
🌷🌷🌷
Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
Dalam hati aku berkata, “Wah berarti gak bisa seenaknya saja nanti menggoda Khotimha kalo diwarisi Ilmu dari Yuyut. Bisa bisa aku yang bakal di habisi oleh Khotimah, batinku.
“Maaf bu, kenapa selama ini ditutupi sehingga Khotimah terkesan lemah ?” tanyaku pada ibu mertuaku.
Tiba tiba bapak mertuaku yang menjawab.
“Itulah kenapa Khotimah selama ini disembunyikan kesanya, kedua orang tua Khotimah meninggal saat Khotimah masih kecil. Dan Khotimah diaush Yuyut sejak kecil, ternyata dalam diri Khotimah itu lebih kental darah Yuyut dan berbakat menguasai ilmu yang Yuyut miliki. Namun jika dari dulu diberikan maka Khotimah akan sangat berbahaya bagi orang lain. Sehingga ditunggu sampai kira kira Khotimah bisa mengendalikan dirinya. Dan sekaranglah saatnya.” Jawab bapak mertuaku.
*****
Â
Episode ini
“Wah benar benar saya tidak menyangka, ternyata mempunyai adik sepupu yang punya bakat seperti Yuyut. Dan sangat tidak menyangka ternyata Yuyut dan kedua kakek saya dari ayah dan ibuku punya cerita cinta yang sangat romantic. Pantas saya dengan Fatimah juga sangat romantic pak bu.” Kataku mulai berani bercanda karena gak ada Yuyut dan tahu kartunya yuyut yang dulu bingung memilih kakekku dari Ayah atau kakekku dari ibu. Karena dua duanya disukai Yuyut. Tapi karena hal itu pula lah yang tidak bisa menyatukan salah satu kakekku dengan Yuyut. Aku menahan tawa kalo ingat cerita ibu mertuaku itu.
“Mas apaan sih, malu tahu sama bapak dan ibu bilang begitu ?” protes Fatimah padaku.
“Kenapa Harus malu sayang, justru aku yakin bapak ibu akan bangga karena kita bisa hidup rukun saling mencintai dan romantic. Sebagai penerus kisah cintanya Yuyut dengan kakekku. Bukankah itu luar biasa sayang ?” kataku sambil memeluk Fatimah.
Aku sudah tidak sungkan berlaku romantic ( dalam batas wajar ) dengan istriku di depan kedua mertuaku. Dan sejujurnya setelah mendengar cerita ibu mertuaku aku jadi semakin mencintai Fatimah Istriku.
Karena dengan bersatunya aku dengan Fatimah sebagai suami istri merupakan penyambung sejarah cinta masa lalu leluhur kami juga. Aku sangat bahagia saat itu, sampai terlupakan dengan masalah masalah besar yang sedang aku hadapi.
“Iya nak, gak papa aku sebagai orang tua juga sangat bangga kepada kalian kalo kalian bisa seperti ini seterusnya. Dan selalu mendoakan yang terbaik buat kalian berdua.” Jawab ibu mertuaku sambil tersenyum
Fatimah pun tersenyum lega mendengar perkataan ibunya, sehingga takmalu lagi ketika Fatimah bersandar padaku didepan orang tuanya.
Begitulah awal percakapan kami dengan mertua dan Yuyut, sampai waktu maghrib tiba dan kami melaksanakan sholat berjamaah bersama. Dilanjutkan seaman Alquran seperti hari sebelumnya sampai dengan Habis Isya dan dilanjut mujahadah.
Dan setelah mujahadah selesai, kembali Yuyut mengumpulkan aku, Fatimah,Khotimah Isti dan juga Rofiq. Hanya ibu Isti yang tidak dikumpulkan oleh Yuyut. Dan semuanya diajak kumpul dilapangan belakang rumah, meski aku sudah menyampaikan ke Yuyut jika diluar masih belum aman. Tapi yuyut tetap mengatakan harus diluar rumah. Mau gak mau aku harus meminta bantuan pada Fanani cs untuk menjaga keamanan dari kemungkinan adanya gangguan dari manusia.
