
...........
Tiga hari digembleng kang Salim
Aku berusaha keras, melepas ikatanku.
Tiba tiba...
" Akang bisa lepas kalo bersedia jadi suamiku. Kita akan naik Tahta duduk di singgasana kerajaan. Ditakuti dihormati bahkan di agungkan oleh seluruh rakyat . Bersediakah Akang...? " kata jin betina itu.
Aku diam, mengerahkan seluruh kemampuan memutus tali pengikat tanganku dulu. baru yg lain pikirku.
" Sudah kubilang Akang... Gak akan bisa. Tali itu adalah pengikat sukma. Dan yg disini hanjya sukmamu, jasad mu gak ada disini..." kata jin betina itu.
Aku kaget, lantas dimana jasadku.
Apa aku sudah mati ? Gak gak mungkin terjadi begitu.
Aku menoleh ke arah suara itu.
" Siapa kamu.... ?" tanyaku.
Sosok itu tersenyum, ujutnya memang cantik sekali. bahkan pakaianya sangat indah, semacam dari kain Sutera tipis. Sampai hampir tembus pandang. Memperlihatkan lekuk lekuk tubuhnya bahkan sesuatu yg menonjol di dadanya...!
" Aku adalah Sukmini, putri Raja di kerajaan ini. Kamu ada di Taman Kaputrenku. Tak ada laki laki yg boleh masuk sini. kecuali pengantinku, atau keluar sudah mati...!" jelasnya.
Kata katanya lembut tapi bengis
Bahkan wajahnya yg cantik pun beraura iblis.
" Akang bisa selamat dari racun jerat sukma. Tapi masih mempan dengan bubuk bibit sirep." katanya lanjut.
" Apa itu bubuk bibit sirep ?" aku bertanya.
"Itu adalah bubuk penidur dari tanaman bangsa kami. Manusia sering minta itu, untuk urusan kejahatan nya. Ada yg diramu lagi, dikasih nama macem macem. ada ygdi kasih nama sirep megananda, ada yg menyebut sirep sukma. dan masih banyak lagi. Tapi intinya bibitnya itu dari kami." penjelasan jin betina itu.
Separah itukah manusia ?
Demi tujuan sesaat membiarkan diri sesat.
" Kamu bilang namamu ,Sukmini. Kok mirip nama gadis di kampungku. Anak Raja kok Namanya jelek... !?" kataku.
" Nama itu dari gelar ayahku Sosro Sukmo atau seribu sukma. Ayahku dapat gelar itu karena sudah memakan ribuan sukma manusia. Gimana apa sudah menyerah ?" tanya jin itu.
" Di dunia kami manusia, orang yg akan Nikah itu harus kenal dulu Ta' aruf. Bagaimana saya mau nikah dengan kamu kalo belum Ta'aruf atau mengenal " aku berbohong.
Dalam hati aku tertawa, karena cuma bohong.
Ta'aruf gak harus ketemu langsung.
" Maksut kamu ?" Jin itu tanya.
" Ya aku mungkin bisa saja jadi suamimu, tapi harus kenal kamu dulu... sering ngobrol dulu..." bohongku selnjutnya.
" Jangan coba coba nipu aku, Ayahandaku bilang, kamu gak mau jadi suamiku. Bahkan mau membakar Istana ini... ?" sergah jin betina itu.
" Ya itu saya bilang kemarin, karena salah Ayahmu juga." balasku.
" Salah ayahku gimana " tanya nya.
" Ayahmu bilang, kalo kamu itu adiknya ular yg aku bunuh. Kalo kakaknya Ular ya aku pikir adiknya juga ular... " seruku.
" Terus bagaimana sekarang... ?" jin itu penasaran.
" Ya kalo tahu kamu cantik begitu, siapa yg bisa menolak jadi suami mu." gombalanku keluar.
Biarin lah ngegombalin cewek jin, bukan manusia ini... hihihi....!
" Dayang...! Sampaikan ke Raja..." perintahnya.
" Sumuhun Gusti Putri..." Kata dayang itu.. gak ngerti maksutnya.
" Mau ngapain ngadu ke Bapakmu ? " tanyaku.
" Cuma Ayahandaku yg bisa melepaskan tali itu. Karena tali itu terbuat dari sukma manusia yg dimakan Ayahandaku " katanya.
