
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
............
Namun kekagetan mereka dan kami juga bertambah. Ketika darah Joyo Maruto menyentuh Tanah dia malah hidup dan bangkit lagi sambil tertawa terkekeh kekeh.
“Auuuunngh….. ha ha ha tak ada lagi yang mampu membunuh aku sekarang ini, Auuuunngh….!” Teriak Joyo Maruto.
Aku dan kang Tohari jadu semakin heran dengan orang orang itu yang rela menyatu dengan Iblis sampai segitunya…???
“Tampaknya kita harus menghadapi Iblis berujud manusia kang, kita harus mencari cara yang tepat untuk dapat mengalahkan mereka.” Kataku pada kang Tohari.
“Aku hadapi Joyo Maruto sementara kamu hadapi Dua orang muridnya. Karena Joyo Maruto lebih berbahaya dari kedua muridnya.” Kata kang Tohari kepadaku.
“Tapi bagaimana caranya kang, memisahkan mereka bertiga agar tidak bersatu melawan kita berdua ?” tanyaku.
Kang Tohari tidak menjawab pertanyaanku namun langsung menyerang Joyo Maruto dengan kecepatan yang tidak bisa terlihat oleh mata biasa. Dan Joyo Maruto sendiri merasa kaget mendapat serangan dari kang Tohari yang begitu cepat. Sehingga Joyo Maruto beberapa kali harus melompat menghindari serangan kang Tohari yang mematikan. Aku segera dapat menangkap maksut kang Tohari kemudian aku pun segera bertindak menyerang kedua murid Joyo Maruto dengan serangan yang langsung menggunakan seluruh batas kemampuan lahir dan batinku.
Dan seperti kang Tohari aku menyerang kedua orang murid Joyo Maruto itu dengan harapan dapat menggiring mereka agar menjauh dari Joyo Maruto. Dan dengan mengerahkan segenap kemapuanku aku berhasil menjauhkan kedua murid Joyo Maruto itu dari gurunya. Dan hal itu tidak di sadari oleh mereka, karena Joyo Maruto sendiri sibuk menghadapi kang Tohari yang sama sama mempunyai kemapuan bergerak cepat seperti angin. Namun sekilas aku masih sempat melihat jika stamina kang Tohari jauh diatas Joyo Maruto. Disamping Faktor usia juga factor fisik kang Tohari lebih meyakinkan dengan badan tinggi besar juga berotot.
Dibandingkan tubuh Joyo Maruto yang meskipun besar namun hanya urat urat nya tidak berbentuk seperti kang Tohari yang menunjukkan body seorang pendekar. Hanya saja karena Joyo Maruto memiliki ilmu iblis sehingga beberapa kali dia terjatuh tak berkutik namun dapat bangkit lagi. Itu yang membuat aku sedikit mengkhawatirkan kang Tohari. Meskipun dua lawan yang ku hadapi pun sama kuatnya dengan ilmu yang di milikinya.
Dan saat aku terlena karena mengkhawatirkan kang Tohari justru serangan Maheso Suro dan Mento Rogo berhasil mengenai aku. Sehingga membuat aku jatuh bergulingan di atas tanah. Kemudian aku mendengar ucapan kang Tohari yang sambil bertempur melawan Joyo Maruto.
“Jangan pedulikan aku, aku akan bisa mengatasi Joyo Maruto. Konsenlah dengan kedua musuhmu itu…!” ucap kang Tohari memperingatkan aku.
Aku segera Bangkit dan kembali konsen melawan kedua murid Joyo Maruto itu. Mento Rogo lebih memilih menggunakan Rapal Tameng wojonya untuk menghadapi aku. Dibanding dengan ajian welut putihnya. Karena tidak bisa menggunakan keduanya sekaligus. Sedangkan Maheso Suro focus juga dengan ilmu giling wesinya. Sehingga tiap kali akan menerima pukulan dariku maka Mento Rogo lah yang menyambut pukulanku. Dan serangan yang diarahkan kepadaku lebih banyak Maheso Suro yang melancarkan dengan ilmu Giling Wesinya. Hal ini juga cukup merepotkan aku.
Karena disamping harus menghindari serangan Maheso Suro yang berbahaya juga harus menggempur pertahanan Mento rogo dengan ilmu Rapal Tameng Wojo nya.
Sungguh pertempuran kali ini benar benar sangat melelahkan bagi kami, sudah hampir setengah malam kami bertempur namun belum menunjukkan siapa yang bakal menang dan siapa yang bakal kalah. Meski beberapa kali aku dan kang Tohari berhasil merobohkan lawan. Namun dengan segera mereka akan bangkit lagi dan kembali segar bugar lagi. Bahkan justru aku dan kang Tohari yang lama lama mengalami kelelahan karena begitu banyak mengeluarkan energy.
