Isyaroh

Isyaroh
Lawan Ki Soma yang berubah serigala


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


"Auuuuuunnggh... sudah kepalang basah, kita sudah menjadi begini. kita harus tuntasksn dendam kita pada bocah itu. habisi orang orang terdekat nya dulu. baru dia yang terakhir. agar dia merasakan sakit hati yang sangat dalam. " Ucap Joyo Naruto.


"Auuuungh... baik guru, kita mulai dari tetangga tetangga nya dulu. aku sudah haus darah segar manusia guru. " Ucap Mentok Rego.


"Auuuungh... ide bagus aku juga merasakan haus darah manusia." sahut ki Soma.


keempat sosok itu memang tak lagi bisa disebut manusia. karena perwujudan nya dan perangai nya sudah tidak sama dengan manusia lumrah.


Bahkan demi memuaskan hasrat siluman nya binatang ternak pun di hisap darahnya hingga menimbulkan kegaduhan di beberapa pedusunan.


Dan berita itu menyebar luas sampai ke telinga Yasin.


*****


Yasin POV


"Masya Allah,,, ada apa lagi ini kenapa datang lagi sebuah masalah baru. " ucap Yasin pada Fatimah istriku.


"Sabar dulu mas, itu kan baru berita yang belum jelas kebenarannya." ucap Fatimah.


Tapi gak mungkin ada Asap kalo gak ada Api Fatimah." jawabku.


"Maksut Fatimah, kita tunggu dulu kebenarannya baru nanti direncanakan langkah nya." ucap Fatimah.


"Mau gak mau kita harus indang Sena dan lainya lagi. Biar aku bisa konsentrasi bantu pak Yadi dalam identifikasi korban. " Jawabku.


Kemudian aku pun mengontak Sena dan Sultan yang baru beberapa hari pulang.


Sementara Farhan biar nanti belakangan karena jarak juga cukup jauh.


Sekalian nanti sama kang Tohari jika perlu, pikirku.


"Udah mas istirahat dulu saja, biar besuk bisa fresh saat jalan sama pak Yadi." Ucap Fatimah.


Kemudian aku pun tertidur disamping Fatimah Jafar anakku. Selagi ibu mertua memberi wejangan pada Khotimah tentang rencana menikahkan dia dengan Candra besuk bersama an dengan Aqiqoh buat Jafar.


Aku bangun atau dibangunkan Fatimah tepatnya, ketika sudah terdengar kumandang adzan Subuh.


Kemudian aku sekeluarga melaksanakan sholat Subuh berjama'ah kecuali Fatimah yang masih dalam masa Nifas k?arena belum 40 hari.


Kami menggunakan pendapat Imam Ghazali yang mengatakan Nifas sedikit nya 40 hari dan plg banyak 60 hari.


Jika kurang dari 40hari maka dianggap belum tuntas. Dan jika sudah lebih dari 60 hari masih keluar darah. Itu masuk kategori Istihadhoh atau darah penyakit. Sudah wajib Sholat dengan tata cara khusus.


Setelah usai menjalankan Sholat Subuh dan wirid berjamaah aku melanjutkan obrolan dengan Fatimah sambil ngopi.


"Nanti aku mau sekalian mencari info tentang banyaknya hewan ternak yang mati misterius." ucapku pada Fatimah.


"Secepat itu kah kamu mau bertindak mas?" tanya Fatimah.


"Lebih cepat lebih baik, sapa tahu ini ada kaitannya juga dengan masalah yang aku hadapi. Dikarenakan masalah ini muncul setelah Joyo Naruto kabur dari markas nya." jawabku pada Fatimah.


Kemudian ibu mertua ku muncul dan ikut nimbrung bicara.


"Sebentar ibu menyela dulu, ibu cuma mau menyampaikan jika Khotimah sudah bersedia untuk dinikahkan dengan Candra saat Aqiqah buat Jafar nanti." Ucap Ibu mertua ku.


"Alhamdulillah kalo begitu nanti saya hubungi Candra buk. biar dia juga mempersiapkan diri. " kataku.


"Yasudah kalian lanjutkan lagi obrolan kalian, ibu mau berangkat belanja ke pasar." kata ibu mertua ku.


kemudian aku dan Fatimah melanjutkan obrolan kami hingga hampir siang. Fatimah yang sambil menyusui Jafar kemudian berpamitan untuk memandikan Jafar.


