Isyaroh

Isyaroh
Yasin vs Mento Rogo


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode lalu


Author POV


Saat Yasin dihajar Mento rogo dan tidak diberi Waktu untuk membuka mata batin. Joyo Maruto sudah sangat senang dan mengira Mento rogo akan mampu mengalahkan Yasin. Namun ternyata Yasin mampu menjebak Mento Rogo tanpa harus membuka mata batinya.


Sehingga timbul niat licik Joyo Maruto untuk menyerang Yasin dengan Ajian ilmu kelabang Sayuto.


Dan segera Joyo Maruto menyerang Yasin dari jauh dengan pukulan kelabang Sayuto. Sementara Yasin masih mencoba mendekati Mento Rogo.


Sehingga Tohari berteriak kepada Yasin.


“Gunakan ‘Ya’ untuk hadapi kellabang Sayuto.” Teriak tohari kepada Yasin yang sedang mendekatai Mento rogo….????


*****


segera Yasin menggunakan jurus akhir dari jurus sucinya dan secepat kilat mengerahkan seluruh tenaganya menepukkan telapak tangannya ke tanah dengan menghadapkan wajahnya kea rah Joyo maruto. Terpaan tenaga dalam kelabang Sayuto yang hampir mengenai Yasin berbenturan dengan jurus suci yang dikeluarkan Yasin. Meski tidak berbalik ke arah Joyo Maruto seperti yang dilakukan Tohari namun pukulan tenaga dalam Joyo Maruto itu tertahan dan justru mengarah kepada Mento Rogo yang terkapar beberapa meter didepan Yasin. Sehingga tak bisa dihindarkan lagi. Pukulan Joyo Maruto itu justru mengenai muridnya sendiri hingga menjerit kencang kesakitan terkena pukulan gurunya Sendiri.


Hal yang tidak diperhitungkan sama sekali oleh Joyo maruto yang sedang kalap. Sehingga secepat kilat Joyo maruto menyerang yasin dengan ajian ‘Suro Marutonya’ namun cepat diketahui oleh Tohari saudara Yasin yang dengan sigap menarik yasin dari tempatnya dan di bawa ketempatnya berdiri. Sehingga serangan joyo Maruto pun hanya mengenai Angin.


Mengetahui serangannya gagal Joyo maruto tidak mau melanjutkan menyerang karena nyawa muridnya Mento Rogo sedang terancam. Sehingga memilih membawa Mento Rogo pergi dari lokasi pertempuran dan mengucapkan kalimat tantangan.


“Tunggulah sampai tetua kami datang, aku tidak akan diam menerima penghinaan ini.” ucap Joyo maruto sambil membawa Mento Rogo dan diikuti oleh ki Soma yang membobong tubuh Maheso Suro.


Dan berakhirlah pertempuran tersebut dengan kekalahan murid murid Joyo maruto. Namun belum berarti semuanya berakhir. Karena Joyo Maruto dan muridnya langsung pergi kesuatu tempat untuk menemui Pimpinan jin yang dipujanya yaitu Jin Dalang Anyi Anyi. Untuk meminta bantuan agar dapat membalaskan dendam kepada Yasin.


Dan sampailah joyo Maruto kedalam sebuah goa kecil dan lembab yang merupakan kerajaan Jin. Memang tempat lembab dan gelap itu adalah kegemaran jin. Dan disitulah Joyo Maruto menaruh tubuh Mento rogo dan Maheso Suro. Karena keduanya sama sama pingsan dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Sementara ki Soma yang sudah terlanjur basah hanya mengikuti saja apa perkataan Joyo Maruto. Meski awalnya dia kurang setuju untuk mengikuti Joyo Maruto, hanya karena tidak mampu melawan sehingga terpaksa mengikuti kemauan Maheso Suro.


Sesaat kemudian Joyo Maruto mengadakan ritual pemanggilan Jin dalang Anyi anyi tersebut.


*****


Sementara di Lokasi pertempuran


Yasin yang diselamatkan oleh Tohari dan lepas dari serangan Joyo maruto itupun mengucapkan terimakasih kepada saudara tuanya itu.


“Terimakasih kang sudah menyelamatkan nyawaku ini.” kata Yasin.


“Tidak usah berterimakasih padaku,bersyukurlah kita masih diberi keselamatan.” Ucap Tohari.


 “Alhamdulillah kang, tapi tadi aku sempat merasakan sesak saat benturan tenaga dalam dengan Joyo Maruto.” Kata Yasin pada Tohari.