“Kalo begini terus bisa bisa aku yang akan dihabisi oleh mereka.” Pikirku. Karena kulihat kang Tohari pun sudah mengalami penurunan kecepatan dalam bergerak karena Stamina yang sudah terkuras. Keadaan yang benar benar tidak menguntungkan bagi kami.
Disaat aku dan kang tohari yang sudah hampir kehilangan tenaga itu tiba tiba mendengar suara Ayam berkokok, menunjukkan waktu sudah hampir subuh dan hampir memasuki Fajar Sodiq. Tanpa kami duga Joyo Maruto dan Kedua Muridnya pun pergi meninggalkan pertempuran, mereka melarikan diri sambil berseru.
“Auuuunnggh….. kita lanjutkan nanti malam ditempat ini juga dan harus ada yang terbunuh kami atau kalian berdua, auuuunnggh….!” Teriak Joyo Maruto sambil kabur bersama kedua Murid nya.
Aku dan kang Tohari bisa sedikit bernafas lega. Kemudian aku mendekati kang Tohari dan bertanya kepadanya.
“Bagaimana kang, apa rencana kita selanjutnya, karena kita di perintahkan untuk menumpas mereka bukan sekedar menyelamatkan dua gadis kecil itu saja ?” tanyaku sambil terengah engah.
“Kita pikirkan nanti, ada baiknya kita habis subuh ziaroh ke petilasan syaikh Jumadil Kubro. Sambil beristirahat disana, kita atur strategi untuk mengalahkan ilmu iblis tersebut.” ucap kang Tohari.
“Iya kang, Aku merasa ada keanehan dengan kaburnya mereka tadi.” Kataku pada kang Tohari.
“Keanehan bagaimana ?” Tanya Kang Tohari.
“Mereka saat ini memiliki kekuatan iblis dari Makhluk Astral yang bersumber dari makhluk berujud serigala Gaib. Dan mereka tadi kabur setelah mendengar suara ayam berkokok yang ketiga kalinya. Berarti mendekatii Subuh.” Jawabku pada kang Tohari.
“terus aneh bagaimana Maksutnya ?” Tanya lanjut kang Tohari.
“Suara ayam itu pertanda jika Ayam itu melihat malaikat, sedangkan suara raungan/auman Anjing atau serigala ( yang Asli ) pertanda mereka melihat Jin/Syetan. Mereka takut saat Fajar Sodiq takut kehadiran malaikat. Aku menyimpulkan mereka akan melemah saat waktu Sahr ( orang banyak menyebut waktu Sahur \= +- 30 menit sebelum subuh ). Mungkin i\=waktu itu waktu yang tepat untuk menghabisi mereka. Karena Khodam mereka pun tidak akan berani membantu jika sudah waktu Sahr.” Kataku pada kang Tohari.
“Hmm masuk akal juga, namun itu nanti saja kita bicarakan, sekarang kita pergi cari tempat untuk sholat subuh. Setelah itu kita naik ke puncak bukit Turgo. Kita ziarah ke petilasan ( \= tempat yang pernah di jadikan kholwat, bukan makam meskipun disitu juga ada Nisan.) Syaikh Jumadil Kubro.” Jawab kang Tohari.
“Baik kang.” Jawabku singkat sambil berjalan mencari sumber mata air untuk berwudhu kemudian menjalankan sholat subuh.
Setelah membersihkan diri dan berwudhu, kami mencari tempat untuk menjalankan Sholat Subuh. Dengan beralaskan daun pisang yang kami cari disekitar tempat tersebut sebagai pengganti Sajadah, agar kesucian tempat Sholat benar benar terjaga.
__ADS_1
*****
Di rumah Yasin
Author POV
“Zulfan dan Farhan kalian banyak banyak lah membaca Hizib Nashor dan niatkan untuk meminta pertolongan kepada Allah agar Sena, Yasin dan Tohari diberikan pertolongan Allah sehingga mampu mengalahkan kebathilan yang melanda saat ini.” Ucap kang Salim di tengah musyawarah keluarga besara Yasin.
“Iya kang, terus kira kira sampai kapan mereka akan menyelesaikan tugas tugasnya ?” Tanya Farhan.
“Wallahu a’lam kalo itu hanya Allah yang tahu. Namun kita tetap harus yakin akan datangnya pertolongan Allah.” Jawab Kang Salim.
Kemudian yuyut pun ikut member tanggapan dari apa yang disampaikan kang Salim.
