
Bagian akhir eisode sebelumnya
" Kamu masih kedinginan Rum, minum dikit gih biar hangat ! " ucapku.
" Gak ah, dosa dan takut mabuk ! " kilah Arum.
" Dikit aja biar gak kedinginan ! " bujukku.
Akhirnya setelah kupaksa dan ku iming imingi ini untuk perayaan teraikhirku Arum mau minum. Dan wajahnya jadi memerah lepas kesadaran. Arum hanya tertunduk tak mampu mengangkat kepalanya.
" Pusing..." hanya itu yg terucap.
Kemudian aku baringkan Arum di bed, karena kondisi yg sudah di pengaruhi Alkohol. Maka terjadilah hal yg seharusnya tidak boleh terjadi.
Dan dari situ menjadi awal terulangnya perbuatan itu. Hngga suatu ketika mengakibatkan Arum Hamil.
...flashback off...
........................
" Ayah gak tidur ? " suara Sidiq yg terbangun membangunkan aku dari lamunanku.
" Ayah belum ngantuk, kamu boboklah duluan nak ! " kataku sambil mengulum senyum.
Dua tahun aku punya anak, baru kali ini bisa memberikan kasih sayangku pada anakku.
Kembali ku belai rambut Sidiq yg lebat hitam lurus. Rambut ini nurun Arum, bentuk wajah ovalnya juga nurun Arum. Mata dan hidungnya nurun aku, sifatnya yg berani juga nurun aku.
Ya Allah bagaimana aku menjelaskan pada Fatimah nantu. Bagaimana reaksi Fatimah istriku nanti. Jika aku, suaminya sudah punya anak diluar nikah ? Berbagai pertanyaan kekhawatiran berkecamuk dalam benakku. Aku sangat mencintai istriku lebih dari diriku sendiri. Tapi Sidiq adalah darah dagingku, dalam tubuhnya mengalir darahku.
Aku ambil hp, kufoto sidiq kukirimkan pada Arum.
Kutulis dibawah foto itu.
" Sidiq ganteng banget, aku sangat mencintainya. Jika istriku mengijinkan, aku ingin merwatnya. Dia bakalan punya adik sebentar lagi. "
Chatku pada Arum.
Kulihat Arum langsung menngetik balasan.
" Mas serius mencintai Sidiq ?
Bukan sekedar menghibur Arum saja ? " balasan chat Arum.
" Dia darah dagingku juga, tak bisa dipungkiri lagi, hidung dan sorot matanya aku banget Rum. Dia anak ku juga. "
Chat ku pada Arum.
" Sukurlah mas, Arum lega meski tak bisa bersanding denganmu. Tapi dengan kamu mengakui Sidiq sebagai anakmu aku sudah bahagia. Dia dulu lahir cesar mas, karena ketuban pecah duluan. Arum tidak kuat lagi, lantas Sidiq di cesar.
Chat dari Arum
" Owh gitu, kenapa bisa begitu ? " tanyaku pada Arum lewat Chat WA.
" Dari awal Arum disuruh gugurin, tapi Arum gak mau nambah dosa. Jadi Arum gak mau, kemudian keluarga Arum berusaha memberi ramuan untuk menggugurkan kandungan Arum. Tanpa Arum ketahui. Tapi Arum selalu selamat, sampai kandungan usia 7 bulan. Arum dikeluarkan dari sekolah. "
Chat balasan Arum.
" Terus selanjutnya gimana ? " tanyaku lanjut lewat Chat.
" Arum tetep bertahan, meski putus sekolah tapi Arum tetap berusaha mempertahankan kandungan. meski dikucilkan keluarga. Hanya lek Sastro yg mau ngurus Arum dan Sidiq sampai sekarang ini. "
Balasan chat Arum menyedihkan sekali.
" Berarti sampai sekarang mereka tidak mau mengakui Sidiq ? "
Chatku berikutnya.
" Iya mas, sampai sekarang ini Sidiq gak diakui ! " balas Chat Arum.
" Yaudah gak papa, tapi aku mengakui ini anakku. Darah dagingku, anak ku tanggung jawabku mendidik dan menbiayayai. jadi kumohon jangan sungkan kalo perlu apa apa bilang aku. "
Bagitulah isi Chat ku dengan Arum, tak terasa waktu sudah larut.
