Isyaroh

Isyaroh
di rumah mertua bertemu makhluk astral


__ADS_3

Akhir episode sebelumnya


" Terus Fatimah mau kamu boyong ke jogja lagi besuk ? " Bapak mertua bertanya.


" Belum pak... masih belum aman. Saya tidak ingin Fatimah dan anak kami kenapa napa. "


Tiba tiba terdengar orang teriak.


" Tolong Pak Hamid, anak saya kerasukan ! "


"Ada apa bu Ami ??? " Khotimah yg menghampiri keluar.


" Anak gadisku, pulang pulang histeris terus kejang kejang. Minta pulang pulang... begitu teriaknya.. " kata ibu ibu yg di panggil bu Ami oleh Khotimah itu.


" Ayo nak kita lihat " kata bapak mertuaku mengajakku.


" Fatimah ikut mas.."


"Aku juga ! " sahut Khotimah


" Yaudah ayuk, monggo Pak duluan " aku persilahkan bapak mertuaku duluan.


Setiba di Rumah ibu itu banyak orang yg mengerumuni anak Bu Ami.


Rupanya Pelajar SMA dari pakainya.


" Fat sama kamu khotimah. Pegangin anak itu. yg sesama wanita, biar Bapak sama suamimu yg ajak bicara " Perintah bpk mertua pada Fatimah dan Khotimah.


" Bapak saja yg ajak bicara, saya kesulitan bahasanya ! " kataku


" Owh iya ya..


ya kamu bantu doa saja ! "


" Njih pak " jawabku


Sesaat bapak mertuaku diam membaca doa, lalu bertanya pada anak itu.


" Kamu dari mana ? " tanya bapak


" Dari belik kidul..." jawab anak itu dengan suara anehnya.


" Kenapa ngikutin anak ini " tanya bapak mertuaku lagi.


" Dia ambil rumahku, pulangin sekarang juga ! " kata jin yg merasuki.


" Baik, tapi kamu keluar dulu dr tubuh anak ini..! " kata bapak


" Aku minta tumbal...! " kata makhluk yg ada di tubuh gadis itu.


Bapak mertuaku melirikku, memberi Isyarat. Aku faham...


" Bu Ami tolong keluarin isi tas putri ibu, jika ada benda baru bawa sini ! " pintaku


" Ya " jawabnya singkat


Beberapa saat kemudian ibu itu memberikan benda asing padaku. Seperti batu tapi bentuknya aneh. Mirip siput tapi tidak berlubang.


" Ini Rumahmu, cepat masuk...!" kataku


" Aku minta tumbal darah..! " katanya.


" Tidak boleh, masuk rumah kamu atau rumah kamu kuhancurkan ! " ancamku.


" Ampun jangan iya aku masuk, tapi pulangkan aku ke tempat tadi " pintanya.


" Iya nanti aku pulangin, sekarang masuk " printahku ke makhluk itu.


" Fatimah tolong bantu mas ya,..." kataku berbisik ke Fatimah,


" Iya mas " jawabnya singkat.


Kemudian Fatimah membaca doa yg kubisikan, kemudian menekan pusar gadis itu.


" Aaaaghhhhhhh..." teriaknya keras sampai setengah badanya yg atas trrangkat. kemudian gadis itu siuman.


" Aku kenapa ? kok banyak orang " tanya gadis itu.


" Kamu tadi pingsan Nis, terus kita tolongin " jawab Fatimah.


" Eeh mbak Fatim, makakasih ya mbak " ucapnya.


" Iya sama sama " kamu istirahat saja banyakin istighfar !" kata istriku.


Terdengar adzan maghrib semua pulang.


" Kok tadi gak panggil sayang ke mbak Fatim mas " tanya Khotimah iseng dalam perjalanan pulang.


" Takut kamu iri " jawabku sekenanya


" Yeee...." Cuma itu yg terucap


Sampai rumah ambil wudhu semua, keuali Khotimah yg baru kedatangan tamu rutin.


" Ayo nak ke Mushola " ajaknya


Aku pun mengikuti langkah bapak mertuaku. Di belakangku ibu mertua dan Fatimah mengikuti..


" Kae tah bojone Fatimah " bisik ibu ibu yg mau ke mushola juga. Selebihnya gak tahu artinya, masih lebih ngerti bahasa sunda dr pd bahasa ngapak.


Usai jamaah di Mushola, kami melanjutkan obrolan yg tadi sempat terpotong.


...............


