Isyaroh

Isyaroh
Pertarungan dengan Raja Jin Sosro Sukmo


__ADS_3

Terdengar derap kuda, pasti ini derap kuda ghoib pasukan jin laknat itu pikirku. Setelah mengikat jin laki laki yg kutangkap tadi.


Dengan bacaan ayat kursi dan ayat ayat rukyah lainya. Aku bersiap menyambut kedatangan raja jin itu. Aku telah Siapkan bubuk racun jerat sukma, yg dibuat oleh raja jin itu sendiri. Ini senjata makan tuanya. Dia yg akan merasakan racun ciptaanya sendiri.


Sreet...


Ratusan anak panah ghoib meluncur ke arahku. Aku segera menahan nafas dan membaca Ayat ayat pelindung...!


" A'udhu bikalimattillahittamah min Syari maa kholaq..." lantunan doa ku.


( Artinya adalah : Aku berlindung dengan kalimah Allah yg sempurna dari godaan semua makhluk. )


Secara tiba tiba muncul lingkaran cahaya tipis bagai benteng yg melindungi ku dan dua orang manusia tadi. Dan panah panah ghoib itu tak mampu menembusnya.


الحمد لله.....


Aku terus melantunkan Ayat ayat suci Al- Quran dalam hati. Untuk melindungi diri dan dua orang Aki japra dan Nyai Asnah tadi. Walau bagaimanapun, mereka pantas dilindungi. karena mereka juga Manusia. Seburuk apapun masa lalunya, setidaknya masih ada masa depan. Masih ada waktu untuk bertaubat.


Itulah yg diajarkan Abah guruku dulu...


Orang baik tetap punya masa lalu yg mungkin tidak baik.


Dan orang jahat punya masa depan yg mungkin bisa jadi baik.


Entah kenapa, semenjak digojlok kang Salim tadi, aku jadi banyak ingat hal yg pernah lupa. Dari apa yg pernah diajarkan Abah guruku dulu.


Ilmu Allah itu suci, jadi harus diterima dengan hati yg suci juga.


Ilmu Allah tidak akan masuk di hati hambanya yg kotor.


Ya aku memang bukan orang suci, tapi setidaknya punya keinginan yg suci. Mungkin ini yg sedikit membantu membuka hijab hatiku.


Raja Jin itu sudah berdiri dihadapanku...!


" Meskipun Tabir ghoibmu mampu menahan panah panah prajuritku. Tapi tak akan mampu menahanku. Karena ada ribuan Sukma yg berada dalam diriku. " ujar raja jin itu.


Si Raja jin itu berkata dengan angkuhnya.


" Ya memang itu yg aku harapkan, agar aku bisa menangkap kamu "


jawabku tenang.


" Kamu tak akan dapat menangkapku, bahkan aku dengan mudah bisa meringkus kamu. Kamu sudah merasakan racun jerat sukma. meski kamu bisa selamat. Tapi butuh waktu untuk bisa pulih. belum lagi dengan tali pengikat sukma ku yg tak sanggup kamu lepaskan." gertaknya.


" Itu kemarin, sekarang sudah beda lagi tentunya.. " sahutku tak kalah garang.


Aku berusaha tetap tenang, dengan terus melafalkan ayat perlindungan dalam hati.


" Sebenarnya aku tidak ada urusan denganmu, soal putra mahkotaku sudahlah aku maafkan. Tapi serahkan batu yg kamu curi, aku janji tidak akan mengganggumu lagi... " kata raja jin itu.


" Aku juga gak minat dengan batu kamu itu. Tapi masalahnya bukan itu...! " jawabku


" Lalu apa masalahmu... ? " tanya jin itu.


" Keberadaanmu telah menyesatkan orang orang, mereka memujamu meninggalkan ajaran Agamanya dan menjadi budak mu... ! " ucapku.


" Kalo itu bukan salahku, mereka yang mau. Mereka yang memanggilku dan menyatakan diri mau jadi pengikutku. " kilah jin itu.


