
🌷🌷🌷
Readers Tercinta, mohon maaf jika masih banyak tipo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
“ Dasar bocah geblek, disuruh mikir arti petuah malah ngelamunin masa lalu Yuyut dan kakeknya, oooh dasr cucu kurang ajar kamu ya.” Bentak Yuyut.
“Maaf Yut, Saya hanya merasa pantas kakek ku dulu dua duanya jatuh cinta sama Yuyut karena Yuyut selain dulu pasti cantik juga sampai sekarang masih sangat cerdas.” Kataku pada Yuyut.
Buuuk…
Pukulan lagi yang aku dapat dari Yuyut.
“Sudah gak usah nyanjung nyanjug Yyut, jelaskan tentang Cipta rasa dan Karsa sekarang juga. Kalo gak bisa gak usah ngaku cucu Yuyut.” Ancam yuyut kali ini.
Bingung aku untuk menjelaskan arti dari filosofi itu….?????
*****
Â
Episode ini
“Saya sama sekali belum paham Yut.” Jawabku
“Dasar bocah geblek, dalm diri manusia itu ada tiga sumber kekuatan yang disebut tridaya ( Baca Tri doyo \= tiga kekuatan \= Jawa ). Nah carilah sumber tiga kekuatan itu dan satukan agar antara Cipta ( kekuatan penggambaran ) Rasa ( \= kekuatan halus yang menyelimuti Cipta ) dan Karsa  (\= kehendak atau tekat )  dapat menyatu membentuk kekuatan untuk mencapai tujuan. Padukan itu semua sehingga gegayuhan ( cita cita ) dapat tercapai. Saat ini kamu belum memenuhi unsure tersebut, sehingga antara Cipta Rasa dan Karsa tidak sejalan.” Ucap yuyut menjelaskan.
Aku hanya mendengarkan tanpa dapat memahami maksut yang dikehendaki yuyut. Akan tetapi juga gak berani Tanya lebih lanjut. Ngeri jika Yuyut malah semakin membentakku, wibawa Yuyut begitu besar jauh lebih besar dari kekuatan fisiknya meski sudah sepuh.
Hampir semalam aku diomelin Yuyutku itu, eeh maaf Yuyutnya istriku sebenarnya. Tapi aku mersakan seperti Yuyut kandungku sendiri. Entah kenapa, mungkin karena sejak kecil kakek nenekku sudah meninggal dunia. Bahkan kakek dari ibuku meninggal karena dibunuh seseorang ketika sedang melaksanakan sholat lail dengan dibokong dari belakang. Sehingga aku sendiri tak sempat melihat wajahnya secara langsung.
Kami beristirahat sejenak sebelum melaksanakan sholat subuh, namun aku sulit untuk memejamkan mata teringat semua yang disampaikan Yuyut.
“Mas ngapain gak tidur ?” Tanya Fatimah istriku yang juga belum tidur.
“Aku teringat semuaa pesan Yuyut sehingga suit memejamkan mataku. Juga cerita ibu tentang masa lalu yuyut dan kedua kakekku. Ternyata dengan kata lain kita ini adalah hasil perjodohona dan penyambung kisah cinta masa lalu leluhur kita.” Kataku pada Fatimah.
“Iya mas, seru juga ya ceritanya. Yuyutku jadi rebutan dua cowok kakek kamu semua. Dan yuyutku juga mencintai keduanya sampai gak bisa memilih dan akhirnya meninggalkan dua kakek kamu menikah dengan orang lain. Kemudian dua kakek kamu menjadi besan dan melahirkan kamu yang akhirnya menjadi suamiku cucu dari Yuyut.” Kata Fatimah.
“Iya ya Fat, bisa dibilang cinta kedua kakekku pada Yuyut dulu terwakili olehku karena menikahi cucu Yuyut yaitu kamu. Kok bisa begitu ya Fat ?” kataku sambil senyum dan memandangi wajah istriku sambil berbaring.
“Fatimah juga bingung mas, kakek kamu jafar Sanjaya dan Kakek Sidiq Ali bisa menjadi besan dan menurunkan kamu. Sehingga kamu seperti jelmaan dua kakek kamu sedangkan Fatimah adalah jelmaan Yuyut. Mungkin itu yang membuat Yuyut perhatian banget sama kamu mas.” Ucap Fatimah.
“Perhatian apaan tiap ketemu selalu memukul aku dengan tongkatnya, udah gitu tenaga yuyut kamu kayak bukan tenaga nenek nenek pukulanya kenceng banget kerasa sakitnya tahu.” Ucapku pada Fatimah.
