Isyaroh

Isyaroh
Makhluq Astral yg makin banyak berkeliaran....


__ADS_3

Sampai Rumah aku rebahan, sambil nunggu waktu dhuhur tiba. Lumayan penat, nunggu waktu dhuhur sambil tiduran dulu....!


Aku berbaring tapi pikiran entah kemana. Mau cari kang Salim, mulai dari mana ? O iya... kenapa gak nanya Santri yg sedikit dibawahku. Yang masih mukim di pondok....? Ah tapi... Bagaimana membertahu istriku...?


Aku bingung, meski bagaimana ini. Bagaimanapun ini tugas dari Abah. Tapi disatu sisi, kasihan juga istriku. Terlalu sering aku tinggalkan.


Meski tidak protes secara langsung, tapi aku yakin di hatinya sedih. Ach... meski tergolong pengantin baru. Tapi Istriku jarang sekali kusentuh.


Yang paling aku takutkan adalah,...


dia mengira aku mengabaikanya


Karena jujur saja, aku dinikahkan dengan Fatimah istriku tanpa proses pacaran. Bahkan aku tak begitu mengenalnya, maksutku kenal dekat.


Sering ketemu sih, karena sama sama tinggal di pesantren. Tapi hampir gak pernah ngobrol, tegur sapa atau say helo aja bisa dihitung.


Ya gimana lagi, Saat aku dulu dipanggil Abahku. Ditanya siyap nikah belum, aku jawab siap. Eeh tahu tahu langsung dinikahkan sama istriku yg sekarang. Gak nyesel siih.


Sudah jodoh, cantik banget enggak jelek juga gak. Gak tahu waktu itu, orang tua Fatimah datang ke pondok bicara apa sama Abah.


Tahu tahu aku dipanggil ditanya sudah siap nikah apa belum. Dan aku juga gak ngerti, tahu tahu juga asal jawab siaaap.


Lantas Fatimah dipanggil, kemudian di nikahkan langsung. Jelas aja, baik Aku maupun Fatimah kaget setengah mati. Karena dari kenal biasa hubungan biasa sesama santri. Jarang ngobrol gak ada perasaan apapun ( waktu itu ). Tahu tahu di nikahkan.


Kebayang tidak readers, jika mengalami begitu...? Malam pertamanya gimana ?


Aku yakin sama sama sungkan, mau ngomongin apa mau bagaimana mau ngapain...???


Aku jamin pasti begitu lah.


Seru seru gimana gitu, saat dikamar berdua. Canggung iya malu iya.


Mo pegang tanganya aja tangan sendiri gemeteran. Udah gitu lihat dia juga gemeteran.


Selebihnya Readers bayangin sendiri ya, hehehe.


Up' s sori ngelantur nih.


Lama berpikir membuat aku lelah dan tertidur.


Saat aku terbangun, istriku sudah disampingku tidur juga. Sambil memeluk ku... ( Ehm.... 😊😊😊 )


Aku lihat jam, loh sudah hampir jam 14 aku belum sholat.


" Mah kok gak bangunin, aku belum dhuhur..." tanyaku.


Istriku membuka mata.


" Lah kirain tidurnya habis dhuhur, tadi dibangunin gak bangun juga. Sampai aku cubit cubit gak bangun. Yaudah aku temenin bobo nya. " jawabnya.


Istriku senyum senyum sendiri.


" Yaudah aku sholat dhuhur dulu..." kataku.


Aku pergi ke kamar mandi, membersihkan diri. Ah... Ini Istriku iseng amat, kasih tanda dileherku...?


Pantas tadi senyum senyum.


Selesai mandi, ganti baju ambil wudhu langsung sholat dhuhur. wirid pendek kemudian aku panggil istri.


" Mah mau makan masak nggak ? " aku bertanya ke istriku.


O iya Readers, awalnya aku panggil istriku dengan sebutan Mah. Itu karena nama dia Fatimah, tapi diya nya nggak nyadar. Dikira dari kata Mamah, GR kali diya.... Tapi gak papa, nyenengin hati istri kan pahala. hehehe.


" Mamah gak masak Pak, cuma beli tadi." jawabnya.


" Hayuuk sini temenin makan, ada yg mau aku omongin ! " Panggilku ke Fatimah.