Aku pikir ada benarnya juga sih, manusia manusia serakah itu yg mengabdikan diri pada jin jin kafir itu...!


" Apapun alasanmu, disitu tetap ada peran kamu. Sehingga mereka jadi sesat menjadi budak budakmu " balasku.


" Jadi Apa mau kamu...? " tanyanya.


" Menyerah sajalah, kamu akan kutangkap dan aku kurung. Agar tidak lagi menyesatkan banyak orang " gertakku.


" Wahai manusia.... Aku tidak pernah menyesatkan mereka. Mereka memang sudah sesat sebelumnya. Jadi apa bedanya jadi pengikutku atau tidak. Tidak jadi pengikutku pun, mereka akan jadi pengikut bangsa jin yg lain. " Katanya berdiplomasi.


Pinter ngomong juga ini jin, sampai aku harus berpikir keras menghadapinya.


" Soal Jin yg lain, itu bukan urusanku. Urusanku denganmu, karena kamu sudah memulai buat urusan denganku kemarin "gertakku.


Ku pancing kemarahan jin itu, biar sekalian membuktikan kata kata kang Salim. jika saat ini, 10 x kekuatan jin itupun dapat aku kalahkan. Mau lihat sampai dimana Raja jin itu ber aksi.


" Kamu jangan menyulitkan aku hei manusia. Peristiwa kemarin aku anggap kesalah fahaman saja. Sekarang kau kembalikan batu itu, dan aku berjanji tidak akan menyesatkan manusia lagi. Bahkan aku siap membantumu, jika nanti kamu berurusan dengan bangsa jin. Dimanaun itu dan kapanpun itu " ucapnya membujuk.


Ini kenapa Raja jin gak marah malah janji begitu. Aku jadi berpikir pikir, apa mungkin Raja Jin ini aku suruh menyelesaikan masalah di daerahku. kan sama sama jin biar imbang...?!?


Aku benar benar dibuat pusing oleh jin itu. Aku sejenak merenung, teringat kisah seorang Ulama yg di datangi Iblis, Iblis itu minta, ulama itu tidak mengajarkan wirit tertentu pada santri santrinya. Dan Iblis itu berjanji tidak akan mengganggu keturunanya sampai tujuh turunan.


Ulama itu sempat hampir setuju, tapi beliau ingat. Dengan membuat persetuan dengan Iblis itu artinya sudah bersekutu. Dan ulama itu akhirnya tetap mengajarkan wirit itu pada santrinya. Nah Jin itukan sebangsa Iblis, meski ada juga jin muslim. Nah inilah kuncinya....


" Aku tahu bangsa kaliyan itu penuh tipu muslihat, tak satupun janji kaliyan itu bisa dipercaya. Jadi, mau tidak mau kamu harus kutangkap sekarang juga " Ancamku.


" Dasar manusia sombong yg tidak tau diuntung. Apa kamu siap menghadapi aku, apa kamu pikir bisa mengalahkan aku. bisa menghadapi semua senjata ciptaan bangsa kami. " gertaknya.


Jin itu berkata sambil melempar botol kecil, seperti ketika aku ditangkap kemarin. Hmm bubuk bibit sirep gumamku, aku segera tahan nafas. Agar bubuk sirep itu tidak terhirup. Dan melafalkan Ayat kursi.


Dalam Ayat kursi ada kalimat yg artinya menjelaskan bahwa Allah itu tidak mengantuk dan juga tidak tidur.....!!!


Jadi sambil melafalkan, aku mohon pada Allah. Agar terhindar dari pengaruh sirep. Agar tidak jadi ngantuk apa lagi sampai tertidur...


Aku masih mencium aroma wangi seperti pertama kali diserang bubuk bibit sirep itu. Tapi aku tidak terpengaruh sama sekali.


Bahkan setelah aku selesai menahan nafasku dan bernafas normal lagi. Aku tidak terpengaruh sama sekali.