“Angger Salim, kamu adalah murid senior dari Abah Thoha, jadi dalam hal ini kamu adalah kakak dari cucuku Yasin dan Istrinya Fatimah. Jadi aku serahkan padamu untuk mengarahkan semua orang disini agar bisa membantu cucu mantuku.” Ucap yuyut.
“Aah jangan begitu Yuyut, saya gak ada apa apanya dibanding Yuyut. Saya masih anak ingusan ibaratnya. Yang masih harus banyak belajar kepada Yuyut.” Ucap kang Salim merendah.
“Tidak ngger, kamu memang masih muda tapi kamu tetap saja menjadi pemimpin dalam hal ini.” jawab Yuyut.
“Baiklah Yuyut, saya menerima tapi ini saya anggap perintah yuyut sebagai sesepuh saya. Karena kalo saya tidak mau artinya saya membangkang perintah Yuyut.” Ucap Kang Salim.
Kemudian yang lain pun hanya mengikuti apa kata kang Salim.
“Untuk kedua pasangan pengantin yang baru saja menikah, mala mini saya bebas tugaskan kalian gak usah ikut mujahadah dan berdoa dulu. Kenalilah pasangan hidup kalian masing masing, sehingga kalian nanti bisa saling menyesuaikan diri karena pernikahan itu menyatukan dua hati yang berbeda.” Ucap kang Salim yang membuat kedua pasangan pengantin yang baru saja menikah siangnya itu jadi tersipu malu.
Kemudian mereka di kejutkan oleh kedatangan Sena yang membawa dua gadis kecil yang berhasil di selamatkan.
“assalaamu ‘alaikum…!” ucap salam Sena sambil tergopoh gopoh.
“Wa ‘alaikummussalaam….!” Jawab semuanya kompak berbarengan.
“Lah itu anak siapa yang kamu bawa ?” Tanya Nurul Istri Sena.
“Ini anak yang mau di jadikan tumbal, kata kang Tohari disuruh mengembalikan ke kedua orang tuanya. Tapi karena kondisi dua anak ini seperti linglung makanya saya bawa kesini dulu untuk disembuhkan.” Ucap Sena.
“Sudah Sena, kamu istirahat dulu sekarang, tolong ambilkan minum untuk Sena.” Ucap kang Salim tenang.
“Lah mas Ahmad mana sama kang Tohari mas ?” Tanya Nurul pada Sena. Setelah Sena minum.
“Mereka tadi aku tinggalkan saat masih bertempur melawan Maheso Suro dan Mento Rogo.” Jawab Sena.
“Lah kok mereka kamu tinggalin mas ?” Tanya Nurul protes.
“itu perintah kang Tohari, agar aku atau mas Yasin menyelamatkan anak ini lebih dulu. Dan aku yang disuruh mas Yasin untuk membawa anak anak ini. sedangkan mas Yasin menahan Mento Rogo dan kang Tohari menahan Maheso Suro agar tidak mengejar aku.” Jawab Sena.
“Sudah,,, apa yang di perintahkan kang Tohari itu sudah tepat. Anak ini diselamatkan dulu. Cepet bawa kemari anak itu.” ucap kang Salim.
Dan ketika anak itu didekatkan kang Salim kemudian kang Salim hanya membacakan ayat Kursi dan sholawat Jibril kemudian meniup ubun ubun anak itu. dan seketika dua anak itu tersadar dan menangis ketakutan.
Fatimah dan Isti yang sudah bersiap disamping kedua anak itu segera memeluk dua gadis kecil itu untuk menenangkan mereka. Tangis kedua anak itu sungguh memilukan, mereka bercerita jika tahu tahu mereka sudah diikat di sebatang pohon. Dan dalam pandangan mereka di sekitar mereka di jaga oleh berbagai macam binatang buas. Dari mulai ular yang sangat besar, serigala bahkan juga banyak makhluk makhluk aneh yang sangat menyeramkan yang seakan akan siap untuk memangsa mereka berdua.
Kemudian tiba tiba ada petir yang menyambar dan membubarkan makhluk makhluk mengerikan juga binatang buas yang ada. Dan selanjutnya datang Sena yang membawa mereka, namun mereka merasa masih seperti di ikat. Padahal secara fisik mereka sudah dilepaskan dari ikatan.
Namun ternyata batin mereka masih diikat oleh kelompok Joyo Maruto, dan rencananya akan di jadikan tumbal. Untung Sena tepat dalam bertindak untuk membawa ke rumah yasin agar diobati lebih dulu. Sehingga keduanya bisa sadar dan lepas dari pengikat batin yang di pakai oleh kedua Murid Joyo Maruto itu.
