
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
Sesampai dirumah pak Yadi, belum sampai masuk kerumah sudah dihadang Siska istri pak Yadi.
“MAs Yadi, itu orangnya teriak teriak lagi seperti kemarin…!” seru Siska istri pak Yadi.
Aku kaget buka karena ucapan Siska istri pak yadi yang mengatakan ada yang teriak teriak lagi. Tapi kaget karena sekarang manggil suaminya dengan sebutan ‘mas’ bukan pak e seperti dulu. Wah usahaku berhasil berarti, batinku.
“Siapa mbak Siska yang teriak teriak ?” tanyaku pada istri pak Yadi.
“Itu pak, pemilik losmen tempat menginap korban dulu ?” ucap Siska.
Kemudian pak yadi segera mengajakku masuk ke tempat orang itu diikuti Sena dan Rofiq. Sesampai disana tiba tiba dari menjerit orang itu kemudian malah tertawa.
“Wha hahah ahahah….. kamu yang aku tunggu akhirnya datang juga sekarang.” Berkata seperti itu orang itu sambil menunjuk mukaku….???
*****
Episode ini
“Maksut kamu apa nungguin aku ?” tanyaku.
“Ini semua kuncinya ada dikamu, aku gak akan tenang jika yang membunhku tidak dihukum dengan hukuman yang setimpal.” Ucap pemilik losmen itu yang bisara bukan atas kehendaknya sendiri.
“Apa yang harus aku lakukan, apakah ada petunjuk lain yang bisa menjerat pelaku ?” tanyaku.
“Saat aku dicekik aku memberikan perlawanan tapi aku kalah kuat, tapi aku berhasil merebut sesuatu darinya yang jatuh tak jauh dari tempat dimana jasadku di temukan.” Katanya.
“Sesuatu itu berupa apa ?” tanyaku padanya.
“Sebuah gelang yang ada initial namanya, dan gelang itu sebagai identitas dia.” Jawabnya.
“Itu belum cukup bisa saja dia tidak mengakui itu miliknya.” Ucapku.
“Ada foto yang memperlihatkan gelang itu, saat dia berfoto bersama kami dia mengancungkan dua jari dan gelang itu jelas kelihatan.” Jawabnya.
“Baiklah aku kan cari benda itu, tapi kamu jangan lagi ganggu orang ini kasihan dia ketakutan.” Jawabku.
“Ini sudah seratus hari lebih dari saat jasadku ditemukan, aku ingin orang itu segera dihukum. Kalo tidak akan muncul banyak korban lain.” Kata sosok ditubuh pemilik losmen itu.
“Iya aku usahakan tapi kembalilah kamu ke tempat kamu karena tubuh itu bukan tempat kamu, dan aku tahu jika kamu jin qorin yang mengikuti tubuh korban pembunuhan itu.” kataku sambil melafadzkan doa doa khusu ijazah Abah guruku.
Kemudian tubuh pemilik warung itu kejang dan mendongakkan wajahnya ke atas. Sesaat kemudian menjadi lemas dan lunglai mau jatuh. Kemudian aku menangkap tubuh itu agar tak membentur lantai, begitulah kerjaan jin gak mikirin jika tubuh yang ditempatinya bisa terluka karena ulahnya.
Setelah tubuh pemilik losmen tersebut dibaringkan dikamar aku diajak pak Yadi keruang Tamu yang sudah tersedia minuman hangat berupa teh manis, adat budaya Yogyakarta ketika menyuguhi tamu.
“Pak Yasin mau minum kopi ?” Tanya pak Yadi.
“Gak usah, teh ini saja cukup.” Jawabku biar gak bikin repot tuan rumah.
“Yakin pak, soalnya saya lupa gak pesan ke istri tadi saat datang keburu ada masalah.” Kata pak Yadi.
“iya pak, kadang juga saya minum teh juga gak kopi terus.” Jawabku.
Saat baru membahas minuman tiba tiba ada anak gadis yang datang dan ikut nimbrung yang seperti ketakutan.
“Maaf saya boleh nanya sesuatu Om ?” Tanya anak itu padaku.
“Mau nanya apa dik, panggil pak saja jangan om. Aku Cuma orang dusun gak ngerti bahas om.” Jawabku sedikit bercanda biar dia gak ketakutan.
