
š·š·š·
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
š·š·š·
Selamat membaca
Maka berangkatlah Maheso Suro Dan Mento Rogo ke air terjun yang dimaksut. Keduanya segera memulai bertapa duduk saling berhadapan dan tangan mereka saling mengait. Dan bersilang di depan dada, guyuran air terjun tersebut sangatlah deras. Namun keduanya sudah bertekat untuk mendapatkan ilmu tersebut. Maka semua rasa sakit dan perih tidak mereka rasakan sama sekali. Tekat keduanya sudah bulat untuk membalas dendam Kepada Yasin. Apapun resikonya harus aku ambil kata hati keduanyaā¦.!!!
Pikiran yang sudah dikuasai dendam mengalahkan segalanya, tidak mempedulikan apapun kecuali bagaimana cara membalas dendam. Bahkan kodrat sebagai manusia sewajarnyapun sudah tidak mereka pikirkan lagi. Meninggalkan keluarga istri dan anaknya mereka abaikan. Yang ada dalam pikiran mereka hanyalah nafsu amarah untuk membunuh.
Sisi manusianya sudah hampir hilang dikuasai oleh pengaruh jahat khodam yang mereka gunakan. Hidupnya sekarang tak lebih sekedar menjadi sebuah media bagi khodam Jin yang memanfaatkan tubuh mereka untuk menyalurkan keinginan khodam jin tersebut tanpa mereka sadari.
Tanpa mereka sadari dirinyalah yang dimanfaatkan oleh Jin, meski awalnya mereka yang meminta bantuan Jin untuk mencapai tujuannya. Namun dengan bujuk rayu Jin laknat itu pada akhirnya jiwa dan mereka lah yang terbeli dengan harga murah. Dengan menggadaikan sesuatu yang paling berharga yaitu Iman mereka.
Dendam yang membuat mereka gelap mata, sehingga mengorbankan apapun demi tercapainya dan memuaskan nafsu amarahnya. Betapa nistanya hidup mereka, yang sebenarnya perlu dikasihani orang orang tersebut.
*****
Derasnya air terjun yang menyiram tubuhnya tak mereka rasakan, bahkan dinginya saat malam datangpun sudah mereka abaikan. Sehingga tubuh mereka yang secara manusiawi sudah sangat pucat dan seperti kehilangan darah itupun semakin lama semakin lemah. Hanya tekat mereka yang masih bertahan.
Dan menginjak malam ketiga, tepat disaat tengah malam aliran air terjun itu semakin terasa pelan jatuhnya. Dan pada akhirnya seperti berhenti dan secara mendadak air terjun itu justru menyembur keatas. Meski hanya terjadi sekejab dan sekali semburan saja.
Kemudian air kembali jatuh kebawah setelah memudar di atas dan mengguyur tubuh Maheso Suro dan Mento Rogo. Dan sesaat kemudian kedua tubuh lemah yang hampir pingsanĀ Ā itu disambar oleh dalan Anyi anyi jin dengan wajah memuakkan tersebut.
Kemudian keduanya di baringkan disebuah batu besar dan di tutupi dengan ilalang kering. Dengan mengedipkan matanya Jin itu membakar ilalang yang menutupi kedua tubuh Maheso Suro dan Mento Rogo.
Namun yang terjadi kemudian Maheso Suro dan Mento Rogo justru bangkit disaat api sedang membumbung tinggi. Dan mereka meneriakan auman serigala secara bersamaa.
āAauuuunngghā¦..!ā teriakan Maheso Suro dan Mento Rogo bersamaan. Jika saja ada yang mendengarnya mungkin akan auto merinding karena lengkingan suaranya laksana mengoyak keberanian seseorang. Begitu seram seperti tangisan yang menyayat namun juga mengerikan diwarnai aura mistis.
