Isyaroh

Isyaroh
Yasin ditolong sosok misrerius


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


“Lumayan juga kamu ternyata…” Ucap Joyo Mruto. Sambil mengusap sudut bibirnya yang berdarah rupanya dia terluka dalam saat benturan Tadi. Jadi bukan hanya akau yang kesakitan Joyo Mrutopun kesakitan.


“Kamu juga lumayan dari pada muritmu yang goblok kayay Ajar panggiring.” Kataku agak berbesar hati.


“Tapi kamu jangan bangga dulu, aku tadi baru menggunakan seperempat tenaga dalamku, sekarang aku gunakan setengah saja dari tenaga dalamku. Aku mau lihat apakah kamu masih bisa sesumbar seperti itu ?” ucap joyo maruto.


Waduh baru seperempat, lah aku sudah full power saja masih begitu, gimana kalo dia sekarang pakai setengahnya…?”


“Rasakan sekarang….!” Kata Joyo Maruto langsung menyerangku lagi saat aku masih terbengong…..???


*****


Episode Ini


Mau gak mau aku harus melakukan dengan jurus pertahanan yang sama dengan sebelumnya.


Dan benturan keras kembali terjadi dan kali ini aku merasakan dorongan tenaga yang luar biasa sampai aku terpental entah berapa meter karena aku seperti tertiup angin yang sangat kencang dan berhawa sangat panas.


Dan byuuur….


Aku terjatuh di sungai yang untung airnya cukup dalam sehingga badanku gak hancur kena batu batu pegunungan yang terbawa banjir saat terjadi banjir lahar dingin.


Namun akau merasa aneh tenaga yang sangat besar dan tadi sempat seperti membakar karena panasnya itu kini tak kurasakan lagi. Bahkan rasa kebas dan kesemutan pun sudah tak kurasakan lagi. Bahkan aku merasa tidak sedang habis bertarung. Ada apa ini apa ada yang menolongku tapi aku tidak tahu siapa dia dan bagaimana dia menolongku, pikirku.


Aah mending aku segera ulang saja, aduuh tapi aku basah kuyup begini dan ponselku juga ikut basah nih. Gak bisa buat hubungi pak Yadi atu Sena.


Gak apalah yang penting bisa Selamat sampai kerumahku, lah aku tadi juga belum sholat isya, jam berapa ini batinku. Kemudian aku terus saja berjalan menyusuri sungai mencari perumahan warga untuk mencari jalan pulang. Dengan susah pada akhirnya aku juga bisa mencapai jalan raya.


Aku istirahat sebentar dan duduk di jembatan sungai kecil sambil melepas lelah.


Tiba tiba ada mobil polisi berhenti tepat di depanku, sehingga aku kaget.


“Loh pak kok malah Sudah Sampai sini dan basah kuyup kenapa ?” Tanya orang di dalam mobil itu yang ternyata adalah pak Yadi dan sena juga laras yang masih tergolek lemah dan belum sadar.


“Saya habis tarung dengan Joyo maruto dan terpental masuk ke sungai ini pak makanya basah kuyub.” Jawabku.


“Yaudah cepat masuk nanti ganti di rumah saya saja dulu.” Ucap pak Yadi.


“Mas belakang saja ya, temenin Laras.” Ucap sena sambil senyum senyum begitu juga pak Yadi.


“belum sadar juga dia ?” tanyaku.


“Astaghfirullah aku lupa kalo Laras bajunya tadi diambil Joyo maruto. Pantesan kalian senyum senyum sengaja ngerjain aku ya ?” kataku jengkel.


“Ha ha ha… gak papa mas, buat mengurangi ketegangan mas yang habis bertarung tadi.” Gurau Sena.


“Saya juga tertipu pak tadi saat ambil Laras dari bapak, kirain berpakaian lengkap begitu saya angkat ternyata yang tertutub Cuma bagian depannya. Jadi aku gak sengaja juga memegang pantatnya langsung.” Kata pak Yadi yang ikut nimbrung.


“Berarti nanti giliran Sena yang angkat Laras bawa masuk ke rumah” Gurauku.


Disambut tawa pak Yadi, dan cemberutnya Sena.


Dan tak terasa kami sudah sampai di rumah pak yadi, dan segera aku turun menjauh dari mobil agar tidak kebagian mengangkat Laras.