" Tapi aku gak mau makan, masih kenyang. tadi beli mie ayam di kios. " jawab istriku.


" Pokoknya sini aja, pentiiing ! " Ucapku.


" hmmm iyaaaaa.. bentar " jawab Fatimah


Aku gak langsung makan, meski sudah laper. Nungguin istriku dulu.


" Ambilin makan buatku ! " Pintaku pada istriku, setelah dia duduk disampingku.


" Ada angin apa ni.. tiba tiba manja minta di ambilin segala. biasanya diambilin aja gak mau. Awas kalo mulai genit ya !? " Kata istriku sambil ngambilin makanan. Busyeet kayak ngambiin kuli bangunan porsinya.


" Salah siapa, kamu yg mulai genit duluan.. ?! " kataku.


Istriku diam sebentar, kulihat pipinya merah dan senyum tertahan.


" Siapa yg genit, memangnya ngapapin ? " goda istriku.


Jawabnya rada rada nahan tawa.


" Ngapaiiin...? "tanyaku lagi.


" Nih kerjaan siapa ? " tanyaku.


Kutunjukkan leherku yg dikasih *stempel* sama dia.


" Dih ya gak tau... siapa emang ? " kilah istriku.


" Beneran.... Gak mau ngakuin.... ? "

__ADS_1


aku pura pura marah, sambil melotot.


" Iya ya.... habis dibangunin susah sih tadi. Gitu aja marah. "


Istriku hampir ngambek.


" Ya iyalah jelas marah, kenapa gak diwaktu aku sadar kamu melakukanya " Kataku sambil tertawa, istriku hanya senyum malu menahan tawa.


" Udah lah ayuk makan sepiring berdua, kamu kayak ngambilin kuli bangunan aja porsinya. Ambil sendok satu lagi, atau, kamu minta disuapin aja.


Candaku, yang membuat istriku makin malu dan sampai mencubit dadaku.


" Yeee.. beneran genit ah sekarang, yaudah mamah temenin. Mamah aja yg suapin papah " kata istriku.


Haddewhhhh.


Aku sebenarnya agak risih dipanggil papah. Cuma orang dusun, lebih nyaman pak atau mas. Dan istriku juga dari dusun di wilayah jawa tengah, yg bahasa ngapak ngapak. Sampai sering ku goda, yen ora ngapak ora kepenak.


hehehe.


.....


Usai makan, aku bilang ke istri. Mulai dari kejadian tadi dimakam. Tentang mimpiku, firasatku dawuh nya Abah dan sebagainya.


Tiba tiba Istriku diam, nampak matanya berkaca kaca. Aku jadi bingung, iba juga.


Apa yg hendak di ucapkan istriku, kalo sudah bicara dawuhnya Abah. Harusnya dia bisa nerima, tapi kenapa ini nangis. Ada apa.....?


Aku diam nunggu respon jawaban istriku.


" Imah Takut mas..." kata istriku.


Bahasa asli keluar gak papah papah lagi... mungkin dia lagi serius saat ini.


" Imah takuuuut..... Saat mas kemarin pergi. Sering kali denger suara orang Nangis... teriak teriak..." Kata Fatimah disela tangisnya Fatimah mulai cerita.


" Imah juga mimpi, Lihat Mas Yasin dikeroyok makhlukq makhluq aneh, menakutkan. Imah gak mau ditinggal pergi mas. Aku takut itu firasat buruk mas..." ucap Fatimah.


Perasaan hatiku berkecamuk, berbagai perasaan campur jadi satu


Haru,


Sedih.


Bahagia diperhatiin istri sampai segitunya.


Aku gak tahu apa lagi yg kurasakan waktu itu.


" Im..."


" Kamu gak usah khawatir, Mas pasti baik baik saja. Insya Allah, Allah bersama kita. Ini tugas dari Abah, maka Aku harus segera cari kang Salim. Sementara waktu, kalo kamu takut. Kamu boleh Pulang ke Majenang dulu. Besuk saya antar, masalah kios pasrahkan mbak surti saja. " kataku.


" Terus sampai kapan mas... " tanyaku.


Aku terdiam, karena gak tahu kapan ini akan berakhir.


