
Di perjalanan menuju ke rumah nya Daniel harus bisa tetap fokus karena dia yang sedang mengendarai mobil nya.
"Kasihan Mama aku tidak mau Mama sampai despresi karena pemberitaan ini, karena kadang pemberitaan selalu berlebihan."
Daniel sampai rumah dengan selamat dan dia pun langsung berjalan menuju ke kamar Lucas, dia membuka kamar Lucas tapi ternyata Lucas yang masih tertidur pulas.
"Aku tidak tega membangunkannya lebih baik aku menunggu nya bangun saja."
Daniel mengambil salah satu buku untuk dia baca, tapi di saat Daniel membuka buku tersebut dia langsung mengingat nama Sebastian Gunawan.
"Sebastian Gunawan, aku merasa hanya dia yang bisa membantu perusahaan Papa. Tapi bagaimana cara nya, alamat rumah nya pun aku tidak tahu."
Daniel memikirkan bagaimana cara nya bisa bicara langsung dengan Sebastian Gunawan untuk bisa membantu perusahaan nya.
Lucas tiba-tiba langsung terbangun dia melihat ada Daniel yang sedang duduk sambil memegang buku.
"Ada Apa Kak,? masuk ke kamar aku."
Melihat Lucas yang sudah bangun Daniel pun langsung menghampiri Adik nya.
"Perusahaan Papa mengalami kebangkrutan, dan mulai besok sudah di lakukan pengurangan karyawan."
Lucas pun langsung terdiam seperti yang sudah dia pikirkan.
"Tapi Mama belum mengetahui nya, ntah siapa yang akan memberitahu Mama. Aku merasa tidak tega jika sampai Papa menyuruh ku, aku hawatir Mama sampai despresi karena seperti kita ketahui ketakutan tersebar Mama jika keluarga kita jatuh miskin."
Lucas pun mengetahui hal tersebut dan merasa sudah memberitahu Lucas, Daniel pun memilih untuk keluar dari kamar Lucas.
"Sekarang seperti nya aku harus mencari pekerjaan setelah lulus sekolah bukan lagi mencari universitas terbaik."
Lucas begitu kuat sekali tekad nya jika dia ingin bekerja.
"Aku harus bisa membuktikan kepada Mama dan Papa jika aku bukan anak yang selalu membuat mereka susah, tapi aku juga bisa membanggakan mereka berdua dengan menghasilkan uang dari cara mencari sendiri."
Lucas mengambil handphone nya dia mulai mencari perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan.
Daniel tidak melihat Mama nya dia begitu sangat menghawatirkan kondisi Mama nya.
__ADS_1
"Apakah Mama sudah mengetahui nya ya, coba aku lihat di kamar Mama."
Daniel mengetuk pintu kamar Mama nya dan Papa nya yang membuka nya.
"Bagaimana dengan Mama,? Mama baik-baik saja kan Pap?."
Daniel masuk ke dalam kamar orang tua dia melihat Mama nya yang sedang duduk.
"Apakah kalian akan memberitahu kabar tidak baik untuk Mama,? Mama sudah merasakan perasaan yang tidak nyaman dari kemarin. Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan dari Mama, coba ceritakan sekarang juga."
Daniel melihat wajah Papa dia memilih untuk menjelaskan nya.
"Perusahaan kita sedang mengalami masalah Mam, dan seperti nya besok kita sudah harus pengurangan karyawan."
Venna pun langsung menangis dan melirikan mata nya kepada suaminya.
"Kamu gagal menjadi pemimpin perusahaan Ayah ku,? jika sampai perusahaan ini bangkrut Ayah pasti sangat kecewa sekali. Karena Ayah yang menyerah kamu untuk mengantikan nya dan berharap kamu bisa jauh lebih sukses tapi ternyata kamu membuat perusahaan ini menjadi bangkrut. Lalu bagaimana dengan nasib kita sekarang dan kedepannya, bagaimana."
Venna berteriak kencang histeris dan Lucas pun langsung berlari dari kamar nya, karena dia mendengar suara Mama nya yang berteriak kencang.
Lucas membuka pintu kamar orang tua nya dia melihat Mama nya yang sedang di tenangkan oleh Daniel.
Melihat kondisi seperti ini membuat Lucas semakin yakin jika dia tidak akan melanjutkan sekolah nya. Lucas tidak akan kuliah dia lebih memilih untuk mencari pekerjaan, Lucas menarik tangan Ayah nya untuk keluar dari kamar.
Mereka berdua mengobrol di depan pintu kamar.
"Aku tidak akan melakukan sekolah ku, aku ingin berkerja dan tolong carikan perusahaan Papa yang bisa menerima ku sebagai karyawan nya. Jika aku sudah berkerja barulah aku akan kuliah dengan hasil pendapatan ku dalam berkerja."
