
Setelah Isya' Aku duduk di ruang tamu lagi.
Aku buka Hp, dan ada pesan masuk, dari istriku. Ya iyalah hp baru ada berapa no tersimpan.
*و علیكم السلام و و
Iya mas, suamiku tercinta
ok ditunggu vc nya ya...!
Emmhuuuach...
Sudah dulu ya mas
Istrimu*
Aku telpun sajalah kangen wajah imutnya.
Ku tekan tombol vc
berdering.
gak diangkat...
Apa sudah tidur ?
Yaudah mungkin cape, biar jaga kandungan.
Baru saja aku mau bangkit, Hp ku berdering.
Istriku telpun balik.
"
Assalaamu ' alaikum sayang." ucapku di telpun.
" wa'alaikummussalam mas
maaf tadi lg dikamar mandi." jawab Fatimah.
" Kok gak basah rambutnya ? "
" Kan cuma pipis mas...! "
"Khotimah pingin ngobrol juga"
ya gak papa, aku mau ucapin makasih.
" Hai mas...! " Khotimah berseru.
" Hai.. makasih ya udah mau nemenin istriku tercinta...!"
" Ciye ciye... kalian romantis banget sih...
Aku jadi iri deh.."
'Yaudah, kamu segera nikah saja "
" Mau nya sih, tapi pacarku belum siap katanya."
" Belum siap kenapa ? "
'Belum siap jadi pacarku, alias belum ada pacar, hehehe."
" Masa sih, sepupu Fatimah yg cantik belum punya pacar ?"
' Emang aku cantik mas ? "
Iya lah , Fatimah cantik sepupunya juga pasti cantik."
" lah sikap mas itu yg bikin aku iri sama mbak Fatim. Mas selalu muji muji mbak Fatim terus.."
Dilayar kulihat Fatimah senyum senyum bangga, tiba tiba dia menyahut.
"Ya kita kan udah sehati ya mas "
" Iyalah namanya juga suami istri kok sayang."
" Eheem sayang terus manggilnya "
" ya iyalah...
gak cuma manggilnya
tapi juga siikapnya"
" Sayang jangan godain seupumu, kasihan kan dia."
" Dih jahat...
mas kok malah belain Khotimah..
kita kan memang lg bersaing
hahaha "
" Ssstt jgn bilang malu..."
suara khotimah berbisik ke Fatimah tp kedengeran
Bersaing apa sih sayang ? " tanyaku.
"gak kok mas mbak Fatim bohong
" Enak aja bilang bohong..
kan kamu udah bilang dulu
kalo suamiku sayang beneran
sama aku
kamu bakal kasih hadiah aku "
" Dibilangin jgn bilang juga, mbak Fatim ni ah."
" Kok aku malah dicuekin ?
Hei... ingat lg vc nih. "
" Dulu khotimah bilang mas
pernikahan dijodohkan itu pahit
gak akan bisa saling cinta
katanya. "
" Dih mbak fatim jahat bocorin rahasia."
" Bener begitu khotimah..? "
" Maaf mas cuma bercanda kok"
" Bohong mas...! "
," dia dulu mau jodohin aku
sama temenya "
" Aah gak kok mas, cuma bercanda, "
"Mang apa yg membuat kamu ragu sama aku khot, yg membuatmu mengira aku gak akan mencintai kakakmu Fatimah ? "
" Sukurin jawab sekarang
haiyooo "
"Hehehe... gak ada sih, hanya aku berpikir, hari gini di jodohin. Dan kak Fatim juga crita masa lalu kalian sebelum dinikahkan, masing masing punya. "
" Y-e yg itu jgn dibilang dong
mas ku bisa ngambek ! "
" Gantian lah, mbak Fatim juga tadi buka rahasia...! "
" Ya gak bisa gitu lah
kan kalo yg aku bilang bukan
__ADS_1
urusan privasi"
Dua wanita itu malah adu mulut aku dicuekin.
tiba tiba terdengar suara.
"Fatimah, Khottimah dah malam jgn brisik kalian lagi apa sih ?"
" Mbak Fatim lg vc sama suaminya bude, khotimah ikut ngobrol ! "
"Owh yaudah jgn ribut tapi "
" Eh aku mau matur sama ibu dong...! "
" Buu ni mas ingin ngobrol sama ibu
dipegang dong bu "
" Kamu aja yg pegangin,
" gimana nak ?"
"Alhamdulillah baik baik saja bu,
Bu Makasih ya untuk transfernya."
" Iya nak...
"Kan ibu juga seneng kalo kalian bisa komunikasi gini "
" Iya bu "
" Tapi ada adik sepupunya nemenin gak papa kan ?"