" Ya kita lihat situasi, kalo sudah aman kamu aku jemput" jelasku.


" Mass..." istriku merajuk.


Sambil terisak istriku memanggilku.


" Apa lagi ? " tanyaku.


" Boleh aku bertanya, tapi mas harus janji jawab dengan jujur ? "


Aku jadi bingung, apa maksutnya, mau tanya apa ? Seingatku aku gak suka dusta, paling bohong kecil kecilan. Pamit Ronda padahal mancing, hehehe.


Ya jujur ku akui, aku dari dulu hobi mancing. Dari mulai kecil, saat dipondok bahkan sampai setelah nikah.Tapi kalo memang istriku minta, aku siap menghentikan. yaah minimal mengurangi, agak berat sih kalo sampai gak sama sekali.


" Mass.... mau janji gak, jawab yg jujur... " tanya istriku.


" Owh iya iya... Aku janji, gak akan sering keluyuran malam buat mancing lagi.." ucapku.


Istriku malah kaget.


" Bukan janji itu, kalo itu aku tahu sudah hobimu. Mau janji jawab dengan jujur gak....? " serunya.


" Iyaaa aku janji, mau tanya apa sih sayang ku " kataku


" Serius ini mas...jangan bercanda " kata istriku.


Susahnya menghadapi wanita apa cuma aku saja ya. Padahal aku sudah serius, ngomong sayang juga serius. Memang aku menyayangi Istriku, mencintai istriku. Tapi saat aku bilang begitu, istriku gak pernah percaya. kenapa ya ????


" Iyaaa aku serius Imah sayang. "


Aku bicara sambil memeluknya, tumben dia gak ( pura pura ) berontak. Padahal biasanya pura pura berontak, meski akhirnya pasraahhh... Eits.. sori sengaja keceplosan. semoga gak kena sensor, hehehe.


" Mass... Kita dulu kan nikah gak ada rasa cinta...? Saat ini, sudah adakah sedikit saja ada perasaan cinta di hatimu ? " Tanya Fatimah.


Ah Aku jadi tergagap, gak biasa nulis roman roman an kayak gini. Ngapain juga kalo gak ada rasa Cinta tiap hari aku peluk aku cium. Apa siiih yg diinginkan wanita, please deh kasih tau...!


Sulit mahami wanita, masih lebih mudah mahami makhluq halus nih, hehehe..


Maaf para wanita jangan tersinggung ya.


" Kenapa mas diem gak mau jawab, aku hanya butuh jawaban jujur saja. jika memang sampai saat ini mas gak bisa mencintai Aku. Bilang jujur mas, sebelum Cinta yg tumbuh dihatiku semakin berkembang. Aku tidak ingin nanti aku jadi makin sakit.

__ADS_1


Jika cinta dihatiku sudah bulat kuserahkan padamu sebagai Suamiku, sebagai Imamku. Tapi ditengah jalan kamu kecewakan aku. Karena tak setitikpun di hatimu ada cinta untukku. Tidak usah, berpura pura perhatian. Melindungi aku, tapi hanya ingin memulangkan aku ke rumah orang tuaku mas...." kata Fatimah.


Duujkkkk..


Jantungku terasa berhenti sesaat.


Ini aku yg bodoh, tidak paham wanita atau memang istriku yg aneh siiih ???


Persaan dulu beberapa kali punya pacar gak gini gini amat....?


Disaat aku mau mencintai wanita karena Allah, kenapa justru aku dibuat bingung oleh wanita itu....?


Dulu sering ngegombalin wanita dengan rayuan palsu berbungkus kata cinta. Gak pernah aku dibuat pusing begini.


Kenapa menghadapi istriku aku jadi Oon sih....?


"Masss... Kok diam terus sih... " tanya Fatimah.


Kali ini istriku nampak marah betul, sambil melepas pelukanku. Dia berdiri dan hendak melangkah pergi.


Aku baru sadar, langsung aku kejar dan aku peluk erat. Untung semua pintu tertutup.


" Fatimah istriku tercinta. " aku bicara dengan segala keseriusan dan kutatap mata istriku.


" Tatap mataku, biar kamu bisa menilai. Apa aku bicara jujur atau dusta atau bicara antara jujur dan dusta. Dengerin Aku ngomong..." kataku.


