Isyaroh

Isyaroh
Uji coba ilmu Gabungan Maheso suro dan Mento Rogo


__ADS_3

🌷🌷🌷


Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.


Semoga tetap bisa menghibur.


🌷🌷🌷


Selamat membaca


...........


Episode Lalu


“Fan kamu juga kok tadi diem saja gak bilang bilang, tahu begitu mending aku ajak sekalian kan ?” kata Yasin ke Zulfan.


“Zulfan juga ragu mas Yasin ini mas Ahmad yang kukenal bukan tadinya, sampai yu Nurul ceritakan semuanya tadi.” Ucap Zulfan


Tiba tiba Tohari menyahut.


“Lengkap sudah sekarang, kelima limanya sudah berkumpul sudah saatnya kita mengumpulkan keluarga yang terpisah dan saat ini kita bisa mencari nama leluhur kita, karena semua sudah berkumpul.” Kata Tohari.


“Yah dik Nurul scenario kita jadi gagal nih !” ucap Fatimah tiba tiba. Disambut tawa Nurul dan Zulfan sedangkan yang lain hanya bengong gak ngerti maksut ucapan Fatimah.


*****


Episode ini


“Skenario apa Fat ?” tanyaku ke Fatimah.


“Kamu ini mas, masak sama sepupu sendiri bisa lupa begitu ?” ucap Fatimah bukan menjawab pertanyaanku malah menyalahkan aku.


“Begini mas tadi kami berencana membuka rahasia ini tapi dengan car mengingatkan kamu denga kenangan masa lalu kami. Tapi Nurul gak ngira jika bakal ketemu Mas Tohari dan mbakyu Zubaedah disini. Jadi ketahuan deh kalo aku dan Zulfan ini adik sepupumu.” Ucap Nurul.


“Wah keterlaluan kamu nih, tahu dari kemarin gak perlu aku basa basi sama kamu.” Ucap Yasin. Dia ingat ketika meminta tolong Nurul untuk menanyakan apa yang disuakai Fatimah untuk membuat kejutan kecil waktu itu. saat itu Yasin mau bicara dengan Nurul saja ada perasaan sungkan karena baru kenal eeh ternyata adik sepupunya sendiri. Yang sebenarnya sudah saling kenal waktu kecil dulu.


Begitulah suasana ceria kembali mewarnai keluarga Yasin, terbukanya identitas Nurul dan Zulfan yang ternyata adalah saudara dari Yasin sendiri.


Dan bergabungnya kelima orang tersebut sebenarnya sudah membuka satu petunjuk baru untuk menemukan garis keturunan yang hilang atau terlupakan. Meski masih belum tuntas.


Dan Kelima orang itu berdasarkan urutan Nasab tertuanya adalah.


1.       Tohari      


2.       Ahmad Sidiq   .


3.       Farhan  


4.       Sena ( brotoseno )  


5.       Zulfan


Setalah beberapa saat mereka mengobrol, kemudian mereka berangkat istirahat, karena masih banyak pekerjaan yang harus mereka kerjakan.


Dan pada siang harinya kelimanya berkumpul untuk memecahkan teka teki garis keturunan yang belum ketemu. Sekaligus Tohari sebagai orang tertua disitu memberikan pengarahan kepada Adik adiknya dalam rangka mencari dan menemukan Gong Simo ludro. Untuk menghadapi Jin Dalang Anyi anyi. Yang semakin dekat waktu kemunculannya. Disamping juga harus menghadapi Joyo Maruto dan murid muridnya.


Dan dalam hasil musyawarah itu dibagi tugas untuk bisa menyelesaikan Tugas mereka bersama dan dibagi sesuai bidangnya masing masing.


Tohari sebagai saudara tertua, sanggup mencari garis keturunan yang Hilang.


Kemudian Yasin dibantu Sena menghadapi Joyo Maruto dan murid muridnya.


