Isyaroh

Isyaroh
Kehadiran kumpulan Serigala gaib


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


............


Senapun segera mengikuti perintah Tohari. Meski agak kerepotan juga karena jumlah yang cukup banyak.


Sehingga cukup sulit bagi Tohari menggunakan jurus ‘YA’ karean salah salah bisa mengenai Sena juga.


“Cepat kamu agak menjauh Sena, sebelum kita kehabisan tenaga jumlah mereka sekarang semakin banyak.” Ucap Tohari yang juga mengalami kerepotan. Bahkan kain bajunya juga sudah mulai adda yang terkoyak meski tidak mengkoyak kulitnya juga….??? 


“Iya kang, aku kesulitan menjauh makhluk itu mengurung aku jadi susah menghindar.” Jawab Sena kesulitan.


“Kalo begitu gunakan ismul dzat, buat pertahanan kamu biar saat aku gunakan jurus ‘YA’ kamu gak terpental jauh. Aku akan gunakan separuh tenaga untuk menghalua makhluk makhluk ini.” jawab Tohari.


Kemudian Tohari segera menyiapkan diri  menggunakan jurus suci hijaiyahnya, dan saat Tohari memukulkan telapak tangannya ke tanah Sena pun ikut terpental bersama makhluk itu. untung Saja Sena sudah menggunakan jurus bertahan sesuai perintah Tohari.  Sehingga efeknya tidak fatal. Sena hanya terpental namun tidak terluka sama sekali.


Dan kemudian Tohari mendekati Sena.


“Kamu gak papa Sena ?” Tanya Tohari.


“Gak papa kang hanya terdorong saja tidak sampai melukaiku.” Jawab Sena.


“Kalo begitu kita bergabung saja, bisa menghadapi makhluk makhluk itu bersamaan. Kita saling melindungi. Perintahkan warga lebih menjauh agar tidak jadi sasaran serangan makhluk makhluk itu.” perintah Tohari.” Kemudian Sena pun segera memerintahkan warga agak menjauh atau bahkan menyingkir dulu, karena lawan tidak kasat mata.


*****


Yasin POV


Kenapa banyak kerumunan orang disitu seperti sedang ada pertunjukan saja, padahal kondisi baru tidak aman seperti ini, kataku dalam hati melihat kerumunan warga yang berkumpul berkeliling seperti sedang melihat sebuah pentas seni atau semacamnya.


Rasa penasaranku membawa aku melihat kerumunan itu, ingin tahu sedang ada pertunjukan apa. Biasanya kalo ada pertunjukan banyak pedagang keliling tapi kenapa ini gak ada sama sekali, pikirku. Karena di dorong perut lapar, beberapa hari gak makan nasi.


Kemudian aku mendekati kerumunan itu sepintas kulihat ada dua orang sedang melakukan gerakan gerakan silat. Dan jurus jurusnya aku kenal semua, siapa itu. karena jarak yang cukup jauh dan penerangan yang minim aku tidak bisa mengenali wajahnya.


Tapi sepertinya itu bukan peragaan jurus jurus silat. Tapi seperti sedang bertarung dan kuamati lebih seksama. Lah itu kan kang Tohari dan Sena ? siapa lawan mereka ? aku segera membuka mata batinku untuk melihat siapa lawan kang Tohari dan Sena.


“Astaghfirrullah… rupanya Kang Tohari dan Sena sedang di keroyok makhluk astral dalam jumlah besar. Aku harus membantunya. Kemudian aku menyibak kerumunan itu dan ikut masuk ke arena membantu kang Tohari dan Sena.


“Kang beri aku kesempatan membantu kalian tapi sayangnya aku gak bawa pemukul gong itu.” kataku pada kang Tohari dan Sena.


“Untunglah kamu cepat datang mas. Rasanya jumlah mereka makin lama semakin banyak. Aku dan kang Tohari sampai kewalahan menghalau mereka.” Kata Sena.


Melihat jumlah mereka awan kang Tohari yang cukup banyak aku meminta salah satu warga untuk mengambil garam sebagai media penghalau makhluk Astral yang mengeroyok mereka.


Kemudian warga yang paling dekat rumahnya mengambilkan aku garam dapur satu bata. Kemudian aku haluskan dan aku bagi menjadi tiga bagian.


“Bacakan doa dan kemudian sebarkan ke semua makhluk itu biar mereka kabur.” Kataku sambil menyerahkan garam yang sudah aku remas menjadi butiran butiran kecil.


Kemudian aku mulai membacakan doa, ‘wama romaita idz romaita walaa kinnallaha roma.” Ku baca tujuh kali sambil dalam hati memohon kepada Allah agar makhluk itu terpukul mundur. Kemudian kami bertiga bersama sama melempar bubuk garam tersebut ke arah makhluk makhluk tersebut.


