Isyaroh

Isyaroh
Kembali di rumah mertua


__ADS_3

Bagian akhir episode sebelumnya.


Jadi begitu sayang, makanya mas jemput kamu ajak Khotimah sekaliyan biar makin ramai rumah kita ! " kataku.


Fatimah tampak senang, sekali. Wajahnya yg tadi tampak pucat kini berseri seri kembali.


" Beneran ya mas, gak bohingkan ? " tanya Fatimah yang langsung memeukku.


" Eeeh tunggu tunggu, kok ada yang lain ya ? " ucapku membuat Fatimah bingung.


" Apanya yg lain mas ? " tanya Fatimah.


" Aah tubuh mu sudah berubah, perutmu sudah tampak mengembung, pantatmu juga makin seksi. Kamu tambah cantik saja Istriku. " godaku pada Fatimah.


" Justru Fatimah khawatir mas, kalo mas jadi bosen karena tubuh Fatimah jadi melar. " sahut Fatimah.


" Gak lah sayang, seperti apapun keadaanmu, kamu tetap yg tercantik bagiku. " ucapku pada Fatimah.


" Jadi gimana mas, apa besuk jadi berangkat ke Jogja ? " tanya Fatimah.


" Insya Allah, jika bapak dan ibu mengijinkan kita berangkat sekalian ajak Khotimah. Biar nemenin Isti dan ibunya. "


" Berarti rumah kita bakalan ramai sekali ya mas ? " tanya Fatimah.


" Iya, gak papa biar jadi rumah yg barokah. Karena dulu waktu kakekku rumah itu juga jadi pusat kegiatan ! " kataku.


" Owh pantas banyak kamar kamar nya mas. Berarti besuk bersihin kamar kamar dulu mas ! Sebelum isti dan ibunya datang ! " seru Fatimah semangat.


" Pastilah, tapi biar Amir dkk yg ngerjain, kamu jaga kandunganmu saja ! " Seruku pada Fatimah.


"Mas cape kan baru dateng, tiduran gih, Fatimah pijitin ! " ucap Fatimah.


Aku lantas tengkurap di ranjang, Fatimah siap memijit.


" Lah mas, kepalanya kenapa kok di perban ? " tanya Fatimah.


Aku baru ingat jika kepalaku ada luka.


"Iya ini kemarin sempat bentrok dengan orang, yg mau Culik Isti. " jawabku.


" Terus Isti gimana mas ? " tanya lanjut Fatimah. merasa khawatir dengan keselamatan Isti sohibnya.


" Aku suruh dia lari duluan, aku menghalangi orang yg hendak culik Isti. " jawabku.


" Terus selanjutnya gimana ? " Fatimah makin penasaran.


" Selanjutnya pijitin, katanya mau mijitin aku tadi ? " godaku pada Fatimah.


" Iya tapi mas udah minum belum nih ? Sampai lupa gak bikinin minum ! " ucap Fatimah.


" Iya gak papa, aku tahu kamu lagi males malesan. Tadi Khotimah dag cerita kok ! " ucapku.


Kemudian Khotimah datang.


tok tok...


Khotimah ketuk pintu kamar.


" Mbak Fatim dan Mas Yasin mo minum apa ? Aku bikinin diruang makan saja ya ! " ucap Khotimah.


"Iya Khot, bikinin teh tubruk aja suamiku. Makasih ya...! " ucap Fatimah.


" Kita pindah keruang makan aja yuk, malu sama adikmu. Baru datang langsung berduaan di kamar. " kataku pada Fatimah.


" Iya mas, Fatimah juga lupa ada adik sepupu disini." ucapnya.


Kami kemudian berjalan keluar kamar menuju ruang makan.


" Khot jadi mau ikut ke jogja gak ? " tanyaku pada khotimah.


" Jadi lah, kapan emangnya mas berangkatnya ? " tanya Khotimah.


" Besuk pagi..! " Fatimah yg jawab.


" Sungguh, berarti mas Yasin hari ini jemput mbak Fatim ? " serunya bahagia.


" Iya adikku sayang, mas mu gak bisa jauh dari istri tercintaku ini ! " jawabku.


