
Lama lama tertidur juga akhirnya, saat bangun yg lain sudah pada selesai sholat dhuhur. Aku pergi mandi dan persiapan sholat.
Uuugh... dikamar mandi menggeliat meluruskan punggung dan memutar badan bag atas. kreeepppek kreeepppek bunyi tulang punggungku yg terasa pegal. Aaah kalo dirumah minta pijitin Fatimah nih. Disini ya tahan aja dulu.
Saat mengguyur pertama terasa agak agak perih di pinggang kanan.
Owh mungkin semalem kena onak duri gak terasa waktu ngumpet digerumbul.
Ternyata benar saat menyabun, banyak duri duri kecil nancap dipinggang. Sebagian hanya meninggalkan goresan tidak ada durinya.
Setelah selesai mandi, aduh lupa gak bawa ganti. Aaah dr pada telanjang pakai pakaian yg tadi nanti ganti dikamar.
Ketika buka pintu kamar mandi, aku terperanjat kaget.
" Nyai Asnah... Ngapain di sini ?" tanyaku kaget.
" Owh anu jang mau nyuciin baju bu nyai, pakaian kotor jang Yasin sekalian mau dicuciin... ?? " jawab nya.
".Tidak makasih, saya cuci sendiri saja..." kataku.
Aku segera berlalu dari tempat itu.
Usai sholat dhuhur di mushola pondok, terasa perut lapar. Tapi kayaknya jam makan sudah lewat. Mau ngambil sendiri gak mugkin. Mau jajan kemana, ah ke koperasi pondok barang kali ada makanan siap makan roti kek apa kek.
Aah ternyata hanya ada jajanan anak anak, gak papa lah.
" Beliin siapa mang ? " Kata santri yg jaga koperasi.
" Buat Asep Anak kang Salim, " jawabku bohong.
" Lah bukanya Gus asep dipondok kan, gak dirumah ? " seru anak itu.
Aku kaget, tidak menyangka ditanya begitu...!
" Owh gitu ya, Yawdah gak papa dah terlanjur di beli. " jawabku.
Aaah sial, bohong dikit aja ketahuan. Aku langsung pamit masuk ke kamar
Kang Salim di teras baru ngobrol samaTeh Atikah.
" Dari mana kang.. ?" tanya kang Salim.
Panggilan kang Salim, kebawa waktu dipondok dulu. Kalo manggil selalu dengan sebutan kang. Meski sama yg lebih muda...!
" Dari koperasi kang, sekalian cari rokok. " jawabku.
" Itu tadi dede anterin makan di kamar. katanya kosong, lagi di mushola. taruk dimana tahu. coba lihat di kamar. " seru teh Atikah.
Ah lumayan gak kelaparan, hmmm ternyata pas aku sholat tadi dianterin kesini.
Gak perlu berlama lama, ku lahap menu yg ada. Selesai itu, ikut nimbrung ke teras nemuin kang salim dan teh Atikah.
" Kang Salim, Teh Atikah aku ikut nimbrung ya.... ? " sapaku.
" Sok atuh.. " jawab kang Salim pendek.
" Udah selesai makan..? " tanya kang Salim.
" Udah kang... ? O iya ki Japra tadi jadi diusir kng ? " aku bertanya pada kang Salim.
" Gak siapa yg ngusir.... Dia sendiri yg niat pergi. Belum mau taubatan Nasuha " jawab kang Salim datar.
" Kamu hati hati aja, takut dendam sama kamu....!!! " kata kang Salim.
" Iya Kang " sahutku.
"Jangan lupa nanti malam begadang lagi, kalo lulus besuk boleh pulang." kata Kang Salim.
" Beneran kang ?? " tanyaku gembira.
" Eheeeem Yg mau pulang ketemu istri tercinta nya, uuughhh.... udah gak sabar ajah pokokna mah. Hayyuuuukkk....! " gurau teh Atikah.
Yaudah sana, persiapkan bekal buat nanti malam.
" Siap kang " jawabku.
Langsung saja lari ke kamar dari pada tengsin.