Dan sebenarnyalah hati kecil keduanya pun menangis, namun mau berontak juga tidak mampu karena sudah dikuasai oleh Jin yang bersarang dihatinya. Mungkin itulah yang membuat teriakannya menjadi mengerikan, ada tangisan hati kecil mereka namun ada juga tawa bahagia jin yang mengendalikannya.
āAyyiiiiā¦..ayyiiiiā¦ā¦ayyiiiiā¦. kalian sudah berhasil sekarang, Ayyiiiiā¦..ayyiiiiā¦ā¦ayyiiiiā¦.ā ucap Jin Bopeng itu.
āAauuuuuuuuuuuuunngghhā¦..!ā lengkingan panjang keduanya kemudian disahut lengkingan lengkingan suara yang sama namun tak Nampak ujudnya secara kasat mata. Sehingga menambah aura mistis yang sangat kental di tempat itu.
Suara lengkingan Srigala yang saling bersahutan seakan sedang merayakan pesta kehadiran anggota baru yang baru saja diwisuda.
Joyo Maruto ikut tersenyum melihat keadaan itu, meski tanpa diketahui jika hati kecil kedua muridnya menangis. Tawa yang keluar berupa lengkingan itu adalah atas kendali khodam Jin yang bersarang di tubuh mereka.
āAuuuuuuungh,,,, ampun ki apakah bisa di coba ilmu baru mereka, Auuuunnghā¦?ā ucap Joyo Maruto kepada Jin Laknat itu.
āAyyiiiiā¦..ayyiiiiā¦ā¦ayyiiiiā¦ā¦ salah satu dari kalian maju kesini, Ayyiiiiā¦..ayyiiiiā¦ā¦ayyiiiiā¦.! jawab Jin laknat itu.
Kemudian Maheso Suro yang maju, dan sesaat kemudian Jin itu merapalkan mantera ajian gundolo sosro kemudian menghantam tubuh Mheso Suro hingga hangus terbakar dan tewas seketika.
Joyo Maruto sampai kaget, melihat tubuh Maheso Suro jadi hangus terkena ajian tersebut. kemudian. Jin laknat itu menyuruh Mento Rogo melompati jasad Maheso Suro. Sesaat setelah jasad Maheso Suro di lompati maka tubuhnya kembali utuh dan segar seperti sedia kala.
Kemudian gentian tubuh Mento Rogo yang dipukul dengan ajian yang sama dan hangus terbakar juga. Kemudian gentian Maheso Suro yang disuruh melompati jasad tersebut.
Sama dengan yang terjadi sebelumnya, tubuh Mento Rogo yang sudah hangus itu bangkit lagi dan kembali utuh seperti sebelumnya.
Melihat hal itu Joyo Maruto pun bangga dengan kedua muridnya yang kini ātidak bisa matiā pikir Joyo Maruto.
āAuuuunnghā¦. Hamba juga ingin seperti itu juga ki, Auuuunnghā¦!ā pinta Joyo Maruto.
āAyyiiiiā¦..ayyiiiiā¦ā¦ayyiiiiā¦. kamu akan ku beri yang lain aku akan beri kamu ajian āBantolo Sukmaā ( Bantolo \= bumi ), jika kamu mati tapi masih darahmu masih menyentuh Bumi maka kamu akan hidup lagi. Ayyiiiiā¦..ayyiiiiā¦ā¦ayyiiiiā¦.!!!ā ucap Jin itu.
āAuuuunngh⦠Berikan saya ilmu itu ki, biar saya bisa abadi, Auuuunnghā¦!ā pinta Joyo Maruto kegirangan.
āAyyiiiiā¦..ayyiiiiā¦ā¦ayyiiiiā¦. bertapalah nanti dengan pati geni selama tiga hari kamu tidak boleh terkena sinar matahari. Dan tubuhmu di pendam sebatas leher dan kamu hanya boleh mengambil makanan dan minuman dengan lidahmu saja selama tiga hari itu. Ayyiiiiā¦..ayyiiiiā¦ā¦ayyiiiiā¦.!!!ā kata jin laknat menyesatkan itu.
