
Bianca memperhatikan Lucas yang lagi-lagi dia melamun di dalam ruangan nya.
" Apakah aku harus menghampiri nya karena aku ingin membicarakan tentang jadwal pemotretan kita berdua untuk menjadi model produk sepatu olahraga terbaru."
Bianca masuk ke dalam ruangan Lucas tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Bianca pun menepuk pundak Lucas dan membuat Lucas merasa sangat terkejut sekali.
" Astaga Bianca aku sangat terkejut sekali."
Lucas melihat ekspresi wajah Bianca yang sangat serius sekali membuat Lucas merasa Bianca yang memperhatikan nya.
" Lucas kita akan segera melakukan pemotretan yaa, mungkin hari Minggu saja yaa."
Setelah menyampaikan maksud kedatangan nya, Bianca pun langsung pergi dari ruangan Lucas tapi Lucas memegang tangan Bianca.
" Tiara sekarang sedang hamil anak Daniel."
Bianca langsung membalikkan badannya dia seakan tidak percaya dengan perkataan Lucas.
" Kamu tidak sedang bercanda kan Lucas,? Tiara sekarang sedang hamil?."
Bianca kembali duduk dan Lucas mencoba untuk menceritakan semuanya kepada Bianca.
" Iya tadi aku tidak sengaja mendengar Papa, aku merasa sangat sakit sekali Bianca. Ternyata Papa yang lebih memilih untuk menutupi hubungan Daniel dengan Tiara, aku merasa sangat beruntung sekali Bianca bisa mengetahui ini sebelumnya sehingga kita berdua tidak perlu kaget jika mereka berdua yang menikah duluan."
Bianca memeluk erat Lucas karena bagaimana pun juga apa yang di lakukan Daniel itu sangat jahat sekali.
" Kamu yang sabar yaa Lucas, semoga saja kamu selalu mendapatkan kebahagiaan bersama dengan aku."
Lucas merasa sangat senang sekali ketika mendengar perkataan Bianca.
" Aku yakin jika kita berdua akan selalu bahagia."
Bianca melepaskan pelukan erat dan dia pun akan kembali ke ruangan nya.
" Aku harus kembali bekerja yaa, kita sama-sama semangat yaa Lucas".
Bianca kembali ke ruangan nya dia meninggalkan Lucas.
Bianca membuka handphone nya dan dia di kejutkan dengan postingan Tiara yang menggunggah foto USG kehamilan.
__ADS_1
" Tiara berani sekali dia mengunggah foto USG kehamilan di saat dia yang belum menikah."
Bianca tidak mengerti apa yang ada di pikiran Tiara sekarang, Bianca kembali ke ruangan Lucas dia ingin memberitahukan tentang foto tersebut kepada Lucas.
" Lucas lihat ini, apa maksud nya yaa dia seperti tidak mempunyai rasa malu lagi."
Lucas langsung mengambil handphone Bianca dan dia pun langsung menggeleng kan kepala nya berkali-kali.
" Ini tidak masuk di akal yaa, kenapa Tiara sampai berani melakukan ini semua dia ingin di bicarakan lagi oleh banyak wartawan."
Lucas mengembalikan handphone Bianca.
" Aku merasa Tiara ingin menjadi artis kembali, dan seperti nya sebentar lagi semuanya akan terbongkar kita bersiap untuk menjadi penonton."
Lucas tersenyum dan Bianca pun mencoba untuk memberikan semangat untuk Lucas.
" Semangat yaa Lucas sayang, harus kenangan masa lalu mu yaa buka lembaran yang baru bersama dengan aku."
Lucas mengangguk kan kepala nya dan tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu.
Bianca langsung membalikkan badannya dan ternyata itu adalah Ayah nya.
" Ayah, maafkan aku yaa. Ayah pasti mencari aku di ruangan ku yaa, tapi ternyata aku malah tidak ada."
" Tidak apa-apa sayang, Ayah mengerti jika kalian berdua yang sedang kasmaran."
Lucas merasa sangat malu sekali mendengar nya.
Sebastian pun mulai bicara serius dia menghampiri Lucas.
