nya, dia pun memejamkan mata nya dan tertidur pulas di mobil Lucas.
Lucas melihat Bianca yang sangat lucu sekali, dia pun lebih memilih untuk melambatkan laju kendaraan nya agar Bianca lebih menikmati tidur nya.
" Sangat Lucu sekali yaa, dia beneran tidur loh."
Lucas memberhentikan mobilnya dia memotret wajah Bianca yang sedang tertidur pulas di mobil nya.
Lucas kembali menjalankan mobilnya dia juga merasa sangat lelah sekali menghadapi kehidupan nya.
" Kenapa aku merasa jika Kak Daniel itu sangat jahat sekali, dia membuat aku emosional karena sekarang dia yang lebih ingin aku bisa bersama dengan Bianca."
Lucas mencurigai Daniel lebih dari sebelumnya.
" Apa yang akan di lakukan oleh dia, jika sekarang aku membawa Bianca ke rumah."
Lucas semakin penasaran sekali dia juga sebenarnya ingin mengetahui siapa wanita yang sedang dekat bersama dengan nya sekarang.
" Aku di buat bertanya-tanya sekarang, siapa wanita yang mau bersama dengan nya seperti nya wanita yang lebih muda dari umur nya."
Lucas pun akhirnya sampai di depan gerbang rumah nya, di saat jam makan malam.
Lucas pun mencoba untuk membangunkan Bianca dengan sangat lembut sekali.
" Bianca kita sekarang sudah sampai, ayo bangun Bianca."
Bianca menunjukkan ekspresi manja nya dan membuat Lucas langsung tersenyum.
" Bianca, ayolah bangun."
Lucas mencoba untuk menepuk-nepuk pipi Bianca dan akhirnya Bianca pun terbangun dari tidurnya.
" Hmmmm, kita sudah sampai yaaa. Dan aku benar-benar ketiduran yaa ahhhhh, maafkan aku Lucas."
Bianca pun membuka sabuk pengaman nya, dan dia mengambilnya cermin di dalam tas nya.
" Wajah ku benar-benar tidak segar, wajah seperti bangun dari tidur siang."
Lucas membiarkan Bianca yang sedang memakai bedak dan lipstik, Lucas benar-benar sangat sabar sekali.
Bianca menyemprotkan Parfume ke tubuh nya
__ADS_1
Merasa melihat Bianca yang sudah siap, Lucas pun memasukkan mobil nya ke dalam tempat parkir rumah nya.
" Kamu sudah siapkan Bianca, ayo kita turun dari mobil."
Bianca dan Lucas pun turun dari mobil dan Lucas memegang tangan Bianca.
" Aku akan mencoba membuat mu selalu aman bila bersama dengan ku."
Setelah mengetahui kejahatan Tiara, membuat Lucas yang selalu mengingat kebaikan Bianca kepada nya di mulai dari dirinya yang baru masuk ke sekolah dan bertemu dengan Bianca.
Lucas sekarang mulai mengerti arti dari sebuah penyesalan dari kehidupan nya.
Lucas dan Bianca pun berjalan menuju ke pintu masuk mereka sudah mendengar suara piring dan akhirnya mereka berdua pun masuk dan membuat semuanya mereka sangat terkejut sekali terutama Danjen dia seketika terdiam ketika melihat Lucas bersama dengan Bianca.
" Selamat sore menjemput malam semuanya."
Venna melirikan mata nya kepada Benny dia benar-benar merasa sangat aneh sekali ketika Lucas yang bisa datang bersama dengan Bianca.
" Aku mengundang Bianca untuk makan bersama dengan kita, ini sangat dadakan sekali sehingga aku tidak memberitahu Mama sebelumnya."
Bianca dan Lucas pun duduk dan Venna benar-benar di buat masih belum percaya.
" Mama merasa ini seperti mimpi yaa, bisa melihat Bianca datang kembali dengan sangat akur bersama dengan Lucas."
Pandangan mata Bianca fokus melihat wajah Daniel yang terus menerus memandangi nya.
" Ini bukti mimpi ini adalah sebuah kenyataan, kadang sikap seseorang itu sering berubah-ubah yaa. Ada berubah menjadi baik, dan ada juga seseorang yang bersikap menjadi seorang penghianat."
Lucas memperhatikan tatapan mata Bianca yang tertuju pada Daniel ketika menyebut kata penghianat sehingga membuat Lucas yakin jika Bianca mengetahui sesuatu yang terjadi dengan Daniel.
" Yasudah yaa sekarang lebih baik kita menikmati makanan yang sudah Mama masak yaa sayang."
Bianca terus saja memandangi wajah Daniel dengan sangat sinis sekali sehingga membuat Daniel yang merasa salah tingkah dengan sikap Bianca kepada nya.
" Bianca, om ingin berterima kasih kepada kamu yang begitu sangat baik hati sekali sehingga mau memperpanjang waktu selama 6 bulan agar bisa melunasi hutang-hutang perusahaan Om."
Bianca tersenyum tipis kepada Benny Irawan.
" Aku merasa sangat senang sekali jika aku yang mencoba untuk bisa membantu perusahaan om, semoga lebih fokus lagi pada pekerjaan yaa bukan fokus pada yang lain-lain nya seperti mempunyai niat jahat dalam berbisnis."
Bianca mengalihkan pandangan mata kepada Lucas karena Bianca merasa sangat tidak nyaman sekali melihat wajah seorang penghianat seperti Daniel.
__ADS_1