Heran kenapa mereka begitu baik padaku. Bahkan diperkenalkan ke santrinya sebagi adik seperguruanya. Padahal lebih pantas jadi santrinya sebenarnya.
Pernah aku menayakan hal itu, jawabnya karena aku katanya istilah jawanya awak anyep. maksutnya banyak disukai khodam, tanpa harus nyari.
Cirinya katanya tulang nya tidak seputih kebayakan orang. tetapi agak kekuningan. Tapi gak usah dibuktiin sekarang, hehehe.
Dan itu bisa bahaya dan membahayakan orang lain. jika salah dalam bergaul.
Ah gak penting banget sih sebenarnya, cuma memang aku perasa, setiap ada sesuatu aku selalu merasakan.
Akan ada musibah, minimal ada respon berupa mimpi ataupun Isyaroh lainya.
...........
Gak ada kegiatan gini jadi inget istriku terus.
Baru sehari bahagia karena istri hamil, eeh harus terpisah sementara. Kira kira dirumah mertua ngapain ya Fatimah ?
Fatimah...!
Dulu kamu hanya sahabatku, yg tidak akrab. tidak pernah ngobrol. Bertegur sapa juga kalo kebetulan ketemu. Tak pernah sedikitpun terpikirkan beristrikan kamu. Dulu kamu tak lebih dari deretan nama teman satu pondok. Tidak istemewa sama sekali...!
Yg agak spesial,si Eis yg sering masak buat aku, yg sering komunikasi saling mencari kalo sehari gak ketemu. yg aku pikir adalah jodohku....?!?
Ternyata sesuai janji Abah diusia 25 Aku dinikahkan, bukan dengan Eis tapi denganmu.
Tapi sekarang, Semua rinduku hanya tertuju padamu.
Yang spesial dihatiku hanya kamu.
Tak terasa aku tertidur karena melamun.
Bangun bangun sudah adzan asar.
Seperti biasa Setelah jamaah asar, nemenin pencak silat mandi sholat gak ada yg istimewa sampai waktu isya.
Usai sholat Isya, sepeti kemarin diwejang kang Salim.
" Persiapkan lahir dan batinmu, mungkin malam ini godaanya lahir dan batin. Maksutnya, ya dari manusia an yg tak kaat mata. Kamu boleh bawa golok kamu, tapi ingat hati hati. Sedapat mungkin jangan keluar batas pagar ilalang. Kecuali kamu yakin yg kau hadapi benar benar manusia ! "
" Siap kang " jawabku.
Malam ini harus sukses, agar besuk bisa pulang, pikirku.
Dengan modal, keyakinan penuh aku menuju ke gubuk itu. Menyalakan lilin untuk penerangan.
Setelah melakukan sunah mutlak aku mulai membaca hizip khusus.
Entah sudah berapa putaran aku membaca.
Tak terjadi apapun, padahal tadi kang Salim bilang jangan melewati batas pagar ilalang, kecuali yakin yg dihadapi manusia. Ini hanya nyamuk doang yg ada.
Aku mencoba keluar gubuk dari pada ngantuk.
Dinginya udara malam mulai kurasakan....!?!
" Maas...." sayup sayup kudengar orang memanggil.
" Mass tolooooong aku..." suara makin jelas.
Sebuah sosok prempuan memanggilku, aku merasa ini bukan manusia. Aku biarin saja karena gak boleh melewati batas alang alang.
Dari memanggil, menangis sampai tertawa meringkik tak ku hiraukan.
Sosok itu hilang.
Dari arah lain muncul sosok lagi.
__ADS_1
Sosok yg mirip Harimau, mendekati gubuk dan mengaum keras.
Agak merinding juga, harimau beneran tau bukan.
Selama diluar batas tak kuhiraukan, biarin mau harimau beneran atau jadi jadian gak penting.
Sosok itupun hilang lagi.
Tahu tahu didalam gubuk ku adasuara mendesis....?!?
Zszszs....
" Desisan ular...??? " batinku.
Aku hampiri gubuk tempatku tadi, benar.
Seekor Ular hitam, sebesar lengan melingkar di gubuk ku.
Aku ingat, salah satu ujut yg sering diserupai oleh jin adalah ular.
