
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
“Owh ini yang namanya kakang Mento Rogo, salam kakang aku adik seperguruanmu member hormat padamu.” Ucap Ajar Panggiring.
“Iya di, maaf Kakang hanya menjalankan perintah guru untuk menguji ilmu barumu tadi. Tidak bermaksut untuk menyakitimu.” Ucap Mento Rogo.
“Ha ha ha… tidak jadi apa kakang, aku malah Bnagga diuji oleh kakak seperguruanku sendiri. Tapi katanya kakang mau kesini nanti malam kok sekarang suda disini ?” Tanya Ajar Panggiring.
“Sebenarnya kakang malah sudah dari tadi sejak kamu melakukan ritual, hanya sama guru tidak boleh menampakkan diri dulu dan disuruh menguji ilmu barumu. Selamat Adi kamu sudah berhasil.” Ucap Mento Rogo.
“Terimakasih kakang, sepertinya dengan bersatunya kita nanti malam akan mapu menghancurkan dan mengacaukan rumah Yasin musuh besar perguruan kita.” Ucap Ajar panggiring sambil tertawa gembira.
*****
Episode ini
“Musuhmu adalah musuh perguruan ini berarti musuhku juga adi Ajar Panggiring.” Ucap Mento Rogo yang perangainya lebih santun dari Ajar panggiring.
“Terimakasih kakang Manto Rogo, aku Ajar panggiring menunggu bimbinganmu kakang.” Jawab Ajar Panggiring.
“Sudah cuku perkenalan kalian, sekarang waktunya kita memersiapkan ubo rampe buat nanti malam. Kalo bisa seluruh penghuni rumah Yasin kita bikin lumpuh semuanya. Agar besuk tidak ada yang mampu bangun dari tempat tidurnya.” Kata Joyo Maruto.
“ Sendiko dawuh Guru.” Jawab Mento Rogo.
“ Siap guru, Ajar panggiring akan kirim prewangan sebanyak mungkin untuk menggempur Rumah Yasin.” Ucap Ajar Panggiring dengan Congkaknya.
Kemudian tiga orang tersebut mempersiapkan semua peralatan ( Ubo Rampe ) yang akan dijadikan sarana dan media mereka untuk menyerang keluarga Yasin. Sementara Mento Rogo diminta menyerang secara fisik menggunakan Aji Welut putihnya yang bisa menghilang dari pandangan mata manusia.
Ajar Panggiring lupa bahwa Yasin bisa mengetahui keberadaan musuh ketika matanya tertutup karena terkena warangan itu. atau mungkin Ajar panggiring mengira jika Yasin masih bisa melihatnya dengan sedikit membuka matanya.
Tak berapa lama setelah mereka menyiapkan ubo Rampe maka datanglah Maheso Suro  ki Soma dan lainya untuk menyatukan seluruh kekuatan mereka dalam menggempur keluarga Yasin.
“Mento Rogo, tugas kamu nanti malam minimal mendapatkan potongan rambut salah satu keluarga Yasin. Untuk acara Ritual Agung yang akan kita gelar nanti setelah tumbal kita dapatkan.” Ucap Joyo Maruto.
“Baik Guru, murid akan berusaha semaksimal mungkin.” Jawab Mento Rogo.
“Kami datang untuk ikut membantu menggempur keluarga Yasin.” Ucap Maheso Suro mewakili rombonganya.
“Hmmm Ki Ageng sudah datang, apakah untuk persiapan tumbal nanti sudah ada pandangan ki ?” Tanya Ajar panggiring pada Maheso Suro.
“Sudah tinggal menunggu saat yang tepat untuk mengambillnya, dan dijamin gadis desa itu masih betul betul perawan, karena keseharianya sudah kita amati seperti apa kegiatanya.” Jawab Maheso Suro yang sekarang sedikit segan dengan Ajar Panggiring.
Begitulah persiapan yang dilakukan oleh Joyo Maruto dan kedua muridnya dibantu rombongan Maheso Suro.
*****
kembali ke rumah Yasin.
Yasin POV
Aku segera memberitahukan berita ini kepada seluruh keluargaku setelah acara Semaan Al-Quran selesai.
“Sena suruh kemari secepatnya, suruh ajak anak istrinya menginap beberapa hari disini.” Ucap Yuyut tiba tiba membuatku bingung apa maksutnya.
“Untuk apa Yut ?” tanyaku spontan.
“Sudah lakukan saja gak usah banyak Tanya.” Bentak Yuyut.
