Isyaroh

Isyaroh
perang strategi dengan para preman


__ADS_3

Aku masuk Mushola jadi perhatian para jamaah. Tidak berpeci tapi menggunakan slayer. Tidak pakai sarung bercelana jin ketat pakai kaos hitam bergambar tengkorak.


Mungkin orang berpikir siapa dan orang mana. Bodo amat, penting aku bisa sholat, tas ku ku truh depanku Usai sholat aku langdung cabut. Orang pada wirit Allahumma antassalam aku Allahumma lantas jalan.


Suara knalpot motor pun tak luput dari perhatian. Mampir ATM lihat Saldo cukup lah buat booking hotel kelas melati plus Tuti. Tapi bukan mau pakai dia siih. Cuma mau korek keterangan dari dia.


Sampai diwarung tadi.


" Udah siap Tut...? Ayuk cabut habis berapa makan kita kul ? " kataku.


" Udah dibayarin boss sama anak buah bang Rofiq tadi." kata penjual itu.


" Punya cewe gua juga ? " tanyaku.


" Iya dia cuma minum doang kok. " jawabnya lagi.


" Ok yuk kita cabut Tut...! " ajakku.


" Kita kemana bang ? " tanya tuti.


" Kaliurang aja ngadem. " jawabku.


" Ok..! " sahut Tuti.


Aku putar motorku, dan mulai stater...!


" Naik... " pintaku.


Tuti agak kesulitan Naik motorku, lantaran pakai rok Span.


"Duh tinggi amat motor, sempit lg joknya. " kata Tuti.


" Dah jangan brisik pegangan..! " ucapku.


Tuti pegangan sambil dadanya di gesek gesekan punggungku. Tanganya malah sambil elus pahaku kadang disenggolin Alatku. Sayang kamu bukan Fatimah batinku.


" Kok lurus terus ? " tanya Tuti saat lewat perempatan kentungan. Bukan belok kiri arah kaliurang. Tapi lurus arah casa grande atau terminal cond cat.


" Mampir cond cat dulu, nemuin temen sebentar " kataku.


," Jangan lama lama disitu ya bang, kosan aku deket situ. " katanya.


" Gak usah protes, lo udah gue booking semalam ini. " kataku.


" Gak bang, soalnya disitu banyak temen kampus Tuti ! " katanya.


Aku kaget, ternyata dia mahasiswi.


" Lo kuliah ? " tanyaku.


" Iya bang " jawabnya.


" Kok jd Lc, kurang biaya ? " tanyaku.


" Gak juga, panjang ceritanya. " katanya.


" Yaudah ceritanya ntar aja, " seruku.


Aku belok kiri sampai di terminal cond cat.


Kebetulan si Jendul sudah kelihatan


" Lo tunggu di motor bentar atau ikut gue nemuin orang itu ? " tanyaku.


" Ikut aja deh bang. " jawabnya.


" Yawdah tapi jangan nguping agak jauhan. Aku ada bisnis...!" kataku.


" Iya bang. " jawabnya.


Tuti aku suruh berhenti kira kira 10 m dr tempat jendul.


" Ndul gue cuma mau bilang lo hati hati, jangan bilang lo tadi ketemu gue. Asal lo tahu, yg mau dijadikan korban bos lu itu gue " kataku.


" Serius lo " tanya dia.


"Terserah lo percaya atau tidak, lo mau di pihak gue atau pihak mereka jug terserah lo " kataku.


" Gak bro.. gue tetep di pihak lo ! gue inget jasa jasa lo ke gue " katanya.


" Kalo lo di pihak gue, lo kudu rekam bicara mereka kirimin ke gue entar " kataku.


" Aduh bahaya dong bro " jawabnya.


" Jangan bego, Hp lo nanti dimode pesawat disana, gue cuma butuh rekaman Audionya gak perluh visualnya " kataku.


"Owh ya, ok bro " jawabnya.


" Yaudah gue cabut dulu instruksi selanjutnya menyusul ! " kataku.


