
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
............
Namun sedetik kemudian menjadi utuh lagi dan bangkit menyerang Yasin dengan jurus Kelabang Sayutonya. Sehingga yasin juga agak kaget sehingga hanya bisa menangkis dengan cemeti itu. dan kembali benturan dua kekuatan saling beradu.
Keduanya terpental, namun kali ini Yasin tidak terlalu jauh terpentalnya, karena sudah siap lahir batinnya.
Sementara Joyo Maruto pun segera bangkit kembali dan Hendak menyerang Yasin….!!!
Yasin masih mengumpulkan tenaganya karena cukup terkuras setelah menggunakan jurus jurus yang membutuhkan banyak energinya. Melihat Joyo Maruto sudah segar bugar dan sudah bersiap menyerangnya kembali Yasin tidak mau lebih menguras energinya, karena jika menggunakan seluruh kekuatan lahir batinnya pun Joyo Maruto akan dapat bangkit kembali setelah darah dan tubuhnya menyentuh tanah karena ilmu “Bantolo Sukma’ milik Joyo Maruto tersebut.
Yasin cepat mengambil jurus suci Hijaiyah tingkat Akhir jurus ‘YA’ yang mampu melemparkan lawan dari jarak jauh. Kemudian Yasin segera mengambil posisi gerakan jurus ‘YA” tersebut dengan segenap kepercayaan diri dan kepasrahan kepada sang Pencipta.
Dan kali ini Yasin sambil menepukkan telapak tangannya ke Tanah dia sekaligus membaca doa dari ayat Al- Quran. “….. wama romaita idz romaita wala kinnallaha roma….” ( …….Tidaklah aku melemparmu idz melempar dan sesungguhnya Allah lah yang melemparkan kamu…. )
Dengan keyakinan penuh bahwa segala kekuatan itu adalah milik Allah tak ada satu pun makhluk yang mampu bergerak tanpa ijin Allah Yasin menggunakan jurus ‘Ya’ menghantam Joyo Maruto.
Dan Joyo Maruto yang menyerang Yasin dengan ilmu kelabang Sayuto nya itu justru terpental jauh ke udara sampai hampir tak terlihat. Sementara Yasin tanpa menyadari apa yang terjadi dia tak bergeming sedikitpun dengan benturan yang terjadi. Pada saat itu yang membuat Yasin tak terpengaruh adalah kepasrahan dan keyakinannya akan kekuasaaan Allah.
Saat itu pula Yasin ingat Nasehat Abah Gurunya, puncak dari segala puncak Ilmu itu adalah Bersujud ( Kepada Allah ) [ Mutiara Hikmah Karuhun ]. Yang maksud nya adalah ilmu tertinggi dari seseorang itu adalah ketika dia semakin merasa kecil di hadapan Allah. Tak ada setitik pun rasa keangkuhan kesombongan apa lagi merasa besar.
Setinggi apapun ilmu seseorang puncaknya adalah menyadari kelemahan manusia, dan mengakui Kebesaran Sang Maha Pencipta. Dan setinggi apapun ilmu seseorang tidak akan ada artinya jika tidak disertai dengan Akhlak yang baik. seperti yang disampaikan oleh Syaikh Abdul Qodir Al-Jaelany.
‘Aku lebih menghormati orang yang ber-akhlaq dari pada orang yang berilmu, karena kalo hanya berilmu Iblis pun berilmu.’ Maksud nya adalah Iblis bisa mendengar berita dari langit bahkan lebih hafal ayat ayat Quran sampai dengan Asbabul Nuzul nya ( sebab sebab di turunkanya ayat tersebut ) Namun karena ‘Kesombongan Iblis’ dia tetap tidak mau beriman. Oleh sebab itulah Syaikh Abdul Qodir jaelany mengatakan hal demikian. Bukan berarti ilmu tidak penting, akan tetapi ilmu itu untuk memperbaiki Adab dan Akhlaq manusia. Bukan untuk menghakimi orang lain karena kita merasa punya Ilmu.
( Adab \= perilaku Lahiriah sedangkan Adab \= Perilaku Batiniyah nya )
Pada saat itulah Yasin merasakan kepasrahan penuh terhadap Allah Sang Pencipta Alam Semesta. Sehingga bukan lagi Yasin yang menghempaskan Joyo Maruto sampai jauh. Namun atas pertolongan Allah lah Joyo Maruto sampai terlempar jauh hingga tak terlihat.
