
" Lebih sakit aku mas, lebih menderita anak ku hidup tanpa ayah. Diejek teman temanya." kata Arum.
Belum selesai bicara Arum berhenti lantas pergi ke dapur lagi.
Begitu mendengar suara motor Pk Sastro.
" Ini Gorengan masih hangat, tadi nungguin mateng dulu. Mas yasin kurang sehat ? kok agak pucat ? " tanya pak Sastro.
" Gak pak, mungkin kurang tidur saja semalam " kilahku.
Aku sudah tak mampu berpikir apapun jadi asal jawab saja.
" Mungkin masuk angin juga itu mas, nduk Arum tolong ambilin anti masuk angin....! " teriak pak sastro.
Terdengar jawaban
" Nggih lek...! " jawab Arum.
Tak lama kemudian Arum datang menyerahkan obat anti masuk angin ke pk Sastro.
" Ni Lek " kata Arum.
" Bukan buat pak lek, tapi buat mas Yasin. Kamu berikan sana...! "
Jawaban Pak sastro makin membuatku pucat.
" Ini obatnya silahkan diminum " kata Arum datar dan pelan. Sambil menyodorkan obat itu.
Meski suaranya Pelan tapi rasanya lebih menegangkan dari suara petir. Tanganku pun bergetar saat menerimanya.
" Nduk Arum.... Tolong beliin sarapan sana. Atau kamu temeni tamu pak lek dulu pak lek yg beli, kalo takut Sidiq bangun " kata pak sastro.
Aku semakin Takut....!?!
" Gak usah pak beneran ! " aku menahan kepergian pak Sastro.
" Gak mas, mas rada gemetaran tadi pasti kurang sehat. pokoknya biar seger dulu baru saya antar pulang, piye nduk...? " katanya.
" O anu lek Arum dirumah saja, takut Sidiq bangun...." kata Arum membuatku semakin berdebar.
" Yo wis, tapi tolong temenin tamu bapak kalo butuh apa apa ! " kata pak Sastro.
" Iya lek..." sahut Arum.
Aku benar benar mati kutu tak bisa berkutik lagi, pasrah menerima takdir.
Pak Satro sudah meniggalkan kami berdua.
" Boleh Aku menjelskan..." kataku pada Arum.
" Apa gunanya penjelasanmu ? Setelah apa yg terjdi padaku ? " sergahnya.
" Memang tidak akan merubah keadaan, tapi kuharap kamu mau dengar " sahutku.
Tanpa menunggu jawaban, aku lantas menceritakan setelah dihajar keluarganya yg pertama.
Kemudian menceritakan kedatanganku yg kedua.
Ketika itu aku mencarimu, setelah mengumpulkan uang dari ikut pengepul rosok.
Aku mau kerumahmu, mau lihat kondisimu dan kandunganmu.
Tapi digerbang masuk gang rumah kamu sudah di hadang warga. yg makin lama makin banyak.
Aku jelaskan tujuanku bukan untuk balas dendam. Hanya ingin tahu kondisimu dan kandunganmu.
Tapi mereka tetap melarang, dan mengatakan kamu keguguran.
Aku sempat emosi dan sedikit membentak, " keguguran apa digugurkan ? Kalo dia dinikahi org lain aku juga tidak akan mengganggu hanya ingin lihat kondisinya saja.
Tapi mereka malah menghajar aku lagi, sampai patah tulang tangan dan kaki bahkan aku hampir mati.
jika tidak datang orang yg menolongku.
membawaku kerumah sakit, kemudian membawaku ke sebuah pesantren.
Dan dari pesantren itu aku merubah jalan hidupku. Aku bertaubat atas semua dosa dosaku. terutama dosaku padamu.
Lalu aku mengucap sumpah, jika tidak akan menyakiti wanita lagi. tidak pacaran lagi kecuali langsung menikah.
Sumpahku juga didengar Abah guruku, beliau berkata.
" oleh seneng ong wedok, tapi ora oleh pacaran "
Dan benar aku tidak pacaran, ada yg sempat aku sukai dari santri putri.
Tapi justru dinikahkan dengan orang lain oleh guruku. Sehingga pada malam malam pengantin aku tidak melakukan apapun dengan istriku.
Baru setelah dua mingguan kami melakukan, itupun tidak seperti pasangan suami istri baru yg saling cinta.