“Iiiya pak,maaf semuanya Laras mengganggu menyela, ini pak saya Laras anak bapak yang bapak tolong tadi. Beberapa hari lalu secara berturut turut saya selalu merasa diikuti sosok menakutkan yang selalu menyebut nama Laras.” Kata Laras.
__ADS_1
“Menyebut nama kamu ? maksutnya memanggil manggil atau hanya sekedar menyebut nama saja ?” tanyaku pada Laras.
“Dia selalu memanggil nama laras. Dan saat dia memanggil Laras seakan terhipnotis tidak bisa menolak panggilanya.” Jawab Laras membuat hatiku berdegup kencang.
Itukan ajian ‘Panggiring Sukma’ tahap awal yang menanggil jabang bayi ( nama asli lengkap dengan bin/binti siapa kadang disebutkan sampai 3 generasi keatas. Bin/binti….. bin…….bin……) kemudian dengan dtambah ritual khusus untuk mengikat orang yang dimaksut agar mengikuti perintah orang yang menggunakan ajian tersebut.
Tapi kenapa Laras anak pemilik losmen itu juga dituju mereka ? atau ada orang lain lagi yang punya niat lain. Ataukah orang yang sama tetapi dengan motivasi lain mempengaruhi Laras seperti itu, pikirku.
“Sejak kapan kamu mengalami itu ?” tanyaku pada Laras.
“Sudah tiga hari berturut turut saya mengalami it uterus pak, Laras jadi ketakutan terus karena tiap malam selalu mengalami itu.” jawab Laras.
Obrolan kami dengan pak Yadi dan lainya jadi terhenti karena semua justru focus pada permasalahan yng Laras hadapi.
“sebentar ya, biar aku mencoba berpikir dulu kemungkinan kemungkinan yang terjadi padamu.” Jawabku pada Laras,
Kemudian aku mencoba mengingat ada peristiwa apa pada sekitar tiga hari yang lalu. Kemudian ada kemungkinan hubungan apa dengan kejadian yang dialami laras. Cukup lama aku berpikir namun belum juga menemukan jawaban rasa penasaranku itu.
“Maaf aku belum bisa jawab sekarang, mungkin nanti atau besuk aku kasih tahu lewat pak Yadi. Krena aku gak mau asal member jawaban ngawur, dan seandainya sampai besuk aku gak bisa menemukan jawaban akan ku tanyakan pada yang lebih tahu. Dan aku akan tetap memeberi kabar jika aku belum menemukan jawabanya.” Kataku pada laras.
“Iya pak, makasih sebelumnya tapi tolong bantu laras ya pak. Usahakan bisa ketemu jawabanya segera Laras sudah sangat ketakutan.
*****
Author POV
Flashback beberapa waktu sebelumnya
Ditempat Maheso Suro dan rombonganya yang menghadang Yasin.
“Mana Anggada murid ki Maheso Suro kok belum ada kabar juga apa lagi sampai kesini.” Tanya Ki Soma.
“Tunggu sebentar biar aku hubungi,mungkinjuga terjadi kejar kejaran di jalan dulu. Kita semua tahu Yasin musuh kita itu orangnya licin.” Jawab Maheso Suro.
Kemudian Maheso suro menelpon Anggada dan yang terjadi adalah justru Anggada lah yang dapat diringkus Yasin. Bukanya Anggada berhasil memancing yasin biar mengejarnya.
“Kuraaanng Ajaaaar kamu Yasin, tunggu pembalasan kami semua !” teriak Maheso Suro membuat yang lain jadi heran apa yang terjadi.
“Kenapa Ki Maheso, apa yang terjadi ?” Tanya ki Soma.
Semua pu menjadi lemas karena sudah bepanas panas menunggu di tepian jalan dusun malah yang di tunggu gak jadi datang.
“Kita lapor ke Ki Ageng Joyo Maruto saja sekarang.” Ajak ki soma pada lainya.
Maka berangkatlah zrombongan itu kembali ke padepokan ki Joyo Maruto.
Sesampai di padepokan Joyo Maruto, merka harus menunggu sebentar kaarena Joyo Maruto sedang mengobati Mento rogo dn tidak bisa diganggu.