“Itulah karena kamu taraf keyakinanya belum optimal, kamu masih sering mengandalkan kekuatan fisik kamu sehingga kekutan dari dalam tubuhmu terhambat keluar. Besuk malam latihan lagi sebelum aku kembali dan mencari garis keturunan yang lenyap. Ingat saat ini pun Joyo Maruto sedang mempersiapkan dan mengundang dalang Anyi anyi untuk melawan kita berlima. Makanya kita harus segera menyelesaikan pekerjaan kita.” Ucap  Tohari.


“Iya kang, tapi sekarang sudah gak terasa sakit kok hanya kaget tadi merasakan panas dan sesak nafasku saat benturan terjadi.” Kataku.


“Tampaknya dalam tiap pertarungan kamu selalu mengalami teledor atau lengah karena kadang menyepelekan lawan atau terlalu sembrono. Jadi meskipun kamu selalu selamat pasti juga mengalami luka cukup serius.” Ucap Tohari.


“Iya kang, kadang gak puas kalo gak ledekin musuh mancing dia biar emosi.” Jawab Yasin.


“Meski begitu jangan sampai kamu lengah, untung saja kamu mewarisi strateginya mbah Sidiq Ali. Kalo gak kamu sudah dihabisin lawan kamu tadi. Karena tidak diberi kesempatan membuka lathoif nafsi mu.” Ucap Tohari kepada Yasin.


“Iya maafkan saya Kang.” Ucap Yasin menyesali keteledoranya.


“Yaudah lain kali jangan begitu, dan strategi kamu itu memang cukup jitu. Tapi jika medan pertarungan tidak disini bagaimana kamu bisa mengetahui keberadaan Mentor Rogo. Misal tidak ada daun kering yang berserakan ?” Tanya Tohari.


:Dari pijakan kakinya di tanah kang, karena setiap pijakan kaki tentu akan menimbulkan jejak.” Jawab Yasin.


Tohari pun sampai geleng geleng kepala mendengar jawaban Yasin.


“Iya sih, tapi itu juga butuh waktu, intinya kamu jangan sampai lengah lagi karena lawan kita bukan tambah ringan tapi jauh tambah berat besuk. Sekarang kita kembali kerumah, besuk jangan lupa saat penggerebekan meski Joyo Maruto tidak berhasil kita tangkap. Besuk di bongkar tempat penguburan jenazah tumbal yang dikorbankan Joyo Maruto. Biar Joyo Maruto juga jadi buronan yang berwajib dengan pasal pembunuhan berantai dan terencana.” Ucap Tohari kepada Yasin dan Sena.


Kemudian mereka segera meninggalkan tempat itu menuju ke rumah Yasin.


*****


Di rumah Yasin


Yasin POV


Sesampai dirumah aku langsung membersihkan badan dan minta tolong Fatimah Istriku membuatkan minuman bagi kami bertiga. Karena Jafar anakku sudah bobok bahkan juga ditemani Sidiq juga bersama ibuk mertuaku.


“Iih Sidiq kenapa ikut bobok di kamar Jafar Fat ?” tanyaku paa Fatimah saat keluar dari kamar mandi.


“Iya tadi gak tahu kenapa, Jafar rewel  dan Farhan serta Zulfan masih bermujahadah. Eeh Sidiq yang ngajakin Jafar bercanda terus diem. Dan Sidiq ikut tiduran disitu sampai ikut tertidur. Udah biarin saja, biar Fatimah yang ngalah tidur dikamar Sidiq.” Jawab Fatimah.


“Tapi kamu kan masih masa Nifas Fat ?” tanyaku.


“Lah emang kenapa kan Cuma tidur jangan mikir ngeres ah…!” ucap Fatimah sambil Manyun.


Padahal aku juga Cuma godain saja dah lama gak godain istriku sejak melahirkan Jafar.

__ADS_1


Akhirnya kami melanjutkan pembicaraan di ruang mujahadah karena mau tidur juga tanggung sebentar lagi subuh.


“Makasih mbakyu, minumannya jadi ngrepotin nih.” Ucap Sena.


“Ah biasa saja kok, biasanya juga suamiku jam segini bangun.” jawab Fatimah.


“Wah suami mbakyu rajin tahajut ya ?” Tanya Sena.


“Gak bangun ngopi doing tahajutnya mah jarang.” Jawab istriku sambil senyum geli.


Aku jadi merasa sebel lalu kucubit pipinya.


“Gak boleh bongkar aib suami begitu Fatimah…!” kataku.


“Kan buka Aib Cuma ngopi doang kok.” Balas Fatimah dan ikut duduk menemaniku.