āAuuuunnghā¦..sendiko dawuh ki auuuunnghā¦.!ā Jawab Joyo Maruto.
__ADS_1
Maka saat itu juga Joyo Maruto menyiapkan lubang yang cukup untuk dia duduk bersila dan dikubur sebatas lehernya. Untuk mendapatkan ajian āBantolo Sukmaā, kemudia mulai melafadzkan mantera mantera yang diberikan oleh Jin penyesat manusia tersebut.
*****
Sementara itu Yasin pun sedang berusaha untuk mendapatkan Gong Simo ludro sebagai sarana mengalahkan Jin Dalang Anyi anyi. Sementara untuk menghadapi Joyo Maruto Yasin tidak mengadakan persiapan khusus. Karena lawan yang sebenarnya adalah Jin tersebut. Sedangkan Joyo Maruto tidak terlalu berbahaya bagi umat manusia dalam arti membahayakan secara Aqidahnya. Apa bila Jin itu sudah berhasil di penjarakan.
Namun kurang diperhitungkan jika Joyo Maruto sudah benar benar menyatu dengan Iblis, hingga merelakan kehidupan wajarnya sebagai manusia. Dan saat ini sudah menjadi setengah manusia setengah siluman. Dan di tambah lagi dengan ber Istijrot menyatukan dirinya dengan Jin Khodam yang sesat. Bahkan sudah mengadakan perjanjian menjadi pengikut jin itu selamanya.
Ā
Yasin yang tengah berjuang bertahan dan menempa kekuatan lahir dan batinya dengan ber kholwat di lereng pegunungan itu Nampak tegar menghadapi semua keterbatasan yang dia hadapi saat itu. makan dan minum seadanya dan secukupnya hanya dari apa yang dia temukan di sekitar tempat itu. dan juga tidurpun sebatas karena lelah dan lupa tertidur saat berdzikir. Diatas batu yang keras dan di alam terbuka bukan di kamar dengan ranjang yang beralaskan kasur dan berselimut.
Yasin tidur berselimut malam dan angin dingin pegunungan, demi Taqorub ilallah ( mendekat kepada Allah ). Semua dilewatinya dengan tabah, meski kadang masih teringat dengan keluarganya di rumah. Dengan Sidiq dan Jafar anaknya yang masih bayi. Juga dengan istrinya yang sering kali bercanda saling tertawa. Juga dengan anggota keluarga lainya. Namun semua perasaan rindu itu dia tahan demi dapat menyelesaikan Kholwatnya.
āHingga suatu malam saat Yasin sedang melantunkan kalimah kalimah dzikrullah dengan khusuknya. Tiba tiba merasa tiupan angin lembut yang sangat dingin karena membawa kabut yang cukup tebal. Sampai jarak pandang pun tidak bisa menembus dua meter di hadapannya.
Dan di tengah rasa dingin itu, Yasin di datangi oleh seorang tua berjubah putih yang tahu tahu sudah berdiri di hadapannya.
āNgger putuku wus wayah e siro bali saiki ugo. Soal gong ora usah semelang sesuk titi wancine siro butuhake. Eyang dewe kang bakal ngeterake neng panggonanmu.ā Kata sosok berjubah itu.
(Ngger cucuku sudah saatnya kamu pulang sekarang juga, masalah gong itu gak usah khawatir besuk saat kamu membutuhkan. Eyang sendiri yang akan mengantarkan ke kamu.)
āPanjenengan puniko sinten eyang ?ā Tanya Yasin.
(Anda siapa Eyang )
āIngsun kang wektu semono biantu siro soko Joyo Maruto, Ingsun iki isih kalebu leluhurmu kanga ran Mustolih. Ndang balio saiki, sak durunge siro bondoyudo karo Joyo Maruto lan Dalang Anyi anyi isih ono tugas kang kudu siro ayahi. Kanggo katentremane warga masyarakat ing dusunmu lan sak kanan kiringe.ā Jawab sosok yang mengaku bernama Eyang Mustolih itu.