" Ghherrr jangan bangga dulu hai manusia....!!! " geram jin itu.


Sambil berkata begitu dia melemparkan sesuatu, dengan gerakan reflek aku menghindar dan dapat menangkap benda itu. Aah ini kan seperti benda yg aku minta dari prajurit itu tadi.


Racun jerat sukma.

__ADS_1


Ternyata aku mampu menangkap tanpa terpengaruh juga. Apa lagi yg akan dilakukan Raja jin itu...?


Ternyata dia mendongak keatas, sambil komat kamit juga ( ternyata jin pun baca mantera ). Sesaat kemudian dari mulutnya keluar seperti ular, tapi berujut sinar kuning kemerahan. Sinar itu seakan hidup dan bergerak seperti ular. Dan bersiap menyerang kearahku.


Aku masih memegang racun jerat sukma yg td dilemparkan padaku. Mungkin ini yg akan menghentikan ular ular dari cahaya itu.


Tali pengikat sukma, iya itu kemarin disebut tali pengikat sukma oleh Raja jin itu. Tali pengikat sukma aku lawan dengan Racun jerat sukma. Semua adalah senjata ciptaan bangsa jin itu sendiri....!


Dan wwwuuusss.


Saat ular ular cahaya itu menyerangku.


Aku lemparkan Racun Jerat Sukma itu, dan tak kusangka. Terjadi benturan yg sangat hebat. Menimbulkan suara yg memekakkan telinga. Seperti benturan dua benda yg amat keras. Tapi disusul dengan suara yg mirip jeritan yg miriis di dengarnya...!!!


Aiiiiikhhhhh......!


Seperti ribuan jeritan yg bersamaan...???


dan setelah itu terdengar suara benda jatuh...!


Rupanya itulah penangkal Tali pengikat sukma.....?!?


Tinggal cara meringkus Raja jin itu saja pikirku...


" Kurang ajar... semua senjataku bisa kau lumpuhkan. Suara Raja jin itu.... ? Sepertinya melemah, apa mungkin kekuatanya berkurang karena tali pengikat sukma yg kulumpuhkan.


Iya bisa Jadi begitu, nama raja jin itu Sosro sukmo, ditakuti karena kekuatanya dari menelan sukma manusia dan dijadikan senjata tali pengikat sukma.


Makin terbuka tabir kekuatan jin itu..


Masih adakah senjata lainya ?


Aku menunggu apa yg akan dilakukanya.


" menyerahlah Sosro Sukmo, tak ada lagi yg dapat kau lakukan ? " ancamku.


" Jangan harap.... Kau tak akan mampu menghadapi ajianku yg satu ini...Gumbolo Geni...! " kata jin itu.


Gumbolo geni...?


Bukankah itu yg dipakai jin yg menyerangku saat hendak ke masjid bersama Amir waktu itu...?


Waduh aku gak bawa Tasbihku.


Harus benar benar memasrahkan diriku pada Allah...


Ya Allah Ya Shomad ( Tempat kita bergantung


Iyyaka Na' budu wa iyyaka Nasta' in...


Ya Azzis Yaa Malik.


Aku terus berdzikir tak ada benda yg dapat ku jadikan tameng kali ini. Hanya doa dan dzikir yg kupanjatkan.


Aku mulai merasakan panas, namun masih dapat kutahan. Makin lama semakin panas, bahkan aku merasakan pakaianku yg tadinya basah menjadi kering dan panas. Bahkan seperti pakaian yg baru di setrika. padahal ini terlindungi lingkaran cahaya tipis itu. kalo tidak.... ?


Seandainya tidak terlindungi lingkaran cahaya tipis itu. Api akan langsung mengenai tubuhku, bisa jadi dagging panggang mungkin aku..!


Karena aku merasakan udara yg makin panas, tapi api makin membesar. Aku mulai mencari cara, bagai mana melumpuhkan Raja jin ini.


Owh iya..


Aku masih mengantongi Racun Jerat sukma, yg kuambil dari prajurit itu.


