
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
“Itu Candra kakaknya Arum kayaknya sudah ngebet sama Khotimah, apa gak sebaiknya segera dinikahkan saja ?” Tanya ibu mertuaku.
“Sebaiknya memang begitu bu, coba nanti saya bicarakan lagi dengan Candra. Tapi masalahnya Arum dan Rofiq juga harus segera dinikahkan bagaimana nanti tanggapan masyarakat bu. Bila dalam setahun mantu dua kali dalam waktu yang deket pula ?” tanyaku pada ibu mertuaku.
Ibu mertuaku tampak kaget dengan pertanyaanku itu….???
*****
Episode ini
“Kamu ini santri kok menanyakan itu, secara Fiqih kan gak ada larangan jarak seminggu pun gak masalah nak. Kenapa kamu bertanya seperti itu ?” seru ibu mertuaku.
“Ngapunten ibu, maksut saya untuk menghindari omongan tetangga saja. Kalo secara Fiqih memang saya tahu tidak masalah. Tapi menghindar fitnah itu kan juga baik bu.” Jawabku.
Ibu mertuaku terdiam sesaat, meski aku tidak bermaksut mendebat beliau. Hanya memberikan gambaran kehidupan bermasyarakat yang memiliki budaya yang berbeda tiapa daerahnya.
“Kalo menurut kamu sendiri bagaimana sebaiknya ?” Tanya Balik ibu mertuaku.
“Maaf njih bu, saya tidak berani mendebat ibu tapi menurut pandangan saya agar tidak timbul Fitnah mending dibarengkan saja pernikahan Arum dengan Rofiq dan Candra dengan Khotimah. Sehingga tidak menimbulkan fitnah tetangga kanan kiri.” Jawabku pada ibu mertuaku.
“Kalo memang pertimbanganya itu juga gak papa, asal kita harus yakin jika itu tidak melanggar Fiqih atau hokum Syariat.” Jawab ibu mertuaku.
“injih bu, saya tetap berpedoman dengan syariat Agama kok. Hanya agar tidak timbul konflik dimasyarakat kita harus mempertimbangkan adat dan budaya setempat. Maka kita perlu mempertimbangkan itu.” jawabku pada ibu mertuaku.
“Yaudah ibu pasrah ke kamu saja sebaiknya bagaimana.” Kata ibu mertuaku.
Begitulah dialog kecil antara aku dan ibu mertuaku, meski kadang ada perbedaan pendapat namun aku sebagai anak menantu selalu mengedepankan Adab kepada orang tuaku ( Mertuaku ). Sehingga selalu aka nada jalan keluar jika masing masing bisa memahami.
“Njih bu ngapunten bukan maksut saya mendebat ibu lo ini.” kataku dengan bahasa gurauan pada ibu mertuaku.
“Aah sudahlah, ibu juga sudah hafal denganmu sekarang kalo pada dasarnya kamu itu ngeyelan ( suka berdebat ) udah istirahat saja sana, kasihan Sidiq Anakmu sendirian kamu temani dulu, biar Fatimah dan Jafar ibu yang nemenin.” Ucap ibu mertuaku.
Akhirnya aku menyusul Sidiq tidur di kamarnya Sidiq, aah menggantikan tugas ibunya Sidiq nih pikirku.
Kemudian aku berbaring sambil memeluk Sidiq anakku dengan Arum. Sudah kangen juga dengan Sidiq karena lama dia ikut ibunya di tempat kang Salim waktu itu.
Meski berbeda ibu antara Sidiq dan jafar aku amat amati ada kemiripan juga hanya postur tubuh Jafar yang lebih besar jika nanti sudah tumbuh mungkin antara Sidiq dan Jafar akan lebih gagah Jafar, batinku. Namun apapun itu tidak membuat kasih sayangku ke Sidiq jadi berkurang, bahkan Fatimah istrikupun makin sayang ke Sidiq meski bukan anak kandungnya. Karena Sidiq juga sangat menyayangi jafar adiknya dengan cara anak anak tentunya.
Tidak jarang Sidiq menunggui Jafar Adiknya ketika lagi tertidur dan ikut mebelai belai Jafar dengan kasih sayaang seorang kakak. Bahkan mau menyingkirkan popok adiknya yang bau pipis karena ngompol dan bab. Saat itu hatiku sungguh sangat bahagia. Memandang wajah Sidiq hingga tak terasa akupun tertidur dengan memeluk Sidiq anak pertamaku.
