
Dirumah pak Yadi
" Gak nyangka, kehidupan Pak Yasin yang harmonis itu ternyata masa lalunya kelam juga." ucap Pak Yadi.
" Udah gak usah ngomongin orang mas, gak baik !" ucap Siska istri pak Yadi. Yang sudah mengalami perubahan sikap dan komunikasinya.
" Gak, bukan itu maksutku. Sekedar heran saja, tetep salut dengan perubahannya sekarang." ucap pak Yadi.
Keduanya kemudian hening, karena pada dasarnya keduanya tidak banyak obrolan. Bicara seperlunya, gak pernah berbasa basi sekedar untuk sapaan sekalipun.
Tiba tiba...
drrrret...drrrt....drrrrrt
Suara pesan masuk dari hp pak Yadi.
Kemudian pesan itu dibuka pak yadi.
" Pak harap ke polda sekarang, Rofiq ngamuk lagi !" chat dari anggota polisi yang lain
“ Bu aku mau berangkat ke polda, ada yg harus aku selesaikan “ kata pak Yadi.
“ Malam malam begini pak ?” Tanya istri pak Yadi.
“ Iya bu, darurat, mudah mudahan tidak lama.” Kata pak Yadi.
“ Yaudah Hati hati pak.” Kata istri pak Yadi sambil cium tangan.
Pak Yadi berangkat ke Polda menggunakan sepeda motornya, kurang lebih memakan waktu 20 menit. Sesampai di Kantor Polda langsung menuju tempat Rofiq ditahan.
“ Sudah lama teriak teriak begitu ?” Tanya pak Yadi pada penjaga.
“ Sudah sebelum kasih kabar pak Yadi tadi !” jawab penjaga itu.
“ Berikan air ini untuk diminum ! sebagian diusapkan ke wajah dan kepalanya !” perintah pak Yadi.
“Dari mana ini pak ?” Tanya petugas jaga itu.
“ Udah jalankan saja perintahku,gak usah banyak Tanya !”
“ Siap Pak !” jawab petugas itu,yang mulai bersikap Protokoler.
Petugas itupun segera melaksanakan apa yang diperintahkan Pak Yadi padanya. Dengan dibantu oleh kawan sejawatnya. Untuk membantu memegangi Rofiq agar mau minum meski sedikit.
Meski awalnya Rofiq meronta,namun berkat kesigapan dan ketangkasan para Petugas tersebut akhirnya Rofiq bisa dikendalikan. Serta menjadi tenang dan sadar kembali setelah diberi minum air yang sudah di doakan tersebut.
“ Kamu melamunkan apa, sampai kerasukan begitu ?” Tanya pak Yadi.
“ Saya tadi ingat adik saya Isti, kemudian tiba tiba saya melihat sesosok makhluk di atap itu. Tiba tiba semua menjadi gelap, saya gak ingat lagi !” jawab Rofiq.
“ Kan sudah dibilang,adikmu aman,sekarang tinggal dirumah Zein sahabatmu dulu bersama ibumu juga. Kamu gak usah khawatir, aku tempatkan Petugas khusus disana.” Ucap pak Yadi.
“ Ya pak makasih banyak,sudah melindungi keluarga saya.” Ucap Rofiq.
Kemudian pak Yadi memberikan botol berisi air doa pada petugas. Dan meninggalkan pesan.
“ lakukan seperti tadi,jika hal itu terulang lagi. Aku mau pulang dulu, perketat penjagaan. Kondisi semakin memanas sekarang !” perintah pak Yadi.
“Siyap pak !” jawab mereka serempak.
Pak Yadi pun kembali kerumahnya.
...……………………...
...Author POV...
Di rumah Yasin
Setelah Fatimah masuk kekamar, Isti Khotimah dan Arum masih berbincang bincang.
“ Sebenarnya Arum tu gak ngerti apa maslahnya, kenapa Arum pun ikut dilibatkan seperti ini ?” kata Arum. Membuka pembicaraan.
“ Bukan melibatkan mbak Arum, tapi demi melindungi mbak Arum dari orang orang jahat.” Jawab Isti.
“ Maksutnya melindungi bagaimana ?” Tanya Arum lanjut.
__ADS_1
“ Baru ada masalah besar, yang melibatkan banyak orang yang terseret dalam Kasus berantai. Kasus itu secara langsung ataupun tidak melibatkan mas Yasin dan Kakaku. Mereka berdualah, yang memegang kunci kasus itu.” Kalimat Fatimah terjeda.