“Surodiro joyo ningrat lebur dening pangastuti,
Yuyut Harap kalian bisa mengerti dengan kalimat ini. jika kalian tidak ada yang tahu, maka orang pertama yang akan aku hokum adalah kamu, Yasin suami Fatimah. Karena kamu memalukan sebagai cucu Sanjaya dan Sidiq Ali sahabatku.” Ucap Yuyut memulai pembicaraan.
Suasana malam itu yang hening bahkan suara jangkrik dan binatang malam yang biasa terengar ramai. Kali ini tidak satupun terdengar.
“Kamu teman Yasin, maju kesini.” Tunjuk Yuyut kepada Rofiq.
“Saya nek ?” Tanya Rofiq.
“Panggil aku yuyut jangan Nenek aku bukan nenekmu.” Bentak Yuyut.
“Iya Yut.” Jawab Rofiq kelihatan grogi, namun Rofiq tetap maju.
“Kamu tukang berantem, tapi tennaga kamu kosong gak ada isinya. Perlu diisi agar bisa membantu menyelesaikan tugas ini.” kata Yuyut.
“Iya yut, makasih jika yuyut mau member pelajaran pada saya.” Ucap Rofiq.
“Yakin kamu mau menerima pelajaran dari Yuyut ?” sahut Yuyut.
“Mau Yut…!” jawab Rofiq mantap.
“Baiklah kalo kamu sudah siap, sekarang kamu tunjukkan kemampuanmu pasang kuda kudamu gunakan jurus terbaik yang kamu miliki peragakan pada Yuyut.” Kata Yuyut.
Kemudiann Rofiq segera memasang kuda kuda dan memperagakan gerakan gerakan jurusnya.
“Tenagamu gak keluar hanya otot kamu saja yang kelihatan.” Kata Yuyut.
“Maksutnya gimana Yut ?” Tanya Rofiq.
“Khotimah kamu kemari sebentar !” seru Yuyut.
“Iya yut.” Khotimah berjalan mendekati Yuyut.
“Kamu temen Yasin, pukul batu ini dengan kayu ini sampai batunya pecah !” perintah Yuyut.
“Mana bisa Yut, yang ada kayunya yang patah nanti.” Jawab Rofiq.
Tanpa berkata Yuyut lantas memukul kaki Rofiq dengan tongkatnya.
“Dasar anak anak pada geblek, dibilangin bantah.” Ucap Yuyut.
Aku menahan tawa melihat Rofiq kesakitan dipukul Yuyut.
“Khotimah, kamu praktekan apa yang Yuyut ajarkan tadi sekarang.” Perintah Yuyut pada Khotimah.
“Tapi Khotimah belum pernah nyoba Yut, kalo Gagal gimana ?” ucap Khotimah ragu.
“Kamu gak usah ikutan seperti mereka yang bandel. Ikuti saja perintah yuyut.” Ucap Yuyut.
Pada Khotimah cucu kesayanganya Yuyut gak mau membentak dan main kasar, curang batinku.
Kemudian Khotimah mengikuti perintah Yuyut memegang sebatang dahan setengah lengan dan diminta memukul batu sebesar kepala bayi sampai pecah.
Pada pukulan pertama tidak terjadi apapun, sifat gemulai Khotimah masih dominan dan pukulanya pun masih kelihatann pukulan seorang wanita tulen yang gemulai.
“Konsentrasikan cipta rasa dan karsa, salurkan tenaga pada dahan itu dan pukul sekuat tenagamu rasakan aliran tenaga dari dalam yang sudah Yuyut buka tadi.” Perintah Yuyut.
Terlihat Khotimah yang keseharianya gemulai itu mencoba berkonsentrasi dan berusaha memecahkan batu itu. aku sendiri ragu apakah Khotimah bisa melakukanya atau tidak.
