
Bagiam Akhir episode lalu
Jujur saja, sulit melupakan mas Sidiq. Disamping dulu saling cinta. Dialah satu satunya orang yg sudah menjamahku. Sampai aku mengandung dan melahirkan. Tapi begitu tahu Fatimah, Arum tak lagi berharap lebih. Fatimah bisa menerima Sidiq saja Arum dah bersukur. Biar Fatimah dan suaminya tetap bahagia, Arum rencana mau pergi keluar kota cari kerja. " Jawab Arum.
" Kenapa harus keluar kota mbak Arum ?" tanyaku.
" Biar bisa melupakan bapaknya Sidiq, dan mendapatkan penggantinya. Arum juga manusia normal butuh pendamping. Selama ini nunggu bapaknya Sidiq, tapi ternyata sudah jadi milik orang lain. Jadi Arum harus ikhlas asal Sidiq diakui sebagai anaknya." jawab Arum.
Membuat aku juga tak mampu menahan tetes air mataku.
" Isti jadi inget, kakak ipar Isti mbak !" kata Isti pilu.
" Memang kakak iparmu kenapa Isti ?" tanya Arum.
Aku tak mampu langsung menjawab, namun justru tangisku yg pecah.
" Maaf Isti, apakah Arum menyinggungmu ?" tanya Arum.
" Gak mbak, Isti hanya inget kakak ipar. Yg nasibnya sekarang sepert apa tidak tahu !" jawab Isti.
" Owh gitu, seandainya Isti mau cerita Arum siap dengerin. Jika itu bisa sedikit mengurangi beban mu Isti. Meski mungkin aku tak akan mampu memberi nasehat,seperti dirimu ataupun Fatimah. Yang banyak belajar agama." ucap Arum.
" Iya mbak Arum, Isti butuh curhat sesama wanita. Karena Fatimah baru menidurkan Sidiq, mungkin mbak Arum bersedia dengerin Isti" seru Isti.
" Iya Is, kamu gak usah ragu sama Arum. Karena Arum justru merasa tersanjung jika Isti percaya sama Arum. Mengingat.....!"
Belum selesai Arum bicara sudah ku potong.
" Gak usah dilanjutin mbak, Isti dan Fatimah sudah denger dari mas Yasin. Itu bukan murni salahmu, dan itu juga masa lalumu. Sekarang kita sama sama buka lembaran baru saja. !" ucapku ke Arum.
Aku baru memulai cerita tiba tiba Fatimah datang.
" Maaf Sidiq minta susu pakai botol tapi Fatimah gak punya botol dan susu anak anak. Apa Arum bawa dari rumah ?" tanya Fatimah.
Aku kagum dengan sahabatku Fatimah yg sungguh berjiwa besar itu.
" Owh iya, Arum lupa biasanya sebelum tidur sidiq memang minum susu." jawab Arum.
" Jadi bawa persediaan tidak, kalo tidak biar mas Yasin yg cari ?" tanya Fatimah.
" Ada kok, bentar di tas Arum tadi !" jawab Arum sambil membuka tas dan mengeluarkan susu formula anak dan botolnya. Saat hendak bangkit, tiba tiba Fatimah berseru.
" Udah biar Fatimah yg bikin, Arum lanjutin bicara sama Isti !" ucap Fatimah.
" Serius kamu Fatimah ?" Arum kaget mendengar ucapan Fatimah.
" Iya Fatimah serius, kenapa ?" tanya Fatimah.
" Gak kok, Arum gak nyangka aja kamu begitu tulus perhatian sama Sidiq anakku." jawab Arum.
" Udah gak usah dibahas, Sidiq anak biologis dari suamiku. Jadi kuanggap anakku juga Rum !" jawab Fatimah.
" Kalian bikin berdua saja, biar Fatimah tahu cara dan ukuranya. Jadi sekalian mbak Arum kasih tahu, biar Fatimah besuk hafal." sahutku.