Dan kini istriku baru hamil 1,5 bulan.
Aku baru tahu semalam jika kamu tidak menggugurkan anak kita.
Aku bercerita sambil menitikan air mataku begitupun Arum.
" Kamu boleh hukum aku, tapi jangan istri dan calon anakku. Saat ini aku juga gak mungkin kembali padamu. Aku tak ingin menyakiti hati siapapun.
" Boleh Arum tahu istrimu ? " katanya disela isak tangisnya.
" Aku takut melukai hatinya... " kataku.
"Fotonya saja mas Aku mohon " pinta Arum dengan sedih.
Aku tunjukan foto fotoku dan Fatimah.
" Istrimu cantik solehah, pantas kamu cintai... gak seperti Aku....! "
Aku diam saja gak komentar.
" Aku boleh minta no kamu mas ? " pinta Arum.
Aku bingung harus bilang boleh atau tidak.
Tiba tiba Sidiq bangun dan langsung menghampiri.
" Mah...." sapa Sidiq.
"Sini sayang pangku om lagi kayak semalam !" kataku.
Anak itu pun nurut dan duduk di pangkuanku.
" Mah lihat foto Sidiq yg dipangku om belum ? " tanya Sidiq.
" Udah tadi..." kata Arum.
" Gantian Om Dikasih foto Sidiq yg dipangku mamah dong mah "
Aku dan Arum terdiam saling menatap.
" Mamah gak punya no om, Sidiq sayang " kata Arum.
Aku kaget, gak nyangka Arum bakal ngomong gitu.
" Minta dong mah, kan om nya ada disini ?! " kata Sidiq polos.
" Owh ya boleh, Om juga pingin lihat foto Sidiq sama mamah." kataku.
Karena kehadiran Sidiq suasana jd agak ceria. Anak itu tak hentinya bikin ulah lucu, yang membuat kami tertawa tawa.
Dan terdengar motor Pak sastro datang.
" Lah Sidiq gangguin om, Nduk siapin piring dan sendok ! " kata pak Sastro.
" Ya lek..! " jawab Arum.
" Sidiq ikut mamah sana jgn gangguin om Yasin " kata pak Sastro.
Drrt drrrt...
Hp ku bergetar , kupikir pasti Fatimah istriku.
Kok no baru ?.Kubuka isi pesanya
Foto Sidiq dan Arum,dengn tulisan di bawahnya.
Kamu akui atau tidak ini anak kita.
Aah gimna nanti kalo dibaca Fatimah istriku, Ah kenapa aku jd merasa makin bersalah Sama keduanya.
Sungguh ujian yg berat.
" Gak mau kek Sidiq pingin sama om " jawab Sidiq polos.
" Sidiiiq ikut mamah yuk..." ajak Arum.
"Gak mau mamah aja yg ikut sidiq disini " jawab Sidiq.
" Sidiq gak boleh na...? "
Arum menasehati Sidiq dengan mengeja kata. biar diikutin anaknya tp kali ini Sidiq diem saja.
" Aah gak papa kok, saya minta ijin pangku anaknya biar saya suapin sekaliyan. Saya sayang sama anak ini..." kataku. dalam hati berkata " ini anakku juga Rum ! "
Sidiq yg denger itu mlh menjulurkan lidah ke ibunya. Dan makin mendekap erat aku Ayahnya.
Arum tampak memelototi Sidiq
" Ya udah gak papa nduk, Sidiq turun dulu, biar om sarapan dulu." kata pak Sastro.
" Mah sini duduk bareng om dan Sidiq " pinta Sidiq polos.
Baik aku Arum maupun pak sastro jd kaget dengar anak polos itu.
" ya sudah Sidiq duduk tengah nanti Sidiq ditengah antara mamah dan om.." kataku menghilangkan kekakuan.
" Nah Sidiq dengerin apa kata om tuh ! " kata pak Sastro.
Mau gak mau Arum pun harus nurutin kemauan anaknya, anakku juga sih secara biologis tetep anakku.
"Mas Yasin juga udah segeran udah minum obat ? " tanya pak Sastro.
" O iy iya sudah pak, dan Sidiq td lucu hingga membuat saya sembuh..! " kataku dusta.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, Aku minta segera diantar pulang.
