Isyaroh

Isyaroh
Ajak Sidiq ketemu Isti


__ADS_3

Bagian akhir episode lalu.


Ok aku mau jujur dan to the point saja.Karena kebejatanku dimasa lalu, aku pernah menghamili gadis. Dan ketika aku berniat tanggung jawab. Datangi rumahnya, dilarang menemui. Katanya dia keguguran, bahkan aku dihajar sampai hampir mati.


Untung ditolong kang salim yg baru lewat. Dirawat dan dibawa ke pesantren.


Tapi bebrapa waktu lalu, dlm sebuah acara aku bertemu dgn gadis yg dulu hamil karena aku.


Dan dia ternyata tidak keguguran, anak itu lahir dan sekarang sudah berusia 2th.


Anak itu anakku secara biologis, terus aku harus bagaimana..?


Aku gak ingin Fatimah sakit hati.


Tapi aku juga tidak ingin jadi bapak yg tidak bertanggung jawab. Jadi Aku harus bagaimana Is...??? "


........................


" Begitulah pak ceritanya, jadi sebenarnya saya ini serba salah juga pak. Saat ini, saya harus bersikap bagaimana. Dan hanya Isti yang bisa saya jadikan teman curhat. " Begitu penjelasanku pada pak Yadi.


" Kalo soal anak, jelas saya harus bertanggung jawab. Mendidik dan membiyayai, tapi kaitanya dengan istri saya itu yang bikin saya pusing pak. Saya gak mungkin bicara terus terang saat ini. Tapi Sidiq anak itu sudah sangat dekat denganku. Bahkan dia sudah panggil aku ayah saat ini. " lanjutku menjelaskan pada pak Yadi.


Pak Yadi mendengarkan dengan serius.Meski tak memberikan respon komen ataupun lainya.


" Maaf pak, saya tidak bisa berkomentar soal itu. Saya tahu bahwa Zain itu panjenengan saja sudah kaget. Apalagi ini masalah yg terlalu rumit bagi saya pak ! " sahut pak Yadi.


" Tidak apapa pak, saya hanya mengutarakan masalah yg terpendam saat ini. Biar tidak menjadi beban batin saya. Meski tanpa solusi sekalipun ! " jawabku pada pak Yadi.


Tiba tiba Sidiq menghampiriku


" Ayah ayo kita pulang ! " ajak Sidiq.


Kulihat memang sudah cukup sore. Akupun pamit pulang.


Saat mau menjalankan motorku, tiba tiba Isti menghentikan aku.


" Mas Yasin tunggu... ! " panggil Isti padaku.


Aku lantas berhenti dan mensetandarkan motorku. Kemudian aku menghampiri Isti.


" Ada apa Is ? " tanyaku ke Isti.


" Anak mas itu pinter, jadi tolong didik dengan baik. Jangan sampai meniru langkah ayahnya yg dulu. Maaf kalo Isti bicara vulgar !" ucap Isti.


" Itu saja ? " tanyaku.


" Iya itu saja ! " jawab Isti.


" Baik, makasih. Itulah yg ku bicarakan padamu dulu. Biar kakakmu yg mengajari dia ngaji nanti. " kataku.


" Iya mas Isti Faham, semoga rencana kita diijabah Allah mas ! "


" Aamiin, yaudah aku pulang dulu.


Assalaamu'alaikum...! "


" wa 'alaikummussalaam...! " jawaab Isti pelan.


Kembali aku menghiduokan motor dan menuju ke rumah.


" Sidiq pingin maem apa nanti, sekalian kita beli nanti dimakan dirumah ! " tanyaku pada Sidiq Anakku.


" Ikut ayah saja, Sidiq apa aja mau yah ! " jawab sidik.


" Hmmm pilih Ayam goreng / bakar atau tongseng kambing, atau rendang atau apa ? Sidiq bilang saja ! " kataku.


" Sidiq gak bisa pilih ayah ! " jawab Sidiq.


" Lah terus Sidiq inginya apa ? " tanyaku penasaran.


"Sidiq pinginya jalan jalan begini sama Mamah sidiq juga yah ! " kata Sidiq polostanpa beban.


" Kalo itu gak boleh Sidiq, Ayah sudah punya Istri. Nanti Istri ayah marah, kalo ayah ajak mamahnya Sidiq. ! " ucapku memberi penjelasan pada Sidiq.


" Istri ayah berarti Sidiq panggilnya bunda ya Ayah ? " Tanya Sidiq lagi.


Aku benar benar dibuat pusing oleh anakku sendiri. Meski anak yg lahir bukan dari proses pernikahan.


" Iya boleh panggil bunda ke istri ayah besuk !" jawabku.


Suatu saat kamu memang harus tinggal denganku, dan ikut menjaga anakku yg masih dalam perut Fatimah. Dia akan menjadi adik yg lucu bagimu Sidiq.


Akhirnya Aku berhenti di warung Lamongan, untuk beli makan.