" Wah ide bagus Isti, Fatimah gak kepikiran begitu, hayuk Rum !" jawab Fatimah mengajak Arum ke dapur.
Aku menunggu diruang mujahadah, kupikir jika Sidiq udah tertidur baiknya Fatimah ku ajak gabung sekalian saja.
Tak lama kemudian, Arum dan Fatimah sudah kembali dari dapur.
" Nanti kalo Sidiq udah tidur, gabung sini sekaliyan Fat !" ajakku pada Fatimah.
" Boleh, memang gak ada pembicaraan rahasia ?" tanya Fatimah.
" Gak, hanya obrolan sesama wanita saja kok !" jawabku.
__ADS_1
" Ya nanti Fatimah nyusul !" kata Fatimah sambil jalan ke kamarnya.
Ada banyak Kamar di rumah ini, padahal mas Yasin bukan keluarga besar. Yang punya banyak saudara, buat apa kamar sebanyak itu ? pikirku.
"Tadi Isti mau cerita apa, atau nunggu Fatimah dulu saja ?" tanya Arum.
" Gak usah mbak Arum, biar Fatimah nyusul saja !" jawabku.
Kemudian aku mulai ceritakan tentang kakak ku Rofiq. Mulai dari saat dia pulang dari pesantren, bekerja kemudian menikah. Dan di awal pernikahan kehidupan kakakku Rofiq dan Istrinya bahagia.
Namun beberapa bulan kemudian, kakak Iparku menghilang. Kakakku Rofiq Depresi berat. Awalnya krika di tanya istrinya kabur dengan lelaki lain.
Namun belakangan baru tahu jika, kakak iparku jadi korban penipuan. Yang tadinya berniat, membatu suaminya cari nafkah. Ternyata ditipu antek germo yang mencari wanita muda untuk di jadikan PSK.
Sampai saat ini kakak iparku tidak di ketahui rimbanya. Itu menyebabkan kakakku Rofiq Frustasi, dan masuk ke dunia hitam.
Tiba tiba Fatimah datang.
" Fatimah ikut gabung ya, Sidiq udah bobo. Anak itu penurut banget ternyata !" ucap Fatimah.
" Iya Fat, makasih banyak udah nidurin Sidiq !" jawab Arum.
" Gampang banget Sidiq bobok nya, eeh ngobrolin apa tadi, rahasia gak ?" tanya Fatimah.
" Aku nyritain kakakku mas Rofiq, dari saat nikah sampai dengan dia terjerumus ke dunia hitam !" ucapku pada Fatimah.
" Fatimah ikut prihatin ya Is !" sahut Fatimah.
" Arum heran, kok bisa begitu sih Is ?" tanya Arum.
" Itulah kehidupan Arum, yg baik gak selamanya baik. Yang buruk pun gak selamanya buruk." jawabku pada Arum.
" Jadi itu ya, yg membuat kalian tertama kamu Fatimah, tidak memandang rendah Arum. Padahal keluarga Arum sendiri, sampai saat ini tidak mau menerima Arum." curhat Arum padaku dan Fatimah.
" Sampai segitunya kah ? Terus kamu tinggal sama siapa selama ini ?" tanyaku.
Kemudian Arum menceritakan, kisahnya dari saat ketahuan mengandung, kemudian disuruh menggugurkan diungsikan hingga saat melahirkan Sidiq.
Dan membesarkan Sidiq hingga pertemuanya kembali dengan mas Yasin. Dan Klarifikasi mas Yasin, sehingga Arum tak lagi menyalahkan mas Yasin.
Setelah itu giliran Fatimah yg menceritakan pengakuan mas Yasin, sikap awal Fatimah hingga saat aku telpun. Kami bertiga justru tambah saling memahami karakter masing masing.
Dan itu, menguatkan niatku untuk menjodohkan Arum dengan mas Rofiq kakak kandungku.
Dua duanya sebenarnya orang baik, hanya saja pernah tergelincir di dalam sebuah lingkaran dosa.