( Aku yang waktu itu bantu kamu melawan Joyo Maruto, aku masih termasuk leluhur kamu yang bernama Eyang Mustolih. Segeralah pulang sekarang, sebelum kamu melawan Joyo Maruto dan dalang Anyi anyi masih ada tugas yang harus kamu laksanakan. Untuk ketentraman warga dusunmu dan kanan kirinya.)
āKulo sampan diweling pareng wangsul menawi sampun beto Gong kasebat Eyang.ā Jawab Yasin.
(Saya sudah di pesan boleh pulang kalo sudah membawa gong tersebut Eyang.)
āSiro ojo khawatir perkoro iku, wektu iki barang kasebut lagi digunaake kanggo perlu liyane kang ugo wigati. Sesuk Eyang dewe kang bakal ngeterake marang Sliramu. Wektu soyo mepet amargo beboyo bakal tumeko maneh kang biso nemahi perloyo ne poro wargo dusun. Mulo ngger slametno disik wargo dusun soko rojo pati.ā Kata sosok itu.
Sosok itu menghilang dan Yasin terbangun dari tertidurnya yang masih memegang Tasbih di tangannya.
āApakah aku bermimpi, karena rindu rumah atau memang ini beneran petunjuk agar aku cepat pulang karena sedang terjadi bahaya di dusun ku dan dusun sekitar ?ā Tanya yasin dalam hati.
Kemudian Yasin kembali berdzikir memastikan apakah itu petunjuk atau sekedar cobaan agar usaha kholwatnya gagal.
Kemudian Yasin melanjutkan dzikir dengan berjalan mengitari tempat itu sambil memandang kea rah dusunya yang cukup Nampak dari tempatnya berdiri. Dalam pandanganya Yasin melihat beberapa bola api yang secara beruntun menghantam ke arah dusunnya dan dusun dusun sekitarnya.
āItu adalah laku ( Jalannya ) Jin yang membawa mala petaka bagi warga.ā Kata Yasin dalam hati.
Kemudian Yasin mencoba mengaitkan peristiwa itu dengan mimpi yang barusan di alaminya. Dan kemudian Yasin memutuskan untuk mengikuti apa kata sosok berjubah itu dan segera meninggalkan tempat itu untuk pulang ke rumahnya.
Dengan berjalan kaki Yasin segera meninggalkan tempat itu untuk menuju ke rumahnya.
*****
Di rumah Yasin
Author POV
āJangan sampai kita terlena dengan keadaan beberapa malam terakhir yang tidak ada gangguan sama sekali. Malam ini kita tetap harus waspada, karena bukan tidak mungkin musuh saat ini sedang mempersiapkan sebuah kekuatan dan rencana yang lebih jahat.ā Kata Tohari kepada Sena, Farhan dan Zulfan.
Tohari memperingatkan ketiganya untuk tetap waspada dan selalu melakukan patroli dan menyambangi warga dusun yang sedang bersiskamling. Karena sejak terbunuhnya ki Soma keberanian warga dusun kembali bangkit untuk melakukan perlawanan. Paling tidak mereka bisa menyaksikan sendiri jika makhluk tersebut masih bisa dilawan dan di kalahkan.
Sehingga beberapa orang muncul keberanian, dan juga ikut berlatih kanuragan di tempat Yasin. Meski Yasin sendiri tidak di rumah. Namun tugas melatih di handle oleh Tohari dan Sena. Sedangkan yang lain lebih mempelajari doa doa penolak gangguan kepada Farhan dan Zulfan.
Namun belumlah selesai mereka berbicara di kejutkan dengan kehadiran seorang warga dari dusun sebelah yang datang tergopoh gopoh dan ketakutan.