"Lo mau kemana Bro ? " tanya dia.


"Having fun..! " jawabku singkat.


" Wah Kampret lo jauh jauh cuma bilang gitu doang, " umpatnya.


" Gak gue bilangin lo bisa koit, kalo tahu rencana mereka bocor dr ba**t lo bego !" balasku.


"Hehehe iya ya...! " jawabnya.


Tanpa bilang apa apa lagi, aku ngeloyor pergi kearah kaliurang. sengaja muter gak lewat jakal. Takut ketahuan orang dusunku, bisa repot.


" Kok Gak lewat jakal bang..? "


" Gak usah cerewet ikut saja, lewat jakal pada kenal gue. tar pada tahu gue booking cewek " jawabku.


" Owh sudah punya bini ya, bininya kurang hot ya bang ? " godanya.


Tuti ngomong sambil pegang pegang.


" Lo gak bisa diem gue habisin juga ntar ! " Ancamku.


Berat juga berperan jadi Zain, tapi aku harus totalitas saat ini Sesuai Skenario dari sutradara, hehehe.


" Iya bang maaf...! " jawabnya.


Sampailah akhirnya di sebuah penginapan *Nga****i yg cukup sepi dan cukup masuk kedalam. Motor kuparkir tanpa melepas helm slayer dan jaket. langsung menuju recepsionist merangkap pemilik dan OB sekaligus.


Ya begitulah penginapan kelas melati.


Langsung aku bayar.


"Long time sampai besuk pagi." kataku.


" Seratus lima puluh, kamar no 3 ! " jawabnya.


Begitulah transaksinya.


Kami diantar masuk kamar yg dimaksut.


Sampai di dalem, sebelum empunya pergi.


" Nasi goreng spesial 2 ni duitnya, kembalianya ambil. Sambil menyerahkan selembar ratusan ribu.


Benar benar harus totalitas dalam berperan, pikirku...!


" Tut Kamu mandi dulu, lo masih bau alkohol.pakai air panas mandi yg bersih dan wangi.


" Iya bang, badan tuti juga dah lengket. " jawabnya.


...........


Aku buka Hp Apakah Amir sudah ngirimi aku no istriku.

__ADS_1


Ternyata sudah.


Aku langsung wa istri


السلام علیكم و و


Sayang ini no ku yg baru.


Tapi maaf mas lagi interogasi, belum bisa telpun ataupun angkat telpun.


kalo udah, nanti kita bisa vc untuk melepas rindu.


Salam kangen selalu


emmmhuuuuuach


dr Suamimu


Yasin alias Ahmad Sidiq.


?


Pesan singkatku ke istriku.


Bohong sih tp demi kebaikan.


Kalo jujur lagi dikamar sama lc kan ngamuk, padahal gak ngapa ngapain. Hanya sebagai strategi membongkar fitnah.


Kok lama gak dibaca baca ?


Owh iya mungkin lagi sholat Isya.


Kudengar pintu diketuk.


" Masuk.." ucapku.


Pengantar Nasi goreng datang, plus menu bonus kamar teh hangat dan camilanya.


" Taruh aja disitu..." kataku.


" Ok..." jawabnya.


Tanpa basa basi orang itu keluar, memang biasa begitu. Gak mau lama lama dikamar. Takut ganggu kalo tamunya memang niatnya sekedar mengumbar syahwatnya.


Sesaat kemudian Tuti datang.


Langsung tak suruh makan dulu.


" Makan dulu gih...! " kataku sambil tetep pegang Hp.


Agak bingung dia dengan perubahan sikapku.


" Kok tahu bang aku lapar ? " tanya Tuti.


" Tahu lah, kamu tadi diwarung itu cuma minum doang...! " sahutku.


Tuti makin bingung, mungkin mikirnya kok gak langsung ke tujuan utama.


" Gak ikut makan bang ? " tanya dia.


" Tar lagi nunggu balasan chat dari istri, mungkin baru sholat isya kali." kataku datar.