Farhan dan Zulfan membacking Yasin dan Sena dari serangan teluh dan supra natural lainya termasuk menangkal ajian ‘Panggiring Sukma’.


“Tugas kalian tidak ada yang mudah, dan tugasku pun juga tidak mudah, jadi ku harap kita bisa saling membantu dan mensuport satu dengan lainya.” Ucap Tohari pada suadara saudaranya.


“Maaf kang, Yasin ingat saat kang Tohari menguji aku. Pada jurus terakhir yang kita gunakan sama, tetapi energy yang akau keluarkan kalah besar dengan yang kang Tohari keluarkan. Apa yang menyebabkan itu kang ?” Tanya Yasin pada Tohari.


“Jurus ‘Ya’ maksutnya adalah Yaqin, jadi semaki kita Yaqin kepada Allah, maka energy positifnya semakin besar. Yaqin, Ainul Yaqin dan Haqul Yaqin sebagai tingkat tertinggi keyakinan. ( Yaqin \= Percaya. Ainul Yaqin \= percaya dengan melihat (Ain \= Mata  ) dan Haqul Yaqin ( Yaqin karena sudah membuktikannya )  latihlah keyakinan kamu agar semakin meningkat dan mencapai Haqul Yaqin. Untuk menguatkan iman kita kepada Allah.” Ucap Tohari.


“Bagaimana caranya Kang ?” tanyaku.


“Biar Kuat keyakinan mu hindari maksiat karena maksiat akan menjadikan hatimu bimbang dan was was. Karena maksiat itu membohongi hati Nurani dan membuat kita jadi was was tidak yakin karena maksiat kita.” Jawab kang Tohari.


“Maksutnya kang “ Tanya Sena kemudian.


“Semakin banyak kamu maksiat semakin kamu jauh dari sang pencipta, semakin jauh kamu dari sang Pencipta doamu semakin tak di dengar. Dan terhalang oleh maksiat kamu yang menjadi Hijab ( penghalang ) bagimu.


Kemudian setelah melaksanakan Sholat Asar, mereka berlatih jurus Suci dan semuanya ikut berlatih termasuk Frhan dan Zulfan. Sementara Yasin setelah mendapatkan arahan cara menggunakan jurus per jurus diminta membimbing Farhan dan Zulfan yang masih memulai dari tahap awal. Karena kedua orang tersebut memang dispesialisasikan pada cara menghadapi serangan supra Natural, meski tetap juga berlatih jurus jurus fisik dan kebathinan untuk kanuragan.


 


*****


Di tempat lain


Author POV


Maheso suro dan Mento Rogo sudah berhasil saling berbagi Ilmu kanuragan,, keduanya kini sama sama memiliki Ilmu Giling Wesi dan Rapal Tameng Wojo. Meski belum sempurna, Sehingga keduanya merasa siap untuk melawan Yasin dalam waktu dekat ini.


Dan ki soma juga sudah bersiap untuk memperkuat ilmu Santet atau teluhnya. Sedangkan Joyo Maruto sendiri ikut memperkuat ajian Kelabang Sayuto miliknya untuk bersiap menghadapi lembu sekilan milik Yasin.

__ADS_1


Maheso Suro dan Mento Rogo semakin giat berlatih dan saling adu pukul dengan ilmu masing masing untuk saling menguji seberapa perkembangan ilmu yang mereka dalami. Seakan tak kenal lelah hingga hampir maghrib dan lembayung merah di ufuk barat pun sudah Nampak mereka berdua masih berlatih dengan semangat.


Hingga akhirnya Joyo Maruto memannggil mereka.


“Sudah Cukup dulu latihan kalian berdua. Kita akan uji kekuatan kalian dengan cara menguji kekuatan secara langsung berhadapan dengan Yasin. Namun kali ini rahasia kita tidak boleh bocor, kita pancing kembali Yasin. Atau kalo perlu kita terus terang tantang dia untuk berhadapan di pertempuran.” Ucap Joyo Maruto.


