
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
Ah iya aku ada akal sekarang biar seisi rumah bisa melihat kehadiran orang itu meski tidak melihat ujutnya, pikirku. Kemudian aku pamit keluar sebentar pada yuyut dan lainya, dan bilang nanti mujahadahnya menyusul belakangan.
Dan anehnya yuyut pun mengijinkan aku pergi begitu saja.  Biarin biar tahu rasa orang yang kepedean punya ilmu panglimun mau macem macem dirumahku. Cukup dengan jebakan kecill yang aku buat kamu gak akan bisa berkutik dan akan jadi bulan bulanan orang seisi rumahku, batinku. Sambil berjalan keluar rumah mencari seautu untuk menjebak orang yang punya ilmu panglimunan itu dengan jebakan sederhana murah meriah dan bisa diikuti oleh siapapun.
Tanpa mantera tanpa pasa tanpa lelaku apapun siapapun pasti bisa meniru dan mempraktekanya, batinku ambil senyum senyum sendiri. Malah seperti akan mendapakatkan pertunjukan murah meriah….!!!
*****
Episode Ini
Segera aku menacari Sesutu untuk jebakan nanti.
Setelah mendapat apa yang aku cari aku pun segera pulang kerumah, kudengar samar samar mujahadah sudah dimulai. Namun aku tidak langsung mengikutinya melainka memasang jebakan dulu buat orang yang dimaksut Yuyut tadi. Kebiasaan iseng ku dulu aku gunakan lagi untuk hal yang positif, agar hobi tersalurkan akan tetapi juga bermanfaat bagi orang lain gak kayak dulu lebih banyak merugikan orang lain. Minimal bikin marah orang lain,
Dengan seutas tali untuk pengendali dan peralatan lain yang diperlukan jebakan ini akan membobgkar ujud sosok yang datang dengan aji panglimunan itu. baik dia sadari atau tidak jika dirinya sudah ketahuan.
Setelah selesai barulah aku menyusul mengikuti mujahadah yang dipimpin bapak mertuaku.
Saat mujahadah aku kurang begitu konsen karena teringat dengan pesan yuyut tadi jika aka nada orang yang datang dengan niat yang tidak baik juga menggunakan aji penglimunan welut putih.
Setelah mujahadah selesai aku sena dan Khotimah dipanggil yuyut.
“Kalian bertiga mulai sekarang sudah harus waspada, tampaknya musuh aka segera datamg. Kalian sena dan Yasin jaga didepan pintu seperti yang Yuyut bilang tadi. Dan Khotimah kamu temani yuyut jaga keluarga yang lain di dalam rumah.” Kaya Yuyut.
“Yut, boleh gak aku libatkan kakanya Isti dalam Hal ini Yut ?” tanyaku pada Yuyut.
Yuyut diam sebentar.
“Kelihtanya berbahaya bagi dia, karena musuh licik menggunakan aji welut putih yang tidak bisa dilihat dengan mata biasa.” Kata Yuyut.
“Tenang Yut, Saya sudah siapkan sesuatu agar orang itu bisa terlihat dengan mata lahiriyah  Yut.” Pintaku pada Yuyut.
“Terserah kamu jika bisa menjaga keselamatan kakanya Isti.” Jawab Yuyut.
Sementara Sena dan Khotimah tampak bigung dengan maksutku mengatakan orang itu bisa terlihat dengan mata telanjang nanti.
“Maksut mas Yasin bagaimana ?” Tanya Khotimah ragu ragu.
“Tenang saja Khot, nanti kamu juga bakal tahu sendiri maksutku seperti apa.” Jawabku.
“Mas mu itu banyak akal mbakyu, jadi gak ada salahnya kita coba ikuti meski tetap harus dengan kewaspadaan.” Sahut Sena.
“Nah adikmu saja tahu yang baru kenal beberapa hari denganku.” Jawabku pada Khotimah.
“Iya terserah mas Yasin sajalah, kadang Khotimah suka bingung ngikuti jalan pikiran mas Yasin.” Ucap Khotimah.
“Sudah segera kalian bersiap dan sekarang juga gunakan penglihatan batin dan kewasapadaan kamu Sena.” Ucap Yuyut.
Kemudian aku mengajak rofiq untuk menemani aku dan Sena berjaga diluar rumah.