Kemudian aku segera menghubungi Sena, untunglah Sena langsung bersedia ketika aku bilang diminta Yuyut datang kerumah bersama anak istrinya juga. Meski aku gak paham maksut Yuyut apa, saat aku bertempur dengan Ajar Panggiring tidak boleh mengajak Sena. Tapi saat mau menhadiri Sidang justru Sena disuruh mengundang bersama anak istrinya juga.
Namun begitu aku hanya menuruti kehendak Yuyutku itu, meski kadang permintaanya aneh, namjun pada akhirnya baru diketahui maksutnya. Jadi dalam hal inipun aku hanya mengikuti saja apa permintaan beliau.
Saat kumandang adzan Maghrib datang kami segera melaksanakan sholat maghrib berjamaah dan dilanjutkan wirid berjamaah dan ditutup dengan doa termasuk doa tulak balak. Mengingat suasana yang baru dalam ancaman. Agar terhindarkan dari semua mara bahaya dengan melakukan permohonan dan disertai usaha real.
Saat melakukan wirid aku merasakan kegelisahan yang sangat, tanpa tahu apa sebabnya. Sehingga selepas wirid aku menyingkir sebentardari ruang mujahadah yang juga digunakan sebagai tempat sholat kami.
Aku duduk di ruang tamu sambil menghilangkan rasa gelisahku dengan menyalakan sebatang rokok. Kemudian bapak mertuaku menyusulku dan duduk disampingku.
__ADS_1
“Ada apa kok sepertinya gelisah sekali, apa ada keraguan menghadapi persidangan besuk ?” Tanya bapak mertuaku.
“Tidak tahu pak, tapi sepertinya buka karena sidang itu. saat wirid bersama tadi, ketika bapak memanjat doa timbul rasa was was dalam hati saya.” Jawabku ke bapak mertuaku.
“Perbanyak baca tiga surat terakhir dalam Al-Quran, Al Ikhlash, Al Falaq dan AN-Nas agar was was mu itu hilang.” Ucap bapak mertuaku.
“Njih pak, sudah saya Lakukan juga tapi kali ini memang rasanya lain dengan biasanya.” Jawabku.
“Coba nanti bapak dan ibu Tanya ke Yuyut siapa tahu Yuyutmu juga merasakan Firasat. Kenapa Sena disuruh kemari, pasti ada alasan tersendiri Yuyut menuruh Sena datang kemari.” Jawab bapak mertuaku.
Aku jadi ingat, bahwa Sena disuruh kemari sama yuyut tadi sore. Jika Sena berangkat Habis maghrib, kemungkinan ba’dal Isya dia sudah samapi kesini, pikirku. Dan apakah ini ada  hubunganya dengan kegelisahanku saat ini, pikirku.
Tanpa terasa kumandang adzan Isya sudah terdengar, aku segera berkumur karena belum batal. Dan ikut jamaah Sgolat Isya makmum bapak mertuaku.
*****
Ritual Joyo Maruto
Author POV
Kita lihat bagaimana ritual yang dilakukan Joyo Mruto untuk menggempur rumah keluarga Yasin.
Tepat pukul 19 : 30 Joyo Maruto memimpin Ritual mengirim santet teluh dan sebaginya termasuk menyuruh makhluk makhluk Astral untuk mengganggu ketenteraman keluarga Yasin
Dan berbarengan saat itu juga dirumah yasin menggelar kegiatan Rutin Mujahadah, ritual ibadah yang artinya Mujahadah \= jahada \= sungguh sungguh, Mujahadah \= orang yang bersungguh sungguh dalam menyerah diri kepada Allah. Akar kata dari kata Jihad yang arti bahasanya \= sungguh sungguh ( bukan perang seperti sebagian orang mengartikan Jihad adalah perang)
Joyo Maruto menggelar ritual dengan memperembahkan sepasang ayam jantan dan betina dengan criteria khusus. Yang jantan berwarna wiring kuning ( bulu Hitam ada corak kuning ) dan betinanya dere ( Belum pernah bertelur ) dan warnanya putih mulus. ( Sari bulu sampai ke kukunya berwarna putih ).
Kedua ayam itu dipotong dan darah dari masing masing Ayam itu ditempatkan dalam sebuah mangkuk dan diletakkan diatas altar. Kemudian bangkai dari Ayam itu diletakkan disamping dua mangkuk berisi darah ayam tersebut.
Kemudian mengawali dengan komat kamit membaca mantera mantera pengundang khodam ( Jin ) disertai pembakaran kemenyan dan potongan kecil kayu cendana yang menebarkan aroma mistis yang sangat kental.
