
🌷🌷🌷
Reader tercinta, mohon maaf jika masih banyak typo karena Auto teks ataupun murni salah ketik.
Semoga tetap bisa menghibur.
🌷🌷🌷
Selamat membaca
...........
Episode lalu
“Sudah kepalang basah, kita mundur juga hancur kita maju juga mungkin lebur. Gak ada pilihan lain, kita harus kesana bersama sama apapun resikonya ya kita tanggung bersama. Kalo eyang joyo maruto minta sarat begitu ya kta banti semaksimal mungkin agar tercapai tujuan kita.” Ucap Maheso suro.
“Baiklah kalo begitu kita berangkat hari ini saja.” Ucap Ajar panggiring.
Mereka pun segera berkemas berangkat ke guru ajar panggiring untuk meminta bantuan. Karena merasa kerepotan menghadapi yasin yang dibantu Yuyut dan lainya.
Bakalan bertambah lagi kekuatan musuh, pantas dulu kang Salaim mengingatkan Yasin jika kekutan musuh yang sekarang seratus kali lipat dari Raja jin Sosro Sukmo.
*****
Episode ini
Sesampai di padepokan Margo Joyo ( Jalan kekuatan/ ketenaran )
“Inilah perhuruan Margo Joyo milik eyeng Joyo Maruto, beliau selalu bersemedi di dalam Senthong ( kamar khususu sudah dibahas di episode Mbah nya pak Yadi ) jika tidak sedang mbabar ngilmu. ( member ilmu.” Ucap Ajar panggiring.
Kemudian rombongan Ajar panggiring yang diantaranya ada Maheso Suro, Anggada murid Maheso Suro dan ki Soma masuk ke dalam rumah bilik tempat tinggal Joyo Maruto.
“Permisi mbah, ini murid mau sowan mengajak saudara untuk minta tolong dengan simbah.” Ucap ajar panggiring.
“Masuklah, tunggu simbah lagi selesai semedi. Kamu siapkan saja saratnya sesuai keinginan kalian. Simbah sudah tahu maksut kalian sebelum kalian sampai sini kabarnya sudah datang lebih dulu. Prewangane simbah wis ngandani. ( Khodamku sudah member tahu ).” Ucap Joyo Maruto.
Maheso Suro dan lainya menjadi semakin kagum dengan kemampuan Joyo Maruto. Dalam dinia supranatural kadang seseorang menjatuhkan mental orang lain atau untuk menanamkan kepercayaan menggunakan cara cara seperti itu. baik dengan cara supranatural juga ataupun ada juga yang hanya sekedar rekayasa atau trik
Yang menggunakan supra natural biasanya menggunakan perantara ‘khodam’ jin untuk mencuri dengar berita. Dan cara ini kebanyakan termasuk bersekutu dengan jin yang dihukumi musyrik. Karena ada perjanjian khusus dengan para jin atau khodam tersebut.
Bedanya dengan yang memegang syariat meski bisa juga mendengar berita seperti itu tidak pernah memamerkan bahkan ada yang pura pura gak tahu maksutnya. Disamping ketika memberikan sebuah petuah selalu dengan kata Insya Allah tidak berani menggunakan kata pasti.
“Wah gurumu memang benar benar sakti, kita bicara dari jauh saja beliau bisa mendengar dari sini.” Ucap Maheso Suro yang sudah terkena pengaruh dari ucapan Joyo Maruto.
“Ya memang beliau bisa tahu apa yang akan terjadi sebelum peristiwa itu terjadi.” Ucap Ajar panggiring bangga dan menambahkan komentar sesuai mimpi dia sendiri. Sementara ki Soma hanya diam terpaku tidak berani berkomentar apapun. Soma sudah ketakutan dulu ketika Joyo Maruto sedikit membuka kemampuanya, padahal itu hanya bisikan dari khodam dia yang sengaja membuat Joyo Maruto semakin merasa terikat dan ketergantungan dengan jin atau khodam jin tersebut.
Makanya tidak aneh jika orang orang seperti Joyo Maruto itu dalam membantu pasien sarat saratnya diluar logika dan melanggar syariat. Karena memang itulah target utama jin yang menjadi khodamnya yaitu ‘Menyesatkan’ manusia. Dengan cara menyuruh melakukan hal hal yang melanggar Syariat dengan dalih sebagai sarat.