Aku malah jadi merinding gimana kalo sukmaku ini yg dimakan ya ? Terus jadi bahan tali..
Hiiiihhh Naudhu billlahi min dzalika.
" Kalo nanti Ayahmu terus makan Sukmaku gimana " tanyaku khawatir.
" Tidak akan, kamu kan calon suamiku..." katanya.
" Kok kemarin gak langsung dimakan saja sukmaku ?" tanyaku penasaran.
" Sudah mau dimakan, tapi dalam sukmamu ada mantera pelindung. Jadi gak bisa dimakan." jelasnya.
" Owh.... gitu ?" sahutku.
Mantera pelindung apa yg dimasut ?
Ah bodo amat, yg penting bisa lepas dulu, dari ikatan ini
" Hwmmm Akhirnya kamu nyerah juga, gak jadi bakar istanaku ? Atau kamu baru coba menipu kami ?" kata Raja jin itu.
" Gak kok..... Salah sendiri kemarin gak bilang anak kamu cantik banget. kan gak harus begini....!?!" kataku berbohong.
" Hwuwahahaaaaa dari kemarin begitu kan enak. Akhirnya aku ada penerus. Dayang..... ! Perintahkan.... Siapkan Ritual pengantin !!" perintahnya ke dayang.
" Sumuhun Gusti Prabu... " jawab dayang.
" Eeehhh Nanti dulu, memang proses nya aku diikat begini ? "
" Hwahahaaa."
Raja jin itu mendongak ke atas, komat kamit. Tali di tubuhku mengendor berupa jadi cahaya kuning kemerahan terbang dan masuk kemulut jin itu. Kemudian jin itu nampak seperti menelan sesuatu.
" Kamu dah lepas, tapi jangan coba lari...!" ancamnya.
" Eeh tunggu jangan pergi dulu, aku mau pakaianku... Gak mau yg ini. " pintaku.
" Tidak bisa, kamu ikut aturan tata cara perkawinan disini ya harus begitu " hardik raja jin itu.
Mampuss nihhh..
Apa dengan begini bisa keluar dari sini. Pakai pakaian Tarzan begini.
" Min eeh Sukmini kasih pinjam pakaianku bentar, Aku gak biasa begini, malu dilihatin dayang dayang. Kalo cuma kamu sendiri sih gak papa " aku membual rayuku pada jin Sukmini.
" Dayang sini semua ! " panggil jin itu pada dayangnya.
Nah kena juga dikibulin jin bego ini.
" Sumuhun Gusti Putri " jawabnya.
" Perintahkan ke semua dayang, baik yg di taman kaputren ini, maupun yg di penjagaan. Semua keluar aku hanya mau berdua dengan calon suamiku, mengerti.... ?!? " perintah Sukmini
" SANDIKA Gusti putri..." jawab kompak jin anak buah Sukmini.
Mampiuus bener nih...!
kok malah pada disuruh keluar sih...???
" Akang sekarang tinggal kita berdua, calon suamiku. Ijinkan Aku Melayani kamu sekarang ?" kata jin itu, bikin merinding.
" Loh Proses perkawinanya kan belum ? " protesku.
" Hihihi.... Akang lucu... Kalo bangsa kami, proses pernikahan itu diawali dengan hubungan intim. Baru proses ritualnya...!"
Hadddewhhh muampus niiih.
Mau pakai dalih apa lagi, udah gitu Jin sukmini mulai melucuti pakainya. Takut lepas kendali aja sih bisa repot nanti.
" Eeeh tunggu...." tahanku.
Kataku menahan agar tidak semua pakainya dilepas. meski aku juga gak tahu punya jin itu kayak manusia apa gak... hihihi.
" Biar asik dan romantis, jangan langsung dibuka semua. Tapi nanti di buka dari sedikit demi sedikit. Jadi ada sensasi yg luar biasa..." kataku.
" Apa tidak kelamaan " tanya dia.
__ADS_1
"Kenapa harus buru buru..." kataku
( Hampir saja aku bilang, buru buru itu kerjaan setan untung ingat, ini kan sebangsa setan hehehe )
" Kita nikmati dulu kebersamaan ini, sambil ngobrol asik. baru setelah itu..." kataku.