__ADS_1
Tanpa aku duga setelah Khotimah berkonsentrasi seperti kata yuyut, tiba tiba tanganya yang memegang dahan itu mengayun kebawah memukul batu dengan dahan itu. dan aku sangat terperanjat, batu itu terbelah jadi dua. Tanpa mematahkan dahan itu sendiri, sebuah hal yang irasional pikirku.
“Hmmm lumayan meski belum sempurna, harusnya bisa lebih hancur lagi batu itu Khotimah. Tapi untuk pemula sudah cukup bagus.” Kata Yuyut.
“Makasih Yuyut.” Ucap Khotimah.
“Sekarang kamu ikuti apa yang dilakukan Khotimah tadi !” perintah Yuyut pada Rofiq.
“Iya Yut.” Kemudian Rofiq mencoba meniru apa yang dilakukan Khotimah tadi. Secara fisik tentunya tenaga Rofiq bisa beberapa kali lipat dari Khotimah. Tapi apakah Rofiq bisa meniru apa yang dilakukan Khotimah aku juga gak yakin. Karena yuyut tadi mengatakan sudah membuka jalur tenaga dalam Khotimah yang selama ini ditutup.
Rofiq mencoba berkonsentrasi mengikuti Khotimah tadi, kemudian sambil menghembuskan nafas Rofiq berteriak keras sambil memukulkan dahan yang sama pada pecahan batu yang tadi dupukul Khotimah.
Dan…. Praaaak…..!
Dahanya yang patah bukan batunya yang pecah, aku hampir saja tak kuat menahan tawa. Karena kupikir Rofiq berhasil tapi ternyata dahanya yang patah.
Namun ekspresi tawaku sudah dibaca Yuyut, sehingga aku dimarahi dan di suruh menggantikan rofiq dengan diberi dahan baru. Meski aku pernah belajar juga tentang inner power atau tenaga dalam namun aku juga masih sangsi. Karena belum pernah mempraktekan dengan cara seperti ini.
“Yasin, jangan hanya tertawa saja, buktikan kalo kamu juga bisa. Kalo kamu sampai gak bisa jangan mengaku cucu sanjaya dan Sidiq Ali.” Bentak Yuyut.
“Iya Yut, maaf Yut…!” kataku ketakutan.
“Sini kamu, gantiin temen kamu buktikan kamu cucu Sanjaya dan Sidiq Ali. Kalo gagal aku gantung kamu sekarang juga…!” ucap Yuyutku yang bawel itu. mampus nih, aku juga belum pernah mempraktekan karena aku belajar itu saat dipesantren dan gak pernah diuji langsung. Sehingga belum pernah menggunakan sama sekali.
Bahkan saat harus duel pun aku selama ini lebih mengandalkan tenaga fisik saja. Jika dalam pertempuran fisik.
Aku melangkah maju dengan agak ragu ragu, sambil mengingat yang pernah aku pelajari dulu saat dilatih oleh kang Salim di pesantren.
“Cepat lakukan sekarang, atau kamu yang aku patahkan lenganmu dengan tongkat ini.” perintah Yuyut sambil menyeraahkan dahan yang besarnya kurang lebih sama dengan yang tadi. Namun menggantikan dengan batu yang lain yang ukuranya jauh lebih besar, wah curang batinku.
“Cepat lakukan, kuberi waktu sampai tiga kali pukulan kalo kamu gak bisa mecacin batu ini maka kamu yang akan aku pecahin kepalamu.” Ancam Yuyut.
Aku sudah gak peduli dengan apa kata Yuyut, aku berdoa memohon diberi kekuatan agar mampu memecahkan batu itu. jangan sampai tidak diakui sebagi cucu dari Sanjaya dan Ahmad Sidiq, batinku.