“Ya memang begitu Yuyut kalo sama yang di perhatiin, bukan menunjukan kelembutan tapi ingin membuat orang yang diperhatiin itu jadi dewasa dan mandiri. Yuyut gak ingin orang yang disayangi justru menjadi lemah karena dimanja.” Ucap Fatimah.
“Lah kok sama Khotimah gak gitu ?” tanyaku.
__ADS_1
“Kata siapa mas, mas gak tahu aja bagaimana dulu Khotimah dididik Yuyut dari kecil sampai menginjak masa gadisnya. Khotimah itu dulu setiap hari disuruh mengerjakan pekerjaan laki laki, kayak nyangkul kebun nyari kayu bakar bahkan manjat pohon. Baru berhenti saat Khotimah masuk SMU dan Fatimah masuk pesantren.” Kata Fatimah.
“Tunggu dulu, kamu masuk pesantren kelas berapa ? dan saat khotimah ngerjain tugas tugas lelaki kamu disuruh ngapain ?” tanyaku pada Fatimah.
“Fatimah paling disuruh nyapu, ngepel masak paling banter disuruh ambil air saja beda banget dengan Khotimah. Bahkan Fatimah sering kasihan sama Khotimah karena dia dikasih tugas berat tapi Fatimah gak boleh bantuin dia. Makanya waktu Fatimah mau masuk pesantren Khotimah sampai nangis, pingin ikut tapi sama Yuyut gak boleh, Khotimah disuruh ngaji disekitar sini saja biar Yuyut bisa ikut gawasin kata Yuyut.” Jelas Fatimah.
“Berarti kamu dulu masuk pesantren saat masih SMU ?” tanyaku menegaskan.
“Iya mas, tepatnya waktu naik kelas dua SMU Fatimah dipindahkan sekolahnya karena ibu minta Fatimah sekalian sekolah dan nyantri katanya.” Jawab Fatimah.
Aku jadi ingat cerita ibu mertuaku jika saat memasrahkan Fatimah di pesantren Abah Guru waktu itu, ibu mertua sekaligus menceritakan kisah Yuyut dengan kakekku. Dan berharap Fatimah di pertemukan dengan cucu dari salah satu kakeku Jafar Sanjaya atau Sidiq Ali.
Namun saat itu Abah guru bilang, tidak usah jodoh sudah diatur sejak bayi dalam kandungan. Kalo memang jodoh pasti akan ketemu. Karena pada saat itu keturunan Jafar Sanjaya sekaligus Sidiq Ali sedang berada didunia Hitam. Jika ibu Fatimah tahu pasti akan kecewa berat dan memutus keinginanya menjodohkan Fatimah anaknya dengan keturunan Jafar Sanjaya dan Sidiq Ali yang tidak lain adalah Aku.
Sehingga ibu mertua hanya pasrah saja, dan setelah dirasa Fatimah cukup umur untuk menikah maka ibu dan bapak mertua kepesantren mohon untuk mencarikan jodoh Fatimah dan segera menikahkan. Dan ternyata aku yang dipilih untuk dinikahkan dengan Fatimah.
Ada peran kang Salim dan the Atikah disitu emang, tapi aku yakin itu juga sudah di trik sama Abah agar kang Salim dan the Atikah juga sependapat. Dan ketika kang Salim menyelamatkan aku dari amukan Candra dan kawan kawanya waktu itu pasti bukan kebetulan lewat, sangat kecil kemungkinan kang Salim lewat jalan sepi dekat rumah Arum, sedangkan itu bukan jalan raya.
Sementara kang salim orang Sunda dan tidak ada saudara disana juga, udah gitu jalan itu bukan jalan utama hanya jalan sempit di dusun yang jarang dilewati orang luar daerah.
Kenapa baru sekarang aku bisa berpikir demikian, ini harus kutanyakan kepada kang Salim suatu saat. Dan Abah guru juga pernah memberi wejangan jika beliau sedang mengumpulkan keturunan sahabat sahabatnya serta keturunan sahabat Eyang guru. Jadi ada kemungkinan antara eyang guru atau Abah guru itu ada keterkaitanya dengan Yuyut ataupun dua kakekku itu. dan Kang Salim yang diutus mencari keturunan Jafar Sanjaya dan Sidiq Ali, yaitu aku sendiri.
“Kamu tahu gak Fat, jika waktu kamu dimasukin pesantren itu sekaligus ibu kamu moboh sama Abah dipertemukan denga keturunana Jafar Sanjaya Atau Sidiq Ali untuk dijodohkaan denganmu ?” tanyaku pada Fatimah.
“Gak lah mas, waktu itu Fatimah kan masih ABG baru usia 15 tahunan.” Kata Fatimah.
