
Bagian Akhir Episode sebelumnya
Isti justru salah sangka dengan ucapanku.
" Mas Yasin ingat ya, mas itu suami Fatimah sahabatku. Jangan coba coba merayuku. Isti benci kamu ! " teriak isti.
Aku jadi bingung menghadapi nya.
" Tunggu Is, kamu salah faham ! " kataku.
" Maksutnya salah faham gimana ? " tanya Isti.
" Bang Rofiq dengar sendiri kan ? Adikmu terlalu polos bang. Sementara orang yg kau maksut sangat licin bagai belut dan licik. " terangku pada Rofiq.
Sementara Isti makin bingung tidak tahu arah pembicaraanku dengan kakaknya.
" Isti... tolong dengerin aku. " kata Rofiq.
" Apa mas ? " jawab Isti.
" Yang dimaksut Zain eeh atau yg kamu kenal dengan Yasin itu. Adalah untuk menjaga kamu dari orang orang jahat. Dimana dia dulu teman temanku dan teman dari Yasin temanmu itu. " Rofiq tak mampu melanjutkan kata katanya.
" Gini aja bang, ijinkan aku bicara empat mata dengan Isti adikmu. Dia tidak faham dengan kode dari abang tadi. " pintaku.
Saat aku masuk tadi, Rofiq memberi kode / Isyarat untuk membantunya kabur dr penjara dengan tanganya. Kode yg hanya diketahui gang kami dulu.
Namun aku menolak dan mengatakan jika dia balas dendam dengan cara lama, akan bahaya bagi Isti adiknya.
Hal ini yg membuat Isti bingung dan salah faham.
" Sebenarnya apa yg kalian bicarakan ? Kenapa ditutu tutupi dari Isti..? " tanya Isti.
" Maaf bang terpaksa aku jujur dengan Isti. " kataku pada Rofiq.
" Begini Is, tadi kakakmu memberi kode khusus padaku. Kode rahasia yg biasa kami pakai saat masih sama sama dijalanan. " terangku pada Isti.
" Kode apa ? " tanya Isti.
Sebenarnya berat bagiku, untuk menyampaikan. Tapi kalo tidak kusampaikan Isti tidak hanya penasaran. Tapi sudah salah faham denganku, karena menyebut dia saat bicara tadi. Kepolosanya itu yg justru membuat aku khawatir akan dimanfaatkan Gembul cs.
Dan ada masalah pribadi apa antara Gembul & Rofiq aku juga belumtahu pasti. Tapi aku yakin pasti ada.
" Maaf Is... ini kaitanya dengan masa lalu kami. Kuharap kamu jangan kaget nanti.
Jika tangan begini artinya kabur.
Begini artinya mau bunuh org, dan masih byk lagi kode yg kami gunakan.
Intinya, tadi kakakmu hendak berencana kabur. Buat balas dendam bunuh orang yg melarikan istrinya.
Aku berpikir itu bahaya buat kamu. Karena kamu punya wajah juga cantik. Yg aku dan kakakmu takutkan kalo kamu jadi korban seperti istri kakakmu. " jelasku pada Isti biar tidak salah faham
" Jadi korban seperti kakak iparku gimana maksutnya ? " tanya Isti.
"Kakak iparmu bukan lari dgn lelaki lain sebenarnya. Tapi dibohongi dan diculik, di jerumuskan dlm dunia Protitusi. " jelasku.
" Apa...? " Teriak isti.
Kemudian Rofiq menyahut.
" Kalo Santi hanya lari dengan lelaki lain, aku gak akan jadi begini. Aku bisa cari ganti. Tapi karena kejadian sebenarnya seperti itu. Aku dendam, dan mau selidiki dan balas dendam. " Rofiq berkata meyakinkan Isti.
" Kenapa harus dirahasiakan dari Isti ? Ya maaf mas Yasin, tadi Isti salah faham. Karena Isti gak ingin mas menyanjung wanita lain, selain Fatimah Istri kamu ! " kata Isti.
Aku justru tertawa dengar pnjelasanya, sampai Isti heran.
" Kok malah ketawa, apanya yg lucu...?!? " bentak Isti padaku.
" Aduuh Is... kamu itu terlalu lugu tau gak ?!? Gini ni Is kalaupun aku mengatakan kamu cantik, atau perempuan lain cantik. Itu bukan rayuan, dan tidak untuk membandingkan dengan Istri.