" Jadi intinya kamu masih ninggalin istrimu disini kan ? " Ibu mertua memulai pembicaraan.


" Iya bu, demi kemanan Fatimah " jawabku.


" Iya, Ibu juga masih khawatir denger rekaman tadi, tapi org org didusunmu sekarang gimana ? " tanya ibu mertua.


" Sudah biasa lagi kok bu, malah yg pada ikut ngaji makin banyak " jawabku.


" Sukurlah, terus kamu mau berapa hari disini ? jangan buru buru pulang. Biar kita bisa lbh banyak ngobrol lagi ! " pinta ibu mertuaku.


" Eeh sebenarnya...." belum selesai aku bicara Khotimah menimpali.


" Sebenarnya mas tu mau netep di sini bude " selorohnya.


" Bukan gitu...! ? " Gerutuku


" Begini bu, saya sebenarnya tidak buru buru. Tapi jika sewaktu waktu di panggil polisi saya harus pulang " terangku.


" Owh begitu...? Ya kalo itu gak bisa dihalangi. " kata ibu mertua.


" Tapi jgn terus malam malam ditelpun lgsg berangkat mas " Fatimah protes


" Ya gak lah..." kataku.


Tiba tiba Bapak mertua menyeru.


" Kamu tadi janji ngembaliin ke belik kidul to tadi ? " kata bapak mertua.


" Owh iya, tapi belum tahu tempatnya, belik kidul itu mana ? " jawabku.


" Besuk tak anterin sambil jln jln mas ? " kata Fatimah.


" Aku maunya malam ini ? " kataku


" Khotimah ikut ya ? " katanya.


" Asal mau jadi tumbal " gurau Fatimah.


" Yee mbak Fatim...! " Khotimah sewot


" Huus jangan gitu say.. pamali ! " tegurku pada Fatimah.


" Maksut Fatimah jadi


tumbal nyamuk, kita nanti berduaan dia jadi obat nyamuk " gurau Fatimah.


" Ee Fatimah,,, sama adiknya kok gitu " sahut ibu mertua.


" Iya bude, mbak Fatim suka pamer kemesraan sama Khotimah tuh " protes Khotimah.


" Kamu aja yg kepo kok, hehehe..." jawab Fatimah.


Begitulah Fatimah dan khotimah jika bercanda.


Habis Isya Aku berangkat ke belik kidul.


Bersama Fatimah dan Khotimah gak mau ketinggalan.


" Jauh gak sayang ? " tanyaku pada Fatimah. Sambil ku peluk, biar Khotimah ber reaksi.


"Gak kok di selatan dusun ini, ada mata air yg sering digunakan nongkrong muda mudi."kata Fatimah.


"Ehheem ada orang nih bukan patung " protes Khotimah.


" Owh iya lupa, sini sekalian kupeluk kalian berdua, hehehe...!" gurauku...


" Uuh maunya... !" seru Khotimah


Sementara Fatimah cuma senyum tambah manja. Sayang tidak terang bulan....!

__ADS_1


" Ini tempatnya mas, itu beliknya sebelah sana " kata Fatimah.


Aku pandangi sebentar, tempat yg ditunjuk Fatimah.


" Kalian disini saja, biar mas sendiri yg kesana " ucapku serius


" Hati hati mas..." ucap Fatimah


Aku dekati belik dibalik gerumbulan semak belukar. Kugunakan lampu hp untuk penerangan. Di balik gerumbul semak ada pohon yg cuku tinggi. Aku arahkan lampu keatas pohon.



Kuturunkan lagi, takut Fatimah dan Khotimah lihat. Tapi saat lampu ku turunkan lagi.



muncul sosok lain....


Dan kemanapun ku arahkan selalu muncul sosok sosok lainya.


Aaah penuh makhluk astral tempat ini.


" hi...hi...hi.... mau apa kau kesini manusia...? " si nenek nenek yg bicara padaku. Sementara yg lain bersuara tidak jelas. Meraung, merintih atau bahkan meringkik tidak jelas.


" Maaf nek, aku hanya mau mengemblikan ini...! " kataku tenang, meskipun merinding juga.


" Dasar manusia.... Mengambil bukan miliknya tidak permisi. " kata nenek itu.


"Ya maafkan nek, masih anak anak...! " jawabku.