*****
Mendapat ‘Isyaroh’ lewat mimpi
Author POV
Yasin terlelap tidur mungkin juga karena cukup lelah dari pagi menemui tamu yang ingin menjenguk bayinya. Sehingga dia tertidur pulas begitu selesai membelai Sidiq Anaknya. Hingga terbawa kea lam mimpinya.
Di alam mimpinya Yasin bertemu dengan sosok lelaki tua yang mengaku dirinya bernama Zaid dan orang tersebut hanya mengatakan beberapa Kalimat saja di dalam mimpi Yasin tersebut.
“Ojo kagetan ojo Gumunan.
Tindakno opo kang dadi kewajibanmu.
Munggah gunung sap pitu.
Golekono sejatine awakmu.
Supoyo ngerti sangkan paraning dumadi.
Isih okeh beboyo kang bakal tumeko.
Kang eling lan Waspodo”
…………………………
Sosok lelaki itu kemudia pergi begitu saja meninggalkan Yasin yang gak faham dengan kata kata orang tua tersebut. Namun igat dengan semua perkataan orang tua tersebut.
Yasin mencoba mencerna apa yang dimaksut orang tua berjubah puti tersebut, namun belum juga dapat menemukan jawabanya. Samapi dengan terdengar sebuah suara yang tak terlihat sumber suaranya dari mana.
“Pelajarilah hikmah Isro’ Mi’roj nabi hingga pertemuanya dengan para nabi sampai dengan nabi Ibrahim As.” Suara itu seperti menggema dan kemudian lenyap.
Kemudian Yasin terbangun dan melihat jam sudah menunjukan pukul 03: 15. Kemudian Yain bangkit pelan pelan meninggalkan Sidiq yang asih terlelap Tidur.
Sebelum ke kamar mandi Yasin sempat melihat istri dan anaknya Jafar, namun tak berani mendekati anaknya Jafar karena diapit istri dan ibu mertuanya. Karena bapak mertuanya sudah lebih dulu pulang mengurusi usahanya. Danrencana kan kembali saat Aqiqoh untuk Jafar cucu pertamanya.
Kemudian Yasin segera ke kamar mandi setelah puas melihat Jafar anaknya yang lelap tidur.
Yasin menjalankan sholat sunah tahajut, meski tidak tiap hari dia bisa melakukan namun setiap ada kesempatan dia selalu melakukan. Kemudian dilanjutkan dengan wirid dan baca hizib ( Doa Khusus ) Yasin mencoba mencari petunjuk tentang makna dari mimpinya itu. pertama tentang makna Isro’ mi’roj nabi Muhammad Saw.
Nabi Muhammad naik ke lapisan-lapisan langit ditemani Malaikat Jibril. Di langit pertama, Nabi Muhammad bertemu dengan Nabi Adam. Di langit kedua, beliau bertemu dengan Nabi Yahya bin Zakariya dan Nabi Isa bin Maryam. Kemudian bertemu Nabi Yusuf di langit ketiga. Di langit keempat, beliau berjumpa dengan Nabi Idris. Nabi Harun bin Imran di langit kelima. Beliau bertemu dengan Nabi Musa bin Imran di langit keenam. Lalu, di langit ketujuh Nabi Muhammad bersua dengan Nabi Ibrahim. Nabi-nabi tersebut menyambut Nabi Muhammad dengan salam dan menetapkan nubuwah terhadapnya.
Apa Hikmah terselubung dari peristiwa ini ? Tanya Yasin dalam hati, kemudian sekilas Yasin ingat dengan pesan Abah gurunya untuk mencari leluhurnya sampai 7 ( Tujuh) tingkat keatas. Apa hubunganya dengan ini ? batin Yasin.
Dalam perjananan Isro’ mi’roj Nabi Muhammad diperemukan dengan Nabi Nabi sebelumnya. Dan itu berarti Nabi Muhammad di pertemukan juga dengan leluhur leluhurnya sampai kepada nabi Adam dan Nabi Ibrahim. Owh mungkin inilah kenapa aku disuruh mencari leluhurku sampai Tujuh tingkat ke atas.
Pertama sebagai bentuk birul walidain ( Berbakti kepada orang tua sampai ke kakek moyangnya) dan sekaligus harus mendoakan mereka, dan bersyukur karena merekalah kita ada, dan merekalah yang menjadi wasilah ( perantara ) kita ada di dunia ini. sehingga sudah selayaknya kita doakan mereka dalam keseharian kita.