Perlu berhati hati menghadapi orang semacam Joyo Maruto, bisa bisa terjerumus kedalam kesyirikan. Terutama orang orang yang malas berpikir sehingga semua hal dikaitkan dengan mistis.
Muncullah Joyo Maruto dengan langkah sombongnya yang dibuat buat seakan berwibawa.
“Sudah lama juga aku tidak member jatah makan kepada piaraanku, mungkin juga sudah haus akan darah perawan. Kebetulan kalian datang maka segeralah cari ‘Tumbal’ itu, agar maksut kalian tercapai dan hasratku serta piaraanku dapat terpenuhi.” Ucap Joyo Maruto. ( Piaraan yang dimaksut adalah jin yang menjadi khodamnya )
“Maaf mbah, apakah perawan merupakan sarat mutlak ?” Tanya Maheso Suro.
__ADS_1
“Kamu pikir aku mau kamu kasih ledek ledek seperti yang biasa kalian pakai ?” jawab Joyo Maruto.
Maheso suro yang paling ditakuti dalam kelompoknya itu hanya terdiam saja tidak berani berkuitik di depan Joyo Maruto.
Kemudian Joyo Maruto menjelaskan kenapa tumbal harus Perawan. Karena darah gadis yang masih perawan itu berbeda dengan darah gadis yang sudah tidak perawan. Karena saat seorang berhubungan intim itu menyatukan dua buah jiwa bukan sekedar fisik semata. Istilah lainya darah perawan itu belum terkontaminasi oleh unsure lain masih murni. Begitu penjelasan menurut Joyo Maruto yang membuat Maheso Suro dan lainya manggut manggut.
Singkat cerita Maheso suro menyanggupi untuk mencari tumbal tersebut, entah bagaimana caranya, pikir Maheso Suro. Kemudian Meheso Suro dan rombongan pun segera berpamitan dengan penghormatan khusus kepada Joyo Maruto.
*****
Kembali ke rumah Yasin
Author POV
Setelah selesai melaksanakan Semaan Al-Quran Yasin segera bersiap mengajak Rofiq dan Isti juga Sena untuk berangkat ke rumah Candra. Sementara yang lain menunggu dirumah, sebenarnya Fatimah hendak ikut namun ditahan oleh Yuyut. Karena ada sesuatu hal yang harus dibicarakan khusus dengan Fatimah terkait masalah yang dihadapi saat ini. sehingga antara yasin dan Fatimah berbagi tugas agar semua urusan cepat selesai.
“Saya berangkat dulu Yut, bapak dan ibu doakan saya agar lancar dalam urusan ini.” pamit Yasin pada kedua mertuanya dan Yuyut.
Berangkatlah Yasin dan rombongan kerumah Candra. Kira kira setengah jam lebih mereka sampai dirrumah Candra. Candra sudah menyambut mereka dan disaksikan oleh beberapa perwakilan pemuda dan tokoh masyarakat. Sungguh diluar dugaan Yasin dan rombongan bila kedatangan mereka akan disambut oleh banyak orang.
“Selamat datang, mari silahkan masuk kerumah kami.” Ucap Candra menyambut Rombongan Yasin.
“Terimakasih mas Candra, sungguh saya tidak menduga jika penyambutanya begini meriah jujur saya jadi agak drogi nih.” Ucap Yasin. Karena dari beberapa orang yang hadir tersebut ada beberapa yang dia kenal dan mengenalnya sebagi Zain bukan sebagi Yasin.
Yasin berusaha menenangkan diri, minimal kedatangan dia kali ini adalah kedatangan kedua setelahdulu dia datang dan menjadi bulan bulanan karena dikeroyok warga dan keluarga Candra termasuk Candra sendiri.
Namun kali ini dalam suasana yang berbeda, kali ini kedatangan yasin alias Zain justru dinanti dan disambut dengan ramah dan penuh kekeluargaan.
Setelah dipersilahkan duduk dan menikmatihidangan pembuka maka, Pak Rt setempat yang ditunjuk sebagai Mc segera membuka acara layaknya sebuah acara resmi.