Aku berbaring disamping Sidiq, kupeluk anak itu dengan penuh kasih sayang. Aku tertidur dengan pelukan Sidiq.
Tak terasa malam semakin larut, membuat aku tertidur pulas disamping anak ku.
Aku bangun sekitar pukul 03.00 saat terdengar adzan pertama. Aku bangun tak lupa mencium pipi Sidiq sebelum bangkit dari tempat tidur.
Aku ke kamar mandi, kemudian sholat Tahajud sampai subuh.
Saat ngopi setelah subuh Sidiq bangun.
" Mamaaah....? " Teriak Sidiq.
Aku mendekati Sidiq.
" Apa sayang, kamu lagi dirumah ayah. Cari ayah saja jangan cari mamah. " kataku.
" Ayah Sidiq mau minum susu pakai botol ! " pinta Sidiq.
Waduh mana ada botol susu ? batinku.
" Aduh pakai gelas aja ya ? Kan Sidiq udah gede ! " bujuk ku.
" Gak mau ayah, Sidiq pingin susu pakai botol ! " rajuk Sidiq.
" Yaudah Sidiq tunggu dulu ayah cari botol susu dulu ya ! Sama apa lagi ? " tanyaku.
" Sidiq ikut yah !" rengek Sidiq.
__ADS_1
Ah begini ternyata repotnya ngurus anak anak. Gimana Arum dulu ya ? saat habis melahirkan !?!
Sungguh aku merasa sangat berdosa padanya.
" Cuci muka dulu ya Sidiq ? " kataku sambil gendong anak itu.
Kemudian kuajak dia kepasar beli botol susu. Dan keperluan lain, serta kutawarkan jajanan yg mungkin dia suka.
Huft repot banget ternyata ngurusin anak seusia Sidiq. Mungkinkah dalam hati Arum kemarin mentertawakan aku. Karena ngurus anak itu tidak semudah yg kuduga. Tapi biarlah, aku hanya sehari ini, dia sudah dua tahunan ngurus sendirian. Biar pagi ini dia memanjakan dirinya, pikirku.
Sampai dirumah aku buatkan susu buat Sidiq. Mau kutuang dalam botol. Namun aku ingat, gak mungkin kalo panas diminum Sidiq. Harusnya tadi di tambah air dingin dulu biar hangat bisa langsung diminum pikirku.
Terpaksa aku buat lagi dan kutambahkan air dingin, biar langsung diminum.
Aah baru kali ini merasakan ribetnya ngurus anak kecil.
Setelah mandi dan sarapan aku bilang ke Amir dan Heri.
" Aku mau jemput Fatimah istriku, kaliyan jaga rumah baik baik ya ! " Pintaku pada mereka.
" Iya pak, pulang kapan ? " Tanya Heri.
" Besuk langsung sampai Rumah lagi ! " kataku.
Aku langsung pergi, bersama Sidiq pertama mengantar Sidiq dulu.
Aku WA Arum, jika sudah berangkat dan mengirim foto Sidiq yg bahagia bersamaku.
Ganteng ya Sidiq !!!
Chatku ke arum.
" Iyalah mas anak siapa gak ganteng ? " balas arum.
" Aku dan Sidig, Otw kesitu ! "
Dalam perjalan dengan angkot Sidiq jadi perhatian mak mak muda.
" Duh gantengnya, ibu atau mamahnya dimana kok gak diajak ? " tanya seorang ibu muda.
" Mamah dirumah tante ! " jawab Sidiq.
" Habis dari mana, nama kamu siapa nak ? " tanya lanjut ibu itu.
" Nama saya Sidiq Sekartadji tante dari rumah Ayah ! " sahut Sidiq.
" Owh maaf mas, saya tidak tahu, pisah rumah ya ? " Ibu itu balik bertanya padaku.
" Gak papa bu, biasa dinamika rumah tangga ! " jawabku datar.
" Ayuk mas dari pada jalan kaki, jauh." seru Arum.
Aku terima tawaranya Aku boncengin Arum dan Sidiq kerumah pak Sastro.