Kemudian Tohari dan Sena pun menghampiri yasin yang masih berada di tempatnya, Yasin masih belum beranjak dari tempatnya. Bahkan masih dalam posisi telapak tangannya menempel di tanah.
“Kamu gak papa Mas ?” Tanya Sena Khawatir, karena yasin sama sekali tidak berubah posisinya dari saat menggunakan jurus ‘YA’ tadi.
“Ahmad, kamu baik baik sja kan ?” sahut Tohari yang ikut mencemaskan keadaan Yasin.
Kemudian perlahan Yasin bangkit berdiri.
“Kemana Joyo Maruto, kok seperti tidak ada reaksi apapun ?” Yasin balik bertanya kepada Sena dan Tohari.
“Lah bukanya tadi beradu nya jurus ‘YA’ dengan kelabang Sayuto milik Joyo Maruto menimbulkan benturan dahsyat yang membuat Joyo Maruto terlempar jauh sampai tidak Kelihatan ?” Tanya Sena Bingung.
“Masa ? aku bahkan tidak tahu apa apa. Sejujurnya aku tadi sudah kehabisan tenaga dan sudah kehabisan Akal untuk melawan Joyo Maruto. Makanya aku hanya bisa Pasrah dengan menggunakan jurus Suci tingkat Akhir. Dan aku sudah siap apapun yang akan terjadi, karena aku sudah berusaha maksimal.” Jawab Yasin. Yang tidak menyadari jika Joyo Maruto sudah terlempar jauh.
Tohari dan Sena hanya saling berpandangan tidak faham dengan ucapan Yasin.
“Tapi kamu tidak merasakan sakit atau merasakan benturan dahsyat tadi ?” Tanya Tohari.
“Aku malah menyangka jurus ‘YA’ yang aku gunakan seperti tidak mengeluarkan tenaga tadi, makanya aku hanya berdiam diri di posisi itu. karena seperti tak mengeluarkan energy sedikitpun saat melakukan jurus itu.” jawab Yasin.
Sena dan Tohari menjadi semakin bingung, karena mereka berdua jelas menyaksikan dan mendengar benturan dahsyat yang barusan saja terjadi. Bahkan Tohari sendiri yang memiliki jurus yang sama sampai heran karena energy yang di keluarkan oleh Yasin saat menggunakan jurus itu jauh lebih besar dari yang bisa dia keluarkan.
“Subhannallah… sudahlah semua yang terjadi ini sudah merupakan kehendak Allah. Tidak perlu di bahas, karena jelas itu di luar kemampuan kita semua. Ada pertolongan Allah yang tidak mampu kita saksikan, dan yang pasti kamu gak papa Ahmad.” Ucap Tohari.
“Alhamdulillah aku tidak mengalami apapun.” Jawab Yasin.
“Tapi apakah Joyo Maruto sudah tidak bisa berbuat jahat lagi atau hanya terlempar jauh saja ya ?” ucap Sena.
“Aku gak ngerti kalo itu, tapi sebaiknya kita tetap berjaga jaga saja, antisipasi jika dia masih kembali lagi kesini.” Jawab Yasin.
__ADS_1
“Apa yang harus kita lakukan sekarang mas ?” Tanya Sena kepada Yasin.
“Mumpung sekarang Joyo Maruto belum kembali sampai kesini. Kita potong pohon yang tumbang itu tadi. Dan nanti saat Joyo Maruto kembali lagi kita masukan kedalam rongga pohon itu. agar darah dan tubuhnya tidak menyentuh tanah.” Ucap Yasin kepada Sena.
“bagaimana nanti caranya memasukkan tubuh Joyo Maruto, kan terlalu sempit mas ?” Tanya Sena.
“Itu soal nanti dan aku akan mencari cara agar bisa dimasukan kesitu.” Ucap Yasin.
Kemudian Sena, Yasin dan Tohari segera memotong pohon yang tumbang itu. kemudian memperlebar rongga agar menjadi lebih besar.
Namun saat mereka sedang memperbesar rongga tersebut mereka di kejutkan oleh sura berdebuk, ada sesuatu yang jatuh ke tanah.
Bruuuuuukkk….
Suara tubuh Joyo Maruto yang membentur tanah keras, sehingga tubuhnya menjadi hancur. Namun sedetik kemudian bangkit lagi dan kembali berdiri dan mengancam Yasin.
