
Laura sengaja pergi karena pasti itu adalah pesan masuk Tiara, Laura memperhatikan Lucas dari luar.
" Ini pasti Tiara, dia pasti membalas pesan dari ku yang tadi."
Lucas pun membuka pesan dari Tiara dan sudah di duga isi nya seperti apa.
* Aku profesional dalam bekerja kamu tenang saja yaa, jangan sampai kamu berpikiran negatif terhadap aku yaa Tiara*
* Janjinya Lucas, pokoknya ketika kamu sukses kamu harus menikah dengan ku*
* Iya Tiara Sekarang aku kerja dulu yaa*
Tiara pun merasa ingin sekali bertemu dengan Bianca.
" Aku ingin sekali bertemu dengan nya, tapi aku tidak mempunyai nomber handphone nya."
Tiara berdandan cantik dia pun keluar dari kamar nya.
" Kamu mau pergi ke mana Tiara, lebih baik kamu istirahat karena nanti malam kamu akan bekerja malam pulang pagi."
Tiara tidak mau memberitahu Meneger nya.
__ADS_1
" Aku ingin membeli baju, aku merasa baju ku sudah tidak ada yang menarik."
Tiara pun langsung berpamitan dengan Meneger dan dia keluar Apartemen tersebut tanpa supir pribadi.
" Aku akan datang ke perusahaan milik Ayah nya, dan aku akan berbicara langsung dengan Papa nya."
Tiara Kepuh begitu sangat emosional sekali dia lebih berharap bisa bertemu dengan Bianca langsung.
Tiara melihatnya perusahaan yang sangat besar sekali dia pun turun dari mobil nya dan bertanya kepada satpam.
" Selamat siang Pak, saya ingin bertemu dengan Bapak Sebastian Gunawan bisa?. Saya Tiara Lestari temannya Beryl Bianca."
" Bapak Sebastian Gunawan, dia sering berada di Singapura. Dan sekarang dia di gantikan oleh Nona Beryl Bianca, ada di ruangan Bapak Sebastian."
Ini adalah kesempatan bagus untuk Tiara dia yang bisa langsung bertemu dengan Bianca.
" Pertemukan saya dengan Beryl Bianca sekarang juga karena ini sangat penting sekali."
Satpam tersebut pun langsung mengantarkan Tiara ke ruangan Bianca, dan Bianca yang sudah melihatnya kedatangan Tiara dari camera cctv.
" Tiara lestari, untuk apa dia datang ke sini seperti nya dia ingin membicarakan tentang Lucas yang berkerja dengan ku."
__ADS_1
Bianca pun berjalan menuju ke pintu dia lebih membuka pintu tersebut.
" Silahkan masuk tidak perlu mengetuk pintu."
Tiara pun masuk ke dalam ruangan tersebut dia merasa sangat kagum sekali melihat Bianca yang masih muda tapi sudah mengantikan posisi orang tua nya.
" Selama Ayah di luar negeri, aku menggantikan posisi Papa. Dan Ibu dia sekarang sedang ada di kantor yang biasa aku pegang."
Tiara merasa sangat binggung sekali dia harus berbicara dengan Bianca.
" Kamu datang ke sini karena Lucas yang memberitahu jika pemimpin perusahaan nya itu adalah aku, padahal dia sebelumnya sudah menghindari perusahaan milik Ayah."
Bianca tersenyum manis kepada Tiara walaupun Tiara memasang wajah yang jutek.
" Kamu tenang saja yaa, aku sadar diri. Aku tidak mungkin bisa memiliki Lucas, aku berkerja profesional bersama dengan Lucas jadi tidak ada yang harus di hawatir kan."
Tiara merasa tidak percaya dengan perkataan Bianca.
" Haruskah aku percaya dengan perkataan mu itu,? kita seorang mengagumi dia pasti ingin mendapatkan. Dan apalagi posisi nya kamu yang mempunyai perusahaan dan Lucas yang hanya sebagai pekerja biasa."
Tiara berdiri dari tempat duduk nya dan dia pun menatap wajah Bianca dengan sangat tajam sekali.
__ADS_1