Biar Sena dan pak Yadi aja, namun aku juga gak tega. Akhirnya aku bilang ke Istrinya pak Yadi agar membantu membawa Laras Masuk dan memakaikan baju buat Laras.

__ADS_1


Setelah Laras sudah sampai dikamar di kenakan baju aku dan Sena masuk dan mendekati Laras yang belum juga Sadar. Kemudian aku meminta air putih dan minyak kayu putih untuk menyadarkan Laras dibantu Siska istrinya Pak Yadi.


Setelah hidung Laras diberi rangsangan minyak kayu putih dia jadi membuka mata dan kaget tak tahu apa yang terjadi. Kemudian aku suruh minum air putih yang sudah aku bacakan doa.


“Minum dulu Laras biar kamu tenang.” Ucapku pada Laras. Bapaknya Laras panik ketika mendapati putrinya pulang dalam keadaan semi bugil hanya tertutupi jaketku saja.


“Apa yang terjadi pak,kenapa anak saya gak sadar dan pulang gak menggunakan baju lengkap, apakah sudah terjadi sesuatu pada anak saya ?” Tanya bapaknya Laras.


“Alhamdulillah belum terjadi apa apa pak, hanya memang nyaris kehilangan segalanya tadi.” Jawabku.


“Kehilangan segalanya bagaimana pak ?” Tanya bapaknya Laras.


Kemudian aku ceritakan apa yang hampir menimpa Laras, jika dia hampir saja diperkosa Joyo Maruto didepan murid muridnya dan akan dijadikan sebagai tumbal darah perawan. Dan dalam proses ‘memperawani yang dilakukan Joyo Mruto itu, Joyo Maruto dirasuki dulu oleh jin yang dipujanya. Setelah itulah baru Laras akan dikorbankan sebagai tumbal ilmu kesaktian mereka. Dengan pemujaan terhadap jin.


Bapaknya Laras mendengarkan sambil menangis ketika tahu anak Gadisnya hampir saja mengalami nasib Tragis. Kemudian aku bertanya kepadanya.


Apa pernah ada orang yang mengancam dia untuk tidak berbicara dan juga mengancam laras yang masih anak SMU tersebut.


“Iya pak, dulu beberapa saat setelah peristiwa itu bahkan sampai membakar kamar yang dipakai pelaku dan korban, serta mengancam jika saya membocorkan rahasia itu maka anak gadis saya yang akan dijadikan korban berikutnya kata mereka begitu pak.” Penjelasan bapaknya Laras.


Pantas jika mereka ketakutan karena tindakan mereka begitu brutal, aku jadi khawatir jika Laras atau bapaknya ketemu Rofiq. Karena mungkin Rofiqpun  waktu itu masih bergabung dengan mereka.


Baiknya memang mereka gak usah dipertemukan dulu dengan Rofiq pikirku.


“Bagaimana pak, apa gak sebaiknya Laras dan bapaknya ikut tinggal bersama pak Yasin dulu ?” Tanya Pak Yadi.


“Sebentar pak, untuk sementara ini Laras cukup Aman karena mereka sedang sibuk membenahi pedepokannya yang terbakar, dan Joyo Maruto tadi kena peluru kakinya. Jadi dalam waktu dekat ini Insya Allah tidak akan terjadi sesuatu yamg Fatal.” Jawabku.


‘Iya pak ,semoga saja begitu dan mereka juga cepat dapat tertangkap nanti.” Ucap Pak Yadi.


“Yaudah Pak kalo begitu kami mohon pamit dulu saja. Saya juga belum sholat isya nih. Mumpung masih ada waktu.” Pamitku pada pak Yadi dan bapaknya Laras. Kemudian diikuti Sena juga berpamitan pulang karena memang kami berangkatnya bersama.


Aku dan Sena segera masuk ke mobil, dan bersiap untuk pulang kerumah.


*****


Author POV


Saat Yasin pak Yadi dan Sena mengatur strategi, Joyo Maruto sedang menangani Laras yang jiwanya sudah dikendalikan oleh Joyo Maruto. Laras ibarat robot yang semua gerakannya dikontrol oleh Joyo Maruto.


