Isyaroh

Isyaroh
Korban mulai berjatuhan


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Aku segera mempersiapkan jurus tingkat akhir dari jurus suciku. Hingga jarak ki Soma hanya tinggal beberapa jengkal dariku. Kemudian aku segera memukulkan telapak tangkanku lurus ke bawah menyalurkan energy dari pusar ketelapak tanganku melewati jalur lathoif nafsiku.


Bertepatan dengan telapak tanganku menyentuh ke tanah terjadi benturan kuat dua buah energy, seperti energy positif dan negative yang bertemu dan menimbulkan ledakan keras.


Tubuh sosok ki Soma yang sudah dikuasai Khoam jin itupun terpental beberapa meter. Namun kemudiam bangkit lagi tapi tidak menyerangku lagi. Sosok dengan wadag ( tubuh ) ki Soma itupun pergi meninggalkan aku dan Sena, sambil memberikan ancaman kepada kami.


“Auuuunggh…. Kali ini aku gagal, tapi ketahuilah ditempat lain ketiga kawanku juga sedang mencari korban. Dan tak mungkin kalian bisa mencegah kami secara bersamaan,,, aauuuuunggh….!” Ucap sosok dengan ujut ki Soma tersebut.


Aku tak pedulikan ancaman dia, dan segera kudekati Sena yang membopong warga yang terkena gigitan Serigala ‘Ki Soma’ tersebut.


“Masih hidup, kita bawa ke rumah warga agar bisa dapat pertolongan.” Kataku kepada Sena.


Namun belum juga kami melangkah datanglah beberapa warga yang membawa berbagai macam senjata dan membuat aku dan Sena terkejut.


“Terimakasih sudah mengusir makhluk itu, saya selaku ketua RT disini mewakili seluruh warga khususnya warga RT ini mengucapkan banyak terimakasih.” Ucap Pak RT itu.


Aku jadi lega, ternyata tidak timbul salah faham dengan warga.


“Iya pak sama sama, karena makhluk itu tidak hanya mengancam warga RT ini saja tapi mengancam seluruh warga. Jadi kita harus bahu membahu mengusir makhluk itu.” jawabku pada pak Rt wilayah itu.


“Betul…! Betul…! Betul….!” Jawab yang lain bersahutan.


“Terimakasih atas pengertiannya, mulai sekarang kita justru harus rajin meronda jangan malah membiarkan wilayah kita sepi saat malam.” Ucapku.


“Iya pak, kami tadi melihat pertarungan bapak dengan makhluk itu. jika berkenan mohon kami diajari cara melawan mereka agar ikut membantu menjaga keamanan kampung.” Ucap salah satu warga.


“Boleh saja, yang berminta bisa datang kerumah saya nanti kita berlatih bersama menghadapi makhluk itu secara lahir dan batin. Tapi sekarang yang penting kita selamatkan orang ini dulu agar lukanya bisa segera diobati.” Kataku.


Kemudian beberapa warga membantu Sena membopong orang itu untuk dibawa kerumah terdekat dan diberikan pertolongan pertama.


Sesampai di rumah warga terdekat warga yang malang itu segera dibaringkan di atas balai bambu beralaskan tikar pandan. Yang di lapisi beberapa kain agar tidak keras. Kemudian aku dan Sena dibantu beberapa warga tadi memeriksa luka, denyut nadi dan nafas orang tersebut.


“Untung belum terlalu parah, semoga masih bisa diselamatkan. Sehingga kita bisa menanyakan bagaimana dia bisa keluar rumah dan diserang makhluk itu. tolong berikan dia madu, kalo gak ada air hangat dan gula merah saja.” ucapku.


Kemudian beberapa orang menyiapkan apa yang aku minta dan memberikan minum orang itu dengan sedotan dan diteteskan ke mulutnya. Sehingga sedikit demi sedikit orang tersebut mampu menelan minuman itu.


