
Ketika Bianca dan Lucas sedang bahagia bersama.
Tiara dia mencoba untuk bertemu dengan orang tua nya.
Tiara menunggu taksi, dia yang masih saja menangis ketika mengingat perkataan Bianca kepada nya.
Tiara masuk ke dalam taksi dia berharap kedua orang tuanya ada agar dia bisa bicara langsung dengan orang tua nya.
" Kenapa Ayah harus bekerja bersama dengan Bianca, kenapa harus dengan Bianca dan membuat aku sangat malu sekali."
Tiara akhirnya sampai di depan pintu pagar rumah nya, Tiara pun langsung masuk ke dalam dan mengetuk pintu rumah nya.
Pintu pun di buka kan oleh ibu nya dan Tiara pun langsung memeluk erat tubuh ibunya.
" Aku sangat merindukan ibu, apakah ibu juga merindukan ku ?."
Pelukan erat pun di lepaskan.
" Ibu sangat merindukan mu sayang, kenapa kamu baru pulang ke rumah."
Tiara melihat Ayah nya sedang duduk sambil menonton televisi.
Tiara menghampiri Ayah nya dan bersalaman.
" Ayah tidak bekerja hari ini,? Apakah Ayah sedang libur?."
Suara Tiara terdengar bergetar seperti menahan tangisan nya.
" Tiara kamu baik-baik saja kan,? Kenapa kamu seperti ingin menangis seperti itu."
Tiara tidak bisa lagi menahan air mata nya, Tiara pun langsung menangis di hadapan Ayah nya.
Mendengar Tiara menangis membuat ibu nya Tiara langsung berlari menghampiri Tiara.
" Tiara kamu kenapa sayang,? Kenapa kamu menangis seperti ini."
Tiara mencoba untuk menenangkan perasaan nya, dia ingin bercerita kepada orang tua nya.
" Apakah benar Ayah bekerja di perusahaan milik Bianca,? Bianca membuat aku malu di depan banyak orang Ayah. Bianca bilang jika aku merasa sangat beruntung sekali karena Ayah yang bisa bekerja dengan nya, Bianca juga mengatakan jika pekerjaan Ayah sebagai seorang office boy di depan banyak orang."
Kedua orang tua Tiara merasa kecewa dengan sikap sombong Bianca.
" Jadi Bianca menyuruh Ayah untuk berkerja di perusahaan nya, dia mempunyai niat untuk mempermalukan kamu saja di depan banyak orang. Ini sangat keterlaluan sekali, Ayah tidak menyangka jika Bianca bisa melakukan ini semua."
Tiara merasa berhasil ketika dia yang bisa membuat Ayah nya benci sekali dengan Bianca, walaupun Tiara yang harus berbohong.
" Sekarang Bianca yang sedang berpacaran dengan mantan kekasih ku Lucas nama nya, seperti nya Bianca juga merasa takut kehilangan Lucas."
Kedua orang tua Tiara merasa sangat kasihan sekali melihat Tiara yang sampai menangis karena di rendahkan martabat nya oleh Bianca.
" Sudah jangan menagis yaa, besok Ayah yang akan membuat dia malu di kantor. Agar semua pegawai tahu jika Bianca tidak sebaik yang mereka pikirkan."
Tiara pun langsung tersenyum dia yang merasa sangat senang sekali ketika Ayah nya yang mendukung nya.
__ADS_1
" Terimakasih banyak yaa Ayah, aku merasa sangat senang sekali Ayah mau membela aku. Sekarang seperti nya aku tidak mau lagi menjadi mode, aku takut ada yang membahas tentang ini semua."
Tiara di peluk oleh Ayah nya, dan Tiara merasa sangat senang sekali.
" Sudah untuk sementara kamu tinggal di sini bersama dengan Ayah dan Ibu yaa, kamu tenangkan dulu yaa perasaan kamu di kamar."
Tiara diantar oleh ibu nya ke dalam kamar, Ayah Tiara merasa sangat tidak terima ketika Tiara di permalukan oleh Bianca.