“Tapi memang bener sih, aku sering bangun malam jam segini tapi gak mesti tahajut kadang Cuma ngopi doing sambil apa saja. Kadang juga lihat lihat berita berita di tv kalo gak malah lihat film film horror meski jelas bohongnya tapi lucu. Dari pada kebohongan yang dibungkus rapi seperti beneran.” Gurauku.


“Aah mas Yasin nih pembicaraanya sudah mengarah politis sekarang.” Sahut Sena.”Gak kok Cuma iseng aja habis mau ngomongin apa. Mau ngomongin orang jadinya ghibah kalo bener, kalo salah jadinya Fitnah, wkakaka…!” gurauku.


“Lah kayak udah gak ada yang bisa diomongkan yang lain saja.” Komentar kang Tohari.


“Iya iya kang ini Cuma intermeso aja kok. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya kang ?” tanyaku pada kang Tohari.


“Nanti kamu berangkat ke markas joyo maruto jam berapa ?” Tanya Kang Tohari.


“sekitar jam 9 pagi kang ?” jawabku.


“Lah memang mas mau kesana lagi nanti, mau ngapain lagi ?” Tanya Fatimah.


“Sabar dik, suamimu nanti kesana mau membongkar makam orang orang yang dijadikan tumbal oleh Joyo Maruto.” Ucap kang Tohari.


“Innalillahi…. Ada berapa yang jadi korban mas ?” Tanya Fatimah kepadaku.


“Yang aku tahu kemarin kayaknya ada tiga makam baru tapi diratakan tidak dibuat lebih tinggi dari tanah sekitarnya.” Jawabku.


“Tiga itu yang baru, sama yang dulu dulu lebih dari tujuh itu…!” kata kang Tohari.


“Serius kang ?” tanyaku pada Kang Tohari.


“Iya nanti bongkar saja seluruh isi rumah sekalian, ada juga yang di semayamkan di dalam padepokan.” Jawab Kang Tohari.


“Fatimah jadi merinding nih, jadi takut masuk kamar sendirian.” Kata Fatimah.


“Ehhm takut apa kangen suami kamu dik, udah ama ditinggal pergi terus ya ?” goda kang Tohari.


“Enggak kok kang beneran Fatimah jadi merinding tiba tiba kayak ada yang ngikutin kalian rasanya.” Jawab Fatimah.


Kang Tohari jadi mengernyitkan Alisnya, kemudian memandang aku dan Sena bergantian.


Aku dan Sena saling berpandangan, mengingat kemana saja tadi melangkah saat di sana.


“Gak tu kang, kan kita disana kita tadi bersama terus ?” ucapku pada Kang Tohari.


“Gak ada yang gak beres, bener kata istrimu ada yang mengikuti kita dan minta tolong untuk dikuburkan secara layak. Coba bangunin Farhan dan Zulfan biar mereka yang menangani.” Ucap kang Tohari.


“Mereka tidur disebelah mana mbakyu ?” Tanya Sena ke Fatimah.


“ Zulfan Itu disamping kamar Sidiq sama Farhan.” Jawab Fatimah.


Kemudian Sena masuk kamar yang dimaksut Fatimah  Zulfan dan Farhan pun kemudian bangun dan ikut ngobrol setelah kekamar mandi lebih dulu.


“Ada apa kang memanggil kami ?” Tanya Farhan masih sambil ngantuk.


“Coba kamu cek apa ada yang mengikuti kami dari bangsa yang Nampak oleh mata. Dari markas yang kami serbu semalam ?” kata kang Tohari ke Farhan dan Zulfan.


“Mas Yasin tu…!” sahut Farhan.


“Aku kenapa ?” tanyaku Heran.


“Mas tadi mengambil tulang kaki manusia yang dulu dikubur tapi tidak terlalu dalam.” Ucap Farhan.


“Gak kok, aku gak ambil apa apa tadi !” jawabku.


“Iya mas, mungkin mas gak ngira itu tulang kaki manusia terus mas patahkan.” Jawab Farhan.


Aku jadi berpikir sejenak, mematahkan Tulang manusia, apa mungkin yang akau kira Kayu tadi adalah tulang kaki manusia, pikirku.


“Tunggu mas sebentar.” Kata farhan kemudian mengajak Zulfan keluar rumah. Mereka berdua tampak seperti sedang mengobrol berdua, namun kadang dua duanya juga diam seperti mendengarkan orang lain yang sedang bicara. Setelah beberapa saat dia masuk kembali kedalam rumah.


