
Entah kenapa sejak Subuh tadi rasanya kepikiran rumah terus.
Dalam perjalanan pulang, saat dalam kendaraan. Aku sebangku dengan seorang bapak bapak, yg wajahnya seperti gak asing. Tapi aku gak mampu mengingat siapa dia.
Ada niat menyapa, tapi aku urungkan. Kulihat sekilas wajah bapak itu memandangku dengan rasa tidak suka. Ah dari pada jadi masalah, lebih baik diam.
Laju kendaraan cukup kencang, namun karena jln ramai jd sedikit terhambat.
Diterminal Muntilan, kondektur teriak.
" Istirahat 15 menit, yg mau ke kamar mandi.." katanya.
Aku sebenarnya pingin npopi, tapi gak jadi. Ah nanti aja di jombor, sekalian cari makanan 15 mnt tanggung.
Keluar ngrokok aja lah.
Pas satu batang rokok habis, kondektur bus memerintahkan semua penumpang masuk.
Tak lama pun bus berangkat lagi
Muntilan jombor kalo gak macet 30 mnt sampai pikirku.
Tapi karena hari sabtu, mungkin agak macet. Banyak pelaku perjalanan dalam dan luar kota.
Akhirnya sampai juga di jombor, Ah ngopi yg enak di angkringan. Karena masak airnya pakai arang, air mendidih terus. Tapi menunya ya itu itu aja, gak papa lah. Yg penting ngopi nya.
" Mas kopi item gak pakai gula ya " pintaku pada penjualnya.
" Yo i..." jawab penjual angkringan, gaul pikirku.
Aku ngerasa ada yg perhatiin aku, tapi aku cuek saja. Ingat pesan ibu mertuaku, gak boleh banyak keluarin tenaga dulu. Takutnya hanya tatapan mata saling ketemu saja, kadang jadi masalah. Ya begitulah darah muda, selalu merasa paling.
" Kopi pahit e mas " kata penjualnya.
" Ok bro.." Jawabku
Tiba tiba ada yg nyeletuk.
" Ngirit amat, gak pakai gula.." suara sindiran buatku nih..!
" Hehehe... iya mas " Jawabku datar.
Dari pada di tanggapi jadi ramai.
" Pangling pa saiki sombong Zain..." kata orang itu.
Aku tersentak kaget, zain...? bukankah itu panggilanku di terminal ini dulu ?
Aku coba memandang, siapa orang itu.
" Eeh sori sori... gak perhatiin tadi, Jendul ya, alias jejeran gendul ? " kataku.
" Dianccukkk jek eling wae "
(masih inget saja )
Katanya sambil menghampiriku, dan menepuk nepuk pundakku.
" Dari mana saja, kok menghilang seperti di telan bumi. Kirain dah di Tahlilin Seribu hari nya lo ? " katanya.
" Lambemu Ndul.. Aku mang gak pernah keluar sekarang dirumah terus " kataku.
" Sori bro... Nanya aja, terakhir gue denger lo di habisin anak" s*****n. Jadi banyak temen temen yg ngira lo dah koit beneran. Dah gitu juga lo lama gak nongol, jadi bener bener pada ngira lo.." katanya ku potong.
" Mati gitu maksut lo...
Terus lo pade pada mo sukuran, gitu...!?! " jawabku.
" Kampret gak gitu bro maksut nya... Kita bingung aja, secara lo Nomaden Alias gak jelas hidup lo.." katanya.
" Sontoloyo... macem hidup kaliyan jelas aja..." balasku.
" Bukan gitu bro... kita gak jelas juga, tapi kita punya tempat punya alamat, Nah lo...? Parah gak jelasnya.. hidup gak jelas, kabar koit juga gak jelas, jangan jangan matipun gak jelas, dikubur apa gak juga gak jelas.. wkaka..." guraunya.
" Lama lama mulut lo gue sumbat pake cetakan timus juga nih, mau..? " gertakku.
"wkakaka.... Gue serius nih bro.. Sekarang lo tinggal dimana. Tar malam pada mo kumpul di Liquid, dateng bro ? " katanya.
" Ngapain pada kumpul disana, pada daftar jadi tukang parkir ??? " kataku.
" Wuaah kampret bener lo Zain, ke Liquid kok ngapain...." umpatnya.
