Isyaroh

Isyaroh
Masuk ke Dimensi Makluk Astral


__ADS_3

Mataku terbuka....!


Tapi seluruh tubuhku mati rasa, tak dapat digerakkan sama sekali. Sekedar menggerakkan jari pun tak bisa.


Tempat apa ini... ?


Aku mencoba membuka memoriku agar bisa mengingat.


Yang aku ingat terakhir, aku dirumah mertua.


Tapi kenapa tahu tahu ditempat ini, dan aku tidak mampu bergerak sama sekali.


Apakah aku lumpuh...?


Tapi apa sebabnya...?


Bagaimana dengan istriku, apa dia baik baik saja ?


Aah kenapa menolehpun aku tak bisa ?


Bukankah Semalam Aku masih bercanda ria dengan istriku ?


Aku berusaha dengan keras membuka memori otak ku. Aku merasa banyak memori yg hilang.


Apakah ini yg dinamakan Amnesia...?


Semakin berusaha mengingat, kepalaku terasa semakin berat.


Aku tidak boleh menyerah.


Aku mencoba memanggil Istriku.


Tapi....


Lidah & Bibirku kaku tak mampu bergerak....!


Aku Lumpuh ????


Apakah aku kena stroke ?


Tidak tidak mungkin, aku bukan penggemar daging kambing. Aku juga gak punya gen darah tinggi. Aku ini penggemar vegetarian, meski tidak anti daging. Aku suka daging ikan.


Aku ini Sering kali Mancing ikan, baik disungai, bendungan maupun di rawa ataupun laut.


Sepanjang pulau jawa, hampir semua tempat mancing pernah aku singgahi.


Eehh tapi aku sudah janji, mengurangi aktifitas mancingku demi istriku..


Istriku.....?!?


Bukankah dia lagi hamil muda....?


Bukankah dia aku dan dia dirumah mertuaku ?


Dimana mereka ???


Kenapa Aku ini..


Lidah pun tak mampu bergerak...


Apa yang bisa aku lakukan.....?!?


Aku hanya bisa bicara dalam hati.


Bagaimana orang bisa mendengar ???


Astaghfirrullah.


Allah maha mendengar.


Iya hanya Allah yg mampu mendengar....!


Aku lantunkan Surah Al Fatihah.


Pada Ayat


iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in


aku mohon dikembalikan ingatanku.


Aku lakukan terus dan berulang kali..


Ada ketentraman dihatiku, dan aku ingat peristiwa saat mulai masuk Hutan.


O iya aku terluka, tanganku tergores senjata yg dilemparkan. Aku dalam rangka mencari kang Salim.


Ini pasti sudah dekat.


Aku tidak akan menyerah....!!!


Aku Lantunkan lagi Surah Al Fatihah, dengan cara yg sama seperti awal tadi.


Tiba tiba aku mersakan udara hangat pada ujung jari manisku...


Rasanya seperti bergerak dalam kulit udara hangat itu.


Bergerak melalui pembuluh darahku, aku bisa mersakan meski belum mampu bergerak. Udara hangat itu berhenti diwajahku, tepat di antara kedua alisku.


pada titik lathoif Nafsi istilah orang thoriqoh.


lama lama melebar ke seluruh wajahku.


Dan.....


Aaaa.... Allahu Akbar...!


Alhamdulillah.


Mulutku mampu bergerak, aku mampu bicara.


Ya Allah... saat tak ada yg mampu mendengarkan jeritan hatiku...!


Saat semua kemampuan ku sebagai manusia Kau ambil....!


Engkau telah memberikan ilmu padaku, sebuah bukti ke tidak berdayaanku sebagai makhluq - Mu...!


" Laa haula wa laa quwwata illa billah..." ucapan hauqola ku keraskan.


Aku lafadzkan kalimah Hauqola dengan lantang, " Aaaakh....!! "


Tanganku akhirnya bisa bergerak, meski masih lemas dan gerakan yg masih terbatas.


Tiba tiba terdengar suara tawa....

__ADS_1


" Huwaaa hahaha..... Heh maunusia.


Kamu jangan senang dulu, belum ada yg mampu selamat dari racun *jerat sukma* yg kami ciptakan " ucapnya.


Racun jerat sukma ?


Mendengar saja gak pernah, apa hebatnya, bisikku dalam hati.