“Owh aku paham sekarang, selama ini memang aku hanya mengetahui urutan keluargaku hanya sampai ke kakek. Kemudian orang tua kakekku Sidiq Ali Munatsir itupun belakangan keatasnya aku belum tahu. Jadi bagaimana bisa aku mendoakan mereka secara khusus jika mengenal namanya saja aku tidak.” Kata Yasin dalam hati.
__ADS_1
Kemudian mengenai perkataan sosok misterius pria berjubah putih itu yang memberiku wejangan beberapa kalimat.
“Ojo kagetan ojo Gumunan.
Tindakno opo kang dadi kewajibanmu.
Munggah gunung sap pitu.
Golekono sejatine awakmu.
Supoyo ngerti sangkan paraning dumadi.
Isih okeh beboyo kang bakal tumeko.
Kang eling lan Waspodo”
Aku harus bisa mengupas satu persatu kalimat ini, barang kali ada Nasehat yang penting bagiku dan keluargaku, batin Yasin.
“Jangan mudah kaget jangan mudah Heran.
Lakukan apa yang jadi kewajiban kamu.
Naik gunung tuju tingkat
Carilah jati dirimu
agar tahu asal mula dan hendak kemana arah hidupmu
masih banyak mara bahaya yang akan datang
Yang ingat ( Allah \= dzikrullah ) dan waspada.
Aku gak boleh kaget dan heran terhadap apa ya ?
Naik gunung tujuh tingakat mungkin maksutnya mencari leluhurku sampai tujuh tingat iti agar bisa mengirimkan doa Khusus. ( \= doa yang di alamatkan seseorang sedang doa umum itu kepada seluruh mukminin mukminat muslimin wal muslimat ) masak iya untuk leluhur hanya diberikan doa paket umum kayak gak tahu terimakasih pada yang telah menjadi perantara kita ada di dunia ini.
Point penttingnya adalah memberikan informasi bahwa masih banyak mara bahaya yang akan datang, perintahnya harus selalu ingat Allah ( dzikrullah ) dan selalu waspada. Apakah akan muncul kasus baru lagi setelah kasus pembunuhan yang mayatnya ditemukan itu ? Tanya Yasin dalam hati.
Bukankah pelaku sudah mendapatkan hukuman setimpat dan semua yang terlibat juga sudah di hokum ? pikir Yasin mencoba mencari kemungkinan berdasarkan logika dan dengan ilmu perhitungan ( Hisab ) dan nilai probabilitas ( kemungkinan ).
“Astaghfirrullahal ‘adzim,,, bukankah masih ada beberapa orang yang tidak tersentuh hokum dan sebenarnya mereka dulu terlibat dan juga pernah terlibat bentrok fisik denganku.Apakah mara Bahaya itu akan muncul dari orang orang itu atau salah satunya, Tanya Yasin dalam hati.
Sepertinya kemungkinan terbesar mara bahaya akan muncul dari orang orang itu yang menaruh dendak kepadaku. Apakah aku harus mencari tahu aktifitas mereka sekarang ini seperti apa ?
Ada keanehan saat sidang berlangsung dia hanya sekali melakukan gangguan dan akhirnya Anggada murid Maheso Suro pun berhasil aku tangkap dengan pak Yadi.
Terakhir bertemu saat aku menyelamtkan Laras waktu itu, owh iya saat itu mereka ternyata masih bersatu. Jangan jangan mereka sedang menyusun rencana untuk mencelakakan aku ??? ucap Yasin dalam hati.
Aku harus waspada, nah ini mungkin yang dimaksut ucapan lelaki berjubah dalam mimpiku itu. semacam ISYAROH yang diberikan kepadaku agar berhati hati akan munculnya sebuah bahaya besar.
Hanya dengan Dzikrullah dan kewaspadaan aku bisa menghadapi mara bahaya itu. aku harus meminta pendapat Sena, mungkin nanti siang aku harus kontak Dia. Sekalian bersama sama mencari leluhur sampai tingkat ke tujuh diatas kita. Agar bisa mendoakan mereka, pikir Yasin.
Akhirnya Yasin dapat memecahkan teka teki yang tadi menjadi galnjalan dalam hatinya. Sedikit demi sedikit Yasin dapat menguri sebuah ‘Sanepo’ ( teka teki ) yang diberikan oleh lelaki berjubah pyutih yang misterius itu.
Cukup lama Yasin merenung dan akhirnya dapat menemukan jawaban dari teka teki tadi.