" Sori bro gue gak bisa gabung lagi banyak urusan " kataku.
" Buju busseeet... macem orang sukses aja lo banyak urusan. Ni mumpung ada cukong, duitnya gak habis 7 turunan. nyesel kalo gak ikut lo ? ! " katanya.
" Ada cukong ? Ada proyek apa mang ? bisa dapat cukong " tanyaku.
" Ada deh... gak bisa diomongin disini. takut bocor " katanya.
" Rahasia banget kah, ya kalo rahasia aku gak berani datang ? " kataku enteng.
" Ssst.... Ada orang minta tolong, ngilangin jejak " kata Jendul.
Katanya berbisik di telingaku.
" Kasus apa ? " tanyaku.
Aku bertanya pelan.
" Anak cukong itu ngabisin Lc,..." kata jendul.
Aku terkesiap kaget,
" Wah berat bro, kalo sudah masuk data hongip ( Bahasa prokemnya Polisi ) " kataku.
..." Sudah disiapin target korban yg mau di jadikan tersangka " kata Jendul....
" Mang saksi dan bukti bisa dilenyapkan semua ? " tanyaku.
" Bukti udah dihanguskan, tinggal saksi satu yg mau dilenyapin. Tapi kabur masih dalam pencarian. lo bisa bantuin ? " kata Jendul.
Tiba tiba, jendul ngeluarin Hp
" Ni Foto Lc yg koit, ni foto saksinya " Jantungku berdegup kencang lihat foto korban, bukankah itu mayat yg ditemukan waktu itu ? Bisiku dalam hati,
"Mang Lc Karaoke mana dia ? " tanyaku.
" mangkal di B****e ini foto saksi sekaligus teman kerjanya..." katajenful.
" Kece juga tu cewek, namanya siapa " tanyaku.
" Lia, yg koit tadi namanya Yeni "
" Ok, gue piki pikir dulu deh. gue cabut dulu ya, Mas kopi plus gorengan 3. Lo makan apa ndul ? " tanyaku.
" Sejak kapan lo ngopi disini bayar ? " tanya jendul.
Aku hanya senyum, Sambil ninggalin duit Rp.20.000,-
" Kembanya Mas ? " kata penjual itu...
" Buat nambahin dia aja, kalo kurang ya suruh bayar sendiri.hheh... "
" Tunggu, minta no hp lo "
" Hp gue di rumah, tulis aja no hp lo. Tar gue hubungi..! "
Setelah menulis di sebuah kertas dia serahkan ke aku. Lalu melakukan toss ala okem, aku pun pulang.
Sampailah aku di rumah, Amir lagi nyiramin Tanaman.
" Assalaamu ' alaikum Mir..." sapaku.
" Wa ' alaikummussalam.. Gak sama ibu Pak ? " tanya Amir.
" Gak, masih kangen keluarganya. Masuk rumah dulu mir nyiraminya terusin nanti. " Pintaku.
" Tapi tanaman ini sudah laku pak, mau saya kirim sekalian." kata Amir.
" Owh ya udah, kirim dulu nanti aku tunggu di ruang Mujahadah Saja " kataku
" Njih pak, Owh iya tadi ibu tlp nanyain bapak udah sampai rumah belum " kata Amir.
Tu tahu istriku gak ikut pulang, masih nanya ! Gertuku dalam hati.
Eeh tapi ya emang gitu budaya di dusun, sudah tahu anak pakai seragam sekolah aja masih ditanya. Mau sekolah nak...!?!
Kalo Aku dulu jawabanya suka iseng, Gak mau kesawah nyari belut, hihihi...
Coba cek kebun aja dulu, lihat tanaman.
Bibit buah Anggur agak terbengkali. Wah Amir belum bisa Grafting anggur.
Tanaman banyak yg layu juga, wah anak ini memang bukan bakatnya ngurus tanaman. Baru berapa hari ditinggal aja udah gini.
Setelah selesai beres beres kebun aku kembali masuk kerumah. Tak lama kemudian, suara motorku terdengar.
Amir sudah pulang.
Aku gelar tiker di ruang mujahadah.
Saat Amir masuk mau bantuin aku bilang.
" Gak usah, kamu tengok dapur aja. Tadi masak air bikin minum sana ! " pintaku.
" Mau bikin minuman apa pak ? " tanya Amir.
