Isyaroh

Isyaroh
Maheso Suro kembali mencari tumbal ilmu


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


............


Ini gila, ini beneran ilmu iblis yang dia pakai.ā€ Kataku dalam hati yang masih ternganga melihat pemandangan aneh dan mengerikan di hadapanku. Sehingga aku kurang waspada dan sebuah tendangan dari Mento Rogo mendarat di dadaku membuat aku terpental mundur beberapa Langkah.


Untunglah saat Mento rogo mengejarku segera di hang oleh Sena, sehingga aku ada waktu untuk bangkit dan mengatur pernafasanku menghilangkan rasa nyeri dan sesak di dadaku…???


Sena pun bertempur mati matian melawan Mento Rogo, aku jadi mengkhawatirkan Sena karena Mento Rogo justru ilmunya diatas Maheso Suro. Aku segera menyelesaikan pengaturan nafas untuk menghilangkan rasa sakit di dadaku akibat terkena tendangan Mento Rogo.


Untunglah kali ini Maheso Suro tidak berbuat licik menyerangku atau membantu Mento Rogo melawan Sena. Mungkin terlalu PD dengan ilmu barunya itu.


Dan apa yang aku khawatirkan benar, aku melihat Sena cukup terdesak melawan Mento Rogo. Meski belum sampai terkena serangannya. Namun Mento Rogo yang melapisi tubuhnya dengan Rapal Tameng wojo itu berkali kali terkena serangan Sena tidak dirasakan.


Bahkan beberapa kali Sena tersurut mundur ketika harus berbenturan tenaga dengan Mento Rogo. Aku jadi semakin khawatir, namun mau membantu juga rasanya kurang adil jika main keroyok. Sampai akhirnya Mento Rogo berhasil menyarangkan pukulannya ke dada Sena sehingga membuat Sena terpelanting ke belakang. Aku langsung menangkap tubuh Sena.


ā€œKamu gak papa Sena ?ā€ tanyaku sambil menangkap tubuh Sena.


ā€œGak papa mas, hanya kaget saja serangan Mento Rogo sangat cepat dan mengandung hawa panas.ā€ Jawab Sena.


ā€œAuuuunngh… kalian bisa saja akuĀ Ā bunuh bersamaan. Tapi aku gak mau itu, aku ingin bunuh kalian satu persatu… Aauuuunngh…!ā€ teriak Mento Rogo.


ā€œAuuuunngh…. Kami sepasang Serigala ā€˜ Sukma Kembar’ akan menghabisi keluarga kalian satu persatu…Auuuunngh…!ā€ sahut Maheso Suro.


Benar benar menghabiskan kesabaranku, aku harus memutar otak bagaimana car mengalahkan mereka.


ā€œKalian jangan bangga dulu, kalian berdua akan aku habisi sekarang juga bersamaan supaya tidak bikin kekacuan lagi di wilayah ini. Soma teman kalian sudah tewas, sekarang giliran kalian menyusul iblis junjungan kalian ke neraka." Teriakku yang sudah kehilangan kesabaran.


Dan langsung memusatkan tenaga dan pikiranku memasang kuda kuda untuk menggunakan Jurus ā€˜Ya’ menghadapi dua makhluk setengah siluman tersebut.


Kemudian kedua makhluk itu pun bersiap menghadapi Aku dan Sena. Namun aku bisikan ke Sena untuk mundur dulu biar aku Hadapi sendiri dua ekor serigala jadi jadian itu, kataku pad Sena.


Sena pun mengikuti kata kataku., dia mundur beberapa meter menjauh dariku. Sementara Maheso Suro berusaha mengejar Sena. Namun aku segera memukulkan telapak tanganku ke tanah dengan Jurus ā€˜YA’ sebagai jurus pamungkas dari jurus Suci Hijaiyah.


Akibatnya dua makhluk itu pun terpental jauh karena aku menggunakan seluruh tenagaku untuk menyerangnya.


Dua tubuh sosok itu terpental dan membentur sebuah pohon kelapa dipinggir lapangan yang kami gunakan untuk bertempur.