Wajah pucatnya kini sudah agak memerah, sudah Nampak tanda tanda kehidupan di wajahnya. Dan sedikit demi sedikit orang itu mulai bisa bergerak dan sadar. Meski belum mampu banyak bergerak dan belum bisa bicara. Sehingga kami semua harus bersabar menunggu orang itu pulih tenaga dan kesadarannya.


“Maaf bapak bapak, jika sampai besuk pagi orang ini belum sehat juga maka baiknya dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sukur sukur jika bisa secepatnya, saat ini juga diberi perawatan medis.” Ucapku kepada warga yang ada. Kemudian Aku dan Sena pun berpamitan untuk pulang kerumahku.


Seperti saat berangkat tadi, suasana pedusunan begitu lengang tidak ada satu orang pun yang berani keluar rumah. Sehingga menambah suasana semakin mencekam. Aku dan Sena pun tergerak untuk mengumpulkan pemuda pemuda yang punya nyali untuk diajarkan ilmu beladiri sekedar untuk berjaga jaga. Dan jika berkumpul mungkin mampu  untuk menghalau makhluk itu.


Dan sesampai di rumah aku melanjutkan obrolanku dengan Sena terkait hal tersebut.


“Di belakang rumah ada lahan kosong yang cukup luas untuk mengadakan kegiatan belajar ilmu Silat. Mungkin bisa untuk menampung sekitar 30- 40 orang. Dan jika yang minta banyak bisa kita buat jadwal agar bisa bergantian dalam berlatih nanti. Makin banyak yang ikut menjaga keamanan akan makin bagus, karena kalo warga berhadapan satu lawan satu maka mereka akan kalah dan bisa dibinasakan oleh anak buah Joyo Maruto.” Kataku membuka pembicaraan kepada Sena.


“Iya mas, dan kita mulai dari gerakan jurus fisik dulu sebelum masuk ke jurus jurus yang menggunakan kekuatan batin.” Kata Sena.


“Tentu saja, karena kekuatan fisik juga harus di perhatikan dan sambil jalan nanti kita ajak mereka untuk mengadakan mujahadah di tempat mereka masing masing. Agar semakin banyak orang yang bermunajat kepada Allah. Dengan begitu akan memberikan dampak positif bagi seluruh warga di sekitar tempat kita.’ Jawabku pada Sena.


Kita mulai besuk sore saja mas, dan jangan lupa Amir dan kawan kawan pun harus dilibatkan. Agar mereka suatu saat bisa menjaga diri sendiri dan orang lain juga.’ Ucap Sena.


“Iya, itu ide bagus semakin banyak yang berjaga akan merepotkan makhluk itu juga. Jadi nanti kita bisa bahu membahu melawan makhluk itu. dan itu artinya kamu juga harus tinggal disini sementara waktu Sena.” Ucapku pada Sena.


“Gak papa mas, demi menumpas kebathilan kita memang harus bergabung.” Jawab Sena.


“Perdalam ismul dhat kamu Sena, itu adalah benteng pertahanan kamu. Aku juga akan memperdalam pertahananku dengan lembu sekilanku. Adikmu Zulfan panggil sekalian kesini, biar ikut bergabung dengan kita.” Pintaku pada Sena yang kemudian memanggil Zulfan.


Saat menunggu Zulfan datang, tiba tiba Fatimah dan Khotimah datang. Di tangan Khotimah sudah membawa minuman hangat untuk menemani kami mengobrol.


“Mas, apa ada kejadian baru lagi ?” Tanya Fatimah istriku.

__ADS_1


“Iya, barusan hampir saja ada jatuh korban lagi. Untung aku dan Sena memergoki pelakunya dan mengusirnya pergi.” Jawabku pada Fatimah.


“Terus bagaimana dengan rencana besuk untuk menikahkan Khotimah dengan Candra mas ?” Tanya Fatimah di depan Khotimah.


“Pentingkan untuk menyelesaikan masalah yang ada dulu mbak. Soal Khotimah gak usah buru buru, Khotimah gak harus segera kok nikahnya.” Sahut Khotimah.


