
Aku kembali harus membuka memori kelam dimasa lalu. Ketika aku yg tergolong paling belia masuk komplotan mereka. Dari sekedar menjadi budak suruhan. Disuruh beli minuman, disuruh ngambil setoran keamanan sampai disuruh merusak warung yg gak mau bayar.
Waktu itu apa yg aku cari juga gak jelas. Selain sekedar bisa ikut minum tiap hari dapat tip's dari hasil malak. Tapi yg paling membuatku bangga saat itu ( meski kebanggan semu ) adalah merasa punya dunia sendiri. Bangga punya komunitas yg katanya Setia kawan. Yang jika ada satu diusik, yg lain ikut bantu gak peduli salah apa benar.
Hingga suatu ketika, posko kami diserang gang lain, banyak yg kabur, karena gak persiapan.
Ada satu orang yg terkepung, aku lihat dia ( Si Jendul ) Sudah bonyok jadi bulan bulanan orang yg mengeroyoknya.
Aku bingung, tak biarin jelas Jendul bisa mati. Kepalanya sudah penuh darah, bekas pukulan botol minuman. Sampai pecahan botol berserakan disekitar badanya yg sudah tergeletak.
Mau nolong sendirian sama saja bunuh diri. Gak nolongin juga gak tega.
Rupanya selain aku ada juga yg memperhatikan Jendul ( waktu itu masih dipanggil Arif )
Ternyata orang itu Rofiq, seniorku di komplotan itu yg paling berani.
Tapi saat itupun dia tampak takut, gak berani bertindak. Tiba tiba ada yg melihat Rofiq sembunyi, karena memang salah satu yg diancam untuk di habisi.
" Itu Rofiq..." Ada yg teriak.
Rofiq pun lari, dan terjadi kejar kejaran.
Ah Rofiq kan yg paling jago, aku selamarkan Arif saja lah.
Begitu pengeroyok Arif bubar ngejar Rofiq, hanya dua orang yg disitu menuduki posko. Berani gak ya lawan dua orang bisiku dalam hati.
Ah cuma dua harus berani, aku ambil potongan kayu. Mengendap mendekati posko, saat dua orang itu lengah. Aku mau pukul kepala salah satunya. Tapi ragu ragu kalo mati terus diusut gimana ? Akhirnya aku hanya menendang bag belakang punggunya bag bawah.
Bagian yg sakit jika dipukul, dan efek langsungnya bisa sesak nafas. Dan orang itupun jatuh dan diam, kupikir pingsan. Satunya menoleh ke arahku, spontan kayu yg kupegang kuayunkan keras.
bletak...
kena kepalanya lanhsung jatuh, gak tahu pingsan atau mati lah bodo amat dah terlanjur.
Aku coba papah arif Jendul mau kubawa pergi. Eits ini arif ternyata bawa golok, kenapa gak dipakai tadi.
Maksutku mau mengambil golok Arif buat jaga jaga. Tahu tahu....
Jrrreszz...
Sebuah benda menusuk pundak belakangku, aku mengaduh dan hampir jatuh. Karena pegang golok tanpa diketahui lawanku, golok itu aku pukulkan kepala orang itu. tanpa sempat membuka sarung goloknya.
Sekuat tenaga aku memukul, sampai sampai aku juga terhuyung jatuh bersama orang itu juga Arif Jendul.
Aduuh...
Aku mengaduh... jatuh mengenai pecahan botol..Dan membentuk Huruf
...Z...
luka itu cukup dalam, dan bekasnya tetap membentuk huruf Z sejak itu aku dipanggil dengan sebutan satu huruf saj Z.
Lama lama aku protes dipanggil Z yg kalo dibaca Zet susah ada yg lafalnya jadi SET. Padahal "set" dalam bahasa jawa artinya belatung. Aku bilang, buat mengenang peristiwa itu panggil aku ZORO Aja.. kataku.
" Alah kebarat baratan, udah panggilanya Z ini aja..." usul si ,Arif.
" Eeh lo, kalo gak gue samperin dah mampus juga berani ngomong gitu ! " bentakku.
" Udah gitu aja ribut, panggilanya Zaini saja ! " kata Rofiq.
" Gak usah pakai i belakang, zain saja biar keren " kataku.
" OK " semua sepakat.
" Terus gue siapa ? " tanya Arif.
" Karena lo dulu hampir koit, tergelatak Jejeran Gendul ( berjajar pecahan botol / gendul. Maka nama yg pantas buat lo ya..
...Jendul...
Alias Jejeran gendul, hahaha..." kataku.
" Cocok.." sahut yg lain kompak...
............
