Isyaroh

Isyaroh
Warga dusun mulai ada yg Sinis


__ADS_3

Aku membuka Lemari khusus, kuambil batu yg kubawa dari dimensi lain itu.


Aku perhatikan bentuk dan struktur batu itu. Sesaat kemudian aku membaca doa ijazah khusus dr Abah. Aku letakkan batu itu sambil membaca doa ijazah khusus itu.


Setelah beberapa saat, batu itu seperti mengeluarkan sinar yg makin lama makin membesar. Dan dengan kekuatan magisnya seperti menyedot tubuhku. Dan tiba tiba saja aku sudah berada di sebuah persawahan. Agaknya aku tidak asing dengan tempat ini.


Iya Aku ingat, disinilah aku dulu sering mencari belut. Meskipun belut disini ukuranya kecil kecil plg besar segede kelingking. Tapi banyak dan seperti tak pernah habis.


Bukankah tepat di tengah sawah itu dulu ada sumur yg ditutup dengan lempengan batu melingkar. Konon ceritanya sumur batu itu sejak zaman belanda.


Sumur itu dijadikan sumber mata air warga, yg dialirkan ke bawah dengan pipa besi sejak zaman belanda.


Bahkan sampai saat ini pipa itu masih, tidak berkarat meski sudah sangat lama. puluhan mungkin juga ratusan tahun. Entah jenis besinya atau apanya yg membuat tahan lama. Aah itu gak penting bagiku.


Yang aku ingin tahu sekarang adalah, mencari sumber malapetaka yg melanda wilayah ini.


Aku harus lihat sumur batu itu, begitulah warga sekitar menyebutnya sumur batu.Tak satupun orang yg berani datang kesitu setelah matahari trrbenam. bahkan beberapa kali anak hilang beberapa diantaranya ditemukan disitu.


Setelah melakukan ritual khusus, oleh sesepuh dulu biasanya dengan ingkung ( Daging Ayam utuh ) tapi dengan sarat ayam khusus. kalo gak yg putih mulus ( dari bulu kuku paruh berwarna putih.


Juga beberapa peralatan lain seperti tambir / tampah ( alat yg biasa digunakan untuk memisahkan padi yg isi dan yg kosong / gabuk ( jawa ).


Ukhh berat banget saat ku mencoba menggeser batu penutup sumur itu.


Kalo mengandalkan otot pisik gak mungkin kuat, mengingat ukuran batu tersebut. Akupun mencba ilmu Asmaul husna yg pernah aku dapatkan. Sejak diajari baru kali ini aku praktekan.


Sedikit demi sedikit, akhirnya batu terbuka. Meski tidak terbuka semua, karena aku hanya ingin melihat isi di dalamnya.


Gelap awal kutengok, tapi lama lama kelihatan seperti sorot mata besar merah menyala. Aku panggil makhluk itu keluar.


Ujut yg seram tinggi besar hitam kuku tanganya panjang dan runcing.


Aneh ujut yg seram itu tidak kelihatan galak. ketika aku tanya...


" Sejak kapan kamu tinggal disini ? " tanyaku.


" Sejak Sultan Agung Anyokro Kusuma raja Mataram pertama." jawabnya.


" Apa sebutanmu atau namamu ? "


" Aku biasa disebut mbah Trowalik " jawbnya.


" kenapa kamu begitu jinak, biasanya makhluk sepertimu beringas dan jahat ? " tanyaku.


" Ampun tuan, saya tidak berani dengan tuanku..." jawabnya.


Tuanku..? Memang siapa aku ? rasanya gak pernah menaklukan dia....?


" Kenapa takut denganku ? " tanyaku.


" Karena tuan membawa kunci dua dimensi. berarti tuan sudah mengalahkan sosro sukmo, hamba hanya prajuritnya saja. ," katanya.


Owh itu rupanya...?


" Baiklah aku mau tanya, apa yg menyebabkan banyak terjadi hal hal aneh di beberapa wilayah sekitar sini ? " tanyaku.


" Ampun tuan, hamba tidak berani bicara ! "katanya.


" Apakah aku harus memukulmu dengan batu ini,..? " kataku.


" Ampun tuan, ini diluar kekuasaan dan kekuatan saya. Ini perbuatan anak buah Sabdo Palon. Yg Mau menagih janji Ratusan tahun yg lalu.." jawabnya.


" Siapa itu Sabdo Palon ? " tanyaku.


" Raja jin tanah jawa ribuan tahun yg lalu, hanya syaih subakir yg mampu menandingi. Dan membuat perjanjian, dan saat ini sudah hampir tiba saatnya perjanjian itu..." jawabnya.


"Apa Sabdo Palon turun sendiri sekarang ? " tanyaku.


" Tidak tuanku,


Belum saatnya, beliau maha raja akan turun 500th setelah perjanjian itu.