" Aku buatin jahe hangat, pakai gula merah saja " kataku.
" Owh iya pak, ini HPnya ibu barusan Wa " kata Amir.
Aku buka Whats Ap dari Istriku
Mir kalo bapak sudah sampai, suruh telpun ya
Langsung saat itu juga aku tlp.
" Assaalaamu ' alaikum.."
__ADS_1
suara istriku di telpun
"Wa'alaikummussalam sayangku.. Mas sudah sampai rumah sekarang ? "
..." Alhamdulillah gak ada apa apa kan mas ? "...
" Alhamdulillah, lancar.. kamu gak papa kan ? "
..." Gak papa, cuma kangen aja "...
" Sukurlah, kandunganya dijaga! "
..." Iya mas, ni dapat salam dari khotimah !"...
" wa 'alaikummussalam.... salam sudah ku terima dan sudah ku jawab. sampaikan juga jawabanya.
Sekilas kudengar suara cekikikan di telpun....
..." Ni orgnya masih disini kok, mau ngomong langsung ? "...
" Gak ah,, kamu aja.. " jawabku
" Ah sombong, gak mau bicara sama Khotimah ! "
Tiba tiba ganti khotimah yg bicara
" O gak bukan gitu, takutnya kamu buru buru kerja aja."
..." Alaa bilang aja takut kak fatim cemburu kan ? "...
"Apaan sih khot.. masa cemburu ma kamu. lagian suami mbak tu setia kale...!!!"
Kudengar suara fatimah, meski agak samar tapi jelas maksutnya.
" gak lah.. masa cemburu sama adiknya ?! "
" Terus pernah cemburunya sama siapa mas ? "
" Gak tahu, tanya saja sama yg bersangkutan..! Maaf boleh gak aku bicara sama istriku dulu ? "
" *E**hem iya boleh maaf ganggu ya*...
Suara khotimah...
..."Mas khotimah mau nemenin aku disini boleh gak ? "...
" Boleh aja, kalo gak ngrepotin dia "
" O iya... tadi bapak transfer ke rek mas.
buat beli HP biar bisa komunikasi terus
" Pasti kamu minta ya, ini mas udah siapin kok, barusan ada yg order tanaman ?"
" Gak kok mas, kata bapak biar komunikasi kita jalan terus. Kan bapak pingin aja rumah tangga kita harmonis.
"Eeehemmm aku iri nih..!"
( Suara khotimah )
" Kamu loud speaker ya say..."
Malah yg terdengar suara ketawa mereka berdua. Tapi aku bersyukur, setidaknya Fatimah ada temen gak kesepian.
" Yaudah mas, ntar kirim no nya ya,
biar bisa vc kalo malem..! "
Sambung khotimah sepupu isriku.
" Assalaamu 'alaikum...."
" Wa 'alaikummussalam....! "
Ah lumayan juga sih tapi malu sebenarnya sama mertua.
" Pak jahe nya..." seru Amir.
" Kamu gak minum ? " tanyaku.
" Gak pak, tadi barusan minum, anu pak..." suara Amir tertahan
"Apa ngomong aja, jangan kebanyakan mikir yg gak gak ! " kataku.
" Soal kios yg dibobol, uang yg di laci hilang semua. kalo barang gak ada yg hilang. ! " kata amir.
" Uang yang hilang ya udah, berapa mang ? " tanyaku.
" Kira kira 3 jt lbh pak, soalnya hasil jualan ditinggal disana semua. Ibu saya cuma bawa buat bikin snack dan minum. anak anak yg ngaji dan kalo mujahadah, " kata Amir.
" Ya udah namanya juga musibah, gak usah dipikir. " jawabku.
" Sama ini hasil jualan tanaman ada 2,6jt pak. beberapa hari ini."
" ya kamu ambil buat transport kamu yg 600rb. yg 2jt kasih ibumu buat belanja warung. Sama kamu ke ATM ambil uang 2 Jt. Aku beliin HP nanti kalo kurang pinjam duit warung dulu. besuk yg ngembaliin aku." kataku.
" Terus uang warung yg Hilang gimana pak " tanya Amir.
Aku tahu maksut Amir mau tanggung jawab nukar, karena bagi masyarakat dusun uang segitu sudah banyak banget.