" Panggil aku mbah Tunjung. mana anak itu bawa kemari, dia sudah membuat cucu cucuku menangis, kehilangan Rumah....hi...hi...hi...!!! serunenek itu


" Jangan nek, dia tidak tahu aku yg memintakan maaf. Ini Rumahnya aku kembalikan.. ! " kataku


Tiba tiba yg diatas pohon turun.


" Keong buntetku.. Rumahku. dimana suamiku...??? " katanya.


Hah suami ???


Memang kalian nikah kok punya suami batinku.


" Anak anakku rumah kita sudah kembali


ayo kalian masuk rumah " ktanya lanjut.


Semua ujut yg ada kecuali si nenek, berubah jadi asap tipis dan masuk ke benda itu.


" Nek rumah sudah saya kembalikan, saya permisi dulu. " aku hendak melangkah.


" Tunggu...! " Bentak nenek itu


" Ya nek ada apa lagi ? " tanyaku padanya.


" Kamu siapa bukan orang sekitar sini, bau darahmu lain warna tulangmu juga lain ? "


Aku terpaksa mengenalkan diriku.


" Hmmmm pantas kamu berani, kamu perpaduan darah brahmana dan darah ratu... jika bukan karena leluhurmu aku sudah hukum kamu sekarang..."


splaashhh...


Nenek itupun hilang.


Aku kembali menemui Fatimah & Khotimah yg menungguku.


........


" Lama amat sih mas " tanya Fatimah


" Kok kaya mau cari burung, nyenter lampu ke atas pohon tadi " Khotimah menimpali.


"Kamu lihat khot ? " tanyaku balik kaget


" Lihatlah bias sinarnya tampak dari sini, nyari apa mang mas " tanya Khotimah


" Gak papa, nanti dirumah aja critanya " kataku...


Kami pun melangkah pulang.


Dalam hatiku berkata, tempat ini memang cocok buat muda mudi nongkrong. . pacaran maupun sekedar bersendau gurau. Tapi penuh aura negatif.


Sampai dirumah.


"Ko ya gak kasihan Khotimah, kalian berdua ini. Pasti pada nongkong dulu." komentar ibu mertuaku.


"Gak bu, mas Yasin yg kelamaan dibelik tadi, aku sama Khotimah di tinggalin."


Ibuku diam sesaat.


" Iya maaf bu, mumpung disini lihat lihat sekitar " kataku. Tapi ibu mertua diam saja, entah kenapa.


Usai kami bertiga makan.


" Khot kamu tidur di kamar satunya ya " ibu mertuaku berkata pada Khotimah.


" Iya bude, sudah paham kok,hihihi.." seru Khotimah.


" Apaan sih Khot...??? " kata Fatimah sambil nyubit Khotimah.


" Addduh sakit mbak..." jerit khotimah


" Rasain dicubit Fatimah mang gak sakit,hehehe...! " gurauku.


Ibu mertuaku hanya tersenyum.


" Fatimah sama Khotimah masuk kamar dulu sana. Ibu mau bicara sebentar sama Mas mu. " seru ibu Fatimah ya mertuaku.


" Ya bude, mbak Fatim ke kamarku dulu yuk, ada ygmau Khotimah omongin ! " ajak Khotimah ke Fatimah.


"Ya....!" sahut Fatimah.


" Tadi di belik lihat apa kok lama ? " tanya ibuku mertua.


" Mbah Tunjung bu " jawabku


" Kamu di apakan ? " tanya ibu metua.


" Cuma di tanya tanya doang kok bu " jawabku.


" Dia tanya apa, coba cerita yg komlit " perintah ibu


Akupun cerita dari awal lihat penampakan sampai yg katanya kalo bukan karena leluhurku aku sudah dihukumnya.


" Jadi dia sebut kamu perpaduan darah brahmana dan ratu ? " tanya ibu mertua.


" Iya bu, memang apa artinya bu ? O iya bapak kemana bu ? " tanyaku.


" Besuk biyar yuyut yg jelasin, bapakmu tadi kerumah anak yg kesurupan lgsg ronda " jawab ibu


" Owh kirain sudah sare ! " jawabku..


" Ya sana kalo mau istirahat sudah malam, ibu juga sudah mau tidur. "


" Njih bu " jawabku singkat, mertua yg sangat bijak dan pengertian batinku.


Aku masuk kamar,Fatimah belum di kamar...?


Masih kudengar cekikan dengan Khotimah. Ah biarin tar juga ke kamar pastinya juga kangen, pikirku.


Sebenarnya ada yg mengganjal di hatiku. Tapi belum berani bilang soal Sidiq anakku.


