Isyaroh

Isyaroh
Miss dengan Isti


__ADS_3

Cuplikan akhir periode lalu


Aku gak ingin Fatimah sakit hati.


Tapi aku juga tidak ingin jadi bapak yg tidak bertanggung jawab. Jadi Aku harus bagaimana Is...??? "


" Apa....?


Kok bisa begitu ceritanya ??? "


" Ya memang kenyataanya begitu Isti... ! "


" Aduh gimana ya Isti juga bingung, gak kebayang jika Isti adalah Fatimah. Harus bersikap gimana ?!? "


" Jadi belum bisa kasih solusi Is ? "


" Maaf mas, untuk saat ini Isti 'anah belum bisa komen apapun. Tapi minimal mas tanggung biaya hidup anak itu. "


" Iya kalo itu pasti, dia darah dagingku. Masalah bukan pada biaya. Tapi soal perasaan Fatimah, yg pasti akan tahu cepat atau lambat...!"


" Iya Isti ngerti, Fatimah pasti juga bingung. Mau menyalahkan mas, itu dosa masa lalu. Gak nyalahin, Fatimah juga kena imbasnya dn tentu hatinya juga sangat terpukul.


" Iya Is, tolong jaga dulu rahasia ini ya. Minimal sudah cerita padamu, sedikit mengurangi ganjalan hatiku. mungkin gitu dulu kita lanjut besok. Kalo mau jenguk kakakmu kabari aku, Insya Allah tak bantu bicara, biar dia mau taubat.


"Iya mas, aku ijin mo tlp Fatimah boleh ? "


" Silahkan, tp itu tadi jangan disinggung ya, aku mohon !!!"


" Iya tenang saja, Isti pinginya kalian rukun terus,


السلام علیكم و و


" وعلیكم السلام و و


Kami mengakhiri chat kami.aku coba pejamkan mata. Sendirian dirumah membuat susah tidur.


Saat mataku hampir terlelap, antara sadar dan tidak. Sayup sayup kudengar seperti langkah kaki yg berjalan diseret.


sreekk sreeek...


Aku bangkit mencari sumber suara itu. Tapi saat aku sampai ruang mujahadah, suara itu lenyap. Berganti suara seperti orang mengguyurkan air sedang mandi.


" Siapa malam malam begini mandi dirumahku " batiinku.


Kuberjalan menuju kamar mandi.


" Siapa di dalam ? " tanyaku


.....


.....


Sesaat hening tak ada jawaban.


" Ada orang tidak di dalam, kalo gak jawab pintu tak dobrak " Ulangku...!


.....


.....


Tetap tak ada jawaban.


Pelan pelan kudekati pintu, kubuka pintu kamar mandi, pelan pelan ku buka...


...Kosong......


Bahkan lantainya pun kering...???


Padahal jelas tadi ada orang mandi batinku.


Kok aku jd merinding ya...?


Tiba tiba pintu keluar dekat kamar mandi terbuka. Bersamaan angin kencang berhembus.


Apakah aku lupa mengunci pintu tadi. Baru saja aku melangkah mau menutup pintu, ada bau busuk yg menyengat, seperti bau bangkai. Benar benar bikin mual, huugk. Hampir saja Aku muntah, tapi bau itu hilang. Berganti aroma sangit seperti bau nasi hangus. Kulihat tidak ada kompor menyala. Aku tidak jadi menutup pintu justru keluar lewat pintu belakang rumah.


Gak ada apa apa, mataku mengamati sekeliling. Berharap tanaman daganganku, tidak rusak atau dicuri orang.


Kayaknya utuh dan komplit.


Lalu melangkah semakin kluar, lihat tempat eksperimen tanaman buah.


Kok ada pohon pisangnya, apa Amir atau heri tadi yg Nanam. Pikirku. Ah biarin lah, batangnya besuk bisa digunakan buat media tanam.


Aku berkeliling kebun kecilku. Kayak ada yang aneh...?!?


Bulu kudukku merinding saat mencium aroma bunga melati. Rasanya aku tidak menanam bunga itu...?!? Kenapa aroma melatinya begitu kuat ?