Ada masa masa indah bersama mereka, meski indah dalam hal yg tidak baik. Tapi paling tidak, ada kenangan saling membantu.
Tapi, kenapa sekarang mereka mau memfitnah aku, mau menjebloskan aku ke penjara. Untuk sebuah kesalahan yg tidak aku lakukan ??? Apakah persahabatan yg dulu begitu akrab, bisa dibeli dengan uang...???
Yah mungkin itulah realita hidup...!
...........
" Tamunya sudah pulang pak ? " tanya Amir menghentikan lamunanku.
" Owh sudah, gimana...? " tanyaku.
" Kejadian itu makin meluas pak " kata Amir.
"Iya sudah tahu, tadi pak yadi dah cerita " kataku.
" Terakhir 2 hri yg lalu pak, di wilayah godean " lanjut Amir.
"Hemmm Dusun klaci kan ?! " sahutku.
" Iya pak, minta tolong saya tapi sy juga baru di kali adem, disana juga ada..." kata Amir.
" Ya sudah gak papa " jawabku.
" Kemarin juga ada yg nyari bapak, Namanya Pak Rofiq, Nanya apakah bapak tinggal disini, sudah punya anak istri belum terus istrinya namanya siapa orang mana dll ! " kata Amir.
Aku sempat kaget dengar nama Rofiq.
" Terus kamu jawab apa ? " tanyaku.
Aku berusaha menyembunyikan kekagetanku dan bertanya
datar saja.
" Saya cuma bilang iya tinggal disini, dan sudah punya istri orang jawa tengah " jawab Amir.
" Tanya apa lagi ? " lanjutku.
" Banyak pak, kegiatan bapak sekarang apa, terus lagi dimana ? " jawab Amir.
" Kamu kasih tahu gak ? " tanyaku.
" Gak pak, saya takut orgnya serem banyak tato juga ! Takut punya niat jahat sama bapak " katanya polos.
Wah pasti ini mau kumpulin data buat nyebar gitnah dan gosip
Aku harus Gerak ccepat.
__ADS_1
" Yaudah gak papa.. kamu nanti ngajar ngaji gantiin aku, aku mau keluar. Terus kalo udah selesai pintu kunci semua, tapi lampu biarin nyala semua. Kamu bawa kunci duplikat. Habis ngaji langsung pulang saja, bilang ibumu aku sudah dirumah gak perlu kesini.
" Kapan berangkatnya pak ? " tanya Amir.
" Bentar lagi, aku nanti maghrib di luar, jamaah dirumah tetep kamu yg pimpin.
Kalo Isya nya di masjid saja " kataku pada Amir.
" Njih pak, pulang jam berapa " tanya dia lanjut.
" Belum tahu nanti, gak usah nungguin ! " kataku.
Aku menyiapkan semuanya dan siyap berangkat.
" O iya, nanti kirimin no istriku pakai hp itu. Sekarang hp itu kamu yg pegang. No ku di atas meja di box kartu perdana itu. Assalaamu 'alaikum.." pamitku.
Tanpa menungu jawaban, aku tancap gas. Entah waktu itu Emosiku meledak ledak, merasa akan dikhianati. Oleh orang orang yg dulu dekat, meski sekarang berbeda jl hidupnya tapi apakah harus bermusuhan.
Tujuanku adalah mencari informasi keberadaan Lia saksi kunci pembunuhan Yeni.
Dari mana aku harus mulai, Haruskah aku berinteraksi dengan Lc dan perempuan malam lagi.
Aku masih menyembunyikan jati diriku.
Tapi aku punya firasat, akan ada yg menyebarkan masa laluku dulu.
Orang dusunku baru saja mau menerima aku atau mengakui jika aku sudah Hijrah. Tapi mungkin masih ada yg belum bisa terima. Hal ini adalah peluang musuh musuhku yg dulu teman temanku. Untuk menjebakku dan menghasut masyarakat, menggiring Opini bahwa aku ini masih bejat dll. Sehingga akan mudah menjadikan aku sebagai tersangka. Setidaknya itu yg kutangkap dalam mimpiku.
Aah lapar sekali, cari makan dulu ah.
Aku berhenti sebentar dipinggir jln.
Sebaiknya aku merubah penampilanku dulu, biar tidak semata mata di kenali orang. Kalo perlu pakai motor rental aja, motor ini sudah dikenali orang banyak.
Langkah Pertama tukar motor rental, motorku jadi jaminan. Kemudian muter pakai motor rental. Semalam plg 50rb.
Gak papa lah.
Usai dapat motor rental, cari jaket dan kaca mata hitam. meski gak merubah wajah, kalo dari jauh orang gak akan mengenali ini Yasin alias zain Alias Ahmad Sidiq nama asliku.