Sambil Terus berdoa dalam hati, aku sapa ular itu.
" Aku tahu, itu bukan ujut aslimu. Tunjukkanlah ujut aslimu.. dan apa maksutmu... ? " ucapku.
Saat itu juga, ular itu berubah menjadi asap, awalnya tipis lama lama makin tebal... dan...
Tampak dihadapanku, sosok putri kerajaan tp pusar kebawah berujut ular...?!?
" siapa kamu.. ? " tanyaku.
" Aku yg selama ini mengikutimu, Aku Nyai Gadung Melati... ayo kita pulang. disini panas, aku gak tahan.." kata makhluk itu.
" Nyai Gadung Melati ? Aku gak merasa kenal kamu. Kenapa mengikuti aku ? " tanyaku.
" Aku selalu bersamamu selama ini, ikut menjagamu, tanpa kamu tahu...! " jawab makhluk itu.
"Sejak kapan mengikuti aku ? " tanyaku lanjut.
" Sejak rumahku terusik, saat Merapi meletus 2010 Lalu, bukankah waktu itu kamu sudah ingat ? " katanya.
Aku merenung sejenak, saat erupsi besar itu, aku lari mengungsi. terlepas dari rombongan orang orang.
Lalu aku diselamatkan oleh kakek dan nenek nenek yg naik kereta kuda.
" Aku yg membawamu terbang, melewati lahar panas itu " lanjut makhluk itu.
" Gak mungkin.... waktu itu yg selamatkan aku nenek nenek dan kakek kakek, pakai kereta kuda, bukan kamu apa lagi terbang. " bantahku.
" Itu suamiku kyai Gadung melati, inilah wujut asliku, dan ujut suamiku juga seperti aku " katanya.
Aah aku gak akan mudah di bohongi makhluk astral ini.
" Aku masih gak percaya..." kataku datar.
" Baiklah, apa kamu tidak ingat ketika kamu aku turunkan dari kereta. Aku bilang, turun disini dulu cucuku.
Besuk aku akan lindungi kamu kalo ada apa apa lagi..." lanjut keteranganya.
" Bisa saja kamu bohong, mungkin dengar percakapan kami waktu itu " bantahku lagi.
" Tidak... aku tidak bohong, esuk harinya aku masuk ketubuhmu. mengikuti kamu dan membisiki kamu jika ada sesuatu. " jelasnya.
Apakah itu benar, apa selama ini aku kerasukan ? Tidak tidak mungkin, ini tipu muslihatnya pasti.
" Kalo kamu ditubuhku, kenapa saat aku ditangkap Sosro sukmo kamu tidak membantuku ? paling juga kamu bohongi aku... ? " seruku.
" Aku saat itu keluar dari ragamu, kaena takut racun jerat sukma mengenai aku, aku gak bisa bantu kamu " jawabnya.
" Ya artinya kamu tak bisa lindungi aku, buat apa ngikutin aku. Dan apa tujuanmu...? " kejarku pada sosok itu.
" Disini bukan wilayahku, kekuatanku terbatas, tidak seperti di wilayah Merapi, banyak prajuritku disana." bisa perintahkan prajurit.
" Sudahlah aku tetep mau disini, kamu mau pergi pergilah..! " jawabku.
Lenyaplah sosok itu, ah kok gak ada yg seru nih yg dateng cemen cemen semuanya. Aku keluar gubuk lagi.
Mataku hampir melotot melihat sosok satu ini...!!!
Bukan karena Seram, tapi sosok ini sosok yg aku pernah kenal.
Sosok yg pernah mengisi kehidupanku, yg pernah aku sakiti juga....!?!
Sosok itu menyerupai Arum...!!!
Darahku seperti berhenti beredar, jantungku seperti tidak berdetak...!
Aku benar benar dipermainkan psykologis ku....!!!
Aku tak percaya itu dia, tapi mataku melihatnya. terjadi pertarungan hebat antara logika dan perasaan.
Aaah ini sisiku yg paling lemah, saat ini diserang habis habisan.
Mending mengadapi 100 Sosro sukmo dari pada kayak gini.
