
Bagian akhir episode lalu
" Apa kubilang tadi Is ? Aku gak bohong kan ?" kataku, merasa menang dr Isti.
" Pak Yadi itu siapa mas ?? " Tanya Isti.
" Dia yg menjamin kita bebas keluar masuk. " kataku pada Isti.
Tiba tiba pak Yadi datang dengan beberapa anggota Polisi. Semua diperintahkan pindah, agar aman terkendali termasuk Rofiq....???
" Sementara adik Tersangka harus diamankan pak. Karena menurut informan kami, adik tersangka akan diculik ! " Begitu kata pak Yadi membuka pembicaraan.
" Bagaimana baiknya pak, Dia adalah teman baik saya dan istri saya waktu dipesantren ! " Jawabku menanggapi info dari pak Yadi.
Sementara Isti tampak pucat ketakutan.
Tiba tiba Rofiq berseru dengan lantang.
" Bebaskan saya dari penjara pak, saya akan tumpas mereka. Dan setelah itu saya akan menyerahkan diri lagi. Tolong saya pak Polisi...!!! " Rofiq meratap.
" Tidak saudara Rofiq, percayakan urusan ini pada kami. Mohon kerja samanya agar semua berjalan lancar ! " kata pak Yadi.
" Jadi baiknya teman saya ini bagaimana pak ? " Tanyaku pada pak Yadi.
" Menurut panjenengan baiknya gimana pak. Istri bapak masih dirumah mertua ? " Tanya pak Yadi lanjut.
" Masih pak ! " Jawabku singkat.
" Kalo begitu teman bapak kami amankan dirumah saya saja. Kan ada adik perempuan saya, berikut ibunya sekalian ! " Sambung pak yadi.
" Sebenarnya ada apa ini mas ? " Tanya Isti padaku.
" Nanti aku jelaskan, saat ini kamu dan ibumu dalam bahaya. Rumah kamu sudah di satroni para penjahat ! " Jawabku pada Isti.
" Saat ini ibu Mbak baru kami jemput. Demi keamanan harus kami ungsikan dulu. " Jawab pak Yadi.
" Biar sementara aku urus dengan pak Yadi, kamu tenang saja Is. " Hiburku pada Isti yang tampak ketakutan.
" Mas kalo boleh aku mohon, Fatimah ajak kesini saja temenin Isti. Disamping Isti kangen, Isti akan lebih tenang jika ada teman satu pesantren ! " Kata Isti merajuk.
Aku jadi bingung mau menjawab apa. Tiba tiba pak Yadi ikut bicara.
" Gimana pak ? saya rasa usul teman bapak ada benarnya. Sekaliyan mungkin bisa membantu bapak dalam menangani hal hal mistis yg terjadi. Mengingat Istri dan teman bapak sama sama punya basik Santri ? " Pemaparan pak Yadi membuatku semakin bimbang.
Kalo Fatimah kuboyong kesini, kondisi dia baru hamil. Belum lagi urusanku dengan Arum dia bisa tahu. Aku benar benar pusing saat ini. Tiba tiba Isti menangis dan memohon.
" Mas... tolong mas, Isti akan jaga Fatimah. Isti akan jaga kandungan Fatimah. Apa mas gak kangen juga sama Fatimah istri kamu ? " Kata kata Isti begitu menyentuh. Membuat aku menjadi luluh, akhirnya aku membuka omongan.
" Begini saja, soal Fatimah istriku aku pikirkan dulu. Yg jelas saat ini kamu dan ibumu harus diamankan dulu. bukankah besuk sidang sudah digelar ? " Penjelasanku pada Isti.
Kemudian pak Yadi membikkan sesuatu padaku.
" Kayaknya sidang bakalan berjalan lama pak. Mengingat pelaku adalah punya kekuatan finansial dan relasi yg banyak. " Bisik pak Yadi padaku.
" Baiknya kita bicarakan secara khusus pak. Sekarang juga kita bicara empat mata dulu ! " Pintaku pada pak Yadi.
" Baik pak, saya akan minta ruangan khusus untuk bicara. mari ikut saya. Kaliyan jaga tempat ini, tak seorang pun boleh masuk ! " Perintah pak Yadi pada anak buahnya.
" Is kamu disini dulu, aku mau bicara dengan pak Yadi ! " Kataku pada Isti.
" Iya mas. " Jawab Isti.
Kemudian aku dan pak Yadi keluar dariruangan itu. Menuju ruangan khusus membahas keamanan dan pengamanan Isti khususnya. Yang menjadi incaran Germo dalam hal ini Gembul. Yang punya dendam pribadi dengan Rofiq.