"Sidiq mo pesen apa ? Ayah mau pesan ayam gorengsaja. ! " tanyaku pada Sidiq anaku.


" Terserah ayah saja ! " jawab Sidiq.

__ADS_1


Ini anak pasti kurang diajak jalan jeuar sama ibunya. Kelihatan canggung banget diluar. Tapi akupun tak dapat menyalahkan ibunya Sidiq. Karena sumber permasalahan juga diriku sendiri ! " bainku. Lalu sambil nunggu pesanan Aku VC Arum, biar tahu kondisi anaknya.


" Assalaamu 'alaikum mas..!" Salam Arum di telpun.


" wa 'alaikummussalaam..! " jawabku.


" Sidiq mo ngobrol sama mamah nya Sidiq ? " tanyaku.


" Iya Yah ! " jawabnya.


Lalu kuberikan Hpku pada Sidiq.


" Mamah, Sidiq di beliin ayam goreng sama ayah !" ucap Sidiq.


Kulihat Arum jadi menangis haru.


" Mamah nangis pingin ayam goreng juga ? Jangan nangis mah, besuk sidiq bwawain ! " seru Sidiq.


" Gak Sidiq, mamah gak pingin ayam gorengnya. " jawab Arun .


" Apa mamah juga ingin ikut jalan sama ayah juga ? " tanya Sidiq. Membuat Arum dan aku yg mendengarnya jadi pilu.


" Udah dulu nanti sambung lagi dirumah. Ni pesanan Sidiq udah matang, yuk pulang ! " ajakku.


Tanpa pamitan engan Arum, aku matiin hp dan jalan kerumah.


Sampai rumah masih ada waktu sebelum masuk maghrib.


Aku menyuapi Sidiq yg tampak sangat bahagia kala itu.


Sampai waktu mahrib tiba, aku ajak Sidiq ikut jamaah maghrib dan kuajari huruf hijaiyah dari nol.


Untung aku dapat menemukanmu nak. Seandanya tidak, aku akan sangat berdosa batinku.


Selepas Isya, setelah Amir dan Heri pulang. Tinggalah aku berdua dengan Sidiq.


Anak itu bermain hp melihat film film kartun di youtube dengan pengawasanku hingga tertidur.


Kemudian aku benarkan posisi tidurnya biar nyaman. Ku pandangi wajahnya, kuciumi hingga tanpa terasa air mataku menetes.


Tiba tiba teringat bayangan memori masa lalu yg seakan baru saja terjadi.


..................


...flashback 3 tahun yg lalu...


Dengan sebelumnya kuajak mampir ke Pos. Sekedar aku pamerkan pada teman temanku, Aku perkenalkan Arum sebagai pacarku. Dan Arum pun waktu itu bangga jadi pacarku.


" Mau jalan kemana mas ? Arum gak boleh lewat dari jam 5 sore sudah harus sampai rumah ! " pinta Arum.


" Nanti malem boleh gak aku kerumahmu ? " aku balik bertanya tanpa menjawap pertanyaan Arum.


" jangan dulu mas, Arum gak boleh kedatangan tamu cowok. Kecuali teman sekolah dan urusan sekolah ! " kata Arum.


" Kenapa kalo kedatangan tamu cowok yg bukan teman sekolah dan bukan urusan sekolah ? " tanyaku lanjut.


"Arum belum boleh punya pacar, sebelum selesai sekolah ! " jawab Arum.


Waktu itu meski status kami acaran tapi aku dilarang berkunjung ke rumahnya. Disamping Arum dilarang pacaran, juga mempertimbangkan Statusku yg tidak jelas.


" Kita lihat pantai atau gunung nih ? " tanyaku pada Arum.


" Pinginya sih pantai mas, tapi jelas nanti kemalan kalo di pantai. " kata Arum.


" Yaudah ke bebeng aja lihat bunker yuk ! " kataku.


" Terserah mas saja " jawab Arum.


Akhirnya berangkatlah kami berdua mengendarai sepeda motor melewati jalan berbatu waktu itu.


Udara cukup dingin, aku mengeluarkan sebotol Vodka untuk menghangatkan badan. Tak ada niat lain selain itu, awalnya waktu itu.


" Mas katanya dah janji berhenti minum gituan ? " tanya Arum.


" Iya, ini cuma buat penghangat badan kok, gak akan sampai mabuk. " kataku pada Arum.


" Kalo dingin pulang aja yuk, Arum juga takut kesorean dimarahi bapak sama mas ku ! " kata Arum.


" Nanti ah, baru juga sampai sudah ngajak pulang ! " Kataku.


" Tapi cuaca mendung mas, mau turun hujan tuh ! " protes Arum.


" Hujan air ini, tinggal berteduh kan beres. " kataku.


" Takutnya nanti gak berani pulang pas hujan mas. " Serunya.


" Gak berani pulang nginep juga gak papa, banyak penginapan ini ! " kataku.

__ADS_1


" Gak mau, Arum bukan cewek gampangan mas !!! " sergah Arum marah.