Dan jika Maharaja sudah turun tangan, maka jagat gonjang ganjing udan barat salah mongso, barat lesus sedino kaping pitu, bledek mangampak.


( bumi bergejolak, hujan angin bukan pada musimnya, Angin topan sehari 7 kali, halilintar mengamuk...) kata Jin Trowalik itu.


" Apakah saat itu bukit tidar lepas patoknya ?' tanyaku.


" Ampun tuan, saya tidak berani memberi informasi lebih. Carilah dalang Anyi Anyi


Dia yg bertanggung jawab dalam hal ini.


Dia dikawal Tujuh Naga, Tujuh Harimau dan ribuan prajurit siluman.


Jika tuanku bertemu denganya hindari tatapan matanya, karena tatapan matanya mampu membakar sukma. sehingga mayatnya pun akan terus hancur atau terbakar.


saya pamit tuann..! " kata pamitan jin itu.


Bersamaan dengan itu, makhluk itu lenyap, batu penutup sumur pun tertutup kembali seperti semula.


Aku pandangi terus batu yg kupegang itu, dan aku kembali ke alam manusia.


Tak kusadari keringatku mengucur deras


Badanku gemetar, Rupanya aku menggunakan energi yg cukup besar.


Dalang anyi anyi ?


Siapa lagi diya...???


Aku harus konsen ke Supra Natural Soal Rofiq itu masih kecil.


Aku harus konsen dan fokus.


Biarlah Rofiq melancarkan strateginya, biarlah sementra waktu aku dikucilkan masyarakat. bahkan kalo bisa tugas roispun harus kulepas dulu biar Amir yg ambil alih.


Nanti setelah kondisi benar benar normal, baru aku bawa Fatimah kesini.


Aku ikuti saja permainan Rofiq, dia gak akan mengalahkan strategiku..


............


Aku nikmati kopi sambil nunggu amir datang. Tak lupa sebatang rokok menemani.


Ucapan Rendy semalam mungkin gambaran jika masih ada sebagian warga yg belum bisa menerimaku.


Tidak sekedar ungkapan dendam lama bapaknya. Maunya apa itu orang, rumah dibikinin nikah lagi juga masih di sokong biaya. Masih saja dendamnya ke aku gak bisa hilang.


Bahkan Rendy anaknya kalo sama istriku malah berani bilang minta duit. Tapi sama aku gak pernah ada spon sopanya. persis sifat bapaknya, jika ibunya bukan kakak kandungku sudah aku habisin kali tu bocah. Astaghfiruulah.....!


Kenapa emosiku hampir tak terkontrol.


" Pak... mau beli sarapan apa ? " tanya Amir.


" Owh gak usah mir, aku masak mie instan tadi.Duduk dulu mir..!? "


" Njih pak..." jawabnya.


" Untuk sementara waktu, kamu gantiin aku jadi Rois ya ?!? " kataku.

__ADS_1


" Bapak mau nyusul ibu lagi ? " tanya Amir.


" Gak,,, gak kemana mana kok ! " jawabku


" Lalu kenapa pak ? " tanys Amir lanjut.


" Besuk kamu tahu sendiri, pesanku saja kalo aku jadi bahan gunjingan warga nanti. Tidak usah di tanggapi, biarkan saja..." kataku.


" Njih pak..." sahut Amir.


" Niatkan untuk ibadah apa yg kamu lakukan, jangan karena manusia karena akan berakhir kecewa..." kataku.


" Saya usahakan Pak...! " jawb Amir.


"Ya sudah kamu urusin tanaman sekarang " ujrku.


" Njih Pak " jawab Amir.


Nanti malam aku mau ke makam orang tua dan kakak kandungku, Sekalian nyekar tempat mbah Ali, kakek dari bapakku...


Entah kenapa tiba tiba pingin ziaroh, bahkan bukan mlm jumat.


Baiknya aku muter muter lihat situasi


Telpun ke Fatimah nanti saja lah, ada khotimah ini.


Aku keluar jalan kaki saja lebih nyaman.


.............


Ku hentikan langkahku disebuah warung dekat pasar. Bukan untuk makan tujuanku, tapi sekedar ingin dengar perkembangan berita.


" Wah lama lama suasana kok semakin mencekam, banyak orang yg meninggal tidak wajar. Bahkan terjadi dimana mana ! " ucap seseorang.


" Iya malah banyak Rois yg mau mundur, karena takut. " sahut y lain.


" Takut apa " tanya lainya lagi.


" Takut terkena sawan, kemarin ada yg habis ngurus jenazah, tahu tahu malamnya meninggal dan badanya gosong " jawab seorang lagi.


" Di tempatku malah lebih ngeri, baru selesai mandiin, saat mngkafani salah satu org yg bantuin tiba tiba jatuh. meninggal dan matanya keluar drah. " kata pengunjung lain.