Istriku pun menatapku, dengan ragu ragu.


" Semenjak Aku mengucapkan akad nikah. Aku Terima Nikahnya Fatimah binti Abdul Hamid dengan mas Kawin Sebuah kitab Nahwu Shorof dibayarTunai. Sejak saat itu, aku berjanji akan mencintai kamu, menyayangi kamu melindungi kamu dan siap menjadi Imam kamu.


Jadi suami yg baik bagimu, jadi ayah yg baik bagi anak anak kita nanti. Dan sejak itu pula aku hanya ingin mengukir satu nama wanita dihatiku yaitu kamu Fatimah Istriku....! " ucapku serius.


Fatimah istriku menangis, tanganya yg tadi kaku lurus kebawah. Langsung memeluk aku sangat erat. Kepalanya disandarkan ke dadaku, sehingga isak tangisnya berirama dengan detak jantungu.


" Mass... maafkan imah, sudah berburuk sangka. Tapi aku gak mau berpisah lama lama. Imah gak ingin, mas Yasin berjuang sendiri sementara imah hanya sembunyi. Ijinkan Imah tetap mendampingimu kemanapun, dimanapun dan apapun yg terjadi..." Kata Fatimah.


Nah kali ini giliran aku yg, meneteskan air mata haru.


Baru kali ini aku nangis karena wanita, apakah ini yg disebut *tulusnya cinta* ah gak ngerti aku.


" Im.... imah... Aku suamimu, aku wajib melindungi kamu. Aku gak mau kamu kenapa kenapa. Aku sangat berterimakasih, dan sangat bahagia disisimu.


Namun jika disisiku itu membahayakanmu, maka sementara aku minta kamu tinggal dirumah orang tuamu dulu. Kuatkan aku dengan doamu, jangan lemahkan aku dengan tangismu. Iringi langkahku dengan dzkirmu, jangan halangi aku dengan kerinduanmu. " Ucapku pada Fatimah.


Gak tahu kenapa mendadak puitis.


Sampai istriku Fatimah makin menangis..


" Sudahlah Im.... Apa yang mau kamu dengar sudah kamu dengar. Apa yg ingin kamu tahu tentang isi hatiku, kamu sudah tahu.Ayo senyum biar tambah manis, biar suamimu ini makin tambah cinta. " Kataku pada Fatimah.


Tiba tiba Imah istriku melepaskan pelukanya, dan mencubit perutku.


" Iiiiiiiichhh nyebelin, baru menikmati suasana romantis bentar sudah ngegombal... ?!!! " ujar Fatimah.


Readders yg budiman.


Gimana kalo Readders yg jadi aku begitu, saat ngomong serius di bilang ngegombal....???


( tolong kasih komen, tentang itu )


Untung seketika itu terdengar kumandang adzan asar. Jadi gak terlalu terlihat OON dimata istriku saat itu. Karena melongoh bingung dengan sikapnya.


Segera Kami berjamaah sholat asar, setelah itu istriku belanja buat warung.


Sementara aku dirumah masih terbengong dengan sikap istriku yg unic bagiku, tapi makin cinta sih eehm.


Sedikit mengurangi ketegangan yg timbul akibat masalah yg ada di wilayahku. Sambil berpikir strategi menghadapi masalah ini.


.......


sampai jumpa di episode


tantangan menemui Kang Salim


....


Readders


Mohon maaf jika cerita mistis ini tercampur sedikit romance dan nanti juga ada campuran komedi


Semoga tidak mengurangi kenyamanan membaca.


Semua mengalir begitu saja, jalan cerita episode dan sebagainya. mengalir dari otak ku, berdasarkan dan ilhami oleh


kejadian nyata


yg saya alami sendiri, yg saya lihat yg saya dengar cerita orang dr mulut ke mulut.


legenda mitos dan lain lain.


Dan disini menggunakan bahasa Aku, sebagi tokoh utamanya. Dengan maksut agar Author lbh menjiwai tokoh utama. Seakan masuk dalam cerita itu.


Mohon Supportnya teman teman, adik adik dan kakak kakak semua


Terimakasih


brrsambung

__ADS_1


__ADS_2