“Ya mang Fat, tapi mas dengar dari ibu tadi saat kamu diwejang Yuyut sama Isti.” Kataku.
“Masa sih mas ? kok ibu gak pernah cerita sama Fatimah ?” jawab Fatimah.
Kemudian aku menceritakan dari awal kronologis kejadian ibu menceritakan semuanya dimulai dari rasa penasaranku yang mendesaak ibu untuk bercerita. Sampai aku merengek seperti anak kecil yang menangis minta permen hingga akhirnya ibu mau cerita. Dan akhirnya aku bisa tahu semuaa kisah dari awal cinta segi tiga kedua kakekku dengan Yuyut hingga saat ibu diutus yuyut menemui kedua kakekku hingga akahirnya Yuyut jujur tujuanya mengutus ibu menemui kedua kakekku setelah ibu menikah. Kemudian estafet berikutnya jatuh kepada Fatimah yang diharapkan bisa menyambung kisah cinta asmara masa lalu Yuyut dan kedua kakekku itu.
“Berarti dulu cinta yuyut dan kedua kakek ma situ sama sama besar ya hingga berkeinginan mewariskan perasaan cintanya sampai ke anak karena gak kesampaian akhirnya ke cucu. Yaitu Fatimah dan kamu mas.” Kata Fatimah.
“Iya, jadi kita ini sebenarnya pasangan suami istri karena mewarisi kisah cinta leluhur kita, wkakaka…” kataku sambil tertawa.
Sampai akhirnya Fatimah membekap mulutku takut terdengar yang lain dan mengganggu istirahatnya.
“Mas jangan keras keras ini hampir subuh tau ?” ucap Fatimah.
Aku baru sadar jika waktu sudah hampir menunjukan oukul 03:00 akan tetapi belum juga bisa memjamkan mata.
“Mau tidur nanggung Fat, bentar lagi subuh nih ?” kataku pada Fatimah.
“Teruuus,,,,?” Tanya Fatimah.
“Gantian kamu erita tadi kamu sama Isti diwejang apa sama Yuyut.” Tanyaku pada Fatimah.
“Owh kirain mau minta.” Jawab Fatimah.
“Yeee kamu pingin ya Fat ?” godaku.
“Gak lah malu ada bapak ibu dan yuyut, kalo harus keramas sebelum seubuh nanti takut dibilang lagi getol ya Fat. Kayak waktu dirumah dulu, ibu sering godain Fatimah gitu.” Kata Fatimah.
“Masa sih ibu sampai bilang begitu ?” tanyaku kaget.
“Iya mas, tapi ibu hanya bermaksut member tahu bagaimana cara yang baik melayani suami saja bukan bermaksut yang lain. Dan kemudian menjelaskan atau mengajari bagaimana jadi istri yang baik bagi suami. Saat di dapur bagaimana, saat ruang tamu bagaimana sampai saat dikasur juga bagai mana. Intinya biar anggun diruang tamu, cekatan di dapur dan mesra saat dikasur.” Jangan sampai salah tempat.” Ucap Fatimah.
__ADS_1
Aku pikir bener juga sih, istri itu harus bisa anggun, cekatan dan sekaligus mesra sesuai dengan keadaan dan tempat atau situasi dan kondisi. Wah ibu mertuaku sangat bijak, pantas aku merasakan Fatimah itu sangat sempurna sebagai seorang istri, bagiku terutama.
“Owh pantes kalo begitu.” Jawabku spontan.
“Pantes gimana maksutnya mas ?” Tanya Fatimah penasaran.
“Pantas kamu begitu sempurna bagiku, kayak lagunya Andra And the back bone.” Gurauku pada Fatimah meskipun aku mengakui sebagai ungkapan jujur hatiku.
“IIch mas ngegombal terus sih ? Fatimah sampai melayang nih ?” kata Fatimah.
Aku yang gemas dengan Fatimah Istriku langsung memeluknya dan membisikan lembut di telinga.
“Mas juga mali mengatakan ini Fat, tapi jujur kamu adalah istri yang sempurna bagiku, mas gak ngegombal ataupun merayu atau membohongimu, Itu ungkapan jujur dari dalam lubuk hatiku sayang.”  Kataku sambil menyumbunyikan wajahku disamping Fatimah.
Fatimah lantas memandang wajahku dengan tatapan mesranya.
“Maass…..!??”
Â
Â
@@@@@*****>>>>>?????
Mohon maaf readers tercinta
Untuk up kali ini durasi pendek saja ya
Ada kesibukan lain di RL.
Semoga terhibur
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
Â
__ADS_1