
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
............
Ada perasaan sedih dan kasihan juga melihat dua jenazah yang aku kuburkan dengan cara minimalis begitu. Tidak terbayang bagaimana keluarga yang ditinggalkan jika tahu mereka meninggal dengan cara seperti apa dan bagaimana kondisinya. Namun dengan pertimbangan aku dan kang Tohari memilih menguburkan mereka berdua disitu juga.
Pertama kasihan keluarganya jika tahu peristiwa yang terjadi, keduanya justru takut menjadi beban keluarganya dengan rasa malu atas kenyataan tersebut.
Setelah selesai menguburkan jenazah Maheso Suro dan Mento Rogo tentu saja juga dimandikan dan dibungkus kain seadanya juga, karena kondisi darurat. Aku dan kang Tohari kemudian mandi besar karena habis memandikan dan mengubur jenazah berdua saja.
Rasa lelahku benar benar terasa, namun masih aku tahan karena sebentar lagi masuk waktu subuh.
Dan setelah sholat subuh aku dan kang Tohari mencari tempat untuk beristirahat, rasa kantuk karena lelah kami sudah tidak dapat kami tahan lagi. Kami pun tertidur dengan pulasnya.
*****
Di rumah Yasin
Author POV
“Maaf yut, bolehkah saya tahu cara menggunakan lebur sakethi milik yuyut. Agar bisa digunakan Yasin untuk menghadapi Joyo Maruto ?” Tanya Kang Salim kepada Yuyut.
“Angger belum waktunya menyusul cucu mantuku, nanti biar Sena atau yang lain saja yang menyusul Yasin.” Ucap Yuyut.
“Iya iya Yut, memang saat ini kita belum waktunya kesana yut. Biar Sena saja yang menyusul kesana. Sekalian bawakan baju ganti dan perbekalan yang cukup. Biar mereka bertiga nanti siap disana Yut, sampai dengan tertangkapnya Jin Ifrid penyesat umat itu.” jawab Kang Salim pada Yuyut.
Kemudian kang Salim meminta Sena untuk mempersiapkan bekal menyusul Yasin dan Tohari sekaligus membawakan perbekalan yang cukup. Karena menurut perhitungan Yuyut dan kang Salim pertempuran mereka masih beberapa hari lagi.
Kemudian kang Salim juga memanggil Fatimah dan Khotimah yang masih berada disitu. Sedangkan Arum dan Rofiq tinggal di rumah Rofiq, hanya Isti yang masih tinggal di rumah Yasin.
“Ada apa kang panggil Fatimah dan Khotimah ?” Tanya Fatimah.
“Begini, saat ini suamimu kan sedang berjuang melawan kebathilan, benar benar berjuang dengan segenap jiwa dan raga. Dan Ini Sena aku minta menyusul kesana untuk menyusulkan perbekalan serta menemani suamimu dan Tohari di sana. Jadi kamu siapkan semua perbekalan yang di perlukan, juga ambilkan Tasbih yang dulu terkena peluru itu.” kata kang Salim pada Fatimah.
Fatimah pun mengukuti kata kata Kang Salim, kemudian menyerahkan tasbih yang dulu terkena peluru saat Yasin tertembak.
“Ini kang Tasbihnya.” Kata Fatimah menyerahkan Tasbih yang dimaksut.
Kemudian Tasbih itu di terima kang Salim dan kemudian di bungkus kotak kecil dan di serahkan Sena.
“Sepertinya semua kebutuhan yang dibutuhkan Yasin sudah siap, Sena kamu antar usahakan sampai ke lokasi sebelum maghrib. Dan sampaikan ke Yasin, sebelum buka kotak ini hidyah Fatihah dulu seperti urutan mujahadah kita tawasulnya.” Perintah kang Salim kepada Sena.
Sena pun menerima kotak berisi Tasbih itu kemudian mohon diri untuk menyusul Yasin. Setelah berpamitan dengan semuanya termasuk Nurul istrinya.
Sebelum Sena berangkat, kang Salim menahan Sena sebentar di halaman rumah dan mengatakan hal khusus agar tidak di dengar orang lain.
“Perjuangan kalian memang tidak mudah, tapi ini demi kemaslahatan orang banyak. Dan selama ini kalian sudah cukup solid, semoga menurun sampai ke anak cucu kalian nanti selalu bisa bahu membahu. Satu hal lagi, kamu masuk ke wilayah itu jangan lupa baca salam untuk umum seperti dalam Tahiyat. Assalaamu ‘alaina wa ‘alaibdika sholihin. Berilah salam kepada orang orang Sholih semua, dan titipkan kendaraan kamu pada orang kampung. Serta bilang kamu mau beberapa hari disitu.” Ucap kang Salim kepada Sena.