“Mending kita jebak saja Guru, biar kita bisa bantai beramai ramai itu anak.” Jawab Mento Rogo.


“boleh saja, dan kali ini kita akan kirimkan pesan dengan teluhnya ki Soma.” Ucap Joyo Maruto.


Begitulah rencana persiapan Joyo Maruto dan murid muridnya dalam menghadpi Yasin dan Sena nanti.


*****


Di rumah Yasin.


Yasin POV


Seusai kami menjalankan sholat maghrib dan Isya serta Mujahadah sebentar seperti biasanya. Kang Tohari kembali mengajak untuk berlatih diluar seperti ba’dal Asar tadi. Aah kayaknya kang tohari ini juga gak punya capai. Dari kemarin nyaris tidur juga belum genap 3 jam masih juga jam malam begini ngajak berlatih jurus, batinku.


Kemudian kami menuju kelapangan seperti biasa untuk berlatih jurus.


Namun baru beberapa jurus yang kami mainkan tiba tiba kami kembali diserang dengan bola bola api seperti kemarin. Namun kang Tohari tetap santai seperti gak terjadi apa apa bahkan tetap memberikan contoh gerakan gerakan jurus. Padahal bola api it uterus berputar dan mulai mendekati kami semua.


“Ahmad saatnya kamu mencoba gerakan jurus ‘YA’ untuk mengusir tamu tak diundang itu.” ucap kang Tohari.


Kemudian aku mengikuti apa yang diperintahkan.


Dan sesaat kemudian aku memukulkan telapak tanganku ke tanah dengan menatap salah satu bola api yang semakin dekat dengan kami.


Dan bola api itu terpental jauh dan tak balik lagi, kemudian aku melakukan hal yang sama ke bola bola api yang lainya. Dan hasilnya sama.


Namun sejurus kemudian datang lagi sato bola api yang warnanya bukan merah saja tapi merah kebiruan. Dan ketika aku hendak melakukan gerakan jurus tiba tiba kang Tohari sudah melakukan duluan.


Sehingga bola api yang besar itu pecah dan muncul sesosok makhluk mengerikan. Dengan postur tubuh yang hampir dua kali lipat ukuran tubuhku.


Sosok itu kemudian berusaha memukul dan melempari kami semua.


Untunglah kami semua bisa menghindarinya, kemudian kang tohari pun melempar sosok itu dengan sebuah kayu besar seukuran paha kaki orang dewasa.


Namun dengan mudah makhluk itu menangkap kayu itu dan kayu itu dimasukan kedalam mulutnya. Sehingga terdengar seperti suara kayu yang hancur digiling.


Kemudian makhluk itu mendekati kang Tohari yang tetap tenang.


Dan terjadi dialog setelahnya.


“Apa maksut kamu datang kesini ?” ucap Kang Tohari.


“Siapa yang kau ajak bertarung ?” kata Kang Tohari.


Yah kenapa harus Tanya hadapi saja kang Tohari, batinku. Namun aku kaget seketika makhluk itu menunjuk aku dan Sena.


“Apa bertarung melawan kamu ?” kataku pada makhluk itu.


Namun makhluk itu menggeleng dan menunjuk ke satu arah seperti arah ke padepokan Joyo Maruto. Dan bukankah besuk adalah rencana penggerebekan markas Mereka, ucapku dlam hati.


Makhluk itu kemudian pergi, dan kang Tohari memanggil aku dan Sena.


“Kalian berdua mendapat tantangan untuk bertarung, ini bukan sekedar pertarungan biasa. Aku akan mengawal kalian jaga jaga jika mereka berbuat curang. Sementara Zulfan dan kamu Farhan, berdoa dirumah melawan tindakan supranatural mereka. Biar Ahmad Sidiq dan Sena yang melawan secara fisik dalam pengawasan ku Ucap Kang Tohari.