Dan spontan mereka menjerit dengan jeritan atau teriakan khas serigala.


“Auuuunnggh.. auuuunngh….auuuunngh….!’ Sara mereka bersahutan menimbulkan perasaan miris dan bikin merinding dan mereka pun kabur. Karena dalam pandangan mata batin kami dapat melihat jika butiran garam yang sudah dibacakan doa tersebut mampu membakar bulu bulu mereka hingga kesakitan. Sehingga mereka pun lari tunggang langgang meninggalkan arena pertempuran.


Dan ternyata sebagian besar warga ikut mendengar teriakan mereka yang kesakitan. Kemudian mereka menghampiri kami bertiga.


“Alhamdulillah kamu datang disaat yang tepat, apakah sudah selesai tugas kamu Ahmad ?” Tanya kang Tohari.


“Alhamdulillah kang, sudah selesai namun gong itu saat ini masih digunakan untuk keperluan lain. Nanti Eyang Mustolih sendiri yang akan mengantarkan kepadaku disaat sudah waktunya menggunakan.” Jawabku.


“Terimakasih bapak bapak, saya sebagai tetua kampung ini mengucapkan terima kasih banyak atas bantuan kalian.” Kata pemimpin dusun tersebut.


“Sama sama pak, bagaimana dengan korban yang terluka tadi pak ?” Tanya kang Tohari kepada pemimpin dusun tersebut.


“Haah ada korban lagi kang ?” tanyaku pada kang Tohari.

__ADS_1


“iya tadi tahu tahu jatuh dan banyak mengeluarkan darah tanpa terlihat ujud yang menggigitnya.” Jawab kang Tohari.


“kalo begitu harus kita tolong sekarang kang sebelum terlambat.” Kataku.


Kemudian kami bertiga diantar ke rumah warga yang sedang merawat korban makhluk astral tersebut.


“orang ini sekedar digigit saja tidak dihisap darahnya, mungkin maksut mekhluk itu sekedar ingin menakut nakuti warga denga kejadian ini.” kataku.


“Betul, memang mereka tidak secara langsung mengincar warga kebanyakan. Tapi orang orang tertentu yang termasuk SUKERTA.” Kata kang Tohari. 


Sukerta adalah anak yang masuk dalam criteria bisa di jadikan tumbal oleh kepercayaan tertentu. Misalnya anak ‘Ontang Anting’ ( anak tunggal tidak punya saudara ) kemudian ada juga yang diberi istilah ‘Sendang Kapit Pancuran’ ( anak tiga cewek di tengah ) lalu ‘Pancuran Kapit Sendang’ ( anak tiga laki laki di tengah dan banyak lagi istilah yang masuk criteria anak SUKERTA tersebut.


“Terus bagaimana nasib kami yang mempunyai anak SUKERTA pak, apakah anak anak kami dalam bahaya ?” Tanya seorang warga yang mempunyai anak tunggal seorang gadis.


“Insya Allah saya tidak akan membiarkan ada korban lagi pak. Namun begitu untuk sementara ini, anak bapak dari maghrib jangan dibiarkan keluar rumah dulu. Dan hiasialah rumah bapak dengan bacaan ayat Al-Quran. Tertama perbanyak membaca surat Al-Baqoroh.” Kata Kang Tohari.


“Kalo misalnya, satu rumah tidak ada yang bisa membaca Al-Quran bagaimana pak ?” Tanya warga lainya.


“Kumandangkan ayat ayat Al-Quran dari HP atau apapun kalo memang belum ada yang bisa. Tapi sambil belajar ya pak. Dan jangan lupa berdzikir atau mengingat Allah dengan bacaan bacaan istighfar sholawat atau apapun yang panjenengan bisa.” Jelas kang Tohari.


“Kami sekeluarga tidak ada yang bisa baca Al-Quran dan tidak punya yang dugunakan untuk mengumandangkan bacaan Al-Quran terus bagaimana pak ?” Tanya seorang warga dengan polosnya.


Kang Tohari menghela Nafas sebentar kemudian meminta aku untuk menjelaskan.


“Apa yang bapak hafal dari surat Al-Quran itu di baca saja pak. Missal Ayat Kusry dan lainya.” Kataku pada orang itu.


“Maaf pak, saya ini sama sekali gak faham bacaan surat Al-Quran. Dan saat ini rasanya sudah susah untuk belajar pak.” Kata orang itu jujur.


“Begini saja pak, besuk datang kerumah saya nanti saya buatkan tulisan bacaan Ayat kursi dan silahkan di pasang di pintu rumah. Namun jangan dianggap jimat ya. Itu karena bapak tidak bisa membaca dan tidak bisa mengumandangkan bacaan Al-Quran dari Hp ataupun yang lain. Jadi itu hanya sebagai sarana simbolis bapak ingat Allah dengan memasang Tulisan lafadz ayat kursi tersebut.” jelasku pada orang itu.