Aku masih ketakutan mau trus terang.


" Fatimah, Khotimah jgn brisik ibu mau istirahat " ibu mertuaku memperingatkan dua anak itu. Eeh tapi mungkin sekedar memberi kode kalo bicaraku dengan ibunya sudah selesai, hihihi.


Benar benar mertua pengertian, batinku.


Lamat lamat kudengar suara Khotimah


" Eh yayangmu sudah nunggu dikamar kali, udah sana temenin ! "


" Awas jangan ngintip atau nguping ya !" sergah Fatimah


Kemudian terdengar suara cekikan mereka lagi.


Aku pura pura tidur saja lah.....!


krriit....


Suara pintu dibuka, pasti Fatimah masuk kamar.


Badanku digoyang goyang...


" Mas... mas.. bangun dulu....!? "


Aku terus pura pura tidur.


" Aah mas jauh jauh kesini cuma mau tidur saja kah, mas... mas..."


Fatimah berbaring memelukku dr belakang.


"Mas....Fatimah tahu mas pura pura aja kan...? " katanya.

__ADS_1


Kata Fatimah, berbisik di telingaku. sambil tanganya mulai gerilya nakal didadaku. Aku menahan tidak mendesah, tapi usapan halus tanganya didadaku ( daerah sensitif bagiku ). Aku jd gak tahan, Namanya juga istri faham betul kelemahanku.


" Jangaaaan sekarang belum pada tidur sayang...." Aku berbalik memeluknya.


" Gak papa mas... ! " ucapnya menggoda sambil tanganya terus gerilya titik" sensitifku.. Aah gila hampir aku tak kuat menahan desahan.. emmhh kutahan gerakan tangan Fatimah didadaku.


" Nanti sayang.... kalo sekarang desahanku didengar Khotimah malu..." kataku.


" Ya jangan keras keras dong mas desahanya...! " bisiknya manja.


" Aaah udah nanti saja, kayak gak ngerti kalo aku aassh udah malu.. aku klo mendesagh aah gak bisa pelan sayaaang aah " kataku menahan godaan Fatimah..


Aku terus mencegah agresi militernya Fatimah. Tapi aku pun gagal, mungkin karena sama sama sudah tak mampu menahan gairah yg lama terpendam.


Dan beberapa kali baik Fatimah maupun aku harus mendekap mulut menahan suara.


Sampai Rounde pertama berakhir...


" Aaah sayang kalo didenger ibu sama Khotimah malu banget aku " bisikku pada Fatimah...! "


" Habis gimana lagi maasss..." suaranya terengah.


" Ya udah istirahat dulu aja..! " kataku sambil atur nafas.


Istriku trnyata ganas banget, sampai three time pun maunya msih nambah


Aduuuh bisa patah pinggangku nih, apa karrena lg hamil pikirku.


" Udah ya say... bisa bisa mas gak bisa bangun subuh ntar...."


" Iya ntar Fatimah bangunin kalo subuh mas.." jawabnya sambil mendaratkan wajah ber francekiss..


Sudah adzan subuh.....???


Eeeh sudah iqomah aku segera bangkit ke kamar mandi, seperti bias trrus subuh dirumah.


Selesai solat bapak ibu mertua pulang dari mushola bareng Fatimah.


" Udah selesai subuh mas ? " tanya istriku


" Udah tadi mau ke mushola keburu iqomah. yaudah solat dirumah "


Padahal saat iqomah baru bangun.


" Anter Fatimah kepasar yuk, belanja buat sarapan ?" ajak Fatimah


"Hayuk tapi gak sama khotimah tumben ? !" tanyaku


" Ada suami ya ajak suami lah, lagian Khotimah belum bangun. mentang mentang gak sholat !"


" Hayuk mas ganti baju dulu "


" Gak usah gitu saja, deket cuma jalan kaki "


" Owh ayuk lah....! Pak bu ke oasar dulu assalaamu ' alaikum "


" ya wa 'alaikummussalam..." jawab kedua mertua....


Aku bergandengan tangan Fatimah seperti orang pacaran saja.


" Beneran kan mas jadi kesiangan tadi say...! " kataku sambil jalan.


" Gak papa mas, gak usah berpikir yg aneh aneh " ucap Fatimah.


" maksutnya ? " tanyaku.


" Fatimah itu normal bukan hyper. Ibu kasih wejangan banyak ke Fatimah." ktanya.