" Lihat saja, walaupun keluarga ku sederhana tapi aku tidak mau harga diri keluarga ku seperti di injak seperti ini. Bianca sudah sangat keterlaluan sekali, seperti nya lebih baik aku pergi ke kantor sekarang saja sudah habis kesabaran ku jika harus menunggu hari esok."
Dengan penuh emosional, Ayah Tiara pun langsung keluar dari rumah nya untuk bertemu dengan Bianca.
Di saat Ayah nya pergi, Tiara di biarkan oleh Ibu nya untuk beristirahat di kamar nya.
Tiara pun merasa sangat senang sekali ketika dia mendapatkan perhatian khusus dari Ibu nya.
" Terimakasih banyak yaa ibu, aku sangat senang sekali ibu yang sangat baik sekali dengan ku."
Tiara membaringkan tubuhnya di atas kasur, dia seperti biasa istrirahat dengan nyenyak di kamar nya.
Di sisi lain Bianca dan Lucas bersiap-siap untuk pulang mereka hanya tinggal menunggu bell pulang saja.
" Lucas kenapa yaa perasaan ku seperti tidak nyaman loh, seperti akan terjadi sesuatu dengan aku."
Lucas memegang tangan Bianca yang begitu sangat dingin sekali.
" Tangan kamu sangat dingin sekali Bianca, kamu baik-baik saja kan? seperti nya kamu kecapean deh. Yasudah besok jangan kerja yaa kamu istirahat biar pekerjaan ini aku yang membereskan, aku tidak usah hawatir yaa."
Lucas terus saja memegang tangan tangan Bianca hingga akhirnya bell pulang pun berbunyi.
Lucas merasa sangat menghawatirkan kondisi Bianca ketika mereka berdua keluar kantor.
Bianca dan Lucas di kejutkan dengan teriakkan kencang yang memangil nama Bianca dengan sangat keras sekali.
Bianca langsung terdiam ketika melihat Ayah nya Tiara yang berteriak kencang kepada nya.
" Seperti nya Tiara mengadu pada Ayah nya tentang perkataan ku tadi siang kepada nya, astaga haruskah seperti ini."
Para satpam pun langsung memegang tangan nya, agar tidak melukai Bianca.
" Lepaskan saja, biarkan dia bicara dan untuk semua pegawai ku berkumpul lah kita dengarkan perkataan Bapak ini."
Lucas sudah merasa sangat emosi sekali melihat sikap Ayah nya Tiara yang ternyata sama-sama tidak tahu malu seperti Tiara.
" Baguslah jika kamu menyuruh para pegawai mu untuk berkumpul, agar mereka mengetahui jika kamu itu sebenarnya tidak baik dan hanya seorang yang sombong."
Bianca memegang tangan Lucas yang mulai merasa emosional ketika mendengar perkataan Ayah nya Tiara.
" Kamu memperkerjakan aku di sini hanya untuk mempermainkan aku saja,? Kamu membuat anak ku Tiara merasa sangat malu dengan pekerjaan ku. Dia sampai menangis karena kamu yang bilang jika orang tua bekerja sebagai seorang office boy saja, Tiara adalah seorang bintang model terkenal bagaimana jika karir nya sampai hancur karena perkataan mu itu."
Bianca terlihat tersenyum tipis kepada dan dia pun memandangi wajah para pegawai nya.
" Tiara Lestari, wanita cantik yang pernah datang ke kantor Ayah saya dan menjadi trending topik di media sosial. Dan ini yang ada di hadapan saya adalah Ayah kandung nya, apakah kalian semuanya mengerti."
__ADS_1
Ketika mengetahui jika lelaki tersebut adalah Ayah kandung Tiara, para pegawai Bianca langsung meninggalkan kantor nya.
Mereka semua berpikir hanya membuang-buang waktu saja ketika harus mendengarkan perkataan lelaki tersebut.
Bahkan begitu terdengar jelas banyak berkata.
" Ayah dan Anak sama-sama tidak tahu diri yaa, tidak punya rasa bersyukur sudah di bantu oleh Nona Bianca."