Setelah cukup tenang barulah kedua anak itu diantar ke kampungnya dengan menghubungi pak Yadi lebih dulu sebagai pihak yang berwajib. Dan kembali kang Salim melanjutkan pembicaraan seputar pertempuran melawan bentuk kedholiman yang tengah terjadi.
“Maaf Yut, ada baiknya ilmu lebur sakethi milik Yuyut dipinjamkan minimal kepada Yasin untuk menghadapai Joyo Maruto. Sedangkan untuk menghadapi Jin pimpinan mereka saya sendiri nanti yang akan membantu Yasin.” Ucap Kang Salim.
“He he he… Yuyut lupa bilang jika Yasin sudah ku beri ilmu itu lewat pertempurannya dengan Khatimah dulu. Mungkin Yasin yang belum mampu menggunakanya.” Ucap Yuyut sambil tertawa seakan gak ada rasa Khawatir sama sekali dengan pa yang sedang di hadapi Yasin dan Tohari.
“Owh begitu, gak papa biar nanti saya yang akan menyusul mereka dan member tahu rahasia untuk mengalahkan mereka.” Ucap kang Salim.
“Kapan kang Salim mau menyusul suamiku dan kang Tohari ?” Tanya Fatimah kepada kang Salim.
“Sabar Fat, tidak mala mini tentunya. Malam ini masih aman mereka gak akan selesai semalam dalam bertempur, dan itupun masih akan dilanjutkan pertempuran dengan Jin yang di pujanya itu. dan itu juga membutuhkan waktu lebih dari dua hari.” Jawab kang Salim.
__ADS_1
“apa gak kecapean kang mereka nanti ?” Tanya Fatimah pada kang Salim.
“Kalo cape iya pasti, tapi kecapean sih tidak mereka cukup terlatih untuk itu.” jawab Kang Salim.
“Pertempuran akan berlangsung pada malam hari saja, dan saat pagi mereka akan kabur. Dan Yasin harus mampu menahan mereka agar tidak kabur menjelang siang hari.” Sahut Yuyut.
“Sulit dong Yut kalo Begitu ?” ucap Fatimah.
“Tidak ada hal yang mudah sekarang ini, mau gak mau harus begitu.” Jawab Yuyut enteng.
“Lebih ringkasnya begini saja, kita yang di rumah mendoakan mereka yang sedang berjuang di tempat musuh. Dan besuk ketika sudah waktunya saya sendiri yang akan datang member bantuan kepada Yasin.” Ucap kang Salim.
Kang Salim segera memimpin mujahadah dan membaca Hizip Nashor serta doa doa lain memoboh keselamatan bagi Yasin dan Tohari.
Setelah itu pun mereka beristirahat samapi menjelang Subuh.
*****
Sementar itu Yasin dan Tohari sudah sampai di petilasan Syaikh Jumadil Kubro. Dengan susah payah mereka menaiki tempat tersebut lewat jalur lain yang lebih sulit medannya, karena medan yang biasa di gunakan memutarnya terlalu jauh.
Dan mereka berdua mengirimkan doa doa kepada para leluhur dan khususon kepada Syaikh Jumadil Kubro. Dan mereka kelalahan sehingga terlelap dalam doanya dan keduanya sama sama tertidur pulas di puncak bukit Turgo tersebut.
Sampai akhirnya mereka terbangun saat Matahari sudah Tinggi dan memanaskan tubuh mereka sehingga terbangun
“Ahmad bangun sudah Dhuhur…!” ucap Kang Tohari yang lebih dulu bangun.
Yasin atau Ahmad Sidiq pun terbangun dan segera bangkit untuk mandi dan Sholat, meski mereka tidak membawa baju ganti…..!!!
**********************
Di Akhir episode ini sebelum masuk ke episode akhir dan di lanjutkan judul berikutnya perlu saya sampaikan bahwa Cerita ini hanya bersifat Hiburan semata. Meski ada beberapa kisah yang yang benar benar terjadi, namun selebihnya adalah imaginasi saja. Mohon bijak dalam mensikapi. Sedangkan untuk beberapa hal yang berupa informasi pengobatan herbal / Alami itu real bisa di coba tidak ada efek sampingnya.
Dan akan Author lanjutkan di cerita setelah ini dengan judul ‘Pewaris Stambul Al-Quran’ dengan tokoh utama Sidiq dan Jafar, Sebagai kelanjutan cerita ini.
Author mengucapkan terimakasih atas segala bentuk dukungan dan saran dari Readers baik berupa saran komentar kritik dan lainya.
Semoga kelanjutan cerita ini nanti, Author mampu menyajikan yang lebih baik lagi.
Episode berikutnya : “ Tewasnya Maheso Suro dan Mento Rogo”
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...