
" Selamat malam,saudara Ahmad Sidiq saudara kami tahan atas tuduhan pembunuhan ber rencana. ini surat penangkapanya " Aku terdiam sejenak.
" Atas laporan siyapa ? " tanyaku.
" Ada saksi yg katanya melihat anda bersama korban terakhir kali " jawab polisi itu.
" Baik, apa saya boleh hubungi teman sebentar ? " tanyaku.
" Silahkan, tapi sebentar saja. " jawapnya.
" Baik gak sampai 5 mnt kok "
Aku Wa Pak Yadi.
"Assalaamu 'alaikum Pak Yadi.
Mungkin besuk saya tidak bisa ikut hadir di pemakaman mbah Guno.
Karena saat ini di jemput polisi, atas tuduhan pembunuhan dan Pemerkosaan chatku ke pak Yadi.
Masih centang satu, mungkin baru nemuin tamu pikirku.
" Ya sudah pak, mari kita berangkat " pintaku.
Aku tak pedulikan, bisik bisik orang yg ada aku naik mobil Tapol.
Dikantor Polisi warga dusun sebagian masih berkumpul dan menyoraki aku. Dengan kata kata yg tak sedap didengar.
Aku dikawal masuk ruang Interogasi tertutup. Dan kekagetanku disitu kulihat anak buah Rofiq.
Owh Rupanya dia yg jadi saksi palsu, anak buah Rofiq yg kutemui di warung itu.
" Nah iya bener pak ini orangnya, Nama paanggilanya Zain "
" Saudara diam dulu, biar kami tangani ! " sergah seorang Polisi.
Polisi itu mulai bertanya :
Polisi : "Nama Lengkap ? "
Aku : " Ahmad Sidiq "
Polisi : Nama Alias ?
Aku : Alias Zain Alias Yasin.
pertanyaan lain gak penting.
Polisi : "Apa benar anda kenal korban ? "
Aku : Tidak
...........
pertanyaan lain gak penting
Polisi : Terakhir ke B****e
Aku : "kurang lbh 3.5th lalu"
...Polisi : "Beberapa hari lalu, anda diwarung sekitar b***e ?...
Aku : " Benar Pak."
...Polisi : Keperluan ?...
Aku : " Makan pak ?"
...Polisi : " Anda pulangnya bareng LC ? "...
Aku : " Iya Pak "
...Polisi : " Nama LC itu siapa ? "...
Aku : " Tuti pak"
...Polisi : " Sampai jam berapa bersama Tuti ? "...
Aku : " Kurang lbh jam 22.00 "
drrt drrrt pak Yadi Telpun
" Sebentar Pak saya angkat tlp dulu" Kataku.
" Silahkan cepat " jawab polisi
"Assalaamu 'alaikum Pak.
" Bapak di mana ? "
" Polsek Pak "
" Baik pak saya susul kesana atau saya bicara dengan yg interogasi ! "
" Ya pak "
Kuserahkan Hpku ke polisi itu.
" Ini ada yg mau bicara pak ! "
" Siyapa ? " tanya polisi itu.
" Bapak bicara sendiri saja " jawabku.
Aku tidak tahu apa yg dibicarakan, hanya dengar suara polisi itu bilang siap pak siap pak.
Kemudian Polisi itu berkata.
" Untuk interogasi selanjutnya, akan di lanjutkan pimpinan saya sebentar lagi. Bagi Pelapor ikut saya untuk diminta keterangan. Sama teman kamu tadi diajak "
Teman ??? Sama siapa dia, Rofiq sendiri atau siapa ?
Sesaat kemudian Hpku bergetar lagi.
drrrt drrrt..
Jendul ? Ngapain Wa sekarang !?!"
" Sori bro gue disuruh Rofiq, cuma nganter tu bocah yg jadi saksi palsu."
Owh gitu cara main Rofiq !?!
Ok aku ikuti permainanmu Fiq.