" Apa ada yg lagi cari tumbal pesugihan ya ?" sahut temanya.


" Masa kalo tumbal pesugihan sampai meluas hampir sak kabupaten " kata yg pertama ngomong.


" Ya gak tahu lah, siapa yg harus bertanggung jawab ? " sahut satunya.


"Kalo ini mungkin bukan tumbal pesugihan, tapi untuk sarat ilmu hitam mungkin. " sanggah yg lain.


" Ilmu hitam apa, jaman sekarang buat apa. atau jangan jangan ini azab karena kita banyak dosa ? " balas satunya.


" Dari dulu juga sudah banyak dosa " kata yg lain.


" Yo dosa itupun dimana mana juga banyak yg melakukan ! " sahut lainya.


" Kayak nya kalo ini bener yg orang anut ilmu hitam. " sergah lainya.


Begitulah ngobrolnya orang orang Tidak ada arah tujuan, asal yg di ingatan terus diomongkan.


Tapi menarik sih pembicaraan mereka. Setidaknya ada sedikit info tambahan dari mereka tentang info terbaru, meski masih butuh cek & recek.


" Sudah banyak upaya juga dari orang orang pintar, tapi rata rata pada nyerah. " buka lagi omongan baru.


Pasti yg dimaksut orang pintar itu para praktisi Supra Natural, yg berbagai macam disiplin ilmunya.


Ada Bhairawa, Sapto Darmo dan maih banyak lagi. Biarlah itu menyangkut keyakinan riskan untuk dibicarakan.


Aku juga berjalan sesuai keyakinanku, dengan dasar keilmuan yg bersanad dari Abah guruku. Yg Insya Allah sanadnya tersambung ke Rasulullah. Setidaknya aku yakin itu.


Meskipun ada yg mengatakan atau menganggap berbeda itu hak masing masing.


drrrt drrrt...


Hp bergetar, ada pesan masuk dr pak yadi...


" Siang pak...


Untuk kedua Saksi sudah terkondisi aman. Dan dalam pengawasan ketat, satuan khusus.


Dalam waktu dekat akan segera di persidangkan. Mudah mudahan Sampai saat sidang nanti tetap terkondisi mandali.


Hati hati, pergerakan dari TO sudah mulai gerak kebawah. Sudah mulai menebarkan racun, tapi jajaran kami juga sudah menyiapkan jala.


Terima kasih kerja samanya.


Pesan singkat eeh gak singkat sih kalo segitu, dari pak yadi. Sedikit melegakan aku. Minimal mengurangi sedikit beban pikiranku.


" Siap pak...


Semoga Terkendali semua." balasku.


jawabku singkat.


Ternyata sudah cukup siang juga, saatnya pulang. Setelah menghabiskan minuman yg kupesan, aku hendak berdiri melangkah pulang.


" Loh Mas e ini kan yg bantu proses pemakaman e pak Joni itu kan " tanya seseorang.


" Iya pak, gimana ? " tanyaku.


" Ada perlu sih, tapi gak enak kalo disini. Baiknya bicara dirumah saya saja gimana ? " katanya.


" Rumah Bapak dimana, soalnya saya cuma jalan kaki. Kalo tidak keberatan, kita bicara dirumah saya saja " kataku.


" Owh iya boleh mari saya antar pulang " jawabnya.


" Iya pak, makasih malah repotin bapak " kataku.


" Gak kok, saya yg ngrepotin nanti " jawabnya.


Aku dan bapak itu, berjalan menuju parkiran. Dan pulang kerumahku, tak sampai 10mnt kami pun sampai dirumah.


" Inilah Pak gubuk saya, silakan masuk pak ! " kataku.


" Owh Mas nya ini bisnis Tanaman buah dan tanaman hias ya" sahutnya.


" Ah cuma iseng saja pak, belum pantas disebut bisnis. Mau minum apa pak ? "


" Sudah makasih tidak usah, tadi kan barusan dari warung.."


" Owh iya pak, ada yg bisa saya bantu pak ? "


" Iya mas... Kalo boleh saya tahu, Namanya siapa ya mas ? Sudah berkeluarga ? "


" O iya maaf, lupa belum kenalan. Nama Asli saya Ahmad Sidiq tapi biasa dipanggil Yasin sbagai nama panggilan Sudah punya istri, baru hamil muda, sekarang baru dirumah mertua. Kalo Panjenengan Pak ? " Tanyaku balik.


" Saya biasa dipanggil Mbah Sastro, dan saya waktu itu lihat Mas...


" Yasin saja pak...! "

__ADS_1


" O ya mas Yasin, saya lihat waktu pemakaman pak Joni. Mas Yasin ini cukup punya kemampuan.y


kalo berkenan, saya minta tolong untuk mendinginkan suasana Desa saya. Yang saat ini baru di teror makhluk halus. gimana bisa gak mas ? "


" Sebentar pak...


saya ini tidak punya kemampuan apapun pak. Saya hanya mohon pertolongan Allah.