" Aduh bikin iri aja, eeh tapi tunggu kenapa kepala mas Yasin di perban begitu ? " tanya khotimah khawatir.


Belum sempat kujawab, kedua mertuaku datang. Aku langsung menghampiri dan mencium tangan kedua mertuaku.


" Loh kenapa nak kepalamu ? " tanya ibu mertuaku.


Rupanya saat aku membungkuk cium tangan, beliau lihat perban di kepalaku.


Mau tidak mau aku harus ceritakan komplit kronologis dan tujuanku saat ini.


Aku mulai cerita dari saat Isti mendapat ancaman.


..................

__ADS_1


flashback...


Apa kubilang tadi Is ? Aku gak bohong kan ?" kataku, merasa menang dr Isti.


" Pak Yadi itu siapa mas ?? " Tanya Isti.


" Dia yg menjamin kita bebas keluar masuk. " kataku pada Isti.


Tiba tiba pak Yadi datang dengan beberapa anggota Polisi. Semua diperintahkan pindah, agar aman terkendali termasuk Rofiq....???


" Sementara adik Tersangka harus diamankan pak. Karena menurut informan kami, adik tersangka akan diculik ! " Begitu kata pak Yadi membuka pembicaraan.


" Bagaimana baiknya pak, Dia adalah teman baik saya dan istri saya waktu dipesantren ! " Jawabku menanggapi info dari pak Yadi.


Sementara Isti tampak pucat ketakutan.


Tiba tiba Rofiq berseru dengan lantang.


" Bebaskan saya dari penjara pak, saya akan tumpas mereka. Dan setelah itu saya akan menyerahkan diri lagi. Tolong saya pak Polisi...!!! " Rofiq meratap.


" Tidak saudara Rofiq, percayakan urusan ini pada kami. Mohon kerja samanya agar semua berjalan lancar ! " kata pak Yadi.


" Jadi baiknya teman saya ini bagaimana pak ? " Tanyaku pada pak Yadi.


" Menurut panjenengan baiknya gimana pak. Istri bapak masih dirumah mertua ? " Tanya pak Yadi lanjut.


" Masih pak ! " Jawabku singkat.


" Kalo begitu teman bapak kami amankan dirumah saya saja. Kan ada adik perempuan saya, berikut ibunya sekalian ! " Sambung pak yadi.


" Sebenarnya ada apa ini mas ? " Tanya Isti padaku.


" Nanti aku jelaskan, saat ini kamu dan ibumu dalam bahaya. Rumah kamu sudah di satroni para penjahat ! " Jawabku pada Isti.


" Saat ini ibu Mbak baru kami jemput. Demi keamanan harus kami ungsikan dulu. " Jawab pak Yadi.


" Biar sementara aku urus dengan pak Yadi, kamu tenang saja Is. " Hiburku pada Isti yang tampak ketakutan.


" Mas kalo boleh aku mohon, Fatimah ajak kesini saja temenin Isti. Disamping Isti kangen, Isti akan lebih tenang jika ada teman satu pesantren ! " Kata Isti merajuk.


Aku jadi bingung mau menjawab apa. Tiba tiba pak Yadi ikut bicara.


" Gimana pak ? saya rasa usul teman bapak ada benarnya. Sekaliyan mungkin bisa membantu bapak dalam menangani hal hal mistis yg terjadi. Mengingat Istri dan teman bapak sama sama punya basik Santri ? " Pemaparan pak Yadi membuatku semakin bimbang.


Kalo Fatimah kuboyong kesini, kondisi dia baru hamil. Belum lagi urusanku dengan Arum dia bisa tahu. Aku benar benar pusing saat ini. Tiba tiba Isti menangis dan memohon.


" Mas... tolong mas, Isti akan jaga Fatimah. Isti akan jaga kandungan Fatimah. Apa mas gak kangen juga sama Fatimah istri kamu ? " Kata kata Isti begitu menyentuh. Membuat aku menjadi luluh, akhirnya aku membuka omongan.


Kemudian pak Yadi membikkan sesuatu padaku.