Padahal bagi org tertentu 3 jt gak cukup buat nge room di karaokean beberapa jam. Ironis memang....!
Owh iya ngomongin karaoke jd ingat si Jendul tadi.
Waduh kok jadi lupa banyak hal.
Mayat yg ditemukan dulu ternyata LC, kalo orang pantura nyebut PK atau Penyanyi Karaoke.
Ya Allah.
Nyari duit sampai segitunya...!
Tadi Jendul bilang mau menghilangkan jejak. Termasuk bukti dan saksi, berarti akan ada pembunuhan lagi...!?!
Terus keadaan dusun dan dusun sebelah bagai mana.
Tiba tiba Hp berbunyi..
Lah Hp Gak dibawa Amir ?
Aku lihat sapa tahu orang order tanaman, lumayan kan.
Tertulis nama pemanggil :
Pak Yadi...
Aku langsung angkat.
" Assalaamu ' alaikum pak yadi.
"eh Wa'alaikummussalam... Sudah dirumah pak "
" Sudah pak...."
" Ya udah saya kerumah jenengan saja pak...! "
" Assalaamu ' alaikum..
" Wa 'alaikummussalam.....! "
Ada perkembangan apa ini, ah manasin air mau ada tamu. Wah ternyata baru terasa jauh dari istri...!
.............
Aku menunggu di ruang tamu, sambil menikmati jahe hangat yg sudah dingin.
Harus sering minum jahe nih, satu satunya penghangat badan. Penghangat hidupnya jauh, masa mau dihangatkan dengan vodka atau red labels...!?!
O iya nanti malam katanya pada kumpul di liquid, bahas kejahatan. Perlu sampaikan ke pak yadi gak ya, batinku.
Tapi aku belum begitu kenal pribadinya gimana. Kalo bocor nambah masalah, aku harus urusan sama okem okem itu.
Ah coba nanti, aku selidiki pribadinya...!
............
" Pak ini HPnya, adanya yg harga 2,4 merek nya Xi***i kartu dan Paket data 150.000
" Berarti kurang berapa ? " tanyaku.
" Pakai duit warung 550 Pak !" Jawab Amir.
" Ya udah, kamu tulis saja duit warung aku pinjam segitu." kataku.
" Njih pak ...." jawab Amir.
" Eh bikinin minum mau ada tamu, Sekalian kamu nanti ikut nemui pak yadi bikin minum sekalian
" Minumnya apa pak ?" tanya Amir.
" Teh boleh kopi juga boleh." kataku.
" Bapak kopi pahit ? " tanya Amir.
" Aku jahenya masih, tapi buatin kopi pahit lagi juga boleh. " kataku.
Baru selesai ngomong Pak yadi datang..
" Assalaamu 'alaikum..." salam pak Yadi.
"Wa 'alaikummussalam... masuk pak, ngopi apa teh, ini baru mau bikin."
" Kopi boleh pak, gulanya dikit..! " jawab pak Yadi.
" Mir bikinin, sekaliyan buat kamu. " kataku.
" Ya pak...." jawab Amir.
" Gimana kabarnya pak yadi.
__ADS_1
maaf kemarin terpaksa mundur pulangnya pak... progressnya gimana pak, tentang mayat yg ditemukan itu ?" tanyaku.
Aku langsung tanya pokok masalahnya.
Pak yadi nampak ragu ragu bicara.
" Begini pak.. Kabar baiknya, pelaku sudah mengarah ke seorang.
berita buruknya, bukti bukti yg mengarah semua lenyap. Tinggal satu kuncinya Saksi teman korban. yg tahu mereka berdua mau chek in disebuah hotel kelas melati di wilayah kaliurang pak. saksi tersebut tahu persis karena sama sama chek in di hotel yg sama." jelas pak Yadi.
Amir datang bawa minuman,,
" Silakan diminum dulu pak, Mir beliin rokok gih ! " pintaku.
" Ya pak.." Jawab Amir.
Amir sudah tanggap, jika itu kode agar dia gak ikut dengar.
" Ini saya masih ada rokok pak. " kata pak Yadi.
" Gak cuma jaga jaga kalo kurang, ini juga masih beberapa batang." kataku.
" Owh.... " seru pak Yadi.
" Terus tadi gimana pak..." tanyaku.