Jika Allah mengijinkan dan mengabulkan, saya hanya mohon pak.


Tidak mampu menentukan hasilnya."


" Iya maksutnya kita minta tolong untuk di mohonkan atau didoakan "


"Owh iya pak, tapi ngomong ngomong bapak tinggal dimana ? "


" Sido Arum Godean.."


Aku terkejut dengar nama godean...


" Owh jauh juga ya pak, ? "


" Iya lumayan, tapi nanti kita bisa antar jemput mas "


" Owh gak perlu pak, maksut saya bukan itu. kira kira bantuan dalam bentuk gina ya pak ? "


" Jadi gini mas, saya mohon mas Yasin bisa lihat kondisi Desa saya dulu. kemudian tindakan apa yg harus kami lakukan monggo mas yasin yg lebih faham.


" Baik pak, kapan saya bisa diantar kesana pak ? Tapi jangan malam ini, nanti saya ada acara pribadi..." kataku.


" Kalo besuk mlm, bisa ? " tanya bpk itu.


" Insya Allah bisa pak..." jawabku.


"Ok besuk saya jemput sore hari, boleh minta no mas Yasin ? " pinta bpk itu.


" bisa pak, mau di tulis ?" kataku.


" Sebutin saja, lgsg saya save nya " jawabnya.


Kemudian Aku sebutin no ku....


" Saya ulang ya...


08********71 betul....?" ulangnya.


" iya pak bener pak..." jawabku.


"Nah itu no saya mas, ok saya pamit pulang dulu, makasih sebelumnya " kata bpk itu.


" Sama sama Pak " sahutku.


Pak atau mbah Sastro pun langsung pergi.... Mbah ? Kayaknya belum tua bgt, plg juga belum ada 50th.


Apa jangan jangan dia itu praktisi supranatural..? Yg meski muda sering disebut mbah ? Ah gak tahu lah, namanya dimintai tolong orang.


Dimintai tolong ?


Tapi kalo nyebar trus orang pada tahu/ denger bisa dikira dukun nih...?!?


Wah gak deh jangan sampai, kali ini saja. Lebih Enjoy usaha atau dagang gini. Terasa lebih nyaman bagiku.


...........


" Hampir dhuhur " gumamku dalam hati


Aku muter keliling lihat tanaman, sambil nyari Amir.


" Mir... Ada kirim barang gak hari ini ? " tanyaku.


" Ada pak, nanti habis Asar.." jawab Amir.


" Owh ya... nanti habis dhuhur cari makan siang ya ! Sekalian kamu..." kataku.


" Saya makan dirumah saja pak.." jawab Amir.


" Ya terserah kamu... Aku cariin gado gado saja..." pintaku.


" Njih pak.." jawab Amir.


Terdengar suara motor blombongan yg di blayer blayer di depan rumah...?!?


"Zain dimana lo...!!! " suara Jendul.


Hah suara jendul, gak bales wa malah lgsg kemari....?


" Masuk lo Ndul...! " kataku.


Busyeet penampilan dan gaya jalanya dibuat buat jadi enneg lihatnya...!


"Lo Mabuk ndul..." tanyaku.


" Belum tapi bentar lagi...? gue harus minum dirumah lo terus gue foto. hasil dikirim ke boss buat bukti.." katanya.


" Asal lo gak paksa gue minum aja...!" kataku.


" Wkakaka... Kampret.. Padahal pingin ajak lo minum. Tapi katanya lo dah taubat, dah jadi santri... " serunya.


"Ya emang...


gue dah gak minum lagi,bosen..! " jawabku.


" Tapi gue boleh kan minum disini ? terus gue harus pura pura selfie. kelihatan botol minuman dan lo juga.


Itu perintah boss " tanya Jendul.


" Terserah lo dah....! " sahutku.


Setelah selesai minum Jendul pun pamitan.


" Gue balik dulu, 2 hari lagi gue sini lagi numpang minum disini " katanya.


" Heh... botol lo bawa pergi...! " seruku.


" Gak bisa, itu buat bukti gue dah kesini. Sapa tahu ada sidak..! " katanya.


Hampir saja aku mengumpatnya, untung masih kontrol. Ada Amir diluar dan ada warga lain juga. Mungkin kehadiran jendul menarik perhatian warga. Kemudian mengikutinya....!


Wah pancingan berhasil, tinggal tunggu langkah berikutnya.


Pasti akan jadi berita heboh di kampung nih pikirku...!


Untung Amir sudah aku warning.


Dan benar, ternyata malam harinya aku didatangi RT & Dukuh....


............


...bersambung...

__ADS_1


__ADS_2