Dan keduanya kemudian terjatuh setelahĀ Ā membentur pohon kelapa, keduanya bergerak berusaha bangkit namun tak mampu berdiri. Aku mencoba mendekati dengan Sena, namun sebelum kami sampai Mento Rogo dengan merayap akhirnya berhasil melompati Maheso Suro sehingga Maheso Suro kembali segar seperti tak terjadi apa apa. Kemudian ganti melompati Mento Rogo sehingga keduanya kini kembali segar bugar sementara aku dan Sena sudah merasakan kelelahan yang luar biasa. Disamping juga masih merasakan sakit di dada kami terkena serangan Mentor Rogo tadi.


ā€œAauuuunnggh…. Kamu tak akan bisa mengalahkan aku sampai tenaga kalian habis sekalipun, aauuuunngh…!ā€ teriak Maheso Suro yang kembali mau menyerang aku dan sena.


ā€œSena kamu minta bantuan kang Tohari, kalo begini terus kita akan kelelahan karena begitu mereka saling melompati akan menjadi segar lagi seperti semula..ā€ ucapku pada Sena.


ā€œTapi mas sendirian saja disini ?ā€ jawab Sena.


ā€œIya, aku akan serang lagi dengan jurus yang sama kali ini sambil menunggu bantuan dari kang Tohari.ā€ Jawabku.


Kemudian Sena segera berlari masuk kerumah memanggil bantuan kang Tohari. Aku sendirian menghadapi dua makhluk setengah iblis tersebut.


Tanpa aku duga dua sosok itu mengepung aku satu dari depan satu dari belakang, sehingga memecah konsentrasiku. Karena menggunakan jurus ya hanya bisa untuk menyerang yang didepanku saja. Sementara yang di belakangku tidak akan terpengaruh.


Apa boleh buat, aku harus menyerang satu persatu dan aku memperhitungkan menyerang Mento Rogo lebih dulu. Segera aku melancarkan serangan jurus ā€˜Ya’ kepada Mento Rogo namun rupanya Maheso Suro menyerang aku dar belakang sebelum aku selesai menggunakan jurusku.


Sehingga terpaksa aku menangkis serangan Maheso Suro lebih dahulu. Dan justru Maheso suro yang terkena pukulan telapak tanganku yang sudah bersiap menyerang Mento Rogo. Sehingga tubuh Maheso Suro terpelanting membentur dinding rumah kosong sehingga temboknya runtuh. Dan tubuh Maheso Suro bergulingan tak bergerak lagi.


Aku berlari mengejarnya, bermaksut membuang jasadnya agar tidak dilompati Mento Rogo. Namun Mento Rogo juga tidak tinggal diam, dia ikut mengejar jasad Maheso Suro yang berguling. Dan tanpa kusadari Mento Rogo berbuat licik dengan melempar batu kearahku sehingga aku harus menghindari batu tersebut. sehingga aku terhenti sesaat dan kesempatan itu digunakan Mento Rogo untuk melompati jasad Maheso Suro.


Sehingga sebelum aku sempat menyingkirkan jasad Maheso Suro, Maheso Suro sudah kembali segar bugar. Sementara aku masih ngos ngosan setelah mengelurkan banyak tenaga. Tidak ingin mereka merencanakan strategi baru selagi mereka berdua didepanku aku langsung menyarangkan serangan dengan jurus ā€˜Ya’ yang sudah aku buka sebelumnya. Meski tidak maksimal namun aku rasa cukup untuk membuat keduanya terpelanting jatuh.


Dan benar ketika aku menepukkan telapak tanganku ke tanah keduanya terpental lagi, kemudian saling melompati lagi dan akhirnya mereka kabur bersama. Setelah keduanya segar kembali.


Aku sendiri sudah hampir kehabisan tenaga sebenarnya, untung saja mereka kabur kalo tidak aku bisa benar benar kehabisan tenaga, batinku.


Ternyata mereka kabur karena melihat kang tohari datang bersama Sena, yang kemudian mendekati aku dan membantuku berdiri.


Aku hampir saj mutah karena banyak mengeluarkan tenaga dan akibat luka dalam di dadaku. Untunglah kang Tohari dan Sena cepat memapahku dan membawa aku masuk kedalam rumahku.


*****


Sesampai di dalam rumah aku langsung di obati oleh kang Tohari dan lainya, begitu juga dengan Sena yang ternyata mengalami luka dalam di dada juga.


Dengan Menyalurkan energy murni kepadaku dan Sena kang Tohari mengatakan.