" Siyapa Kamu...? Kenapa menahanku di tempat ini.. ? " tanyaku.


" Karena kamu sudah membunuh, putra mahkota kami. Kamu nikmati saja saat saat terakhirmu. karena sebentar lagi, hukuman pancung atas kamu akan dilaksanakan. Dan rohmu akan jadi budak di kerajaan ini..! " ancamnya.


Membunuh putera mahkota ?


Apa Ular tadi itu... eeh tadi apa kemarin ya... !


Tapi yg jelas Aku gak Akan menyerah.


Tapi badanku masih belum bisa digerakkan. Tangan juga masih lemah.


Kaki sama sekali belum bisa gerak...!?!


Hampir pasrah.


Eeeh bukan pasrah tapi tepatnya putus asa.


Aku jadi teringat, malam dimana tidur dirumah mertua.


....


" Jadi berangkat besuk pagi mas ? " tanya Fatimah.


" Jadi lah, biar urusan cepat selesai, kita bisa berkumpul lagi. " jawabku.


" bekal apa yg harus aku persiapkan ? " tanya Fatimah lagi.


" udah gak usah, doa kamu saja yg aku minta. juga restu doa ibu bapak. karena mertua itu tidak berbeda dgn orang tua kandung. doa nya juga makbul buat menantu " jawabku.


" ya kalo itu pasti dong, aku akan terus berdoa buat suamiku " ucapnya.


" Iya aku percaya,, jgn lupa jaga kandunganmu, kita kasih nama siapa ya nanti kalo lahir. cowok apa cewek ya ? " pesanku pada istriku.


" Aah baru juga 1,5 bulan kale mas...? masih lama " jawabnya.


" Iya siih... ya asal nanti sering dijenguk kan cepet keluar, hehehe..." godaku.


" Dih jorok ah ngomong nya mas...! Jujur Imah agak kurang srek, klo mas suka ngomong gitu." protesnya.


" Kenapa memangnya, kan sama istri sendiri....?" aku membela diri.


" Iya memang, tapi kalo keseringan jadi kebiasaan. Kalo terbiasa nanti dengan orang lain pun sama saja begitu. Mas kan sudah sanggup jadi Rois dari awal kita hidup di jogja. Rois itu kan pemimpin dari kata ro'sun yg artinya kepala " aku malah dikhotbah i istriku.


" Iya aku juga tahu, tapi kan aku berusaha jujur saja ngomongnya "


kilahku....


" jujur itu baik, bahkan harus.... Tapi jujur itu tidak semua yang nyata harus diomongkan. melainkan yg diomongkan harus nyata. jadi beda artimya kan, begitu kang mas... " kata istriku.


Aku sampai kaget, mendengar dia menyebutku kang mas. Mungkin meniru orang jogja kali istriku ni.


" Kok kamu pinter sih " pujiku padanya.


"Tuu kan terus mau ngeles...! " jawabnya.


" Ya istrinya siapa dulu...? "katanya bangga eeh aku yg bangga.


" Mas... Imah kok jadi ingat kisah Isro' Mi' roj ya ? " katanya.


" Kenapa rupanya ? " kataku minta penjelasan.


" Gak tahu juga tapi seperti ingat atau terbayang terus kata Isro' " kata Fatimah.


" Ah perasaan kamu saja mungkin. karena besuk mas harus berjalan kemudian kamu hubungkan dengan isro' mi' roj. mentang mentang isro' arti dasarnya jalan dr kata saroya " jawabku datar.


" Gak deh mas.... gak gitu.. coba mas cari sapa tahu itu juga Isyaroh....! " katanya.


" Yaudah nanti aku cari, sekarang bobo aja... " jawabku.


" Mas gak ingin....?" tanya Fatimah.


" Tar habis Tahajut aja lah..." jawabku.


Aku tiba tiba ingat percakapanku dengan istriku waktu itu.


Isro' mi'roj atau mungkin surat Al Isro' ya...?


Ah kalo itu Isyaroh mungkin Surat Al Isro'...!


Ayat berapa yg mungkin jadi Isyarohya. Kucoba membaca surat tersebut.


Sampai pada ayat 82...


wa nunazilul minal quranni maa huwa syifa u warohmattu lil mukminina wa laa yaziduunadhdholimina Illa khosyaro.