“Iya kang, mohon doa restunya agar kami semua selamat.” Ucap sena.
Kemudian kang Salim Masuk kerumah dan mencari Zulfan dan Farhan.
Zulfan dan Farhan pun segera menemui kang Salim, dan menunggu tugas yang akan di berikan kepada mereka.
“Ada perintah apa kang ?” Tanya Farhan kepada kang Salim.
“Kalian berdua tetap berada di rumah namun jangan di anggap tidak punya tugas. Kalian tetap harus membacakan Hizib Nashor sampai tugas kakak kakak kalian selesai. Saat ini sudah berhasil melenyapkan dua makhluk setengah siluman itu. tinggal satu lagi dan satu masuk Astral yang menjadi pemimpin khodam khodam mereka.” Ucap kang Salim.
“Baik kang, jika kami diperintahkan ikut kesana pun kami juga siap.” Jawab Zulfan Mantap.
“Iya aku percaya, darah sayeti Angin juga kamu miliki, namun saat ini kamu lebih aku butuhkan disini dari pada di medan Pertempuran. Disana sudah Ada Sena, Yasin dan Tohari. Jadi insya Allah tiga orang itu sudah cukup untuk mengatasi masalah ini.” ucap kang Salim.
“Siap kang,intinya di tempatkan dimanapun kami selalu siap. Kang Tohari dan Mas Ahmad adalah sepupu Zulfan dan mas Sena adalah kakak Ipar Zulfan juga sepupu mbakyu Fatim Juga.” Ucap Zulfan.
“iya memang aku juga ngerti kalo kamu tahu aku juga salah satu yang menjodohkan Yasin atau Ahmad Sidiq sepupumu dengan Yasin juga Nurul kakakmu dengan Sena.” Ucap kang Salim.
“Maa Syaa Alllah… Nurul baru tahu ini kang, ternyata yang waktu itu sowan Abah Armin adalah kang Salim. Yang katanya mau ‘Nglumpukke balung Pisah’ lewat perjodohan itu ?” Tanya Nurul Kaget.
“Ya memang siapa lagi, karena Abah guru kalian adalah adik satu pesantren abah guruku, Yasin dan Fatimah. Perjodohan kaliyan adalah menyatukan darah yuyut dengan darah Keluarga eyangnya Yasin yang juga eyang kamu. Sementara perjodohan Yasin dengan Fatimah adalah penyatuan darah Yuyut dengan kedua eyangnya Yasin.” Ucap kang Salim.
Semua baru sadar jika hal yang terjadi dan berkesan kebetulan ini sudah di atur oleh orang orang bijak. Dan apa yang terjadi saat ini juga sudah di perhitungkan oleh para Mursyid Thoriqoh dahulu. Semua itu adalah karena Waskito ( Bijak ) nya para Mursyid dalam membaca ‘ISYAROH’.
Di kalangan Thoriqoh semua santri diperintahkan untuk ‘Belajar’ membaca isyaroh alam. Karena pada dasarnya semua yang bergerak dan dan terjadi di sekitar kita adalah atas kehendak Allah Swt. Jadi tidak mungkin Allah menggerakan sesuatu tanpa ada maksut sama sekali. Meskipun kadang hal itu juga disalah gunakan untuk kepentingan kepentingan pribadi. Baik untuk urusan duit maupun lainnya.
Perbedaan yang mendasar adalah, jika membaca Isyaroh itu kaarena diniatkan membaca ayat Allah yang tercipta maka dia tidak akan berani memastikan, karena disitu ada unsur ‘Sirrullah’ atau rahasia Allah. Bisa saja kita yang salah membaca sehingga tidak berani memastikan.
__ADS_1
Berbeda dengan membaca Ayat Allah yang Tersurat berupa Ayat ayat Al-Quran ya namanya juga tersurat atau tertulis dalam Muskhaf Al-Quran jadi jelas bisa dengan lebih mudah di pelajari dan dibaca.
Adapun orang orang tertentu yang sering kali buka praktek perdukunan, mereka tidak segan meng Klaim bahwa bisa mengetahui nasib atau masa depan seseorang, bisa mengetahui apa yang bakal terjadi. Itu gak usah di gubris, karena orang seperti itu juga hanya sekedar membaca tanda tanda alam yang dalam bahasa pesantren kami menyebutnya ‘ISYAROH’. Mungkin bisa benar tapi bisa juga salah, dan sebagai orang beriman yang percaya Qodo Qodarnya Allah haram hukumnya ‘Mempercayai’ ramalan orang orang tersebut. Maksutnya mempercayai adalah menggantungkan iman kita kepada orang semacam itu sampai melupakan Allah.