Pak Sastro pun segera siap.
Aku pamitan pada Sidiq yg digendong ibunya, sambil berbisik.
" Maafkan Aku Arum...
Takdir yg memisahkan kita bukan aku yg meninggalkanmu. Semoga kamu segera dapat pengganti yg lebih baik dari aku. Kucium pipi Sidiq dlm gendongan ibunya "
................
Aaah akhirnya sampai rumah juga.
" السلام علیكم و و
Fatimah istriku tercinta...
Maafin mas ya, baru bisa kasih kabar.
Masih sibuk terus.
Nanti mulai sore juga janjian sama mbahnya pak Yadi. Malamnya ada pertemun penting dengan warga.
Salam sayang
emmmhuuuah
Langsung di baca
Dan di bls ...
وعلكمالسلام و و
Iya mas...
Asal mas janji setia & gak lama lama.
Minggu depan usahakan jenguk Fatimah mas, Fatimah udah kangen
emmhuuuah...
Aku jadi resah, apakah aku td pagi sudah termasuk khianat. menggendong dan memangku anak ku.
Sementara Fatimah tidak tahu aku sudah punya anak..?
Yuyut...
Iya yuyut Fatimah yg bisa bantu aku.
Dia kan punya kelebihan, bisa tahu masa laluku ?
drrt drrt....
Hp ku bergetar lg
Owh Fatimah lagi...
" kok gak bls sih mas cuma di read aja ? '
"Maaf baru lihat agenda minggu depan.
Mas usahakan bisa jemput atau jenguk Fatimah."
"Owh yaudah kirain lg mikir yg lain ! hihihi..."
" Gak kok, cuma mikir kapan kita bersama lagi. Mas kangen kamu bisa disini lagi...! "
" Nah gitu kan so sweet mas, semoga tidak sekedar menghibur Fatimah."
" Iya sayangku..."
" Awas kalo bohong tak bilangin Yuyut nanti....! "
Ah kenapa dia sebut Yuyut juga, perasaan istriku peka sekali.
" Gak sayang o iya gimana anak kita baik baik saja kan ?
" Insya Allah sehat, hanya Fatimah mulai sering mual, untung ada Khotimah yg nemenin "
" Udah ngidam ? "
" Nggak tahu cuma mual, tp gak pingin yg aneh aneh sih.
" Yaudah mas ada urusan lagi, nanti aku tlp ya ?
" Iya mas Fatimah tunggu...! "
Hari ini aku padat sekali jadwalnya, habis asar ke tempat mbah Guno.
jam 8 mlm sidang dengan tokoh masarakat.
Habis maghrib Mujahadah dgn anak anak.
Baru mikir banyak hal, rombongan ibu ibu tukang rumpi lewat.
" jeng suamimu semalam dirumah gak ? " celetuk seoarang ibu.
" Ada kok..." jawab lainya.
" Ya mungkin istrinya gak dirumah, jadi cari cari hiburan gitu " sambung satunya.
" Kalo menurutku gak gitu jeng ! " satunya pun menimpali.
" Terus gimana ? " tanya lainya.
" justru sering keluar malam istrinya gak betah dirumah " jawabnya.
" Atau bisa saja ketahuan suka ngobrol sama janda " satunya lagi rempong.
sahut yg lain...!
" Bisa jadi tuh, kan deket deket sini juga ada janda "
" Siapa ??? " tanya yg lain serempak.
" Itu si tukang bubur, tapi bukan tukang bubur naik haji melainkan Tukang Bubur Cari lelaki..." hahaha.
Tawa mereka kompak terus berlalu.
Aah bodo amat cape ngurusin orang begitu.
Aku ke kebun belakang rumah, bantuin Amir grafting.
" Apa yg bpk bilang dulu beneran terjadi lagi pak ! " kata Amir sambil pegang pisau cuter.
" Apa " Tanyaku...
" Orang kampung mulai menggunjing bapak " kata Amir.
" Biarin saja, yg menggunjing gak semua kok yg lain cuma korban fitnah. " kataku datar.
" Bapak kok bisa tahu, pakai ilmu apa pak ? " tanya Amir polos.
" Hah ilmu apa ? ya ilmu logika dan kebetulan aja. kebetulan tahu informasi kemudian dilogika " kataku.