Tuti agak kaget, hampir tersedak.


" Istri abang Sholat ? " tanya dia.


" Ya sholat lah.." jawabku.


Kulihat tuti agak gimana...?!?


" Maaf bang, kalo abang sholat gak ? " tanya Tuti.


" Sholat lah, tadi diwarung gue tinggal pergi kamu pikir kemana, kalo gak cari mushola ? " jawabku.


Tuti makin melongo.


" Yang mau pakai lo siapa, aku cuma booking kamu, bukan mau pakai kamu. Apa lagi kamu lagi halangan kamu bilang tadi, iya kan ! " kataku.


" Kok abang lain sekarang, tadi galak banget, bentak bentak ngancam mau bunuh segala.." tanya dia bingung.


Aku hanya senyum, sambil meletakkan hp. kemudian makan menyantap nasi gorengku.


" Nanti habis makan, kamu ganti pakaian yg pantas, tu aku bawa pakaian dari rumah. tapi pakaian cowok. " kataku.


" Bang sebenarnya tujuan abang ngajakTuti kesini mau ngapain ? " tanya Tuti bingung.


" Ya mau pakai jasa kamu lah, masa mau bikin skripsi disini ! " jawabku asal.


Jawabku yg bikin tuti makin bingung. Karena sengaja aku buat bingung. Karena orang kalo sudah bingung gampang di pengaruhi.


"Maksutnya pakai jasa Tuti gimana, katanya gak mau pakai Tuti tadi " katanya makin gak ngerti.


" Ya Nemenin ngobrol aku itu kan berarti sudah pakai jasa kamu " jawabku.


" Owh gitu ya, tapi kenapa sikap abang beda banget sama tadi. bahkan sikap sekarang gak pakai istilah lo gue lagi. ? " tanya Tuti lanjut.


" Sikapku yg tadi itu gambaran siapku sekitar 3 th yg lalu. Sikapku yg sekarang adalah sikap ku yg asli saat ini " jawabku.


" Maksut abang gimana, Tuti gak jelas. Dan Tuti harus panggil abang kakak mas om atau apa ?


" Soal manggil terserah bebas saja, usiamu berapa ? " tanyaku.


" Usia tuti 19th jalan bang. " jawab tuti.


" Usiaku 25 hampir 26, Panggil kakak boleh om juga boleh kalo mas itu yg panggil istriku saja. " jawabku.


" Owh iya kak... jadi gimana maksut kakak tadi...? " tanya Tuti lagi.


Kayaknya mulai kena dipengaruhi ini anak.


" Dulu aku ini rombongan Rofiq, sikapku dulu ya kayak yg kamu lihat tadi diwarung itu " kataku.


"Kalo sekarang bang eeh kak ? " tanya lanjut Tuti.


" Mulai kurang lebih 2 th yg lalu aku bertaubat, pingin jadi orang baik baik. Minimal tidak jahat, kalo tidak bisa menjadi baik." kataku.


"Terus hubunganya dengan Tuti bang eh lupa lagi, kakak maksutnya.." katanya.


" Secara langsung tidak ada hubunganya " jwabku.


"Terus, kenapa ajak Tuti kesini, kalo melampiaskan nafsu gak, ngapa ngapain juga gak ? terus apa tujuanya ? " tanya Tuti.


" Mau minta tolong kalo tuti bersedia, kalo gak mau juga gak papa ! " kataku.


" Mau minta tolong apa dulu ya kalo tuti mampu, kalo gak mampu ? " kilahnya.


"Ya kalo gak mampu jangan dipaksain, tapi menurutku, menurut pengamatanku sih mampu. Kalo aku pandang gak mampu ngapain ku ajak kesini ? Jadi sekarang tinggal mau atau tidak mau, bukan mampu atau tidak mampu. " kataku.


Pertanyaanku mulai menggiring tuti, agar mengikuti pola pikirku.