Baru saja Fatimah meninggal kan aku, pak Yadi tahu tahu sudah datang. Sehingga membuat aku kaget karena datang sepagi itu.


"Assalamu'alaikum pak..!" Sapa pak Yadi.


"Wa'alaikummssalam pak Yadi, kok pagi pagi sudah siap dinas. Apa ada hal mendesak yang harus dibicarakan pak?" tanyaku.


"Betul pak, info terkini bukan hanya binatang ternak yang mati dihisap darahnya. Bahkan semalam ada warga yang ditemukan tewas dengan leher berlubang dan tubuh mengering kehabisan darah.! " jelas pak Yadi.


"Innalillahi WA inna ilaihi rajiun... di dusun mana itu pak?" tanyaku ke pak Yadi.


"Tidak terlalu jauh dari sini pak, kira kira hanya tiga kilo meter dari sini." Jawap pak Yadi.


Sejenak aku tercengang mendengar penjelasan pak Yadi.Teringat 'mimpi'ku dulu ketika melihat banjir lumpur dan darah di kawasan ini hingga menimbulkan banyak korban jiwa. Serta suasana pedusunan yang mendadak jadi sangat sunyi dan mencekam.


Apakah mimpi itu bakalan terjadi saat ini? Dimana masalah yang terjadi kemarin saja belum tuntas. Apakah justru ini ada kaitannya dan menjadi rentetan peristiwa yang berkesinambungan, batinku.


"Gimana pak apa bisa kita menengok kesana, karena sampai sekarang belum ada yang berani menangani mayat itu?" Tanya pak Yadi.


"Boleh pak, saya pamitan istri saya dulu." Jawabku.


kemudian aku meninggalkan pak Yadi menemui Fatimah istriku.


"Fat, aku mau keluar sekarang sekalian lihat orang yang jadi korban misterius semalam. Kata pak Yadi sekarang sudah bukan hanya binatang Ternak yang jadi korban tapi juga manusia." Jawabku.


"Innalillahi WA inna ilaihi rajiun... ya mas hati hati saja. Segera ajak Sena dan lain-lain untuk membantu." Ucap Fatimah.


"Iya sudah aku hubungi mereka. Aku berangkat dulu ya." Pamitku.

__ADS_1


Kemudian aku segera menemui pak Yadi untuk berangkat menuju rumah korban.


Dan kami pun segera menuju kerumah korban yang dimaksud.


sesampainya di rumah korban aku terpanjang melihat kondisi korban yang melotot dan lidah terjulur keluar.


Pantas tidak ada yang berani mengurusi korban, ujutnya sangat mengerikan begitu, batinku.


Tanpa menunggu lama aku mencoba menyempurnakan kondisi mayat. Dengan mengirimkan surat al fatihah dan doa juga menyebutkan nama aslinya.


Alhamdulillah atas ijin Allah mayat itu dapat terpejam dan tertutup mulutnya. Sehingga tidak menimbulkan rasa seram.


Kemudian segera ditangani oleh Rois setempat dan dibantu warga, setelah pak Yadi melakukan pemotretan dan identifikasi korban.


"Ini kasus yang misterius lagi pak, dan mungkin masih bisa terulang lagi." kata pak Yadi.


"Iya pak, kayaknya memang ada keterkaitan dengan kasus yang dulu." Jawabku.


Setelah proses pemandian selesai aku ikut mensholatkan kemudian pergi bersama pak Yadi.


"Kita bagi tugas saja pak, bapak konsen dengan kasus misterius lagi. Biar soal identifikasi saya selesaikan sendiri saja." kata Pak Yadi.


"Baik pak, kalo begitu antar saya pulang dulu saja. Biar saya koordinasi dengan saudara saudara saya." Jawabku.


Kemudian pak Yadi mengantarku pulang, dan sampai di rumah aku langsung koordinasi dengan orang rumah.


"Kita giatkan lagi Mujahadah, kondisi sekarang semakin kritis. Kalo perlu adakan Mujahadah kubro. " kataku.


"Apa beneran ada korban manusia juga?" Tanya Fatimah padaku.


"Iya aku sudah menyaksikan sendiri tadi." jawabku.


"Masyaa Allah segera hubungi kang Salim mas. biar segera dapat diatasi." ucap Fatimah.


"Nanti dulu, jangan buru buru kang Salim juga pasti sedang memikirkan cara penyelesaian." jawabku.