“Auuuunnggh…. Bocah kurang ajar, jangan kira kamu bisa dengan mudah mengalahkan aku, ayo kita lanjutkan lagi pertempuran kita, auuuunnggh….!” Suara Joyo Maruto.
Baik Yasin Tohari maupun Sena sangat terkejut dengan kemunculan Joyo Maruto itu. bukan sekedar kemunculanya yang membuat mereka kaget. Akan tetapi perubahan wujud Joyo Maruto yang sudah lagi bukan seperti manusia. Namun berubah sangat mengerikan karena taringnya tumbuh memanjang serta matanya menjadi merah menyala…!
“Ahmad, rupanya orang itu sudah berubah menjadi Iblis yang sesungguhnya, kamu hadapi dia. Jangan lagi beranggapan melawan manusia tapi yang kamu hadapi saat ini adalah Jin yang menjelma menjadi manusia.” Ucap Tohari kepada Yasin.
“Kenapa wujud nya berubah seperti itu kang ?” Tanya Yasin.
“Sudah tak usah kamu pikirkan itu, kamu hadapi dia Aku dan sena menyelesaikan ini, pada saat yang tepat nanti kamu kasih aba aba biar aku dan Sena membantu memasukkan jasadnya ke dalam batang kayu ini.” ucap Tohari.
“Baiklah, semoga cepat selesai memperbesar rongga nya. Dan aku akan menggunakan cemeti kyai pamuk ini untuk meringkusnya. Dan memasukkan jasadnya kedalam batang pohon itu.” ucap Yasin yang segera menghadapi Joyo Maruto dalam wujud barunya.
“Demi apa kamu merelakan jiwa dan ragamu bersekutu dengan iblis wahai Joyo Maruto, ucapan terakhirku padamu sadarlah dan kembalilah ke jalan yang benar. Tinggalkan ilmu sesat kamu itu…!” kata Yasin menasehati Joyo Maruto. Namun Joyo maruto yang sudah benar benar menyatu dengan Iblis itu justru kembali menyerang Yasin tanpa basa basi lagi.
Kelabang Sayuto andalanya segera diserangkan kepada Yasin, namun Yasin yang sedang dalam kondisi kepercayaan diri dan kepasrahan yang tinggi itu tak bergeming menerima serangan Joyo Maruto dengan jurus andalannya Kelabang Sayuto. Bahkan dengan seluruh kekuatan yang digunakan Joyo Maruto pun tidak lagi berpengaruh kepada Yasin. Semua seperti hembusan angin hangat yang justru menyegarkan tubuh Yasin di udara dingin di kawasan lereng merapi tersebut.
“Sudah Siap…!” teriak Tohari kepada Yasin member kode jika batang kayu yang di butuhkan sudah siap untuk memasukkan tubuh Joyo Maruto. Namun mereka tidak menyadari jika tubuh Joyo Maruto dalam wujud baru ini berubah menjadi semakin besar. Tak lagi tubuh seorang kakek tua yang kerempeng seperti sebelumnya.
Mendengar teriakan Tohari yang menyatakan jika batang Pohon sudah Siap maka segera Yasin mengeluarkan Cemeti Kyai Pamuk untuk menangkap Joyo Maruto. Dan dengan sekali cambukan tubuh Joyo Maruto dapat terlilit hingga tak dapat bergerak sama sekali. Namun masih bisa memberontak dengan melompat lompat berusaha melepas lilitan cambuk itu.
Setelah dirasa cukup Yasin memperlambat putarannya dan meminta Sena mendekatkan batang pohon yang sudah disiapkan untuk menyimpan jasad Joyo Maruto. Kemudian Sena meletakkan batang pohon itu di dekat Yasin.
“Ambilkan golok ku sekalian Sena…!” Pinta Yasin kepada Sena.
Senapun hanya mengikuti permintaan Yasin tidak tahu apa rencana Yasin berikutnya. Kemudian Yasin yang tangan kananya masih memutar tubuh Joyo Maruto dengan Cemeti Nya tangan kirinya menerima golok dari Sena.
Dan dengan sekali hentakan pada cambuknya dengan memperhitungkan jarak dan ukuran rongga batang kayu yang ada. Tubuh Joyo Maruto dapat dimasukkan ke dalam rongga batang kayu itu meski dalam posisi miring. Dan sebagian kaki nya masih keluar dari rongga itu.