Tak lama Pak Yadi datang di ruangan yg kini aku hanya sendiri.
"Assalaamu 'alaikum...." Pak yadi menyapaku.
"Wa 'alaikummussalaam...
maaf pak mengganggu bpk yg baru berduka " Ucapku.
" Gak papa pak sudah selesai acara tahlilanya, tinggal pemakan besuk kok" kata pak Yadi.
" Terus Gimana rencana selanjutnya pak ? "
" Saya barusan dari ruangan sebelah, itu dua orang lapor. Salah satunya teman bapak, yg dulu bpk ceritakan. Kita Panggil kesini saja Pak. "
" Iya pak "
Pak Yadi menyuruh anak buahnya memanggil Jendul dan berbisik padaku
" Nanti bapak akting marah ke dia ya ! " kata pak Yadi.
" Siap pak " jawabku faham maksutnya.
Tak lama kemudian Jendul masuk dikawal Polisi.
" Owh ini yg mau jadi saksi palsu, mengkhianti teman yg dulu banyak membantu ?!?" kataku.
" Bukan bro....
Gue hanya disuruh nemenin tu bocah bro kesini " Kata jendul ketakutan.
" Tapi lo juga ikut lapor kan, ikut bikin tuduhan palsu...? " sergahku ke Jendul.
" Aku terpaksa bro, diancam Rofiq dan lainya " jawab jendul.
" Kenapa Rofiq maksa gitu ? " Aku mengorek keterangan dari Jendul.
" Karena Rofiq dikejar cukong agar segera bisa bunuh Lia, atau dapat tersangka dan saksi palsu. " terang jendul.
" Terus apa lagi rencana Rofiq ? " tanyaku.
"Membuat seakan lo pelakunya, dengan membuat saksi palsu, bukti palsu dan opini warga dusunmu "
" Gimana Pak yadi ? Apa sudah cukup ? " tanyku pada pak Yadi.
" Bukti palsu apa yg akan disiapkan Rofiq ? " Tanya pak yadi pada Jendul.
" Saya disuruh ambil barangnya Zain, untuk di letakkan disekitar TKP dan di losmen tempat korban. Juga memaksa pemilik Losmen mengakui kalo malam itu Zain ngamar dengan Yeni. "
" Terus " lanjut pak Yadi.
" Mau menculik anak pemilik losmen, buat jaminan. Agar mau memberi kesaksian palsu " kata Jendul.
" Sudah ada target ? Siapa yg akan diculik ? ! " tanya pak Yadi.
" Sudah pak, anak gadisnya kelas 2 SMA yg sekolah di kota. " jawab Jendul.
" Apa lagi ? " tanya pak Yadi.
" Sudah pak ! " jawab Jendul.
Pertanyaan Pak yadi cukup membongkar rencana busuk Rofiq.
" Sersan Toni " Ucap pak yadi pada anak buahnya.Kalo pangkat pak yadi apa aku gak tahu.
" Siap Pak " jawabnya.
" Amankan keluarga pemilik losmen sekarang juga, perketat keamanan dusunya pak rois. Perintahkan Kamling diaktifkan " perintah pak Yadi.
" Siap Laksanakan " jawabnya.
Sersan itu pun keluar, tinggal kami bertiga.
"Bro tolong selametin gue, gue mau maried 3 bulan lagi bro ?!? " Pinta Jendul memelas.
" Wah gue gak bisa bro bukan gak mau " jawabku mempermainkan jendul.
" Kasihan calon bini gue bro ! bentar lagi lahiran. Kasihan anaknya ntar gak punya bapak " katanya memelas.
Ucapan jendul justru bikin hatiku teriris sakit...! Inget Sidiq anak ku
Kasihan dia, tidak salah apapun harus jadi korban kedua orang tuanya.
" Bro.... Kasihani aku bro....! " rajuk si Jendul.
Jendul nangis sambil berlutut dihadapanku.
" Berdiri dulu duduk di kursi jangan begini " perintahku pada Jendul.