*****


Begitulah kondisi pedusunan sekitarku yang mulai timbul kepanikan bahkan sampai merembet ke dusunku sendiri sehingga warga banyak yang tidak berani keluar malam.


Sena dan Zulfan datang ke rumah bersama Nurul.


Kami langsung berkoordinasi untuk bersama sama menghadapi kasus misterius ini.


"Nanti malam, Zulfan pimpinan Mujahadah. Aku dan Sena keluar patroli wilayah." Jelasku.


"Mas berdua harus hati hati ya. Bawa semua peralatan yang sekiranya diperlukan."


ucap Zulfan mengkhawatirkan kami.


"Insya Allah Aku dan Sena akan selalu siaga dengan segala kemungkinan." jawabku.


Dan setelah Mujahadah aku dan Sena segera mempersiapkan diri untuk melakukan patroli.


Bahkan Pos Pos Ronda yang biasanya selalu ada orang juga tampak sepi tak ada kehidupan.


sampai di sebuah persawahan di dekat sebuah dusun. Kami melihat sesuatu yang mencurigakan. dan kami menghentikan motor kami. Berjalan mengendap mengikuti sesosok bayangan hitam yang wajahnya penuh di tumbuhi bulu itu.


Saat bertatap muka, aku dan Sena jadi merinding karena sekilas seperti mengenal wajah itu. Namun anehnya sorot matanya yang tajam dan berwarna merah. Serta saat menyeringai memperlihatkan taringnya yang panjang.


"Bukankah itu seperti wajah Maheso Suro?" ucap Sena.


"Jasadnya memang Maheso Suro, tapi isinya adalah iblis laknat." jawabku.


"Rupanya itu yang sudah menimbulkan keresahan warga penduduk di sekitar sini." ucap Sena.


"Sena kamu kerahkan seluruh kemampuan kamu sekarang. Kita lawan makhluk itu berdua, karena dia bukan Maheso Suro yang dutu lagi. " kataku.


"Baik mas, aku akan kerahkan semua yang aku mampu." Kata Sena.


Kemudian Aku dan Sena melompat mendekati sosok yang mirip Maheso Suro tersebut.


Namun diluar dugaan ku makhluk itu lantas melemparkan baru sebesar meja ke arah kami dengan entengnya. Namun kemudian lari secepat angin.


kami agak kesulitan mengejar nya, namun masih mampu melihat dia berlari dan berbelok.


Sehingga kami pun mengejar nya lagi.


Dan sosok itu lari menjauh dari dusun menuju ke sebuah hutan.


"Tidak usah dilanjutkan untuk mengejar, mungkin ini jebakan untuk menggiring kita.! " kataku pada Sena.


Akhirnya aku dan Sena berniat untuk kembali pulang.


Namun dalam perjalanan pulang, kami mendengar sebuah teriakan nyaring yang menakutkan.


"aaaaakhhhhg.... toloooonng.,.. ! " Teriak seseorang yang terpotong jeritan nya kemudian hilang.


kemudian aku dan Sena menuju ke arah tersebut.


Dan tak kusangka orang yang menjerit tadi menggelepar gelepar berusaha berontak karena darahnya di hisap dari leher nya.


Tanpa pikir panjang aku lempar makhluk yang sedang hisap darah itu dengan batu.


lemparan ku tepat mengenai kepalanya namun seperti tak dirasakan makhluk itu terus menggigit leher orang itu hingga orang itu lemas terkulai.


Aku mendekat dan memukul makhluk itu dengan pukulan tangan kosong, Pukulan ku kulandasi dengan tenaga dalam yang cukup. Hingga membuat makhluk itu terpental jauh.


namun bangkit lagi dan meraung keras... !


"Auuuungh... Ghhhrr kalian lagi... !" kata makhluk itu.

__ADS_1


Aku dan Sena Kaget melihat sosok itu sepertinya dia aku kenali."


"Sena bukanlah itu adalah ki Soma, kenapa dia juga jadi seperti itu?" Tanyaku ke Sena.


"Iya, tampaknya dia juga mengenal kita, bagaimana sebaiknya? " tanya Sena.


" Mau gak mau, kita ringkus dia sekarang, jika tidak ada pilihan kita habisi saja Dia sekalian, dari pada membahayakan orang banyak." Jawabku.


"Baiklah mas, kita gunakan senjata apa buat meringkus dia?" Tanya Sena.