ā€œAku bukanya tidak mau membantu kalian tapi sebagian makhluk gaib tadi berhasil masuk ke rumah ini. jadi aku lebih melindungi yang lainya, intinya saat ini kita memang harus ektra hati hati.ā€ Kata Kang Tohari.

__ADS_1


ā€œIya kang, aku juga ngerti maksut kang Tohari kok. Dan keselamatan orang orang dirumah juga sangat penting.ā€ Jawabku.


Ā 


ā€œYang penting kamu sudah tahu kekuatan dan kelamahan lawan kita saat ini, soal bagaimana cara menghadapinya itu sudah menjadi tanggung jawabmu untuk mencari cara. Dan saranku banyak banyaklah bertawasul pada kakek Sidiq Ali dalam hal ini. karena beliau adalah ahli strateginya, kemudian juga kepada kakek Jafar dan kakek Hadiyan serta kakek Mustolih yang merupakan senopati dimasa hidupnya dulu.ā€ Jelas kang Tohari.


ā€œBerarti Sena juga punya darah Senopati perang dong kang juga Zulfan yang keturunan llangsung kakek hadiyan.ā€ Jawabku.


ā€œKita semua punya, hanya saja sepesialisasinya yang berbeda. Dan kenapa kamu yang jadi Senopati ing Ngalogo ( senopati dalam perang ) karena kamu keturunan langsung dari dua ahli strategi dan ahli kanuragan. Kakek Sidiq Ali dan Kakek jafar.ā€ Jawab Kang Tohari.


ā€œMungkin ada satu hal lagi kang selain itu !ā€ sahut Sena ikut berkomentar.


ā€œApa ?ā€ Tanya kang Tohari pada Sena.


ā€œKarena Mas Yasin itu tampaknya memang hobi berantem juga jadi sekalian menyalurkan hobinya…!’ kata Sena sambil cengengesan.


ā€œDasar kamu Sena, makin lama makin kurang ajar sama kakakmu ya ?ā€ jawabku kesal pada Sena.


Sementara kang Tohari, Zulfan dan Farhan juga pak Yadi, hanya senyum senyum saja. Masih untung tidak ada opera wanita disitu, pikirku.


Hubungan keakraban kami memang semakin terasa, setiap kali berkumpul selalu diwarnai candaan candaan yang tanpa basa basi bahkan sering kali terkesan ā€˜menjatuhkan’ namun hanya sebatas ucapan saja. Karena kami semua saling menyayangi satu dengan lainnya. Dan candaan kami adalah sebagai bentuk keakraban saja tidak bermaksut beneran menjatuhkan. Dan tidak juga ada rasa marah ketika sedang menjadi bahan bullyan yang lain.


Setelah selesai mengobati aku dan Sena kang Tohari Zulfan dan Farhan mengajak kami berbincang bincang di ruang mujahadah. Sementara yang lain sudah pada beristirahat, karena besuk pagi akan kedatanganĀ Ā tamu Isti dan Rofiq.


Zulfan sebagai yang termuda diberikan tugas untuk membuatkan kopi sebagai teman ngobrol, dan Zulfan pun terpaksa menurut sambil menggerutu tapi sebatas candaan, ā€œnasip jadi yang termuda hanya dijadikan pesuruh terus.ā€ Gerutu Zulfan sambil tersenyum kecut.


Kami semua menanggapi itu dengan tertawa, meskipun sama sama sedang berpikir keras menghadapi ancaman bahaya kelompok pemuja iblis Joyo Maruto dan lainya.


ā€œFarhan tu baru kali ini, membahas masalah penting dan genting tapi masih bisa sambil bercanda begini. Dan baru disini juga Farhan menemukan orang seperti mas Yasin. Jelas jelas tadi barusan saja mengalami bahaya masih bisa bercana ria begini.ā€ Komentar Farhan.


ā€œKalo Aku semua aku bikin santai Farhan, gak usah dibikin tegang toh dengan kita santai malah bisa berpikir jernih. Coba kalo kita tegang, mana bisa kita berpikir luas karena sudah tegang duluan.: jawabku serius pada Farhan.


ā€œIya, tapi kalo lagi sama mbakyu Fatimah baru muncul Manjanya kemudian kolokan kayak anak kecil, ya kan Mas ?ā€ komentar Sena sambil ngakak disambut yang lainnya.