" Kalo menurut saya, Istri bapak diajak pulang saja. Nanti untuk keamanan kita akan tempatkan petugas khusus. Yang tidak berseragam, dan pura pura jadi karyawan bapak. Jadi akan menginap ditempat bapak. Biar bisa mengawasi 24 jam. " Penjelasan Pak Yadi tentang rencana yang sudah beliau buat.
" Apa itu tidak berlebihan pak ? mengingat pengawasan yg 24 jam itu sangat melelahkan. " Kataku pada pak Yadi.
" Tidak pak,pertama kasus ini kasus berlapis. tidak sekedar pembunuhan terhadap LC saja. Tapi juga menyangkut peredaran Narkoba dan Prostitusi. Dengan penipuan penyaluran tenaga kerja wanita. " Keterangan pak Yadi lebih lanjut.
" Sampai sejauh itu kah pak kasus ini ? " Tanyaku kaget.
" Betul pak, jadi kasus pembunuhan itu sebenarnya jadi tindakan Blunder dari Pelaku tersebut. Yang justru bisa menjerat dia terseret pada kasus kasus kriminal lainya. " Pak yadi menjelaskan panjang lebar. Bahkan yg membuatku terkesiap kaget adalah pernyataan beliau. Bahwa ada Indikasi, kasus mistis yang terjadi saat ini. Ada kaitanya dengan gerakan mereka.
Jadi selain dilakukan oleh para preman. Aksi mereka juga didukung atau di kuatkan oleh dukun dukun ilmu hitam. Yang biasa praktek perdukunan demi uang. Darahku mendidih mendengarkan pemaparan pak Yadi. Aku yg semula bisa tenang begitu mendengar pemaparan pak Yadi. Saat itu juga Emosiku langsung naik.
" Tapi sabar dulu pak, itu semua baru indikasi. Belum terbukti kebenaranya. " Ujar pak Yadi berusaha meredam amarahku.
" Ok pak Yadi, saya setuju istri saya dijemput. Besuk pagi saya jemputnya. Biar Isti dan ibunya tinggal dirumah saya kalo istriku sudah dirumah ! " Kataku pada pak Yadi.
" Baik pak, sekarang saya mau amankan ibunya Rofiq dulu. " Kata pak Yadi. Kami pun menuju selnya Rofiq dulu.
" Is ikut aku sebentar yuk ! " Ajakku pada Isti.
" Kemana mas ? " Tanya Isti.
" Aku ada perlu bicara sama kamu. Kita bicara sebentar di luar ! " Kataku mengajak Isti.
" Jangan jauh jauh pak, sekitar sini saja ! " Kata pak Yadi, mengingatkanku.
" Baik pak, cuma didepan kok. " jawabku kalem.
Aku lantas mengajak Isti warung depan, tanpa mengurangi kewaspadaan. Ingat kata pak Yadi, Pelaku pembunuhan akan melakukan apapun untuk membungkam Rofiq sebagai saksi kunci. Jika perlu culik keluarga Rofiq supaya bungkam. Atau Fatimah istriku, agar aku mau mengaku.
Hal itulah yg membuat aku, semakin naik darah !!! Siapa sebenarnya yg dimaksut org berpengaruh tersebut...? Batinku dalam hati.
" Mas Isti mau nanya dulu, tolong jawab jujur ! " Kata Isti membuka pembicaraan.
" Tanya tanya aja, gak usah sungkan. Kamu kan udah kayak saudara sendiri ! " jawabku ke Isti.
" Tadi Isti sempat denger, mas Yasin lagi menangani kasus mistis juga. Kasus apa mas...? " Tanya Isti padaku, membuat aku bingung gimana jelasinya.
" Panjang banget ceritanya, kalo diceritakan sehari gak kelar ? " Jawabku pada Isti.
" Garis besarnya saja mas ! " Pinta Isti memaksa.
" Garis besarnya ya menangani kasus mistis, itu aja ! " Jawabku membuat Isti dongkol.
" Mas Yasin tu...! Bisa gak sih bicara serius ! " sungutnya.
" Tadi udah kubilang, ceritanya panjang. Kamu minta garis besarnya saja, garis besarnya ya begitu...! " Jawabku menggoda Isti.
" Mas itu yang seringkali membuat orang kesal. Untung saja Isti tahu mas tu cuma suka iseng. Kalo orang lain yg gak tahu ? Dikiranya mastu godain cewek ngerti gak ! " Bentak Isti agak marah.
__ADS_1
" Sori sori... gak usah ngambek gitu juga kali Isti ! Ok aku ceritakan sekilas saja. " Jawabku mulai serius.