Aku mengatur pernafasanku, sebisa dan seingatku menyalurkan tenaga dari dalam. Aku merasakan ada seperti angin yang berjalan dari pusarku menuju keseluruh tubuhku. Kemudian aku salurkan ketanganku dan kualirkan ke dahan kayu yang akan aku pakai untuk memukul batu itu.
Saat pukulan pertama ada keraguan dalam hatiku berhasil atau tidak ya, batinku.
Dan praaak…. Suara benturan dahan kayu dan batu namun batunya tetap utuh, meski dahanya juga tidak patah.
Buuuk…..
Punggunku dipukul Yuyut.
“Lebih konsen lagi jangan ada keraguan…!” perintah Yuyut.
Kemudian aku kembali berkonsentrasi dengan melakukan hal yang sama sepertis sebelumnya.
Buuuk….
Pukulan keduaku belum juga berhasil, aku makin panik dan berkeringat malu dan takut dengan Yuyut.
“Kesempatan terkhir kamu sekarang.” Ucap Yuyut semakin membuatku grogi.
Sambil menunduk konsentrasi aku menyentuhkan dahan yang aku pegang pada batu itu. kemudian berkonsentrasi mengatur pernafasan dan mengerahkan segenao kemampuanku menyalurkan tenaga pada tangan dan dahan yang aku pegang.
Disaat aku sudah merasa tenagaku terkonsentrasi di tangan dan tersalurkan ke dahan itu. dengan penuh percaya diri aku hanya sedikit mengangkat dahan itu lalu memukul batu itu dengan pelan.
Dan hasilnya…
Bletaak….
Batu itu terbelah jadi empat bagian.
“Alhamdulillah aku tidak memalukan leluhurku Sanjaya dan Sidiq Ali batinku.
“Nah itu baru cucu Sanjaya dan Sidiq Ali.” Ucap Yuyut enteng.
Mulai sekarang kamu yang bertugas melatih Khotimah dan temen kamu. Soal Fatimah dan temenya ( Maksutnya Isti ) Yuyut ada hal khusus yang akan Yuyut sampaikan.” Ucap Yuyut.
Kemudian kami semua kembali kedalam rumah. Dan sesampai didalam rumah Isti dan Fatimah dipanggil Yuyut kedalam kamar. Entah apa yang di bicarakan nenek nenek aneh itu, pikirku.
Sementar aku, Rofiq dan Khotimah diruang mujahadah di temani bapak ibu mertuaku melanjutkan obrolan. Tapi aku justru lebih tertarik dengan cerita tentang kakek kakeku mbah jafar Sanjaya dan mbah Sidiq Ali yang pernah hampir berantem gara gara berebut Yuyut. Kemudian aku mendesak ibu mertuaku untuk menceritakanya.
“Buk, ceritai dong kisah Yuyut dengan dua kakekku itu. saya jadi penasaran.” Desakku pada ibu mertua.
“Buat apa to nak, kan yang penting kamu sama Fatimah sekarang sudah sah menjadi suami istri. Itu sudah membuat kakek kakekmu dan Yuyut ikut senang kok.” Ucap ibu mertuaku.
“Tapi saya sebagai cucu kan juga pperlu tahu, sejarah asa lalu kakek saya bu, ceritai dong bu. Ya bu  ya…!” rengekku pada ibu mertuaku. Entah kenapa sejak dengar cerita itu aku uga semakin merasa dekat dengan ibu mertuaku. Selain bertambah rasa cintaku pada istriku, sampai bapak mertuaku juga mendukung aku.
“Ceritain gak papa bu, biar mantu kita satu satunya ini gak penasaran.” Sahut bapak mertuaku.
“Baiklah, kalo kamu maksa tapi bapak gak usah cemburu kalo ibu cerita masa lalu yang menyangkut ibu juga.” Komentar ibu mertuaku. Makin membuat aku penasaran saja.
“Buat apa cemburu bu, kan semua punya sejarah masa lalu.” Ucap bapak mertuaku.