ā€œEeh tapi gara gara pak Yasin saya sama Istri saya juga sekarang ini malah tambah romantic dibsnding sebelumnya. Karena istri dulu saya terlalu kaku kalo bicara juga sekedar saja.ā€ Tiba tiba pak Yadi ikut nimbrung bicara.


ā€œAah kalo itu karena pak Yadi juga terlalu tegang menghadapi kasus kasus kriminal yang bikin pusing. Jadi istri panjenengan pun ikut terbawa suasana tegang pak Yadi, terus jadi kaku begitu.ā€ Sahutku pada Pak Yadi.


Zulfan datang membawa kopi dalam teko dan gula yang terpisah, jadi yang suka pahit gak pakai gula kayak aku bisa langsung minum. Dan yang suka manis bisa nambahin gula sendiri sesuai selera.


ā€œWaah pinter kamu Fan, sekarang udah lolos jadi bar tender.ā€ Gurauku pada Zulfan.


ā€œIya dong mas, kan tiap haru udah disuruh bikini kopi disini.ā€jawab Zulfan.


Selanjutnya kam berbicara kesana kemari dari mulai membicarakan kekuatan dan kelemahan musuh, tentang rencana menikahkan Khotimah dan juga Arum sampai dengan membicarakan kedatangan Yuyut yang akan datang bersama bapak mertuaku. Juga kehadiran kang Salim sekaligus bersama Samsudin dan Eis istrinya. Untung saja mereka tidak semuanya tahu ada kisah masa lalu diantara kami. Sehingga tidak menjadi bahan bullyan mereka.


Namun itu hanya aku dan rombonganku saja yang begitu, kecuali Samsudin yang gak betah begadang malam dari dulu.


Setelah Subuh pun kami segera berangkat tidur, sementara pak Yadi pamit untuk pulang ke rumahnya.


*****


Di tempat Joyo Maruto


Author POv


Setelah beberapa kali terpukul dan jatuh oleh Yasin, Maheso Suro dan mento Rogo akhirnya memutuskan untuk kabur, apa lagi melihat kedatangan Tohari yang akan ikut membantu mereka juga. Akhirnya mereka segera kabur dan mengadukan hal tersebut kepada Joyo Maruto dan Jin Anyi Anyi.


Namun sesampai di tempat persembunyian mereka Maheso Suro dan Mento rogo baru ingat kjika Maheso Suro sedang ā€˜TAPAā€ Pati geni ( tidak boleh terkena sinar apapun untuk mendapatkan ilmu baru dari Ki dalang Anyi anyi. Joyo Maruto sedang mengasah dan ber ritual untuk mendapatkan ajian ā€˜Bantolo Sukma’ ( Sukma bumi ) yang maksutnya adalah sukmanya menyatu dengan bumi, meskipun mati beberapa kali jika darahnya masih menyentu tanah maka dia akan hidup kembali. Semacam ilmu rawa rontek atau Panca Sona, yang didapat dengan persekutuan dengan Jin.


ā€œKita tunggu saja disini sampai guru kita ki ageng Joyo Maruto selesai bertapa.ā€ Ucap Mento Rogo.


ā€œAuuuunngh…Iya siapa tahu ki Dalang mau hadir menemui kita nanti. Auuuunnghā€¦ā€ Jawab Maheso Suro.


ā€œAuuuunngh…Iya mudah mudahan saja bisa begitu Auuuunngh….ā€ Sahut Mento Rogo.


Kemudian keduanya menunggu kehadiran Dalang Anyi anyi atau selesainya Joyo Maruto Bertapa.


ā€œAyyyiii…..ayyiiii….ayyiiii… ada apa anak manusia kalian berdua datang kemari. Apakah sudah mendapatkan pengikut bar ? Ayyiiii….ayyiiii….ayyiiii…. !ā€ ucap dalang Anyi anyi menyapa Maheso Suro dan Mento Rogo.


ā€œAuuuunnggh… ampun ki dalang kami gagal menghadapi Yasin si bocah sableng itu, kami selalu dapat dipukul mundur olehnya. Auuuunngh…!ā€ jawab Mento Rogo.


ā€œAyyiiii…..ayyiiii…..ayyiiii…. kalian bodoh melawan satu bocah saja kalian tidak sanggup, bukankah sudah aku warisi ilmu langka yang tidak dimiliki orang lain, ayyiiii…..ayyiiii…..ayyiiii….!ā€ jawab Jin bermuka bopeng itu.


