
Keesokan harinya Bianca memulai aktifitas nya di kantor, dia keluar dari kamar nya dan berjalan menuju ke meja makan.
Kedua orang tuanya sudah menunggu di sana.
" Selamat pagi sayang."
Bianca tersenyum tipis kepada ibunya yang mengucapkan salam kepada nya.
" Kenapa Bianca,? kenapa kamu seperti tidak semangat seperti itu?."
Tanya Ayah nya kepada Bianca.
" Hari ini pertama kali aku bekerja bertemu dengan Om Benny Irawan dan Daniel Raditya, aku merasa tidak nyaman sekali dengan mereka berdua."
Bianca menundukkan kepalanya dia merasa tidak nafsu untuk makan.
" Kenapa kamu tidak nyaman, kedatangan kamu dan Farell di sana untuk membantu perusahaan mereka. Seharusnya mereka berdua berterimakasih kepada kamu, karena bisa saja kalian berdua membuat perusahaan itu menjadi kembali maju."
Bianca mengingat Daniel yang baru saja menikah dengan Tiara, dia juga takut Daniel dan Lucas bertengkar di kantor.
" Dan bukan hanya itu saja Ayah, bagaimana jika Lucas dan Daniel bertengkar di kantor. Aku sangat takut sekali, karena Om Benny pasti akan selalu membela Daniel bukan Lucas."
Sebastian pun langsung terdiam karena ini bukan hanya masalah pekerjaan tapi juga masalah pekerjaan.
" Ayah akan menemani kamu ke kantor yaa, kamu tenang saja. Karena jika Benny berkata sesuatu yang menyakitkan, Ayah mempunyai bukti perjanjian sebelum mereka meminjam uang kepada Ayah."
Bianca merasa sedikit tenang ketika Ayah nya yang mau menemani dia ke kantor.
" Lalu semalam kamu sudah pergi ke mana dengan Lucas,? Apakah kalian berdua pergi ke pernikahan Tiara dan Daniel?."
Bianca menganggukkan kepalanya.
" Aku dan Lucas, tidak hanya pergi ke pernikahan Tiara dan Daniel. Tapi aku juga di ajak Lucas untuk bertemu dengan keluarga Mama nya, hmmm Kakeknya Lucas yang sebenarnya pemilik perusahaan itu, aku mengetahui semuanya sekarang."
__ADS_1
Laura pun langsung terdiam dia tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Venna sekarang.
" Tante Venna, dia tidak mau pulang ke rumah tapi Lucas mencoba untuk membujuk Mama nya untuk pulang. Karena Lucas tidak mungkin mau pulang ke rumah, jika tidak ada Mama nya."
Bianca tidak menyelesaikan makanan nya, dia pun langsung berdiri dari tempat duduk nya.
" Aku sudah selesai Ayah, ayo kita berangkat sekarang juga."
Sebastian dan Bianca berpamitan pada Ibu nya.
" Hati-hati yaa kalian berdua."
Laura merasa ingin bertemu dengan Venna.
" Aku merasa sangat kasihan sekali dengan Venna, semoga saja dia bisa menerima kenyataan ini."
Laura kembali ke kamar nya, dia ingin bersiap untuk pergi ke kantor Bianca.
Bianca dan Sebastian mereka berdua menuju perjalanan ke kantor, Sebastian terus saja memperhatikan Bianca yang kelihatan sangat gugup sekali.
Bianca terdiam dia berharap Lucas datang segera di kantor dia tidak mau sendirian walaupun Ayah nya pasti akan selalu ada bersama dengan nya.
" Ayah, aku lebih baik fokus pada pekerjaan ku saja. Aku yang hanya mengeluarkan produk sepatu olahraga terbaru, aku sampai harus menunda proses syuting iklan dan pemotretan."
Bianca dan Sebastian pun akhirnya sampai di kantor itu, Sebastian memegang tangan Bianca dan dia juga membawa kertas perjanjian di tangan nya.
Mereka berdua belum melihat kedatangan Daniel dan juga Benny Irawan.
" Bukan Daniel itu tinggal di Apartemen sebrang kantor, kenapa dia belum datang."
Bianca masuk ke dalam ruangan nya, dia juga melihat Lucas yang belum datang juga.
" Keluarga ini sangat kompak sekali yaa, aku tidak menyangka."
__ADS_1
Bianca duduk dia melihat pekerjaan nya yang sangat menumpuk sekali.
Sebastian hanya bisa tersenyum ketika melihat Bianca yang merasa kesal karena Lucas, Daniel dan Benny Irawan mereka belum juga datang ke kantor.
Sebastian pun memilih untuk diam di depan pintu dia ingin sekali melihat ekpresi mereka semuanya.
Sebastian melihat Lucas yang baru saja datang, Lucas dari jauh dia sudah melihat Sebastian yang sudah datang.
" Astaga, Pak Sebastian sudah datang."
Lucas menundukan kepalanya dia merasa bersalah.
" Maafkan saya Pak Sebastian, saya baru datang."
Mendengar suara Lucas, Bianca pun langsung berjalan menuju ke pintu.
" Tenang saja Lucas, kamu tidak telat masuk kantor karena ada Papa dan Kakak mu yang belum datang."
Lucas melirikan mata nya ke ruangan sebelah dan ternyata memang belum datang.
" Maafkan keluarga saya."
Lucas meminta maaf kembali kepada Sebastian.
" Masuklah Lucas, lihat pekerjaan kalian berdua yang sangat menupuk sekali di meja."
Lucas pun langsung masuk dan Bianca tersenyum sinis kepada Lucas.
" Seperti nya kamu tidak langsung pulang yaa semalam,? kamu tidur di semalam."
Bianca mulai merasa curiga terhadap Lucas.
" Aku langsung pulang ke rumah Nenek, aku bangun pagi tapi perjalanan yang sangat jauh sekali kan jika dari rumah Nenek ke kantor ini."
__ADS_1
Sebastian tersenyum seperti nya rasa curiga Bianca terhadap Lucas karena dia yang tidak mau kehilangan Lucas.
Sebastian berjalan ke pintu masuk kantor, dia menunggu kedatangan Daniel dan Benny.