Yasin Nama pemberian Abah guru
Zain Nama panggilan kominitasku dulu.
Ahmad Sidiq Nama pemberian orang tuaku.
...Semua ada ,sejarahnya......!...
Dan saati ini, aku berlaku sebagai Zain..!
Karena yg kuhadapi adalah komunitasku yg dulu.
...........
Dengan penampilan ku sebagai Zain.
Akan lebih mudah masuk ke dunia malam. Penampilanku sekarang juga penampilan Zain yg dulu. Sekaligus aku akan ikuti permainan mereka.
Dengan motor Rental D Tracker dan dengan penampilan begini plus wajah tertutup kaca mata dan Slayer. Tidak akan ada yg mengira ini adalah aku sebagai Yasin tapi ini adalah Zain.
Mampir warung yg lampunya remang remang tapi bukan warung remang remang. Melainkan memang warung yg lampunya tidak begitu terang. Biasanya tempat itu kadang jadi tempat gosip sapa tahu dapat berita bagus.
" Indomie rebus kul gak pakai lama ! Lama lama tak tutup warunge....!! begitulah seorang Zain ketika bicara.
" Gak usah cerewet cepet keburu laper " kataku.
Aku lihat orang orang yg lebih dulu masuk warung itu spontan melirikku semua. Wah gak ada yg kenal, gak papa...!
Satu satunya yg kenal ya cuma penjualnya.
" Boss mie nya, minumnya apa ? " tanya penjual itu.
" Arakk.." Jawabku singkat
" Disini ya gak ada boss...." jawanya.
Kata penjual itu agak ketakutan, dia pikir ini masih Zain yg dulu. yg kalo jajan kadang bon kadang gak bayar, hehehe.
" Wah kere (Miskin lo ) Yaudah air putih saja..!" sahutku.
" Siyap boss Zain " kata penjual itu.
Dalam hati aku berkata, sori pak ini cuma akting sekarang.
Orang orang yg tadi melirikku mungkin kaget dengar nama Zain. Lantas tertunduk, mungkin anggota angota baru rofiq yg pernah denger namaku bisikku dalam hati.
Baru tengah tengah makan, datang pasangan cowok cewek yg stengah mabuk.
Bruuaakk
Pakai gebrak meja, disampingku lagi.
" Kul ( Bakul \= Penjual ) Susu jahe gak pakai kutang..."
Teriak orang itu, kayaknya kenal nih suara.... kukerjain aja,, sekalian kalo ngajak ribut biar Rofiq keluar....!
" Hei mulut lo bisa diem gak, selera makanku jd hilang tau gak lo ! " kataku.
" Apa urusan lo... ? " katanya ketus tanpa menoleh.
Plaak...
kutampar pipi orang itu gak terlalu keras dia melotot dan mengambil botol sp**te hendak pukul aku. sementara cewek disampingnya ketakutan. Tangan satunya ambil botol, tangan kirinya pegang kaosku siap memukulku.
" Bang**t lo pingin cari..." kalimatnya terputus.
" Eeh lo kan Zain.... duh maaf gak tahu " katanya.
" Siapa lo sok kenal ma gue, jadi ngajak ribut gak, pukul gue kalo berani " tantangku.
" Gak nggak saya gak berani kok
ini aku yg dulu suka ikut bang Rofiq
saya anak buahnya bang rofiq
" Owh jadi lo...? Salah lo orang lagi makan lo kagetin. lihat tuh kuahnya sampai tumpah " kataku.
" iya maaf maaf saya ganti yg baru saya bayarin. " katanya.
" Gak usah udah gak nafsu, cewek lo tu cakep juga. kok mau sama lo ?!? " kataku.
" bbb bukan bang saya bukan ceweknya kok.. ?!? katanya ketakutan.
__ADS_1
" bener bukan cewek lo ?" tanyaku pada cooknya.
" iya bukan bukan... cuma...." suaranya terhenti.
" Cuma apa... " gertakku.
" Tadi ketemuan terus aku ajak minum lalu mau makan disini. " katanya.
" Buat gue aja.. buat lo gak pantes, boleh gak...? " hardik ku.
" boleh boleh kita gak ada ikatan kok. ! " jawabnya sambil gemeteran.
" Hei nama lo sapa manis ? " tanyaku ke cewek itu.
" Saya Tuti bang..." jawabnya setengah takut.
" Owh.. Tuti.. bukan Tukang tipu kan artinya....? " seruku aku pura pura membentak.
" bbbb bukaan bang... saya memang namanya Astuti bang ampuuun..! " cewek itu makin takut.
" Dari mana Asal lo ? " tanyaku.
" Dari Magelang bang ! " jawabnya.