" Gak papa kok bu....
Dik khotimah orangnya lucu kok, malah bisa buat hiburan Fatimah "
" Diih mas jahat, aku dianggap badut kali buat hiburan kak Fatim."
" Ya udah kalian lanjutin ibu mau istirahat dulu. "
" Njih bu. "
" Tu dah denger sendiri kan
gimana suamiku
mana hadiahnya ? "
" Iya besuk aku kasih "
" Say mas mau ke pos ronda dulu ya, kamu ngobrol sama khotimah lagi."
" Mau ke pos ronda apa msu mancing ? "
" Beneran ke pos ronda
biar urusanya cepet selesai, kita bisa kumpul lagi. "
"Besuk Khotimah ikut ke jogja ya mas ? "
" Boleh saja. "
" Jangan mas
nanti cuma gangguin kita aja "
" Diih gak besuk aku di kamar yg jauh deh kalo takut kedengeran, hahaha.."
" Dih sembarangan, kita kan
pakai mode silent, hehehe..."
"udah ya, aku mau keluar dulu
cium dulu dong sayang "
" Khotimah wakilin boleh gak mas ? "
" Enak aja...gak boleh lah hanya buat Fatimah ya mas "
"Emmhhuuah"
" Assalaamu 'alaikum sayang..."
Wa 'alaikummussalam suamiku
Aah ternyata cewe leih vulgar dari cowok kalo ngobrol sesama cewe...!?!
Kataku dalam hati...!!!
...........
Di Pos Ronda
Aku mengunci pintu, berjalan menuju pos Ronda. Banyak orang disana, ada yg main catur, karambol juga main kartu tapi gak pakai taruhan uang sih. Taruhanya cuma yg kalah, disuruh jongkok gak boleh duduk.
"Sapa nih yg jadi lakon ( kalah maksutnya ) " tanyaku.
"Yang lagi nongkrong itu om " jawab anak yg bernama Rendy pelajar SMU kelas 2.
" Gak pada malam mingguan " tanyaku lanjut.
" Udah pak tadi, pada ngapelin janda ! "celoteh Gilang pemuda Droup Out, yg sekarang ikut bantu bengkel motor kecil di kampung.
" Kamu juga ikut ngapelin janda ? Terus Lita mau kamu buang kemana ? " godaku.
Sontak yg lain pada ketawa.
" Wah pak Rois kita ini paling gaul ya, mau ikut kumpul kita kita " celetuk Heri maha siswa semester 3, Di sebuah Universitas ternama di jogja.
" Masa sih her...? " tanyaku.
" Iya mas eeh pak, sori sering keceplosan panggil mas. Inget waktu dulu ketika sering diajak mancing di sungai, hehehe...." kata Heri.
" Gak papa santai saja, malah awet muda dipanggil mas " kataku pada mereka.
" Tak bilangin Bulek Fatim lo om,.." kata Rendy ponakanku.
" Dasar kamu ni ponakan tukang ngadu " sahut Gilang.
"Yee inikan urusan keluarga, urusanku sama om dan bulek " katanya.
" Urusan Om dan bulek kamu kali, bukan urusan kamu Rend "ujar Heri yg lebih berpikir dewasa.
" Iya tuh... Ponakan kurang ajar namanya. " komentar pemuda lain yg aku gak begitu hafal namanya.
" Yee aku cuma bercanda juga kali, Aku juga gak ingin bulek ku marah sama om. Secara Bulek orgnya baik mau sama om ku aja udah Alhamdulillah. Mungkin bulek gak tahu masa lalu om ku, jadi mau diperistri. " kata Rendy.
" Wah kamu ngelunjak tuh sama Om kamu.." sontak yg lain pada teriak.
" Woooo ponakan kurang ajar....! " seru mereka serempak.
Sampai Rendy pucat.
ya memang agak kurang ajar sih sebenarnya anak ini.
Mungkin dendam bapaknya, kakak iparku yg dulu pernah ribut sama aku. ketika aku masih kelas 2 SMA.
Waktu itu rumah tangga kakakku lagi ribut. Aku pulang sekolah selalu denger mereka ribut. Karena masih tinggal dirumah ortuku.
Dan pada saat kakak iparku hendak main tangan. Mau pukul kakak kandungku, tangan yg hampir kena itu kutangkap.
Kakak Iparku membentakku..
" Kamu jangan ikut campur urusan rumah tanggaku...! " bentaknya dengan emosi yg meluap.
" Aku gak ikut campur mas, kalo kalian ribut tiap hari. Tapi kalo main pukul ya sama aku saja, yg sama sama lelaki jangan sama perempuan" kataku.