“Gak Khot, rencana pernikahan kamu harus tetap jalan. Siapa tahu justru dengan proses menghalalkan kamu dan Candra juga Arum dengan Rofiq disini nanti justru memberikan keberkahan bagi kita semua dan mampu menumpas Kebathilan yang ada.” Jawabku pada Khotimah.


“Justru Khotimah kasihan sama mas Yasin yang jadi repot dan menghadapi banyak urusan nanti.” Kata Khotimah.


“Sama sekali aku gak merasa repot Khot, justru aku berharap kamu dan Candra nanti bisa segera menikah, masalah resepsi pernikahan biar dibicarakan nanti.” Kataku pada Khotimah.


Kemudian datanglah Sena dan Zulfan yang baru bangun tidur.


“Maaf mas, tadi Zulfan merasa mengantuk sekali hingga tertidur dan baru bangun sekarang. Apa yang terjadi mas ?” Tanya Zulfan padaku.


“Alhamdulillah semua bisa teratasi tadi, hanya perlu kewaspadaan penuh sekarang ini.” jawabku.


“Apa yang sebaiknya kita lakukan mas ?” Tanya Zulfan kepadaku.


Sebelum aku menjawab Khotimah dan Fatimah berpamitan karena pembicaraan sudah berganti ke topic yang lain.


“Mas aku mau istirahat dulu ya, itu minumanya segitu cukup kan ? Kalo belum biar Khotimah buatkan lagi.” Ucap Khotimah.


“Owh cukup kok Khot, sama aku minta satu hal Khot. Meskipun kamu wanita, tapi untuk saat ini kamu gak bisa dianggap remeh. Jadi kamu ikut berjaga dirumah jika aku baru keluar, gunakan lebur saketi warisan Yuyut jika kamu menemui bahaya. Namun jangan sembarangan menggunakan ya.” Kataku pada Khotimah.


“Iya mas, Aku akan jaga Mbak Fatim dan anak anak di rumah.” Jawab Khotimah.


“Iya Khot, makasih banyak ya soalnya kemungkinan tiap malam aku harus melihat keadaan agar aman semua.” Kataku pada Khotimah.


“Mas juga jaga kondisi jangan sampai kelelahan, dan jangan ceroboh lagi seperti yang sudah sudah.” Sahut Fatimah istriku.


“Iya tenang saja, kalian istirahat dulu gih, aku mau lanjutkan bicaraku dengan Sena dan Zulfan.” Ucapku.


Fatimah dan Khotimah segera meninggalkan kami menuju ke kamar masing masing. Fatimah masuk kekamar yang dihuni Jafar ibu dan ibu ertuaku.sedangkan khotimah masuk ke kamarnya sendiri.


“Eeh tadi kamu Tanya apa Zulfan ? Mas sampai lupa nih gara gara Istri dan sepupunya.” Kataku pada Zulfan.


“Gak papa mas, tadi zulfan nanya apa yang harus kita lakukan sekarang menghadapi situasu seperti ini.” jawab Zulfan.


“Menurut Sena perlu mas, karena tadi makhluk itu sempat bilang bahwa teman temannya sedang beroperasi mencari darah manusia.


“Zulfan juga merasa perlu mas, biar semakin menambah kekuatan kita nanti.” Jawab Zulfan.


“Baiklah, besuk aku minta kang Tohari kesini, kalo soal farhan biar ibu yang menghubunginya nanti.” Jawabku.


Namun saat kami sedang bercerita dan saling berbagi informasi kami dikejutkan dengan kedatangan pak Yadi yang tiba tiba ditengah malam seperti ini.


“Assalaamu’alaikum pak ?” suar pk Yadi dari Luar pintu.


“Wa’alaikummusalaam…!” jawabku. Kemudian membukakan pintu untuk pak Yadi.


Dan begitu pa yadi duduk kemudian pak Yadi segera menyampaikan informasi adanya beberapa korban manusia malam ini.