Aku semakin penasaran, kucari sumber aroma melatinya. Mungkinkah Amir atau Heri yg menanam melati..? Aku berputar keliling kebun mencari tanaman melati.


Tidak ku temukan tanamanya, mana pohon pisang yg tadi ? kok gak ada, padahal td disini ???


Apa aku tadi salah lihat ? Terus apa yg kulihat tadi ???


Aku berdiam cukup lama, ditempat dimana tadi disitu aku lihat ada pohon pisangnya.


Samar samar kulihat ada benda bergerak, " Ah lupa gak bawa hp buat penerangan. " bisiku dalam hati.


kudekati sesuatu yg bergerak lambat tersebut hati hati. Takutnya pencuri yg kemudian nekat.


Mengandalkan cahaya lampu yg remang remang dari lampu di ujung dapur aku lihat. sesuatu yg bergerak tersebut, ternyata...



" Sundel bolong...?!? " pekikku


Kemudian dia berputar arah 90 derajat, memperlihatkan sebelah pipinya yg hancur.


Dan aroma melati tadi berubah jadi aroma bangkai.


" Mau apa kamu kesini ? " Gertak ku.


" Aku cuma disuruh....! " katanya


" Disuruh apa ? " tanyaku


" disuruh mengambil sesajen disini " jawabnya


" Aku gak pernah pasang sajen, gak ada sajen disini. kamu pergi saja..." perintahku.


" Sebentar lagi,.... sebentar lagi sajen itu datang...! " katanya.


Sajen...?!?


Apakah itu kembang yg aku lihat waktu itu...???


Ingatanku kembali pada saat kutemukan, bungkusan kembang. waktu itu aku baru pulang...


.......


flash back


Tiba tiba kulihat dr temaram lmpu hp, di kejauhan nampak sosok putih kecoklatan. Masak sih pocong nggangguin matiin lampu...? batinku


Aku terus mencari Meteran listrk rumah


Oh ada yg matiin saklar meteran. Apakah Itu Amir...?


Aku segera pindah ke posisi ON.


Setelah lampu menyala, tampak bungkusan kembang yg di bunkus daun pisang seperti buat sesaji...


Ah siapa yg beli kembang sesaji jatuh disini, jalur setapak masuk rumahku ini hampir tidak pernah filewti orang.


Aah biarlah kalo ada yg merasa kehilangan biar mencari.


Aku biarkan benda itu, Aku lgsg masuk Rumah dan duduk di ruang tamu.


...flashback end...

__ADS_1


................


Apa ada hubunganya dengan itu ?


" Untuk apa pasang sesaji disini ? " tanyaku.


" Untuk membuatmu tempat ini jadi gelap, dan kamu gak betah tinggal disini....!" jawabnya


" Siapa orang yg pasang sajen ? apa tujuanya ? " kucecar makhluk itu dengan pertanyaanku.


" Tanah warisan ! " jawabnya singkat.


Aku sudah menduga....!


Pasti dia mengincar hak dan tanah rumah ini. Tidak ingat hak waris kakak kandungku, yg berupa sepetak sawah. Sudah dijual untuk beli tanah pekarangan dan bangun rumah yg di tempati.


Bahkan jika diuangkan nilainya jauh diatas tanah yg aku tempati ini. Dasar manusia serakah....!!! "


Tanganku menggenggam menahan Amarah. Ini bukan soal harta semata, tapi jika tanah ini jatuh padanya. Pasti juga ludes di meja judi...!!!


Aku hafal tingkahnya, karena tidak sekali dua kali bertemu di arena judi.


Bahkan pernah satu meja judi denganku dulu..


...flash back masa lalu...


" Kampreeet qiu qiu gue bisa kalah sama nilai murni...! " Umpat kakak Iparku.


" Lo aja yg main emosioanal, gak baca kartu lawan...!? " Sergahku.


" Pinjam duit lo dulu, masih penasaran gue Mad...?! " ucapnya.


" Pinjem apa minta ? yg kemarin kemarin aja gak dibalikin masih bilang pinjem ! " gerutuku.