" Kamu berani lawan kakakmu ? " ancamnya.
" Gak aku gak berani lawan kakakku, tapi berani lawan sikap kasarmu sama kakakku..! " jawabku.
" Dasar anak gak pernah diurus, jadi nya ya kurang ajar..." katanya.
Darahku mendidih dengar ucapanya, memang aku bukan anak yg baik. Bahkan sering bantah orang tuaku. Tapi begitu denger dia ngomong aku gak pernah diurus. ini sudah urusan antar laki laki, bukan kakak adik lagi.
Spontan kupegang lehernya kudorong ke tembok, Tanganku hampir kuayunkan ke mukanya... Kakakku menjerit. Karena meski dia kakak iparku, tapi postur tubuhnya tidak lebih besar dari aku. meskipun juga gak lebih kecil waktu itu. Tapi secara otot masih jauh berotot aku.
__ADS_1
Karena tiap hari aku fitness alami.
Nimba air penuhin bak mandi kalo pagi, membentuk otot pinggang dan otot tangan juga kegiatan pisik yg lain.
Sehingga aku dapat dengan mudah mengangkat lehernya dan kuangkat
Kalo saja kakak kandungku tidak menjerit, tanganku sudah mendrat di mukanya, Akhirnya aku hanya menghantam tembok sampai tanganku lecet.
Lalu ku ancam dia :
" Sekali ku lihat kamu pukul kakakku sekali, ku pukul kamu 10X. Kamu ingat itu, Kamu masuk keluarga ini cuma bawa kolor doang. Masih mau belagu
Urusan rumah tangga aku gak ikut campur. Tapi kalo kamu main tangan nyakitin kakakku, ke lubang semut pun akan ku kejar. " kataku.
Waktu itu Rendy kecil hanya menangis, dipelukan ibunya. mungkin Rendy saat itu sudah bisa merekam memori itu. jadi brand image ku tetap buruk di matanya.
Sejak peristiwa itu aku malah makin dibenci keluargaku, hingga saat aku lulus SMA kakakku meninggal, karena sejak dibuatkan rumah sendiri oleh orang tuaku. Justru kakakku sering dipukuli karena gak ada aku adiknya.
Lihat kondisi mayat kakakku yg lebam lebam dan pada saat aku dalam pengaruh Alkohol. Aku hampiri dan aku pukuli, kakak iparku.
Aku di amankan warga, dan tetap saja aku divonis salah. Tak tahan semua itu aku minggat dari rumah.
..........
" Minta maaf kek rend, ucapanmu tu gak sopan bgt " ujar Heri.
" Udah gak papa, aku dah hafal sikap Rendy dari kecil gitu.
Suasana yg biasanya ceria jadi hening dn kaku aku jadi mengantuk.
Akhirnya aku jam 23.30 Pulang.
...........
Mataku sudah berat banget dibuka, cape juga kali. Baru pulang sebentar sudah pergi lagi, takut kalah langkah dengan Gang Rofiq.
Barusan Rebahan sebentar aku sudah terlelap.
...........
Pertemuan Rofiq Gang
" Gue udah selidiki di dusun Zain, dia beneran tinggal disana sekarang "Rofiq membuka pembicaraan.
" Kita culik saja keluarganya, anak atau istrinya. Paksa dia ngakuin kalo gak anak istrinya kita siksa aja...." usul salah satu angggota.
" Istrinya kita perkosa rame rame aja " usul salah satu anggota.
" Pikiran kalian bego semua, primitif banget sih...?!? Kita pakai strategi biar mulus jalanya. Kita bekerja dimodalin gunakan otak jangan cuma pakai dengkul....!
Ndul... Lo punya usulan gimana..? Lo yg dulu paling dekat sama Zain...?!? "
Rofiq membentak anak buahnya, dan ngorek keterangan dari jendul.
" Ya emang dulu gue paling deket, tapi sejak dia kabur gak ada berita, gue gak pernah kontak lagi. secara dia gak pernah menetap di satu tempat. " kata Jendul.
"Nah sekarang kan lo udeh tahu dimana dia. Tugas lo deketin dia, cari info tentang dia, pura pura baikin dia Ajak gabung lagi, biar mudah di jebak." terang Rofiq.
" Kalo diajak gabung lagi gak mungkin bos, secara dia dah taubat pernah mesantren dan sekarang malah jadi kaum ( sebutan untuk Rois )" jawab seorang anggota.
"Tunggu tunggu... Info itu valid gak ? " tanya Rofiq.
" Valid itu boss aku ada saksi mata " ucap seorang anggota
Seru anggota lainya.