Dan setelah Prolog dan basa basi lainya tibalah giliran Yasin yang dipersilahkan untuk menyampaikan jawaban atas pinangan Candra terhadap Adik sepupunya Khotimah.
Setelah mengucap salam dan pembukaan ucapan sebagai tamu, kemudian Yasin menyampaikan isi dari pokok jawaban pinangan Candra terhadap Khotimah.
“….. jadi pada dasarnya sejak kemarin kami dari pihak keluarga besar Khotimah sebenarnya sudah menerima dengan gembira pinangan Mas Candra. Adapun kemarin kami meminta waktu sehari untuk memberikan jawaban dan akan sowan kesini sebenarnya dari pihak kami juga mempunyai maksut lain yang nanti akan disampaikan langsung oleh saudara saya. Demikian Bapak ibu yang saya hormati mengapa kemarin saya menunda jawaban tidak langsung menjawab hari itu juga. ……..”
Setelah yasin memberikan jawabann Resmi maka seluruh hadirin ikut senang dengan diterimanya secara Resmi pinangan Candra. Kemudian setelah tanggapan dari pihak keluarga Candra, Yasin kembali dipersilahkan menyampaikan maksut lain yang menjadi tujuanya datang kerumah Candra.
Setelah berembuk dengan Sena dan Rofiq maka diputuskan Sena yang akan mewakili Rofiq menyampaikan pinaganya terhadap Arum. Hanya Yasin yang tahu kenapa dia meminta Sena yang mewakili Rofiq, bukan dirinya. Karena bagaimanapun Arum punya cerita khusus dengan yasin yang juga diketahui oleh sebagian yang Hadir. Sehingga untuk menghindari adanya kesalah pahaman dan kemungkinan lain maka yasin meminta Sena yang berbicara mewakili Rofiq untuk melamar Arum.
Sama seperti ucapan orang pada umumnya yang menyampaikan lamaran sena pun mengutarakan maksut dan tujuanya ikut dengan Yasin kerumah Candra. Yang tujuanya tidak lain adalah ingin melamar Arum yang akan dijadikan istri oleh Rofiq.
Terjadi sedikit kekagetan bagi yang hadir kecuali candra dan bapaknya yang memang sudah mendengar atau mengetahui jika Roffiq akan melamar Arum dari Yasin sendiri sebelumnya.
Namun semua itu cepat terkendali setelah Mc kembali berbicara.
“Wah Alhamdulillah semoga semua ini ada hikmahnya, berarti akan ada persaudaraan erat antara keluaarga mas Candra dengan keluarga mas Yasin. Semoga saja semua bisa berjalan dengan baik. namun tentu saja kewenangan menjawab juga kami serahkan kepada pihak keluarga mas Candra sebagi orang yang berhak menerima dan menolak lamaran Mas Rofiq.” Ucap Mc itu kemudian.
Dan Candra yang didaulat untuk menjawab pinangan Rofiq terhadap adiknya Arum. Dengan Alasan biar Candra belajar menjadi orang tua, karena sebentar lagi juga akan berumah tangga. Tidak harus selalu bapaknya yang maju, kata bapaknya Candra.
Kemudian Candra mulai angkat bicara.
“Banyak terimakasih saya ucapkan, pertama atas kesediaan rombongan dari keluarga besar Khotimah datang kerumah saya. Kedua atas diterimanya pinangan saya. Dan yang terakhir juga atas niat baik dari mas Rofiq yang juga akan meminang adik saya. Nah untuk jawabanya nanti akan saya sampaikan juga setelah acara Resmi ini selesai dan kita akan berbicara selayaknya keluarga besar yang sedang bermusyawarah saja. Jadi nanti setelah acara resmi hari ini sya harap rombongan mas Rofiq jangan pulang dulu.” Ucap Candra.
Wal hasil setelah acara resmi selesai dan tinggal rombongan Yasin dan keluarga dekat Candra. Candra segera menghubungi Arum dan menyampaikan jika dirinya dilamr oleh Rofiq secara resmi. Kemudian ditanyakan jawaban dari Arum. Dan Arumpun mentakan menerima untuk dipersunting Rofiq. Maka selesailah misi Yasin hari ini untuk menyelesaikan tugas mengurus Khotimah dan Rofiq.