" Maksutku bukan begitu, kan cuma jawab pertanyaanmu saja ! " kataku sambil gandeng tangan Arum menuju bangker.


Sampai di bangker yg waktu itu terkunci, kami berjalan mengitari lokasi sambil meihat pemandangan di areal bukit. Waktu itu sering dijadikan area perkemahan dan jika malam tahun baru penuh pengunjung. Pasangan muda mudi dan rombongan yg bikin acara aoi unggun dan bakar bakar. Penduduk setempat pun banyak yg menyewakan tikar, jual kayu bakar, jagung manis buat bakar bakar bahkan banyak bertebaran warung kopi dan mie instans buka sampai larut bahkan sampai pagi lagi.


Saat sedang asik jalan berdua tba tiba petir terdengar keras dan hujan deras turun seketika.


Semua berhamburan mencari tempat berteduh. Arum justru ngajak pulang meski hujan cukup lebat.


" Pulang aja yuk mas, takut kemaleman nanti ! " ajak Arum khawatir.


" Tapi aku gak bawa jas hujan ! " jawabku.


" Gak papa lah mending basah dari pada telat sampai rumah. " kata Arum.


Aku lihat kekhawatiran di wajah Arum jadi gak tega. Akhirnya meski hujan cukup lebat kami nekat pulang. Jaketku aku suruh pakai Arum biar gak kedinginan.


Di jalan hujan bukan makin reda justru semakin deras, disertai angin kencang dan patir. Aku tak pedulikan itu, tetap melajukan motorku. Hingga tiba tiba Arum berteriak...!


" Awas ada pohon tumbang...! " Jerit Arum.


Spontan Aku banting stir kekiri, kebetulan ada jalan gang masuk penginapan.


" Yaudah kita berteduh dulu saja, bahaya jika meneruskan perjalanan petir dan angin mengerikan ! " kataku.


" Tapi Arum gak mau, Arum gak mau masuk penginapan mas, Arum ogah mas....!!! " ucap Arum ketakutan.


" Terus mau dimana lagi, ditempat ini ya cuma ini tempat berteduh ! " kataku.


" Tapi Arum gak mau mas, nanti mas jahatin Arum !!! " Seru Arum.


" Gak lah, aku gak akan jahatin kamu. Kamu kan pacar aku, masa depanku nanti. " bujuk ku pada Arum yg menggigil kedinginan.


Waktu itu akupun tidak punya niatan jahat awalnya. Sekedar berteduh menghindari petir dan angin.


Akhirnya kami sepakat berteduh di penginapan itu. Tepat di pertigaan bila ketimur arah kebebeng keselatan menuju jalan rayaarah kota Yigyakarta.


Sampai di kamar kusuruh Arum mandi dan keringkan baju sebentar biar gak kedinginan.


Meski aku sendiri kedinginan basah kuyup dan menggigil. Aku menenggak Vodka yg kubawa. Yang baru kuminum sedikit tadi. Lumayan agak hangat badan.


Arum keluar dari kamar mandi, kulihat sudah tak menggigil lagi. Bajunya tidak terlalu basah, sehingga tidak perlu ganti baju seragam SMA nya lagi.


" Mas udah jangan minum lagi, katanya mau berhenti. Katanya lebih sayang Arum dari pada minuman ? " ucap Arum menyuruhku berhenti.


" Mas kedinginan kalo gak minum bisa sakit, biar ini jadi botol yg terakhir yg kuminum. Habis ini berhenti total deh ! " kataku yg sudah terengaruh alkohol. Jika di prsontase mungkin tidak sampai 80% tingkat kesadaranya.


" Beneran janji ini yg terakhir ? sudah berapa botol hari ini ? " tanya Arum.


" Baru dua kok !" jawabku.


" ini yg ke tiga ? " tanya Arum lanjut.


Aku hanya mengangguk tidak menjawab.


" Kamu masih kedinginan Rum, minum dikit gih biar hangat ! " ucapku.


" Gak ah, dosa dan takut mabuk ! " kilah Arum.


" Dikit aja biar gak kedinginan ! " bujukku.


Akhirnya setelah kupaksa dan ku iming imingi ini untuk perayaan teraikhirku Arum mau minum. Dan wajahnya jadi memerah lepas kesadaran. Arum hanya tertunduk tak mampu mengangkat kepalanya.


" Pusing..." hanya itu yg terucap.


Kemudian aku baringkan Arum di bed, karena kondisi yg sudah di pengaruhi Alkohol. Maka terjadilah hal yg seharusnya tidak boleh terjadi.


Dan dari situ menjadi awal terulangnya perbuatan itu. Hngga suatu ketika mengakibatkan Arum Hamil.


...flashback off...


........................


" Ayah gak tidur ? " suara Sidiq yg terbangun membangunkan aku dari lamunanku.


...bersambung...


...Jangan Lupa kasih dukungan...


...Like...


...Komen...


...dan...


...Vote...

__ADS_1


...Terimakasih...


__ADS_2