Tanpa terasa kumandang Adzan Subuh sudah terdengar, hingga membuat Yasin kaget karena merasakan baru sebentar dia memanjatkan doa.
*****
Yasin POV
“Ehemm mas yasin berdoa apa tertidur mas, ini sudah Subuh loh ?” Tanya Khotimah mengagetkan Yasin.
“Gak kok aku gak tertidur Khot, tapi baru mohon petunjuk tadi barusan mengalami mimpi yang aneh.” Ucapku pada Khotimah.
“Mimpi apa mas ?” Tanya Khotimah kemudian.
“Nanti saja, ibuk udah siap sholat subuh belum Khot ?” tanyaku pada Khotimah.
“Udah barusan ganti pakain karena tadi saat gantiin popok Jafar malah pas Jafar pipis lagi, jadi baju bu de kena pipisnya Jafar.” Jelas Khotimah.
“Masak sih ? Jafar iseng amat masih bayi juga.” Guraku.
“Ya kalo bayi mah bukan iseng mas memang begitu bisanya.” Jawab Khotimah.
“ Aku mau jamaah di masjid saja Khot, kamu jamaah sama ibuk ya. Aku udah rindu jamaah di Masjid.” Ucapku pada Khotimah.
Akupun segera menuju ke Masjid untuk ikut jamaah subuh di Masjid. Aku wirid agak lama di dalam Masjid. Sampai masuk waktu Syuruq, kemudian pulang kerumah.
Sesampai di rumah ternyata sudah disediakan Kopi di ruang tamu, duh jangan jangan yang bikini mertua nih jadi gak enak dong, pikirku. Saat baru duduk mau menyeruput kopi kudengar Jafar menangis kencang dan aku segera meletakkan kopi yang belum jadi kuminum. Segera menengok Anakku Jafar, kenapa menangis kenceng banget, pikirku.
“Saat aku masuk ternyata Jafar hanya sendirian Fatimah istriku tidak ada dan ibu mertuaku pun tidak ada.
Langsung jafar Aku Gendong dan aku ajak jalan jalan keluar dengan memakai selimut bayi, biar gak kedinginan.
“Cuup cuup Jafar jangan Nangis nak, ayuk jalan jalan sama Ayah.” Kataku sambil memandang wajah Jafar yang masih sangat imut.
Saat baru beberapa langkah keluar rumah ibu mertua pulang dari pasar membawa belanjaan.
“Eeh mau dibawa kemana cucuku ?” kata ibu mertuaku.
“Mau jalan jalan nek, Jafar pingin lihat suasana di luar rumah.” Aku yang menjawab pertanyaan ibu mertuaku.
“Jangan jauh jauh bentar lagi waktunya mandi dan berjemur.” Ucap ibu mertuaku.
“Njih bu, Cuma disekitar sini saja kok.” Jawabku.
__ADS_1
Begitu sayangnya ibu mertuaku dengan cucunya, kadang kadang agak berlebihan bahkan kadang harus merajuk dulu kalo aku pingin gendong Jafar anakku. Baru diijinkan oleh ibu mertuaku itu. untunglah aku memahami beliau yang sangat mengharapkan cucunya itu. sehingga aku tetap maklum jika Jafar kadang aku minta untuk ku gendong saja gak boleh. Yaa begitulah seorang nenek apa lagi pada cucu pertama, pikirku.
Setelah aku puas menggendong jafar sampai jafar juga tertidur lagi dalam gendonganku aku bawa Jafar pulang kerumah takut diomelin neneknya jafar kalo kelamaan.
Sampai dirumah sudah disambut neneknya jafar dan langsung meminta jafar dari gendonganku.
“Sini cucuku biar aku yang gendong, mumpung nenek masih disini ya cu, besuk kalo nenek sudah pulang baru samaa ayah kamu, sekarang sama nenek dulu ya ?” ucap ibu mertuaku.
Owh rupanya itu alasan ibu mertuaku yang suka berebut jafar denganku, iya ya nanti kan beliau bakal pulang ke rumahnya dan tidak bisa menggendong Jafar lagi. Yaudah lah aku memang yang harus mengaah saat ini agar ibu mertua puas merawat Jafar cucunya dulu.
Aku kembali duduk diruang tamu menikmati sajian kopi yang sudah agak dingin. Namun tetap aku minum sambil merokok.
“Kalo merokok di luar sana, nanti asapnya kea Jafar…!” seru ibu mertuaku.