Benny Irawan tidak menyangka jika Lucas sampai mempunyai pemikiran seperti ini.
"Baiklah Lucas, Papa akan mencarikan pekerjaan untuk mu. Sekarang lebih baik kamu fokus saja dengan ujian akhir sekolah mu yaa, sekarang kamu diam di rumah yaa Papa takut nya berita ini sudah menyebar dan banyak wartawan yang mencari keluarga. Untuk meminta kebenaran apakah benar perusahaan kita mengalami kebangkrutan."
Lucas pun mengerti dengan apa yang di katakan oleh Papa nya.
"Baiklah Papa aku kembali masuk ke dalam kamar ku, aku akan lebih baik di rumah untuk belajar menghadapi ujian akhir sekolah hari Senin."
Lucas memilih untuk pergi ke dalam kamar nya, dia pun akan lebih banyak diam di rumah.
__ADS_1
"Lucas keadaan yang meminta kamu untuk seperti ini, kamu sekarang sama seperti anak-anak lainnya yang setelah lulus sekolah mencari pekerjaan."
Lucas merasa sangat bersemangat sekali dia juga sudah menyiapkan semuanya dalam hal mental pun dia tidak boleh sampai lemah.
Di saat Lucas yang sudah mulai merasakan kekurangan dalam kehidupan nya. Tiara dia seperti sedang merasakan kesuksesan nya dalam mencari uang walaupun, dalam hal yang sangat tidak di inginkan sebelumnya. Tapi Tiara begitu sangat menikmati uang nya.
"Majalah dewasa ini tidak bebas untuk di jual di mana-mana, hanya yang khusus karena pasti mereka juga menghindari dari penglihatan anak-anak. Apalagi jika Majah ini untuk luar negeri, tidak mungkin kedua orang tua ku mengetahui nya."
Tiara ingin sekali bisa membuat rumah megah dan juga membeli mobil mewah, di saat nanti keluarga Lucas datang ke rumah nya dia akan mengatakan. Walaupun orang tua sudah tidak berkerja tapi dia mampu untuk bisa membahagiakan nya dalam bentuk materi dan Tiara ingin bisa menunjukkan kepada Venna jika dia adalah wanita yang baik-baik tidak seperti pikiran nya yang selalu negatif terhadap nya.
Tubuh mulus putih Tiara membawa daya tarik yang menggoda untuk di lihat, bahkan sudah banyak lelaki nakal yang menginginkan nomber handphone Tiara.
"Tiara ada yang ingin mengenal mu, ini orang nya."
Tiara melihat lelaki yang seperti seumuran Ayah nya.
"Mengenal ku untuk apa,? untuk di adopsi sebagai anak nya ?. Lihatlah dia seperti seumuran Papa ku, dan aku tidak mungkin berkomunikasi dengan nya."
Tiara jelas-jelas menolak nya dia tidak mau dengan lelaki tua seperti itu.
Tiara mencari Meneger nya dia juga ingin membicarakan tentang lelaki tua yang menginginkan nomber handphone.
"Mbak, masa lelaki seumur Ayah aku meminta nomor handphone aku. Aku nggak mau ahhh, pacar ku saja sangat ganteng dan masih muda, aku nggak mau yaa Mbak kalau ada yang minta nomber handphone aku yang sudah tua seperti itu."
Meneger Tiara pun melihat foto lelaki yang menginginkan nomber handphone Tiara dan seketika dia pun langsung tersenyum.
"Seperti nya uang nya sangat banyak Tiara, sehingga dia sampai berani ini berkenalan dengan mu."
Tiara pun langsung menggelengkan kepalanya berkali-kali.
"Tidak ahhh, pokoknya tidak mau. Aku melihat nya seperti melihat Papa ku, walaupun uang nya banyak aku tetap tidak mau. Tolong tolak dia langsung yaa, kalau sampai ada yang memberitahu nomor handphone aku kepada lelaki tua itu lihat saja kamu berurusan dengan ku."
Tiara sampai mengancam kepada teman-teman nya yang ada di ruangan tersebut dan setelah mendapatkan pendapatan hari ini Tiara tersenyum bahagia.
"Jika terus-menerus mendapatkan uang seperti ini dalam waktu satu atau dua bulan, aku bisa mendapatkan rumah impian ku yang bisa membawa kenyamanan untuk orang tua ku."
Tiara pun menunggu taksi dia berencana untuk memberikan penghasilan nya kepada orang tua nya.
__ADS_1
"Taksi lama sekali yaa, semoga saja secepatnya aku bisa membeli mobil pribadi. Sehingga aku tidak susah pergi ke mana-mana, seperti kemarin di saat pulang dari Rumah Sakit beruntung sekali aku mendapatkan pinjaman mobil dari Meneger ku."
Akhirnya taksi pun datang dan Tiara pun masuk dia merasa sangat lelah sekali.