Tapi itu sanjungan agar org lain merasa dihargai. Aku biasa bilang ke Fatimah, eh itu cantik orgnya. Dan Fatimah gak marah karena dia yakin itu hanya ucapan. Bukan ungkapan perasaan, ah kamu terlalu polos Is. " jelasku menahan tawa.
"Huh dasar cowok... sama aja " gerutu Isti.
" Kok sama aja berarti Isti sudah punya cowok ya bisa bandingin ? " godaku pada Isti. Sampai Rofiq pun ikut tersenyum mendengarnya.
Ah aku jadi kepikiran, gimana kalo Rofiq nanti kujodohkan dengan Arum ya ??? sapa tahu mereka mau, aku harus bicara sama Isti berdua.
" Bang... Aku sama Isti mau makan, nitip apa ? " tanyaku.
" Terserah, yg penting rokoknya ! " seru Rofiq.
" Ayuk Is... ! " Ajakku pada Isti yg tampak ragu.
Aah ini perlu dikasih pengetahuan dunia real di luar pesantren. Tanpa pikir panjang aku gandeng tanganya.
" Ayuk jalan...! " kataku maksa.
" Iya tapi, gak udah gandeng tangan Isti juga. Kita bukan mahrom...! " jawab Isti. dengan jawaban yg sudah ku duga, standart banget bagi orang kaya Isti.
" Aku tahu kamu bukan mahrom, bukan orang yg haram dinikah. Tapi sapa juga yg ngajak kamu nikah. Aku kan ngajak makan, lagian gak sentuh langsung. Kan kamu pakai lengan panjang ! " godaku.
" Iya tapi malu mas, dilihat orang dan gak pantes juga kita gandengan !" jawabnya.
" Nah itu jawaban yg aku tunggu, dan itu jawaban yg bijak Is ! " kataku sambil melepas tanganya.
" Maksutnya bijak gimana ? " tanya Isti.
" Gini Is, dalam kehidupan masyarakat umum, kita perlu pahami karakter orang. Kata kata kamu yg pertama td *bukan mahrom* akan terdengar aneh, asing dan meimbulkan kesan sok suci.
Tapi kalimatmu yg kedua itu lbh tepat, *malu* & *tidak pantas.* Kan esensinya sama Is. " jelasku sambil jalan tapi sudah kulepaskan tanganya." jelasku pada Isti.
" Tapi ya gak perlu gandeng tangan Isti juga kali tadi ! " ucapnya membela diri.
" Kalo aku gak gandeng tangan kamu tadi.
Kamu gak segera jalan.
__ADS_1
Aku gak bisa kasih tahu kamu soal ini. Dan yg pasti aku gandeng kamu bukan karena mau kurang ajar. " kataku.
"Asal gak gunakan kesempatan aja, jujur Isti tadi ngira mas mau kurang ajar sama Isti. " kata Isti serius.
" Gak lah..... masa laluku yg kelam sudah aku rasakan dampaknya sekarang !" kataku.
" Yang bener mas.....? Kalo lihat yg cantik gak pingin lagi ? " Tanya Isti sambil menggoda.
" Gak paling juga seneng lihat saja, gak ada keinginan untuk memiliki. Kecuali........? " perkataanku sengaja ku jeda biar Isti penasaran.
" Kecuali apa ? " tanya isti Kepo tingkat dewa, hehehe...!
" Ya, kecuali ada yg mau, wkakaka ! " jawabku sambil ngakak Isti pun tertawa. Tanpa disadari sampai memukul mukul aku dengan punggung tanganya.
" Heh bukan mahrom ! " godaku membuat Isti tersipu malu.
" Iya maaf gak sengaja mas ! " jawabnya malu.
" Iya aku tahu, aku juga cuma bercanda kok. Ada hal serius yg ingin ku bicarakan tentang kakakmu. " Kataku pada Isti.
" Ada apa lagi ? kok kayaknya serius banget. Gak lagi bikin guyonan lagi kan ? " tanya Isti.
" Kali ini serius gak bercanda Is. Kamu ingat waktu aku curhat lewat chat waktu itu ? " Tanyaku membuka pembicaraan.
" Yang tentang masa lalu mas, ternyata saat ini sudah punya anak itu ? " Isti memastikan.
" Iya Is bener, gimana kalo abangmu kita kenalkan Arum ? " tanyaku.
" Sebentar kalo masalah itu, jangan dibicarakan diwarung. Kita bicara disini saja ! " pinta Isti padaku.
" Ok, disana aja bawah pohon agak teduh. " usulku.
" Ya sih tapi terlalu mojok takut dikira kita pacaran mas. ! " jawab Isti.