Ketika Laras disuruh berendam di air kembang dan disuruh membuka seluruh pakainya di depan Joyo Maruto dan murid muridnya pun dia hanya menurut tanpa menunjukan malu atu risih. Karena memang sudah diluar kendalinya.


Joyo Maruto yang memegang boneka sebagai media ilmu sesatnya, boneka itu dia bilang untuk menyimpan Sukma Laras. Dan dalam diri Laras sudah diisi oleh prewangan Joyo Maruto yang bernama Nyai Kenanga yang doyan darah lelaki apalagi lelaki perjaka.


Murid murid Joyo Maruto yang hanya menelan ludah saat melihat Laras melepaskan pakaiannya satu persatu dan masuk dalam bejana besar yang berisi kembang setaman. Itulah yang disebut proses jamasan tumbal agung.


Setelah proses jamasan Tumbal Agung selesai maka Laras dibopong keluar oleh Joyo Maruto.


Kemudian melakukan tarian sebagai salah satu bentuk Ritualnya setelah menaruh laras di batu altar persembahan tersebut.


Awalnya semua proses berjalan lancar sampai ke proses ‘lucut busana’ ( Melepas pakaian ) yang dilakukan oleh Joyo Maruto dilanjutkan pembacaan mantera pemujaan dan persembahan tumbal Agung.


Namun mendadak proses ritual kacau karena mendengar suara tembakan pistol pak Yadi. Yang disusul robohnya pohon yang menimpa Padepokan. Joyo maruto membatin, “mungkin belum waktunya sekarang melakukan ritual Tumbal Agung. Robohnya pohon menimpa padepokanku itu firasat buruk yang akan terjadi.”


Kemudian Joyo Maruto memerintahkan semua melihat atap yang tertimpa namun semakin panik saat terdengar suara ledakan bom molotof yang diledakkan Sena. Sementara Sena sudah meninggalkan lokasi itu duluan karena dia menyalakan dengan sumbu yang dibuat dari kaos dalam yang dikenakan yasin sebelumnya.


Sampai akhirnya Laras berhasil dibawa kabur oleh Yasin, Joyo maruto yang akan mengejar Yasin dengan ilmu Suro Maruto nya terpaksa mengurungkan karena pintu rumah bagian depan juga sedang berkobar karena dibakar Yasin.


Sehingga ada jeda waktu yang cukup bagi yasin untuk kabur dari tempat itu menyusul Sena dan pak Yadi.


Namun sayang sebelum sampai kemobil Yasin merasakan ada yang mengejarnya. Karena khawatir disitu ada Joyo Maruto yasin memilih menyerahkan laras pada Sena, dan akhirnya diambil pak Yadi dan di bawa kabur duluan. Setelah pak yadi menyerahkan pistol kepada Yasin.


Tinggallah yasin Sendiri yang menghadapi rombongan musuh dan akhirnya harus berhadapan dengan Joyo Maruto perang Tanding satu lawan satu.


Yasin yang membawa Pistol pak Yadi merasa cukup berani melawan Joyo Maruto tanpa menyadari jika pelurunya tinggal satu. Karena hanya tiga peluru satu sudah digunakan pak Yadi, yang kedua untuk tembakan peringatan yang dilakukan Yasin sendiri dan ketiga Yasin menembak Kaki Joyo Maruto dengan harapan dia mau mundur. Namun yasin salah duga, Joyo Maruto memang terkena peluru, namun dia punya ilmu kebal Tameng Wojo sehingga peluru tidak sampai menembus kuti dagingnya. Meski meninggalkan rasa sakit yang cukup bagi Joyo Maruto. Sehingga dia masih bisa bangkit dan hendak melawan yasin.


Dan ketika Yasin mau menembak kepala Joyo Maruto karena sudah tidak punya pilihan lain lagi, justru Yasin baru sadar jika pelurunya habis.


Maka mau gak mau dia harus bertarung dengan tangan kosong melawan Joyo Maruto.

__ADS_1


Pada Saat Pukulan aji kelabang Sayuto Yasin terpental dan merasa kesakitan,meski Joyo maruto juga terjatuh dan luka dalam.