" Kebetulan kalo begitu...! " ucap Rofig.
" Kebetulan gimana boss ? " tanyanya.
Sahut para anak buahnya.
" kita hasut warga, kita kasih tahu warga kalo Zain Itu sebenarnya seorang b*****an. cuma pura pura alim aja "
"Setuju... setuju.....!!! " Jawab anak buahnya kompak.
" Berarti tetep tugas si Jendul ini, yg deket sama dia buat hasut warga "
Salah satu anak buah Rofiq usul.
" Gak bisa dong.. secara penampilan gue gini, masarakat gak akan percaya. yg pantes lo mbul, penampilan lo bersih. dipoles dikit jd ustadz pantes..." kata Jendul.
" Lah kok gue, gue kan gak deket sama Zain...?!? " protesnya
" Udah jangan Ribut...!!! " bentak Rofiq.
" Ini keputusan gue selaku ketua.
tugas ini gue serahin Jendul sama Gembul. Kalian bagi tugas, Gembul yg hasut warga Jendul yg menguatkan. Gembul yg bikin isu, Jendul yg mengiyakan bilang lo dulu anak buahnya."
" Mengasih tahu warga sepak terjang Zain dulu gimana. Donatur kita yg akan atur agar polisi curiga padanya. Tugas tambahan buat jendul, sering seringlah kerumah zain.
Buat citra buruk Zain di mata masyarakat. Dengan seringnya kamu datang ke rumahnya. Dan saat warga bertanya tanya, kenapa orang kayak Jendul yg pakainya gitu, wajah tatoan, kuping dan hidung di tindik jika perlu bawa minuman buat citra Zain hancur di masarakat, paham ? " Kata Rofiq.
" Paham boos... " jawab kompak anggota.
" Bagus... Jendul ni 1jt buat modal Gembul 1 Jt juga buat modal " kata Rofiq.
" Kami boss...? " seru yg lain.
" Kalian tunjukkan kerjanya dulu, baru minta duit... Tenang saja jika berhasil tiap kepala kalian dapat 3 jt. belum bonusnya. Dan 10jt cash bagi yg bisa nemuin atau habisin lia. yg ini di lombakan.
Siyapa cepat dia dapat, sendiri boleh barengan boleh. tapi hadiah tetap sama 10jt..." kata Rofiq.
Lanjut Rofiq...
"Siyab bosku..." jawab anak buahnya kompak sambil tenggak minuman.
" Udah bubar bubar.....!!!
Pulang besuk mulai kerja cepat !! "
Itu hasil rekaman suara semalam bro, gue harus gimana ?
kiriman pesan dari Jendul.
Hemmmm Rupanya begitu rencana Rofiq....!?!
Untung Lia dan Tuti sudah aku sembunyikan. Tapi gimana cara menghadapi fitnah yg akan dilakukan Rofiq, dengan profokasi kewarga ???
Sementara aku harus ngurusin Lia sama Tuti..! Mastiin mereka aman di tempat baru itu, Aah ku kira Fila itu jauh lbh aman dari penginapan kemarin..!
O iya biarin saja rencana Rofiq berjalan, biarin sementara warga curiga atau bahkan membenciku. Pada saatnya orang akan tahu mana yg haq mana yg batil...
Jaa Al-haqo wazahaqol bathil...
Aku balas wa si jendul dulu aja, mudah mudahan dah bangun.
Aku sendiri bangun sudah subuh, dn bar saja buka hp...
Jendul wa sejak pukul 03.35 mungkin paska mereka pesta semalam.
" Lo jalankan aja perintah rofiq, lakukan tugasmu sebaik mungkin. Gue udah siapkan strategi jitu buat hadapi itu.
Ok bro...??
Chat ku ke Jendul.
Kutunggu kapan lo datang ke rumah gue, dengan pakaian yg paling brengsek
hehehe...
Chatku berikutnya.
...........
Ok Fiq...
Saat kita berhadapan makin dekat, kita buktiin mana yg lebih pinter lo atau gue..
Entah kenapa tiba tiba emosiku meluap luap, pingin duel langsung satu lawan satu dengan Rofiq. Karena dia lah yg merencanakan Fitnah keji ini...!!
Aku kadang merasa labil pada saat seperti ini. Apakah yg aku lakukan ini salah atau benar aku juga gak yakin. Tapi menghentikan kebathilan Rofiq gang itu harus. Meski jujur kuakui, unsur dendamnya juga besar...!
Tunggu saat yg tepat fiq...
Aku akan bikin malu kamu di depan anak buah lo sendiri...!!!
...bersambung...
__ADS_1