__ADS_1
" Janji dulu tolongin gue bro " rengek Jendul.
" Iya... duduk dulu tapi..! " kataku.
Jendul akhirnya duduk di tmpstnya lagi.
Dasar preman cengeng gumamku.
"Lo pingin selamat, harus nurut gue !" kataku.
" Iya bro aku nurut " ucapnya.
" Beneran !? " seruku.
" Iya gue nurut asal bisa nikahin calon bini gue! " katanya melas.
" Lo gak usah pulang disini aja, karena kalo lo pulang nyawamu diancam Rofiq " kataku.
" Sampai kapan brow ? " tanya Jendul.
" Sampai kasus ini tuntas, kalo gak mau kelar hidup lo ditangan Rofiq " tegasku.
" Terus soal nikahan gue ? " tanya dia lanjut.
" Itu soal gampang yg penting lo ikut kata pak Yadi dan gue ! " ucapku.
" Iya gue nurut..." kata Jendul.
Jendul Preman berwajah sangar bermental Hello Kity itu akhirnya dibawa pak Yadi diamankan.
Sedang anak buah Rofiq yg satunya dibiarkan pulang.
Akupun diperbolehkan pulang bahkan diantar Atas perintah pak Yadi.
Meskipun aku tetap ber status tersangka tahanan luar, karena Laporan anak buah Rofiq yg satunya tetap diterima dan diproses. Meski itu sudah di skenario.
Aku berstatus Tahanan luar, rumahku dijaga Polisi. Alasanya biar tidak kabur, padahal menjaga dari pencurian untuk dijadikan bukti palsu.
Begitulah, hari hariku dirumah selalu ada polisi jaga 24 jam. macam pejabat penting saja pikirku.
Ini tak lepas dari jasa pak yadi.
Dan disaat pemakaman Mbah guno aku bisa datang dengan " pura pura" dikawal polisi.
Yg membuatku bingung, aku sudah janji sama Fatimah, minggu depan mau jenguk. biasa lah Pasangan suami istri baru. Masak iya harus di kawal polisi juga....!?!
.........
Hari pertama dijaga polisi
Sesudah Takziah ke mbah guno, aku kembali kerumah.
" Mau minum kopi atau teh pak ? " Tawarku pada polisi yg jaga rumahku.
"Kopi boleh pak, kalo gak ngrepotin " kata polisi itu.
" Saya yg ngrepotin bapak, tahanan saja harus dikawal " gurauku.
" Ah bapak ini bisa aja " kata pak Malik polisi itu. Namanya polisi itu Abdul Malik, bukan asli jogja. Asli Sumatera besar di jogja.
" Pak Malik kalo mau istirahat nanti dikamar ini ya pak." kataku.
" Gak usah pak, nanti jadwal saya sampai jam 19.00 saja, malam nanti gantian personil dua petugas kalo malam "
"Owh gitu..." kataku.
" Iya Pak, dan kami tidak diperbolehkan terlalu dekat dgn bapak. Terutama didepan warga, nanti pada curiga. " katanya.
" Siap Pak " jawabku.
" Kalo saya tinggal kekamar, sendirian gak papa pak ? " tanyaku.
" Gak papa pak, silakan " jawabnya.
Untung Amir sudah kuberitahu tadi pagi, jd gak ketakutan ada polisi di rumah.
Soal omongan tetangga tidak aku hiraukan.
Aku masuk kamar mau rebahan sebentar, badan sudah loyo. Mata pun sudah tinggal 2.5 Wath. Dari semalam gak tidur. Dua kali sidang, membuat psikisku cape.
Pertama sidang dusun, kedua di kantor polisi. Habis itu tidak tidur paginya takziyah sampai sekarang.
Tak lama pun aku terlelap.
.............
" Ayyyii ayyyyiii ayyyiiii.... Kamu tak akan aku biarkan, hentikan langkah anak buahku, Ayyyii ayyyiii yyyyiiii.."