Namun segera joyo Maruto kembali menyerang dengan meningkatkan power dari yang pertama, namun tanpa yasin ketahui ada sosok yang mengamati pertarungan kurang seimbang tersebut dan lebih dulu mendorong yasin dengan Ajian ‘Tatar bayu’nya sehingga Yasin terpental jauh namun tidak terluka. Dan suara benturan dua ilmu kelabang Sayuto yang membentur Tatar bayu membuat Joyo Maruto pun terpental jatuh.


Sosok itu melihat joyo Maruto terpental dan susah bangun kemudian mendekati Joyo Maruto.



“Bocah kae saiki durung wayahe tanding karo kowe. Tunggunen udokoro telung Purnomo meneh yen arap tanding karo bocah iku aku ora bakal cawe cawe.” ( Anak ini sekarang belum saatnya melawan kamu. Tunggu sekitar Tiga Purnama ( bulan ) lagi kalo mau tanding dengan anak ini aku gak akan ikut campur )  Kata sosok misterius itu. orang yang berpakaian serba putih dengan jenggot juga putih. Namun jalanya seperti orang tua yang sudah jompo, meski jika bertarung gerakannya tak terlihat saking cepatnya bahkan oleh Joyo Maruto sekalipun.


Joyo Maruto yang terluka dalam kedua kalinya itu kemudian bermeditasi untuk mengurangi rasa Nyeri di dadanya. “ Siapa itu anak sebenarnya, sudah punya lembu sekilan sekarang diselamatkan orang misterius yang sangat kuat itu. Tiga bulan lagi aku akan habisi dia bagaimanapun caranya.” Kata Joyo Maruto di dalam hati.


Terseok seok jalanya Joyo Maruto menuju ke padepokanya. Hampir saja Joyo Maruto gak kuat karena luka dalam yang dialaminya. Kemudian Joyo Maruto menggunakan Aji Pameling memanggil Ajar panggiring untuk membawanya pulang.Dan Ajar Panggiring segera Datang ditemani Mento Rogo yang menggunakan caping karena wajahnya sekarang lebih mirip Gerandong.


Kemudian Ajar panggiring dan Mento Rogo membawa Joyo Maruto pulang ke padepokannya.


Sesampai di pedepokan Joyo Maruto membuka pembicaraan,  dan dia menceritakan kejadian yang barusan dia alami/ dan mewajibkan semua muridnya mempelajari ilmu kelabang seyuto untuk menghadapi Yasin secara bersama sama. Dan berlatih selama tiga bulan tidak usah keluar padepokan dulu.


Begitulah pesan Joyo Maruto yang mengajak semua berlatih meningkatkan ilmu kanuragan dan bersiap menghadapi Yasin tiga bulan lagi. Selama tiga bulan itu tidak boleh mengurusi hal lain kecuali meningkatkan ilmu kanuragan yang dimilik agar bersama mampu menghadapi Yasin.


Begitulah kronologis yang terjadi pada Joyo Maruto dan Anak murid nya.


*****


Sampai di rumah Yasin.


Yasin POV


“Alhamdulillah akhirnya kita sampai rumah juga.” Ucap Yasin pada Sena.


“Iya Mas, cukup menegangkan tadi.” Ucap Sena.


“Iya aku juga tegang saat bom yang kamu nyalakan tai agak terlambat meledaknya, hampir saja aku ketahuan Ajar panggiring. Kalo sampai dia yang menemukan aku mungkin akau gagak kerepotan dan gak sempat menyelamatkan Laras sudah ditangkap Joyo Marutho tadi.” Jawabku.


Kemudian aku masuk Rumah dsn segera membersihkan diri dan Sholat Isya bersama Sena.


Setelah itu kami melnjutkan bicara diruang tamu sambil ngopi. Gak terasa sudah pukul 1.30’ cukup lama juga yan dari habis maghrib sampai jam segini, pikirku.


Saat kami sedang membicarakan pertarungan ku dengan Joyo Maruto tiba tiba yuyut muncul dan langsung menyahut pembicaraan.


“Untung saja Kamu ditolong oleh Eyangmu Yasin, kalo tidak kamu sudah jadi bangkai tadi saat melawan ilmu kelabang seyutonya Joyo Maruto.” Ucap Yuyut.


“Eyang Saya Yut, Eyang Siapa yut…?” tanyaku heran pada Yuyut.


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


 

__ADS_1


__ADS_2