" Yg penting kan terbuka Is tempatnya, orang tetep bisa lihat kita ngapain. Dan tujuan kita juga cuma ngobrol. " kataku.
" Iya deh ayuk Isti ikut saja ! " katanya.
Kamipun berjalan menuju pohon itu.
"Maksut mas Yasin, Mas Rofiq kita jodohkan dengan Arum ? " tegas Isti
" Iya arahya kesitu, tapi kita buat seakan semua berjalan alami. biar mereka saling kenal dan saling suka dengan sendirinya. " terangku ke Isti.
" Apa bisa begitu mas ? " tanya Isti.
" Kalo soal itu aku sudah merasakan dan membuktikan. Kamu juga pasti sudah tahu kan ?!? " jawabku.
" Oeh iya maaf, bukan maksut Isti ngingetin yg dulu. Maksutnya apa bisa diatur begitu ? " jawab isti.
" Ya kita Usahakan soal hasil ya serahkan pada Nya. " jawabku.
Isti diam tapi tampaknya setuju.
" Yaudah makan dulu yuk, kasihan abangmu nunggu kelamaan " ajakku.
" Tunggu... Isti mau nanya. Mas teman Isti istri mas juga sahabat Isti. Kalo mas baik dan peduli pada Isti wajar. Tapi dengan Mas Rofiq kemarin mas musuhan, kok sekarang jd peduli kenapa ??? " tanya Isti ragu ragu.
pingin nolong abangmu kambali sadar.
Bentuk tanggung jawabku pada Arum, ibu dari Sidiq anakku.
Jadi kamu gak usah berpikir negatif padaku. " jawabku.
" Owh gitu ya, yaudah Isti percaya. " jawab nya.
Kami lantas pergi makan, sambil ngobrolin rencana mempertemukan Rofiq & Arum.
" Gimana ya caranya, nemuin mereka ? " Isti membuka obrolan.
" Kakakmu kan dulu juga pernah ngaji. Suruh ngajarin Sidiq ngaji aja. Nanti aku yg atur tekhnisnya, kalo itu sudah berhasil baru mikirin jodoh kamu ! " selorohku.
"Jangan bercanda kenapa mas, orang lagi serius juga....! " ucap Isti sewot.
" Aku gak bercanda tapi juga gk terlalu serius soal itu. Tergantung kamu juga. " jawabku datar.
" Iya sih, aku nungguin mas Rofiq dulu. Isti juga sudah ada calon kok mas. Tapi posisinya masih diluar jawa. " ujar Isti.
" Sukurlah kalo begitu, artinya tinggal tunggu waktu saja... ? " tanyaku.
" Iya mas, aku sudah dilamar lama. Tinggal nunggu dia pulang saja. ! " kata Isti.
" Oiya kembali keabangmu, setuju gak usulku tadi ? " tanyaku.
" Boleh saja, kalo memang Sidiq dan ibunya boleh ! ada fotonya gak mas ? " tanya isti.
" Yah udah ku hapus, takut dilihat Fatimah. coba nanti aku minta lagi ! " jawabku.
" Takut juga sama Istri ??? " ledeknya.
" Yah demi keutuhan rumah tangga Is, masalahnya semua sudah terjadi. " kataku.
" Iya mas Isti ngerti kok, dan yg buat Isti dan kawan kawan salut sama kaliyan mas. Meski jujur ada hal yg bikin Isti sebel. " kata isti.
" Apaan tuh ? " tanyaku.
__ADS_1
" Mas tu jahil, terlalu iseng sama orang. Kadang yg diusilin marah beneran, mas malah ketawa ngakak. Siapa yg gak dongkol ?" seru Isti.
" Ya maaf kalo sehari gak jahilin orang tu rasanya ada yg kurang, hehehe...! " gurauku.
" Ya tapi lihat lihat orangnya dulu lah, meski temen temen tahu mas cuma iseng. Tapi suka pada sebel tahu gak ? " katanya agak ketus.
" Misalnya apa ? " tanyaku penasaran.
" Banyak susah nyebuitinya ! " kata Isti.
" Ya gak usah semuanya, yg plg bikin sebel tu apa ? biar gak aku ulangi lagi ! " kataku sedikit maksa.
" Waktu itu yg mas bilang ke santri putri, mas bilang kalo santri putri solat gak boleh pakai bra.
Jadi geger tauuk. Sampai pada konfirmasi ke teh Atikah, inget nggak ??? " kata Isti setengah marah, karena waktu itu salah satu yg jadi korbanku dia.