Kemudian ibu mertuaku mulai bercerita dimulai dari saat ibuku menginjak gadis remaja.
“Saat ibu menginjak remaja, Yuyut kamu cerita jika dulu pernah terlibat asmara segi tiga saat sama sama tinggal di pesantren. Yuyutmu mencintaai dua lelaki yang masih saudara sepupu, dan keduanya juga mencintai Yuyut kamu.
Hingga pada suatu ketika, Yuyut kamu dipaksa memilih salah satu diantara keduanya. Tapi Yuyut kamu tidak bisa menentukan pilihan yang sama sama berat. Dan emilih untuk meninggalkan mereka berdua.
Yuyut kamu bilang, aku gak bisa memilih satu diantara kalian. Dan juga gak mungkin memilih kalian berdua sekaligus. Aku mohon maaf tidak bisa mengambil sikap.
Demi kerukunan kalian dan menjaga persaudaraa kalian. Aku memilih pergi dar kehidupan kalian.
Jika cinta diantara kita ini berkah, mudah mudahan turunanku bisa berjodoh dengan keturunan kalian.” Kata ibu terjeda.
“Kemudian untuk mencapai keinginan Yuyut, ibu disuruh menemui kedua kakekmu. Waktu itu ibu juga gak ytahu apa maksutnya. Hanya disuruh bilang bahwa ibu adalah anak dari Siti Aminah Yuyut kamu. Ibu berhasil menemui kedua kakekmu, dan kedua kakekmu juga bingung karena keduanya punya anak lelaki. Kemudian ibu disuruh pulang menemui Yuyut lagi. Disuruh mengatakan begini, kedua kakek kamu akan mengambil telur jika sudah matang saja. Ibupun menurut tidak tahu apa maksutnya.
Sampai dirumah aku sampaikan itu pada yuyut, dan aku juga cerita kalo kedua kakek kamu itu saat itu juga punya anak lelaki.
Kemudian Yuyut bilang, yaudah berarti bukan jatahmu tapi mungkin anakmu, kata yuyut.
Setelah ibu menikah dengan bapakmu, baru yuyut cerita apa maksutnya dulu, dan berpesan agar anak ibu nanti dinikahkan dengan keturunan Jafar Sanjaya atau Sidiq Ali. Tapi ibu bingung karena sudah lama gak bertemu kakekmu, dan tidak tahu posisinya saat itu dimana.
__ADS_1
Sampai dengan Fatimah menginjak remaja ibu belum tahu dimana keberadaan kedua kakek kamu. Makanya ibu pernah konsultasi dengan Abah gurumu, tentang pesan yuyut itu. tapi Abah gurumu bilngnya, jodoh itu sudah ditulis sejak bayi masih dalam kandungan. Tidak usah mencari keberadaaan Sanjaya dan Sidiq Ali. Jika keturnan salah satunya berjodoh dengan anakku ( Fatiamah ) maka aka nada jalan untuk bertemu.
itu ibu sampaikan Abah gurumu saat Fatimah baru masuk ke pesantren pertama kali. Tentu saja tanpa sepengetahuan Fatimah.
Dalam berjalanya waktu dan dalam keputus asaanku dan Yuyut juga. Karena ibu dan bapak sudah merasa tua dan pingin segera punya cucu. Sementara kalo harus nyari Sanjaya dan Sidiq ali gak cukup waktu kayaknya sudah putus asa. Makanya bapak dan ibu mendatangi Abah gurumu.
Untuk menyerahkan jodoh Fatimah dan sesegera mungkin dinikahkan saja. Kemudian Abah gurumu minta waktu satu minggu, setelah seminggu bapak ibu diminta ke pondok dan abah gurumu akan mencarikan jodoh dan langsung menikahkan Fatimah. Dan kemudian Fatimah ternyata dinikahkan sama kamu. Yang ternyata malah keturunan dari Jafar Sanjaya dan Sidiq Ali sekaligus.” Kata ibu mengakhiri ceritanya.