“Jadi begini mas, dulu beberapa tahun yang lalu kegiatan Joyo Maruto itu sudah tercium beberapa orang warga. Dan pernah ada seorang pemuda yang bernama Rahman, yang mencoba menyelidiki tempat tersebut. Namun sayangnya dia tertangkap dan dibunuh serta dikubur di lahan tersebut tanpa ada yang mengetahui.


Mungkin bisa dilihat di daftar catatan criminal sekitar dua atau tiga tahun yang lalu, Namanya Rahman kampong xxxx desa xxxx kecamatan xxxx dan statusnya adalah pelajar. Dan tulang kaki Rahman itulah yang mas Yasin patahin tadi. Tapi Rahman gak marah malah merasa senang bisa membalas dendam pada orang yang dulu membunuhnya." Kata Farhan.


“Aku jadi ikutan merinding, masak sih tadi jelas aku melihat itu kayu dan saat kupegang juga rasanya seperti kayu. Masak itu tulang kaki manusia, gak mungkin deh kayaknya Farhan.” Protesku pada Farhan.


“Mas kan besuk kesana lagi, boleh cek tempat dimana mas mengambil benda itu, dan perhatikan betul itu tulang atau kayu.” Ucap Farhan.


“bisakah aku dipertemukan dengan sosok yang mengaku bernama Rahman tersebut ?” kataku penasaran.


Farhan dan Zulfan terdiam sesaat.


“Belum waktunya Mas, nanti setelah dia berhasil dimakamkan dengan layak dia yang akan menemui mas Yasin dan akan berterimakasih dan mengatakan rahasia kelemahan Joyo Maruto.” Tiba tiba Zulfan yang menyahut.

__ADS_1


“Iya benar begitu mas, tapi mas harus tetap hati hati besuk di markas Joyo Maruto banyak dibuat jebakan banyak binatang melata yang berbisa disana.” Kata Farhan.


Suasana menjadi tegang sejenak setelah mendengar keterangan dari Farhan tersebut. Sehingga kami hanya saling terdiam.


“Mas masak gak bisa bedain tulang dan kayu sih ?” ucap Fatimah tiba tiba menyudutkan aku.


“Saat itu hanya di sinari lampu oncor gak begitu terang dan sepintas aku melihat kayu lalu aku gunakan untuk memukul musuh. Aku tidak begitu memperhatikan karena langsung ku lepas setelah musuh terjatuh. Tapi kalo itu tulang masa sampai bisa melukai Mento Rogo sampai kepalanya berdarah. Harusnya tulang itu sudah mulai lapuk kalo sudah terkubur tahunan.” Jawabku.


“Sebentar mas, ada kisah yang belum kami ceritakan tadi.” Ucap farhan.


“Yasudah kamu cerita sekarang.” Pintaku.


“Rahman itu dulu juga seorang pemberani, dia meneyelidiki markas Joyo Maruto seorang diri…!” kata Farhan membuka cerita,


Kemudian Farhan melanjutkan ceritanya dari awal sesuai informasi yang dia dengar tadi.


Flashback 2-3 th yang lalu


Author POV


Dulu sering kali terjadi kasus anak perawan yang hilang tanpa jejak. Dan adlah Rahman yang waktu itu sedang menjalin kasih dengan seorang gadis satu dusun yang bernama Retno. Keduanya saling mencintai dan sudah berencana untuk melangsungkan pernikahan.


Namun sekitar sebulan sebelum pernikahan digelar, tiba tiba tersiar kabar jika Retno menghilang tanpa jejak. Hal itu begitu memukul Rahman. Karena yang sudah sudah begitu ada kabar anak perawan hilang tak pernah kembali bahkan kabarnya pun tidak akan pernah terdengar lagi.


Rahman diantara perasaan sedih dan patah hati akhirnya menyelidiki tempat yang dia curigai itu seorang diri. Disamping disulut perasaan dendam juga Rahman memang seorang pemberani dan terkenal juga memiliki ilmu kanuragan yang cukup.


Namun naas bagi Rahman karena yang dia hadapi waktu itu adalah orang yang super licik disamping juga bukan orang sembarangan.


Suatu malam Rahman menyelidiki aktifitas di pedepokan Joyo Maruto. Kemudian dia mengendap endap mengawasi pedepokan ersebut. Namun sayangnya sebelum sampai dia mendekati pedepokan tersebut sudah ketahuan Mento Rogo yang menggunakan aji welut putih. Sehingga tidak disadari oleh Rahman.


Kemudian Mento Rogo membuntuti Rahman diam diam ingin mengetahui maksut Rahman mendekati padepokan gurunya itu. meski awalnya Mento Rogo hanya berniat berkunjung saja.