" Kan waktu itu aku sudah di sidang dan dihukum. Masak masih di ungkit lagi ?!?? " kilahku.
" Ya emang, tapi tetep aja pada dendam karena jawaban mas yg terkesan seenaknya sendiri ?!? " omel Isti seakan peristiwa itu barusan terjadi.
" Jawaban yg mana ? bukankah jawabanku juga masuk akal. Santri putri kalo solat gak boleh pakai bra ? karena membatalkan solat, kalo pakainya sebelum solat kan gak papa...! " jawabku datar.
" Nyebelin banget sih mas, waktu itu banyak yg terus gak pada pakai akhirnya jadi geger...!!! " Isti nampak marah beneran.
" Ok ok... Aku minta maaf soal itu. Kan itu waktu awal awal aku di pesantren. Jadi masih terbawa sifat sebelumnya " jawabku sambil menahan tawaku takut tersinggung.
"Dan waktu itu aku sudah dihukum wirid semalam suntuk dimakam sendirian sampai seminggu. Sampai didatangi bermacam macam makhluk astral Is !" jawabku.
" Ya resiko kamu suka jahil, tapi itu gak bikin kapok juga kan ? Masih usil terus, akhirnya nama mas di ganti Yasin sama Abah guru kita...? " Gertak Isti.
" Iya aku mohon maaf banget, waktu itu memang pikiranku lagi kacau. Mungkin baru masa transisi Is. " kataku
" Tapi tindakanmu waktu itu bener bener keterlaluan mas, wajar sering dihukum ! " kata Isti.
" Iya, tapi aku jadi kepikiran nih. Waktu itu Fatimah ikut jadi korban gak ya ?! " ucapku.
" Ya jelas lah, hampir semua percaya. Kan waktu itu mas deket sama kang Salim lurah pondok !!! " seru Isti.
" wkakaka.... berarti kamu juga dong, hihihi...! " gurauku.
" Bodo.... awas kalo kurang ajar ya..!!! " Ancam Isti.
" Gak kok aku juga nyesel sekarang. Ngerjain satu pesantren sampai segitunya ! " kataku.
" Bener menyesal ! awas kalo cuma bohong aku bilangin Fatimah tentang Sidiq nanti..! " ancam Isti kayaknya serius.
" Iya beneran aku nyesel !" kataku.
Padahal dlm hati bilang, nyesel pas kejadian gak ikut jamaah jadi gak lihat kehebohan wkakaka... ( ngakak dlm hati )
😀😀😀
" Yaudah yuk, kita balik ke mas Rofiq ! " ajak Isti. Karena sudah cukup lama ninggalin Rofiq.
Sesampai di sel nya Rofiq.
" Dari mana aja Is lama banget ? " Seru Rofiq ke Isti.
" Ya maaf tadi antri dan ada sedikit obrolan. Nih pesananya. " jawab Isti.
Setelah Rofiq makan.
" Jadi sidang besuk sudah siap bang ? " tanyaku.
" Udah, aku siap bicara apa adanya. Tapi soal penculik istriku tetap akan aku buru ! " kata Rofiq penuh dendam.
" Itu soal gampang, asal nanti kasusnya terbongkar orang orang tersebut akan dijerat pasal berlapis. Tinggal tunggu waktu saja. " kataku.
Tiba tiba dering panggilan masuk di Hpku bunyi.
Kulihat pak Yadi, lantas kuangkat.
" Assalaamu ' alaikum pak Yadi...
" Wa ' alaikummussalaam pak
posisi dimana ? "
" Jenguk Rofiq pak "
" Ada adiknya disitu ? "
" Ada pak "
" Tahan jgn boleh pulang dulu, bahaya saya segera kesitu sekarang !
Assalaamu 'alaikum..
" Siap pak "
Wa ' alaikumussalam....! "
Kebetulan aku tlp di louds speaker, jadi Isti sudah dengar sendiri.
" Apa kubilang tadi Is ? Aku gak bohong kan ?" kataku, merasa menang dr Isti.
" Pak Yadi itu siapa mas ?? " Tanya Isti.
" Dia yg menjamin kita bebas keluar masuk. " kataku pada Isti.
tiba tiba pak Yadi datang dengan beberapa anggota Polisi. Semua diperintahkan pindah, agar aman terkendali termasuk Rofiq....???
...bersambung...
mohon maaf para readders
beberapa hari gak up.
__ADS_1
Baru sempat melanjutkan lagi.
Tunggu episode episode selanjutnya🙏🙏🙏