Dan dengan cepat Yasin melompat dengan golok yang sudah siap ditangan kirinya menusukkan golok itu ke dada Joyo Maruto Hingga menembus dadanya dan menancap di dahan kayu yang ada.
Kaki Joyo Maruto yang masih diluar rongga batang kayu itu berusaha menyentuh tanah dan Joyo Maruto hidup lagi, namun karena dadanya tertembus golok yang sampai menancap di batang kayu itu Joyo Maruto justru merasakan siksaan yang luar biasa. Mati tidak tapi bergerak juga tak mampu. Dan merasakan sakitnya dada yang tertembus golok.
“Sena Ambilkan sesuatu agar kakinya tidak menyentuh tanah…!” pinta Yasin kepada Sena.
Bukanya takut Joyo Maruto bangkit lagi dan kembali menyerangnya. Namun Yasin justru tidak tega melihat Joyo Maruto yang tersika antara hidup atau mati, hidup tidak matipun tidak. Hanya merintih menahan sakit dadanya yang tertembus golok. Ketika hidup merasakan sakit. Ketika kakinya menyentuh tanah hidup lagi tapi dadanya masih tetap tertembus golok. Hingga hanya rintihan dan tangisan menyayat yang dapat dia lakukan.
Kemudian sena di bantu Tohari mencari batang batang kayu kecil dilapisi dedaunan untuk menahan kaki Joyo Maruto agar tidak menyentuh tanah. Dan sempat di dengar oleh Yasin Joyo Maruto memohon mohon ampun.
“Ampun… ampun…ampun…. Jangan bunuh saya….!” Kata joyo Maruto yang lambat laun tubuhnya kembali ke wujud semula.
“Maafkan aku ki, semuanya sudah terlambat kamu sudah tak mungkin hidup lama lagi. Kalo kubiarkan kakimu menyentuh tanah maka justru kamu hanya merasakan tersiksa.” Ucap Yasin.
Kemudian Sena dan Tohari segera mengangkat kaki Joyo Maruto dan menahannya dengan batang batang kayu yang sudah disusun dan dilapisi dedaunan agar tidak menyentuh tanah secara langsung.
Secara Manusiawi sebenarnya Yasin pun tidak tega melihat orang tua yang harusnya dia hormati tersiksa seperti itu. Namun mengingat, jika di biarkan terus hidup juga bisa menimbulkan korban nyawa orang orang yang tak berdosa, maka terpaksa lah Joyo Maruto yang sudah sepuh seusia Yuyut siti Aminah neneknya Fatimah itu di bunuhnya.
Dan terdengar suara nafas Joyo Maruto yang sudah sampai di tenggorokannya, hingga menimbulkan suara seperti orang mendengkur. Lama lama suara itu mengecil dan mata Joyo Maruto hanya kelihatan putihnya. “Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un…” ucap Yasin dan dua saudaranya.
Menurut sebagian pendapat pandangan mata mengikuti keluarnya ruh dari tubuhnya ( Wallahu a’lam bishowab ). Mulutnya menganga lebar seperti orang yang sedang tegang ketakutan.
__ADS_1
Menurut sebagian orang juga saat itu di perlihatkan tempat terakhir yang akan dia tempati surge atau neraka ( Wallahu a’lam bishowab ). Yang jelas kita sebagai manusia minimalnya memegang dua hal.
Yang pertama kita harus punya Iman kepada Allah Swt Sang Pencipta Alam Semesta. &
Kedua kita harus bisa member manfaat kepada orang lain, sekecil apapun manfaat yang kita berikan.
Itulah Modal kita sebagai manusia nanti saat menghadap Sang Kholiq, meski kita tidak akan sempurna. Dan tidak akan pernah bisa lepas dari yang namanya kesalahan. Tapi dengan memegang dua hal tersebut, insya Allah kesalahan sebesar apapun yang telah kita lakukan. Kita harus percaya dan yakin Bahwa Ampunan Allah itu jauh lebih besar dari dosa dosa kita, bagi orang yang mau bertaubat.
“Apakan Joyo Maruto akan kita kuburkan seperti Maheso Suro dan Mento Rogo seperti Kemarin ?” Tanya Tohari kepada Yasin.
“Tidak Kita serahkan kepada yang berwajib saja, karena dia statusnya adalah Buron Polisi. Sedangkan Maheso Suro dan mento Rogo kemarin tidak masuk daftar Buron, karena otak nya adalah Joyo Maruto." jawab Yasin.