Ternyata pak Sastro tidak dirumah. Kami bertiga ngobrol senda gurau dengan Sidiq dan Arum.
" Ini tadi di beliin ayah, dirumah ayah banyak pohon buah mah. Semalam Sidiq dipeluk ayah pas bobok. Tapi ayah gak bikinin susu saat mau bobo ! " ucap Sidiq.
Setelah cukup puas ngobrol aku pamitan, awanya Sidiq nangis mau ikut. Tapi akhirnya mau aku beri pengertian.
" Sidiq Istri ayah mau punya adik, besuk kalo sudah keluar jadi adiknya Sidiq juga kan ! " kataku menjelaskan.
Setelah Sidiq gak nangis akupun berangkat.
Dalam perjalan ke rumah mertua aku merasa ngantuk. Tahu tahu sudah dibangunkan kondektur.
Aku kaget segera turun dan cari ojek antar ke rumah mertua. Sampai dirumah mertua,Khotimah baru ngurusin pohon anggur.
Aku jahilin ah, pikirku.
Aku jalan mengendap endap dan aku kagetin Khotimah.
" Nah lo... ketahuan mau ngambil apa ! " Aku pura pura bentak Khotimah sampai dia kaget.
" Ih mas gak lucu, bikin kaget aja ! " ucap Khotimah.
" He he he maaf... Fatimah mana dik ? " tanyaku.
" Dikamar mas, lagi malas malasan dari kemarin, baru ngidam kali ! " jawab Khotimah.
",Yaudah aku susul ke kamar saja. ! " kataku.
Kemudian aku berjalan menuju kamar Fatimah. Fatimah agak pucat, apa dia sakit ? pikirku.
" Sayang... aku datang...! "
Fatimah bangkit,
" Iya mas maaf Fatimah beberapa hari ini rasanya lemes saja. Pinginya balik ke jogja melulu ! " jawab Fatimah.
" Kebetulan dong kalo begitu, mas kesini mau jemput kamu ! " kataku.
" Jangan bercanda ah mas, memang kondisinya sudah memungkinkan ? " tanya Fatimah.
Kemudian aku jelaskan permasalahan yg terjadi. Kenapa aku jemput dia.
......................
...flashback...
__ADS_1
" Jadi baiknya teman saya ini bagaimana pak ? " Tanyaku pada pak Yadi.
" Menurut panjenengan baiknya gimana pak. Istri bapak masih dirumah mertua ? " Tanya pak Yadi lanjut.
" Masih pak ! " Jawabku singkat.
" Kalo begitu teman bapak kami amankan dirumah saya saja. Kan ada adik perempuan saya, berikut ibunya sekalian ! " Sambung pak yadi.
" Sebenarnya ada apa ini mas ? " Tanya Isti padaku.
" Nanti aku jelaskan, saat ini kamu dan ibumu dalam bahaya. Rumah kamu sudah di satroni para penjahat ! " Jawabku pada Isti.
" Saat ini ibu Mbak baru kami jemput. Demi keamanan harus kami ungsikan dulu. " Jawab pak Yadi.
" Biar sementara aku urus dengan pak Yadi, kamu tenang saja Is. " Hiburku pada Isti yang tampak ketakutan.
" Mas kalo boleh aku mohon, Fatimah ajak kesini saja temenin Isti. Disamping Isti kangen, Isti akan lebih tenang jika ada teman satu pesantren ! " Kata Isti merajuk.
Aku jadi bingung mau menjawab apa. Tiba tiba pak Yadi ikut bicara.
" Gimana pak ? saya rasa usul teman bapak ada benarnya. Sekaliyan mungkin bisa membantu bapak dalam menangani hal hal mistis yg terjadi. Mengingat Istri dan teman bapak sama sama punya basik Santri ? " Pemaparan pak Yadi membuatku semakin bimbang.
Kalo Fatimah kuboyong kesini, kondisi dia baru hamil. Belum lagi urusanku dengan Arum dia bisa tahu. Aku benar benar pusing saat ini. Tiba tiba Isti menangis dan memohon.