" Pinjam lo catet aja totalnya berapa, besuk klo menang gue ganti ! " katanya.


" Menang dari hongkong...? main gitu mau menang, kapan pernah menang ? " Jawabku ketus.


" Udah lo mo kasih pinjem gak Mad ? kalo gak biar lanjutin bertiga aja " ! Kata gambler satunya.


" Ogah kalo kasih buat main lagi, kalo mo pulang baru gue kasih. buat ongkos pulang. sama nitip buat anak bininya " kataku


" Dasar pelit lo, gak butuh terima duit lo...! " katanya marah.


" gue juga gak sudi kasih duit ke lo " jawabku gak mau kalah.


" Lo ngomong apa...? mo ngajak ribut lo ?!? " Ancam kakak Iparku.


Aku yg waktu itu juga sudah kemasukan alkohol jd makin berang. Tanpa bicara kupukul pelipisnya, hingga jatuh terjungkal


" bangun lo... kalo istrimu bukan kakak kandungku, udah gue habisin lo dari kemarin...! " Aku sudah lepas kontrol.


Lihat kakak iparku yg sudah jatuh gak mau bangun. Kuambil botol bir yg sudah kosong mau ku pukulkan kepalanya.


Tiba tiba semua orang memegangi aku, sebagian membawa kakak iparku keluar.


" Udah mad lo berdua kan saudara, lo kebanyan minum Mad...! " seseorang menasehatiku.


" Udah lo cepet keluar sono, bikin ribut aja. kalah yaudah pulang sono. Gak mau kalah jgn judi lagi." Seorang yg lain memarahi kakak iparku.


Itulah hubunganku, dengan kakak iparku dulu.


...flashback end...


Sundel itu sudah pergi, apa sudah ambil sajenya ?


Kuintip tempat dulu menemukan sajen kembang. Benar.... ada sesaji yg ditaruh situ. Dan sekelebat bayangan orang masih sekilas nampak dan lenyap di pengkolan jalan.


Hadddeewwh muncul lagi masalah baru, batinku.


Aku harus melakukan sesuatu. Aku rasa harus istirahat dulu, tiba tiba kantukku datang lagi. Meski wajahku sudah kubasuh air wudhu. Aku terlelap di kamarku dan terbangun saat Alarm berbunyi.


" Aah jam 04 pagi...." ucapku pd diri sendiri lalu kumatikan alarm. Tapi rasanya masih enggan bangkit dari pembaringan.


..............


Saat pagi, ketika baru ngopi...


" Wa 'alaikummussalaam...


Masuk Her, mau ngopi bikin sendiri sana." ucapku ke Heri.


" Gak usah pak, saya cuma mau pamit hari ini ada jadwal di kampus ! " kata Heri.


" Iya gak papa, Utamakan kuliahmu Her. Disini buat sampingan saja. " ucapku lanjut.


" Sama ini pak, boleh gak kalo ada temen kampus yg mau belajar grafting ? " tanya Heri.


" Boleh silahkan saja " jawabku.


" Ya pak makasih, saya pamit dulu


Assalaamu 'alaikum..."


" Wa 'alaikummussalaam..


Aku menghisap rokok ku kembali.


Ditemani segelas kopi bikinan sendiri. Terasa repot jika hidup tidak di temani istri, hihihi.


Fatimah lagi apa ya ? Tiba tiba timbul rasa kangen..


Ah biar dia disana dulu, jika kondisi aman baru kuboyong kesini lagi.


Chat dia aja lah,


" السلام علیكم و و


Sayang...


Udah mandi belum ?


" و علیكمالسلام و و


Udah dong mas..


Oiya, semalam Isti tlp lama banget


Ceritanya gimana mas, itu kakaknya Isti ? "


Waduh gak tlp gak chat, aku tanya satu jawabnya bisa lima.


" Katanya udah telpun Isti, kan dia udah cerita banyak ! "


" Dih mas cerita aja kenapa sih ? Kan Fatimah pingin denger dari mas sendiri...? "


" Apa Fatimah gak percaya sama Isti, harus tanya sama mas lagi ? "


" Percaya sih...