Tiba tiba sosok bersurjan dengan blangkon lengkap. Berdiri di sisi ranjangku..
" Siapa kamu...? ! " tanyaku.
" Ayyyyi ayyyii ayyiiii manusia tak kenal aku ayyiii ayyyiii ayyiii..." ucap sosok itu.
Ucap makhluk itu, yg kalo bicara selalu menggeleng gelengkan kepala. dan awal akhirnya selalu bilang Ayyyii ayyiii.
" Ayyyii ayyyi ayyiiii.... aku ini pemimpin dari pimpinan para makhluk ayyyi ayyyi ayyyyi...." katanya.
" Ngapain kamu kesini ? " tanyaku.
" Ayyyi ayyi ayyyiii buat apa lagi, kalo tidak buat ambil pemukul gong simo ludro itu ayyyyi ayyii ayyyyiii..." ucapnya.
Ujut makhluk itu begitu memuakkan, muka bopeng, bibirnya dower bawah. Susunan rahang giginya panjang yg bawah dari yg atas. Meski tidak sepanjang karakter Cakil tokoh wayang.
Tapi yg ini justru lbh memuakkan.
"Ayyyi ayyyyyi ayyyiiii.... dimana tabuh gong itu ayyi ayyyi ayyyiii.." tanya dia.
" Ayyyyi ayyyi ayyyyiiii kamu pilih mati ragamu Ayyyii ayyii ayyyiiii " ancamnya.
" Aku akan melawanmu...! "kataku.
" Ayyyyi ayyyi ayyyyi... Tabuh tanpa gong tak akan mampu mengalahkanku ayyyii ayyyi ayyyyiii... " kata nya.
Apakah ini yg disebut dalang anyi anyi ?
" Sebentar lagi, aku akan temukan gong Simo Ludro itu "
" Ayyyi ayyyi ayyyi... Tak mempan jerat sukma dan gumbolo geni. bukan berarti tak mempan sosro gundolo punyaku ayyi ayyyi ayyyi..." kata sosok itu.
Sosro Gundolo ?
Sosro \= Seribu
Gundolo \= Petir
Serem amat namanya, pikirku...?!?
" Ayyyi ayyyyi ayyyyyi... Sekarang kamu rasakan Sosro Gundoloku ayyyi ayyyi ayyyyiii... " Ancamnya.
Sosok itu mengangkat kedua tanganya dan kakinya ditekuk satu kaki diundurkan sedikit.
Mulutnya komat kamit gak jelas, yg kudengar selain Ayyi ayyi logatnya hanya beberapa kalimat.
" Ayyyyi ayyyi ayyyi...
.....
.....
gak jelas
pitung gunung ( 7 gunung )
pitung samudro ( 7 samudra )
.....
.....
gak jelas..
Epek epek kiwoku
telapak tangan kiriku
Epek epek tengenku
telapak tangan kananku
nyedot inti bumi
Menghisap inti bumi
nyedot mustikaning jagat ro langit
menghisap mustika bumi & langit
Ngumpul dadi siji
berkumpul jadi satu
Manjing ng epek epekku
Masuk ke telapak tanganku
dadio gundolo
jadilah petir
gundolo kang jumlahe sosro
petir yg jumlahnya seribu
Sewu kang nyawiji
seribu yg jadi satu
Tamakno ng jabang bayine bocah iki
Hantamkan ke jabang bayinya anak ini
Ayyyyi ayyi ayyyyiiii ! "
Tiba tiba ratusan cahaya berkilat dari kedua telapak tanganya, Seperti kutup negatip dan poisitip listrik yg korsleting.
Lama lama makin banyak dan makin besar.... dan menjadi satu di tangan kananya sangat menyilaukan siap dihantamkan padaku.
Aku hanya mampu berdoa pasrah dengan apa yg akan terjadi.
Tiba tiba terdengar seperti suara cambuk memukul sosok itu.
plaaashh...