Semua mengikuti ritual tersebut dan mengucapkan atau menirukan apa yang diucapkan oleh joyo maruto. Yang kurang lebihnya memanggil nama nama Danyang yang mereka yakini bisa memeberikan apa yang mereka minta. Dari danyang penunggu hutan, penunggu laut penunggu gunung yang hanya mereka yang tahu nama nama danyang terwsebut.
Joyo Maruto terus teruskan mengucapkan mantera manteranya dan diikuti oleh semua yang Hadir disitu. Baru berhenti ketika batu yang merupakan Altar persembahan itu bergetar dan sesaat kemudian muncul sosok hitam mengerikan dengan taring panjang dan rambut gimbalnya.
“Ono opo kowe ngundang aku, ganggu anggonku makaryo ?” kata makhluk itu.
(Ada apa kamu memanggil aku, mengganggu pekerjaanku )
“Ampun mbah jambrong, kulo betah panjenengan supados ngrencangi anggen kulo bade malesaken wiring murid kawulo ingakang asor ing jurit rikolo perang tanding.” Ucap joyo Maruto.
(Maaf mbah jambrong, saya butuh kamu agar membantu saya yang mau membalas dendam karena malu, murid saya kalah dalam perang tanding.)
(Wah sesajimu gak cukup harus seperti biasanya < darah perawan bukan darah Ayam > )
“Meniko pinongko pambuko mbah, samangkeh tumbal Agung rikolo Ritual Agung.” Jawab Joyo Maruto.
( Ini sebagai pembukaan mbah, nanti Tumbal besarnya saat Ritual agung / besar )
“Yen ngono cukup andahanku sik mangkat, dudu aku sik tandang gawe aku nunggu tumbal agung.” Kata Jin itu langsung menghilang diikuti gemuruh suara dan bergetarnya Altar. Dan menghilangnya pemimpin Jin itu diikuti munculnya puluhan mjungkin ratusan makhluk Astral yang berebut seajai Ayam dan darahnya tersebut. Meski secara fisik darah dan Ayam itu masih utuh namun sudah berubah busuk dan dihinggapi belatung. Pertanda sudah dimakan para makhluk tersebut.
Kemudian Joyo Maruto menyuruh Mento Rogo mengintai rumah Yasin untuk mengambil potongan Rambut atau kuku salah satu anggota keluarga Yasin.
 Dan berangkatlah Mento Rogo dengan Aji welut putihnya dia langsung menghilang tak tampak oleh yang lain. Yang membuat Maheso Suro dan lainya terbelalak heran. Mereka beranggapan Mento Rogo langsung sampai dirumah Yasin. Padahal hanya tak tampak dari pandangan mata manusia, karena Mento Rogo ditutupi oleh tangan jin yang menjadi khodamnya saja. Bukan menghilang beneran.
*****
Yasin POV
Saat tengah menjalankan sholat Isya terdengar salam dan pintu diketuk.
Namun hanya sekali karena saat itu suara bapak mertuaku cukup keras ketika melantunkan bacaan surat pendek setelah Al-Fatihah. Sehingga tamu yang datang pun maklum dan memilih menunggu sholat usai.
Dan setelah sholat usai, barulah aku membukakan pintu tidak mengikuti wirid dulu. Karena menghormati tamu itu wajib dan wirid itu sunnah. Maka aku mendahulukan yang wajib begitu yang aku ketahui.
Dan ternyata yang datang adalah Sena dan Anak istrinya.
“Maaf kami tadi baru sholat masuk yuk, silahkan duduk.” Kataku pada Sena dan istrinya.
Kemudian setelah basa basi sebentar Khotimah muncul menyapa Sena dan istrinya.
“Eeh dik Sena dan dik Nurul maaf dik Nurul bayinya boleh aku gendong ?” Tanya Khotimah pada Nurul istri Sena.
“Aduh bak nanti malah ngrepotin mabakyu, biar saya saja yang gendong.” Jawab Nurul.
“Udah Khot, kamu bikin minum saja buat tamu bayinya biara saya gendong saja. Kan sebentar lagi juga istriku melahirkan.”jawabku.
Kemudian nurul menyerahkan anaknya padaku.
__ADS_1
“Cantiknya anak ini, mudah mudahan besuk jadi anak yang Solehah.” Kataku memuji kecantikan bayi anak Sena dan Nurul.
Tiba tiba Fatimah datang langsung merebut bayi dalam gendonganku itu.
“Eeh mas, biar Fatimah yang gendong saja sini.” Kata Fatimah.