“Bang aka nada musuh datang, aku Sena dan Bang Rofiq jaga diluar. Sedangkan Yuyut dan Khotimah jaga di dalam rumah.” Ajakku pada Rofiq.
“Berapa orang yang akan datang ?” Tanya Rofiq antusias mendengar aka nada musuh yang datang. Rupanya tanganya juga sudah gatal mau sedikit berolah raga, pikirku.
__ADS_1
“Cuma satu kok, tapi tetap harus hati hati sapa tahu dia sakti bang.” Kataku pada Rofiq.
“Hayuk lah, aku juga sudah gatal disini Cuma liohat kamu yang bertarung aku gak di kasih kesempatan terus.” Ucap Rofiq.
“Baiklah, nanti jika bang Rofiq sudah Lihat musuh langsung hajar saja itu bagian bang Rofiq. Aku gak akan ikutan deh.” Kataku. Sambil mengajak keluar.
*****
Author POV
Yasin Sena dan Rofiq sudah menunggu diluar rumah. Yasin sengaja tidak menunggu didepan puntu seperti perintah Yuyutnya. Namun jutru agak menjauh dari pintu walaupun masih dalam jangkauan dalam satu kali lompatan.
Yasin mempersiapkan sebuah kejutan bagi seisi rumah dengan keisenganya yang kali ini bermanfaat.
Sementara di dalam rumah Yuyut meminta Nurul istri sena tinggal didalam kamar Fatimah sementara dengan penjagaan Khotimah dan Yuyut. Sementara yang klain di ruang mujahadah tetap dengan melantukan doa doa dari Ayat Kursy dan bacaan dzikrullah lainya.
Diluar rumah Sena sudah berkonsentrasi dengan meningkatkan kinestesis atau indera keenamnya yang bisa merasakan desir lembut angin sekalipun bisa tertangkap oleh bulu bulu halus diseluruh bagian tubuhnya. Sehingga bisa meraskan adanya langkah kaki seseorang yang tidak kasat mata.
Demikian juga dengan yasin yang sudah membuka lathoif nafsinya mapu melihat kehadiran sosok mento Rogo yang sudah memasuki halaman rumahnya. Sementara Mento Rogo sendiri tidak menyadari jika kehadiranya sudah diketahui dua orang yang dileatinya. Tujuanya adalah masuk kerumah dan mengambil potongan rambut slah satu anggota keluarga Yasin. Sekaligus mengamati keadaan dalam rumah yasin untuk mengukur seberapa kekuatan Yasin.
Sena menyenggol tangan Yasin member kode, namun ditahan oleh Yasin ketika hendak bergerak.
“Biarkan saja dulu.” Bisik Yasin. Sementara Rofiq Hanya bengong tidak mengerti maksut Sena dan Yasin.
Tepat disaat Mento Rogo di depan Pintu Yasin menarik seutas tali yang sudah disambungkan dengan sebuah ember berisi cat minyak dan satu ember lagi berisi potongan kertas kecil kecil yang sudah disiapkan tadi. Sehingga Mento rogo kaget merasa terguyur cairan berbau cat minyak. Kemudian lebih kaget lagi ketika beberapa detik kemudian berhamburan potongan kertas kertas kecil yang menempel pada tubuhnya. Sehingga praktis keberadaanya diketahui oleh orang lain.
Meskipun tidak mampu melihat dirinya namun berdasarkan potongan kertas yang menempel pada dirinya otomatis keberadaanya jadi ketahuan. Mento Rogo yang tidak paham apa yang menimpanya hanya tertegun membatin ada “apa ini kok ada cat tumpah disini.
Mento rogo bahkan tidak menyaari jika Yasin Dan Sena juga Rofiq sudah berdiri di belakangnya. Dia masih berusaha membuka pintu dengan pelan dan dibiarkan saja. Bahkan langkah kakinya pun meninggalkan bercak noda cat minyak yang mengguyurnya.
Sebelum jauh melangkah masuk Yasin pun berdehem.
“Ehheem… mau ngapain masuk rumah orang tanpa permisi kayak maling.” Kata Yasin yang sudah menggunakan penglihatan lahiriyahnya saja saat ini.
Mento Rogo kaget setengah mati tahu tahu dibelakangnya sudah berdiri tiga orang yang tadi dilewati yang dianggap tidak bisa melihatnya. Tagu tahu sudah dihadapanya dan bisa melihat dirinya.