āToloooong pak,,, ada korban lagi tahu tahu seseorang warga kami jatuh bersimbah darah. Tapi tidak kelihatan ujud yang menggigitnya. Dan saat ini masih terjadi kehebohan di dusun kami.ā Kata seorang warga yang ketakutan.
āTenang dulu pak, apa yang terjadi sebenarnya ?ā Tanya Tohari.
__ADS_1
Kemudian orang tersebut menceritakan jika saat sedang meronda mendengar suara seperti suara Serigala yang bersahuta, namun di cari di sekitar tempat itu tidak ada ujudnya. Padahal suaranya sangat jelas dan dekat sekali. Namun tiba tiba seorang warga menjerit dan jatuh dengan luka bekas gigitan di lehernya yang masih mengeluarkan darah segarnya.
Kemudian Tohari pun mengajak Sena ke lokasi tersebut. Sementara Zulfan dan Farhan di rumah membantu menghalau dengan doa doa serta menjaga kemungkinan kemungkinan buruk jika ada yang mau menyerang orang di rumah itu.
Sesampai di lokasi, Tohari masih melihat orang yang tergigit serigala gaib tersebut. dan juga mendengar juga suara suara serigala Hutan yang bersahutan.
āSena, gunakan indera keenam kamu sekarang jugaā¦!ā perintah Tohari kepada Sena.
Senapun segera membuka mata batinnya, demikian juga Tohari sudah membuka juga mata Batinnya. Sehingga mampu melihat beberapa sosok seperti serigala yang tidak kasat mata.
āKang banyak sekali serigala Gaib disekitar sini, dan itu jelas bukan Maheso Suro maupun Mento Rogo.ā Kata Sena pada Tohari.
āIya, rupanya mereka benar benar sudah menyatu di alam jin dengan makhluk makhluk itu. semoga saja Yasin cepat menyelesaikan tugasnya dan cepat pulang kerumah.ā Ucap Tohari.
ā Berarti itu adalah suruhan mereka Kang ?ā Tanya Sena.
āSudah tentu, mereka benar benar ingin menghabisi kita semua. Jadi kita harus benar benar waspada, karena jumlah mereka seratus kali lipat dari yang hadir disini saat ini.ā ucap Tohari.
āapa yang harus kita lakukan sekarang kang ?ā Tanya Sena.
āUsir atau habisi mereka satu persatu saat ini, meskipun resikonya besuk akan datang lebih banyak lagi.ā Kata Tohari.
Kemudian Sena dan Tohari menghalau serigala serigala gaib itu dengan segenap tenaganya. Sehingga pertarungan yang tidak kelihatan musuhnya itu berlangsung dengan serunya. Karena jumlah serigala gaib cukup banyak, Sena dan Tohari pun agak kerepotan. Bahkan baju Sena pun terkoyak di beberapa tempat meskipun tidak sampai mengkoyak kulitnya.
Warga hanya bisa menonton dengan khawatir karena tidak mampu melihat ujud lawan yang dihadapi Sena dan Tohari.
āSena gunakan seluruh kemampuanmu, giring sebagian mereka menjauhĀ Ā aku akan pukul mereka dengan jurus āYAā biar sebagian pergi.ā Kata Tohari.
āSenapun segera mengikuti perintah Tohari. Meski agak kerepotan juga karena jumlah yang cukup banyak.
Sehingga cukup sulit bagi Tohari menggunakan jurus āYAā karena salah salah bisa mengenai Sena juga.
āCepat kamu agak menjauh Sena, sebelum kita kehabisan tenaga jumlah mereka sekarang semakin banyak.ā Ucap Tohari yang juga mengalami kerepotan. Bahkan kain bajunya juga sudah mulai ada yang terkoyak meski tidak mengkoyak kulitnya jugaā¦.???Ā Ā
...........
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...ššš...
Ā
Ā
Ā
Ā
__ADS_1