Dengan prsesi ritual yang seperti sebelumnya Joyo marutu segera mengobati Mento rogo yang sudah semakin parah kondisi fisiknya. Luka luka bakar yang dialami sudah mengeluarkan air bahkan memerah dan melepuh kulit kepalanya.
Setelah ritual selesai dan Mento Rogo sudah berhasil sembuh dan hilang rasa sakitnya. Joyo Maruto masih saja mengepalkan tanganya karena marah besar dengan Yasin. Karena luka luka Mento rogo tidak dapat pulih embali meskipun sudah tidk merasakan Sakit lagi. Namun penampilan mento rogo sama seramnya dengan para prewangan yang digunakan Joyo maruto.
Semua bahkan iba dengan kondisi mento Rogo yang ujudnya menjadi layaknya gerandong itu.
“Ini semua gara gara Yasin anak sialan itu.” ucap joyo Maruto.
“Ampun guru kenapa ujutku gak bisa pulih seperti kemarin, bagaimana saya bisa menemui keluarga saya nanti guru….!” Tangis mento Rogo.
“Sabarlah muridku, aku akan cari cara dulu untuk memulihkan kondismu seperti semula.” Ucap Joyo Maruto.
“Guru ijinkan kami semua berangkat mencari Yasin dan membawanya hidup hidup kedepan guru dan silahkan guru nanti atau kakang mento rogo yang akan menghukum anak itu.” ucap Ajar panggiring yang semakin dendam melihat kondisi kaka seperguruanya yang penampilanya menjadi mirip gerandong itu.
“Tidak saat ini, kalian hanya kan setor nyawa jika sekarang kalian kesana. Kemarin aku sempat memukulnya dengan kelabang sayuto saja tidak berpangruh pada anak itu. meski aku tidak memgerahkan tenaga penuh. Dan dari jarak jauh, tapi seandainya dia orang biasa maka nasipnya akan seperti pohon itu.” kata joyo Maruto yang kemudian memukul pohon dari jarak jauh sekitar 70 meteran dan akibatnya pohon besar itu hangus dan daunya rontok.
“Kalian lihat dengan pukulan seperti itu kemarin dan dengan jarak gak sampai 50 meter dia dan temanya tidak sakit sedikitpun. Makanya kalo kalian kesana sekarang sama saja kalian menyerahkan nyawa kalian sendiri. Mento rogo yang punya welut Putih dan rapal tameng wojo juga dibuat babak belur sampai begitu apa lagi kalian dengan kemampuan kalian yang sekarang ini.” jawab Joyo maruto.
“Kemudia apa yang harus kita lakukan guru ?” Tanya Ajar Panggiring.
“Kalian semua yang mau tinggak disini, akan aku ajari ilmu kelabang seyuto dan rapal tameng wojo. Baru setelah itu kalian boleh balas dendam dengan Yasin. Tanpa itu kalian hanya akan bernasib sama atau lebih buruk dari Mento Rogo. Yag mau silahkan tinggal disisni yang gak mau silahkan pergi dar sini sekaraang juga.” Ucap joyo Maruto.
“Ampun ki Ageng, murid saya juga gagal memancing Yasin bahkan dia bisa ditangkap. Dan apakah dengan ilmu kiageng bisa memanggil gadis calon tumbal itu datang sendiri ke tempat ini ki ageng ?” Tanya Mheso Suro pada Joyo Maruto.
“Apa ada potongan Rambut atau kuku dan nama lengkap serta anak siapa ? tanggal lahir dan tahun lahir, nanti biar aku cari sendiri ‘weton nya ‘ baru aku bisa panggil dia kesini. ” ( hari dan pasaran jawanya \= mis Selasa Kliwon dll )
__ADS_1
“Namanya Laras Guru, kemrin saya sudah memulai dan sudah menanamkan satu prewangan dalam tubuhnya,namun berhenti saat saya bertempur dengan yasin waktu itu Guru.” Jawab Ajar Panggiring.
“Berarti kamu sudah tahu weton anak itu juga ?” Tanya Joyo maruto.
“Sudah guru.” Jawab Ajr Panggiring.
“Kalo begitu kamu coba sekarang panggil dia, ambil media boneka yang kemarin.!” Perintah Joyo Maruto pada Ajar Panggiring.
