
Bagian akhir episode sebelumnya
Sambil bicara ku dengar gadis itu msih terus melantunkan doa yg sama seperti tadi. kok doanya sama persis ? Apa gutunya satu sanad ilmu dengan guruku. Ah biarin saja, sama juga lbh bagus.
" Iya bang gue nolong karena kemanusiaan aja " kataku
Eh kok lama lama suara gadis belakangku ini kok kayak kenal, kudengarkan betul. kok mirip suara teman satu pondok ku dulu. setelah dia selesai kucoba menengok memastikan kulihat wajahnya, dan tanpa sengaja, kami bertatap muka sama sama kaget. sama sama menyeru...
" Kamu...... ? Suaraku bersamaan.....!
" Kamu mas Yasin kan....? "
" Iya, Kamu Isti'anah kan, Ya Allah alhamdulillah kamu pertemukan aku dengan saudaraku Ya Allah...!" Aku gembira sekali bertemu dgn teman sesama santri.
Tapi kata pak Yadi tadi adiknya Rofiq.....???
" Jadi kamu adiknya....? " ucapku tertahan.
Isti menangis sesenggukan tak mampu berbicara.
" Iya Isti'anah itu adik kandung gue zain...! " Rofiq yg menjawab.
" Gak nyangka gue bang, ternyata lo kakak dari temen baik gue...! " kataku.
" Jadi... jadi yg disebut Zain Zain itu mas Yasin....? " Tanya Isti padaku.
" Iya Is..... Aku dulu sahabat kakakmu, kamu tentu inget waktu pertama kali aku dibawa ke pondok ?" tanyaku
" Dan seperti apa aku dulu, kakakmu tahu persis itu ! " kataku.
" Maaf mas yasin tolong maafin kakak kandungku...." Isti memohon dengan sangat.
" Iya Is... Aku maafkan, tapi biar kakakmu membantuku untuk menguak kasus yg difitnahkan ke aku...! Aku mohon Is...?! " ucapku.
" Kasus apa sih mas ? " tanya Isti
" Aku dituduh memperkosa dan membunuh !" kataku.
" Ya Allah astaghfirrullahal adziim mas Rofiq, kamu tega banget.O iya Fatimah dimana gimana Fatimah sekarang maass ? " tanya isti nangis lagi.
" Nanti saja kita bicarakan itu, yg jelas Fatimah baik baik saja. kita urusin kakakmu dulu. " jawabku
" Iya mas iya....! " jawab isti.
" Bang sadarlah bang.... Tidak kah abang sayang dengan keluarga abang, adik abang ibu abang dan semuanya? Taubatlah bang Rofiq...! " Pintaku.
Rofiq diam saja, tapi kulihat matanya berkilat menahan tangis. Ah iarkan dia berikir. Dia kakaknya Isti, pasti awalnya orang baik yg sedang salah jalan.
" Isti... biarkan kakakmu merenung.
Aku ada perlu sama kamu, jika kamu tidak keberatan ? " pintaku pada Isti.
" Tentu mas, tentu Isti gak keberatan. " katanya
" Pak Yadi, biarkan dia sendiri, insya Allah sudah gak akan ngamuk lagi. !" kataku pada pak Yadi.
" Owh iya Pak " jawab pak Yadi
" Is kita bicara diwarung saja yuk, pasti kamu belum makan. Nanti ibumu kita bawakan saja ! " ajakku pada Isti.
" Gak ngrepotin kamu mas ? " tanya Isti padaku.
" Selama kamu masih anggap aku dan Fatimah istriku teman kamu aku gak merasa direpotin.
Tapi kalo kamu merasa ngrepotin aku berarti kamu sudah gak anggap aku dan Fatimah sbgai Temanmu ! " jawabku.
" Jangan begitu mas, kalian tetap saudara ku... Gimana Fatimah sekarang mas ? " tanya Isti gak sabaran.
" Nanti diwarung saja ngobrolnya, tinggal deket " kataku sambil jalan.
" Bu saya kopi hitam tanpa gula, !" pesanku pada ibu penjual.
" Kamu apa Is,pesan sendiri jgn sungkan, kalo benar benar anggap aku saudara !" kataku.
" Iya maas gak usah bilang gitu, aku tulus anggap kamu saudara." kata Isti.
" Mas ini kopinya, mau makan apa ? " tanya ibu itu.
" Aku nasi rames, sayur nya apa saja bu. lauknya tellur dan perkedel saja. Adik saya biar pesan sendiri " kataku.
" Owh adik to kirain istri, sayur brongkos, oseng jamur, daun singkong gudeg dll !" kata ibu itu.
" Brongkos saja bu, kamu pesen sendiri is!" kataku.
Isti pun pesan makanan sendiri.
Sambil makan.