Aku sampai bersimpuh ditanah, kakiku lemas, tak mampu betdiri...!!!
Sosok itu....!?!
Sosok itu makin dekat, makin mendekati aku. sudah hampir melampaui batas alang alang yg tidak boleh ku lalui....!
Aku berusaha menggunakan logikaku, ini bukan Arum.... ini bukan dia.... bukan dia..... betapa susahnya menyadarkan logikaku ini Aaah...?!?
Dan tiba tiba pundakku terasa seperti disentuh....!?!
" Kamu tega bikin Arum begitu menderita...! " ucapnya
Suara itu.... sangat kukenal tidaaaak tidakkk ini bukan dia, batinku...!!!
" Setelah apa yg kamu lakukan padaku, setelah kau renggut kesucianku setelah kau hamili aku, kau tinggalkan aku, kau sengsarakan aku kau masih tak mau mengakuiku ??? " katanya lanjut.
" Tidaak itu bukan salahku.
Aku tidak pernah berniat meninggalkanmu. Aku datang kerumahmu dua kali.
Dan dua kali juga aku hampir mati ditangan orang orang dekatmu." emosiku tidak terkontrol, aku hanyut di masa laluku.
" Apa benar begitu ? " tanya sosok itu.
" Ini buktinya.... luka bekas dikeroyok itu, aku menjukkan bekas luka luka dulu. " jawabku terbius suasana waktu itu.
" Coba aku lihat beneran gak ? " kata sosok Arum itu.
Akupun berdiri dan kubuka kancing bajuku, kutunjukkan luka bekas sayatan, tusukan dan pukulan benda keras yg membuat retak dan patah kaki juga tanganku.
" Benarkah ini luka saat itu, benarkah kamu pernah mencariku, dan kembali dianiaya... ?" tanya sosok itu ditengah isak tangisnya yg membuat hatiku terasa teriris.
" Owh maafkan aku.
Aku salah sangka, aku kira kamu lari dari aku ! " kata sosok itu membuatku makin luruh.
" Kita kawin lari saja yuuk.
Aku kangen banget !?! " sosok Arum menggoda.
Aku yg bagai terhipnotis, ikut memeluknya dan membelai rambutnya.
Sayup sayup kudengar anak anak santri yg bermujahadah.
Melafalkan Kalimah thoyibah Tahlil..!
Saat itu aku baru sadar, bahwa ini pasti bukan dia....!?!
Kudorong sosok itu sambil melafadzkan kalimah thoyibah Tahlil
Laa illaha Ilallah..
__ADS_1
" minggir kau jin laknat.....!"
Hampir saja aku tertipu muslihatnya.
Sosok itupun berubah jadi sosok yg mengerikan dan tertawa terkekeh kekeh
Astaghfirrullahal adhim...!!!
Nafasku menderu menyadari hal itu, Sungguh licik jin itu, tahu saja titik lemahku...!
Tidak mempan dengan ujut yg menyeramkan ganti ujut yg bisa mengguncang psikologiku.
Aaah tidak tidakk..!!!
Jangan sampai ada ujut istriku ya Allah jgn ada yg menerupai ujut istriku..?!?
Ya Allah aku mengis sejadi jadinya.
Untung gak ada yg tahu aku nangis, masih terdengar anak anak yg mujahadah aku sedikit tenang.
Tadi lupa berdzikir saat sosok yg menyerupai Arum datang, Membuat aku hilang kesadaran. Aku tarik nafas panjang dan keluarkan pelan pelan lewat mulut. tenang aku harus berdzikir terus biar gak kehilangan kesadaranku
Mulailah aku berdzikir.
Semua suara, ujut penampakan apapun tak lagi aku hiraukan.
Tiba tiba terdengar salam.
" Assalaamu ' alaikum..." suara nyai Asnah, ngapain kesini ? " batinku.
Atau jelmaan lagi.... ?
Tapi kok pakai salam..?
" Wa ' alaikummussalam.
ada apa nyai, maaf saya lagi ada tugas gak bisa di ganggu....! " kataku.
" Aduh maaf jang diutus kyai, suruh ke pondok, ada tamu dari jawa" katanya.