"Owh kirain pakai ilmu ghoib " Kata Amir..
" Yg ghoib itu dikit, yg logis itu banyak dalam kehidupan. Kamu grafting itu logika, kamu makan biar gak kelaparan itu logika,, yg ghoib mana ?" kataku.
" Meski ada tp dlm hidup porsinya cuma kecil Mir. " lanjutku menjelaskan.
" Tapi kok bapak bisa tahu sebelum terjadi ? " tanya Amir Lagi
" Gak lah... kita tahu ya kalo sudah terjadi, kalo belum terjadi namanya prediksi " kataku.
" Prediksi itu Ramalan ya pak ? " tanya amir selanjtnya.
" Ya boleh dibilang hampir sama lah " jawabku biar mudah dipahami.
" Kalo Ramalan itu kan dosa menurut Islam " Amir membuat statmen.
Ini anak kritis atau dapet doktrin faham baru pikirku. Tapi gak papa sih, tantangan belajar dan berpikir.
Aku sampai menghentikan aktifitas, demi memberi penjelasan pada Amir, biar tidak gagal faham :
" Begini mir....
Ramalan dan Prediksi itu secara bahasa artinya sama. Sama sama memperkirakan apa yg akan terjadi.
Tapi secara istilah menjadi berbeda makna nya.
Kalo Ramalan identik dengan hal hal yg negatif atau si Peramal menganggap itu 100% Benar atau pasti terjadi.
Kalo Prediksi itu memperkirakan sesuatu yang " mungkin " terjadi. Berdasarkan pertimbangan logika atau " Isyaroh " yg di terima. jadi Sifatnya mungkin terjadi bukan pasti terjadi.
Jadi kesalahan " Peramal " itu dia mengatakan perkiraanya itu pasti benar. Sehingga mendahului Sang Pencipta.
Sedang Prediksi itu " kemungkinan " atau nilai probabilitas yg paling besar terjadi.
jika benar itu artinya dia benar dlm membaca "Isyaroh" jika salah artinya kurang faham dlm membaca Isyaroh alam.
Aku melihat Amir masih agak bingung
" Saya masih belum jelas pak "
Aku jadi ikut bingung, gimana ngasih penjelasan ke amir. Atau bahasaku yg kurang tepat ???
" Kalo mendung terus kamu bilang, wah kayaknya mau hujan. Itu namanya Prediksi. tidak berdosa
Tapi kalo kamu bilangnya pasti nanti hujan, dan hatimu memastikan itu. Itu yg jadi masalah. Karena bisa saja jika Allah berkehendak datang angin menyapu mendung, sehingga tidak terjadi hujan.
Atau bisa saja tidak terjadi mendung tiba tiba hujan. karena mendung atau awan yg membawa hujan datang tiba tiba dari tiupan angin itu." Jelasku pada Amir, semoga faham bisikku dlm hati.
" Terus kalo di TV itu bisa meramal eh memprediksi besok akan terjadi hujan padahal masih besuk, belum kelihatan mendung dll, gimana pak ? " Aku tersenyum menahan tawa, mendapat pertanyaan anak polos ini.
Yah untung pertanyaan nya tidak ditujukan pada org yg suka ngawur dlm menjawab. Yg demi gengsi malu kalo tidak bisa menjawab terus ngasih jawaban ngawur alias ngarang.
" Gak cuma besuk akan hujan atau badai. Bahkan Sebulan lagi akan terjadi gerhana bulan atau gerhana matahari pun bisa diprediksi. Itu juga ilmu quran namanya ilmu hisab atau perhitungan. Tetap nilainya bisa benar bisa salah.
Kalo orang sudah mempelajari ilmu Astronomi dll bisa menghitung itu. Kalo kita yg awam ya gak bisa. Karena gak tahu ilmunya " jawabku.
" O iya ya pak...
__ADS_1
satu lagi pak, kan sering terjadi perbedaan dalam menentukan awal Ramadhan dan awal Syawal. yg benar pakai yg mana ? Yang hisap atau yg ruqyah ? "
Anak ini polos tapi rasa ingin tahu atau semangat belajarnya tinggi. Makanya aku dan istriku mengangkat dia sebagai anak asuh.