" Kapan kamu pulang dari pondok ? " Tanyaku
" Dua hari lalu, ijin karena kakakku..." katanya tertahan
" Sudah gak papa, aku kira kamu bukan orang jogja ternyata kita satu daerah ya Is ? " kataku
" hmm iya.. aku juga ngiranya mas Yasin yg bukan org jogja ? tadi katanya mau ceritakan Fatimah ! " kata Isti gak sabaran banget.
" Iya Habis Maem aku telponin biar bisa bicara dan melihat wajahnya langsung " kataku
" Beneran ma ? " tanya Isti.
" Beneran lah " Kataku.
Isti kelihatan sudah tidak sabar.
Selesai makan, aku VC Fatimah istriku...
"Assalamu ' alaikum mas..
sudah sampai Jogja, tumben langsung telpun.
Biasanya Fatimah dulu yg telpun, itupun gak mesti diangkat di wa juga gak langsung di baca. ini tumben telpun duluan, ada apa ? "
( suara Fatimah di telpun )
" wa 'alaikummussalaam..."
( aku berhenti bicara )
Fatimah " kok jawab salam doang yg lain gak dijawab?
Aku : " Yang jelas cuma salamnya yg lain ngomong apa gak jelas.
( Sengaja aku louds seaker biar isti dengar )
Fatimah : " Aaah mas tuuh godain Fatimah teruus sebel..! "
( Aku ngasih kode ke isti biar komen tanpa kelihatan wajahnya )
Isti : Diiih manja amat sama suaminya ya...."
( kata Isti nahan senyum )
Fatimah : " Suara siapa itu mas kok ada suara cewek ? "
Aku " Gak tahu tuh org lewat ikut komen ( Fatimah jd emosi )
Fatimah :" Mas kamu lagi sama siapa di mana ? "
Aku : " Lagi di warung makan sebelah polda, ya sama orang makan juga. "
Isti : " Hayo mulai cemburu ya... ? "
Fatimah : " Siapa sih mas, jgn buat Fatimah penasaran. "
Aku " Gak tahu tuh kamu bilangi sendiri biar gak usil. "
Fatimah : "Mana orangnya ? "
__ADS_1
( aku pura pura manggil )
Aku : " Eh mbak cantik yg iseng istriku marah nih, tlg kamu jelasin maksutnya !"
( aku taruh Hpku di meja, dgn layar menghadap kebawah )
diambil Isti hati hati diletakkan disamping wajah hingga yg kelihatan hanya jilbab isti.
Isti : " Ya ada apa mbak ? "
Fatimah ; " mbak ini siapa kok ikut komen obrolan orang."
Isti : " Bukan siapa siapa, iseng saja."
Fatimah : " Jangan gitu mbak gak sopan namanya ? "
Isti : " Masa sih gitu aja gak sopan ? "
Fatimah : " Ah udah mbak saya mau bicara sama bicara sama suami saya saja. Saya gak mau bicara sama mbak lagi."
Isti :" Yakin kamu gak mau bicara lagi denganku Fatimah ?!
( Isti dengan suara Asli tp msh menyembunyikan wajah.)
Fatimah : " Siapa sih kok tahu Fatimah ? "
Isti : " Gak kenal suaraku beneran ya ? "
Fatimah : " Siapa sih ini mas ?. "
Isti menunjukkan wajahnya dikamera
Isti : " Masih gak kenal aku kah Fat ?"
Tiba tiba justru Isti menangis.
Fatimah : Isti Ya Allah Fatimah kangen..! "
Dua duanya malah nangis
"Is telpunya terusin diluar yuk sekalian bawain makanan buat ibu kamu " kataku
" Iya mass makasih sudah diijinin ketemu Fatimah " Kata isti ditangah isak tangisnya. Kudengar Fatimah ditelpun juga nangis.
" Lanjutin lagi kalian pasti pada kangen, luapkan kangen kalian sepuasnya " kataku sambil jalan.
Mungkin org yg lihat mikir dikira diapain tu cewe, nangis kejer jalan sendiri gak di gandeng atau gimana ?
Isti aku suruh duduk ditaman aku serahkan Nasi bungkus untuk ibunya Isti dan untuk Rofiq.
Isti masih nangis juga tapi sudah bicara meski sambil nangis.
" Fat suamimu datang, kamu mau bicara dengan suamimu "
" Terusin Is " kataku singkat
Aku nyalakan rokok ku menunggu Fatimah dan Isti selesai bicara, biar puas.
Entah berapa lama Fatimah dan Isti saling berbagi rindu. Yang jelas berbatang batang rokok sudah aku habiskan.
" Maaf ya mas, kelamaan nunggu ?! " kata Isti.
" Gak papa Is, tentu Istriku juga kangen banget sama kamu. Biar dia bahagia Is...!" jawabku.