Rofiq yang sudah tidak sabar tanpa menunggu jawaban Mento rogo langsung memukul dengan balok kayu yang sudah dibawanya dari tadi. Rofiq memukul asal karena hanya melihat potongan kertas yang menempel pada tubuh Mento Rogo tanpa bisa melihat wujut asli Mento rogo.Namjun sayangnya pukulan Rofiq yang asal itu justru mengenai kepala bagian belakang Mento Rogo. Sehingga yang terdengar kemudian hanyalah suara jeritan Mento Rogo yang kesakitan. Masih untung mento rogo bukan orang sembarangan. Jika orang biasa sudah pecah kepalanya kena pukulan Rofiq dengan tenaga full meskipun tenaga fisik semata.
Kemudian Mento Rogo bangkit lagi dan hendak menyerang salah satu dari Sena ataupun Rofiq. Kali ini  Yasin yang bertindak, pura pura menylakan rokok dengan korek apinya. Tapi api yang habis digunakan itu dilemparkan ke Mento rogo.
Sehingga tubuh Mento Rogo yang tersiram cat minyak itupun terbakar, meskipun kandungan minyaknya tidak banyak. Namun cukup membakar pakain dan kulit  serta Rambut Mento Rogo. Sehingga Mento Rogo yang Terbakar baju kulit dan Rambutnya itu menjerit sejadi jadinya dan meminta pertolongan untuk dipadamkan Apinya.
“Toloooon toloooong matikan apainya saya tobat saya mau mengaku salah tolooong matikan apinya…..!” jeritan Mentorogo mengejutkan orang yang didalam rumah. Dan Sena yang tidak tegaan seperti Yasin dan rofiq segera mencari pasir dan meniramkan pada tubuh Mento Rogo untuk memadamkan apainya.
Namun diluar perkiraan Sena saat api mulai padam Mento roga malah memukulnya hingga terdorong mundur.
Yasin yang tahu hal itu jiwa bar bar nya keluar langsung menendang kepla Mento Rogo sampai terjungkal kebelakang.
Yasin yang masih memegang rokok yang masih menyala itu kemudian menyundutkan rokoknya pada wajah Mento ROgo yang tidak Terbakar.
“Masih mau melawan, aku bakar hidup hidup kamu disini…!!!” bentak Yasin dengan amarahnya yang sudah memuncak akibat dendam kemarin dengan Ajar Panggiring sehingga matanya masih sakit sampai sekarang.
“Amppun tobat saya tobaaat…” ucap Mento Rogo mohon Ampunan.
“Bang ini bagian kamu sekarang !” ucap Yasin yang sudah benar benar lepas kendali dirinya seakan masih menjadi seorang Zain dan bernostalgia bersama Rofiq.
Jelas saja Rofiq yang sudah meras gatal dari dulu segera melampiaskan emosinya kepada Mento Rogo yang sudah kesakitan dan ilmu aji welut putihnya sudah badar ( terbongkar ) sehingga sekarang sudah keliahatan oleh semua mata yang menyaksikan.
Saat rofiq sedang memukuli Mento Rogo hingga berkali kali Mento rogo menjerit kesakitan. Munculah Khotimah yang kemudian diikuti yang Lainya.
“Astaghfirrulahal adzim, siapa orang itu kenapa di pukuli mas Rofiq ?” Tanya Khotimah.
“Ya itu yang tadi pakai aji panglimunan mau merusak rumah kita.” jawab Yasin sambil tetap menghisap rokoknya seperti gak ada kejadian apa apa.
Tiba tiba Isti yang melihat kakaknya memukuli Mento Rogo sampai berdarah darah akhirnya menjerit dan menghentikan aksi Rofiq dengan memeluk tubuh kakaknya itu agar berhenti memukuli Mento Rogo.
“Mas Rofiq Hentikan mas, kasihan dia sudah banyak mengeluarkan darah.” Ucap Isti sambil memeluk Rofiq dengan Erat agar tidak bisa memukul Mento Rogo lagi.
__ADS_1
“Lepaskan Is….. aku mau bunuh penjahat ini. dia akan mencelakai salah satu diantara kita bahkan mungkin semuanya.” Bantak Rofiq sambil berusaha melepaskan pelukan adiknya.