“Apa kamu takut kalo dia di kubur hidup lagi “ Tanya Tohari pada Yasin.
“Tidak, aku sudah melihat saat dia sakaratul maut, dan mendengar nafasnya saat di tenggorokan tadi. Ruhnya sudah keluar dari tubuh sehingga tak mungkin hidup lagi. Kematiannya memang sudah digariskan seperti itu. sedangkan tadi usaha menghindari kakinya agar tidak menyentuh tanah hanya sebatas usaha agar Khodam khodam nya pergi meninggalkan jasadnya. Kita ini santri kang harus percaya semua yang hidup itu akhirnya akan mati. Keabadian hanya Milik Allah Swt.” Jawab Yasin.
“Alhamdulillah, tinggal satu langkah lagi yaitu menangkap dan memenjarakan dalang Jin itu.” ucap kang Tohari.
“Iya kang, dan kemarin perintah Yuyut kita harus menghancurkan Altar persembahan tumbal mereka untuk mengundang kehadiran Jin itu.” Ucap Yasin.
“Apakah akan kita lakukan Sekarang Juga ?” Tanya Tohari kepada Yasin.
“Jangan lah, aku juga butuh Istirahat juga. Dan kita nanti harus menyerahkan ini kepada Pak Yadi sebagai bukti. Selebihnya adalah urusan pihak Yang Berwajib.” Jawab Yasin.
“Apakah nanti tidak butuh Saksi yang juga pelaku yang masih hidup ?” Tanya Sena.
“Bukankah masih ada Anggada murid Murid Maheso Suro dan Damar Yang juga kelompok mereka.yang juga pernah mengikuti ritual mereka. Kalo salah satu dari empat orang yang sudah terbunuh tidak mungkin di jadikan saksi hidup. Karena terlalu berbahaya. Dan juga gak mungkin di tangkap dalam keadaan hidup juga.” Jawab Yasin
“Kalo begitu sekarang juga kita bawa mayat Joyo Maruto kita serahkan ke kantor polisi.” Kata Tohari.
“Jangan, biar Sena saja nanti pulang, menyampaikan ke pak Yadi. Biar pak yadi yang mengambilnya kesini, pagi pagi supaya tidak menimbulkan masalah baru kalo kita yang bawa.” Ucap Yasin.
“Bener juga, yang penting jangan terlalu siang takut aroma tak sedapnya sudah keluar.” Ucap kang Tohari.
“Iya kalo itu biar nanti Sena yang menyampaikan ke Pak Yadi. Yang penting jangan kita yang bawa, jelas jadi masalah. Karena warga sekitar kan tidak tahu kalo tindakan kita ini sudah koordinasi dengan pihak yang berwajib. Nanti kita malah di tuduh pembunuh, karena mereka tidak Faham.” Jawab Yasin.
Akhirnya semua sepakat, dan setelah Subuh Sena berangkat mencari pak Yadi kerumahnya untuk mengangkut mayat Joyo Maruto.
Sementara Yasin masih menunggu ditempat itu di temani Tohari kakak sepupunya.
Tinggal selangkah lagi Tugas yasin dalam menyelesaikan kasus yang ada selama ini, tinggal memenjarakan Jin yang menyesatkan banyak orang tersebut, meski sebenarnya masih banyak Jin jin lain juga yang menyesatkan manusia. Namun yang ini memang sudah menjadi tugas Yasin untuk memenjarakan dia, dan sudah kodrat juga bahwa praktek praktek kejahatan dan kesesatan akan tetap dan terus ada. Sedangkan kita hanyalah meminimalisir itu, tak akan mampu menghilangkan sama sekali.
Setelah Sena berangkat mencari pak Yadi, Tohari dan Yasin menyingkirkan mayat Joyo Maruto ke tempat lain. Dan mereka pun beristirahat di bawah pohon yang cukup rindang, sekaligus memulihkan tenaga bagi Yasin yang masih harus melawn Jin Anyi anyi nati malam. Dan sampai saat itu pun Gong Simo Ludro pun belum di tayangannya. Namun Yasin Yakin jika aka nada jalan untuk mengalahkan Jin itu dengan atau tanpa Gong Simo lUdro itu….!!!
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Satu Episode lagi.
__ADS_1
Episode terakhir,
"Memenjarakan Jin Pemimpin Khodam Jahat "