" Dua duanya benar, kalo pingin faham besuk ngaji ushul fiqih biar jelas ! "
" Kok benar semua pak ? " Ini sebenarnya kalo dijelaskan secara detail sebulan juga belum tentu selesai pikirku. Tapi baiklah, bentuk tanggung jawabku pada anak Asuh sekaligus jamaahku. Harus kujawab.
" Begini Mir....!
Fiqih atau hukum Islam itu ada
ushul Fiqih atau pokok fiqihnya.
Terus ada furu' atau cabang fiqihnya.
Kalo Ushul Fiqih tidak boleh ada perbedaan.
Kalo beda dalam Furu' Atau cabangnya itu boleh, selama ada dasarnya tidak asal beda.
Dalam hal puasa Ramadhan dan idul fitri. Ushul fiqihnya 1 Ramadhan wajib puasa.
Dan 1 Syawal Wajib berbuka atau haram puasa.
Kalo menentukan kapan awal Ramadhan dan kapan awal puasa itu masuk dlm Furu' iyah. boleh beda pendapat. mau pakai hisab silahkan mau pakai rukyah silahkan. Yg ptg tidak asal asalan dalam menentukan."
" Owh begitu ya pak..."
" Iya.. besuk buka kajian fiqih biar kamu dan temen temenmu faham.
drrt drrt....
Belum selesai bicara dengan Amir Hp ku bergetar... ada tlp masuk..
Pak Yadi...? Bukanya janjinya habis asar, ini belum juga dhuhur, batinku..
Assalaamu 'alaikum pak Yadi...
wa 'alaikummussalam..
bisa kerumah mbah saya sekarang pak ?
Bisa pak, saya segera berangkat..
saya jemput atau...?
Tidak usah, sy berangkat sendiri saja, sudah tahu rumahnya
Owh ya pak makasih
assalaamu ' alaikum
wa 'alaikummussalaam...
Aku bilang ke Amir untuk menyelesaikan sendiri kerjaanya. Dan bilang hari ini kalo ada kiriman kirim lewat paket saja. Motor mau tak pakai..
" Aku berangkat dulu, jaga rumah ya ! " Ucapku.
" Ya pak " jawsb Amir.
Aku jalankan motor agak cepat, perasaanku tidak enak.
Sampai dirumah Mbah Guno sudah banyak orang.
Aku langsung disuruh masuk kamar mbah Guno.
" Kesadaranya mulai berkurang pak, kadang gak sadar sama sekali " Kata pak Yadi.
" Tolong yg dikamar ini baca surah yasin, jangan sampai putus pak. Gantian kalo bisa "
Kataku setelah melihat kondisi mbah Guno.
Pas Selesai berkata pas denger kumandang adzan Dhuhur.
" Kita Jamaah dirumah saja pak, sekalian doakan mbah Guno " Pintaku
" iya pak " Kata Pak Yadi yg kemudian mengomando semua agar ambil wudhu.
Habis jamaah dhuhur dan berdoa, kembali kulihat kondisi mbah guno.
Pelan pelan kubuka kelopak matanya, kemudian ku sinari dengan lampu batrei di hp.
" Sudah tidak bereaksi ( jika normal pupil mata akan mengecil karen silau ) mungkin waktunya sudah dekat pikirku.
" Teruskan baca surah Yasin, ada yg bantu baca At-Taubah, Ar-Ro'ad saya akan baca doa Akassa. Yg baca At-Taubah yg paling lancar bacanya karena 1juss lbh dikit. Dan jangan ada pembicaraan dikamar ini. mohon maaf yg tidak baca mohon di luar kamar ini ! " pintaku.
Dalam hal seperti itu aku memang harus tegas. Demi menyematkan orang yg sakaratul maut agar tidak tertipu bujuk rayu Iblis.
Semua yg ada dikamar itu melantunkan ayat suci, dan yg sekedar ngobrol ada diluar kamar.
Aku sendiri membaca doa Akassa, dan setelah selesai membaca doa lain sambil membimbing mengucapkan kalimah Thoyibah.
Sampai akhirnya terlihat gerakan lisan mbah guno mengucapkan lafadz Allah yg sudah tidak terdengar suaranya. Sampai akhirnya.
Inna lillahi wa Inna ilaihi roji'un...
Mbah Guno mbah nya pak Yadi meninggal dunia.