" Kayaknya sidang bakalan berjalan lama pak. Mengingat pelaku adalah punya kekuatan finansial dan relasi yg banyak. " Bisik pak Yadi padaku.


" Baiknya kita bicarakan secara khusus pak. Sekarang juga kita bicara empat mata dulu ! " Pintaku pada pak Yadi.


" Baik pak, saya akan minta ruangan khusus untuk bicara. mari ikut saya. Kaliyan jaga tempat ini, tak seorang pun boleh masuk ! " Perintah pak Yadi pada anak buahnya.


" Is kamu disini dulu, aku mau bicara dengan pak Yadi ! " Kataku pada Isti.


" Iya mas. " Jawab Isti.


Kemudian aku dan pak Yadi keluar dariruangan itu. Menuju ruangan khusus membahas keamanan dan pengamanan Isti khususnya. Yang menjadi incaran Germo dalam hal ini Gembul. Yang punya dendam pribadi dengan Rofiq.


" Kalo menurut saya, Istri bapak diajak pulang saja. Nanti untuk keamanan kita akan tempatkan petugas khusus. Yang tidak berseragam, dan pura pura jadi karyawan bapak. Jadi akan menginap ditempat bapak. Biar bisa mengawasi 24 jam. " Penjelasan Pak Yadi tentang rencana yang sudah beliau buat.


" Apa itu tidak berlebihan pak ? mengingat pengawasan yg 24 jam itu sangat melelahkan. " Kataku pada pak Yadi.


" Tidak pak,pertama kasus ini kasus berlapis. tidak sekedar pembunuhan terhadap LC saja. Tapi juga menyangkut peredaran Narkoba dan Prostitusi. Dengan penipuan penyaluran tenaga kerja wanita. " Keterangan pak Yadi lebih lanjut.


" Sampai sejauh itu kah pak kasus ini ? " Tanyaku kaget.


" Betul pak, jadi kasus pembunuhan itu sebenarnya jadi tindakan Blunder dari Pelaku tersebut. Yang justru bisa menjerat dia terseret pada kasus kasus kriminal lainya. " Pak yadi menjelaskan panjang lebar. Bahkan yg membuatku terkesiap kaget adalah pernyataan beliau. Bahwa ada Indikasi, kasus mistis yang terjadi saat ini. Ada kaitanya dengan gerakan mereka.


Jadi selain dilakukan oleh para preman. Aksi mereka juga didukung atau di kuatkan oleh dukun dukun ilmu hitam. Yang biasa praktek perdukunan demi uang. Darahku mendidih mendengarkan pemaparan pak Yadi. Aku yg semula bisa tenang begitu mendengar pemaparan pak Yadi. Saat itu juga Emosiku langsung naik.


" Tapi sabar dulu pak, itu semua baru indikasi. Belum terbukti kebenaranya. " Ujar pak Yadi berusaha meredam amarahku.


" Ok pak Yadi, saya setuju istri saya dijemput. Besuk pagi saya jemputnya. Biar Isti dan ibunya tinggal dirumah saya kalo istriku sudah dirumah ! " Kataku pada pak Yadi.


flashback 1 off.


..................


" Jadi tujuanmu sekarang jemput Fatimah ? " tanya ibuk mertua.


" Iya buk, sekaliyan sama Khotimah, biar belajar tanam anggur disana ! " jawabku, menjelaskan maksut dan tujuanku.


" Tapi keaman Fatimah disana terjamin kan ? " tanya ibu mertuaku agak khawatir.


" Insya Allah bu, nanti juga dijagain polisi yg menyamar jadi karyawan kami. " jawabku untuk meyakinkan kedua mertuaku.


" Ya kalo memang begitu gak papa, tapi kalo pas Fatimah jualan di pasar gimana ? " tanya ibuku selanjutnya.

__ADS_1


" Nah rencana saya, kios biar dijaga orang lain. Fatimah biar dirumah saja. Untuk keamanan, dan menjaga kandunganya bu ! " jawabku mencoba membesarkan hati orang tua / mertuaku.