Aah mending langsung sekalian Joyo Maruto turun tangan biar kang Tohari yang nanti menghadapinya. Aku bisaa mengukur kekuatan keduanya cukup seimbang. Karena pernah berhadapan dengan Joyo Maruto secara langsung dan pernah diuji kang Tohari juga.


Menurut perhitunganku, kekuatan kang Tohari masih seimbang atau mungkin bisa jadi lebih tinggi dari Joyo Maruto. Meskipun usia kang Tohari masih jauh lebih muda dari Joyo Maruto. Aku bisa merasakan saat benturan tenaga kami dan aku terpental sementara kang Tohari tidak bergeming sedikitpun. Berbeda dengan ketika berhadapan dengan Joyo Maruto dia sempat terpental dan terluka dalam juga, pikirku.


“Kenapa gak sekalian pimpinan mereka kang Tohari lawan saja, menurutku kekuatan kakang masih diatas dia. Karena aku juga pernah berhadapan dengan dia dulu.” Kataku pada kang Tohari.


“Tidak, itu nanti bagian kamu yang harus melawan dia. Aku hanya ditugaskan untuk mengawal kamu saja serta meningkatkan jurus jurus Suci agar mencapai tingkat yang cukup untuk menghadapi Joyo Maruto itu.” jawab kang Tohari.


Kemudian Farhan dan Zulfan masuk kedalam rumahku sementara Aku dan Sena dikawal kang Tohari berangkat menuju ke padepokan Joyo Maruto. Di dalam perjalanan aku menyampaikan bahwa besuk sebenarnya akan ada penggerebekan oleh pihak berwajib ke padepokan Joyo Maruto.


“Sebenarnya besuk ada rencana penggerebekan oleh pihak berwajib aku dan Sena juga akan dilibatkan dalam operasi itu kang, jadi kenapa kita mala mini harus melawan mereka ke padepokan mereka ?” tanyaku pada kang Tohari.


“Tadi sudah aku bilang, ini bukan pertempuran biasa. Namun bagi kita adalah memancing Dalang Anyi anyi itu muncul. Agar masalah sebenarnya segera selesai. Selama dia belum muncul maka hanya akan muncul permasalahan yang silih berganti saja. Harus segera menghentikan sumber permasalahan.” Jawab kang Tohari.


“Tapi apakah kita sudah betul betul siap menghadapi pemimpin Jin itu kang ?” tanyaku.


“Tadi sudah ku jelaskan tentang Yaqin, kamu harus pegang itu. dan Gong yang akan kita cari itu hanya sebagai wasilah saja. Karena yang mampu menghentikan kemunkaran itu adalah iman dan kebenaran.” Jawab kang Tohari.


“Tapi kan tetep harus dengan perhitungan juga kang gak cukup berdasarkan Yaqin saja.” Kataku pada kang Tohari.


“Iya Jelas kalo itu, dan dengan formasi kita yang sudah lengkap ini aku sudah memperhitungkan kita bisa melawan makhluk itu. dan memenjarakannya nanti.” Ucap kang Tohari.


“Maaf kang Tohari, apa yang kita alami ini sebenarnya kebetulan atau memang sudah diatur atau direncanakan. Kenapa tiba tiba aku baru Nurul istriku adalah sepupu mas Yasin juga dan dulu pertemuanku dengan mas Yasin juga seperti kebetulan dan ternyata yang menjadi istri mas Yasin juga masih saudara jauh ku juga ? Kata Sena.


“Wallahu a’lam kalo itu, akan tetapi sudah di’nas’  ( ditulis/ ditentukan ) jika manusia itu akan dikumpulkan dengan orang orang yang  satau pemikiran. Dan kita semua satu pemikiran maka akan ada jalan untuk bisa saling bersatu.” Jawab kang Tohari.


“Sebentar kang, itu kok mirip teori fisika tentang garpu tala ya ? garpu tala yang satu frequensi akan bisa menghantarkan frequensi garpu tala yang lain jika garpu tala itu digetarkan maka garpu tala yang satu frequensi jika didekatkan akan ikut bergetar. Apa ada hubunganya ?” tanyaku.