Ini harus Aku lempar tepat kemulut jin itu, karena semua kekuatan berasa dari sukma ygvdi telan nya.


Aku mengambil Racun itu dari kantongku...!


Sambik terus berdzikir dan ku ucapkan kalimah hauqola....!


Laa haula wa laa quwwata illa billahil ' aliyil adzim.


Aku melompat maju dan melemparkan racun jerat sukma itu tepat kearah mulut jin itu. Semoga tidak terbakar...


Dan.....


Racun itu melesat cepat, tepat kearah tenggorakan jin itu...


" ghrreeeeerrrrrr....." suara dengusan jin itu.


Api lenyap dan Raja jin itu tubuhnya mengecil, sampai seukuran boneka...!?!


" Ampuuuuun ampuuuunn Aku ngaku kalaaah....! " ucap Raja jin itu.


Semua prajurit lari tunggang langgang kembali ke kerajaanya. Kecuali satu jin yg aku kunci tadi. Yg makin lemas, karena Rajanya sudah ku taklukan.


Aki dan nyai yg hampir tersesat tadi pun ikut ketakutan.


" Aki japra dan nyai Asnah tidak perlu takut. Aku harap dengan kejadian ini kalian jadi sadar, jangan lagi bersekutu dengan jin. Jin itu penipu jangan pernah terkecoh...." kataku.


" Iya jang saya ikut saja...." kata ki Japra.


" Saya juga mau bertaubat jang, saya mau jadi murit ujang.... " ucap nyai Asnah


" Tidak nyai.. Saya bukan guru.. Nanti Nyai saya antar ke Kyai yg bisa bimbing nyai. Supaya hidupnya tentram, biar gak kaya yg penting tentram nyai...! " jawabku


" Iya jang..." ucap mereka berdua, semoga saja tulus....!?!


Singkat cerita, jin yg aku ikat, prajurit jin sosro Sukmo aku tinggalkan disitu. Aku bilang, kamu kutinggalkan disini. Kamu bisa Lepas jika mau bersyahadat berubah jadi jin muslim. Atau menunggu beberapa puluh tahun dan kembali jadi jin kafir lagi. Semua terserah kamu..


" Aki japra.... ? " kataku ke Japra.

__ADS_1


" Iya Jang....? " jawabnya.


" Aki punya Tali sumbu kompor, kalo dalam baha jawa namanya lawe " tanyaku pada dukun itu, karena kalo di jawa kadang dijadikan sarana ritual dukun.


" Maksut ujang seperti ini ? " katanya.


Sambil menunjukkan sesuatu yg ada di sesaji itu.


" Iya ki... Boleh aku pakai ya ? " jawabku.


" Mangga atuh jang " kata ki Japra.


Aku ambil beberapa helai tali itu, kemudian aku bacakan doa dan kugunakan untuk mengikat jin prajurit itu. juga Raja jin yg sudah aku lumpuhkan itu. Raja jin itu aku bawa ke pondok kang Salim, bersama Aki dan nyai yg hamir tersesat itu.


" Ujang teh bukan orang sunda ya ? "tanya Nyai itu, memecah keheningan dalam perjalanan ke pondok kang Salim.


" Bukan nyai,, Saya orang jawa, lebih tepatnya daerah jogja. " jawabku.


" Owh tadi udah nguping kita ya sebelumnya ? " tanya nyai Asnah.


Aku bingung arah pembicaraan nya mau kemana.


" Ya maaf nyai, saya hanya menunggu datangnya Raja jin ini gak bermaksut nguping. lagian saya juga gak ngerti yg kalian bicarakan. Karena pakai bahasa sunda...." kataku bohong.


Tapi bohong kataku dalam hati, sambil tersenyum geli.


" Owh... iya baguslah kalo gitu mah " kata nyai Asnah.


" Maksutnya bagus gimana nyi ? " tanyaku.