" Wejangan apa ? " tanyaku.


" Ya tentang suami istri , apa yg kita lakukan itu masih wajar. intinya kalo sudah suami istri sah itu gak perlu sungkan " katanya.


" Iya sih tapi klo pas gitu kedengaran orang ya gak pantes lah "


"Hehehe kalo yg itu sih memang iya. kelemahan kita klo itu mas " sahut Fatimah.


" Iya sih, harusnya gak usah brisik ya, hihihi..." kataku.


" Halaaah mas juga brisik kok..! " segahnya.


" Udah ah malu takut ada yg denger " kataku.


.


" Iya.... Eh mas kita nyobain wedang ronde yuk, pagi pagi hangat disitu enak. aku dah pernah sama khotimah " kata Fatimah


Tiba tiba datang 3 orang ibu ibu


" Eeh Fatimah, Sama suaminya ya itu ? " tanya seorang ibu.


" Ajak main kerumah Fat " kata satunya


" Iya mbak insya Allah kalo gak buru buru balik jigja " jaawab Fatimah.


Yg satu hanya diem saja tidak ikut menegur Fatimah. Mungkin gak kenal kali yg satu bisa saja, pikirku.


" Udah kamu belanja sana, aku tunggu sini aja malu sama mak mak dalam pasar."


" Gak mau kalo gak di temenin ! " kata Fatimah .


" diih kolokanya keluar, ya udah bayar dulu minumnya, mas gak bawa dompet tadi gak ganti baju. " kataku


" Iya iih bawelnya kambuh...." gerutu Fatimah


Selesai belanja lgsg kerumah, ah aku masih ngantuk sebenarnya..


" Say aku masih ngantuk...? " kataku


" ya bobo lg aja ! " kata Fatimah.


" Malu sama mertua disini cuma makan tidur " jawabku


" Ya udah bentar lagi habis sarapan bpk ibu buka kios mas tidur lagi ". kata Fatimah.


" Owwhm iya iya khotimah belum bangun ? tidur apa pingsan dia "


" Enak aja ngatain pingsan....! " seru Khotimah.


Tiba tiba Khotimah sudah di belakangku ternyata br dari kamar mandi.


" Owh kirain belum bangun, mau mas guyur air... " kataku.


" Coba kalo berani di depan mbak Fatim hayo, hihihi..." godanya.


" Ogah aahhmm " mataku mlh makin berat.


..." Masih ngantuk mas, semalem berapa ronde emang, hehehe ? " aku kaget ditanya begitusekaligus sebel...


Spontan kupites hidungnya meski tak seperti Fatimah tp masih mancung juga


" Aduh mass sakit, lepasin aku bukan muhrim mu lo, mbak ini suami mbak "


" Sukurin salah kamu ngomong gitu " kata Fatimah.


" Mbak Fatiim suamimu kegenitan, bukan muhrim juga hee lepasin...." teriaknya.


Lama lama kasihan juga kulepasin akhirnya. ujung hidungnya sampai merah aku ketawa tawa.


" Rasain sakit kan, sukanya godain kakaknya, hihihi " kataku.


" Aah mas jahat, mas Zain jahat, weee hahaha.. klo berani pegang aku manggilnya mas zain terus pokoknya..."godanya.


Suara canda kami ternyata didengar kedua mertua.


" Apa sih rame amat, coba ibu dah punya cucu pasti makin meriah ya " kata ibu mertua.


"Tenang bude ini ponakan bentar lg keluar kok, hehehe..." kata khotimah.


" Ya masih lama khot...." sahut ibu.


" Khot bantuin lah gak cuma mainan terus !! "bentak istriku.


" Iya sudah tak beresin semua nunggu di tempat makan saja, ini urusan cheff Khotimah, ok..." katanya PD.


" Haalah sok cheff segala, plg masak juga gak bisa ? " godaku


Usai sarapan bapak ibu mertua keluar


Aku justru tambah mengantuk


"Fat aku dah gak kuat bener mau tidur lagi.." kataku.


" ya mas bobok aja sana Fatimah nungguin Khotimah berangkat dulu "


Aku langsung masuk kamar dan tidur.


Di bangunin Fatimah :


" Mas Bangun bentar....! " kata Fatimah


" Apa sayang aku masih lemes bgt."


" Bentar Ini ada telpun barang kali penting atas namanya Sidiq profilenya anak kecil lucu....

__ADS_1


Aku terkesiap kaget.....


...bersambung...


__ADS_2