" Setelah itu apa, setelah ngobrol..? " tanya jin itu.
" Ya apa yg kamu mau,... ?" jawabku.
" Hubungan intim... bukanya tadi Akang juga buru buru pingin berdua saja ? " katanya bego.
Owh itu rupanya.
" ini dayang sudah keluar semua, tinggal kita berdua. kirain tadi udah gak tahan... terus ngajak hubungan intim. Katanya aku cantiiik....? Apa Nafsu nya gak keluar ? Biasanya biar nafsunya keluar gimana caranya. mumpung masih ada waktu sampai bulan diatas kita tepat."
Aku jadi tambah bingung...
Mana bulan... Yg tampak hanya cahaya lampu kerajaan jin.
" Lah emang bulanya mana ? " tanyaku.
" Tidak tampak, hanya bisa dilihat dari dimensi manusia. Hanya bisa dirasakan disini " jawabnya.
Owh jadi gitu, di dunia jin keadaanya....? batinku.
" O iya.. kamu sudah pernah lihat bulan ? " tanyaku.
" Sudah.... tapi jarang.." jawabnya.
" Kenapa jarang, padahal kan indah...? " godaku.
" Harus keluar dari dimensi ini, masuk ke dimensi manusia. itu butuh kekuatan yg besar. " katanya.
Tampaknya jin ini bisa aku perdaya deh.
" Pingin gak, berhubungan intim sambil lihat bulan...? " rayuku.
Jin itu diam sejenak, nampak keraguan di wajahnya.
" Pingin tidak...? " ulangku.
Demi melancarkan bujuk rayuku, aku peluk jin itu ( gak tahu dosa apa gak lah, toh dosa lain juga masih banyak. ini demi menyelesaikan tugas atau dawuh )
" Rambutmu sangat indah, kalo kena cahaya bulan akan semakin cantik. Pasti kita akan semakin bergairah..." ku keluarkan jurus gombalanku.
" Benarkah...? " sahut jin itu sambil ikut memelukku, sehinga sesuatu di dadanya membuatku dag dig dug....!
Aku harus kuat.
Tidak boleh kalah sama jin, gumamku dlm hati..!
" Yuuk sudah hampir waktunya, bulan sudah hampir ke tengah..." ajaknya.
" Sambil lihat bulan ya ? " pintaku.
" Aku harus ijin Ayah...! " keluhnya.
" Kenapa harus ijin ? " tanyaku.
" Batu pembuka lorong hanya ada pada ayahku, tidak bisa masuk keluar tanpa itu....?" jawabnya.
" Yaudah cepat minta ijin sana...! " perintahku.
" iya bentar...." sahutnya.
Aku kira jin itu akan pergi ternyata cuma duduk bersila. Rencanaku kalo sudah sampai alam manusia akan lari....!
" Ayuukkk sudah di ijinkan..! " kata jin betina itu.
" Tapi kita hanya boleh membuka sedikit tabir, biar bisa lihat bulan tapi tidak boleh keluar.." serunya.
Gak boleh keluar hanya boleh sedikit membuka tabir untuk melihat bulan ?
Terus bagaimana dengan rencanaku ?
Akh pikir nanti saja lah..!
" Yaudah Ayuuuk... kita lihat bulan.." kataku.
" Iya ya ..! " jawabku.
" Buka pakaianya dulu disini. itu sarat dari ayahku...?! katanya.
" Maksutnya aku disuruh telanjang sekarang ? " kataku kaget.
" Bukan akang tapi Sukmini, karena Pakaian ini sangat berharga. bahkan manusia banyak yg mengincarnya " jawabnya
" Terus nanti kesana kamu telanjang ? " tanyaku lagi.
" Tidak apa, kita terbang gak dilihat yg lain. " katanya.
" Kamu bisa terbang, terus aku... ? " kataku bingung.
" Nanti akang aku gendong " jawab jin itu.
Jawabnya santai.
Aku yg pusing.
Tiba tiba dia sudah menanggalkan pakainya, jongkok membelakangiku.
" Ayo Naik kita lihat bulan..! " pinta jin itu.
Dari pada kelamaan disini aku ikutin saja kemauanya.
Gauk usah di ceritakan secara detail gimana cara aku naik ke punggungnya. Yg jelas spt anak anak minta digendong belakang untung bukan depan ya kan....?