" Ya apa itu, minta tolong apa ? " tanya Tuti.


Sengaja kubikin penasaran biar pola pikirnya yg lama hilang, ini adalah permainan psikologi komunikasi.


" Kamu ini Lc kan ? " tanyaku.


" Iya kakak jujur aku memang lc merangkap kuliah juga. " jawabnya.


Mulai masuk jika dia sudah mau membuka diri.


" Kalo kamu gak kenal aku, berarti kamu belum ada 3 th atau bahkan belum ada 2 th. bener gak ? " tanyaku.


" Iya kak.. Aku baru satu tahun ini itupun dijebak temenku. " katanya.

__ADS_1


Dia mulai sedih, berarti sudah saatnya aku masuk pelan pelan.


" Aku dulu sama brengseknya dengan mereka Rofiq dan anak buahnya. Kamu pasti pernah denger cerita tentang aku ? " kataku.


" iya kak sering denger. " jawabnya.


" Tapi aku sadar jika itu salah, lalu aku bertaubat. Tapi aku tidak memusuhi mereka. Tapi mereka malah mau memusuhi aku, menurutmu salahkah jika aku melawan ? " tanyaku.


" Ya tidak kak. " jawabnya.


" Kamu mungkin sudah Tahu, apa yg akan dilakukan padaku kan ? " desakku keTuti.


"Enggak kak, Tuti tidak tahu sejauh itu kak, cuma sekilas sering sebut nama kakak. tapi gak faham tentang apa yg dibicarakan mengenai kakak " jawabnya.


Dari mimik wajah dan sorot matanya, anak ini kayaknya bicara jujur.


" Dimana kamu dengernya ? " tanyaku.


" Ya ditempat tempat karaoke, dimana kita sering di booking nyanyi. " jwabnya.


" Udah gak usah diteruskan aku paham. Sampai sekarang pun aku tetep merasa masih kotor, baru mau belajar jd baik. " kataku.


" Jadi jangan merasa kamu lbh buruk dariku. Mungkin hanya pilihan dosa yg kita lakukan saja yg berbeda. " kataku.


Kamu melakukan dosa dengan profesimu itu sedang aku tidak melakukan dosa yg kamu lakukan. tapi melakukan dosa lainya.


Jadi antara aku dan kamu lbh baik mana itu gak jelas juga. bisa jd lbh baik aku, tapi mungkin juga lbh baik kamu. Kita sama sama gak tahu hakikinya kan."


" Iya ya kak..." jawabnya.


" Nah tadi kamu bilang, mereka suka sebut namaku di tempat karaoke dan semacamnya. Pernah denger mereka sebut namaku di b***e ?


" Pernah sih kayaknya, tp persisnya kapan lupa. saya disana juga gak tentu ! " jawabnya.


"Owh gitu, tapi sering juga kesana ? " tanyaku.


" Sering sih gak, tapi beberapa kali aja, kita kan freelanch, gak netep disalah satu tempat. Tinggal yg booking ngajak kemana atau tempat tertentu kehabisan pemandu lah kita dipanggil.


" Owh gitu, kalo kamu dipanggil ke b***e penghubungnya siapa "


" Ada perantara temen, tapi akhir akhir ini, dia gak pernah nongol lagi. sejak..." suaranya terputus.


" Sejak apa...? "tanyaku lanjut.


" Sejak teman dia yg Namanya Yeni dibunuh....! " jelasnya.


"Di bunuh... sama siapa ? " tanyaku.


"Iya.... Sama anak seorang tokoh dikota ini...." jawabnya.


" Kok kamu tahu, ? tanyaku.


"Iya, temenku itu yg kasih tahu, tapi sekarang dia ngumpet." katanya ketakutan.


" Ok jangan sebut tempat dia ngumpet, bahaya... !" kataku.


"Kok kakak tahu bahaya ?" tanya Tuti.


" iya lah, aku hafal betul kelakuan Rofiq cs. Kamu deket banget sama temen kmu itu ? " jawabku.