“ Terus hubunganya dengan Arum apa ?” Arum bertanya makin bingung.
“ Ya karena kamu ibunya Sidiq, Sidiq anak mas Yasin. Semua keluarga dekat kakaku dan mas Yasin beresiko diculik. Sehingga perlu diamankan.” Jawab Isti.
“ Apa mbak Arum gak denger adanya kasus mistis yang banyak terjadi ?” Tanya Khotimah.
“ kalo itu Arum denger, bahkan sampai di dusun Arum. Dan dulu mas Ahmad eh Yasin juga yg dimintai tolong membantu sama lek ku. Sampai akhirnya kami bertemu itu.” Jawab Arum.
“ Ya intinya, kata mas Yasin itu ada hubunganya dengan kasus kasus yang lain !” jelas Khotimah.
“ Yaudah,kita Istirahat saja yuk, Khot kembali temeni ibu atau mau sama mbak Arum ?” Tanya Isti ke Khotimah.
“ Ibu dah sare, Khotimah sama mbak arum saja ya ?” jawab Khotimah.
“Boleh Isti masuk kamar dulu ya.” Kata Isti.
“ Ya mbak Isti.” Jawab Khotimah.
“ Is besuk lanjutin lagi ya obrolanya !” kata Arum.
“ Iya mbak,sekarang Istirahat dulu.” Jawab Isti.
Kemudian mereka beristirahat, setelah mengobrol sebentar.
...…………………………...
...Author POV...
Fanani dan kawan kawan sedang berjaga di luar rumah sambil mengobrol.Entah materi obrolan mereka apa. Lebih banyak menggunakan Sandi mereka yg hanya mereka yang tahu. Lama lama mereka mengantuk dan masuk beristirahat di kamar yang disediakan.
“ Udah kita istirahat dulu, besuk tugas masih banyakmenanti. Untuk malam ini saya rasa sudah cukup aman. Laporan dari semua aman. Tapi tetap harus waspada !” kata Fanani.
Mereka semua pun berangkat tidur, dan bangun saat subuh.
...…………………...
Usai melaksanakan Sholat Subuh, semua beraktifitas. Para wanita memasak dan mempersiapkan segala sesuatu. Sementara Yasin masih ditempat sholat, membaca doa doa keselamatan. Memohon perlindungan dari sang Kholiq.
“ Kopi hitam tanpa gula, biar Fatimah aja yg bikinin. Soalnya selera dia beda dengan orang lain !” jawab Fatimah.
“ Owh ok, tapi biar aku yang tuang air panasnya kamu yg racik aja !” sahut Isti.
“ Gak papa kali Is, Fatimah masih mampu Cuma nuang air aja !” jawab Fatimah.
“ Jangan Fat, ingat anakmu ya. Arum dah ngrasain repotnya saat hamil. Apa lagi kayaknya kamu hamil kembar.” Sahut Arum.
“ Masa sih Rum, Fatimah hamil kembar ?” Tanya Fatimah.
“ Dari ciri cirinya kayaknya begitu Fat ?” jawab Arum.
Kemudian Isti ikut menyahut.
“ Kamu ikuti aja saran yang udah pengalaman Fat, o iya mbak arum Sidiq dibuatin susu sekalian. Ajarin bangun pagi mbak, biar terbiasa bangun pagi besuk !” kata Isti.
“ Aku suka gak tega Is, tapi coba tolong kamu yang bangunin deh !” jawab Arum.
“ Biar Fatimah aja Rum yang bangunin.” Kata Fatimah.
“ Boleh Fat, tapi biar kubuatin susu dulu ya !” jawab Arum.
“ Bakwan dan tahu isi sudah mateng, mau masak apa lagi mbak Fatim ?” Tanya Khotimah.
“ Apa aja lah,terserah kalian ya Fatimah tinggal makan ini.” Jawab Fatimah sambil senyum.
Begitulah aktifitas pagi hari dirumah Yasin saat kedatangan tamu tamu special. Setelah semua siap, maka dilanjut obrolan di ruang Mujahadah sekaligus ruang kumpul keluarga.