" Akang ... pakaianmu juga harus dilepas sebelum sampai " perintahnya.
Busyeet gak mumnkin kali...!
" Akang buka tabir nanti dengan batu ini. Tapi harus kondisi telanjang.. " jelas jin betina itu.
Mampus dech....!
" Harus begitukah ? " tanyaku.
" Iya harus.... ? " jawabnya.
" Tapi tabirnya seperti apa ? " tanyaku.
" Nanti aku kasih tahu..!" jawab nya.
" Cepat tanggalkan semua pakaianmu.. sudah hampir sampai gerbang...! " perintah jin betina itu.
" Iyaa udah semua ini..
Mang gak kerasa apa ? " selorohku.
Kataku sedikit menggoda, tapi apa aku mulai tergoda juga ya...?!?
Tidaak tidak boleh dia bukan manusia...!
" Sudah di gerbang, goreskan batu itu pada titik hitam didepanmu. sedikit saja secukupnya bisa ihat bulan. !!! " katanya menunjukkan titik pintu gerbang dua dimensi.
Aku ikuti perkataanya, tapi aku goreskan kira kira bisa buat lari batinku.
" Sudah cukup jangan terlalu lebar," perintahnya.
" Gak dikit lagi biar asik saat kita hubungan intim..!" kilahku.
" Udah cukkkuuuupppp...! " teriaknya.
" Iya.... " seruku.
Saat menggores terasa ada hembusan angin, dan memang tampak bintang bintang. tapi mana bulanya....?
" Kita hubungan intim disini... " kata kata makhluk itu terlalu vulgar. Akupun diturunkan di sebuah tempat mirip Altar pemujaan ?
Saat dia berbalik posisi b*g*l..
__ADS_1
Mataku terbelalak, dari pada lihat ini terus aku pura pura peluk dia. Sambil nengok keluar, karena dia membelakangi gerbang dua dimensi itu.
" Akang sabar dulu, katanya gak mau buru buru... " kata dia
" Ah aku gak buru buru kok, cuma pingin peluk kamu tambah cantik kena cahaya bulan..." bualku.
Aku ngegombal sebisa mungkin. sambil tengak tengok cari kesempatan lari...!
Aku lihat seperti ada terowongan kecil, mungkin pas ukuran badanku
Apa itu jln keluar dari tempat ini.
O iya Pasti itu...!
Aku harus masuk kesana, kalaupun harus tertangkap lagi. lebih baik dihukum dari pada mengorbankan harga diriku...!
Harga diri laki laki itu tidak mengobral birahi selain kepada istri. Apa lagi ini hanya jin....!
Aku haruscepat lari, batu ini.
Batu ini masih di tanganku..
" Akangggg....." ucap jin itu.
Aku baru sadar jika jin itu mulai menciumi aku dan meraba tubuhku. Boro boro nikmat, yg ada mual.
" Apa Sukmini..." kataku mencari peluang kabur.
" Apa kira kira gak ada yg lihat kita disini ? " tanyaku menyelidiki dan mencoba mengalihkan dia untuk bicara.
" Ayuuk cepet kang...!
Kalo kelamaan aku gak kuat di perbatasan dua dimensi. Terus kita harus segera ikuti ritual setelah hub intim ini. Ayuuuk cepat satukan kang... Satukan jiwa kita, biar aku bisa ikut kemanaoun kamu pergi.." teriaknya.
Deghhh....!
Ini kata kuncinya.
hubungan intim yg dilakukan adalah untuk mengikat kedua sukma.
Tanpa pikir panjang aku dorong jin betina itu dan aku lari kelorong itu, Sambil menggenggam batu iyg tadi kugunakan.
Sedikit lagi sampai ke lorong.
Aku mulai masuk lorong sempit.
Terdengar geraman jin betina itu, menangis dan meraung raung merasa tertipu. Dan kudengar derap kaki kuda, dan terdengar suara " jangan coba coba lari "
Tidak aku hiraukan, aku masih berusaha masuk lorong sempit ini...!
Kenapa sempit sekali, seakan akan ukuranya pas bgt dengan tubuhku. susah sekali masuknya.....!!!