 


Ini adalah tantangan juga sebuah gambaran real masyarakat yang ada, bahwa tidak semua orang Islam bisa membaca Kitab Suci Al-Quran. Sehingga untuk memudahkan mereka ingat pada Allah ya memang harus dengan cara seperti itu. meski oleh sebagian orang itu dianggap seperti mempercayai jimat daan sebagainya. Maka aku perlu jelaskan pada orang itu, bahwa ini bukan jimat hanya kondisi darurat bagi yang tidak bisa sama sekali membaca ayat ayat AL-Quran.


Sebagaimana Rasulullah dulu juga memberikan kalung pada cucunya Sayid Hasan dan Sayid Husein saat keduanya masih bayi belum bisa membaca alquran. Namun setelah desa mereka pun tidak lagi diberi kalung itu agar tidak dianggap jimat atau semacamnya. Innamal a’malu binniat, pikirku.


Kemudian aku kang Tohari dan Sena segera mengobati orang yang menjadi korban gigitan makhluk Astral tersebut. dengan ramuan herbal untuk menghentikan pendarahan pada lukanya. Juga membacakan doa untuk kesembuhanya. Karena kami yakin baik obat herbal dan obat medis sekalipun itu hanyalah sebagai wasilah. Kesembuhan tetap datangnya dari Allah.


Dengan menumbuk daun ‘Regedeg’ ( sejenis tumbuhan merambat yang biasa untuk mengobati luka di tambah dengan daun mlanding ( \= sejenis lamtoro ) juga beberapa daun lain kemudian di tutupkan pada luka orang tersebut. akhirnya beberapa saat kemudian darahpun sudah tidak mengalir keluar lagi.



Dan setelah orang itu sadar dan bisa diajak bicara dia menceritakan, jika sesaat sebelum jatuh dia sempat seperti kebingungan dan melihat sosok serigala yang langsug menyerang dengan menggigit lehernya. Dan gigitannya terasa sangat panas sehingga dia menerit dan kemudian pingsan.


Serigala dengan bulu hitam kelabu dan bermata merah serta jumlahnya sangat banyak sedang berkeliaran di sekitar dia waktu itu. sehingga membuat orang itu ketakutan dan pikiranya jauh menerawang sampai kemudian dia seperti terhipnotis tak dapat bergerak sebelum salah satu serigala itu menatapnya dan menggigitnya hingga pingsan. Tambah orang tersebut memberi gambaran ujud makhluk yang menggigitnya.


 Setelah semua selesai kami bertiga pulang kerumah, karena waktu juga sudah hampir mendekati subuh.


“Bagaimana pengalaman di sana saat kamu kholwat beberapa hari ?” Tanya kang Tohari kepadaku saat di ruang tamu.


“Alhamdulillah banyak hal yang aku dapat kang, sampai dengan ditemui oleh Eyang mustolih.” Jawabku.


Kemudian Zulfan bangun dan ikut bergabung dengan kami diruang tamuku.


“Mas Yasin mau minum kopi ?” Tanya Zulfan.


“Boleh nih udah kedinginan dan laper juga sebenarnya Fan.” Kataku, karena memang dari semenjak sore belum kemasukan apapun perut. Hanya minum air saat berwudhu saja.


Kemudian Zulfan pun menawari yang lain dan memaskaan mie Instan sebagai penghangat setelah sama sama capai.


“Bagaimana tadi ceritanya kang, sampai ada korban lagi ?” tanyaku pada Kang Tohari.


“Aku baru dirumah kemudian ada yang member kabar jika jatuh korban lagi. Dan musuhnya tidak tampak oleh mata lahiriyah. Padahal baru saja aku bilang pada Sena, Zulfan dan Farhan agar tetap waspada meski beberapa hari ini tidak ada kejadian apapun.


Kemudian kang Tohari menceritakan kronologis saat dia dan Sena sampai ke lokasi pertempuran tersebut. dan kang Tohari menanyakan bagaimana aku mendapat ide melempar mereka dengan garam/ kemudian aku jelaskan bahwa garam bisa dijadikan media doa seperti air dan mempunyai sifat panas juga. Sehingga untuk beberapa jenis hewan pun bisa mati karenanya. Dengan demikian makhluk makhluk astral itupun bisa lari terbirit birit. Dan selain itu juga bisa sebagai penetralisir serangan supra natural setelah dibacakan doa doa khusus.


“Pantas kamu dijadikan senopati untuk melawan Jin Anyi anyi itu, karena gak cukup kanuragan tapi juga butuh strategi dan tekhis khusus untuk melawan jin itu.” Kata kang Tohari.