" Kalo bapak setuju saja, dengar cerita tadi gak perlu khawatir. Selin mantu kita para polisi pun ikut menjaga !" sahut bapak mertua.


" Njih pak, bahkan belanja kewarung pun saya minta orang lain yg berangkat. termasuk Khotimah pun dalam pengawasan penuh nanti. " seruku meyakinkan.


" Ya tapi, itu kepalamu bisa luka begitu ibu jadi agak khawatir. " sergah ibu mertua. Yang setengah keberatan Fatimah kuboyong.


" Iya bu, waktu itu saya kurang hati hati dan baru dapat info Isti teman Fatimah dalam bahaya. Yang sekarang diamankan dirumah polisi teman saya, berikut ibunya. " jelasku.


" Iya tapi gimana ceritanya ? " tanya ibu mertua mendesak.


Kemudian aku muali menjelaskan, krologis kejadian yg menimpaku.


...................


Saat kami sedang ngobrol aku lihat serombongan orang yg gelagatnya tidak baik.


Aku bilang ke Isti untuk segera kembali masuk ke polda. Setelah membayar makan kami pun meninggalkan warung. Tapi rombongan orang itu mengejar kami.


Kemudian Isti aku suruh lari duluan.


" Kamu lari masuk cepat, biar kuhadang mereka ! " perintahku pada Isti.


" Tapi mereka banyak mas ! " kata Isti.


" Udah jangan bandel cepat lari ! " Aku berkata membentak.


Isti pun segera lari, aku mencoba menghalangi 2 orang terdepan yg mengejar.


Seorang diantaranya membawa doble stick senjata ala bruce lee.


Dan satunya membawa golok kecil.


Benar kata pak Yadi, Keluarga Rofiq dalam ancaman, batinku.


Ketika dua orang semakin dekat, kutengok Isti sudah memasuki hal polda aku agak lega. Tinggal berpikir cara hadapi mereka.


Dua di depan harus ditahan dulu, supaya Isti Aman. Adanya hanya batu, yg bisa jadi senjata bertahan. Kumbil batu yg ada, ketika jarak semakin dekat segera kulempar batu itu kearah kaki salah satu orang itu.


Mengenai tulang kering kakinya hingga jatuh. Teman satunya menolong, aku berlari menghindar menyusul Isti.


Tapi tiba tiba ada orang dibelakang dua orang tersebut. Yang mengendarai motor berhasil menghadangku. Kemudian menghentikan aku, dengan menodongkan senjata tajamnya ke leherku.


Kulirik Isti sudah masuk bangunan polda, sudah aman pikirku.


Aku ikuti saja mau mereka.


" Ikut kami atau mati ! " Ancam orang itu.


" Ok, mau kaliyan apa ? " tanyaku.


" Ikat dia cepat bawa ke markas. " Perintahnya pada yg lain.


Tiba tiba tengkukku ada yg memukul.


Buukk....


Tiba tiba gelap, aku tak sadar.


....................


" Begitulah pak & buk ceritanya, kemudian saya sadar sudah berada di sebuah tempat. Dan akhirnya saya mampu meloloskan diri, dan para penjahat itu akhirny tertangkap ! " jelasku pada kedua mertua.


" Lain kali hati hati nak, tapi kamu dengan yg namanya Isti itu gak ada apa apa kan ? " tanya ibu mertua.


Kemudian Fatimah yg menjawabnya.


" Iya bu, Fatimah akrab banget dengan Isti, teman sekamar Fatimah dipesantren. Dan mas Yasin lindungi Isti atas permintaan Fatimah kok ! " jawab Fatimah.


" Owh yaudah, ibu percaya. Terus mau berangkat kapan ? " tanyabibu mertua yg belum ikhlsh betul Fatimah kuboyong.Sementara bpak mertuaku lebih santai.


" Insya Allah besuk, pagi kami bersngkat. Naik travel saja biar lebih santai. " jawabku singkat.


" Yah terserah kalian, pesen ibu tetep hati hati Fatimah & Khotimah.


Jangan langgar pesan mas mu ya ! " seru ibu mertua untuk Fatimah dan Khotimah.


...bersambung...


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya ...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2