"Aku gak bawa senjata tajam, hanya bawa doble stik Kamu bawa senjata apa gak Sena?" tanyaku pada Sena.


"Sena gak bawa senjata mas, Sena kira lawan kita adalah makhluk Astral." Jawab Sena.


"Kalo begitu kamu awasi saja biar aku coba hadapi makhluk itu sendiri dulu. kamu awasi sambil lihat kondisi orang itu masih hidup apa gak?" pintaku Pada Sena.


kemudian Sena mendekati orang itu, sementara aku berusaha melawan dan meringkus sosok yang berujut Ki Soma tersebut.


Tak mau ambil resiko karena mengetahui kekuatan makhluk itu yang luar biasa. Aku segera mengeluarkan doble stik ku dan langsung menyerang makhluk itu dengan pukulan doble stik ku.


Dengan putaran kencang dan tertuju ke kepalanya, doble stik ku ku pukulkan ke arah makhluk itu. putaran kayu ujung doble Stik ku yang menghujam keras kepala nya tak dapat dihindari.


Bletak...


suara doble stik ku menghantam kepala nya.


dan kemudian segera ku ulangi dengan pukulan menyamping dengan member gerakan doble stik ku kearah pelipis makhluk itu.


Dan...


Bletak...


kedua kalinya doble stik ku mendarat di kepala makhluk itu.


Namun sungguh diluar dugaan ku makhluk itu hanya terjatuh dan segera bangkit lagi dan bersiap menyerang aku.


Aku tak ingin memberi dia kesempatan menyerang ku. Dengan segenap kemampuan jurus ku aku sera mendarat kan pukulan doble stik ku beberapa kali ke tubuhnya.


dari mulai menyerang iga kepala sampai mengincar lima titik mematikan bagi manusia.


Namun aku kembali dibuat kecewa, karena meskipun serangan ku bisa mengenai sasaran yang tepat di lima titik mematikan. Namun bagi makhluk itu seperti tak dirasakan sama Sekali.


"Benar benar sudah bukan manusia lagi kamu... !" ucapku ke makhluk itu.


"Auuuungh... aku tak bisa kau bunuh lagi sekarang. justru aku akan membunuhmu pelan pelan. Namun tidak hari ini. Aku akan memulai dari keluarga mu dulu, biar kamu menyesal telah mencampuri urusanku., Auuuungh.... !" ucap Makhluk itu yang membuat emosiku naik ke ubun-ubun.


Tapi aku ingat akhirnya gak boleh lepas kontrol akhirnya aku menyimpan kembali doble stik ku.


Aku harus melawan dia dengan kekuatan lahir batin


agar bisa mengetahui kelemahan nya.


Aku membentengi diri dulu dengan doa doa perlindungan. dan mempersiapkan seluruh kemampuan energi ku untuk melumpuhkan nya.


Dan Akhirnya aku kembali menyerang dia, kali ini dengan tangan kosong yang Ku lapisi dengan tenaga ekstra dari dalam tubuh.


Adu pukulan dan kekuatan tak bisa di hindari, namun aku agak keteteran. karena meski lebih banyak menyarangkan pukulan dari pada menerima pukulan.


Namun pukulan ku tidak dirasa, dan justru pukulan dia yang hanya satu dua kali mengenalmu terasa sangat sakit. bahkan saat dadaku terkena pukulan dia.


aku tersebut mundur beberapa langkah, dan dadaku terasa sangat sesak nafasku terasa nyeri.


"Mas kamu gak papa??" tanya Sena saat aku terdorong mundur kena pukulan makhluk itu.


"Gak papa, aku masih bisa bertahan. " kataku


"Kita lawan berdua saja mas !" pintar Sena.


"Tidak, minggirlah, akan ku gunakan jurus pamungkas jurus hijaiyah jurus 'YA' agak menjauhlah sedikit dariku. !" kataku pada Sena.


Kemudian Sena mundur agak jauh, dan aku segera mengambil posisi memainkan jurus 'YA' untuk melawan makhluk itu.


Makhluk itu menatap tajam kearah ku dan kemudian melompat ke arahku dengan merentang kan kedua tangan nya dan siap mencabik kulit daging ku dengan kuku kukunya yang tajam....!!!


Mohon maaf agak terlambat up.


ada giat di RL sampai malam. 🙏


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


 


__ADS_2