Isyaroh

Isyaroh
Ibu mertua bongkar rahasiaku


__ADS_3

Bagian akhir episode lalu


Owh yaudah, ibu percaya. Terus mau berangkat kapan ? " tanya ibu mertua yg belum ikhlash betul Fatimah kuboyong.Sementara bpak mertuaku lebih santai.


" Insya Allah besuk, pagi kami berangkat. Naik travel saja biar lebih santai. " jawabku singkat.


" Yah terserah kalian, pesen ibu tetep hati hati Fatimah & Khotimah.


Jangan langgar pesan mas mu ya ! " seru ibu mertua untuk Fatimah dan Khotimah.


" Iya bu Fatimah janji, patuhi kata suami ! " sahut Fatimah.


"Khotimah juga bude, nurut sama kakak ipar. Khotimah juga ngeri denger nya ! " seru Khotimah.


"Terutama kamu Fatimah, suamimu sudah mempertaruhkan nyawa demi tugas ini. Kamu harus bantu dia dengan doa ! " sahut bapak mertua menimpali.


"Iya pak, kan demi Fatimah dan anak nya juga pak !" sahut Fatimah manja.


" Iiih mbak Fatim, bikin Khotimah iri saja." gurau Khotimah.


" Yee emang begitu kok, ya mas ?" jawab Fatimah sambil peluk aku.


" Iyalah sayang, demi siapa lagi di dunia ini kalo bukan demi kamu istriku." kataku. Aku sudah tak sungkan lagi menunjukkan kemesraan kasih sayang didepan keluarga mertua.


" Sudah sudah, kaliyan ini selalu godain Khotimah saja." seru ibu mertua.


" Dasar Khotimah aja tu buk, yg suka mancing mancing kami !" jawab Fatimah.


" Diih gak bude, Khotimah cuma kagum sama kakak ipar. Yg sangat peduli sama mbak Fatim kok !" kilah Khotimah, membela diri.


" Mas doakan, nanti Khotimah dapet jodoh disana. Sapa tahu dari polisi yg tugas itu ada yg masih bujangan !" godaku ke Khotimah.


" Iya, atau dari pemuda dusunku yang masih bujang. Ada yg kamu taksir nanti " timpal Fatimah.


" Yee macam Khotimah gak laku aja !" sungut Khotimah.


" Bukan gitu, adikku tapi mas gak mau kamu dapat orang yg gak jelas. Katanya pingin dapat suami yang sayang !" jawabku pada Khotimah.


" Iya sih mas, gimana mas caranya ?" tanya Khotimah.


" Cari suami yang mencinta kamu bukan sekedar suka wajah cantikmu. Tapi suami yang bisa membina kamu kamu jadi Imam kamu. Insya Allah suami dunia Akhirat !" jawabku.


" Yah itu normatif banget mas, yg real tampak ciri fisiknya biar tahu calon suami tu baik apa gak ?" kejar Khotimah.


" Kalo itu, besuk kamu belajar sama temen ku yg juga temen Fatimah. Yang bernama Isti itu, dia lebih faham dari aku. Karena dia juga wanita." jawabku.


" Sudah sudah bercandanya, kaliyan siap siap maghrib saja. Nanti malam ibu dan bapak mau bicara penting dengan kaliyan !" tegur ibu mertuaku.


Aku jadi kepikiran, apakah ibu akan membuka rahasiaku selama ini ?


Kalo iya, gimana sikap Fatimah nanti.


Pikiran itu terus menghantuiku, apakah memang seharusnya disampaikan saat ini juga ? batinku dalam hati.


Akankah Fatimah marah dan membenciku ? Aku tidak bisa membayangkan apa yg akan terjadi nanti.


Tiba tiba hp ku berdering, ada beberapa pesan masuk.


Pesan dari pak Yadi.


" Assalaamu 'alaikum pak..."


Hasil sidang Rofiq hari ini baru pembacaan tuduhan dan tanggapan dari pengacara Rofiq.


Sidang yg melibatkan saksi baru di laksanakan lusa.

__ADS_1


Untuk lusa semoga sudah bisa mengikuti pak.


makasih."


Chat pak Yadi.


Apa benar jalanya sidang akan alot dan lama. Jika iya maka akan memberi waktu longgar buat pelaku untuk bergerak pikirku.


Aku harus benar benar cermat, gerakan mujahadah harus digiatkan. Dan mencari sumber masalah, baik masalah lahiriyahnya maupun batinyahnya.


Tak terasa kumandang adzan maghrib terdengar, aku hendak ambil air wudhu. Dan berpapasan ibu mertua.


" Bu boleh saya matur sedikit ?" pintaku pada ibu mertua.


" Apa nak ?" tanya ibu mertua.


" Masalah yg dulu ibu sampaikan tentang saya, sebaiknya nunggu Fatimah melahirkan saja njih bu ?" jawabku.


" Kalo menurut ibu gak perlu nak, tapi coba nanti saja lah !" sahut ibu mertua.


" Saya nderek saja bu, tapi kondisi psikis Fatimah saat mengandung perlu dijaga bu." ucapku.


Tiba tiba Fatimah dan Khotimah datang mau wudhu juga.


" Ngobrolin apa bu ?" tanya Fatimah seperti sekedar sapaan.


" Gak ngobrolin apa apa kok !" sahut ibu mertua.