" Nah gitu kan enak di dengernya mas...! " Kata Isti yg masih agak manyun jelek. ( batinku dalam hati )
" Iya tapi gak usah manyun gitu jelek tauk." gurauku.
" Bodo... jelek juga biarin. Cepet cerita, katanya panjang malah muter muter gak jelas. " Isti kembali sewot.
Owh ternyata Isti tu orngnya gak suka bercanda batinku. Lalu aku mulai ceritakan dari mimpi di temui Abah guru. Dan diperintahkan menemui kang Salim.
" Berarti mas Yasin berangkat ke tempat kang salim ? " Tanya Isti padaku.
" Iya Tiga hari aku di gemblengi disana ! " jawabku.
" Di gembleng apa saja mas ? " Tanya Isti lanjut, makin penasaran.
" Ya banyak hal, puncaknya aku disuruh kholwat semalam di gubuk belakang pondok. " Aku menceritakan saat kejadian aku di bakar Japra !
.................
...flashback...
Kamu tega bikin Arum begitu menderita...! " ucapnya
Suara itu.... sangat kukenal tidaaaak tidakkk ini bukan dia, batinku...!!!
" Setelah apa yg kamu lakukan padaku, setelah kau renggut kesucianku setelah kau hamili aku, kau tinggalkan aku, kau sengsarakan aku kau masih tak mau mengakuiku ??? " katanya lanjut.
" Tidaak itu bukan salahku.
Aku tidak pernah berniat meninggalkanmu... Aku datang kerumahmu dua kali.
Dan dua kali juga aku hampir mati ditangan orang orang dekatmu." emosiku tidak terkontrol, aku hanyut di masa laluku.
" Apa benar begitu ? " tanya sosok itu.
" Ini buktinya.... luka bekas dikeroyok itu, aku menjukkan bekas luka luka dulu. " jawabku terbius suasana waktu itu.
" Coba aku lihat beneran gak ? " kata sosok Arum itu.
Akupun berdiri dan kubuka kancing bajuku, kutunjukkan luka bekas sayatan, tusukan dan pukulan benda keras yg membuat retak dan patah kaki juga tanganku.
" Benarkah ini luka saat itu, benarkah kamu pernah mencariku, dan kembali dianiaya... ?" tanya sosok itu ditengah isak tangisnya yg membuat hatiku terasa teriris.
" Owh mmaafkan aku...
Aku salah sangka, aku kira kamu lari dari aku ! " kata sosok itu membuatku makin luruh.
" Kita kawin lari saja yuuk.
Aku kangen banget !?! " sosok Arum menggoda.
Aku yg bagai terhipnotis, ikut memeluknya dan membelai rambutnya.
Sayup sayup kudengar anak anak santri yg bermujahadah.
Melafalkan Kalimah thoyibah Tahlil..!
Kudorong sosok itu sambil melafadzkan kalimah thoyibah Tahlil
Laa illaha Ilallah..
" Minggir kau jin laknat.....!
Hampir saja aku tertipu muslihatnya.
Sosok itupun berubah jadi sosok yg mengerikan dan tertawa terkekeh kekeh
Astaghfirrullahal adhim...!!!
Nafasku menderu menyadari hal itu, Sungguh licik jin itu, tahu saja titik lemahku...!
Tidak mempan dengan ujut yg menyeramkan ganti ujut yg bisa mengguncang psikologiku.
Aaah tidak tidakk..!!!
Jangan sampai ada ujut istriku ya Allah jgn ada yg menerupai ujut istriku..?!?
Ya Allah aku mengis sejadi jadinya.
Untung gak ada yg tahu aku nangis, masih terdengar anak anak yg mujahadah aku sedikit tenang.
Tadi lupa berdzikir saat sosok yg menyerupai Arum datang, Membuat aku hilang kesadaran. Aku tarik nafas panjang dan keluarkan pelan pelan lewat mulut. tenang aku harus berdzikir terus biar gak kehilangan kesadaranku
Mulailah aku berdzikir.
Semua suara, ujut penampakan apapun tak lagi aku hiraukan.
Tiba tiba terdengar salam....
" Assalaamu ' alaikum..." suara nyai Asnah, ngapain kesini, batinku.
Atau jelmaan lagi.... ?
Tapi kok akai salam..?
" Wa ' alaikummussalam.
ada apa nyai, maaf saya lagi ada tugas gak bisa di ganggu....! " kataku.
" Aduh maaf jang diutus kyai, suruh ke pondok, ada tamu dari jawa" katanya.
" Tamu nya saja yg disuruh kesini, saya baru bisa kembali ke pondok saat subuh besuk " jawabku.