O iya ayat ini yg mengatakan, Alquran diturunkan sebagai rohmat dan obat bagi orang mukmin dan kesengsaraan bagi orang orang dholim.


Tapi biar lengkap aku baca dari Ayat 80, 81 82 Sekaligus biar diberikan jln keluar dari Tempat ini.


Aku baca berulang ulang, seperti mendapat kekuatan baru.


Akhirnya aku sedikit dem sedikit mampu bergerak, gerakkan kaki duduk dan akhirnya berdiri.


Tapi entah tiba tiba perutku mual, tak tahan lagi aku muntah.


huuuuuek.....


Ternyata darah kental dan hitam, maaf tidak bermaksut membuat jijik. Itulah racun yg keluar dari tubuhku.


Setelah itu aku merasakan tenagaku benar benar pulih seperti semula...


Tapi perutku terasa lapar sekali.


" Manusia macam apa kamu ini, masih bisa bertahan. Sesudah terkena racun jerat Sukma ??? "


seorang eeeh sesosok makhluk berpakaian Prajurit datang menghampiriku


Ah aku kerjain saja, dari pada harus bertengkar, perut lapar hemat tenaga aja.


" Iya.... tadi sudah dikasih obat penawar raja kaliyan. katanya kalian salah tangkap. Jadi keluarkan aku dari sini, hadapkan pada rajamu " kataku.


" Aku hanya penjaga penjara, yg menangkap bukan aku ? ' jawabnya.


" Aku gak mau tahu lah... Cepat hadapkan aku ke rajamu atau kamu nanti aku mintakan hukuman...!!!? " perintaku.

__ADS_1


" Baik baik... Tapi aku hanya bisa mengantarmu sampai luar tempat paseban. Kamu gak boleh masuk, sebelum dijinkan pengawal raja..." katanya.


"Yaudah cepetan, bawel amat kayak mak mak milenial aja kamu nih...! " gertakku.


" Siyap.... mari saya antar.." jawabnya.


Dalam perjalan aku perhatikan sekeliling, penampakanya sih istana yg megah. Tapi aku yakin ini istana jin, di alam manusia mungkin hanya lubang kecil, pohon tua atau semacamnya.


Dan Masya Allah....???


" Tempat apa itu ? " tanyaku.


" Itu taman asmara, tempat untuk memadu kasih..." jawab jin itu.


" Ditempat terbuka seperti itu " tanyaku lanjut. "


" Kami bangsa jin bukan manusia, jadi aturanya berbeda..." jawabnya.


" Kalo itu, para jin wanita pada ngapain nongkrong disitu. Pakaian mereka hanya dari bawah pantat sampai setengah dada " tanyaku kembali.


" Itu untuk persembahan menyambut tamu, yg akan cari pesugihan.." jelasnya.


" Jadi yg bercinta tadi laki lakinya manusia " tanyaku.


" Pasangan jin dan manusia, yg manusia gak cuma laki lakinya. yg wanita manusia juga banyak. " katanya.


" Terus pasanganya jin laki laki ? "


tanyaku sambil merinding.


" Sebagian jin... sebagian lagi sesama manusia, yg bukan pasangan suami istri. dengan ritual khusus sebelumnya " jelas jin itu.


wah berarti dari yg saya lihat tadi ada manusianya juga, batinku.


Ngeri tapi juga ada pikiran nakal nih, hehehe....!


" kok bisa, kalo sesama manusia mau begituan ditempat terbuka ? " tanyaku lagi.


" Itu bukan tempat terbuka, ada tabir ghoibnya. " terang jin itu.


" Lah bukanya kalian makhluk ghoib, buat apa ada tabir ghoib ? Jangan jangan kamu jin guobl**k ya. Mau bohongin saya ? " kataku.


" Tidak semua yg ghoib bisa lihat yg ghoib lainya. Kita ada tingkatan tingkatanya. saya juga gak mampu nembus pagar ghoib tempat itu. Kalo kamu bisa nembus, berarti kamu tamu special disini " jelasnya.


Preeeet.....!!!


Bodo amat, mau special atau biasa gak pakai telur pinginya cepat keluar dr sini.


" Masih jauh tempatnya " tanyaku.


" Nanti melewati Ruang pemujaan, ruang persembahan dan ruang Siksa " lanjutnya.