“Aku gak ngerti soal itu, tapi dalam kenyataanya jika kita berdoa dengan tujuan sama tanpa ada unsur kepentingan lain, maka doa kita itu akan saling menguatkan dan akan mempermudah sampai ke Arys (ada yang mengartikan singgasana < Wallahu a’lam>  nya Allah. Dengan demikian doa akan lebih mudah di ijabah dari doa sendiri sendiri.” Jawab kang Tohari.


“Berarti itu pentingnya salah satu  jamaah juga ya kang ?” Tanyaku.

__ADS_1


“Gak hanya itu, akan tetapi juga mengajarkan kita untuk saling bahu membahu agar bisa terorganisir, karena meski itu kebenaran jika tidak terorganisir akan kalah oleh kebathilan yang terorganisir.” Jawab kang Tohari.


Sepanjang jalan kami mendapat wejangan cukup banyak dari kang Tohari,, sampai tidak terasa sudah sampai di tempat terakhir bisa dilalui kendaraan. Selebihnya harus ditempuh dengan jalan kaki saja untuk menuju ke padepokan Joyo Maruto.


Kali ini aku merasa lebih tenang dengan pengawalan kang Tohari saudara tuaku yang aku rasa ilmu kanuragannya cukup mumpuni. Meski aku harus bertempur dulu saat bertemu dengan beliau, demi niat beliau menguji aku. Dan aku sempat terpancing amarah ketika beliau belum membuka siapa dia dan apa maksut dia sebenarnya.


Singkat cerita sampailah kami di bukit yang biasa kami gunakan ketika memantu aktifitas padepokan Joyo Maruto.


“Itu kang Padepokan mereka ada dibawah sana.” Tunjukku pada Kang Tohari.


“Iya tapi bukan disitu mereka berada, ada tempat yang cukup lapang yang akan dijadikan ajang pertempuran kalian nanti. Ucap kang Tohari.


“Terus apa yang akan kita lakukan sekarang kang ?” tanyaku.


“Kita langsung ke lokasi itu, kita pukul mundur mereka dan besuk saat kamu dan pihak berwajib itu datang bongkar tanah belakang mereka yang dijadikan tempat mengubur orang orang yang dijadikan tumbal.” Kata kang Tohari.


Aku dan sena jadi kaget mendengar ucapan kang Tohari, “dari mana dia tahu ?” tanyaku dalam hati.


Kemudian aku segera menunjukkan tempat yang kang Tohari sebut tadi. Karena aku yakin jika yang dimaksut adalah tempat yang dulu sempat aku intai saat mereka sedang latih tanding. Dan setelah cukup dekat dengan tempat itu terdengar suara Joyo Maruto yang seperti menggema meski ujutnya belum Nampak.


“Ha ha ha… akhirnya kalian datang juga, rupanya cukup besar nyali kalian jadi aku gak perlu repot repot mencari kalian.” Suara Joyo Maruto.


“Tidak usah basa basi wahai pemuja Iblis, kami bertiga datang untuk mengajakmu bertaubat selagi masih ada kesempatan. Tinggalkan ilmu sesat kalian sekarang juga…!” jawab kang Tohari dengan suara yang tak kalah menggema juga.


Aku jadi berpikir ini ilmu apa lagi, suaranya menggema tapi ujut Joyo Maruto saja tidak Nampak.


“Ini Joyo Maruto pakai ilmu apa kang, suaranya bisa menggema begini sementara orangnya saja tidak kelihatan.” Tanyaku.


“Buka dan gunakan Lathoif ruhi dan Nafsi kamu biar tahu dimana Joyo Maruto, Dan Sena gunakan kinestesis kamu.” Kemudian Aku dan Sena segera mengikuti perintah kang Tohari.


Ternyata Joyo Maruto dan ketiga murid setianya sedang berdiri tak jauh dari tempatku. Apakah semua muridnya sekarang punya ilmu Halimun, pikirku.