ā€œAuuuunngh… ampun ki, kamii selalu terpental jika dia menggunakan jurusnya sehingga berkali kali kami harus berusaha saling melompati agar kami bisa sembuh dari luka, auuuunnggh…!ā€ jawab Maheso Suro.


ā€œAyyiiii…..ayyiiii…..ayyiiii….. terus apa yang kalian harapkan dariku lagi sekarang, ayyiiii…..ayyiiii…..ayyiiii…..?!?ā€ Tanya dalang Anyi anyi.


ā€œAuuuunnggh…. Beri kami penangkal jurus itu ki agar dapat mengalahkanya, auuuunngh…..!ā€ pinta Mento Rogo yang sudah gelap mata.


ā€œAyyiiii…..ayyiiii…..ayyiiii….. carilah tumbal untuk mewarisi ilmu ā€˜Gundolo Sosro’ ku hanya itu yang bisa kalian jadikan senjata untuk melawan bocah itu, ayyiiii…..ayyiiii…..ayyiiii….!ā€ jawab dalang Anyi anyi.


ā€œAuuuunngh… tumbal apa ki untuk dapat mewarisi ilmu tersebut, Auuuunngh…?ā€ tanya Mento Rogo.

__ADS_1


ā€œAyyiiii…..ayyiiii…..ayyiiii….. darah gadis atau perjaka yang lahir saat ā€˜Anggoro Kasih’ ( Selasa kliwon ) bawalah kemari saat bulan purnama nanti, ayyiiii…..ayyiiii…..ayyiiiii…..!ā€ jawab dalang Anyi anyi kemudian menghilang.


Kemudian Maheso Suro dan Mento Rogo saling berembuk untuk mencari korban yang sesuai criteria permintaan dalang Anyi anyi.


Mencari gadis atau perjaka yang lahir di hari selasa Kliwon bukanlah hal yang mudah. Dan juga harus sesuai dengan perhitungan hari atau bulan Qomariyah bukan perhitungan bulan Syamsiyah.


( Qomariyah \= perhitungan bulan menurut peredaran bulan mengelilingi bumi. Pergantian di mulai waktu asar. Sedangkan perhitungan peredaran bulan Syamsiyah dihitung berdasarkan peredaran bumi mengelilingi matahari. Pergantian hari jam 00 : 00 dini hari. Dan yang dimaksut oleh dalang Jin tersebut adalah perhitungan Qomariyah.)


Akhirnya Mento Rogo dan Maheso Suro sama sama mencari anak remaja baik lelaki ataupun perempuan yang lahir di hari selasa Kliwon atau ā€˜Anggoro Kasih’. Dilandasi dendam amarah yang sudah bersemayam di hatinya maka kedua orang tersebut berbagi tugas untuk mencari korban sesuai permintaan dalang Anyi anyi.


Dan untuk memudahkan aksi keduanya harus mulai gerilya di siang hari. Menggunakan pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya kecuali tangan dan mukanya. Yang sudah berbulu lebat seperti serigala sesungguhnya.


Maka keesokan harinya keduanya berangkat mencari korban dengan menyamar sebagai pedagang keliling. Hanya demi mencari korban yang dimaksut.


Dalam menjalankan aksinya keduanya berpenampilan seperti orang tua yang sangat butuh pertolongan agar dapat menipu warga yang melihatnya. Mereka berkeliling dari dusun ke dusun menjajakan dagangannya yang tidak seberapa, karena tujuannya hanya mencari anak gadis atau perjaka yang lahirnya selasa Kliwon.


Mereka selain berpura pura sebagai pedagang keliling juga mengaku sebagai orang Waskito yang bisa meramal masa depan seseorang. Dengan modal khodam jin yang dia punya, banyak juga yang mempercayainya.


Hingga pada suatu ketika, di sebuah dusun yang jaraknya cukup jauh dengan tempatnya bersembunyi, Maheso Suro sedang melancarkan Aksinya.


ā€œKek, buah ini harganya berapa ?ā€ tunjuk anak kecil yang menunjuk sebuah Manggis dagangan Maheso Suro.


ā€œYang mana nduk cah ayu ? kamu namanya siapa kok ayu tena kamu nduk ?ā€ kata Maheso Suro merayu calon korbannya.