" Iya deket banget, dia satu daerah denganku asalnya " jawab Tuti.


"Nah kamu tahu siapa yg mengancam mau bunuh dia ? " tanyaku.


"Enggak kak, siapa ? " tanya Tuti.


"Anak buah Rofiq, atas perintah rofiq ! " kataku.


" Tapi Kenapa ? " tanya Tuti.


"Karena teman kamu yg bernama Lia kan ? Adalah satu satunya saksi kunci kasus pembunuhan Yeni ! " kataku.


Tuti kaget mendengar aku tahu sedetail itu.


" Kakak tahu dari mana ? " tanya dia.


" Tahu dari mana itu gak penting, Tapi yg jelas Aku yg akan dijadikan tersangka. Jika Lia temanmu bisa dibunuh." seruku.


" Jadi maksut kakak ? " tanya Tuti.


" Maksutku, kamu juga dlm bahaya jika mereka tahu, kamu teman dekat Lia. Bukan tidak mungkin, anak buah Rofiq tadi sengaja culik kamu. Untuk diminta keterangan dimana Lia ! " kataku.


"Aku harus gimana kak ? Aku Takut. ," kata Tuti sambil mengenggam tanganku.


"Lepasin tanganmu tidak perlu panik, aku akan lindungi kamu dan Lia jika kamu nurut aku. " tegurku ke Tuti.


"Iya kak maaf.. Aku dan Lia harus bagaimana ? " Tanya Tuti lanjut.


" Nanti aku koordinasi dengan polisi, aku minta no hp kamu dan lia, besuk aku kasih tahu harus gimana. Sebaiknya, sementara waktu kamu sembunyi disini dulu jangan pulang. " pintaku.


" Tapi aku gak bawa ganti kak, duit juga udah nipis. ATM juga dirumah. " kata Tuti.


" Soal pakaian ganti gampang, duit nanti aku suplay sekedar buat hidup tidak ada jatah buat mabuk. " kataku.


" Iya kak..." jawab Tuti.


ini no ku kamu catat...


0856******1


" Jika kesulitan apapun hub aku.


Ini buat perpanjang kontrak beberapa hari dan makan. Sementara ada 1 setel ganti. besuk aku tambah plus duitnya Insya Allah " tanyaku


"Makasih banyak kak Zain...." balas Tuti.


"Sama sama, Aku pulang dulu..! " kataku.


" Ya kak...! " Jawab Tuti.


Aku langsung pergi tanpa ucap salam, takut malah menyinggung.


...........


Aku Starter motorku menuju rental motor tadi. Kemudian langsung pulang kermah udah kangen istri dan janji mau vc sama dia.


Setelah mengambil motorku, aku balik kerumah.


Kok Lampu rumah mati semua ? Bukanya tadi Amir aku pesan lampu dihidupkan semua...?


Aku agak curiga...! " batinku .


Aku nyalakan lampu dari Hp, untuk penerangan sementara.


Sekebat bayangan melintas di hadapanku begitu cepat.


Tiba tiba kulihat dr temaram lampu hp, di kejauhan nampak sosok putih kecoklatan. Masak sih pocong nggangguin matiin lampu...? batinku.


Aku terus mencari Meteran listrk rumah


Oh ada yg matiin saklar meteran. Apakah Itu Amir...? tanyaku dalam hati.


Aku segera pindah ke posisi ON.


Setelah lampu menyala, tampak bungkusan kembang yg di bungkus daun pisang seperti buat sesaji.


Ah siapa yg beli kembang sesaji jatuh disini, jalur setapak masuk rumahku ini hampir tidak pernah dilewti orang.


Aah biarlah kalo ada yg merasa kehilangan biar mencari.


Aku biarkan benda itu, Aku langsung masuk rumah dan duduk di ruang tamu.


Ah baru jam sepuluh.

__ADS_1


Aku berniat ke pos ronda setelah sholat isya nanti.


...bersambung...


__ADS_2