Isyaroh

Isyaroh
Sidang para dukun gila.


__ADS_3

Iya Fat sapa tahu kita bisa bantu kan kita udah sepakat jadi saudara. Jadi gak perlu sungkan minta tolong Arum !" ucap Arum.


" Jadi gini, Yuyut tadi pesan lewat ibu. Ibu yang kirim Chat !" kata Fatimah.


" Chat nya apa isinya ?" tanya Isti.


"Ini kaliyan baca sendiri !" ucap Fatimah sambil menyerahkan HP ke Isti.


Isti terbelalak membaca Chat tersebut, demikian juga Arum.


" Jadi, suamimu dilarang kontak fisik dengan siapapun ?" tanya Isti.


" Iya, padahal Isti tahu sendiri watak suamiku !" ucap Fatimah sambil berkaca kaca.


" Terus maksutnya bisa mengalami seperti kemarin itu apa ?" tanya Arum.


" Mas Yasin suamiku, hampir tidak tertolong kemarin.....!" ucapan Fatimah terhenti.


Kemudian Fatimah ceritakan kejadian saat ku dirumah mertuaku. Saat ketahuan terluka dan membahayakan itu.


" Maksutnya gak boleh kontak fisik itu berantem kan ?" tanya Arum.


" Iya rum, tapi dengan kondisi seperti ini kan jadi sulit !" jawab Fatimah.


" Yaudah, kamu istirahat dulu gih, kasihan suamimu !" ucap isti.


Kemudian Fatimah masuk ke kamar, menyusul suaminya yg sudah tertidur pulas.


....................


Di tempat lain saat para dukun berkumpul.


" Ki Soma, apa rencanamu membungkam dua mantan Preman itu ?" tanya ki Ajar Panggiring.


" Kita tunggu sesepuh kita yang tertua diantara kita, Ki Ageng Maheso Suro saja !" jawab orang yang dipanggil ki Soma.


Pertemuan para pelaku klenik itu dihadiri oleh Tujuh aliran yang berbeda. Dengan misi yang sama dan motivasi juga sama yaitu *Kemewahan Dunia*.


Kemudian orang yang dituakan disitu, yang bergelar ki Ageng Maheso Suro membuka suara. Tentunya itu adalah gelar gelar yang dipakai sebagai identitas mereka.


" Kita awali malam ini, dengan memberikan sedikit permainan kecil saja. Soma kirimkan teluh brojo, ke kedua orang tersebut !" ucap Maheso Suro.


" Ki Soma siap jalankan ki Ageng !" kita bisa lihat hasinya nanti.


" Ajar Panggiring, gunakan ilmu panggiring sukmamu. Ganggu kedua orang terebut !" perintah Maheso Suro.


" Siap ki Ageng !" jawab Ajar Panggiring.


" Aki rasa malam ini cukup begitu, sekedar memberi peringatan pada bocah ingusan itu !" ujar Maheso Suro.


" Tapi ki, aku dengar anak yang satunya itu cukup ada kemampuan. Dia berhasil megalahkan Sosro Sukmo ki." ucap seorang anggota. Yang bergelar ki Guntur Samudro.


" Baru segitu, belum membuatku silau. Aku sudah siapkan Prewangan ( khodam / jin penjaga / sekutunya ). Belum ada yg mampu tandingi dia." ucapan sombong Maheso Suro.


" Baik ki Ageng, lantas yang lain dikasih tugas apa ?" tanya ki Guntur Samudro.


" Sebagian ikut ritual denganku seperti yang sebelumnya. Sebagian lagi sebarkan walat ( perangkap mistis ) agar penduduk tak lagi percaya dengan santri itu." ucap Maheso Suro.


Sesaat kemuian orang orang itu mulai menyiapkan ubo rampe ( sarat sarat ritual mistisnya ). Ada kembang, dupa, boneka pocong, jarum silet dll.


Setiap orang melakukan ritualnya masing masing, sesuai instruksi Maheso Suro.


Ajar Panggiring mulai ritualnya, dengan diawali membakar kemenyan jawa dalam tungku kecil yang biasa disebut anglo ( jawa ). Kemudian membaca mantera mantera ( rapalan \= jawa ).


Sesaat kemudian tungku yang membakar kenyan itu mengepulkan asap tipis yang makin lama makin menebal. Dan Ajar Panggiring merentangkan kedua tanganya, dan mendongakkan kepalanya ke atas.


Mulut yang komat kamit tidak jelas itu tiba tiba berucap.

__ADS_1


" Kalian tahu tugasmu, ganggulah orang ini, dua orang ini musuh kalian." ucapnya, pada makhluq tak kasat mata.


Kemdian tangan Ajar Penggiring bergetar seperti menari. Kedua telapak tanganya bergerak mengitar tungku kemenyan. Kembang yang dibungkus daun pisang itupun dibuka dan di makan.Entah itu saratnya, atau gimana gak tahu.


Yang jelas, sesaat kemudian justu Ajar Panggiring jatuh dan terengah engah.


" Kurang ajar, pasukanku balik kandang semua !" ucap Ajar panggiring.


" Sudah, gak usah dilanjutin kan cuma kasih peringatan aja !" ucap Maheso Suro.


" Iya ki Ageng." Jawab Ajar Panggiring.


Aku harus cari kelemahan Ahmad Sidiq itu, awas saja tunggu pembalasanku lain waktu. Ini dendam pribadiku, harus ku tuntaskan. Gerutunya dalam hati.


Giliran ki Soma...


Setelah membuat sesaji secukupnya, Soma mengeluarkan sebuah keris. Dengan melakukan gerakan seperti menyembah pada keris tersebut. Kemudian keris dikeluarkan dari *warangkanya* lantas dengan membaca mantera. Keris itu seolah menyala seperti bara api di ujungnya.