" Ah karena mereka kamarnya berdekatan, saksi dengar suara ribut ribut. kemudian korban keluar hotel dan dikejar pelaku. Itu sekitar jam 4 menjelang subuh. Dan paginya mayat ditemukan itu. Buku tamu hotel dan semua yg menunjukan bukti hangus dibakar, sehari setelah kejadian hotel tersebut di rampok." Jelas lanjut pak Yadi.
" Tapi bukan harta yg diambil melainkan membakar semua yghh bisa jadi barang bukti. " terang pak Yadi.
" Termasuk ranjang dan semua yg mungkin disentuh pelaku dan korban dibakar didepan hotel. " lanjut pak yadi.
" pemilik hotel dilukai dan diancam tutup mulut." kata pak Yadi selanjutnya.
Begitu keterangan pak yadi selesai aku sudah bisa menduga, pelaku dengan modus seperti itu siapa lagi kalo bukan Jendul Cs..."?!
" Kopinya pak diminum dulu. " kataku.
Aku menyalakan rokok dan kembali menghisapnya..
" Dari peristiwa itu, ada perkembangan info apa lagi pak ? " tanyaku.
" Menurut informan kami, komplotan tersebut akan menjebak salah satu anggota mereka dulu. Yang sudah beberapa tahun menghilang.
Dan malam ini merekaakan atur strtegi untuk itu. Tapi tempatnya belum saya ketahui. Kalo yg akan di korbankan nama panggilanya adalah Zain.
Pikiranku jd kacau.
Mereka dulu adalah "teman temanku"
Pernah apapun bersama, bahkan tidak jarang aku bantu mereka dalam hal keuangan. Karena waktu itu belum punya keluarga hanya aku jendul dan 2 Orang lagi. Mereka butuh biaya buat anak istrinya.
Sementara istri istri mereka juga kerja serabutan. Ada yg jd buruh cuci, pembantu dll.
Tapi sekarang mereka mau menjebakku. Jendul pasti gak tahu, kalo yg akan dikorbankan adalah aku.
Aku harus kasih tahu.
Aah aku ajak ketemuan saja nanti, sebelum mereka kumpul.
Aku segera masukin no jendul dan Aku kirim pesan singkat.
" Nanti Jam 7.30 Kutunggu di terminal condong catur. penting banget. Lo harus datang sendirian gak boleh bawa temen.
" Zain "
Begitu pesan singkatku..
" Yoi man..." jawaban jendul.
Aku pandangi pak yadi, melihat mimik wajahnya agaknya dia bisa dipercaya. Ok ada baiknya aku jujur saja, siapa zaim yg dimaksut...
" Maaf pak Yadi, bapak tahu siapa Zain. dan dimana dia sekarang ? " kataku.
" Belum pak, dilihat dari catatan kriminal kepolisian belum bisa di temukan. Karena itu hanya di pakai dalam komunitas mereka. Dalam tindak kriminal mereka pakai nama samaran atau alias beda lagi.
rata rata tindakan mereka, tersusun dan terencana rapi pak. Agak sulit bagi kami, hanya ada bocoran ciri Zain.
Ada bekas luka tusukan di bahu kirinya. " Jelas pak yadi, aku hanya tersenyum saja.
" Seumpama ni pak, Bapak bertemu Zain yg dimaksut, apa tindakan bapak ? " tanyaku.
Amir datang bawa rokok,
" Pak rokoknya.! " Amir serahkan Rokok.
" Ya taruh saja...! ' kataku basa basi.
Itu juga kode sebenarnya, kalo rokok aku terima Amir sudah boleh ikut duduk. Kalo aku suruh taruh dia harus minggir dulu.
" Ya pak, saya siapkan tanaman yg mau dikirim besuk dulu ya pak " kata Amir.
" O ya " jawab ku
Jawabku singkat, karena itu juga cuma kode dr Amir untuk tidak ikut nguping.
" Lancar pak usahanya ? " kata pak Yadi.
" Alhamdulillah pak jalan.... o iya gimana jika bapak ketemu Zain itu, apa yg akan Pak Yadi lakukan ? "
Tanya ku pak Yadi terdiam sesaat.
" Mungkin sementara akan saya tahan atau saya amankan. Sekaligus saya ajak kerjasama membongkar residivis itu pak." kata pak Yadi.