Kami bertiga pun berangkat tidur, aku menemani Arum. Sedang Fatimah kembali ke kamarnya.
...Isti Pov end...
.........................
...Fatimah Pov...
Begitu mendengar penuturan Arum tadi, hati Fatimah semakin tenang. Fatimah yakin Arum orang baik yg pernah terjerumus maksiyat. Itupun akibat ulah suamiku di masa lalunya. Yang tidak mungkin Fatimah salahkan.
Akhirnya Fatimah masuk kamar, ternyata mas Yasin sudah dukuan di kamar. Tidur dengan memeluk Sidiq anaknya. Biarlah Fatimah gak akan ganggu, Fatimah ikut berbaring disamping mas Yasin.
" Udah selesai ngobrolnya sayang ?" tanya masYasin.
" Udah mas, sama Istidan Arum tadi !" jawabku.
" Gak ada masalah kan sayang ?" tanya suamiku sambil peluk Fatimah.
" Gak mas, kita bertiga ngobrol santai, dan Fatimah dukung rencana perjodohan Arum dan kakaknya Isti. Ternyata Arum tu orangnya baik. Karena kenakalanmu dia jadi begitu. Tapi mas udah taubat, dan sekarang jadi suamiku." kataku pada mas Yasin.
__ADS_1
"Yaudah kita bobok aja yuk, Fatimah minta jatah gak ?" tanya suamiku berbisik di teingaku. Sambil mencium pipi Fatimah lembut.
Sebenarnya Fatimah juga ingin, tapi ada Sidiq makanya Fatimah tahan.
" Besuk aja ya mas, ada Sidiq takut nanti bangun !" jawabku.
Tiba tiba mas Yasin mendaratkan ciuman di bibirku, dan kubalas lembut.
" Iya sayang, mas bangga padamu. Dan makin mencintai kamu !" katanya selepas mencium bibirku.
" Iya mas, Fatimah juga bangga jadi istri mas Yasin !" jawabku.
Kemudian kami berangkat tidur, aku peluk suamiku yg berbaring. Karena sambil membelai Sidiq anaknya.
...Fatimah Pov end...
......................
...Yasin Pov...
...Flash back on...
Menemui personil polisi
Sungguh jika bukan karena Rohman Rakhimnya Allah, tidak mungkin akan terjadi seperti ini. Fatimah istriku bisa menerima Sidiq anakku dengan Arum yg lahir diluar nikah.
Dan Arum, orang yg hamil dan melahirkan anakku diluar nikah. Tidak menuntut banyak, hanya ingin Sidiq kuakui sebagai anakku.
Udah gitu, Sidiq anakku dengan Fatimah bisa langsung dekat. Bahkan tidurpun ditemani Fatimah Istriku bukan Arum ibunya.
Sungguh suatu anugerah yg sangat besar bagi seorang sepertiku.
Pantaslah dalam surat Ar Rahman ayat ini diulang lebih dari 30 kali.
" "Maka nikmat mana lagi yang kamu dustakan ?
Merinding jika tidak mampu mensyukuri nikmat-Nya.
" Sudah selesai pak Rembuk keluarganya ?" tanya Polisi yg bernama Fanani. Membuyarkan lakunanku.
" Owh iya sudah kok, itu sebagian tinggal ngobrol santai saja !" jawabku.
" Owh iya ada yg mau disampaikan atau mau istirahat ?" tanyaku.
" Satu hal saja pak, perintah pimpinan melalui pak Yadi ! Yaitu, demi keamanan. Ibu Arum dan putranya, juga dimohon untuk tinggal disisini sementara waktu " begitu keterangan salah satu personil polisi.
Aku gak bisa berkata apapun, kecuali memang bahaya juga bagi Arum da Sidiq. Tentulah pihak lawan dengan mudah mencari siapa orang orang terdekatku dan Rofiq. Yang sekiranya bisa di tawan untuk sandera agar aku atau Rofiq mau mengikuti kemauan mereka.
...Bersambung...
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
...🙏🙏🙏...
__ADS_1