Sosok itu lenyap tapi aku pun ikut terpental karena benturan petir dan cemeti itu.
Kemudian sosok bersurjan lain muncul
" Ini Cemeti kyai Pamuk kamu bawa dulu, sebelum gong Simo Ludro kamu temukan. bisa untuk menghadapi Sosro Gundolo, meski tidak bisa mengalahkan juga " kata sosok itu.
" Panjenengan siapa ? "tanyaku
__ADS_1
" Aku murid Sunan bonang Kali Jaga sebutanku " katanya.
Sosok itu pun menghilang.
Dan Aku terbangun, namun kurasakan badanku sakit tepat di bagian yg terkena benturan dalam mimpi tadi.
Aahh nyata kah ini, kok sakitnya beneran.
Tapi kalo nyata mana cambuk Cemeti Kyai Pamuk kok gak ada.
Aku mengatur nafasku yg terasa sakit, jika buat tarik nafas.
Aah misteri apa lagi ini yg harus ku pecahkan...???
Aku duduk di tepi ranjang, kuambil hp kulihat sudah jam 16.15 ah gak denger adzan asar. Siang siang mimpi aneh.
Sosok dalang Anyi anyi.
Sosro Gundolo
Cemeti kyai Pamuk
Kanjeng Sunan Kali Jogo
Benarkah itu beliau ?
Aku tak mampu memikirkan, siapa lah aku ini. Hanya manusia yg penuh dosa, masa iya mimpi ditemui beliau.
Fatimah lagi apa ya..?
Kubuka Hp mau Chat istriku, ternyata ada wa masuk.
" Mas...
Sidiq nanyain kamu terus ?!? "
Dia kangen kamu, tolong telpun, bicara pada Sidiq langsung.
Bukan aku yg ingin bicara, tapi sidiq anak kita."
Kulihat dikirim jam 16.25 aah tambah pusing saja. Aku yg hendak bangkit mau solat asar tiba tiba seperti kehilangan Tenaga.
Aku ambruk diranjang lagi, meski tidak tidur. Tapi tergolek tak berdaya.
Badanku seperti tak bertulang, tak mampu berdiri bahkan pegang hp pun tak sanggup. Sampai sampai hp ku jatuh ke lantai.
Kenapa aku ini....???
Aku coba atur nafas, menarik nafas pelan pelan dari hidung. aku tahan dipusar, kemudian kukeluarkan lewat mulut pelan pelan.
Ada sedikit perubahan, ku ulangi lagi dan lagi. Terus kuulangi lagi, sampai aku mersakan sedikit ada tenaga. Aku bangkit pelan pelan, dan berjalan setengah merangkak dengan pegangan dinding tembok.
Aku berusaha mencapi tempat wudhu. Akhitnya sampai juga, untung pak Malik gak lihat karena beliau diluar.
Stelah berhasil wudhu, seperti ada tambahan tenaga. Hingga aku dapat berdiri tegak, meski tidak sekokoh biasanya.
Yg ptg aku masih bisa berdiri untuk sholat.
Habis sholat agak segar, aku harus mandi keramas biar seger.
.............
Nunggu waktu maghrib, aku nyeduh kopi buatku dan pak Malik. Amir kok belum kesini lagi ya ? Tanyaku dalam hati.
" Pak nanti temen temen mau ketemu bapak, bisa nggak " tiba tiba Amir muncul.
" Boleh jam berapa ? "
" Sekaliyan jamaah maghrib pak "
" Owh iya, kebetulan kalo begitu. Sekarang tolong anterin kopi ini ke polisi itu. Sekaliyan beli makan dan camilan, buat nanti sekalian "
" Njih pak "
"Ini Uangnya 200 cukup gak ? "
" Cukup pak "
setelah amir pergi, aku buka lagi chat dari Arum tadi.
Kubaca lagi
"Mas...
Sidiq nanyain kamu terus ?!? "
Dia kangen kamu, tolong telpun, bicara pada Sidiq langsung.
