
Suasana pagi yang berbeda di rumah Lucas dan Daniel.
Lucas yang kelihatan sangat bersemangat sekali karena dia bekerja demi untuk membahagiakan Tiara, Lucas yang berniat ingin memberikan cincin berlian untuk Tiara.
" Sangat cerah sekali wajah mu Lucas, kamu punya semangat juang yang tinggi."
Lucas hanya tersenyum tipis kepada Mama nya, dan tidak lama kemudian Daniel pun datang dengan wajah yang datar.
Lucas memperhatikan Daniel yang tidak ada senyuman sama sekali di wajah nya.
" Daniel, apakah kamu perlu pergi ke Dokter. Mama merasa sangat menghawatirkan kondisi mu sepertinya ini, kamu yang tidak seperti Daniel yang Mama kenal."
Daniel yang memang tidak bisa menutupi perasaan nya, dia mencoba untuk bersikap biasa saja tapi memang tidak bisa apalagi setelah Tiara mengirimkan photo seksi nya di atas tempat tidur.
" Aku hanya terlalu lelah saja Bu, aku baik-baik saja."
Daniel menundukkan kepalanya dan Benny pun merasa kasihan melihat Daniel.
" Yasudah Daniel hari ini kamu tidak usah pergi ke kantor, kamu istirahat di rumah saja yaa. Kamu seperti butuh istirahat yang cukup, jika kamu tidak mau pergi ke Dokter."
Mendengar perkataan Papa nya, Daniel pun langsung berdiri dari tempat duduk nya dan pergi ke kamar nya tanpa ada sepatah kata yang keluar dari mulut nya.
" Lucas, kamu juga jangan terlalu memaksakan untuk bekerja yaa. Jika kamu sudah merasa lelah lebih baik ambil libur saja, satu hari kamu pakai untuk beristirahat."
__ADS_1
Lucas pun menganggukkan kepalanya dan dia pun menyelesaikan sarapan pagi nya.
" Mama aku pergi ke kantor sekarang ya, aku tidak mau masuk di saat jam kantor di mulai."
Lucas berpamitan dengan ke dua orang tuanya.
" Hati-hati yaa Lucas."
Lucas pun pergi dia langsung masuk ke dalam mobil nya.
" Seperti nya kamu harus membeli satu mobil lagi untuk Daniel, kasihan dia selalu bersama dengan mu. Mungkin saja Daniel yang ingin waktu di luar bersama dengan teman-teman nya, belikan mobil untuk nya."
Benny pun langsung mengeluarkan handphone dia meminta kepada pegawai nya untuk mencari keluaran terbaru untuk Daniel.
" Baiklah Mam, Papa pergi dulu yaa."
Melihat semuanya yang sudah pergi, Laura pun membereskan meja makan dan setelah itu dia ingin sekali masuk ke dalam kamar Daniel.
" Semoga saja Daniel mau bercerita dengan ku, dengan apa yang sudah terjadi kepada nya."
Laura berjalan menuju ke kamar Daniel, dia mengetuk pintu kamar dan mencoba untuk membuka pintu kamar nya tapi terkunci.
" Seperti nya Daniel memang sedang beristirahat, lebih baik aku tidak mengganggunya."
__ADS_1
Padahal Daniel yang sedang duduk di atas kasur nya sambil memegang handphone, Daniel mengabaikan perkataan Mama nya dia yang seperti sedang fokus memikirkan Tiara.
" Aku tidak bisa seperti ini terus, Tiara benar-benar mempengaruhi pemikiran ku saat ini membuat aku tidak fokus dalam menikmati kehidupan ku."
Daniel membaringkan tubuhnya dia menyimpan handphone nya, Daniel memejamkan mata nya.
" Padahal ini masih sangat pagi sekali, tapi kenapa aku yang hanya bermalas-malasan di atas kasur dengan keadaan sehat tidak Sakit."
Daniel membuka kembali mata nya dan beranjak dari tempat tidur nya, Daniel pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya agar lebih segar lagi.
" Ahhhh, apakah lebih baik aku pergi ke kantor sekarang yaa. Untuk apa aku di rumah seperti ini, aku mempunyai kesibukan untuk pergi ke kantor."
Daniel pun memilih untuk pergi ke kantor dia membuka pintu kamar nya dengan membawa tas nya.
Daniel turun dari tangga dan membuat Laura merasa sangat terkejut sekali ketika melihat Daniel yang keluar dari kamar dengan terburu-buru sekali.
" Daniel kamu mau ke mana,? bukan kah kamu mau istirahat di rumah."
Daniel menggelengkan kepalanya.
" Tidak Mam, aku harus bekerja tidak boleh bermalas-malasan."
Laura pun tersenyum memberikan kunci mobil.
__ADS_1
" Kamu pakai mobil ibu yaa, sekarang Papa kamu akan membelikan kamu mobil yang baru."
Daniel pun langsung memeluk erat tubuh Mama nya dan dia berjalan cepat menuju ke mobil Mama nya untuk pergi ke kantor.