Padahal aku sendiri juga sempat heran karena secara kanuragan kang Tohari diatasku jauh, namun kenapa menghadapi makhluk makhluk tadi saja kelamaan, kataku dalam hati.


“Itu juga yang aku herankan kang. Kenapa bukan kang Tohari yang kanuragan dan kebatinannya lebih matang dari pada aku.” Jawabku.


“Ternyata memang butuh Strategi jitu untuk menghadapi musuh seperti dalang Jin itu.” kata kang Tohari padaku.

__ADS_1


Setelah Zulfan datang membawa kopi dan mie Instans yang sudah masak kami pun segera menyantap dan ngopi sampai subuh. Dan setelah sholat subuh akupun menemui Fatimah dan ibu mertua, untuk menyampaikan berita perjalananku dan mengucapkan terimakasih atas support dan doa beliau ibu mertua.


Setelah itu kemudian aku beristirahat sejenak melepas lelah.


*****


Sekitar jam Sembilan pagi aku terbangun karena merasakan perutku lapar sekali, kemudian bertanya pada Fatimah apakah makan pagi sudah siap.


“Fat aku laper banget makan pagi udah siap belum ?” tanyaku pada Fatimah.


“Udah dari tadi bahkan yang lain dah pada maem duluan mas, soalnya mas tidurnya lelap banget jadi gak di bangunin.” Jawab Fatimah.


“Owh, iya ya,,, ambilin dong aku maem disini saja malu kalo maem sendirian. Sekalian bikini kopi lagi deh biar gak ngantuk.” Pintaku pada Fatimah. Dalam suasana begini memang sedikit bermanja pada istri gak papa kali, batinku.


“Iih kumat manja nya nih….!” Gerutu istriku meski hanya bercanda juga. Karena dia juga merasa dibutuhkan suami dalam hal seperti ini. kemudian beberapa saat setelah itu Fatimah pun masuk ke kamar membawa makan dan secangkir kopi buatku.


“jangan terlalu sering ngopi lah mas, kasihan perutnya nanti asam lambung naik.” Ucap Fatimah.


“Gak lah, asal control diri saja.” Jawabku.


Kemudian aku makan di kamar sambil cerita pengalamanku saat di lereng gunung pada Fatimah.


“Mas gak kedinginan waktu itu ?” Tanya Fatimah.


“Bukan dingin lagi, tapi tapi hampir hypo thermia rasanya. Tapi aku yakin kalo aku mampu melewatinya. Jadi rasa dingin itu dapat aku kalahkan dengan keyakinan dan juga kesiapan fisik ku.” Jawabku.


“Bisa begitu ?” Tanya Fatimah lanjut.


“Ya begitulah ternyata ketahanan fisik itu juga tergantung dari ketahanan ruhaninya. Antara Ruhani dan jasmani memang harus seimbang. Bergeser sedikit saja akan berpengaruh ke fisik. Makanya orang yang ruhani nya terganggu dengan kecemasan dan sebagainya itu akan mempengaruhi fisik. Kalo bahasa moderennya imun akan turun sehingga gampang sakit.” Jawabku.


“Tapi kan kalo fisik terganggu juga tetap akan sakit juga mas ?” sahut Fatimah.


“Jelas kalo itu, tapi selama Ruhani tidak terganggu maka sakit fisik akan cepat sembuh. Seperti istilah sekarang imun tubuh kuat jadi benteng pertahanan tubuh bisa bekerja secara optimal. Jadi antara fisik dan psikis sama sama kuat.” Jawabku.


“mas kayaknya laper banget makanya sampai begitu ?” Tanya Fatimah.


Aku gak mau cerita ke Fatimah jika selama tirakat Kholwat gak kemasukan nasi sama sekali.


“Iya semalam pulang malah melihat kang Tohari dan Sena sedang bertempur dengan makhluk astral banyak banget. Jadi aku ikut bantuin mereka dulu.” Kataku berbohong. Karena bukan itu alasan sebenarnya.


“Hah bertempur, memang ada masalah baru lagi ?” Tanya Fatimah Lanjut.


“Iya semalam ada korban yang digigit serigala gaib, tapi Alhamdulillah bisa tertolong.” Jawabku.


“Fatimah jadi khawatir mas, bagaimana ini sebentar lagi kita kan melangsungkan pernikahan Khotimah dan mas Candra tapi kondisi masih demikian. Dan Isti juga mas Rofiq besuk sudah akan kesini katanya !” kata Fatimah.


Aku jadi ingat bahwa akan mengadakan aqiqah buat Jafar dan sekaligus menikahkan Khotimah dan Candra juga Arum dengan Rofiq…???


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


 


__ADS_2