" Apakah Pak yadi bisa kenali Zain jika melihat bekas luka itu.?" tanyaku.
" Insya Allah bisa pak, menurut info bekas lukanya unik, tiga lubang bekas tusukan tri sula." katanya.
Ya mungkin sudah waktunya aku jujur ke pak Yadi.
Aku terpaksa buka kancing bajuku bagian atas dan menunjukkan bekas luka itu.
" Apakah lukanya seperti ini pak ? " tanyaku.
Pak yadi justru kaget dan terbelalak...!?!
" Apakah zain itu jenengan pak ? " tanya pak yadi.
Aku mengangguk dan menceritakan diriku. sampai pertemuanku dengan Jendul tadi di terminal.
" Owh jadi mereka mau ketemuan disana ya pak ? " seru pak Yadi.
" Iya pak.. dan Jendul bisa kita jadikan spionase. Nanti saya akan temui dia sebelum berangkat kesana." kataku.
" Kalo bisa, bapak suruh org kepercayaan bapak ikut gabung bareng Jendul. Monggo gimana tekhnisnya pak Yadi lbh tahu." lanjutku.
" O iya pak, nanti bisa di atur, satu lagi pak, diluar masalah tadi. ini yg berhubungan dengan hal hal mistis kemarin itu..." kata pak Yadi.
Aku pasang wajah serius.
" Iya gimana Pak ??? " tanyaku.
Ini adalah misi utamaku, soal kriminal biar ditangani polisi. Aku sekedar nantu sebisaku saja.
" Sekarang Kasusnya semakin meluas pak. Saat ini sudah berapa kecamatan, terakhir kemarin di dusun Klaci Godean." kata pak Yadi.
Aku jadi lemeees...
Bukanya takut atau gentar, tapi dusun itu adalah dusunya Arum.
" Kemarin makanya saya cari cari bapak, karena banyak kasus begitu, dan hanya sedikit yg berani menangani. Pas kasus yg di klaci itu, sebenarnya saya mau ajak jenengan pak. karena mas Amir ditempat lain, dan susah nyari orang yg berani...!" lanjut pak Yadi.
Ah kok Amir gak bilang.
Mungkin Amir ketakutan mikir kios kemalingan. Eeh tapi kalo aku yg ke klaci.... bisa bisa malah...
Aah gak tahu lah.. Aku makin nervous aja.
" Pak saya boleh pamit, sudah sore..? " tanya pak Yadi.
" Owh iya pak, gini saja pak.
kita bagi tugas.
Jenengan yg menangani kasus pembunuhan, Saya yg akan menangani kasus mistisnya. tapi kita Tetap kerja sama jadi mohon Zain jangan ditahan ya Pak Polisi... !" gurauku tertawa.
" Gak pak... maaf saya gak tahu." kata pak Yadi.
" O iya pak satu hal lagi yg penting.
Yang tahu kalo Zain itu saya cukup Pak yadi saja ya " kataku.
" owh siyap pak Yaudah saya pamit dulu assalaamu ' alaikum..." pamit pak yadi.
" wa 'alaikummussalam.." jawsbku
...........
Apa ini yg membuat Yuyut menyuruhku pulang pagi itu juga...? ya kalo terlambat satu jam saja, aku gak ketemu jendul, aku gak akan tahu bakal difitnah.
Tapi tentunya gak akan semudah itu mereka menyerah, aku hafal betul. Tapi siapa komandan mereka sekarang ? Dan besar kemungkinan akan ada bentrok fisik, mengingat lawanya adalah preman preman begitu. Dan gak mungkin aku minta dikawal.
Sementara aku dinasehati ibu mertua gak boleh keluarka tenaga fisik yg berlebihan. gak boleh berantem, tapi klo gini.
Ya mudah mudahan, itu hanya kekhawtiran beliau, takut anaknya jadi janda, hehehe.
Aku faham sih.
Tapi...?
jika hanya ada dua pilihan :
Aku membuat Fatimah dan keluarganya sedih, jika aku sampai mati.
atau
Aku membuat Fatimah dan keluarganya Malu, karena aku kabur.
Maka aku pilih alternatif pertama..
__ADS_1
iya tidak ada jalan lain kecuali menghadapi masalah ini menghindar bukan jalan keluar..
...brrsambung...