“yaudah nih kamu gendong dan ajak dik Nurul ke belakang biar ngobrol sesame wanita aku sama Sena mau ngobrol khusus obrolan lelaki wanita gak boleh denger.” Candaku pada Fatimah.
“Yee, mast uh sukanya gitu di depan dik Nurul juga gak enak kan.” Ucap Fatimah.
“Gak papa kok mbakyu, suami saya juga kadang begitu kalo baru ngobrol sesame cowok.” Ucap Nurul istri Sena.
Kemudian Fatimah mengajak Nurul ke ruang Mujahadah dan mengobrol disana.
Sesaat kemudian Khotimah datang membawa minuman panas. Hmm dari aromanya sudah ketahuan kopi kesukaanku.
“Loh dik Nurul kok malah dibelakang gak ikut ngobrol disini ?” Tanya Khotimh.
“Gak papa kamu panggilin Yuyut gih, bilang Sena udah dating biar kita ngbrol sebentar sebelum mujahadah.” Kataku pada Khotimah.
“Iya mas, tunggu sebentar.” Jawab Fatimah.
“Ada yang pentingkah samapi istriku kamu suruh ke belakang mas ?” Tanya Sena Serius.
“Kalo ada yang penting atau tidaknya aku gak tahu Sena, Yuyut juga belum bicara. Tapi kalo soal istrimu aku suruh pindah ke dalam karena aku mau merokok gak enak kalo ada anak bayimu dan istrimu, wkakaka…!” kataku sambil tertawa.
“Wah mas yasin ini bikin Sena jadi penasaran aja tadi. Kirain ada obrolan penting gak tahunya Cuma pingin merokok saja.” Ucap Sena sambil menahan Tawanya.
“Gak gitu juga, soalnya Yuuyut yang tahu kenapa kamu disuruh kesini. Aku juga gak paham maksutnya.” Kataku serius.
Kemudian Yuyut datang digandeng Khotimah.
“Setelah duduk Yuyut pun menyuruh Khotimah ikut duduk.
“Matiin dulu rokok kamu, Yuyut mau boicara penting.” Perintah yuyut.
Yaudah terpaksa acar merokok batal. Rokok yang barusan aku nyalain terpaksa aku matiin.
“Njih Yut…!” jawabku singkat.
“Kalian mala mini bersama Khotimah juga, berjaga jaga aka nada tamu yang tidak baik. yasin nanti Gunakan lathoif nafsimu sejak awal. Dan Sena kamu gunakan feeling kamu sejak awal juga. Sedangkan Khotimah siap siap ikuti perintah mas mu Yasin dan adikmu Sea nanti.” Ucap Yuyut.
“Memang tamu itu bukan manusia yang kasat mata yut, sehingga Aku haru menggunakan Lathoif nafsi dar awal nanti ?” jawab yuyut.
“Sebenarnya dia manusia biasa, hanya bisa tak terlihat mata Biasa.” Ucap Yuyut.
“Maksut Yuyut punya ilmu Panglimunan atau ilmu Halimun ?” tanyaku.
“Semacam itu tapi yang ini lebih licin dari belut, nama ilmunya Welit Putih ?” ucap Yuyut.
“Haah Welut Putih, kayak pernah denger.” Kataku.
Kemudian aku mencoba mengingat ketika menghadapi ilmu panglimuanan saat masih disuruh wirid tiap malam di makam eyang guru saat di pondok dulu. Tanpa menggunakan atau belum bisa membuka lathoif waktu itu. tapi aku bisa menghadapi ilmu itu.
Ah iya aku ada akal sekarang biar seisi rumah bisa melihat kehadiran orang itu meski tidak melihat ujutnya, pikirku. Kemudian aku pamit keluar sebentar pada yuyut dan lainya, dan bilang nanti mujahadahnya menyusul belakangan.
Dan anehnya ayuyut pun mengijinkan aku pergi begitu saja.  Biarin biar tahu rasa orang yang kepedean punya ilmu panglimun mau macem macem dirumahku. Cukup dengan jebakan kecill yang aku buat kamu gak akan bisa berkutik dan akan jadi bulan bulanan orang seisi rumahku, batinku. Sambil berjalan keluar rumah mencari seautu untuk menjebak orang yang punya ilmu panglimunan itu dengan jebakan sederhana murah meriah dan bisa diikuti oleh siapapun.
Tanpa mantera tanpa puasa tanpa lelaku apapun siapapun pasti bisa eniru dan mempraktekanya, batinku ambil senyum senyum sendiri. Malah seperti akan mendapakatkan pertunjukan murah meriah….
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
__ADS_1
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...