Pingin mastiin aja, apa kakak nya Isti beneran di penjara mas ? "


Aku sudah menahan tidak mau mengatan itu. Gak enak sama Isti eeeh Fatimah malah tanya lgsg.


" Mass...? "


Fatimah chat minta jawaban...


"Iya...


Aku gak enak mau bilang gitu.


Punya saudara berstatus NAPI tu gak enak. jadi cibiran tetangga.


Masih mending Napi nya sekalian. Gak denger omongan nyinyir.


Makanya mas gak tega bahas itu. ! "


" Iya maaf mas

__ADS_1


Maksut Fatimah juga kasihan Isti !"


Pasti sedih banget dia.


" Iya sama...


Tapi mas bisa apa, kasusnya sudah diangkat. Bentar lagi sidang "


" Ya lakukan apa kek mas, biar Isti gak sendirian. Kasihan semalam nangis di telpun "


" Ini juga mas lg mikir, gimana cara bantuin Isti. yg plg penting biar kakaknya sadar....! "


" Yaudah mas makasih ya, mau bantuin temen Fatimah...! "


" Gak usah lebay gitu lah, Fatimah. Mang Isti bukan temen mas juga !? ? "


" Iya temen mas juga lah mas ! "


" Ya udah gak usah bilang makasih gitu....!!! "


" Yeee kan bahagia mas "


" Ya udah gitu dulu aja, mas mau tanya Isti. Jenguk kakaknya jam berapa ? Mo janjian ketemu disana "


" Iya mas...


السلام علیكم و و


" وعلیكم السلام وو


Apa yg harus kulakukan...!


Mau gak mau harus tanya Isti, maksutnya harus koordinasi.


السلام علیكم و و


Isti mo jenguk kakakmu jam berapa ?


Chat ku pada Isti.


وعلیكم السلام و و


Ini mo berangkat mas


ketemu disana ya ?


Balasan chat Isti.


Aku lgsg berangkat tanpa jawab Chat Isti.


Seperempat jam aku sampai Polda. Kutunggu Isti di pintu masuk sambil melihat lalu lintas di ring roat.


Tak berapa lama kemudian kulihat beberapa org masuk ke polda. Ah kayaknya si Gembul tuh. Pasti mo lihat kondisi Rofiq sebelum sidang. Aku sembunyikan wajahku dibalik slayer biar gak dikenali.


" Udah disiapin duitnya, biar tutup mulut saat sidang nanti ? " Salah satu rombongan berkata.


" Udah tenang saja, yg penting Rofiq mau tutup mulut. kita dpt duit banyak !!!" Suara Gembul menjawab.


Rencana apa yg akan dilakukan mereka, ?


Kulihat Isti dngan motornya datang.


" Is... Isti... Aku Yasin... tunggu sebentar. ! " Seruku pelan pada Isti.


" Mas kenapa wajahnya ditutupi gitu ? " tanya Isti.


" Tenang Is.... ada anak buah kakakmu masuk, takut mengenali aku. Kamu masuk duluan, jgn bicara apapun. cukup dengerin saja. Aku masuk belakangan ! " Jelasku pada Isti. Tidak mungkin bicara detail pada teman teman santri yg polos.


Aku mencari tempat yg nyaman, sambil mengamati keadaan. Menunggu Gembul cs keluar.


Lama menunggu, akhirnya Gembul cs keluar juga. Kulihat eksprsi wajahnya agak murung. Apa terjadi perang mulut dgn Isti ? Terus gimana keadaanya...? Aku buru buru masuk ke ruang tahanan Rofiq.


" Kamu gak papa Is ? " tanyaku pada isti.


" Iya gak papa kok mas " jawab Isti.


" Kok kaya habis nangis ? " tanyaku lanjut.


Isti hanya diam terus isak tangisnya yg terdengar.


" Isti gak nyangka..."


" Isti gak nyangka kalian separah itu mas....? " kata Isti


Aku tak faham maksutnya.


" Maksut kamu apa Is ? " tanyaku


Tiba tiba Rofiq teriak.