" Lucas bulan perpanjangan waktu sudah habis tapi Papa masih belum bisa membayar hutang nya, karena om juga melihat Daniel yang sudah tidak seperti dulu lagi."
Sebastian memberikan bukti-bukti nya kepada Lucas.
" Om lebih merasa nyaman bicara dengan mu, dari pada dengan Daniel atau pun Papa mu. Lalu sekarang menurut mu bagaimana Lucas,? Om yang berencana untuk kamu dan Bianca masuk ke dalam perusahaan itu untuk membantu tapi mereka berdua menolak nya hanya karena kalian berdua yang belum kuliah."
Bianca mulai ikut bicara dia menyampaikan pendapat nya.
" Bagaimana jika kita membiarkan mereka saja dulu, karena mereka pasti akan sibuk dengan pernikahan Daniel dan Tiara. Aku juga dan Lucas kita berdua akan fokus pada pekerjaan kita berdua juga, setelah kita sama-sama selesai baru lah aku dan Lucas masuk ke dalam perusahaan ini tanpa harus memberitahu mereka berdua sebelumnya. Kita datang untuk mengantikan posisi mereka berdua, ini sangat menggemaskan sekali kan."
Lucas setuju dengan pendapat Bianca.
__ADS_1
" Aku setuju dengan pendapat Bianca, dan aku pun juga ingin melihat Daniel bahagia menikah dengan Tiara."
Sebastian merasa binggung dengan perkataan Lucas dan Bianca tentang pernikahan Daniel dan Tiara.
" Apakah Mama mu sudah mengetahui jika Daniel mempunyai hubungan dengan Tiara? Sehingga orang tua mu merestui hubungan mereka berdua dan langsung menyatakan untuk menikah?."
Bianca pun mencoba untuk menjelaskan semuanya kepada Ayah nya.
" Di akun media sosial milik Tiara, dia upload foto USG kehamilan. Dan itu tandanya Tiara sekarang sedang hamil anak Daniel, sebentar lagi akan ada kejutan besar untuk Mama Venna."
Sebastian tidak percaya jika Daniel bisa sampai tega mengkhianati Lucas.
" Lucas semoga kamu bisa sabar besar yaa, kamu masih akan lebih bahagia bersama dengan Bianca."
Sebastian sampai memeluk erat Lucas.
" Iya om aku yakin sekali itu, dan seperti nya aku ingin menunda rencana pernikahan ku dengan Bianca. Aku ingin melihat Daniel bahagia bersama dengan Tiara, dsn setelah kebahagiaan aku bersama dengan Bianca."
Sebastian mengikuti keinginan Lucas.
" Baiklah Lucas jika itu keinginan mu yaa, dan semoga saja hubungan kalian berdua bisa selalu kompak yaa dalam masalah pekerjaan dan juga hubungan pribadi."
Sebastian melihat jam di tangan nya, dia harus segera pergi.
" Bianca, Ayah pergi dulu yaa Nak. Lucas kamu harus menjaga Bianca yaa, karena Bianca adalah anak satu-satunya yang saya punya."
Lucas mengangguk kepalanya dan Sebastian pun langsung pergi dari ruangan Lucas untuk kembali ke kantor nya.
Lucas tersenyum manis melirikan mata nya kepada Bianca.
" Aku harus menjaga mu Bianca sayang, karena kamu satu-satunya yang yang aku miliki juga yaa sayang."
Bianca pun memilih untuk kembali ke ruangan nya.
" Sayang, untuk apa sih kamu kembali ke ruangan kamu jika dalam hitungan menit kamu kembali lagi ke sini. Sudahlah kita berdua hanya membutuhkan satu ruangan saja, sehingga kita tidak perlu bulak balik seperti ini."
Lucas bicara sangat keras sekali tetapi Bianca pura-pura tidak mendengarkan perkataan Lucas kepada nya.
Bianca mencoba untuk fokus pada laptop yang ada di hadapannya.
" Kenapa dia tidak menjawab perkataan ku yaa, apakah mungkin dia benar-benar sedang serius dengan pekerjaan nya."
__ADS_1
Lucas yang merasa penasaran dia pun langsung keluar dari ruangan nya dan melihat kembali Bianca yang sedang fokus dengan pekerjaan nya.