Misalnya kita sengaja pergi ke peramal menanyakan Nasib kita atau lainnya, itu jelas haram karena meninggalkan Allah. Namun Jika ada orang yang menyatakan besuk akan ada bencana alam, gunung meletus, tsunami dan sebagainya, maka sikap kita hanya boleh bilang ‘mungkin’ tidak boleh percaya seratus persen. Namun juga tidak perlu dibantah. Karena memang mungkin saja orang itu mampu membaca tanda tanda Alam atau Isyaroh dan kebetulan benar. Tapi bisa juga dia salah dalam mebaca Isyaroh tersebut.
Dalam hal ini di contohkan ketika Rasulullah masih kecil, seorang Pendeta Nasrani yang bernama Bukhoiro lah yang mengingatkan paman Nabi Abdul Muntholib untuk melarang membawa nabi ke daerah Israel. Karena tanda tanda kenabian sudah jelas Nampak kepada beliau saat masih kecil.
Jadi begitulah seharusnya kita mensikapi hal hal yang berbau supra natural yang kadang atau pernah Viral bahkan di beberapa stasiun televise. Itu mungkin benar dan mungkin juga salah, kita kembalikan lagi sesuai dengan keimanan kita masing masing. Tanpa harus menyalahkan apa lagi mencaci maki dan menghujat yang tidak sesuai dengan kita. Dalam istilah jawa ada nasehat ‘Dadi uwong ojo Gumunan ojo Kagetan’ yang maksutnya adalah ‘Jadi orang jangan mudah Heran dan jangan mudah Terkejut / Terkesima’.
Sehingga tidak akan kehilangan kesadaran logika kita, dan mudah terkena pengaruh baik provokasi maupun berupa Hypnotis bahkan Gendam. Orang yang Gumunan dan Kagetan akan sangat mudah terkena semua itu.
*****
Kembali ke Cerita
Author POV
Sena segera berangkat menyusul Yasin dan Tohari yang tengah berada di sebuah bukit di kawasan lereng merapi. Tohari banyak memberikan masukan masukan kepada Yasin seputar kanuragan. Karena ilmu kanuragan Yasin memang masih jauh dibawah Tohari.
Hanya karena Yasin memiliki ketenangan dan kepasrahan serta strategi yang bagus maka dialah yang dipilih dan di tunjuk untuk menjadi Senopati ing Ngalogo ( Senopati Perang ) dalam melawan musuh musuh yang sekarang ini mengganggu ketentraman masyarakat.
Waktu sudah hampir menunjukkan waktu sholat Asar, Tohari dan YAsin bersiap siap untuk mengambil Air wudhu dan menjalankan sholat asar berjamaah. Dan keduanya segera mencari sumber air di kaki bukit Turgo tersebut.
Dan setelah mereka selesai menjalankan Sholat Asar Tohari mengajak Yasin untuk kembali ke lokasi pertempuran semalam. Memeriksa benda benda sekitar yang sekiranya bisa di gunakan untuk menghadapi Joyo Maruto. Karena Joyo Maruto sudah menyatu dengan khodam Jin, aliran darahnya sudah di kuasai oleh Jin khodamnya.
Yasin masih berpikir bagaimana bisa membunuh Joyo Maruto tanpa meneteskan darahnya ke bumi sehingga tak mungkin bangkit lagi.
“Kang kamu lapar tidak, aku merasakan lapar tapi duit sudah habis.” Tanya Yasin kepada Tohari.
“Lapar juga sih, tapi aku juga gak bawa uang dari kemarin.” Ucap Tohari.
“Wah mana rokok ku juga tinggal dikit lagi, perut lapar nanti malam juga harus bertarung. Cari makan yuk kang ?” ajak Yasin pada Tohari.
“Cari dimana, kan aku gak bawa uang duit kamu juga sudah habis.” Kata Tohari.
“Cari burung gemak atau apa kek yang bisa kita panggang.” Kata yasin sambil menghembuskan asap rokoknya.
“Gak Kang, ada juga pisau belati kecil saja.” Jawab Yasin kepada Tohari sambil menunjukkan pisa belatinya.
“Bisa ini buat berburu, jam segini biasanya burung burung pulang ke kandang dan juga binatang malam sebentar lagi pada keluar.” Ucap Tohari.