Bukan aku yg ingin bicara, tapi sidiq anak kita."
lalu kujawab...
" Maaf aku baru bisa balas
Dan belum bisa memenuhi permintaan Sidiq.
Tapi percayalah aku tetap mengakui Sidiq sebagai anakku, darah dagingku. Aku akan bertanggung jawab terhadap Sidiq.
Namun tungu aku bicara dengan istriku.
Bicara pelan pelan dari hati ke hati Agar tidak ada yg tersakiti.
Dan aku doakan kamu dapat jodoh yg lbh baik dari aku
Arum wa lagi...
" Sidiq rewel mas kangen kamu, kalo gak percaya kamu vc sekarang. lihat langsung kondisinya.
Aku gak berani vc takut ganggu rumah tanggamu sebenarnya.
Tapi demi sidiq aku rela kau bilang apapun.
Aduh aku gak tega anakku rewel, lalu aku vc dengan Sidiq.
Langsung diangkat...
" ini mas bicara sama Sidiq langsung.."
Kulihat dilayar hp, Sidiq agak pucat dan nangis.
" Hai Sidiq anak ganteng kok nangis ?"
"Om kapan main sama sidiq lagi ?"
"Aduh kapan ya, om sekarang baru sibuk.
nanti kalo om kerumahSidiq, Sidiq minta hadiah apa ? "
" Sidiq minta Om aja, gak mau hadiahnya "
" Maksut sidiq gimana ? "
" Sidiq cuma mau ketemu Om, bukan hadiah....!?! "
"Ya Om usahakan secepatnya, tapi Sidiq jangan rewel ya kasihan mamah nya sidiq. Sidiq jangan nangis lagi ya ! "
" Iya om, Sidiq gak nangis lagi. tapi mamah yg nangis sekarang. kangen om juga kali "
"Bicara sama mamah nya Sidiq om
biar mamah juga gak rewel."
( aku sampai nangis lihat tingkah dan ucapan anak itu )
" mas juga nangis...?"
"Iya aku terharu sekali, Sidiq anak yg pintar, jaga dia untukku ya."
( hampir saja keceplosan ngomong, gini : kalo saja aku belum beristri aku akan nikahi kamu demi Sidiq. Tapi aku pikir itu akan lbh menyiksa Arum. Dia sudah sangat menderita karena aku. Dan tidak balas dendam dengan membongkar aibku ini pada Fatimah istriku )
"Arum juga mas.
Arum sudah lega, mas mau mengakui Sidiq anak kita."
" Sidiq sudah ceria dan lari lari sekarang"
"Mas tolong, demi Sidiq...
Sering seringlah telpun dia."
"Iya Rum udah jangan nangis aku janji akan sering ngobrol dengan sidiq."
"Bener ya mas...
Arum mohon demi Sidiq, Demi anak kita demi buah cinta kita yg dulu..."
( sejenak hening aku tak mampu berkata Arum pun terdiam )
" Eeh maaf mas, Arum keceplosan kalimat terakhir gak usah dianggap."
" Arum tahu kok, dihati mas hanya ada istri mas yg syah"
"'Arum kan bukan siapa siapa mas
Arum juga janji, gak akan ganggu kebahagiaan keluarga mas...."
" Arum akan berusaha melupakan mas..."
...(Berusaha... berarti...)...
...bersambung...
hai readers....
Terimakasih suport nya
ini karya perdana saya yg penuh kekurangan.
Mohon maaf banyak typo
semoga kedepan bisa lebih baik.
Baik dari segi tema cerita,pilihan kata, retorika dan gaya bahasa.
Saran dan kritik readers tidak dapat ku gambarkan nilainya.
Demi karya berikutnya
agar lbh baik &
lebih menghibur
ditunggu komen saran dan kritiknya
Terimakasih
Dan buat Noveltoon
Terimakasih sudah diberi kesempatan
Buat mengekspresikan diri.
__ADS_1
.......