__ADS_1
Rombongan Yain pun segera berpamitan karena masih ada tugas lain yang harus dilakukan. Dan dirumah hanya ada para Wanita saja, begitu alasan Yasin yang kemudian segera buru buru pulang kerumah.
*****
Di rumah Yasin
Fatimah POV
Setalah suamiku berangkat aku segera menemui Yuyut untuk menerima wejangan apa yang akan disampaikan terkait maslah yang sedang dihadapi suami Fatimah.
“Ada apa Yut, kayaknya penting banget sehingga Fatimah tidak boleh mendampingi suami yang hendak menjawab lamaran Candra terhadap Khotimah.” Tanya Fatimah ke Yuyut.
“Nduk, biasakan kalo bicara jangan ngeborong begitu. Kalo Tanya satu satu, apa kamu sama suami kamu juga begitu ?” Tanya Yuyut pada Fatimah.
“iya Yut, kalo gak begitu sama sekali malah suamiku bilang kok kamu gak kayak Fatimah yang aku kenal bicaranya. Begitu Yut, jadinya Fatimah terbiasa bicara begitu.” Jawab Fatimah.
“Ya tapi jangan keseringan begitu juga nduk, bisa jadi suami kamu hanya menyindir kamu saja saat bicara begitu.” Ucap Yuyut.
“iya yut.” Jawab Fatimah pendek saja.
“Begini, Yuyut larang kamu ikut suami tadi pertama supaya menghindari hal hal yang tidak diinginkan. Meskipun kamu dengan ibunya Sidiq tidak ada masalah namun keluarga besarnya kan belum tentu. Yang kedua memang yuyut mau pesan sama kamu untuk kamu sampaikan kepada suami kamu nanti setelah Yuyut dan bapak ibumu pulang ke jawa tengah.” Ucap yuyut.
“Pesan apa Yut yang harus Fatimah sampaikan nanti.” Tanya Fatimah.
“Setelah suamimu nanti berhasil mengalahkan pemilik ilmu ‘Panggiring Sukma’ yang sebenarnya bukan hanya muridnya. Maka dia harus segera mencari Gong itu karena jika suamimu yang dibantu Sena sudah berhasil mengalahka penguasa ilmu itu maka yang akan turun adalah musuh dia yang sebenarnya. Dan jika itu terjadi maka yuyut pun sudah tidak bisa membantu apa apa lagi. Sepenuhnya adalah tugas suamimu.” Ucap Yuyut.
“Maksut Yuyut ?” Tanya Fatimah.
“Pemilik sejati ilmu ‘Panggiring Sukma’ Yuyut tahu dan memang dia musuh bebuyutan yuyut dan kedua kakek suamimu almarhum. Yuyut yakin nanti saat suamimu berhadapan denganya maka Insya Allah kemenangan ada pada suamimu dibantu Sena. Karena suamimu ada darah Sidiq Ali dan Jafar Sanjaya, dan Sena ada darah Yuyut atau leluhur dari Yuyut. Itulah kelemahan pemilik ilmu ‘Panggiring Sukma itu. tapi jika setelah itu Yuyut tidak bisa memabntu apa apa lagi. Selebihnya tergantung usaha dan kepasrahan suami kamu sendiri.” Ucap Yuyut.
“Kenapa Yuyut gak bisa bantu Yut ?” Tanya Fatimah.
“Karena Yuyut pun sudah tak mampu lagi jika makhluk itu sudah turun, yuyut pun tak akan sanggup.” Jawab Yuyut. Sambil berlinang air matanya, membuat hati Fatimah teriris. Bagaimana nanti nasib suami Fatimah jika yuyut saja merasa sudah tak sanggup membantu suami Fatimah….!!!???
...bersambung...
Terimakasih atas dukungan dari Readers semuanya.
Komentar readers semangat Author
Author akan berusaha terus memperbaiki, bahasa retorika dan lainya.
Semoga dapat menghibur Readers semua.
...Jangan lupa dukungan berupa :...
...Like...
...Komen...
...&...
...Vote nya...
...Terimakasih...
__ADS_1
...🙏🙏🙏...