Tanyaku pura pura, padahal tahu maksutnya. Kalo saya tahu isi pembicaraanya dengan aki dukun itu tentu malu, merasa martabatnya jatuh banget di hadapanku.


" Aah gak papa jang... Maksut Nyai kalo gak ngerti sunda kan....?!? " terhenti ragu ragu.


Nyai itu berhenti sejenak seperti ragu ragu mau melanjutkan.


Tiba tiba ki japra sang dukun yg nyambung....!


" Mungkin maksut nyai teh malu karena tadi berniat cari pesugihan. Malu kalo ujang tahu bahasa sunda mah...." sahut si Japra.


" Iyya jang iyya maksut nyai teh gitu tuh kaya yg dibilang ki Japra iya gitu ya ki ? " ucap nyai Asnah.


" Iya nyi... " sahut ki japra, menjawab pertanyan penguatan dari Nyai Asnah.


" Owh gitu ya ki & nyai.. Ya gak papa nyai & ki. Toh sudah terjadi, dan untung gagal gak jadi bersekutu dengan jin...! " kataku.


Dalam hati aku bergumam, bilang aja takut sandalnya eeh skandalnya terungkap.


" Lah emang kerjaan ki Japra ngedukun ya ? Itukan gak baik ki dosa ?" tanyaku.


" Senenernya mah, saya ini petani jang. Tapi sering di mintain tolong buat jadi perantara orang yg mau muja ! " kata Japra.


" Muja ? muja gimana ki ? " tanyaku bungung...???


" Muja itu ya kayak yg mau dilakuin nyai Asnah tadi jang ? " jawab Japra.


Owh Muja maksutnya Memuja memuja iblis/ jin Setan... ?


Wah berarti orang iblis juga tahu, kalo perbuatan itu syirik. Krnapa masih dilakukan juga ya ???


" Aki tahu gak kalo seperti itu dosa besar, yg kalo tidak taubat tidak diampuni dosanya oleh Allah ? " kataku.


" Ya ngerti sih jang, tapi didesak terus awalnya, ya akhirnya karena suka dapat duit dari situ ya jadi keseringan, hehehe ? " jawabnya cengengesan.


Hadddewh udah tahu salah malah tertawa lagi....?!?


" Kalo nyai kenapa mau muja gitu, apa untuk makan aja susah..." tanyaku.


Belum sampai Nyai itu menjawab, ternyata kang Salim sudah nungu di pintugerbang.


" Alhamdulillah...


Tampaknya saudaraku berhasil menjalankan tugas malam ini." kata kang Salim.


" Alhamdulillah kang Salim, berkat pertolongan Allah dan arahan dari kang Salim. Ini Aki Japra dan Nyai Asnah yg hampir terjerumus ke kesesatan. beliau mau bertobat kang.. " sahutku.


" Alhamdulillah... Mari masuk, kita ngopi ngopi sambil nunggu subuh. bantar lagi masuk waktu subuh." ajak kang Salim.


Santri sudah banyak yg bangun, sudah ada yg diminta menyiapkan minuman. Kami minum dan memakan ubi rebus yg di hidangkan


Kang Salim menepuk pundakku dan berkata.


" Malam ini kamu gak usah tidur, sampai jam 9 Nanti. kamu tidur setelah jam 9 pagi. Terus nanti malam, kamu baca hizib di gubuk yg ada dibelakang pondik ini. " perintah kang Salim.


" Iya kang " jawabku.


Baca hizip dibelakang pondok, di gubuk ?


Memang ada gubuknya, perasaan gak ada kemarin muter muter di pondok ini..


jadi penasaran nich..


...bersambung......


Orang baik tetap punya masa lalu yg mungkin tidak baik.


Dan orang jahat punya masa depan yg mungkin bisa jadi baik.


...******...


hampir tiap kali menulis bab yang mistis, ada saja yg usil....

__ADS_1


untuk episode berikutnya kita selingi bab lain, meski ada bag mistisnya juga


makasih....


__ADS_2