" Mas... tolong mas, Isti akan jaga Fatimah. Isti akan jaga kandungan Fatimah. Apa mas gak kangen juga sama Fatimah istri kamu ? " Kata kata Isti begitu menyentuh. Membuat aku menjadi luluh, akhirnya aku membuka omongan.
" Begini saja, soal Fatimah istriku aku pikirkan dulu. Yg jelas saat ini kamu dan ibumu harus diamankan dulu. bukankah besuk sidang sudah digelar ? " Penjelasanku pada Isti.
Kemudian pak Yadi membikkan sesuatu padaku.
" Kayaknya sidang bakalan berjalan lama pak. Mengingat pelaku adalah punya kekuatan finansial dan relasi yg banyak. " Bisik pak Yadi padaku.
" Baiknya kita bicarakan secara khusus pak. Sekarang juga kita bicara empat mata dulu ! " Pintaku pada pak Yadi.
" Baik pak, saya akan minta ruangan khusus untuk bicara. mari ikut saya. Kaliyan jaga tempat ini, tak seorang pun boleh masuk ! " Perintah pak Yadi pada anak buahnya.
" Is kamu disini dulu, aku mau bicara dengan pak Yadi ! " Kataku pada Isti.
" Iya mas. " Jawab Isti.
Kemudian aku dan pak Yadi keluar dariruangan itu. Menuju ruangan khusus membahas keamanan dan pengamanan Isti khususnya. Yang menjadi incaran Germo dalam hal ini Gembul. Yang punya dendam pribadi dengan Rofiq.
" Kalo menurut saya, Istri bapak diajak pulang saja. Nanti untuk keamanan kita akan tempatkan petugas khusus. Yang tidak berseragam, dan pura pura jadi karyawan bapak. Jadi akan menginap ditempat bapak. Biar bisa mengawasi 24 jam. " Penjelasan Pak Yadi tentang rencana yang sudah beliau buat.
" Apa itu tidak berlebihan pak ? mengingat pengawasan yg 24 jam itu sangat melelahkan. " Kataku pada pak Yadi.
" Tidak pak,pertama kasus ini kasus berlapis. tidak sekedar pembunuhan terhadap LC saja. Tapi juga menyangkut peredaran Narkoba dan Prostitusi. Dengan penipuan penyaluran tenaga kerja wanita. " Keterangan pak Yadi lebih lanjut.
" Sampai sejauh itu kah pak kasus ini ? " Tanyaku kaget.
" Betul pak, jadi kasus pembunuhan itu sebenarnya jadi tindakan Blunder dari Pelaku tersebut. Yang justru bisa menjerat dia terseret pada kasus kasus kriminal lainya. " Pak Yadi menjelaskan panjang lebar. Bahkan yg membuatku terkesiap kaget adalah pernyataan beliau. Bahwa ada Indikasi, kasus mistis yang terjadi saat ini. Ada kaitanya dengan gerakan mereka.
Jadi selain dilakukan oleh para preman. Aksi mereka juga didukung atau di kuatkan oleh dukun dukun ilmu hitam. Yang biasa praktek perdukunan demi uang. Darahku mendidih mendengarkan pemaparan pak Yadi. Aku yg semula bisa tenang begitu mendengar pemaparan pak Yadi. Saat itu juga Emosiku langsung naik.
...................
" Jadi begitu sayang, makanya mas jemput kamu ajak Khotimah sekaliyan biar makin ramai rumah kita ! " kataku.
Fatimah tampak senang, sekali. Wajahnya yg tadi tampak pucat kini berseri seri kembali.
" Beneran ya mas, gak bohongkan ? " tanya Fatimah yang langsung memelukku.
" Eeeh tunggu tunggu, kok ada yang lain ya ? " ucapku membuat Fatimah bingung.
" Apanya yg lain mas ? " tanya Fatimah.
" Aah tubuh mu sudah berubah, perutmu sudah tampak mengembung, pantatmu juga makin seksi. Kamu tambah cantik saja Istriku. " godaku pada Fatimah.
...................................
...Bersambung...
Readers....
agar memudahkan dalam penghayatan. Berikut saya berikan ilustrasi beberaa wajah tokoh dalam Novel ini.
Berikut ilustrasi wajah wajah tersebut :
semoga semakin terhibur, mohon dukungan berupa ;
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1