Dan Saat Rahman mencoba mengambil Gambar dengan Kamera dan sempat bergumam.


“Ternyata benar ini adalah padepokan sesat, harus aku laporkan kewarga.” Kata Ramhan waktu itu.


Namun ucapan Rahman itu terdengar Oleh Mento Rogo, tentu saja Mento Rogo yang tidak tampak oleh Rahman tidak membiarkan rahman begitu saja. Kemudian dia memukul kepala rahman dengan kayu akan diringukus dan diserahkan ke gurunya Joyo Maruto..


Rahman sebagai seorang yang mempunyai ilmu kanuragan juga berusaha bangkit dan mencari siapa yang memukulnya.


“Siapa yang membokokongku, kalo berani tunjukan ujutmu !” teriak Rahman.. dan Mento Rogo yang merasa memeiliki Ilmu jauh lebih tinggi dar Rahman menampakkan dirinya dihadapan Rahman.


“Aku yang memukulmu kamu mau apa sekarang ?” jawab Mento Rogo.


“Dasar pengikut Ibils, akan aku ringkus kamu sekarang kata Rahman yang langsung menusukan belati ke perut Mento Rogo. Sehingga Mento Rogo yang tidak mengira Rahman mempunyai kemampuan kanuragan juga jadi terkejut dan terlambat menghindar. Sehingga perutnya sedikit tergores belati Rahman.


Dan itu menjadi hari naas bagi Rahman juga karena Mento Rogo menjadi kalap dan dan memukul kepala Rahman sekali pukul Hingga Rahman tewas seketika itu juga.


Dan  terdorong oleh marahnya karena perutnya terluka Mento Rogo memutilasi tubuh Rahman.


Rahman yang saat itu ruhnya sudah keluar dari jasad melihat tubuhnya di mutilasi menjadi sedih. Apa lagi tubuhnya dipisah menjadi beberapa bagian dan dikubur seperti mengubur bangkai ayam saja.


Kemudian Rahman dalm bentuk ruh itu mengutuk Mento Rogo.


“Suatu saat kamu akan membusuk tubuhmu sebelum kamu mati, bahkan wajahmu akan membusuk saat kamu masih hidup sehingga orang akan jijik melihat kamu. Dan potongan tubuhku yang kamu mutilasi itu akan menjadi sebab kematianmu.” Suara Rahman yang terdengar oleh Mento Rogo. Namun mento rogo tak perduli sehingga dia tetap melsnjuty rencananya memutilasi Rahman dan menguburnya di tempat tempat yang berbeda. Bahkan ada beberapa potongan tubuhnya yang ditanam di dalam padepokan dan tengkorak Rahman dijadikan sebagai hiasan dinding setelah dikubur beberapa lama dan tinggal tulang belulang.


Itulah kejinya murid murid Joyo Maruto, sehingga harus segera di hentikan sebelum semakin banyak korban dan memunculkan Joyo Maruto versi baru berikutnya yang akaan meneruskan apa yang dilakukan Joyo Maruto.


Flashback Off.


*****


Yasin POV


begitulah gambaran kisah Rahman sehingga dia justru berterima kasih kepada kamu mas Yasin.” Kata sena mengakhiri ceritanya.


“Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, maafkan aku Rahman apapun yang terjadi padamu kamu adalah pemberani yang Syahid di medan laga. Kamu seperti kakkekku Jafar Sanjaya yang meninggal terbunuh oleh musuh saat sedang solat malam. Mari kita doakan Arwah Rahman semoga dia tenang dialam sana.” Ucapku pada semua kemudian membacakan Fatihah untuk Rahman meski belum tahu bin siapa.


Tak lama kemudian terdengar Adzan Subuh dan kami segera melaksanakan Sholat subuh berjamaah, dan aku segera tidur setelahnya karena jam 9sembilan siang nanti harus kembali berangkat ke markas Joyo Maruto dan menemukan jasad jasad korban kebiadaban Joyo Maruto.


Aku merasa penasaran dan kasihan dengan jasad Rahman, aku harus menemukan secara komplit dan menyerahkan ke keluarganya. Juga termasuk korban korban anak perawan yang menjadi korban kebiadaban dan kekejian Joyo Maruto. Ingin rasanya Segera berhadapan dengan Joyo Maruto, untuk orang sekeji itu kalo aku terpaksa harus membunuhnya juga gak masalah demi menyelamatkan banyak nyawa orang yang tak bersalah , batinku…???


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...

__ADS_1


...🙏🙏🙏...


__ADS_2