“Begini pak, saya mendapatkan informasi jika ada korban manusia lagi yang menjadi keganasan sosok misterius itu. dan jujur mala mini saya diperintahkan untuk melihat langsung kondisi korban untuk melihat berita aslinya. Namun saya butuh pak Yasin untuk mendampingi saya, karena saya tidak begitu tahu tentang masalah beginian.” Kata pak Yadi.


Aku dan Sena hanya berpandangan sebentar, kemudian aku terpaksa menceritakan bahwa kami pun baru saja menghalau kejadian tersebut di sebuah pedusunan. Dan hampir saja ada orang yang menjadi korban keganasan makhluk aneh tersebut. dan dari wajahnya aku dan Sena cukup mengenali bahwa sosok itu adalah ki Soma yang telah bersekutu dengan Iblis. Sehingga mengalami perubahan sikap dan perangainya.


“Jadi begitu ya pak, berarti bapak tadi sempat melawan makhluk itu juga ?” Tanya pak Yadi.


“Iya pak, terus waga dusun ada yang mau belajar ilmu bela diri disini pak untuk ikut jaga keamanan. Saya berikan gratis bukan profit oriented jadi kalo nanti harus ada ijin dan semacamnya tolong dibantu ya pak Yadi. Kataku pada pak Yadi.


“Siap pak, semuanya nanti biar saya yang urus. Terus bagaimana dengan mala mini pak. Bisa kan damping saya ke korban yang barusan terkena musibah ini, sekarang posisinya masih di rumah warga. Dan saya ditungguin disana.” Kata pak Yadi.


“Ok gak masalah, tapi saya habisin minumnya dulu pak, bapak kasih alamatnya saja biar nanti kami menyusul kesana.” Jawabku pada pak Yadi.


Kemudian pak Yadi pergi duluan setelah meninggalkan alamat alamat korban makhluk tersebut.


“Zulfan, bagaimanapun usaha harus lahir batin.  Kamu terpaksa aku minta mala mini jangan tidur dulu, sebelum aku dan Sena pulang. Jadi kuharap kamu mala mini membantuku dari rumah, agar aku dan Sena yang sedang berjuang nanti bisa mendapatkan kemenangan.” Jawabku.


“Iya mas, Zulfan akan berusaha dengan segenap usaha lahir dan batin juga.” Jawab Zulfan.


Kemudian aku dan Sena kembali keluar rumah, dan mengendarai sepeda motor yang tadi kami gunakan.

__ADS_1


Sesampai di rumah Korban pertama yang sudah banyak berkerumun orang, termasuk pak Yadi juga ada disitu aku juga segera turun dan menyalami pak Yadi.


“Assalaamu’alaikum,,, bagaimana kondisi korban pak Yadi ?” tanyaku pada pak Yadi.


“Mari kita lihat langsung saja pak, saya kesulitan menjelaskanya.” Jawab pak Yadi yang kemudian menuntun aku ke lokasi korban di semayamkan.


Aku sangat kaget dan terbelalak melihat Kondisi jasad korban yang mengerikan dengan mata melotot dan mulut menganga serta bekas meninggalkan bekas luka menganga dan tubuhnya berbah menjadi pucat dan seperti mengering Bahkan beberapa warga yang ikut melihat menjadi histeris.


“Pak tadi kondisinya belum seperti ini pak, kok sekarang tiba tiba jadi begini ?” ucap salah satu anggota keluarga korban.


“Maksutnya tadi belum begini seperti apa Bu ?” tanyaku pada wanita itu.


“Tadi badanya gak sekecil itu ? kenapa sekarang semakin  menyusut seperti dagingnya habis digerogotin dan makin mengering Ucap wanita itu.


Aku segera membuka lathoif Nafsiku dan memerintahkan Sena juga untuk menggunakan kinestesisnya agar dapat mengetahui apa yang terjadi dengan jasad itu.


Dan kembali aku harus dibikin kaget dengan apa yang terlihat oleh mata batinku….?!?