Bebrapa saat kedua orang itu tengak tengok mencari sasaran untuk diburu, dan Tohari melihat ada dua ekor burung derkuku di atas pohon nangka yang daunya sudah mengering serta batangnya Nampak sudah sebagian lapuk.
“Kamu lihat dua ekor burung itu ?” kata Tohari kepada Yasin.
“Lihat, tapi tinggi kang, dan batangnya kayaknya sudah agak lapuk begitu.” Jawab Yasin.
“Kita lempar dengan belati ini, tapi harus tepat sasaran.” Ucap Tohari.
“aku gak bisa kang, jaraknya terlalu jauh dan aku gak pernah belajar lempar pisau.” Kata Yasin.
“Yaudah kamu perhatikan saja, biar aku yang lempar burung itu.” kemudian Tohari mencari posisi yang pas untuk dapat melemparkan pisaunya mengarah ke burung itu.
Dan sreeeet….
Lemparan pisau Tohari langsung mengenai dua burung tersebut sekaligus. Namun sayangnya burung itu menyangkut di dahan bercabang sehingga tidak sampai ke tanah.
“Wah nyangkut di dahan Ahmad, sekarang giliranmu yang mengambil burung itu.” ucap Tohari.
Yasin yang di panggil dengan sebutan Ahmad itu hanya diam saja tidak menjawab hanya memandang burung yang tersangkut di dahan pohon itu.
“Ayo cepetan Ambil….!” Kata Tohari.
“Sebentar kang, aku malah mendapatka Ide sekarang.” Jawab Yasin.
“Ide Apa, katanya lapar mau mangang burung ?” Tanya Tohari.
“Iya sih, tapi ini lebih penting soal burung gampang sekali lempar juga burung itu jatuh kang kan sudah mati. Tapi ini soal Joyo Maruto kang.” Jawab Yasin.
Kemudian Yasin menjelaskan cara untuk bisa membinasakan Joyo Maruto adalah membunuhnya di udara, dan menahan agar darah dan tubuhnya tidak sampai menetes ke tanah. Dengan demikian Joyo Maruto tidak akan di bangkitkan lagi oleh Jin Khodamnya.
Tohari Nampak antusias dengan penjelasan Yasin, satu hal lagi terpecahkan. Tinggal bagaimana nanti caranya bisa mimbinasakan Joyo Maruto di udara dan menahan darah dan tubuhnya agar tidak menetes di bumi.
“Baguslah kalo kamu sudah menemukan caranya, sekarang cepat ambil burung itu buat kita panggang.” Ucap Tohari.
Kemudian Yasin mendekati dan hendak memanjat pohon itu, namun Yasin terkejut ketika mendekati pohon itu ternyata pohon itu sudah berlubang separoh memanjang ke atas. “ untung saja belum jadi memanjat.” Kata Yasin dalam hati. Ketika tahu ternyata pohon itu tinggal beberapa centi meter saja dahan nya yang masih utuh, selebihnya sudah rapuh habis terbakar dan di makan bubuk.
__ADS_1
Sehingga Yasin hanya melempar burung yang nyangkut itu hingga jatuh ke tanah. Kemudian memanggangnya bersama Tohari.
*****
“Wah aromanya membuat lapar saja, baru manggang apa mas ?” tiba tiba Sena datang.
“Eeh lagi manggang burung nih, kebetulan kamu datang ayuk kita makan bertiga.” Ajak Yasin ke Sena.
“Ah gak ah, barusan juga sudah makan dari rumah tadi, ini juga bawain bekal buat kalian. Sekaligus bawa kotak khusus buat mas yasin. Tapai tadi kang Salim bilang bukanya nanti pakai tawasul seperti saat mujahadah urutannya.” Kata Sena.
Kemudian ketiganya terlibat obrolan sambil menikmati daging burung panggang dan bekal yang dibawakan Sena dari rumah. Disamping Tasbih Sena pun membawa golok yang biasa dipakai Yasin. Mereka ngobrol hinga masuk waktu mahgrib, sehingga terus berhenti menjalankan Sholat maghrib berjamaah wirid sebentar kemudian Sholat Isya dan bersiap menunggu Joyo Maruto. Sambil menunggu Yasin membuka kotak tersebut setelah sebelumnya membaca Hidyah Fatihah sesuai dengan urutan Sanad keilmuwannya.
Beberapa saat mereka menunggu Joyo Maruto akhirnya tiba juga, “Hemmm berani juga Joyo Maruto datang Sendirian, apakah dia sedang merencankan muslihatnya. Tapi mau sama siapa lagi murid muridnya sudah habis, pikir Yasin.