ā€œYang ini kek, nama saya Sulis kek. Pingin buah manggis ini.ā€ kata anak berusia sekitar dua belas tahunan itu.


ā€œOwh itu, kalo Sulis mau boleh ambil gratis kok. Kakek lagi senang hari ini jadi gak papa buat sulis gak usah bayar saja.ā€ Kata Maheso Suro.


ā€œNanti kakek rugi dong ?ā€ jawab Gadis bernama Sulis itu.


ā€œGak kok cah ayu, ini sudah hampir pulang dan dagangan kakek sudah banyak laku tadi.ā€ Jawab Maheso Suro.


ā€œBeneran kek, gak papa Sulis ambil satu ?ā€ kata Sulis si gadis lugu itu.


ā€œIya gak papa, dua atau tiga juga boleh kok’ Sulis usia berapa sekarang nduk cah ayu ?ā€ Tanya Maheso Suro.


ā€œSulis umurnya hampir dua belas tahun kek, nanti dua bulan lagi pas ulang tahun Sulis.ā€ Jawab Gadis polo situ tanpa curiga.


ā€œTanggal berapa ulang tahunya cah ayu, kakek mau kasih hadiah ulang tahun nanti ?ā€ jawab Maheso Suro dengan tipuanya. Maksut dia sebenarnya adalah dengan mengetahui tanggal lahirnya dia akan bisa menghitung hari lahir dan pasarannya apakah bener selasa Kliwon atau bukan.


Karena secara cirri cirri fisik yang dia pelajari anak itu mempunyai cirri fisik sebagai anak yang lahir di pasaran hari selasa Kliwon.


Kemudian anak itu menyebutkan tanggal bulan dan tahun kelahirannya. Dan dengan cepat Maheso Suro dapat menghitung jika anak itu lahir hari selasa Kliwon.


Dengan perhitungan lima pasaran dan tujuh hari, lima kali tujuh \= selapan hari ( 35 hari ) kemudian menghitung usia anak itu sampai hari ulang tahunnya yang ke dua belas. Ada sekian lapan dan dijadikan untuk perhitungan mundur ke hari kelahiran anak itu ternyata hari lahirnya adalah hari Senin wage.


Jika dia lahir setelah asar maka dia masuk bocah yang lahirnya selasa Kliwon, tapi jika lahirnya sebelum asar maka dia masuk pasaran senin wage. Kemudian Maheso suro bertanya pada Gadis kecil itu.


ā€œWah kamu pinter dan pemberani, Sulis tahu gak dulu lahirnya jam berapa ?ā€ Tanya Maheso Suro kepada gadis itu.


ā€œKata bapak ibu, dulu Sulis lahirnya pas menjelang maghrib kek, makanya diberi nama Rina ( baca Rino \= siang ) Sulistyaningsih. Karena sore ( siang ) menjelang maghrib adalah saat paling indah ketika matahari masih tampak tapi tidak menyilaukan dan menimbulkan bayangan merah jingga yang bagus kek.ā€ Jawab anak polo situ. Tanpa menyadari dirinya dalam bahaya besar.


ā€œOwh iya bener Sulis, orang tuamu pasti orang yang tahu keindahan ya, sehingga bisa member nama sebagus itu. udah ini kamu ambil saja semua buahnya. Kakek sudah mau pulang kok. Tiga hari lagi kakek kesini sulis mau dibawain buah apa, gak usah bayar buat sulis kakek kasih gratis.ā€ Bujuk Maheso Suro.


ā€œhak usah kek, gak usah repot repot ini saja sudah sangatĀ Ā terimakasih dikasih buah banyak banget.ā€ Ucap Sulis.


ā€œGak papa, soalnya kakek bahagia banget hari ini. dan kakek bisa melihat kalo Sulis itu akan punya masa depan yang bagus nantinya. Maka kakek kasih semua ke Sulis.ā€ Ucap Maheso Suro.


Gadis itupun hanya tersenyum tanpa tahu bahaya besar yang sedang mengancamnya. Tiga hari lagi Maheso Suro sudah mempersiapkan untuk menculiknya dan membawa ketempat dia sembunyi dan menahan Sulis untuk di korbankan pada saat bulan Purnama nanti….???Ā Ā Ā 


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...šŸ™šŸ™šŸ™...

__ADS_1


Ā 


Ā 


__ADS_2