Aku heran pada jaman kakek nenekku kok sudah ada kisah cinta seindah itu sampai sampai karena cintanya gak kesampaian ingin agar keturunanya yang berjodoh. Dan yang lebih mengherankan lagi, Abah sudah mendengar permintaan ibu Fatimah saat Fatimah baru masuk pesantren. Padahal kala itu aku masih didalam . apakah karena itu lantas kang Salim ditugaskan mencari aku dan dibawa ke pesantren. Karena beliau Abah guru tahu aku adalah keturunan dari jafar sanjaya dan Sidiq ali sekaligus.
Namun di pesantren aku dibiarkan saja dekat dengan eis waktu itu, biar semua berjalan dengan alami. Bahkan pada saat itu aku dan Fatimah istriku ini, tidak ada kedekatan apapun. Skedr say hello saat berpapasan sebagia sesame santri waktu itu.
Kayaknya bukan sekedar kebetulan saja ini, memang sudah demikianlah scenario Allah terhadapku. Dan mungkin waktu itu Abah guru melarang ibunya Fatimah mencari keturunan Jafar Sanjaya dan atau Sidiq Ali jika waktu itu mencari dan ketemu aku tentu saja akan sangat kecewa dan tidak jadi menjodohkan Fatimah dengan keturunan Jafar Sanjaya atau Sidiq Ali. Karena yang dia temukan adalah pemuda begajulan tukang mabuk dan hidup di dunia Hitam. Sungguh luar biasa Abah guru mengatur semua ini.
“Kenap kamu nak, ok malah kayak melamun begitu ?” Tanya ibu mertuaku.
“Gak kok bu, hanya heran ternyata dimasa kakek ku sudah ada kisah asmara yang rumit dan seindah ini.” komentarku pada ibuku.
“Namanya kisah cinta itu sudah sejak nabi Adam dan Hawa nak, gak hanya dari masa kakekmu saja.” Kata ibu mertuaku.
“Owh ya bu, tadi Yuyut dilapangan memberikan banyak wejangan. Dan saya sungguh tidak menyangka jika Khotimah itu mempunyai kelebihan yang luar biasa. Dan tiba tiba saja Nampak setelah tadi di wejang Yuyut. Sebenarnya ada apa bu ?” tanyaku pada ibu mertua.
“Tanyakan saja pada Khotimah langsung tadi diapakan sama Yuyutnya.” Jawab Ibu.
“Iya Khot, tadi kamu diapain sama yuyut kok tiba tiba mempunyai tenaga yang luar biasa begitu.” Tanyaku pada Khotimah.
“Gak diapa apain tu mas, Cuma tadi seperti durut dan beberapa bagian tubuh Khotimah dipukul pelan api sakit. Namun setelah itu tubuh Khotimah terasa lebih ringan dan terasa lebih fresh saja.” Ucap Khotimah.
“Owh gitu, berarti Yuyut kamu membuka aliran darahmu biar makin lancar, mungkin kemarin sengaja disumbat pada bagia tertentu agar tenagamu tidak bisa full keluar. Karena berbahaya jika kamu gak control. Apa dibagian ini yang di pukul pelan ?” tanyaku sambil menunjuk bagian punggung badanku di bagian pangkal lengan.
“Iya mas, kok mas Yasin tahu ?” Tanya balik Khotimah.
“Memang disitu merupakan titik penyaluran tenaga yang bisa dialirkan ke bagian tubuh yang lain.” Jawabku pada Khotimah.
“Owh begitu ? bisa gak Zain kamu membukakan aku ?” Tanya Rofiq padaku.