" Kok tadi Fatimah denger mas Yasin sebut sebut nama Fatimah." lanjut Fatimah.


" Aku tadi matur ibu, rencana buat jaga kesehatanmu dan kandunganmu. Saat di jogja besuk !" aku yg menyahut.


" Yaudah cepet wudhu, berangkat ke mushola bareng bareng !" seru ibu mertuaku.


" Iya bu " sahut kami serempak.


Usai sholat aku berbincang dengan warga sambil nunggu Isya tiba.


" Mas Yasin suaminya Fatimah ya ?" tanya seorang warga.


" Iya mas, boleh kenalan namanya siapa ?" tanyaku.


" Panggil saja aku Farhan, aku masih famili jauh nya Fatimah." jawabnya.


" Ok Farhan, kapan kapan main ke jogja ya. Jenguklah saudaramu ini biar kita tambah erat !" kataku ke Farhan.


" Insya Allah kalo ada waktu aku ke jogja ! " sahut Farhan.


Kami ngobrol sampai Isya dan setelah Isya kami pulang, melanjutkan obrolan sore hari tadi.


" Kaliyan jadi berangkat ke jogja besuk ? " Bapak mertua membuka obrolan.


" Injih pak, keberadaan Fatimah sangat dibutuhkan. Buat suport doa disana ! " jawabku pada ayah mertuaku.


Kemudian ibu mertua menimpali.


" Iya nak, yang penting jaga diri. Buat Khotimah khususnya masuk daerah baru harus menyesuaikan diri dengan adat istiadat disana !" Seru ibu mertua.


" Iya bude, Khotimah ikut mbak Fatim nanti biar diajarin ! " jawab Khotimah.


" Kalo di jogja nanti, bicaranya pakai bahasa melayu saja Khot. Pakai bahasa sini bisa di ketwaain ! " pinta Fatimah pada Khotimah.


Aku menahan tawa, takut menyinggung karena logat mereka memang khas banget.


" Masa sih mbak Fatim ?" tanya Khotimah penasaran.

__ADS_1


" Ya coba aja besuk, aku aja sama suamiku ngomongnya pakai bahasa melayu terus. Kalo pakai bahasa ngapak di ketwain ! " ucap Fatimah.


" Maaf say, aku gak bermaksut ngejek loh. Cuma lucu bagi lidah dan telinga kami. Bahasa Ngapak punya cirikhas tersendiri." sahutku.


" Iya Fatimah juga tahu kok, makanya Khotimah kuberi tahu, biar gak salah Faham nanti !" jelas Fatimah.


" Fatimah....!" seru ibu mertua pada Fatimah.


" Iya bu !" sahut Fatimah.


" Apa kamu benar benar mencintai suami kamu ?" tanya ibu mertua pada Fatimah.


Darahku berdesir ketika ibu bertanya begitu pada Fatimah istriku. Ada ketakutan, kekhawatiran was was dan entah apa lagi yg kurasakan. Kulihat Fatimah pun bingung maksut dari pertanyaan ibunya.


" Kok ibu nanya gitu, ada apa ?" tanya Fatimah penssaran.


Aku semakin deg deg an, bahkan keringat dinginku pun keluar. Mungkin wajahku pun pucat kalo ada yg lihat. Aku pilih menundukka wajah. Biar tidak kelihatan pucatnya, oleh yg lain.


" Jawab saja pertanyaan ibu Fatimah ! " seru ibu mertuaku.


Fatimah justru tampak tegang, sementara Khotimah terdiam bingung.


" Ya jelas cinta lah bu, kalo gak cinta ngapain dibela belain ikut ke jogja segala ! " jawab Fatimah.


" Kamu sudah tahu, suamimu punya sejarah hidup yg kelam ?" tanya ibu mertua pada Fatimah.


" Iya tahu buk, mas Yasin dulu hidupnya gak bener. Tapi kan sudah taubat !" bela Fatimah. Ada kebanggan dlm diriku.


" Sebenarnya, ibu mau bilang ini nunggu setelah kamu melahirkan. Tapi kayaknya tidak bisaditunda lagi kamu harus segera tahu !" kata ibu martua.


" Ada apa sih bu, bikin Fatimah penasaran saja !" kata Fatimah.


" Maafin ibu nak Yasin, ibu harus ngomong !" ucap ibu mertua.


" Injih bu !" jawabku singkat.


" Apa sih mas ?" tanya Fatimah padaku.


" Biar ibu yg menjelaskan saja ! " jawabku.


" Apasih bu ?" desak Fatimah.


" Kalo ibu bilang, apa cintamu pada suamimu tidak akan berubah ? " tanya ibu mertua menegaskan Fatimah.


" Insya Allah tidak akan merubah cinta Fatimah ke mas Yasin bu !" ucap Fatimah mantap.


Tapi apakah akan tetap begitu setelah tahu semuanya. Apkah justru akan berubah jadi membenciku. Aku terpaku diam, berharap semua baik baik saja.


Kulirik ibu mertuaku pun agak ragu mengatakan. Bahkan air mata hampir menetes di pipinya.


" Ibu kok malah nangis sih ?" tanya Fatimah. Sementara Khotimah ikut tegang.


" Baiklah ibu akan berbicara sekarang....!" seru ibu mertuaku.


...bersambun...


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...

__ADS_1


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...


__ADS_2