“Mas Yasin tolong hentikan mas Rofiq… jangan hanya diam saja…!!!” pinta Isti yang tidak mau melepaskan Rofiq kakaknya. Yasin jadi kasihan dengan isti  yang sampai terhuyung huyung menahan Rofiq kakaknya.
“Udah bang, jangan sampai dia koit disini bikin kotor rumahku nanti.” Kata Yasin yang membuat Rofiq berhenti memukuli Mento Rogo.
Namun bukanya berterimakasih pada  Yasin Isti malah mendekati Yasin  dan menendang kaki Yasin.
“Bukanya dari tadi dihentikan sampai Isti hampir jatuh baru ngomong.” Bentak Isti.
Yasin  yang ditendang kakinya jadi kaget pas kena tulang kering lagi.” Dasar cewek bawel, ditolong bukanya maksih malah nendang.” Kata Yasin  dalam hati.
Kemudian yang lain pada melihat keadaan Mento Rogo yang sudah penuh luka habis dipukuli Rofiq dan tak sempat merapalkan ilmunya, sehingga badanya penuh luka. Mungkin karena menahan panasnya saat baju dan rambutnya terbakar jadi tak sempat merapalkan ilmunya sehingga jadi sarapan empuk buat Rofiq.
“Hati hati dia memanggil gurunya dengan aji pemeling, semua masuk rumah dulu kecuali Yasin dan Sena.” Yuyut tiba tiba berteriak mengagetkan  semua yang ada.
Sontak semua kembali masuk kerumah kecuali Yasin dan Sena juga Yuyut.
“Kembali gunakan Indera kalian sebentar lagi guru orang ini akan datang menyelamatkan muridnya.” Kata Yuyut.
Dan benar saja Yasin melihat kelebatan seseorang yang menhampiri tubuh Mento Rogo dan membopongnya pergigi seakan tanpa merasakan beban sedikitpun.
“Kamu jangan Senang dulu Aminah, permainan baru akan dimulai, tunggu saja pemalasan murid muridku dan aku nanti.” Kata Joyo Maruto sambil meluncurkan pukulan jarak ajuhnya kearah Yasin Dan Sena. Untung saja keduanya sudah bersiap dan menghindari serangan itu. namun belum sempat menginjak tanah Joyo Maruto sudah melemparkan lagi serangan jarak jauhnya dengan cepat. Sehingga Yasin maupun Sena tak punya kesempatan menghindar. Hanya bisa menangkis serangan tersebut sehingga membuat keduanya terpental karena kalah auh tenaga dalamnya dengan Joyo maruto. Masih untung dari jarak cukup jauh sehinggaa efeknya tidak fatal.
Dan saat joyo Maruto mau menyerang lagi sambil membopong Mento Rogo yuyut bersiap menghadapi dengen menyiapkan jusrus lebur sakethi Yuyut. Sehingga membuat Joyo Maruto menghentikan seranganya dan melesat kabur dan berkata,”lanjutkan lain kali Aminah, saat ini kuurus dulu murid muridku.”
Yuyut tidak menjawab perkataan Joyo Maruto.
“Kalian gak papa terkena ajian giling wesi tadi “ Tanya Yuyut.
“Alhamdulillah gak papa yut.” Jawab Yasin dan Sena.
“Sukurlah, tapi rupanya malam  ini belum berakhir masih ada tamu yang lain yang tak kasat mata.” Ucap Yuyut.
Segera Sena dan Yasin membuka kembali mata batinya dan dalam pandangan batinya ada ratusan makhluk astral yang menelilingi rumah Yasin.
Makhluk dengan berbagai perwujutan dan perangai serta suara yang bermacam macam itu seakan siap mengahncurkan apa saj yang ada di hadapanya. Langkah mereka semakin mendekati rumah Yasin dan semakin jelas suara yang mereka teriakan.
“Hancurkan,,,hancurkan,,,, hancurkan,,,,,,”
“Bunuh,,, bunuh,,, bunuh,,,,”
Suara semakin riuh dan membikin bulu kuduk merinding bagi yang mendengarkan. Yasin dan sena segera bersiap diri menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Dan Yuyut segera masuk kerumah melindungi orang orang yang ada dirumah.
“Sayang Ardian tak ada disini minimal bisa membantuku kalo ada.” Kata Yasin dalam hati.
Apakah aku harus menggunakan penabuh gong itu lagi….??
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...