" Haaahh Ruang siksa...? siapa yg disiksa ? " tanyaku kaget.


" Para pengingkar, yg mau harta tapi tidak serahkan Tumbal " terangnya.


Deesk.....


Dadaku sesak, terasa mencekat. kenapa demi harta rela korbankan nyawa bahkan iman nya...


Mending jadi Author kayak kakak mas mbak tante dan adik adi disini. Lebih real lebih halalan thoyiban. menghibur orang bukan malah mengubur orang...!


Eit's sori ngelantur.


" Kamu tunggu disini, sampai dipanggil Raja " ucap jin prajurit itu.


" Raja kamu aja yg suruh sini, ngapain saya yg harus kesana " kataku.


" Kamu jangan kurang ajar, Meskikamu tamu istimewa kamu bisa dihukum..." ancamnya.


Tamu.... Tamu Istemewa ?


Kamu aja gak sadar lagi aku bodohin.


Jadi gini Readders, namanya makhluk ghoib itu juga belum tentu tahu semua yg ghoib. Terus kita juga kadang harus bersikap galak jika mereka mengajak berbuat munkar apa lagi sirik. Dan yg mungkin Readers juga sebagian belum tahu, jin juga bisa dibohongi, hehehe...


.


" Kamu ini siyapa sebenarnya, kenapa bisa lepas dari racun jerat sukma " suara itu mengagetkan aku.


Terdengar orang bertanya, saat kutoleh Ternyata Raja jin yg mau memancungku tadi.


" Kamu aja tadi kutanya gak jawab, malah mau memancung aku. Sekarang mau tahu siyapa aku. Apa pedulimu ? " jawabku asal.


" Baiklah.... Aku adalah Raja disini, Aku bergelar Sosro Sukmo. ular yg kau bunuh adalah anak laki laki ku. Sekarang adik peremouanya sangat sedih. Kamu harus hibur dia, Sebagai ganti hukuman pancung. Sepertimya anak perempuanku suka padamu, jadikan dia Istrimu. Kamu ku angkat jadi putra mahkota..." kata makhluk itu." Kayaknya aku gak tertarik, kalo gak bebasin aku ya alternatifnya cuma satu. Istana ini aku Hancurkan ! " ancamku.


" Dasar manusia tidak tahu diuntung, jika kamu mau, kamu masih bisa hidup di duniamu. Bisa tetap hidup dengan istri manusiamu. Kamu kesini hanya selapan sekali saat pemujaan. Sebagai ganti putra mahkotaku. ! " terang jin itu.


" Aku manusia, Kamu jin, Dunia kita berbeda. Dan aku hafal sifat dasar jin, di baiki malah minta sesaji. Minta dihormati sampai banyak orang tersesat.


Gini aja, kutawari kamu taubat. Istaamu gak aku hancurkan . Tapi jika masih menyesatkan, kubakar habis tempat ini berikut penghuni penghuninya...!?! " Kataku.


" Huwahahhhhhaaa Kamu pikir sudah hebat kah manusia... ? " kata jin itu.


Raja jin itu malah tertwa, dan melemparkan botol kecil.


Asap keluar baunya wangi....


Tapi membuatku tidak sadar lagi....!


Ketika sadar, kaki tangan sudah terikat. tapi masih tetap bisa bergerak, gak kayak tadi, dan tempatnya pun bukan ditempat yg tadi.


Terdengar celotehan para gadis.


Ya Allah...


Apa lagi yg akan dilakukan jin itu,....?


Dasar jin.... penuh jebakan penuh tipu daya. Kalo tidak dengan Iman dan Akal sehat gak mungkin bisa lepas.


" Hei.... Lepasin aku...! " teriakku.


" Owhh... calon pangeran sudah bangun, ayu kita kasih tahu tuan putri. Pasti tuan putri seneng...! " seru para dayang.


Calon pangeran palalu bau menyan.


Aku lbh suka istriku dr pada makhluk astral sepertimu. Aku harus tetap sadar gak boleh tertipu pandangan ata nanti. Secantik apapun jin itu tetap jin.


Aku meronta, ahhh sial mana pakaianku ?


kenapa diganti dengan pakaian Ala Tarzan begini.


....

__ADS_1


...bersambung.......


__ADS_2