" Owh iya ya pantes sesuai nama lo.. " kataku asal.
" Mm maksut abang ? " tanya cewek itu.
" Iya nama lo Astuti dari magelang
Astuti itu Artinya Asli Turunan Tidar..! " kataku.
" Iya bang Astuti memang dari Tidar, kok tahu bang...? " tanya dia.
" Apa yg gue gak tahu ? " tanyaku.
" Iya bang iya..." jawabnya gemetran.
" Lo ikut gue mau gak..? " tanyaku.
" Ikut kemana bang....? " tanya balik cewek itu.
" Ikut ke rel kereta api, bunuh diri bersama. Ya ngamar di hotel lah kemana lagi, mau gak..? " bentak ku.
"Mau mau bang...! " jawabnya.
" Gue gak suka dibohongi, bohongin gue gue kubur hidup hidup paham lo...! " bentak ku lagi.
" Iya Bang saya gak bohong kok saya mau ditidurin abang " katanya.
" Sekali lagi gue tanya, mau apa gak, atau mau apa takut...? " tanyaku.
" Mau kok bang bukan karena takut. " jawabnya.
" Minggir lo, katanya bukan cewek lo..! " bentakku pada cowok itu.
" Iya iya...bang " jawabnya sambil minggir.
Aku deketin Astuti, kayaknya masih ketakutan, dikira mau saya bunuh beneran kali.
Sebenarnya aku benci peran ini, aku anggap aku sebagai Zain sudah mati. Tapi gimana lagi....?!?
Aku kesampingkan rasa kasihanku pada cewek itu aku harus tetap galak.
" Kerja dimana ? " tanyaku.
" Pemandu Lagu bang. " jawabnya.
" Bilang saja Lc, bener gak ? " bentakku.
" Bener bang " jawabnya.
" Kenapa lo takut ma gue, apa pernah lihat gue makan orang ? " tanyaku.
" Gak pernah bang ? " jawabnya.
" Kenapa takut ? " Aku agak membentak pingin menguasai mental dia.
" Sering denger nama abang disebut sebut.." karanya
" Kapan dengernya ?" tanyaku.
" Sering apa lagi akhir akhir ini " katanya.
" Siapa yg sering sebut gue...? " hardikku.
" Bang Rofiq...? " jawabnya.
"Lo gak usah takut, gue nanya nih berapa tarif lo untuk long time, semalam suntuk, gue gak mau kalo cuma short time.... sebut aja gue bayar cash !!! "
Cewek itu malah makin gemeteran.
" Kenapa lo diem, apa lo takut gak gue bayar....? " tanyaku.
" Nggak bang.... saya cuma takut abang kecewa, soalnya saya lg halangan gak bisa dipakai. " jawabnya.
" Kok lo bego sih, pakai cara lain kan bisa..! " kataku.
" Iya bang siyap kapan bang ? " tanya cewek itu.
" Berapa dulu lo punya tarif, eits gue ngehargain bisnis. Lo sebut harga gue nawar harga cocok angkut harga gak cocok gue cabut gak jadi pakai lo ngerti...! " gertak ku.
" Iya bang, jujur nih yg pakai long time kan jarang kalo ada saya buka tarif 2 jt tp klo lg gini saya jd bingung buka tarifnya. dan buat abang saya sering denger namanya.Tapi baru pertama kali lihat, eh ganteng juga. Gini aja deh bang semalam suntuk sampai subuh.Pokoknya saya ditanggung traspot dan makan seharian juga ongkos ganti bedak aja bang. " katanya.
" lo pikir gue pedagang yg harus kalkulasi biaya total berapa, ribet amat sih lo ? sebutin aja berapa gak usah kayak sales presentsi product,.. cepet..! " bentakku.
" Iya maaf deh bang, terserah abang mo kasih berapa aja tuti mau...! " jawabnya.
" Tinggal bilang berapa aja kok ribet amat, mau gue kubur hidup hidup..? " bentak ku lagi.
" Gak bang... yaudah 300 gak papa bang..! " jawabnya.
" Nah gitu kan enak, gue lihat lo belum jadi makan, makan dulu gih setengah jam lagi gue jemput disini. Gue booking tempat sama ambil uang cash dulu, lo makan gue yg bayar ntar... " kataku.
" Ok bang...! " jawabnya.
" Kul.. Bayarnya nanti sekaliyan." kataku ke penjualnya.
" Ok boss....! " jawabnya.
.............
Aku pergi dari situ secepat mungkin, masuk dudun dusun yg paling pelosok cari mushola. Pas sampai pas adzan maghrib. sekarang penampilan Zain Ditutup diganti Yasin lagi.
__ADS_1
...bersambung...