Isti tampak masih sembab matanya.
" Kok masih nangis ? ada masalah apa lagi ?" tanyaku.
" Gak kok mas, gak ada masalah apapun. Aku menangis bahagia, mendengar mas dan Fatimah hidup bahagia. Selamat ya mas, sudah hampir jadi bapak !" ucap Isti mengulurkan tanganya.
" Owh ya makasih, tp aku juga mau curhat padamu boleh ? " jawabku sambil menjabat tangan Isti.
" Curhat soal apa mas ?" Tanya Isti
" Soal aku dan Fatimah, tapi kasihan ibu kamu sendirian. Kamu pulang kemana ?" tanyaku. Karena belum tahu rumahnya.
"Lah berarti dekat aku hanya timur dusunmu, naik motor plg gak sampai 20mnt. " kataku.
" Masa mas ? " tanya Isti.
" Iya, sayangnya Istriku gak dirumah. Kalo dirumah kuajak kamu kerumahku ! Minta no Hp mu saja, Nanti aku hubungi. sekarang antar ibu kamu pulang dulu, kasihan. !" aku mengingatkan Isti
" Iya catat saja no Isti, 08********71 " Isti sebutkan no Hpnya. Akupun berikan no ku, kemudian Isti dan ibunya pulang.
Aku menemui Rofi dan juga pak Yadi sebelum pulang.
Aku merasa lelah dan ngantuk, langsung tertidur.
..................
Obrolan dengan Isti lewat chating.
Aku bangun sudah hampir maghrib, Amir dan heri sudah siap ikut jamaah maghrib sd Isya'. Cukup banyak yg ikut jama'ah dan ngaji.
Ba'dal isya dialog dgn jama'ah sebentar.:
Setelah itu, aku buka hp ku dikamar sambil rebahan
O ada chat dari Arum...
Assalaamu ' alaikum mas...
Masih di tempat mertua ?
" Wa ' alaikummussalaam...
"Gak sudah dirumah, tadi pulang langsung ke Kantor Polda.
Kamu dan Anakku sidiq gimana sehat ?
" Mas serius nganggap Sidiq anak ? "
" Bukan nganggap, tapi kenyataanya memang anakku "
" Beneran mas,dia memang anakku, dari benih yg tumbuh di rahimku. Meski kita bukan suami istri. "
" Gak usah diungkit masa lalu, itu memang salahku. Tapi aku sekarang tak dapat berbuat banyak "
" Iya mas Arum Tahu kok ? kapan bisa jenguk sidiq ? "
" Ak belum bisa janji, tapi kuusahakan secepatnya. "
" Yaudah makasih mas ,"
" Sama sama, titip cium buat Sidiq ya !"
Aku ingat pertemuanku dgn Isti tadi belum selesai bicara. Aku harus tanya, apa penyebab Rofiq salah jalan. Telpun Fatimah nanti saja lah, ini juga penting.
السلام علیكم و و
" Maaf Is gangguin,
Mau tanya, yang membuat kakakmu Rofiq salah jalan, penyebabnya apa ? "
Chatku buat Isti...
وعلیكم السلام و و
" Dulu dikhianati istrinya mas, baru 6 bulan menikah, sudah lari dgn lelaki lain.
Sejak itu tiap hari murung, tinggalkan sholat, kerjanya minum terus.
Yerus lama lama gak pernah pulang."
Balasan dt Isti.
"Owh gitu ya, kasian juga kakakmu. Kalo bisa ajak kembali ke jalan yg benar Is !"
__ADS_1
............
" Pinginya begitu
Tapi kami sudah kesulitan komunikasi. Mas Rofiq tertutup dan jarang dirumah.
Mudah mudahan kejadian ini bisa menyadarkan nya."
" Aamiin, semoga saja begitu Is."
"Aamiin...!
O iya katanya mas tadi mau curhat soal Fatimah ? Ada masalah apa mas ? Kayaknya, Kalian sudah saling cocok.
Bahkan...
Fatimah td juga cerita banyak tentang kebaikan mas. Perhatian dan kasih sayang mas. "
( Nampaknya Isti agak salah paham )
" Iya itu betul.
Aku dan Fatimah sudah sepakat, berjalan kedepan menatap masa depan. Melupakan masa lalu, sudah saling mencintai dan menyayangi. Tapi ada satu hal, yg mungkin berat bagiku untuk mengatakan pada Fatimah.." kataku dalam chating.
" Tentang masa lalu kamu ?
Fatimah td juga nyinggung soal itu.
Dia bilang, masih ada yg mas sembunyikan dari Fatimah. Bener begitu mas ? "
" Iya memang Is.