" Baik saya sampaikan." jawabnya.
Aku terus berdzikir, dalam hatiku berkata. sekarang mau akai cara apa lagi jin itu mau menggodaku.
Beberapa saat setelah sosok Asnah pergi.
" Maasss tega amat sih istri nyusul gak mau nemui, malah disuruh nemui disini. mana jln gelap lagi.." suara Fatimah pikirku ? "
Ya Allah ini sosok istriku atau jelmaan iblis ?
__ADS_1
Aku masih diam, menungu reaksinya.
" Aku susul ke pondok Abah, katanya kamu gak kesana. Maksutku mau nyusulin Hp. Bapak beliin Hp buat kamu, biar bisa komunikasi.
Aku tetap diam gak mau terkecoh lagi.
" Untung Aku punya pikiran kamu pasti kesini, ditunjukin alamatnya sama santri." lanjutnya.
Aku makin kecang brdzikir.
" Aku bahkan tadi dikasih tahu, kamu diini terluka, bener apa gak au khawatir ? " kata soso itu.
Hmmm istriku gak nyebut dirinya Aku, ini pasti jelmaan.
" Owh jadi bener ya, kamu disini sengaja menjauhi aku, kamu mau ngedeketin Eis lagi cintamu yang tak kesampaian..." kata katanya yang meluluh lantakkan hatiku.
dughh.....dughh....
Jantungku berdegup cepat -sekali mendengar dia menyebut nama Eis...
" Gak benar itu.
Aku selalu merindukanmu disini, aku langsung peluk istriku." jawabku antara sadar dan tidak.
" Kenapa gak mau sambut aku tadi mas... Aku sedih, kirain kamu bener mau ninggalin aku demi Eis." rengeknya membuatku makin teriris.
Pelukan istriku kuat sekali sambil nangis tersedu sedu. Aku benar benar sedih dan terharu.
" Mass aku kangeen banget." kata sosok itu.
" Iya aku juga sayang...." jawabku dalam kondisi terpengaruh godaanya.
" Mass aku pingin sekarang..!?! " rengeknya menggoda.
" Jangan sekarang sayang, mas lagi tirakat sekarang..! " jawabku.
" Gak mau pokoknya sekarang, disini saja, aku sudah gak tahaaaannn !! " katanya.
Aku tercekat.
Iblis kamu ya....!!!
Sambil kudorong tubuh itu.
" Istriku gak gatelan kayak gitu. ! " kataku.
Ternyata benar, sosok itu bukan istriku.
Berubah jadi pocong yg menjijikan.
Astaghfirrulllah....!!!
Tertipu yg kedua kalinya, aku gak mau tertipu untuk yg ketiga kalinya sekarang.
Aku kembali pada posisi wirit, makin ku kerskan dzikirku, biar jin gak brani dekat.
beberapa saat hening.
Tiba tiba...
" Heee Yasin budak jawir...
gara gara lo aki kehilangan pendapatan.
sekarang rasakan pembalsanku..." suara mirip Japra memanggilku.
Suka suka kamu jin laknat,
Emang gue pikirin, lo mau jelma jadi apa saja gue gak perduli sekarang
" Pura pura budek apa tidur lo haaaa..
gua bakar juga tempat ini...! " serunya.
Tiba tiba bau minyak damar / minyak lampu. Ah ilusi paling juga pikirku
Dan tiba tiba blup api membakar seluruh sisi gubuk ygaku tempati.
Aah aku gak mau tertipu lagi, tapi ini panasnya kok kayak api beneran ??
Aku masih tetap bertahan meski menahan hawa panas.
tiba tiba
...buukk....
Kepalaku seperti dipukul, aku jatuh hampir pingsan. Terdengar teriakan kebakaran kebkaran.
Yang kuingat selanjutnya aku sudah di atas dipan. Ditunggui kang salim dan Teh Atikah juga beberapa santri.
Terasa panas diseluruh tubuh dn wajahku....!!!
" Ya Allah mas, begitu berat ternyata ujianmu dan Fatimah...!?! " Teriak Isti disertai isak tangisnya.
" Bagiku gak masalah Is, ku anggap itu kafarotku atas dosa dosa masa laluku. Tapi Fatimah istriku jadi ikut menanggung akibat dari perbuatanku itu yg bikin aku sedih. " kataku yg ikut larut dengan keharuan Isti.
" Terus mas bisa sembuh dari luka bakar, gimana ceritanya ? " Tanya Isti kemudian.
..................
...bersambung...
mohon maaf baru bisa up load lagi
...mohon dukungan...
...like...
...komen dan...
...vote nya ya...
...Terimakasih...
__ADS_1