Ternyata jasad itu menjadi santapan makhluk Astral yang tak kasat mata, kulihat Sena pun juga mampu melihat dengan kinestesisnya.


“Mohon maaf. Tinggalkan kami berdua disini, karena ada yang tidak beres dan harus kami selesaikan berdua saja. Mungkin akan berbahaya jika masih ada yang tinggal disini kecuali almarhum.” Kataku kemudian satu persatu semua keluar.


“Pak Yadi disini saja pak, mungkin bapak perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi saat ini atas mayat itu.” kataku, kemudian membuka mata batin pak Yadi. Dan setelah mata batin pak Yadi aku buka. Beliau hampir melompat melihat pemandangan yang mengerikan. Jasad warga tersebut sedang menjadi santapan beberapa Jin yang sangat menjijikkan.


Aku segera meminta air untuk berwudhu, dan warga yang ada aku larang dulu untuk masuk kedalam. Baru beberapa saat aku tinggal mayat itu bahkan kini mengeluarkan asap tipis dan tubuhnya mendadak menjadi sangat panas…!!!


Ini seperti yang terjadi pada mayat pak Joni beberapa bulan lalu, dan saat itu aku juga yang diminta untuk mengurus mayatnya sebelum di mandikan. Dan sekarang terulang lagi, batinku.


Kemudian aku segera memercikkan air bekas wudhu itu ketubuh mayat tersebut, sehingga yang tampak oleh mata batinku beberapa Jin yang sedang bersantap jasad orang itu menjadi bubar. Percikan air itu seakan berubah laksana meteor meteor yang menghantam mereka hingga kabur dan lari ketakutan. Namun ada satu makhluk yang menatap wajahku dan beradu tatapan denganku.


“Rupanya ada manusia yang mampu melihat keberadaanku disini, dan mau mengacaukan pesta kami. Apa sebenarnya yang kamu cari, kalo kamu melakukan ini karena dibayar. Maka berhentilah karena aku akan menggantikan dengan sepuluh kali lipat dari uang yang kamu terima, sebutkan saja. Nanti tiap bangun tidur kamu lihat dibawah bantalmu sudah akan menumpuk harta. Tapi jangan kamu ganggu pesta kami saat ini.” Ucap Jin ifrid itu.


“Kamu bangsa Jin selalu saja mau menipu kami manusia, sayang aku sama sekali gak tertarik dengan harta apa lagi dengan cara yang kamu terapkan. Itu sudah pernah dilakukan kepada orang orang sebelum kami. Kau tipu mereka selama tiga hari kau penuhi janjimu, kemudian setelah itu kau ingkari. Dan ketika orang itu mencari salah satu dari bangsamu dan megajaknya bertarung lagi maka manusia itu yang kalah, karena niatnya sudah demi harta bukan ikhlash lillahi ta’ala lagi.” Ucapku pada jin itu.


“Aku tidak akan ingkar, aku akan terus memberi kamu harta tiap kamu bangun tidur nanti ?” ucap Jin itu.


“Sungguh ?” tanyaku mempermainkan jin itu.


“Sungguh aku gak akan bohong kepadamu…!” jawab jin itu semangat.


“Tapi sayangnya aku gak tertarik dengan harta, kalo aku mita yang lain bagaimana bisa gak kamu memenuhinya ?” tanyaku pada jin itu.


“Katakan saja apa maumu, jabatan, wanita atau apa  ?” Tanya Jin itu sangat antusias.


“Aku ingin tiap bangun pagi, kamu beri aku kepala kepala jin yang menyasatkan manusia termasuk terakhir kali kepala kamu sendiri, bagaimana mau tidak ?” tanyaku yang membuat Jin itu sangat marah dan memandangku dengan sorot mata tajam dan menjadi kemerahan seperti bara api yang sangat panas saja tatapannya.


“Dasar manusia Rakus, diberi hati malah jadi kurang ajar saja kamu…!” ucap jin itu penuh amarah.


Dan saat kemudian Jin itu melompat hendak menyerangku….???


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


 


 


__ADS_2