Aku takut, jika Fatimah tahu jadi berbalik membenciku Is..!?! "
" Begitu beratkah masalah itu ? "
" Sangat berat Is...!"
" Boleh Isti tahu...? "
" Iya...
Justru aku mau cerita, tapi juga ada keraguan. Atau khawatir kamu pun akan jadi benci "
" Enggak lah.
Gak ada alasan Isti membencimu.
Sekedar tahu masa lalumu.
Kecuali kalo itu terjadi saat ini. Isti akan benci kamu, karena menyakiti sahabatku. Dan mengkhianati kepercayaan kami...! "
" Maksut Isti...? Kepercayaan kami gimana ? "
" Isti ceritakan tapi agak panjang nulisnya. Mas sabar gak usah komen dulu sebelum Is selesai nulis. gimana ?
" Iya aku setuju.."
..." Begini mas.....
Setelah terjadi kesalah fahaman anara kami santriwati dgn Fatimah dan juga kamu mas.
...Kami merasa bersalah sudah berburuk sangka....
...Lalu kami berembuk, setelah tahu masalah sebenarnya....
...Dan kami semua termasuk Eis yang menjadi kunci....
...Eis menceritakan, jika dia di temui teh Atikah....
...Yg isi pembicaraanya kamu juga sudah tahu mas....
...Eis bilang gini...
..." Antara Eis dan mas Yasin Selama ini memang saling menyukai. tapi tidak ada komitmen pacaran....
...Dan pernikahan antara mas Yasin dan Fatimah yg sudah terjadi tadi. bukan atas keinginan dari mas Yasin ataupun Fatimah....
...Mungkin itulah takdir....
...Jadi disini tidak ada yg bersalah....
...Kita sebagai teman, sahabat dan saudara. Wajib mendoakan untuk kebahagiaan mereka....
...Saya ( Eis ) tidak sedikitpun merasa dendam terhadap keduanya. Ataupun salah satunya....
...Kalo sedikit merasa sedih memang iya....
...Tapi bukan sakit hati ataupun dendam....
...Begitulah teman temanku semua. Kenapa Eis tadi nungguin Fatimah di kamarnya....
...Bukan mau marah sama Fatimah, tapi Eis justru ingin memberi dukungan moral. Agar Fatimah tidak terlalu merasa bersalah....
...Karena memang dia tidak salah....
...Eis tahu itu juga berat bagi Fatimah....
begitu mas Eis tak sanggup melanjutkan bicara lagi. Dan kami semua larut dalam rasa haru.
Kemudian kami semua sepakat menyimpulkan. Mas Yasin itu orang baik, bisa mengalahkan ego. Fatimah itu juga orang baik, tawadhu' pada orang tua dan guru Dan Eis juga tentunya, yang bisa legowo menerima takdir.
Itu maksutnya.
Aku baca dengan seksama chat dari Isti yg begitu panjang, lalu kubalas singkat.
" Terimakasih pada kaliyan semuanya, yg begitu peduli dan begitu memahami posisi kami saat itu "
" Iya mas, sama sama...
Terus masa lalu mas yg mana yg kamu anggap mengganjal ?
Bukankah masa lalu itu hanya sebuah kenangan, hanya sebuah sejarah. Untuk pelajaran merajut masa depan ? "
" Iya itu betul sekali...
Tapi masa laluku yg ini, meninggalkan bekas sampai sekarang. Dan mau tidak mau akan sampai ke masa depan. Yang mungkin akan mengganggu atau mempengaruhi hubunganku dengan Fatimah istriku tercinta. "
" Kayaknya berat banget mau ngomongnya mas. Sampaikan saja Insya Allah kita bisa bantu. "
" Iya Is...
Aku gak tahu harus mulai darimana...? "
" To the point aja mas...
Kita ini sudah satu keluarga besar, sudah jadi saudara gak usah sungkan. "
" Ok aku mau jujur dan to the point saja.Karena kebejatanku dimasa lalu, aku pernah menghamili gadis. Dan ketika aku berniat tanggung jawab. Datangi rumahnya, dilarang menemui. Katanya dia keguguran, bahkan aku dihajar sampai hampir mati.
Untung ditolong kang Salim yg baru lewat. Dirawat dan dibawa ke pesantren.
Tapi bebrapa waktu lalu, dlm sebuah acara aku bertemu dgn gadis yg dulu hamil karena aku.
Dan dia ternyata tidak keguguran, anak itu lahir dan sekarang sudah berusia 2th.
Anak itu anakku secara biologis, terus aku harus bagaimana..?
Aku gak ingin Fatimah sakit hati.
Tapi aku juga tidak ingin jadi bapak yg tidak bertanggung jawab. Jadi Aku harus bagaimana Is...??? "
" Apa....?
Kok bisa begitu ceritanya ??? "
...bersambung...
__ADS_1