" Tamu nya saja yg disuruh kesini, saya baru bisa kembali ke pondok saat subuh besuk " jawabku.
" Baik saya sampaikan." jawabnya.
Aku terus berdzikir, dalam hatiku berkata. sekarang mau akai cara apa lagi jin itu mau menggodaku.
Beberapa saat setelah sosok Asnah pergi.
" Maasss tega amat sih istri nyusul gak mau nemui, malah disuruh nemui disini. mana jalan gelap lagi.." suara Fatimah pikirku ?
Ya Allah ini sosok istriku atau jelmaan iblis ?
Aku masih diam, menungu reaksinya.
" Aku susul ke pondok Abah, katanya kamu gak kesana. Maksutku mau nyusulin Hp. Bapak beliin Hp buat kamu, biar bisa komunikasi.
Aku tetap diam gak mau terkecoh lagi.
" Untung Aku punya pikiran kamu pasti kesini, ditunjukin alamatnya sama santri." lanjutnya.
Aku makin kecang berdzikir.
" Aku bahkan tadi dikasih tahu, kamu disini terluka, bener apa gak aku khawatir ? " kata sosok itu.
Hmmm istriku gak nyebut dirinya Aku, ini pasti jelmaan.
" Owh jadi bener ya, kamu disini sengaja menjauhi aku, kamu mau ngedeketin Eis lagi cintamu yang tak kesampaian..." kata katanya yang meluluh lantakkan hatiku.
dughh.....dughh....
Jantungku berdegup cepat -sekali mendengar dia menyebut nama Eis...
" Gak benar itu.
Aku selalu merindukanmu disini, aku langsung peluk istriku." jawabku antara sadar dan tidak.
" Kenapa gak mau sambut aku tadi mas... Aku sedih, kirain kamu bener mau ninggalin aku demi Eis." rengeknya membuatku makin teriris.
Pelukan istriku kuat sekali sambil nangis tersedu sedu. Aku benar benar sedih dan terharu.
" Mass aku kangeen banget." kata sosok itu.
" Iya aku juga sayang...." jawabku dalam kondisi terpengaruh godaanya.
" Mass aku pingin sekarang..!?! " rengeknya menggoda.
" Jangan sekarang sayang, mas lagi tirakat sekarang..! " jawabku.
" Gak mau pokoknya sekarang, disini saja, aku sudah gak tahaaaannn !! " katanya.
Aku tercekat.
Iblis kamu ya....!!!
Sambil kudorong tubuh itu.
" Istriku gak gatelan kayak gitu ! " kataku.
Ternyata benar, sosok itu bukan istriku.
Berubah jadi pocong yg menjijikan.
Astaghfirrulllah....!!!
Tertipu yg kedua kalinya, aku gak mau tertipu untuk yg ketiga kalinya sekarang.
Aku kembali pada posisi wirit, makin ku kerskan dzikirku, biar jin gak brani dekat.
beberapa saat hening.
Tiba tiba.
" Heee Yasin budak jawir.
gara gara lo aki kehilangan pendapatan.
sekarang rasakan pembalsanku..." suara mirip Japra memanggilku.
Suka suka kamu jin laknat,
Emang gue pikirin, lo mau jelma jadi apa saja gue gak perduli sekarang
" Pura pura budek apa tidur lo haaaa.., gua bakar juga tempat ini...! " serunya.
Tiba tiba bau minyak damar / minyak lampu. Ah ilusi paling juga pikirku
Dan tiba tiba blup api membakar seluruh sisi gubuk yg aku tempati.
Aah aku gak mau tertipu lagi, tapi ini panasnya kok kayak api beneran ??
Aku masih tetap bertahan meski menahan hawa panas.
tiba tiba
...buukk....
Kepalaku seperti dipukul, aku jatuh hampir pingsan. Terdengar teriakan kebakaran kebakaran.
Yang kuingat selanjutnya aku sudah di atas dipan. Ditunggui kang salim dan Teh Atikah juga beberapa santri.
Terasa panas diseluruh tubuh dn wajahku....!!!
Aku terbakar beneran kah ?
...bersambung...
__ADS_1