Tanppa membantah aku langsung keluar rumah, beer juga kata ibu mertuaku itu. sekarang aku harus merokok jika di luar rumah karena dalam rumah ada bayi, pikirku.
Sebenarnya ada sesuatu yang harus aku bicarakan dengan ibu mertuaku terkait dengan mimpiku semalam. Namun tampaknya ibu mertuaku terlalu sibuk dengan Jaar cucunya. Sehingga sulit bagiku mencari waktu untuk mengaajak beliau ngobrol.
Jika ada yuyut sebenarnya akan lebih enak,namun sayangnya Yuyut belum kesini. Menunggu Saat Aqiqoh sekalian sholawatan dan potong rmabut nanti. Padahal aku meraskan jika berdasarkan feeling aku dari mimpi itu mengatakan jika mara bahaya sudah semakin dekat. Dan aku harus segera menemukan tujuh tingkat keatas leluhurku itu. karena aku harus menunjukkan baktiku kepada para leluhurku, karena sampai digambarkan peristiwa nabi Muhammad yang dalam perjalanan nya ke langit ke tujuh dalam Isro’ mi’roj. Dimana Nabi Muhammad saja sangat menghormati leluhurnya, dan itu bagiku merupakan sebuah gambaran manusia yang harus berbakti kepada keduao orang tuanga dan sampai ke kakek moyangnya.
Aah aku hubungi Sena aja lah, batinku.
Kemudian aku mengambil ponselku dan menghubungi Sena.
( “Assalaamu’alaikum mas, ada apa tumben tumbenan pagi pagi nelpon.” )
“ada Hal penting yang harus aku bicarakan denganmu Sena.”
( “Soal apa mas ?” )
“Soal mimpi ku Sena.”
( “Mimpi ?” )
“Iya aku semalam bermimpi Aneh Sena !”
( “Mas jangan bilang jika mimpi ditemuin kakek kakek berjubah putih dan memebrikat peringatan akan adanya bahaya yang masih mengancam keluarga mas Yasin ya ?” )
Akujadi terheran mendengar dia seakan tahu aku semalam mengalami mimpi seperti itu.
“Kok kamu tahu Sena ?”
( “Soalnya aku juga mengalami mimpi yang hampir sama Mas !” )
“Mimpi yang sama lagi, terus apa maksut dari semua ini, aku malah menjadi bingung sendiri.”
( “Biar Sena kerumah Ma Yasin saja, sekalian lihat jafar ponakanku juga Sidiq tentunya Mas.” )
“Yaudah kamu cepat kesini, pentingsoalnya.” Kataku mengakhiri telpon.
Apa yang akan Sena katakana tadi, dan kenapa aku sama dia kayak memiliki ikatan batin yang begitu kuat. Padahal secara Nasab ( garis keturunan ) hubungan kami saudara yang sudah cukup jauh. Tapai kenapa ikatan batin kami begitu kuat ?
“Mas lagi melamunkan apa ?” jawab Fatimah sambil menggendong Jafar.
“Gak kok, hanya mas barusan mengalami mimpi yang sama lagi dengan Sena. Dan Sena sekarang baru menuju kesini untuk bicarakan itu.” jawabku pada Fatimah.
“Mimpinya tentang Apa mas ?” Tanya Fatimah.
Aku bingung menjawabnya, karena ini bisa membuat Fatimah Khawatir.
“Nanti saja kalo sudah ada Sena baru aku cerita. Sekarang ngomongin jafar saja deh, sini gentian aku yang gendong,mumpung neneknya baru mandi.” Jawabku.
“Jangan aah, Jafar baru ***** nih, kehausan kayaknya.” Jawab Fatimah.
“owh yaudah, kirain lagi bobok saja.” Kataku.
Karena Fatimah istriku kalo menyusui auratnya ditutupi dengan jilbanya sehingga tidak kelihatan Jafar menyusu atau lagi tidur.
“Mas mandi dulu aja sana setelah ibu selesai, sekalian Sidiq diajak mandi.” Kata Fatimah.
“Dimana Sidiq sekarang ?” tanyaku pada Fatimah.
“Tu di belakang lagi sama Khotimah ngomongin apa gak tahu.” Kata Fatimah.
Aku segera menyusul Sidiq ke dapur, ah paling juga godain khotimah atau ngrayu minta sesuatu batinku.
...*****...
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Episode berikutnya
Joyo Maruto mulai lancarkan serangan lagi
__ADS_1