Tak lama berselang pak Yadi dating dengan pakaian Dinasnya, mungkin sekalian mau berangkat ke kantor. Setelah dipersilahkan masuk keruang tamu maka pak Yadi dan Yasin pun berbicara serius. Pak Yadi menceritakan kejadian semalam yang menimpa Rofiq kakaknya Arum.
“ Begitu pak kejadianya, jadi mereka sudah melancarkan serangan untuk memecah konsentrasi kita” kata pak Yadi.
“ Iya pak, semalam juga kita mengalami kejadian mistis saat mujahadah. Tapi Alhamdulillah semua masih terkendali. Dan itu mungkin merupakan serangan awal saja, masih akan ada dan terus serangan yang lain.” Jawab Yasin.
“ Iya pak, sejak peristiwa di persidangan itu saya makin yakin mereka akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan mereka.” Kata pak Yadi.
__ADS_1
“ Owh iya, kira kira Isti perlu diberi tahu gak pak ?” Tanya Yasin pada pak Yadi.
“ Baiknya dikasih tahu saja pak,biar dia ikut membantu doa untuk keselamatan kakaknya. Tapi kalo ibunya gak usah dikasih tahu.” Kata pak Yadi.
Setelah selesai pak Yadi langsung pamit buru buru ke kantor. Kemudian kami semua berkumpul sarapan pagi.
...…………………………...
Di tempat para dukun berkumpul.
“ Belum pada bangun nih ?” Tanya Maheso Suro yang sudah dulu bangun.
“ Belum ki Ageng ?” jawab si Soma yang juga baru bangun.
“ Yaudah biarin saja, nanti malam masih ada tugas yg lebih berat. Jadi biarkan mereka bersenang senang dulu.” Jawab Maheso Suro.
Sementara dikamar Damar dan Yati.
“ Kamu luar biasa Yati,aku masih mau lagi nih.” Kata Darma.
“ Besuk lagi aja,dah siang takut nanti pada bangun, bentar lagi Yati harus pulang juga.” Jawab Yati.
Kemudian mereka segera mandi, para Penari dan penabuh gamelan pulang. Tinggal Tujuh orang itu yang masih melanjutkan bicara mengatur rencana untuk meloloskan tujuan mereka.
Pembicaraan dipimpin oleh Maheso Suro dan diikuti oleh keenam orang lainya.
“ Tadi malam kita sudah mendapat hiburan gratis dari Klien kita disini. Nanti malam kita ada tugas lain, tapi lokasinya tidak ditempat seperti ini. Melainkan di lereng gunung tengah hutan. Jadi persiapkan diri kalian masing masing agar nanti malam bias bekerja maksimal.” Ucap Maheso Suro.
“ Dimana lokasinya nanti ki Ageng ?” Tanya Soma.
“ Nanti aku kasih tahu, yang pasti jam 5 sore semua sudah harus kumpul di markas. Kita berangkat bersama ke lokasi.” Kata Maheso Suro.
“ Ada informasi baru, ternyata mantan Preman itu banyak musuhnya juga. Jadi bisa kita manfaatkan untuk melancarkan aksi kita.” Kata Ajar Panggiring.
“ Cari orang yang tepat untuk membantu aksi kita, kalo bisa orang terdekatnya yang tahu kelemahan dia.Karena usaha menculik anggota keluarganya sudah tercium mereka. ” Ucap Maheso Suro.
“ Aku tahu ki, dia dulu belajar dimana. Dan aku kenal mantan kakak iparnya, mungkin dari dia bisa kita gali informasi. Hanya orangnya mata duitan dan hoby judi juga jadi butuh biaya ki Ageng.” Kata si Soma.
“ Tidak ada masallah soal biaya,asal bisa memberikan informasi yang berguna. Sukur kalo masih kerabat bisa bantu menculik keluarga dekatnya. Itu lebih memudahkan aksi kita.” Jelas Maheso Suro.
“ Baiklah ki Ageng, nanti malam aku undang ke markas saja orangnya.” Jawab si Soma.
“ Target penculikan anak haram dari mantan Preman itu, agar dia tak bisa berkutik. Anak haramnya yang masih balita kita culik. Kalo berhasil, mau gak mau dia harus mengakui sebagai pelaku pembunuhan tersebut.Demi menyelamatkan nyawa anaknya.” Kata Maheso Suro.
Ilustrasi Tujuh Penari
...Bersambung...
Terimakasi *atas dukungan dari Readers semuanya.
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.*
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1