"Isti.... jangan dengerin mereka tadi. Mereka yg bohong teman kamu itu tidak seperti yg mereka katakan tadi. Aku hanya pura pura tadi... ! " kata Rofiq sambil memberi kode sandi khusus padaku. Sandi yg biasa kami gunakan dulu.


" Maksut mas Rofiq...? " tanya Isti


" Yang bawa kabur istriku bukan dia tapi orang lain." jawab Rofiq


" Owh jadi mereka tadi mau fitnah aku ya bang Rofiq ? " tanyaku.


" Betul, dan aku pura pura percaya, padahal aku sudah tahu siapa orang nya ! " jawab Rofiq.


Isti tambah bingung karena kepolosan dia.


" Kok Isti malah makin gak ngerti ? " kata Isti.


" Udah Is tenang, kali ini biarkan aku bicara dengan kakakmu. Nanti aku jelaskan ! " pintaku pada Isti.


Isti agak protes


" Gak bisa begitu mas, Isti butuh ngerti ? " jawab isti.


Kupegang pundak Isti, kupandangi wajahnya dalam dalam.


" Isti.... bukan aku mau menutup nutupi. Tapi ini demi kebaikan kakakmu, aku dan juga kamu sendiri. Ini adalah kehidupan nyata diluar pesantren. Kamu terlalu polos dan lugu dalam hal ini. Aku dan kakakmu, sudah malang melintang di dunia hitam.


Sedangkan kamu sama sekali tidak faham. beri aku dan kakakmu waktu bicara. Nanti baru aku jelaskan. !" kataku memberi pengertian pada Isti.


Lalu aku dekati Rofiq,


" Tidak perlu menggunakan cara lama bang. Ingat keselamatan Isti adikmu. Serahkan masalah ini pada yg berwajib. Agar Hukum yg bekerja, mari kembali seperti sebelum bang Rofiq terjerumus. " ucapku kepada Rofiq.


" Dendam di hatiku belum bisa hilang. Sebelum aku habisi orang itu...! Kamu gak usah nasehati aku, ini urusan pribadiku " jawab Rofiq


" Tidak... aku tidak akan tinggal diam. Adikmu sahabat baik istriku dan aku. Tindakanmu akan menimbulkan dendam baru, yg bisa membahayakan keluargamu termasuk Isti adikmu !!!" Kataku dengan tatapan tajam ke arah matanya.


"Aku tidak takut...!!! Aku lbh baik mati dr pada sakit hati...! " Rofiq berteriak.


Isti jadi panik, dan menangis..


" Pikirkan dengan hati tenang, jadilah Rofiq yg dulu. bukan Rofiq yg kemarin bang ! " kataku.


Aku hafal betul sikap dari Rofiq cs, sehingga tahu rencana dipikiran Rofiq yg tidak diketahui Isti.


Dia berencana kabur dari penjara untuk balas dendam dengan gembul. Orang yg ternyata melarikan istrinya sekaligus adalah anak buahnya. Gembul yg berpenampilan halus, yg sebenarnya adalah penyedia wanita untuk hidung belang.


Wajahnya yg muram, saat keluar tadi. Karena takut ancaman Rofiq yg akan membunuh dengan tanganya sendiri. Orang yg melarikan istrinya dulu.


Meskipun tadi aku yg akan dijadikan kambing hitam. Dan Rofiq pura pura percaya. Tapi ekspresi wajah ketika melihat wajah Gembul tidak bisa di tutupi.


Ekspresi kebencianya sangat kelihatan dan terbaca oleh Gembul yg biasa bersandiwara dalam menjerat mangsanya. Para wanita wanita yg akan dijerumuskan dalam dunia Prostitusi.


" Pikirkan bang, ingat adikmu punya wajah yg cantik. Jangan sampai demi menuruti emosimu " kataku.


Rofiq menangis..


Isti justru salah sangka dengan ucapanku.


" Mas Yasin ingat ya, mas itu suami Fatimah sahabatku. Jangan coba coba merayuku. Isti benci kamu ! teriak isti...


Aku jadi bingung menghadapi nya.

__ADS_1


...bersambung...


__ADS_2