Sementara Pasukan anak buah Raja jin itu mulai ada yg memanahku, melempari dengan tombak dll
Untung saja gak ada yg kena, tapi kalo gak segera masuk lama lama juga bisa kena gumamku...!
Tiba tiba ada kilatan cahaya yg menyambar mereka. Menimbulkan dentuman hebat....!
Dhuuuuaartttt...!!!
Diikuti teriakan rombongan jin itu, aku terus berusaha masuk lorong itu. Tapi makin lama makin sempit, makin sesak nafasku pun makin engap. bahkan untuk keluar lagi pun tidak bisa. jangankan keluarcatau masuk, bergerakpun tiba tiba tidak bisa.
Nafasku makin sesak detak jantungku pun sepertinya makin lemah. aliran darahku tidak teratur kadang cepat kadang lambat...!?!
Aku janya bisa pasrah....!
Ya Allah...
Jika kau Ambil nyawaku saat ini, semoga kau catat kematianku karena usahaku menghindari maksiat demi menjaga hargadiri umat Mu Ya Allah...!
Laa ilaa ha illallah....
bushhhhh...
hilang semuanya....
hilang kesadaranku, atau sudah matikah aku.....?
Gelapppp
Dinginnnn
Owh Aku masih bisa merasakan aku masih hidup. tapi gak bisa bergerak...!
ada yg merambat di pipiku, apakah ini kalajengking, cacing atau apa. aku sama sekali gak bisa gerak...!
Atau apakah aku sudah di alam kubur, dan saat ini jasadku mulai dimakan belatung ? Apakah jasadku bisa ditemukan, atau membusuk ditengah hutan dan dimakan cacing dan balatung ?
Bagai mana nasib istriku, bagai mana nasib janin dlm kandungan istriku..!??
Maafkan Aku Fatimah istriku, aku tak lagi bisa melindungimu. Bahkan hanya meninggalkan luka dihatimu, meninggalkan tangis duka pada mu.
Aku merasakan gerakan di pipi bahkan pii kanan kiriku semakin kencang. kok pipi... ?
Yang aku pelajari di pesantren tubuh itu hancur dimulai organ dalam dulu. Ini kenapa pipiku yg terasa, perut dan organ dalamku gak ?
makin keras dan makin keras, bahkan serasa di tampar...!
" kaaaaangg.. "
Sayup sayup kudengar ada yg memanggil ku kaaanggg...???
Jangan jangan sukmini jin betina itu mengejarku...?!?
lama lama pipiku makin terasa kayak ditampar.. dan...
" KAAANGGG "
Suara ini jelas terdengar, Aduh siapa ini sukminikah ?
Apakah aku tertangkap lagi, bukankah....?
Terasa ada gempa mengguncang jasadku..!
" Kang....! "
Aku terbelalak kaget dan bangkit...!
" Jangan....jangan... kita beda alam sukmini... aku manusia kamu jin. pergi.." teriakku.
Kudengar langkahnya mendekatiku.
Memegang pundak ku.
Duh... mati beneran nih ketangkep lagi sama bangsa jin.
" Kang Akang kunaon....?
ini tu di rumah urang, iye salim lain S?ukmini.. "aku tersadar dan hampir jatuh ke lantai karena mau pingsan lagi...!
" Kang Salim...." kataku lemah.
" iya aku nemuin akang td pagi, di pinggir hutan sana. dah ini di minum dulu teh manis " seru kang salim.
Aku minum saking haus dan laparnya....!!!
Aku di biarkan istirahat dulu oleh kang Salim.
Baru setelah agak segar disuruh mandi dan sarapan, gak tahu sarapan atau makan siang gak jelas....!
" Gimana kang petualanganya di dunia lain ? " tanya kang Salim sambil senyum senyum....?!?
" kok kang salim tahu ? " :apaku.
" Ya tahu lah, diberi tahu Abah lewat mimpi. Katanya kalo gak aku tolongin, bisa jadi menantu jin Bener gitu ya kang ? " kata kang Salim.
Suerrrr mukaku jadi meraaah padam macam kepiting rebuss waktu itu.
" Gak usah malu kang, itu baru ujian pertama, masih ada yg lain kang nanti. " kats kang Salim.
masih ada yg lain baru yg uian pertama..?
__ADS_1
Yg pertama aja begitu, yg ke dua dan setrrusnya gimana ?
...bersambung.......