“Sudah tua juga masih main main dengan popok kamu ini !” ucap kang Tohari entah ditujukan ke siapa atau apa maksutnya.


“Ha ha ha… rupanya ada satu orang lagi yang membantu kamu Yasin. Pantas kamu berani datang kesini.” Ucap Joyo Maruto.


“Jangan Salah aku hanya ingin melihat tidak ingin ikut campur jika kamu juga gak ikut campur. Dan sebaiknya kamu buka ‘popok wewe’(Kain makhluk halus yang dipercaya bisa membuat orang tak Nampak jika dipakai kerudung) kamu karena kami semua tetap bisa melihat ujut jelek kalian…!” ucap kang Tohari.


Dan secara tiba tiba keberadaan Joyo Maruto dapat kami lihat dengan mata telanjang. Namun aku dan Sena tetap membuka mata batin kami untuk kewaspadaan, meski disitu juga di awasi oleh kang Tohari.


“Siapa yang akan menjadi korban murid murid ku lebih dulu, atau mau sekalian kalian bertiga biar urusan kami cepat selesai.” Ucap Joyo Maruto.


“Aku rasa murid muridmu lah yang akan cepat selesai kemudian menyusul kamu berikutnya.” Ucap kang Tohari tak kalah garang dengan Joyo Maruto.


“Wkakaka…. Kamu akan kena batunya Joyo Pawiro !” ejekku pada Joyo Maruto yang menyebutnya dengan Pawiro.


Tiba tiba secepat kilat Joyo Maruto langsung melepaskan pukulan andalanya kelabang sayuto kea rah kami bertiga. Ketika aku dan Sena bersiap menghadangnya kang Tohari melarang.


“Kalian gak usah ikutan, biar aku yang mengembalikan pukulan orang tua itu.” kata kang Tohari.


Sesaat kemudian kulihat kang Tohari menggunakan jurus ‘YA’ dan memukulkan telapak tanganya ke tanah. Sehingga dorongan angin tenaga Joyo Maruto itu tersapu berbalik menyerang mereka. Masih untung Joyo Maruto berhasil menangkis pukulanya sendiri yang berbalik dengan ilmu yang sama. Sehingga hanya menimbulkan benturannya dahsyat yang menggelegar.


“Kurang ajar kamu anak muda, rupanya kamu cukup punya piandel juga tapi jangan senang dulu. Aku belum sepenuhnya menggunakan tenagaku.” Ucap Joyo Maruto.


“Udah gak usah pamer, belum saatnya kamu ikut dalam pertarungan ini, dan lawanmu besuk bukanlah aku. Tapi adikku ini.” ucap kang Tohari sambil menunjukku.


“Hmmmm baiklah sekarang aku ajukan Maheso Suro yang akan maju kalian ajukan satu orang atau mau dua sekaligus juga boleh.” Tantang Joyo Maruto.


“Melihat tampang muridmu kayaknya cukup bungsu diantara kami bertiga yang akan menghadapi muridmu.” Kata kang Tohari sambil menunjuk Sena.


Dan membisikkan agar sena menghindari sentuhan telapak tangan Meheso suro.


“Jika terpaksan bersentuhan gunakan ismuldzat dan asmaaul husna.” Kata kang Tohari.


Aku sebenarnya agak khawatir dengan Sena, dan akan menggantikan Sena melawan Maheso Suro sekaligus Mento rogo jika perlu. Namun kang Tohari melarangku.


Aku jadi tak berani membantahnya, namun aku bersiap sewaktu waktu memantu Sena….!!!


...bersambung...


Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.


Komentar readers semangat Author


Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.


Semoga dapat menghibur Readers semua.


...Jangan lupa dukungan berupa :...


...Like...


...Komen...


...&...


...Vote nya...


...Terimakasih...


...🙏🙏🙏...

__ADS_1


__ADS_2