“Auuuunnggh….. hai bocah, siapakah yang akan aku bunuh lebih dahulu. Ataukah kalian bertiga sekalian saja kubunuh bersamaan, auuuunnggh….. ?” ucap Joyo Maruto.
“Kamu jangan kepedean, lawanmu cukup aku, gak usah melawan kami bertiga…!” ucap Yasin balik menantang Joyo Maruto.
“auuuunnggh…. Rasakan seranganku sekarang, auuuunngh….!” Bentak Joyo Maruto sambil melayangkan pukulan langsung menggunakan pukulan kelabang Sayuto andalanya. Rupanya Joyo Maruto benar benar ingin segera membunuh Yasin. Sehingga Yasin yang tidak menyangka langsung mendapat serangan anadalan tersebut jadi gelagapan. Tak sempat menghindar, hanya mengandalkan pagar batin lembu sekilanya.
Namun Joyo Maruto sudah menggunakan hampir seluruh kekuatanya sehingga Yasin jadi terpental cukup jauh dan membentur pohon kering yang tadi sore dihinggapi burung yang dia panggang.
Sehingga pohon itupun sampai tumbang karena memang sudah keropos sebagian besar. Yasin merasakan punggungnya seperti mau patah, namun dia masih bisa bangkit lagi untuk mengatur pernafasan dan jalan darahnya.
“Ha ha ha… sudah gak sabaran saja kamu Joyo, majulah sekarang…!” ucap Yasin meski masih menahan Sakit.
“auuuunngh…. Dasar bocah besar mulut sudah hampir mati masih juga bisa sombong, auuuunnggh….!” Teriak Joyo Maruto kegirangan melihat yasin terpental.
Kemudian Sena mendekati Yasin.
“mas pesan Yuyut tadi, gunakan gerakan lebur sakethi seperti ketika mbakyu Khotimah melawan mas Yasin waktu itu.” ucap Sena pada Yasin.
Kemudian segera Yasin mempersiapkan gerakan jurus lebur Sakethi, kedua kakinya di tekuk dan tangan menyilang di depan dada kemudian kedua telapak tanganya dihantamkan kearah Joyo Maruto.
Joyo Maruto menganggap Yasin hanya menipunya karena gak percaya yasin bisa menggunakan jurus lebur Sakethi. Namun Joyo Maruto terlena, Joyo Maruto yang bergelantung di pohon dengan satu tangan itu terpaksa terhempas dan jatuh di bebatuan terkena jurus lebur Sakethi dari Yasin.
Namun sejenak kemudian dia bangkit lagi dan hendak menyerang balik Yasin. Namun kali ini Yasin sudah siap dengan segala kemungkinan. Dan mereka kemudia beradu ilmu dengan membenturkan jurus masing masing. Dan yang terjadi adalah keduanya kembali terpental.
Namun hal itu menguntungkan Joyo Maruto, karena karena setiap darahnya menetes ke tanah justru dia malah kembali segar lagi. Sedangkan Yasin harus berusaha menahan sakit dan mengatur jalan nafas dan darahnya dulu untuk mengatur keseimbangan tenaga dan fisiknya.
“Aku harus lakukan sesuatu sebelum Joyo Maruto membabi buta menyerangku.” Batin Yasin. Kemudian yasin membuka Tasbih yang sudah dibacakan tawasul Fatihah tadi. Dan Tasbih itu berubah menjadi sebuah Cemeti kyai Pamuk.
Joyo Maruto tidak mengetahui itu cemeti apa, hanya diam saja tidak mengerti keistimewaan kyai pamuk itu seperti apa.
Tak menunggu lama Yasin segera mengarahkan cemeti ( Cambuk ) Kyai Pamuk itu ke arah Joyo Maruto. Dan seperti tali **** cemeti itu seakan memanjang dan membelit Joyo Maruto, sampai tidak bisa bergerak kemudian Yasin membanting tubuh Joyo Maruto kebatu besar. Sehingga kepala Joyo Maruto pecah, dan tubuhnya jatuh ke tanah.
Namun sedetik kemudian menjadi utuh lagi dan bangkit menyerang Yasin dengan jurus Kelabang Sayutonya. Sehingga yasin juga agak kaget sehingga hanya bisa menangkis dengan cemeti itu. dan kembali benturan dua kekuatan saling beradu.
Keduanya terpental, namun kali ini Yasin tidak terlalu jauh terpental, karena sudah siap lahir batinnya.
Sementara Joyo Maruto pun segera bangkit kembali dan Hendak menyerang Yasin….!!!
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Episode berikutnya
“Perang tanding dengan Joyo Maruto bag 2"
( Pertempuran Hidup dan Mati)
__ADS_1