“Wah maaf bang, aku hanya tahu teorinya mungkin hanya Yuyut yang bisa. Seperti ketika aku disuruh mencoba tadi, aku sempat dipukul Yuyut kan. Nah setelah dipukul itu aku baru merasakan lebih leluas menyalurkan tenagaku. Jadi sebenarnya Yuyut gak sekedar memukul aku, tapi membuka jalur aliran tenagaku.” Jelasku pada Rofiq.
“wah luar biasa Yuyut ya.” Ucap Rofiq.
Tiba tiba Yuyut, Isti dan Fatimah datang dan ikut bergabung dengan kami.
“Bagaimana cucu Sidiq dan Sanjaya, sudah tahu maksutnya Suro diroo joyo ningrat lebur dening pangastuti ?” Tanya Yuyut padaku.
Aku jadi kaget karena belum menemukan jawaban yang pasti.
“Belum Yut, belum ketemu.” Jawabku.
“Cari sekarang pikirkan apa maknanya dan coba kamu jelaskan sekarang juga.
Waduh mati aku, harus berpikir keras untuk itu.
“Cepat setelah itu kamu cari Cipta rasa karsa” perintah Yuyut membuatku semakin pusing saja.
“Kali Suro itu keberanian Yut, terus diro aku belum tahu Joyo artinya kejayaan Ningrat itu ketinggian derajat lebur itu hancur dening itu dengan pangastuti saya juga gak paham maksutnya.” Jawabku jujur.
“Bocah geblek, Diro itu artinya kekuatan, kalo pangastuti kasih sayang. Jadi maksut dari Suro Diro Joyo ningrat itu adalah segala macam atau apapun bentuk kekuatan keberanian kemegahan dan lain sebagainya hanya dapat dikalahkan dengan pangastuti atau kasih sayang. Kalo kamu melawan angkara murka hanya dengan kekuatan fisikmu maka kamu bisa hancur. Seperti dahan kayu yang dipukulkan di batu tadi dahanya yang akan hancur. Kalo tidak ada kasih sayang disitu. Dan kasih sayang itu adanya di dalam hati makanya muncullah kekuatan kasih sayang yang akan menghancurkan keangkara murkaan yang seperti batu yang keras itu.” kata yuyut menjelaskan maksut dari Suro Diro Joyo Ningrat Lebur Dening Pangastuti.
Sungguh luar biasa petuah petuah jawa yang sarat makna filosofi namun saat ini banyak ditinggalkan karena dianggap ketinggalan Zaman.
Aku harus lebih banyak lagi belajar tentang filosofi jawa, biar bisa mengerti keluhuran budaya bangsaku sendiri, batinku.
Bahkan Isti dan semuanya ikut mendengarkan dengan khidmat penjelasan yuyut tadi. Semua begitu takjub dengan Yuyut yang begitu cerdas dalam menjelaskan, diusia segitu yang kebanyakn orang sudah pada pikun, namun Yuyut masih sangat sehat dan kecerdasaanya masih sangat tajam. Pantas saja dulu kakek kakek ku pada jatuh cinta dengan yuyut, kata hatiku sambil senyum senyum sendiri.
Buuk…
Suara pukulan tongkat Yuyut mengenai punggungku.
“ Dasar bocah geblek, disuruh mikir arti petuah malah ngelamunin masa lalu Yuyut dan kakeknya, oooh dasr cucu kurang ajar kamu ya.” Bentak Yuyut.
“Maaf Yut, Saya hanya merasa pantas kakek ku dulu dua duanya jatuh cinta sama Yuyut karena Yuyut selain dulu pasti cantik juga sampai sekarang masih sangat cerdas.” Kataku pada Yuyut.
Buuuk…
Pukulan lagi yang aku dapat dari Yuyut.
“Sudah gak usah nyanjung nyanjug Yyut, jelaskan tentang Cipta rasa dan Karsa sekarang juga. Kalo gak bisa gak usah ngaku cucu Yuyut.” Ancam yuyut kali ini.
Bingung aku untuk menjelaskan arti dari filosofi itu….?????
@@@@@*****>>>>>????
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1