Makin lama semakin terang, dan sekali hentakan bara itu keluar dari keris. Melayang didepan ki Soma.


" Masukkan benda benda ini kedlam *jabang bayinya* orang ini." ucap ki Soma.


Secepat kilat bola api itu melesat pergi, jarum silet dan lainya lenyap dari tempatnya.


Ki Soma kembali membaca mantera dengan tetap memegang keris pusakanya.


Kemudian tubuhnya bergetar hebat, seperti menahan sesuatu yang sangat berat. Cukup lama ki Soma menahan getaran tubuhnya, sampai akhirnya.


dhuuaartt..


Bola api yang tadi pergi, kembali mauk dalam keris itu lagi.


Ki Soma terjungkal, keris pusakanya terlempar.


" Aaghh.. kurang ajar, pagar ghaibnya kuat banget." gerutu ki Soma.


"Iya ki Ageng, lain kali biar kita habisin saja tu orang !" ucap ki Soma.


" Tujuan kita malam ini hanya menakuti, bukan menghabisi. Terlalu mudah klo cuma menghabisi. Tujuan kita hanya memecah konsentrasinya saja." ucap Maheso Suro.


" Terus rencana selanjutnya gimana ki Ageng ?" tanya ki Soma.


" Kita teror terus, sampai tujuan tercapai. Tujuan kita melepaskan klien kita dari jeratan hukum. Bukan membunuh orang itu. Sekarang lebih baik kita rileks, ada ledek ( penari ) yang akan hibur kita. Terserah kalian mau ngapain aja !" seru Maheso Suro.


Beberapa menit kemudian masuklah beberapa wanita paruh baya yg berpakaian penari dengan dandanan menor. Diikuti para penabuh gamelan.


Dengan iringan musik tradisional, penari itu menari. Dari gerakan lembut berirama sampai dengan gerakan gerakan erotis yang mengundang birahi.


Dengan selendang tarinya para penari itu menghampiri para lelaki dan mengalungkan selendangnya.


Sebuah kode untuk diajak berjoget.


Secara acak dan bergantian, mereka berganti pasangan dalam berjoget.


Sampai akhirnya, pasang pasangan itu satu persatu masuk ke kamar untuk melanjutkan tarian erotis berdua.


Adalah Darma, satu dari Tujuh orang rombongan ki Ageng Maheso Suro yang paling muda. Paling akhir yang masih berjoget, tampak ragu ragu.


" Mas gak mau masuk kamar seperti lainya, nanti nyesel loh ?" goda ledek yang bernama yati.


Yang usianya sedikit di atas Darma.


" Oohh iyaa mau lah, ayuuk !" ajak Darma langsung membopong yati.


Sesampai di kamar Darma langsung merebahkan Yati diranjang.


" Mas Darma sudah beristri belum ?" tanya Yati basa basi.

__ADS_1


" Belum, mungkin bentar lagi !" jawab Darma sambil melepas baju dan menyimpan keris dan benda benda pusakanya.


" Sama calon istri sudah pernah belum mas, ngamar begini ?" tanya Yati menggoda yang merasa dapat berondong.


" Belum lah, ini kali pertamaku." jawab Darma polos.


" Wah aku beruntung, dapat perjakamu, tapi gak sah khawatir. Yati ajarin biar nanti pinter !" ucap Yati yang sudah melepas seluruh busananya.


Darma hanya melongo melihat Yati yang sudah berdiri polos tanpa busana di depanya dengan posisi terlentang.


Tanpa ba bi bu Darma langsung naik ke ranjang dan segera disambut Yati dengan senang hati. Darma yang polos dan baru pertama kencan dikamar dengan wanita. Ibarat mainan baru bagi Yati sang ledek. Dapat dirasakan oleh Yati, degupan jantung Darma yang semakin cepat. Serta dengus nafasnya yang memburu.


" Kalem aja mas, gak usah buru buru. Yati gak akan lari, pelan pelan saja." ucap Yati yang melihat Darma ingin segera to the point.


Darma diam tak mampu menjawab, karena nafasnya yang memburu. Yati yang jam terbangnya sudah jauh, dengan sabar membimbing Darma.


Setelah agak tenang barulah Yati memberikan Stimulan lagi. Karena di season pertama Darma berlari sprint, sehingga cepat sampai ke finish.


Dengan ketelatenan dan pengalan Yati, Darma yang tadinya lari Sprint. Akhirnya bisa diajak jalan santai, menaiki bukit dan menuruni lembah. Hingga mencapai garis finish bersama. Dan sama sama dapat memecahkan rekor winning team, enjoy each other.


Begitulah ritual yang dilakukan para pecinta mistis salah jalan itu.


....................


Dirumah pak Yadi


" Gak nyangka, kehidupan Pak Yasin yang Harmonis itu ternyata masa lalunya kelam juga." ucap Pak Yadi.


" Udah gak usah ngomongin orang mas, gak baik !" ucap Siska istri pak Yadi. Yang sudah mengalami perubahan sikap dan komunikasinya.


" Gak, bukan itu maksutku. Sekedar heran saja, tetep salut dengan perubahannya sekarang." ucap pak Yadi.


Keduanya kemudian hening, karena pada dasarnya keduanya tidak banyak obrolan. Bicara seperlunya, gak pernah berbasa basi sekedar untuk sapaan sekalipun.


Tiba tiba...


drrrret...drrrt....drrrreeet


Suara pesan masuk dari hp pak Yadi.


Kemudian pesan itu dibuka pak yadi.


" Pak harap ke polda sekarang, Rofiq ngamuk lagi !" chat dari anggota polisi yang lain


...............


...Bersambung...


Terimakasi *atas dukungan dari Readers semuanya.


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.*


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2