Joyo Maruto memulai ritual pembuka kemudian menyuruh Ajar Panggiring untuk melanjutkan.
Semua terbelalak melihat sebuah boneka kain bisa berdiri dan melompat lompat mengikuti perintah Ajar Panggiring.
*****
Yasin POV
Ini gak bisa dibiarkan, tindkan sesat dan merugikan itu harus di cegah, sebelum jatuh korban korban lain. Dan aku Yakin ii masih satu sumber pelakunya, pasti dia punya kepentingan olain dengan Laras. Bisa jadi Laras akan dipanggil dengan ilmu itu untuk di jadikan sandera agar ayahnya tidak mau bersaki, sementar pertimbangan logikaku seperti itu. tapi entahlan tidak menutup kemungkinn yang lain, batinku.
Tiba tiba laras menjerit dan matanya menjadi merah dan pandanganya Kosong. Dan dengan penuh amarh dia mendekati aku dan hendak memukul aku. Aku berusaha mengelak saja. Dan pada pukulan yang kesekian kalinya aku menangkap tangan Laras dengan tangan kananku dan menatap tajam matanya sambil membacakan doa doa rukyah dan doa perlindungan diri dari seemua godaan makhluk.
Laras menjerit keras dan akhirnya dia tersadar lagi dan kaget ketika sadar tanganya kau genggam kuat.
“Adup pak tangan saya sakit lepaskan….!” Jerit Laras.
“Owh maaf bukan maksut saya mau kurang ajar, tapi tampaknya kamu memang menjadi incaran orang orang jahat itu. dan dia sudah berhasil menanamkan satu sosok prewangan yang ditaruh pada dirimu.” Ucapku pada Laras.
“Jad Laras harus bagaimana pak ?” Tanya laras setelah agak tenang dan di beri minum dulu oleh Siska istri pa Yadi yang tadi datang karena mendengar terikan Laras.
“Perbanyak doa dulu laras, nati aku sambil cari cara lain untuk mencari tahu bagaimana dan apa yang harus kamu lakukan.” Jawabku.
Aku jadi semakin yakin kaalo ini juga ulah keompoknya Ajar panggiring karena khodamnya hampir sama serta sangat memebenciku ketiak melihatku. Mungkin juga salah satu khodam itu yang dikirim ke tubuh laras. Aku jadi terkesiap ketika mengingat sebuah kemungkinan yang sangat mengagetkan aku.
“Apakah Laras akan dipanggil dengan ilmu itu dan akan dijadikan tumbal sebagai darah perawan untuk mengincar target utamanya adalah akau atau keluargaku ?” kataku dalam hati.
Wah ini sudah benar benar gila dan gak bisa dibiarkan harus segera dibasmi tuntas sampai ke akar akarnya, batinku.
“Pak Yadi, jika suatu saat melakukan penggrebekan ke markas para penjahat dengan satu pasukan bisa gak ? Nanti saya membantu secara spiritualnya, soalnya ini sudah sanhgat membahayakan pak jika disiarkan. Bukan hanya Laras tapi kemungkinan juga aka nada orang orang tak berdosa yang kan di jadikan koraban.” Ucapku pada pak Yadi.
“Maksutnya bagai mana Pak ?” Tanya Pak Yadi/
“ Maksut saya saya akan cari markas baru mereka dan setelah ketemu baru saya sampaikan ke pak Yadi untuk sama sama kita tangkap !” kataku pada apak yadi.
“Selama cukup bukti saya berani tappi jika tidak cukup bukti saya tidak berani pak. Maaf, soalnya ini ranah hokum Negara yang harus dipakai pak.” Jawab pak Yadi.
“Tentu pak, saya juga paham itu, dan sudah pasti akan saya cari bukti bukti yang menguatkan pak. Biar kejahatan mereka bisa dihentikan segera.” Jawabku pada Pak Yadi.
“Kalo itu saya sepakat dan siap pak, artinya sudah sesuai prosedur hokum.” Jawab Pak Yadi.
“Yaudah pak, saya pamit dulu nanti kalo ada sesuatu pada Laras langsung bawa kerumah saya saja pak biar kami tangani disana saja.” Kataku pada pak Yadi.
“Saya ikut bapak saja boleh ya…..????” laras menyahut tiba tiba.
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...