Bianca yang memang tidak enak badan dia pun langsung bicara di hadapan Ayah nya Bianca.
" Jika Bapak ingin mengundurkan diri silahkan yaa Pak, kedatangan Bapak ke sini hanya untuk mempermalukan diri Bapak sendiri. Aku tahu jika orang tua itu tidak mau anak nya sampai di rendahkan oleh orang lain, termasuk orang tua saya juga yang dulu tidak terima ketika anak Bapak merendahkan ku."
Lucas hanya bisa menggelengkan kepalanya berkali-kali melihat sikap Bianca yang masih bisa baik dengan Ayah nya Tiara.
" Tapi orang tua nya tetap baik kepada Bapak di saat Bapak berada di Singapura, walaupun dia mengetahui anak menangis kesal dengan perkataan dari anak yang orang tua dia tolong."
Bianca yang sudah tidak mau lagi banyak bicara dia pun langsung meninggalkan nya dan masuk ke dalam mobil nya.
Lucas menghampiri Ayah nya Tiara.
" Saya merasa bapak itu terlalu percaya dengan perkataan Tiara, Bapak tau wanita yang bapak maki-maki itu bukan wanita sembarang. Kita bisa saja melakukan apapun dengan kekuasaan nya, mungkin saja termasuk mengusir Bapak dari rumah Bapak sendiri."
Lucas masuk ke dalam mobil Bianca dia lebih memilih untuk menyimpan mobil nya di kantor.
" Begitu sangat besar sekali kasih sayang seorang Ayah kepada anak nya, walaupun anak nya yang jelas-jelas bersalah."
Lucas memeluk Bianca dia merasa sangat bangga sekali mempunyai kekasih seperti Bianca.
" Lalu sekarang kamu bagaimana Bianca,? Apakah kamu akan membongkar rahasia Tiara jika ada adalah seorang wanita malam sehingga orang tua nya sadar telah membela anak yang salah. Astaga, aku sangat emosional sekali Bianca."
Bianca melihat Lucas yang seperti tidak bisa menahan rasa emosi nya terhadap Tiara.
" Sudahlah kita biarkan saja yaa, biarkan saja mereka mendapatkan hasil dari perbuatan nya sendiri. Aku tidak akan melakukan apapun, tapi di saat aku memangil seluruh pegawai mu mereka pasti banyak yang mengambil video. Dan pasti akan menjadi viral, Kitty cukup menjadi penonton saja karena niat aku baik kok ingin membantu memberikan pekerjaan."
Bianca pun masih saja merasa pusing dia memegang kembali kepala nya
Lucas pun memilih untuk membawa Bianca ke rumah sakit, sebelum mengantarkan Bianca ke rumah nya.
" Terimakasih banyak yaa Lucas, kamu sangat baik sekali dengan aku dan aku merasa sangat bahagia sekali mendapatkan kamu yaa mungkin benar apa kata Tiara jika aku yang sangat beruntung sekali mendapatkan kamu."
Lucas sampai di rumah Sakit besar dan Bianca pun langsung terkejut ketika Lucas sampai harus membawa nya ke rumah sakit besar.
" Lucas aku hanya masuk angin saja loh, kenapa sampai harus di bawa ke rumah sakit besar seperti ini."
Lucas membuka pintu mobil nya dan dia pun langsung memegang tangan Bianca turun dari mobil nya.
" Ini adalah rumah sakit terbaik yaa Bianca, kamu harus langsung sembuh yaa. Karena aku tidak mau kamu sampai berlama-lama di rumah aku kesepian di kantor."
Lucas yang sebelumnya sudah janji dan akhirnya Bianca yang langsung di tangani oleh Dokter.
Dokter pun langsung memberikan resep obat untuk Bianca.
Setengah di periksa mereka pun menunggu obat, sambil menonton televisi dan ternyata pemberitaan tentang kejadian tadi di depan kantor Bianca.
__ADS_1
Bianca langsung memakai masker nya, agar orang-orang tidak mengenalinya.