Aku dan semua yg hadir mengucapkan bela sungkawa pada keluarga besar pak Yadi.
" Untuk proses pangrukti loyo gimana pak " tanya pak Yadi yg paling tegar. karena yg lain masih larut dalam tangis duka.
" Nanti kita tunggu 2 jam pak, biar dipimpin pak Roisnya sini. Karena Adabnya memang begitu. jangan saya, Pak Yadi dan keluarga nanti yg melaksanakan."
" Siyap pak " lanjut pak Yadi.
" Owh iya pak Yadi, ada hal yg perlu saya sampaikan sedikit, jika pak yadi tidak keberatan ! " kataku ke psk Yadi.
" Monggo pak Silahkan " jawab pak Yadi.
"Bisa kita bicara empat mata saja pak ? " pintaku pada Pak Yadi.
" Owh bisa pak, di mana ? " kata pak Yadi.
" Dikamar mbah guno saja pak " kataku.
Kami berdua menuju kamar mbah guno, dan mohon yg lain keluar dulu.
" Begini pak Yadi...! " aku memulai cerita.
" Mbah Guno dulu minta dibacakan doa Akassa, doa itu untuk melepas semua pegangan atau khodam yg ada di mbah guno.
Dan tadi tangan saya sempat di genggam simbah. Ternyata beliau menyerahkan benda benda ini. Tolong Pak Yadi simpan dulu." kataku.
" Owh iya pak,, tp ini apa pak. saya tidak tahu....? "tanya pak Yadi.
" Itu besi kuning dan beberapa benda lain. Bapak simpan dulu, nantinya bagaimana nunggu besuk pak " kataku.
" Owh iya pak " jawab pak Yadi.
Setelah aku menyerahkan benda itu, aku dan pak Yadi keluar. Pas rois setempat datang membawa kain kafan untuk mengukur sesuai postur mbah guno.
Setelah semuai selesai, Sudah dimandikan dan dikafani, juga disholatkan.
Aku mohon pamit pulang, dan
" Mohon maaf jika mlm ini tidak bisa ikut Tuguran (begadang ditempat lelayu.) Karena mlm nanti ada Sidang dengan pengurus dusun. " Kataku.
" Tapi besuk hadir di upacara pemakaman ya pak, saya mohon.. ! " pinta pakYadi.
"Iya Pak saya usahakan datang " kataku.
Aku pun segera pulang, persiapan malamnya sidang.
Sampai rumah, mandi dan sholat asar
Setelah itu kasih kabar ke Fatimah istriku
" السلام علیكم و و...
Sayangku maaf tadi ingkar janji
gak jadi vc, karena ditlpun pak Yadi. kakeknya kritis. Dan Sekarang sudah meniggal Dunia...
" و علیكم السلام و و
*Iya gak papa suamiku tercinta
kalo karena hal itu Fatimah sangat bisa terima
Tapi kalo karena hal lain awas Fatimah cubitin sampai nangis.
" Diih kok bilangnya gitu sayang !"
" iya lah hehehe...! "jujur Fatimah ngerasa agak was was dan curiga mas disana main hati...!!!
Tapi semoga tidak
Semoga itu hanya persaan Fatimah saja.
Mas baik baik saja kan di jogja? "
" Iya sayangku.
Mas tetep sehat selalu, berkat doa istriku yg Solihah.
" الحمذ لله...
" Bangga dan bahagia punya Imam yg soleh dan sayang istri.
" Tapi punya masa lalu yg sangat buruk lo sayang. Nanti kamu kecewa, jangan terlalu memujiku biar kalo tahu buruknya masa laluku tidak terlalu kecewa.
" Mas kok ngomongnya gitu sih ?
kan kita sudah janji mengubur masa lalu
memang masa lalu mas yg gimana yg mas pikir bakal bikin Fatimah kecewa ? "
( Aku bimbang mau jujur sekangkah jika aku sudah punya anak dari hasil hubungan terlarang di masa lalu. Dan baru tahu jika wanita yg dulu hamil karena aku melahirkan anaknya, merawat anaknya hingga tumbuh jd anak yg lucu dan pintar.
Aku bingung, hanya membolak balik hp, seperti hatiku yg terbolak balik...)
" Mas kok gak jawab sih....? "
__ADS_1
............
...bersambung...